Posts filed under ‘Agama’
Dilarang menikah dengan saudara sepersusuan
Ilmu ini saya dapat saat acara “Mamah dan Aa” di Indosiar. Yang membuat saya ingin menceritakan/berbagi ilmu ini adalah “pengen mengingatkan aja”, karena menurut saya hal ini sangat mungkin terjadi (jangan tanya kenapa saya harus berpikiran seperti itu).
Di dalam surah Annisa ayat 23,
“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. Dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. Sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.)
Saya kira sudah jelas, tidak menikah dengan saudara sepersusuan, nah apa yang menarik? Yaitu:
Sangat dimungkinkan saat seorang ibu yang menyusui anaknya, sang bapak datang menghampiri, dan akhirnya ikut menyusu atau minum susu dari istrinya sendiri. Maka menurut sang Mama (dengan alasan surat Annisa ayat 23) hal itu ”haram”. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi saat sang suami dan istri sedang berduaan di tempatnya dan pada waktunya. Kepada sang suami (atau calon suami) agar berhati-hati terhadap hal ini, juga kepada sang istri (calon istri) agar berhati-hati, jangan kasih kesempatan.
untuk Bunda – H2G
Assalamualikum…
Bismillahirrohmmanirrohiim…
Kadang hari jadi demikian melelahkan,
Ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh
Ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang
Mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang
Ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau
Mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan
Berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda
Sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai
Tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang
Kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus
Ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga
Ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam
Tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata
Tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi ke kosongan
Menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda
seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar
Tak pernah mudah, ibunda, tak pernah
jika sesekali nanda berhenti
nanda ingin bunda tahu bukan tuk menyerah
Tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi
tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah
Tapi nanda tak gentar
sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak terbatas yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkah nanda.
h2g-66
ahmadiyah mau jadi agama? boleh.. asal
Pro kontra pelarangan Ahmadiyah terus bergulir. Beberapa pihak menilai keberadaan Ahmadiyah tidak masalah jika menjadi agama baru, bukan bagian dari Islam.
“Silakan (menjadi agama baru) kalau itu sesuai dengan undang-undang yang berlaku, tapi tidak pakai ajaran dasar Islam yaitu Al Quran dan Al Hadis,” kata Ketua Umum PPP Suryadharma Ali usai di Jakarta International Expo, Kemayoran , Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2008).
Selain itu, menurut Suryadharma, Ahmadiyah juga tidak boleh mempergunakan simbol-simbol yang biasa digunakan umat Islam, seperti masjid dan mushala.
“Kalau pakai Al Quran kemudian interpretasi Al Quran diplesetkan, itu bukan Islam lagi. Mereka akan berhadapan dengan Islam yang sesungguhnya,” pungkas dia.
menikah?? gak ah..eh iya deng!! karena?? karena manusia biasa..that’s all
curi dari blog orang lain ![]()
(bagus sih..:P semoga yang punya gak marah..)
Arif Syamsudin: karena (saya) manusia biasa
(2007-09-18 10:12:00)
tanya siapa?
sebetulnya judul di atas itu adalah judul buat postingan berikut. tapi, ditambahin “(saya)” sama saya
. anyway, belakangan ini saya memang suka posting dengan metode kopipes dari email2 yang saya terima, mostly come with mailing lists. kenapa, karena saya pikir, pertama, isi dari email2 tersebut bagus, bisa jadi sarana pembelajaran. kedua, jadi sarana temu kembali informasi yang siapa tau, nanti ada yang ngebutuhin informasi di dalamnya, ketiga, biar blog saya bisa update terus
. seperti yang dah disebutin sebelumnya, postingan berikut juga saya kopipes dari milis. nice story, siapa tau bisa jadi inspirasi, terutama buat kawan2 yang mendambakan untuk segera menamatkan hidup jomblonya
. enjoy and happy reading!
Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa
by Ugik Madyo
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir
manusiawi lah
). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.
Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.
“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.
“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”
“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.
“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.
“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.
Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya
Di tempat
Assalamu’alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.
Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya
. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
“Kenapa kamu memilih dia.”
“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.”
“Maksudnya?”
“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha.”
“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. “Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.
“Gik…”
“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo (sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.
surat PNS miskin kepada istrinya
Seorang PNS di Pemkab Tobasa menulis sepucuk surat kepada isterinya. Isinya adalah kepahitan hidup yang diarasakan akibat tidak memiliki cukup uang. Ia seorang PNS yang jujur dan tidak korup. Fotokopi suratnya sampai ke weblog ini. Berikut petikannya secara lengkap dan persis.
