Posts filed under ‘Info Pernikahan’

Undangan Pernikahan

main-pic-how-to-get-married

InsyaAlloh pada tanggal 13 Juni 2009,,,temen kita

mufidatullailyMufidatullaily akan segera melengkapi diennya dengan melangsungkan pernikahan di Sibolga,,,

Rangkaian kegiatan:
akad : 13 Juni 2009
resepsi: 14  Juni 2009
alamat: Jl. ketapang gang kerinci no. 21, Sibolga

Bagi temen2 yang bisa,,sangat diharapkan kehadirannya

“Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah dan diberikan keturunan yang menjadi investasi dunia-akhirat”

Bagi yang berkesempatan hadir ni doa untuk pengantin:
barokallohu laka wa baroka alaika wa jama’a bainakuma fi khoir
SemOga AllOh memberkahimu dan atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan( HR. abu Dawud).

Juni 9, 2009 at 2:24 am 9 komentar

UNDANGAN SILATURRAHMI ALUMNI SMU PLUS SIPIROK, ANGK I s.d. XI

hari: Sabtu

tanggal: 25 Oktober 2008

pukul: 16.00 WIB sampai selesai

tempat:

Pondok Pesantren Al=Jannah

Jln. Jambore No.4, Pondok Rambon

Harjamukti, Cibubur – Jakarta

(Rumah Pak Muslimin Siregar)

NB: Hadirilah ;)

ajang untuk mengenal senior-senior atau junior, atau ajang untuk nyari jodoh juga boleh :P

Oktober 24, 2008 at 8:51 am Tinggalkan Komentar

Duit atau Pacar from Jafet

Dari:
Tanggal: Sabtu, 21 Juni, 2008 6:37 PM
Subjek: Duit ato pacar
Pesan:
01. Kalo lo disuruh milih antara duit atau pacar?
Nyari yang dibutuhkan aja
02. Hal yang lo benci saat ini?
Malas….!
03. masa-masa yg lo rindukan?
Dah menikmati semua masa, buat apa merindukan masa2 yang lalu
04. Siapa yang terakhir kali sms?
Dini Hapsari, sombong banget=(
05. Isinya?
Dia keluar dari Perpust tapi ga nyapa2 gitu dech
06. Nama lo dikasi akhiran -wan?
Ga ada tuch… Buat apa yach?
07. Kebiasaan lo akhir pekan?
Ke gereja
08. Hari ini ngapain aja?
Ngikutin acara Seminar Interventional Radiology dari jam 8-17 WIB, cape banget tapi makanannya enak banget
09. Pernah ngalamin cinta buta?
Mana bisa cinta kalo buta. Kan datangnya cinta, dari mata turun ke hati
10. Ingin jalan2 kemana?
Pengen istirahat di atas tempat tidur aja ach
11. Deskripsikan mantan lo!
— No Comment —
12. Lo punya kembaran?
Nuppa
13. Trakhir kali naik mobil apa?
Ga ingat
14. Barusan mikir apa?
Naik mobil sapa??
15. Kenapa mikir itu?
Pertanyaan sebelumnya
16. Handphone lo merek apa?
Ada 5… Dah aku ceritain di bulbo2 yang lalu
17. Lo punya phobia apa?
Ketinggian… Tapi kalo lagi naik permainan dengan ketinggian, ga..
18. Ada orang asing naksir lo? siapa?
Mene ketehe
19. Punya temen yg MBA?
Ada
20. Punya gebetan? Namanya?
Ga punya
21. Seandainya lo bisa milih antara tajir apa cantik?
Kalo ada yang punya ke2nya, knapa ga?
22. Nasehat terakhir yang lo dapet?
Ga inget
23. Bakal lo turutin nggak?
Dah lupa
24. Impian lo saat ini?
Menyelesaikan tingkat 5 supaya bisa liburan
25. Upaya lo mengejar impian lo barusan?
Belajar dan lulus ujian
26. Kapan trakhir kali chatting ym?
Ga pernah
27. Sama siapa?
Dah dibilang ga pernah
28. Apa aja yg diobrolin?
Aduh=( Dah dibilang ga pernah chat
29. Rencana ke depan?
Mau balik ke kost
30. Kamu suka salto?
Kalo lagi berenang, boleh aja

Juni 25, 2008 at 2:44 am 22 komentar

Undangan Pernikahan Stambuk 2002

Assalamualaikum Wr Wb
InysaAllah akan menikah Roi Gusriansyah Batubara dengan Tukma Sari Amida Siregar, tanggal 28 Juni 08 (Bekasi/Akad & Resepsi I) dan 12-13 Juli 08 (P. Sidempuan/Resepsi II)
Mohon doa restunya
Wassalamualaikum Wr Wb

