Kamus Bahasa Batak..

A
a, (seruan perasaan kurang sabar dan juga perasaan menghina), ah.
Aba, seruan: ah! oh!
Aba, pangabaabaon, lekas berkembang dan tumbuh dan lekas pula layu, msl. eme; sering berubah-ubah pikirannya mengenai orang.
Abad, abad.
Abak, pangabahan, hal mengenai berhasilnya, menjadinya.
Abal, abalan, tempat, tabung untuk menyimpan segala sesuatu; tempat bertemu beramai-ramai, msl. huta abalan ni partigatiga, tempat para pedagang saling bertemu; abalabal, tabung kecil dari bambu untuk menyimpan segala sesuatu; mangabalabalhon, memasukkan sesuatu ke dalam tabung seperti itu.
Abang, pangabang, nama tempat dalam sopo Batak, yang terletak disebelah kanan dan kiri jalan masuk.
Abangabang, sej. pohon kayu.
Abap, abu halus, yang tinggal sesudah kayu bakar habis terbakar.
Abar, mengembara msl di dalam hutan untuk mengambil kapur barus; begu abar, = begu na masa, hantu yang menyebabkan epidemi.
Abara, bahu, pundak; mangabara, memaafkan (=mangampini), sebenarnya: membawa di atas pundak; pangabaraan, 1. (bagian) kayu pikulan, 2. buah pisang yang paling atas pada tandan dan yang terbesar.
Abas, mangabas, mengibas, melambai; mangabashon, mengibas, melambaikan msl dengan ekor atau ulos; mate uluna, mangabasi ihurna, kepalanya sudah mati, ekornya masih mengibas-ngibas (seperti dengan ular), dikatakan tentang suatu perkara, yang sebenarnya sudah diselesaikan, tetapi akibatnya masih terasa.
Abat, (= sabat), halangan, aral, rintangan; adong abathu, saya berhalangan, ada halanganku; mangabati, menghalangi, menghambat; pangabati, segala sesuatu yang menghalangi, penghalangi, penghambat.
Abe, mabeabe, bertiup kesana kesini.
Abing, mangabing, memangku; melarikan perempuan dengan kekerasan; abingan, pangkuan, sebenarnya: tempat dimana membawa anak kecil (= ampuan).
Abis,
I. mangabis, duduk di bagian depan perahu (solu) sewaktu berlayar dimana raja mengambil tempat.
II. pangabis, hubungan kekerabatan yaitu nenek laki-laki dari tulang; pangabis, juga: jatah daging (jambar) yang diperuntukkan untuk dia.
Abit, kain, pakaian; marabit, berpakaian; marabithon, dikenakan pakaian; parabiton, sandang, hal mengenai pakaian; na niabitan, yang ditutup orang: kemaluan; abit ni hata, kata-kata hormat atau penghalus kata-kata karena dirasa kurang sopan kalau terus-terang; parabitan, pinggul pada mana pakaian dapat diikat.
Abor, tanda larangan untuk lewat berupa sepotong kayu atau tolong (gelagah), agar orang tidak pergi kesana; mangabor, melarang masuk, memasang abor di jalan; abor ni hata, ucapan atau larangan halus, peringatan halus.
Abot, = abat.
Abu, sebutan yang kurang sopan untuk isteri, perempuan.
Abuan, kulit jagung atau padi (Angk).
Abul, balas, balasan; mangabul, membalas, menuntut pembalasan; parsinabul, sijalahi abul, pembalas, yang menuntut pembalasan; abul ni, sebagai balas untuk, untuk membalas msl mata do abul ni mata, mata dibalas dengan mata.
Abur, (kata dasar seperti sabur ?); maraburabur, (mengenai air mata) banyak bercucuran; mangaburhon, melemparkan sesuatu, berlengkung, menghamburkan.
Abut, = habut, keruh.
Ada, = adong, tersedia, ada (hanya dalam bentuk ingkar); soada, tidak ada, lih. so I.
Adam, ajal, akhir hidup.
Adang, madangadang, keluyuran, berkeliling-keliling, mengembara, bertualang (= medangedang); mangadang, mengintip, menghadang, menantikan; mangadangi, mengunjungi satu demi satu msl angka huta; paradang-adang, pengembara, pengelana; paradangadangan, pengembaraan,pelancongan; niadang ni roha, tujuan, maksud yang tersirat; na niadang ni hata, cakupan pembicaraan; mangadangadang-hon, mengelilingkan (msl barang dagangan) kesetiap pedagang atau setiap rumah.
Adang, taradang, tersangka, dicurigai.
Adap, mangadap ari, lih. mangalap ari.
Adar, = andar, kelihatan dari kejauhan, tampak jelas; adaran, pelataran, dataran; mangadar, bertempur di pelataran tanpa perlindungan; mangadar hatana, berbicara terus terang tanpa tedeng aling-aling.
Adas,
I. mantra yang diucapkan oleh datu; manadas, mencoba semua kemungkinan tetapi tanpa hasil (dikatakan mengenai datu).  II. Sej. rempah.
Adat, adat istiadat, kebiasaan; na so umboto adat, orang yang tidak mengetahui tatakrama adat; tidak tahu sopan santun, yang tidak mengetahui etiket (= ndang maradat).
Ade, = rade, (mengenai senjata): telah berisi dan siap untuk ditembakkan.
Adeade, cacing pita.