Balige, 23 September 2006.
Salam rindu dari jauh, Mama. Tiga hari lagi persislah Mama dua bulan meninggalkan saya di rumah ini. Dan selama itu pula saya harus bergumul seorang diri, hanya ditemani seekor burung merpati. Si Kurdi pun titip salam sama Mama. Entah pun dia sudah rindu sama Mama. Mungkin dia tidak akan pernah lupa sewaktu Mama membersihkan sangkarnya dua bulan yang lalu.
Kemarin saya marah sama si kucing dan anjing karena mereka tidak mau beranjak dari rumah. Rupanya saya lupa beli ikan teri untuk jatah mereka. Saya hanya beli daging aili 1/4 kg karena masih ada sisa uang kiriman Mama. Baru kali ini saya beli daging.
Mama, piring, sendok, garpu sebagaimana Mama tinggalkan sebelum pergi, masih tetap bersih seperti itu. Saya hanya memakai satu piring saja supaya tidak repot membersihkannya. Yang tidak boleh saya ceritakan sama Mama hanya kelambu itu saja. Dulu, sewaktu Mama ada, dia masih putih. Sekarang sudah hitam. Sarung bantal pun demikian juga, berubah warna. Aneh, baunya Mama. Mudah-mudahan ndak sampai ke Jakarta.
Surat ini saya tulis di atas kursi, karena meja sekolah yang kita pinjam dulu [sewaktu guru huria les], baru saya pulangkan ke sekolah itu kira-kira 10 menit yang lalu. Kemarin, Jumat, sewaktu les, si Rocky bilang bahwa Ibu Siagian [istri ***] menyuruh supaya meja itu dikembalikan hari ini [Sabtu]. Tadi pagi saya memanggil si Pelipe dan si Memo [adik ***] untuk membantu saya mengangkatnya. Dan tentu Mama belum lupa bangku-bangku kecil orang si Paska. Itulah yang saya duduki ini.
Mama, kenapa kita semiskin ini, selalu pertanyaan bagi saya siang-malam. Beli motor saja harus diangsur. Selain di bank, ada lagi utang di koperasi. Sawah sudah tergadai. Semua ini membawa penyakit, darah tinggi, maag, penyakit gula, dll. Saya harus duduk di bangku seperti ini dan menulis di atas kursi.
Sebentar lagi saya harus mencuci, di mana nanti saya harus menggosoknya? Oh Tuhan, di mana kepedulian-Mu? Apakah masih ada namanya yang disebut Tuhan? Jungkir balik saya mengajar les, toh uangnya tidak nampak.
Sementara *** [seorang pejabat teras Pemkab Toba Samosir — diedit BatakNews] enak saja ngambil uang dari kas Pemda Rp 3 miliar. Apa ada memang uang sebanyak itu? Belum pernah saya lihat. Tuhanlah yang membuat perhitungan.
Sekiranya saya di Jakarta, saya akan ke Dikti menanyakan keabsahan ***-nya [gelar si pejabat teras — diedit BatakNews]. Semakin merajalela saja dia, Mama. Baru-baru ini dia ke SMIK Arjuna. Disuruhnya seorang guru buka baju. Mungkin mau diajaknya guru itu duel. *** apa itu? [Tanda bintang adalah jabatan orang dimaksud — BatakNews.]
Di koran sudah jarang beritanya. Pasti sudah disogok semua itu. Pak *** mau pindah ke Serdang Bedagai. Pupus sudah harapannya menjadi sekda, karena Pak *** itu sudah diperpanjang jabatannya sampai dua tahun lagi. Pak *** mau pindah ke Tapanuli Selatan. Masih ingat Mama ketika kita menghadapnya, kan? Istilah di Tobasa sekarang: kebaktian jalan, korupsi jalan terus. Horeee ….
Mama, kalau ada uang, kita pindah saja dari rumah ini. Sepertinya tidak ada rejeki di sini. Dengan keluarnya meja itu, sudah plong sekarang pintu depan, pintu tengah, dan pintu belakang, karena lurus itu. Kalau boleh kita cari rumah di pinggir jalan, biar murid lesnya lebih banyak dan Mama bisa jualan.
Selain di bank itu, masih ada utangku di koperasi Rp 1.800.000. Makanya ketika Mama belum pulang [ke Jakarta — penjelasan BatakNews], tidak pernah semua uang les saya berikan sama Mama, untuk menutup koperasi. Bukan untuk keperluan lain. Semua utang ini baru tutup sampai bulan Desember 2007.