Juni 25, 2008 at 2:33 am Tinggalkan Komentar

Rizal want to show up too

Mau Gosip Baru?? Rizal Mantovani ngajuin diri J

Ini kemarin foto saat Rizal Mantovani (Rizal Sitompul is the real name, red) dan H5 (he2, nama samaran, bagi yang udah tau, terserahdeh..) main ke tempat gw di Ciseeng, Parung – Bogor, katanyasih mau ngunjungin atau mau liat-liat sekolah gw, STSN (STSN dikenal sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan paling Top saat ini, red). Tepatnya hari Rabu, 18 Juni 20008. Mereka tiba di kampus gw (tapi maaf tidak bisa masuk ke dalam kampus) sore hari, akhirnya salah satu solusi untuk tempat main adalah (bercampur karena udah lapar) tempat makan, tepatnya sate kambing. Nih fotonya:

\"The Sweet Memory\"

Rizal Mantovani dan H5, suit2…:P

Itu ajasih, dan katanya H5 itu (pacar atau bekas pacar atau calon istri atau bekas calon istri yang baru tamat kuliah dari IPDN) akan balik ke Medan, tepatnya nanti akan mengabdi di Pemkab Padang Sidempuan, jadi..mereka itu katanya lagi “Perpisahan” L( …Rizal Rizal…yang sabarya…Teman-teman, dukung Rizal dong, bantuin pake do’a atau apalah..

Piss, dari Admin, moga lancar semuanya..Wassalam.

Juni 21, 2008 at 2:44 pm 14 komentar

Benarkah kalian cewe, suka kami cowo yang romantis

Post ini an copy dari: http://www.iklanads.com/ads/731/benarkah_wanita_suka_pria_romantis.html cuma mo komment aja dikit, yang intinya, cewe itu suka yang romantis, ya dari cowo yang emang disukainya,, Gimana menurut anda??

Juni 3, 2008 at 4:16 pm 56 komentar

menikah?? gak ah..eh iya deng!! karena?? karena manusia biasa..that’s all

curi dari blog orang lain :P
(bagus sih..:P semoga yang punya gak marah..)

Arif Syamsudin: karena (saya) manusia biasa
(2007-09-18 10:12:00)
tanya siapa?

sebetulnya judul di atas itu adalah judul buat postingan berikut. tapi, ditambahin “(saya)” sama saya :D . anyway, belakangan ini saya memang suka posting dengan metode kopipes dari email2 yang saya terima, mostly come with mailing lists. kenapa, karena saya pikir, pertama, isi dari email2 tersebut bagus, bisa jadi sarana pembelajaran. kedua, jadi sarana temu kembali informasi yang siapa tau, nanti ada yang ngebutuhin informasi di dalamnya, ketiga, biar blog saya bisa update terus :P . seperti yang dah disebutin sebelumnya, postingan berikut juga saya kopipes dari milis. nice story, siapa tau bisa jadi inspirasi, terutama buat kawan2 yang mendambakan untuk segera menamatkan hidup jomblonya ;) . enjoy and happy reading!

Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa

by Ugik Madyo

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P ). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.

“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.

“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”

“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.

“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.

“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.

“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.

Kepada YTH

Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Di tempat

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.

Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D . Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

“Kenapa kamu memilih dia.”

“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.”

“Maksudnya?”

“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha.”

“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. “Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

“Gik…”

“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo (sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Mei 2, 2008 at 3:47 am 1 komentar

salah satu alasan kenapa cepat nikah..

kata dosen gw nih..

salah satu alasan cepat nikah karena:
# perbedaan makanan dulu dgn skrg, sdh beda. makanan sekarang sdh instan, berpengaruh ke hormon (alat-alat) tubuh kita jg instan. buktinya bisa dilihat sekarang, anak2 secara biologis sudah dewsa, mens, kumisan, dsb.. jadi buruan aja nikah, karena usia tubuh kita juga tentunya akan instan (keburu lenyap dari muka bumi:).. believe or not)

Dosen: Syahral, 070408

April 23, 2008 at 1:09 am 3 komentar

How about Titi’s marry??

kabar angin dari cowo’nya kaka’nya Titi, bahwa Titi juga mo nikah..

benar gak tuh??

Let’s find out!!

Maret 26, 2008 at 7:16 am 46 komentar

Pipi Malindo will Marry

Salah satu dari teman kita,

Pipi Malindo Hutasuhut (angkatan ke6)

akan melangsungkan pernikahannya pada

Tanggal: 17 Mei 2008
Tempat : Pasar Sipirok

Maret 26, 2008 at 7:14 am 13 komentar

Tulisan Lebih Lama


Ikutan Milist sogsmuntriplus..!!

mail Admin

morahertanto@yahoo.co.id

Arsip

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tulisan Terkini


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.