Adi, I. ini, (kata penunjuk yang hanya dipakai berhubungan dengan orang); baoa adi, aku, laki-laki ini; boru adi, aku, wanita ini; halak adi, orang yang disana itu. II. maradi, maradian, beristirahat, berhenti; adian, paradianan, tempat perhentian, tempat peristirahatan; adian ni hata, orang yang masih perlu didengar pendapatnya (karena tidak hadir dalam pembicaraan), sebelum suatu keputusan dapat diambil; si anu adian ni hata, si anu penyebab ditundanya pembicaraan, karena ia harus lebih dahulu datang; adian ni hata, artinya juga: pembicaraan yang belum berakhir dan masih perlu dituntaskan nanti.
Ado, madoado, mengembara, ber-kelana; simadoado, pengelana,pengembara.
Adong, ada, berada, tersedia, hadir; adong di ahu, ada padaku; soadadong, ndadong, tidak ada; paradongan, orang berada, kaya; boru ni tataring paradongan, perempuan yang kaya; adongna, seadanya; sinadongan, harta kekayaan, milik; juga sering dipakai sebagai pengantar untuk kalimat bertanya: adong do didok ibana? adakah, betulkah ia mengatakan ?
Adop, I. berhadapan (= dompak) ; di adopan ni, di muka, di hadapan; di adopanmu, di muka-mu, hadapanmu; tu adopan ni,kepada, ke hadapan orang; mar-adophon, terhadap, di muka,di hadapan; msl nunga mardosaahu maradophon damang, saya sudah berdosa terhadap ayahku; adop bohi be, saling berhadapan muka; adopadop, berhadap-hadapan; adopan, potongan da-ging ternak yang diperuntukkan bagi raja seperti kepala, leher dan pinggul; selanjutnya: bea, cukai, upeti, pemberian; siadopan, suami; mang- adop di, bekerja pada se-seorang hingga lunas hutang; mangadopi, menghadiri, menghadapi; paadophon, menyerahkan anak untuk dijadikan pekerja orang; paadopadophon, menghadapkan muka ke; tomboman adopadop, ambang dalam rumah Batak.

II. Adop, payudara anak gadis, sedangkan untuk ibu-ibu disebut bagot.
Ados, siadosan, (And) = lae, atau eda.
Adu,
I. mangadu, menahan, menyusul, mengejar, menggembalakan ternak; mangadui, menggembalakan banyak ternak atau sering;
II. maraduadu, marsiadu, berlomba-lomba; parsiaduan, tempat perlombaan.
III. maradu, sampai, sehingga (= rasirasa); maradu mate, sampai mati; maradu loja, hingga capek, letih; maradu miduk, hingga berkumpul makin banyak.
Adui, sana, diseberang sana, menunjukkan jarak lebih jauh; di adui, di sadui, jauh di sana; tu adui, tu sadui, jauh kesana; topot adui, jumpai kesana (untuk mengerjakan sesuatu); basa adui, hari nanti (yang ditentukan untuk berbuat sesuatu); huta adui, kampung yang terletak disana.
Adum, mangadum, memanjar uang kepada seseorang.
Ae, mangae, merasakan, menderita, merasa sakit; diae pogosna, diderita kemiskinannya; marniae, berbaring sakit; parniaean, penderitaan sakit, perasaan sakit; mae, maesa, menderita, merintih kesakitan; marnaenae, menderita sakit.
Aek,
I. maraek, basah; aek na niinum, kencing, air kemih; aek beu, air limfa; aek tabar, air tawar langsung datang dari sumbernya di hutan; aek anturge, air yang terkumpul di tunggul; martuaek, mengambil air; partuaek, gadis yang mengambil air; partuaehan, tempat pengambilan air; mandabuhon aek, mengalirkan air ke sawah; partutuaek, upacara adat membawa seorang bayi ke sumber air sebagai pendahuluan untuk pemberian nama; antian ni aek, hari ke delapan menurut penanggalan.
II. aek = atik; aek beha = atik beha.
Aga, mangaga, mananduk (mengenai kerbau); paagaaga, melawan, memerangi (= paaloalo); mangagahon, menaruh kepercayaan, harap akan.
Agak, agak, kira-kira, kurang lebih; mangagak, menaksir msl. umur atau padi; diagak deba, ditimbang dan terdapat terlalu ringan.
Agal, mangagalagal, melingkar, membelit, bergelung (mengenai ular); juga mengenai orang yang marah; juga orang-orang yang berjalan berlenggang-lenggok, yang mirip dengan ular yang bergelung.
Agam, mangagam, memikir, menduga, menyangka; huagam, saya pikir, kusangka; diagam roha, dikira, disangka; bdk tagam.
Agan, agan pe, sungguhpun, walaupun, meskipun, sekalipun; agan so = tagan so.
Aganan, (= tagonan), lebih ba-ik, lebih suka; aganan mate sian mangolu, lebih suka mati daripada hidup.
Agap, mangagap, tertawa terbahak-bahak.
Agar, cantik, manis, bersih, necis; maragaragar, penampilan orang necis dan bersih.
Agaragar, agaragar, gelatine.
Agas, agas, sej nyamuk berkaki panjang.
Agat, pahat tajam yang dipakai menyadap enau untuk mendapat tuak; maragat, mangagati, me-nyadap enau untuk mendapat tu-ak; paragat, penyadap tuak; paragatan, papan, tempat penyadapan; di atasnya duduk penyadap tuak itu; agaton, yang harus disadap yaitu pohon enau.