Mama, bulan Juni 2007, tanggal 24, saya sudah pensiun. Pengurusan pensiun sudah dimulai bulan Januari 2007 supaya bulan Juli 2007 langsung menerima gaji pensiun. Sesudah itu kita sudah dapat berkonsentrasi mengelola les bahasa Inggris dari pagi sampai malam, sambil mengarang buku, dan menjadi reporter di Jakarta Post.
Tidak ada lagi apel pagi, apel sore, rapat-rapat, dll. Tinggal menunggu detik-detik pensiun ini lagilah. Kita bersabar dulu ya, Ma. Kalau ada uangmu, bantu dulu menutup koperasi ini, biar penyakit saya hilang.
Les bahasa Inggris di tempat Tulang/Nantulang *** terkesan terlalu mahal, karena mereka membuat uang les Rp 100 ribu per bulan, makanya siswa hanya lima orang termasuk si kembar itu. Nantulang itu sendiri yang mengutip uang les. Saya baru menerima Rp 100 ribu dari situ.
English For You di Desa *** masih tetap seperti dulu. Tapi sudah saya yang mengutip uang les bulan ini. Tapi mengutipnya sangat susah, padahal uang les cuma Rp 15 ribu. Dibagi tiga untuk sewa rumah orang itu. Sekarang siswanya tinggal 18 orang dikali Rp 15 ribu dibagi tiga untuk sewa rumah. Berapa lagi tinggal sama saya? Beli minyak bensin, ganti ban, rante, dan oli motor aja itu sudah habis kan, Ma?
Hari itu saya ke Dolok Jior menanyakan pembeli pinus itu. Mudah-mudahan pembelinya segera datang. Pinusnya boru Panjaitan sudah dijual. Dia minta papan aja, bukan uang. Katanya, pembelinya itu sekarang masih bekerja di Sidulang. Habis dari situ baru ke Dolok Jior lagi. Sudah saya hitung pinus kita itu, masih ada 14 batang lagi.
Ketika saya di rumah, saya bongkar buku-buku dan ketemu gambar ini. Kalau Mama nanti pulang, bawa lagi gambar ini ya, Ma.
Bagaimana kabar orang si Dave, Anggraini, Zenia, dan Acen? Apa rencana mereka buat masa depan?
Ada pepatah mengatakan, “Berdoalah seolah-olah Tuhan datang nanti malam. Bekerjalah seolah-olah kamu hidup seribu tahun lagi.” Ora et labora, berdoa dan bekerja. Ini yang Tuhan kehendaki. Karena Tuhan pun bekerja. Enam hari Tuhan kerja, istirahat cuma satu hari.
Kalau ada kiriman atau surat, alamatnya ke ***.
Hanya ada tiga kalimat dari saya untuk Mama. Pertama: I love you Mama. Kedua: I love you Mama. Ketiga: I love you Mama.
Take good care of yourself and get closer to God day by day.
See you soon.
Daddy, *** [ditandatangani — penjelasan BatakNews].
– Mama jangan suka menangis lagi. Masih ada masa depan buat kita. Pasti itu ya, Ma?
ibu muda dengan roti-nya?
Di ruang tunggu salah satu bandara, seorang ibu muda terlihat tengah menunggu pesawat yang akan membawanya terbang. Karena harus menunggu keberangkatan cukup lama, ia memutuskan untuk membeli buku. Ia juga membeli sebungkus biskuit sebagai camilan sambil membaca buku. Itu memang lebih baik sebagai pengusir kejenuhan.
Si ibu muda duduk di salah satu kursi ruang VIP. Dengan menyadarkan tubuhnya yang terlihat terawat dengan baik, ia mulai membaca buku yang baru dibeli. Karena mungkin isi bukunya menarik, si ibu muda langsung saja tersihir untuk tetap fokus pada bacaan. Dia seperti tidak ingin terganggu oleh kesibukan di sekitarnya.
Di kursi sebelah, yang cuma dipisahkan meja kecil, duduk seorang pria yang lantas saja sibuk membuka majalah dan larut membaca. Di atas meja tampak sebungkus biskuit. Untuk beberapa saat, si ibu muda tak terusik oleh kehadiran pria lumayan tampan di sebelahnya. Ia hanya sempat melirik sejenak memastikan orang yang duduk di sebelahnya adalah orang baik-baik. Matanya juga sempat menangkap bungkus biskuit di atas meja.
Si ibu muda mulai terusik ketika ia mengambil sepotong biskuit dari bungkusnya di atas meja. Si pria pun ikut mengambil sepotong. Untuk kedua kalinya pun begitu. Si ibu muda jadi merasa terganggu oleh perilaku pria di sebelahnya. Ia pun berguman saking dongkolnya: “Huh…! Menyebalkan! Ingin rasanya kutampar saja mukanya!”
Sialnya, kejadian itu tidak berlangsung satu-dua kali. Tapi setiap si ibu muda mengambil sepotong biskuit, si pria pun selalu ikut mengambil sepotong. Hampir amarah si ibu muda meledak kalau tidak ingat sedang berada di ruang VIP. Ia begitu geram melihat perbuatan pria yang dianggapnya sangat tidak sopan.
Ketika biskuit tinggal sepotong, si ibu muda bergumam dalam hati: “Coba saja! Ingin lihat apa yang akan dilakukannya.”
Konyolnya, tanpa merasa jahil, si pria membelah biskuit. Ia mengambil separoh dan mempersilahkan si ibu muda untuk menikmati sisa parohannya. Walau si pria tersenyum simpatik menawarkan, namun hati si ibu muda sudah tidak tahan.
“Keterlaluan!” rutuknya dalam hati sambil bergegas mengemasi barang dan pindah ke boarding room. Ibu muda merasa harga dirinya telah dipermainkan. Benar-benar menjijikkan laki-laki yang tidak kenal sopan santun itu!
Masih dengan kegeraman hati oleh kejadian yang baru dialaminya, akhirnya si ibu muda berusaha lebih menangkan diri setelah duduk di dalam pesawat yang akan membawanya pergi. Dia pikir, lebih cepat berangkat, lebih cepat pula melupakan si pria “kurang ajar”.
Minat untuk melanjutkan bacaan buku yang sempat tertunda tadi sudah hilang. Ibu muda ingin mencoba tidur saja. Maka, ia membuka tas jinjing miliknya untuk mengambil kaca mata. Betapa terkejutnya dia. Ternyata biskuit yang dibelinya tadi masih utuh dalam tas jinjingnya. Melihat itu mulut si ibu muda kontan ternganga dengan mata besar seperti tak percaya. Rasa malu, merasa bersalah, dan menyesal menyesak dada hingga membuatnya sulit bernafas.
Ternyata pria tadi membagi biskuit kepunyaannya kepada si ibu muda tanpa merasa marah, terganggu, ataupun merasa rugi. Sementara si ibu muda, tanpa menyelidiki terlebih dulu biskuit itu milik siapa, sudah begitu marah saat sesamanya manusia turut menikmati kebahagiaannya.
….ada 4 hal yang tidak dapat diraih kembali. Pertama; Batu… setelah dilempar. Kedua; Kata-kata… setelah diucapkan. Ketiga; Kesempatan… setelah berlalu. Keempat; Waktu… setelah beranjak pergi.
makna bacaan dalam salat (kira2)
Allah Maha Besar
Doa Iftitah
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya.
Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi,
dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang musyrik.
Sesungguhnya solatku,
Ibadatku,
hidupku,
matiku
adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam.
Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak
menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam.
Al-Fatihah
Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang maha pemurah lagi maha mengasihani.
Yang menguasai hari pembalasan.
Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Iaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.
Bacaan ketika rukuk
Maha Suci TuhanKu Yang Maha Mulia dan dengan segala puji-pujiannya.
Bacaan ketika bangun dari rukuk
Allah mendengar pujian orang yang memujinya.
Bacaan ketika iktidal
Wahai Tuhan kami, bagi Engkaulah segala pujian.
Bacaan ketika sujud
Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya.
Bacaan ketika duduk di antara dua sujud
Ya Allah, ampunilah daku,
Rahmatilah daku,
kayakan daku,
angkatlah darjatku,
rezekikan daku,
berilah aku hidayah,
sihatkanlah daku dan
maafkanlah akan daku.
Bacaan ketika Tahiyat Awal
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta
keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.
Bacaan ketika Tahiyat Akhir
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.
Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.
Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.
Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.
Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.
Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim.
Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.
Doa Qunut
Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjuki.
Sejahterakanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sejahterakan.
Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin.
Berkatilah hendaknya untukku apa-pa yang telah Engkau berikan padaku.
Jauhkanlah aku daripada segala kejahatan yang telah Engkau tetapkan.