Age, mangage, mencari segala macam cara untuk menyakiti dan melukai orang; manang beha paageage roham, entah bagaimana tipudayamu untuk menyakiti, melukai saya; diage rohana, dalam batin ia melawan, menentang.
Agi = anggi; siaginan, nama marga.
Agia, sungguhpun, bahkan, apapun, pun, walaupun, biarpun; agia sada ndang adong, satu pun tidak ada; agia aha, agiaha, salah satu apapun; agia mangido pe ho, ndang olo ahu, juga bila engkau memintanya, saya tidak mau; ndang agia aha, apa saja pun tidak.
Agiaha, = agia aha, lih agia
Agiat, = Anggiat, semoga, kiranya, mudah-mudahan. Agin, siaginon, dunia ini, bumi ini (And).
Ago, mago, menghilang, hilang, berakhir; agoan, kehilangan; agoan raut ibana, dia kehilangan pisau; agoan uhum, keji, kehilangan hukum; agoan hosa, meninggal, mati, putus nyawa; agoago, kehilangan; mangago, merusakkan, mencelakakan, menghancurkan; sipangago, si perusak, si pembinasa, penipu; hinamago, kemalangan, kecelakaan, kesengsaraan; hahamago, kehancuran; marhinamago, menderita kesengsaraan, bahaya; parroha mago, busuk hati, tidak bisa lagi diperbaiki; na magomago, orang melarat, orang miskin; mangago ariari (tingki), membuang-buang waktu; marmagoan, binasa dalam jumlah besar; sibaen na mago, penyebab kemalangan, kerusakan atau kesengsaraan.
Agong, arang kayu; simaragongagong, tanaman merambat.
Agoni, Tenggara, lih anggoni.
Agos, orang sial, pembawa sial, orang yang selalu membawakesulitan untuk orang yang berhubungan dengannya, pada siapa rupanya terkena kutukan.
Aha, kata bertanya : apa ? yang mana ? manang aha, apa pun ? sering dihubungi dengan kata pe: manang aha pe ? apa pun; si aha ? siapa ? menanyakan nama orang; aha bahenon ? apa bisa diperbuat ? aha so, apa tidak, tidak perlu heran bahwa; msl. aha so mabiar ahu ? apa tak takut aku? aha i? apa itu ? banyak dipakai bila seorang tidak mengingat nama sesuatu; msl lehon ma aha i, berikanlah apa itu? dalam mana orang yang disapa itu mengetahui apa yang dimaksud; demikian juga: ahanghu, apaku, yang ada padaku, = ugasanku; aham, apamu, yang ada padamu, dsb; parahaan, perpanjangan dari aha, sebenarnya sesuatu yang ada di dalamnya, tetapi juga untuk hal yang dimaksud itu sendiri; maraha, mempunyai sesuatu, yang diketahui oleh orang lain apa yang dimaksud; aha rohana, dia merasa lain, dia tidak setuju dengan itu; umaha (= numeang), sudah sembuh, dikatakan mengenai penyakit; sebutan numeang tidak boleh dipakai supaya roh jahat yang menyebabkan penyakit itu jangan datang kembali.
Ahap, I. mangahap, merasa, merasai, mengalami (badaniah); parniahapon, perasaan, citarasa, peri kehidupan; beha diahap ho? bagaimana perasaanmu ? siahapon, nasib, tanggungan, penderitaan, untung malang. II. hau ahap, sej pohon, yang buahnya sangat disenangi anak-anak; juga: haiahap.
Ahasa, dunia ini, = hasiangan on.
Ahit, = Nahit; paahitahithon bada, menggalakkan perselisihan.
Ahobar, Allah adalah besar pada permulaan tabas di waktu membuat obat-obatan.
Ahon,
I. mangahon, membawa, mendatangkan, mengantarkan.
II. manahonahoni, membawa makanan ke kuburan orang mati sebagai makanan untuk begunya.
Ahu, orang pertama tunggal: aku, saya, juga: au; manga(h)uhon, menginginkan untuk dirisendiri; pembukaan surat Batak mulai dari ahu: ahu surat tinongos ni si A, aku, surat kiriman si A; ahu on, aku ini, aku yang ada disini; pardiahuan, mereka yang termasuk bilangan seseorang yaitu kaum kerabat atau bawahan.
Ahut,
I. mangahuti, mengambil, menarik untuk diri sendiri (mengenai barang-barang kecil); roha pangahution, sikap me-mikirkan diri sendiri, egois-me; na ahut, egoistis, loba.
II. mangahut na nirabi, untuk kedua kalinya membakar hutan yang sudah ditebang untuk membersihkan tanah dengan sebaik mungkin; marnipi di ahuton, bermimpi sesudah pekerjaan membakar sudah selesai yaitu terlambat datang.
Ai, I. kata perangkai: oleh sebab, karena. II. pembuka kalimat tanya: ai aha do na masa? sebenarnya apa yang terjadi?
Aik, = atik, aik beha, = atik beha, dsb.
Ail, mailail, tagihan piutang yang tak terbayar.
Aili, celeng, babi hutan.
Ain, mangain, mengangkat seseorang menjadi anak sendiri msl oleh keluarga yang tidak punya anak; anak niain, anak angkat; mangain dongan, mencari kawan sekutu di waktu perang.
Aing, I.= aning II, bukan? tak benarkah? baikkah? ya kan ? II. marsiaing, memegang sesua-tu sambil bergantung.
Air, air ni bulu, ujung tunas bambu, panjang dan lengkung di bagian atas.
Ais, I. maisais, bergoyang, goyah. II. puting susu babi, P.B: ais ma di babi, mundala ma di horbo; tarpasiat ma ariari, molo adong lagu jumolo, ‘ais’ puting susu babi, ‘mundala’ puting susu kerbau, oleh karena saya telah membuat baik terhadapmu dulu, adalah lebih parah lagi bila engkau harus kukutuk.
Ait, mangaithon, menarik sesuatu pada dirinya, mengambil sesuatu untuk dirinya; diaithon hata i tu ibana, disesuaikan kata itu kepada dirinya sendiri, dihubungkannya kata itu kepada dirinya sendiri.
Ajak, ajakajak lubuk, tindakan tanpa pemikiran yang matang. Dikatakan tentang seorang yang terlampau cepat bertindak msl cepat menyerang musuh, tetapi cepat pula lari.
Ajal, ajal, akhir hidup; ro ajalna, sudah tiba ajalnya.
Ajar, = poda; mangajari, mengajar; mangajarhon, mengajarkan; marsiajar, belajar; di-parsiajari, dipelajari; parsiajaran, pelajaran, sesuatu yang diperlukan untuk belajar, msl buku parsiajaran, buku pe-lajaran; parsiajaran, suatu yang dapat dipelajari; hurang ajar, kurang ajar; hona ajar, diajar; pangajarion, pengajaran, cara mengajarkan; pangajari, pengajar, guru. Aji, racun, ramuan obat yang diberikan kepada musuh secara tersembunyi; mandabu aji, mengenakan racun kepada seseorang; manulak aji, mencoba menangkal dan membalas guna-guna kepada pihak lain; ajiajian, sihir, jampi-jampi, ramu-ramuan; aji donda, = tunggal pana-luan; siaji teas, penangkalsantet yang diselipkan pada ikat pinggang; aji turtur lihturtur I; pangajian, keahlian, kepandaian; olat ni i pangajianmu, sampai disitulah kepandaianmu atau ilmumu, yaitu disini berakhirlah sudah pengetahuanmu.
Ajihihir, ajihihiron, menderita suatu penyakit sampai gigi rapuh (aji ni na marhihir) lih. hihir.

Ajiringan, sej. tikus yang kecil.
Ajo, majoajo, (mengenai air) dalam; lintong majoajo, kolam yang dalam .
Ajuk, mangajuk, menipu, berbohong.
Ajul, mangajulhon, menaruh ke-percayaan pada……
Ak, kelangkang (anggota ba-dan); ak ni dolok, punggung gunung; siganjang ak, suatu sebutan untuk ular (untuk menghindari memakai kata biasa ulok).
Ala, I. alasan, sebab; dia alana, apa sebabnya? kenapa? dia alana umbahen, apa sebabnya maka, apa sebabnya hingga, kenapa? mengapa? ala ni, lantaran, sebab, karena; ala ni aha, kenapa, karena apa ? ala ni ni, karena itu, sebab itu; ndang adong alana, soada alana, tanpa sebab; on do alana umbaen, inilah sebabnya maka (hingga); marala, beralasan, bersebab; manungkun ala, menanyakan sebabnya atau alasan; ala, sebab, karena; siala = ala; sialabane, tanda jual tanah secara menetap, berupa uang yang diberikan kepada penghulu, lurah, atau kepala kampung oleh sipenjual.
II. mangalai, mangalaalai, menghalau. III. mangala dengke, menangkap ikan dengan jalan mengalirkan airnya; tali ala, tali pada mana seberkas rumput dan dahan-dahan diikat dan kemudian dipasang di atas air untuk menghalaukan ikan; ala-an, cara menangkap ikan seperti itu; P.B.: laos marulu do alaan, menangkap ikan perlu seorang pemimpin, tiap pekerjaan memerlukan pimpinan; siala, tanda ‘o’ pada tulisan Batak. IV. siala gundi, nama pohon yang besar yang kayunya dipakai untuk bangunan.
Alai, tetapi, akan tetapi, na-mun, namun demikian.
Alal, malal, lemas tidak bertenaga karena lapar; sialal, sej amporik, burung sawah.
Alaman, halaman rumah, pekarangan jalan kampung; alaman na marampang na marjual, sebutan yang lebih terhormat untuk alaman.
Alamat, yang memberitahu, yang mengabarkan, yang menyampaikan; alamat ni surat, alamat surat; alamat ni roha, pancaindera (yang memberitahukan sesuatu kepada roha); maralamat, meramalkan dengan memakai sihir; paralamat, ahli meramal, peramal baik tidaknya hari-hari, paranormal; alamat pandang torus, paranormal, sanggup melihat alam gaib, bisa meramal sesuatu, orang yang waskita.
Alang, tidak sampai, tanggung, kurang sedikit, tidak cukup; alang garar, tanggung untuk pembayarnya; alang ulaon, pekerjaan belum selesai; alang bogashu, gantung pekerjaanku; yang sedang saya kerjakan belum selesai; alang dua, lobi sada, untuk dua buah tidak cukup, untuk satu buah terlalu banyak; sialangalang, tidak cukup untuk dijadikannya tetapi terlalu besar untuk dijadikan satu msl pekerjaan kayu; horbo sialangalang, kerbau yang tanggung untuk dipotong tetapi terlalu kecil untuk bekerja; alang roha, khawatir, ragu-ragu, tidak mempunyai keberanian untuk sesuatu, segan, tidak tega.