Sesungguhnya hanya Engkau sahajalah yang menetapkan, dan tidak sesiapapun yang berkuasa menetapkan sesuatu selain daripada Engkau.
Sesungguhnya tidak terhina orang yang memperolehi pimpinanMu.
Dan tidak mulia orang-orang yang Engkau musuhi.
Telah memberi berkat Engkau, ya Tuhan kami dan maha tinggi Engkau.
Hanya untuk Engkau sahajalah segala macam puji terhadap apa-apa yang telah Engkau tetapkan.
Dan aku minta ampun dan bertaubat kepada Engkau.
Dan Allah rahmatilah Muhammad, Nabi yang ummi dan sejahtera keatas keluarganya dan sahabat-sahabatnya.
“Wahai Tuhan ku tak layak ke syurgamu …namun tak pula aku sanggup ke Nerakamu…. kami lah hamba yang mengharap belas darimu . “Ya Allah jadikan lah kami hamba2 mu yang bertaqwa..ampunkan dosa2 kami, kedua ibubapa kami, dosa semua umat2 Islam yang masih hidup mahupun yang telah meninggal dunia”
Semoga bermanfaat
Umur kita
Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas)
Pukul rata manusia meninggal ± 65 th, beruntung yg diberikan umur panjang dan dimanfaatkan sisa umurnya.
?Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia?
Laki-laki Baligh ± 15 tahun
Wanita Baligh ± 12 tahun
Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus:
MATI-BALIGH= sisa USIA ?????..65-15= 50 tahun
Lalu 50 tahun ini digunakan untuk apa saja ?
[]
Flowchart: Multidocument: Catatan: 50 tahun=
12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam satuharisatumalam
Mari kita telaah bersama.
Waktu kita tidur ± 8 jam/hari
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun, 7 bulan??
di bulatkan jadi 17 tahun
Logikanya : Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya?
Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit TUMOR?
Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam= 25 tahun
Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling?
dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain??..
Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ± 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun
Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/ bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan??
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun Plus plos/ Balance
Tidur??Ngelembur? Nganggur
Lalu kapan Ibadahnya?
Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi.
Maut datang menjemput tak pernah bersahut
Malaikat datang menuntut untuk merenggut
Manusia tak kuasa untuk berbicara
Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka?
Memang benar! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah?
Memang benar ! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sanah sikut sinih, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang? ..
jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya ?
Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah?
Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia.
Lalu kapan ibadahnya?
Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup ?!
Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga???Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita !
Berapa sholat kita dalam 50 tahun ?
1x sholat = ± 10 menit ?..5x sholat ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun
ini dengan asumsi semua sholat kita diterima oleh Allah swt.
Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat????
2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita?.itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima..
Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa.
Logika dari logikanya:
Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian.
Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana.
Solusi:
Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat . Jangan di tunda-tunda lagi?
Ingat malaikat maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir ! Apakah kita siap menyambut malaikat maut kapan saja dan dimana saja ?
salah satu alasan kenapa cepat nikah..
kata dosen gw nih..
salah satu alasan cepat nikah karena:
# perbedaan makanan dulu dgn skrg, sdh beda. makanan sekarang sdh instan, berpengaruh ke hormon (alat-alat) tubuh kita jg instan. buktinya bisa dilihat sekarang, anak2 secara biologis sudah dewsa, mens, kumisan, dsb.. jadi buruan aja nikah, karena usia tubuh kita juga tentunya akan instan (keburu lenyap dari muka bumi:).. believe or not)
Dosen: Syahral, 070408
Pemblokiran Youtube Karena Film Fitna?
Ternyata pemblokiran Youtube adalah karena filem Fitna. Saya memang kuper karena baru tahu alasannya. Saya pikir adalah karena Youtube mengandung konten pornografi seperti yang tertuang di UU ITE sehingga perlu di-block, tetapi ternyata karena filem Fitna. Waks… benar-benar ironis karena upaya membabi buta ini tentu bukan langkah yang elegan.
Cepat atau lambat keran sensor itu harus dibuka kembali. Dan ketika itu terjadi, maka bersiaplah pemerintah untuk menanggung malu. Setelah malu karena gagal melakukan upaya diplomasi peredaman peredaran film Fitna, kelak akan lebih malu saat harus menjilat ludah pemblokiran Youtube.
get from: http://dewo.wordpress.com/2008/04/08/pemblokiran-youtube-karena-film-fitna/
Naparpudi Singgah