Alap I, mangalap, mengambil; menjemput; mangalapi, memanggil, menjemput; mangalap ari (= mangadap ari), mengundang teman-teman untuk bekerja yang kemudian untuk itu harus dibantu pula, sebenarnya: meminjam harinya, tenaganya; aron, silih berganti mengerjakan sawah secara bergotong royong; sialap manaruhon, tukang adu, pengadu, penggunjing;pangalap boru, pihak atau marga pengambil mempelai perempuan (sesuai dengan hukum adat); pangalapan gogo, tempat atau daya upaya mengambil kekuatan; holong mangalap holong, cinta kasih menimbulkan, menerbitkan cinta kasih pula; masialapan roha ma hamu, saling menahan dirilah kamu, pakailah akal budi masing-masing (dikatakan kepada orang yang berkelahi). II. alap pamereng, menjuling karena kedengkian. III. malapalap, berunggun, mau mati mengenai api.
Alas,na boru alas, dewa yang padanya dipanjatkan doa.
Alat, mangalat, melihat ke- sekelilingnya, mengamati, memata-matai, memperhatikan; a-lat matana, matanya sigap msl dikatakan tentang anjing yang mengharapkan mendapat sesuatu; mangalathon, mangalatalati, mengamat-amati, memperhatikan seseorang, mengawasi; alat ro-hana, waswas, waspada, takut barangnya diambil orang; alatan, pertanda, wahyu; maralatan, melihat dalam khayalan, mendapat wahyu; paralatan, o-rang yang pandai tenung; pera-mal; alaman paralatan, halamanatau tempat dimana diadakan horja.
Albak, lempeng bersegi empat yang dipakai untuk membangun tembok tanah, tanah bata.
Albang, mangalbang, memukul, lih talbang.
Albas, tersentuh, tersenggol sesuatu msl kain; mangalbas, menyenggol sesuatu, bergerak ke suatu tempat.
Albing, malbingalbing, tergantung-gantung.
Albuk, sialbukalbuhi, lambung yang lunak pada tubuh manusia atau binatang.
Ale, hai, sebuah interjeksi yang selain berdiri sendiri juga di muka vocativus; ale dongan, hai kawan-kawan; ale amang, ah bapa, hai ayah; ale,(juga seruan keheranan) oo, ha!
Aleale, kawan, teman karib, sahabat; maraleale, bersahabat; maralealehon, mempunyai seorang sebagai sahabat; ale-ale ni daging, dalam arti sem-bunyi, penyakit yang ringan dan tidak berarti.
Alemu, ilmu, pengetahuan yang mengerti ilmu sihir dan berbagai-bagai hal gaib msl tidak dapat dilukai, untuk menjadi kebal;maralemu, melakukan pengetahuan seperti itu; marguru alemu, mempelajari pengetahuan seperti itu.
Algip, malgipalgip, mendahak mengenai orang yang menunggu ajalnya; mangalgip, menelan sesuatu.
Algup, mangalgup, menelan bulat-bulat, lih algip.
Alhe, malhe, kempis mengenai perut.
Alhot, getah pohon kayu, yang menjadi bahan pengental susu; malhot, kental, mengental (susu, minyak makan dan cairan lain); mangalhoti, mengentalkan; na nialhotan, yang dikentalkan, susu kental, yang lebih digemari daripada susu manis.
Ali, I. = singkat, ganti, tukar; ali ni, pengganti dari, balasan dari; (=singkat ni); mangalii, mengganti; mangalihon, membalas sesuatu. II.ali, petaka, kesusahan, nasib buruk, kesengsaraan; maliali, merasa sangat menderita, karena nasib buruk temannya; maliali di handang, sangat miskin, hidup melarat.
Aliang, lingkaran leher babi yang dipotong.
Aliklo, manusia harimau.
Alim, sej pohon yang kulitnya dibuat buku kuno Batak yang disebut ‘pustaha’.
Alimos, sekilas, hanya sekejap saja kelihatan; maralimos, menghilang cepat-cepat, melintas sekejap.
Alimot, ndang huboto alimot ni i, hal itu sama sekali tidak saya mengetahui; ndang huida alimot ni i, aku tak melihat suatupun.
Aling, sindiran, tuduhan terselubung, insinuasi; mangalingi, menyindir seseorang, melancarkan tuduhan keji terhadap seseorang.
Alis I. mangalis, mengikis dengan pisau; pangalis, pisau pengikis. II. sepotong kayu yang runcing, yang diunjamkan dalam tanah untuk melindungi diri terhadap musuh atau pencuri; jojoran na nialis, kawat berduri.
Alit, dililitkan, lingkar; mangalit, berputar, melingkar, melilit; mangalithon, melilitkan, mengenakan msl kain, sa- rung, baju; taralit, keseleo,terkilir; taralit pat, kakinya terbelit; juga: terikat, sehingga tidak bisa berge- rak lagi; pangalit ni hata, pembelitan kata, sindiran; pangalit = dila, lidah hewan; alit hatam, berbelit kata-katamu; alit dalan, jalan yang memutar, tidak lurus.
Aljuk, mangaljuk, melompat ke atas (mengenai ikan).
Allam, bersifat merendahkan, cacian, penghinaan, pelecehan; allammu do i, itu merupakan penghinaan pada saya; allamna, penghinaannya, dengkinya.
Allang, mangallang, makan, memakan (dikatakan tentang orang dan binatang); siallangon, yang bisa dimakan; mangallang gana, menelan sumpah, mengganggap enteng yaitu bersumpah palsu; siallang gana, orang yang bersumpah palsu; masiallangan, saling memakan, bertengkar, menipu; api na ma-ngallang, api yang menghabiskannya.
Allo, mangalloalloi, ikut- ikutan, msl ikut menyanyi padahal belum dapat melakukannya dengan baik.
Allom, mangallom = manumpol.
Alluk, mallukalluk, bergerak kian kemari, mengerakkan badan naik turun; mengenai kuda yang membuat penunggangnya sakit; juga: mengenai barang yang dipikul; marhahalluk, terkial-kial tertawa.
Allung, lih hallung.
Almis, mangalmis, memotong se-dikit, memotong beberapa saya-tan.
Alnge, mangalnge, mengunyah dengan lambat.
Alngit, sej pohon hutan, yang kulitnya berbau keras dan busuk.
Alo, lawan, musuh (lawan: dongan,) mangalo, melawan, menentang, memerangi, bermusuhan; pangalo, lawan, musuh; maralo, berlawanan, bermusuhan, bertentangan; maralohon, melawan, berlawanan dengan, juga: sebagai kata depan: bertentangan dengan; paraloan, perlawanan, pertempuran; pangalo, senjata pertempuran; pangaloan, tempat perlawanan, nama daerah; masialoan, saling berlawanan; aloalo, saingan, yang kekuatannya seimbang; aloangin, sokong, siku penunjang pada tiang dan balok yang menahan angin atau goncangan.
Alo, mangaloalo, = manomunomu (tomu) (Angk).
Aloban, sej pohon kayu yang kayunya dipakai untuk bahan bangunan rumah.
Alogo, angin; hona alogo, terjebak, tersergap angin; paralogoan, tempat banyak angin; alogo laut, angin laut; alogo dolok, angin gunung; alogo musim, angin musim; dari alogo, ular dari yang cepat melompat bila terancam.
Aloi, = oloi, kata seru mengakhiri sebuah doa mantera masa dulu, berkenankanlah! Dan hanya berhubungan dengan: aloi ompung, berkenankanlah kami hai nenek (bdk “amen” pada o-rang kristen).
Along, alongalong, sej ende (di Angk).
Alop,mangalopalopi, memohon dengan hormat msl kepada raja atau begu.
Alos, mangalosi, melayukan, dijadikan layu; malos, layu, mengenai tumbuh-tumbuhan.
Alpas, = albas, disenggol, disentuh, bergerak kesini kesana.
Alpis, perutnya kempis msl dari tubuh wanita yang tidak hamil lagi.
Altong, I. sej laba-laba yang bersarang di bawah tanah. II. maraltong, mulai masak mengenai buah-buahan.
Alu,mangalualu, mengadu, mengadukan sesuatu, menyampaikan keluhan, menggugat; mangaluhon, mengadukan (tu) kepada seseorang; alualu, pengaduan; pangalualuan, tempat atau orang untuk mengadu, pengayom, penasehat yang bijak, penolong, tempat minta perlindungan; marpangalualuan tu, mengadukan pengaduan kepada; pangalualuan so sungkunon, seorang pengadu yang suka menyampaikan sesuatu, tidak usah ditanya-tanya.
Aluk, I. mangaluhi, menyodorkan sesuatu, tetapi tidak jadi diberikan. II. aluhon, menderita kekurangan karena tidak mau bekerja.
Alum, I. alum ni ate, kesenangan, merasa puas. II. alumalum, sej rumput untuk makanan ternak, juga dipakai melawan gatal-gatal pada kulit (kudis). Alun, ombak (kecil).
Alus, jawab, jawaban; mangalusi, menjawab; pangalusion, paraluson, cara menjawab baik; mangalushon, menjawabkan; ingkon alusanmu ahu, mesti kau jawab aku.
Alut, mangalutaluti = mangurut II, mengurut, memijit.
Ama, ayah, bapak, tetapi juga saudara ayah yang laki-laki disebut demikian, semua sanak saudara pihak ayah kira-kira seumur dengan dia; amaama, semua yang disebut ayah; saama, seayah; nasida na saama, mereka yang seayah; marama, berayah; marama tu si A, berbapak kepada si A; dongan saama, bersaudara; amang, vocativus: o pak, o bapak!; amang tua, abang ayah; amang uda, adik ayah; amang boru, suami saudara ayah perempuan; haamaon, hal ayah, kebapaan; paramaon, yang dianggap ayah, hubungan anak dengan bapanya; siparamaon, yang berhak dipanggil ama dalam sistem kekerabatan kecuali ayah kandung;diparamangamang, dipersuamikan secara gelap; masiamangamang, memanggil “amang” di belakang seorang laki-laki mengenai seorang perempuan jalang; ama painundun, bapa pengayom, dianggap bapa karena berjasa, (lih tundun); ama panoroni, bapa tiri; Ama ni A, gelar seorang yang diambil dari nama anak sulung; ama ni Pintor, pak Pintor; maramaniaha, sudah menjadi ayah, lalu dapat gelar dari nama anak sulungnya; amanta, bapa kita; amantamuna, amanta hamu, ayah kalian; amam, bapak kau (agak kasar); mangamai, mewakili sebagai bapak, menjadi wali; pardiamaon, tanda dengan mana orang mengenal ayahnya; amangmu, bapak kamu (lebih halus).
Amak, tikar yang dianyam dari kercut; amakamak, lapisan jerami alas bulir padi di sawah waktu panen, lapisan bawah dari atap ijuk; mangamakamak, mengembangkan jerami sebagai tikar; siamak pandan = goligoli (And).
Amal, mangamal, mengkhayalkan sesuatu msl memikirkan suatu rencana, merencanakan, meramal; mangamal bisa, membinasakan bisa ular dengan ilmu gaib.
Amang, lih ama.
Amas, lih omas.
Amba, tamba; mangambahon, = manambahon, menambahkan; mangambai, idem.
Ambal, mambal, mambalambal, oleng-oleng, berayun, terhuyung-huyung; ambalambal, un-taian, jungkatan, ayunan; ma-ngambalhon, mengunggitkan, me-ngayunkan, menggoyangkan; me-ngalihkan (hata) pembicaraan kepada sesuatu yang lain; mangambalambalhon, memperpanjang msl perkara atau perkawinan seorang perempuan; ambal alus, tidak tepat jawaban; ambal mata, salah lihat, tidak melihat dengan tepat; mambal gogo, tenaga berkurang.
Ambalang, ali-ali, ketapel ayun; mangambalang, mengali-ali, melempar atau menembak dengan ali-ali; ambalangan, ali-ali; mangambalanghon, mengali-alikan; marambalang ha-ta, berserakan dimana-mana, tidak logis berbicara, tidak menentu yaitu percuma; lih ba-lang.
Ambalungan, renteng ni ambalungan, telur ayam.
Amban, tali pangamban, tali untuk pengikat sesuatu.
Ambang I. mangambang, mengira, menyangka, menduga; huambang, kusangka, kukira. II. mangambangi, menyembelih lembu; pa- ngambangion, perjamuan dengandaging lembu. III. ambangm-bang, kurban sajian, yang di-gantung di rumah Batak.
Ambar, kolam (alamiah atau buatan); ambarambar, kolam kecil.
Ambargo, sej tanaman yang menyerupai suhat.
Ambaroba, burung kecil sej merpati.
Ambasang, embacang (sej mangga).
Ambat,mangambat, mencegat, menghalangi, melintang, meng-hadang; tarambat, terhambat;ambatabat, penghalang; ambat, bersifat menghalang, melintang; ambatan, warung tuak di tepi jalan untuk istirahat, dangau di danau untuk nelayan menangkap ikan; niambat ni sahit, terhalang oleh penyakit.
Ambe, mangambe, mengayunkan tangan sewaktu berjalan; pangambe, pelambai, cara mengayunkan lengan, lambaian; P.B.: ndang tarpasuman pangambe ni paronan, ndang tarpasuman na binahen ni dongan, tak tertirukan lambaian orang belanja, tak tertirukan perbuatan kawan sesama, membuat sesuatu persis sama adalah mustahil; mangambehon siboanon, membawa barang kecil hal mana hanya mungkin bila yang dibawa itu enteng; mangambehon hata, meneruskan kabar, menyampaikan perkataan kepada orang lain; pangambe ni hata, = lapik ni hata, kiasan kata; boru mangambe, gadis murahan, tidak pakai mahar, dikawini karena cacat, atau kusta atau gadis yang langsung pergi ke rumah laki-laki.
Ambi, panambi, sesuatu yang ditambahkan, sepotong kain yang dipasang tukang jahit di bagian atas celana, kalau ia di bawah terlalu pendek; papan kecil yang ditarok di tepi solu; sesuatu yang dipasang pada sopo untuk memperbesarnya.
Ambil, I. memperdulikan, mengindahkan, memuliakan, meng-hargai; ndang diambil be ahunanggo saimput ni bisa, sebun-tut ulat pun aku tak diperdu-likannya lagi. II. mangambilhon, membawa, mengajak orangke pesta atau pergi bertamu. III. ambilambil, tanaman sa-yur.
Ambila, = begu, hantu jahat, roh jahat.
Ambir, ambirambir, gelambir pada leher lembu, lipatan kulit leher lembu yang tergantung-gantung; mambirambir, go- yah, ungkangangkit, bergantung terkelepai; mambir dengdeng, daging itu tidak kuat lagi, artinya: sudah tua sekali; mambir dengdeng, sungkot gogo, tua bangka, tua renta, kehabisan tenaga karena tua.
Ambit, marambit, menggendong anak di depan; mangambit, menggendong; pangambit, kain gendongan; na niambit ni hu-ta, orang yang berada dalam perlindungan desa; niambit ni raja, terlindung, terayomi o-leh raja.
Ambitan = tanggurung, (And).
Ambol, na so marambolambol, yang tidak ada bandingannya, tidak ada taranya.
Ambolas, hujan es; udan ambolas, hujan es; ambolas batu, hujan es yang butir-butirnya seperti batu keras; ambolas eme, hujan es yang butir-butirnya putih kecil.
Ambolong = bolong, terbuang; mangambolonghon, membuangkan; marambolongan, berceceran, terbuang-buang dimana-mana da-lam jumlah banyak; siambolong, apa yang dianggap tidak ber-harga, ampas, sampah masyarakat msl isteri kedua, juga benda-benda.
Amborgo, dingin; amborgoon, kedinginan, lih borgo.
Ambor, amborion, = ombunombunon.
Ambu, ambuambu ni juhut, bumbu masakan msl garam, bawang; ambuambuan, sej lauk pauk yang dibuat dari harambir.
Ambuang, marambuang, meraung, menggerung mengenai anjing.
Ambubu = sambubu, ubun-ubun. Ambung, mudah, enteng, ringan; mangambunghon, menerjunkan se-seorang sambil memegang tangannya.
Ambur, mambur, menghilang, hilang; P.B.: langkitang gabe hapur, na hinilang gabe mambur, siput air jadi kapur, yang didapat secara tidak adil akan hilang lenyap; mangambur, melompat; mangamburambur, melonjak-lonjak, melompat-lompat; mangamburhon, membuang-buang, memboroskan.
Amburat = amburet.
Ambure, mangamburehon, (dipangamburehon), memboroskan, mengaburkan.
Amburet, = amburuk, dubur.
Amburget = amburuk.
Amburhom, sej merpati yang besar.
Amburhung, sej penyakit ayam (yang gemetaran selalu duduk berdiam); amburhungon, kena penyakit ini.
Amburuk, kata halus untuk pantat, dubur.
Amin, I. mangamin, memaafkan orang, membela, mendukung; ma-siaminaminan, saling menyokong, saling mendukung; masiaminaminan songon lampak ni ga-ol, saling menyokong seperti halnya dengan kulit batang pisang. II. mangamini, menata dengan halus dan cermat (tentang pakaian, benda-benda). III. amin, amen, amin.
Amis, lapisan kayu yang dibawah kulit, gubal.
Amo, mangamoamo, memperlakukan, memegang dengan hati-hati (benda-benda yang dapat pecah belah).
Amot, mangamoti, melindungi tondi ladang; niamotan, buah pertama ( = patumonaan, lih mona).
Ampal, = ambal; ampal tu jae, ampal tu julu songon hotuk ni aili, berguncang-guncang hilir mudik seperti ketuk-ketuk pengusir babi hutan: dikatakan tentang orang yang dihalau kemana-mana dan tidak dapat ketenangan; mangampalampal, tidak berkaitan, tidak ada hubungan satu sama lain.
Ampang, bakul yang dianyam di bawah, berbentuk empat segi dan di atas bundar, juga dipakai sebagai takaran beras atau padi; parampangan, bakul besar dimana di dalamnya disimpan bakul-bakul kecil; na marampang na marjual, = na marpatik na maruhum, seseorang yang memakai takaran dengan baik dan jujur, menimbang secara adil dan punya undang-undang dan hukum keadilan; mangihut di ampang, berlangsungnya per-kawinan seorang gadis hanya dengan membawa bakul makanan buat pihak mertuanya, karena mahar (mas kawin) sudah beres sebelumya; marmanuk di ampang, meramalkan masa depan berdasarkan letak badan ayam yang lehernya dipotong segera ditutup dengan “ampang” (tentang dukun); parampang ni luat, bagian dari pekan yang dikhususkan bagi sesuatu daerah untuk menyimpan barang mereka; P.B.: sadampang gogo, sanjomput tua, tenaga satu ampang banyaknya, keuntungan hanya sejemput, kerja mati-matian, hasil minim; manghunti ampang, mempe- lai baru, yang pertama kali membawa makanan kepada mertuanya; suhi ni ampang na opat, sudut bakul nan empat, sebagai lambang empat fungsional penerima mas kawin pada adat menikahkan puteri empat; kerabat yang paling utama, dalam hal ini diingat kepada ampang yang ditutupkan datu pada ayam sembilahan itu, bila ayam itu menggelepar sampai keranjang jatuh, artinya celaka. Oleh karena itu keempat sudut keranjang harus diperberat.
Ampangampang, sej rumput; simarampangampang, idem.
Ampapaga, sej tanaman merambat.
Ampapaluan, = papaluan.
Ampar, mampar, tersebar, terserak-serak (ternak, manusia, benda, desa, d.l.l); mampar roha, lalai, lengah; mangamparhon, menghamburkan; mangamparhon hata, membentangkan perkara, mengumumkan; mangamparhon hepeng, menghambur-ham-burkan uang, memboroskan uang; mangampar ruji, mengocok kembali lidi ijuk sesudah selesai perhitungan (dengan lidi ijuk tadinya).
Ampara, saudara dalam arti luas, kawan semarga.
Amparan, sej tikar lebar (amak)
Ampe, diangkat, terletak di atas sesuatu, diletakkan; mampe, idem; mangampehon, meletakkan di atas sesuatu msl pundak, meja; pampe, diangkat, dinobatkan, msl dikatakan tentang seorang raja: pampe gabe raja, diangkat menjadi raja; pampe di roha, hafal, dipelajari luar kepala, melekat dalam pikiran; ampe di sambubu,peak di abara, terangkat ke ubun-ubun, terletak pada bahu, dikatakan tentang penderitaan yang tidak bisa dihindari.
Ampere, maramperean, tersebar mengenai ternak.
Ampihampik, tas, pundi-pundi dari kulit.
Ampilalas, taoar siampilalas, bentuk taoar tertentu yang diberikan kepada penawar sihir.
Ampilas,angin puting beliung yang keras.
Ampin, I. mangampini, membela seseorang, memaafkan, melindungi; pangampinion, pembelaan; jolma ampinan, orang yang terus dibela oleh kawan-kawannya karena kejelekannya tidak diketahui atau tidak dipercayai.

II. mangampin, menggulung tenunan, agar terjangkau tangan penenun; saampin, segulung tenunan, panjangnya sepenenunan.
Ampipira, sej semak belukar.
Ampir, mangampir, kesemutan, semut-semutan (kaki, tangan); pangampirhon, merasakan khasiat (dari obat); lih hampir.
Ampit, serasi, selaras, cocok; ampit boruboru i tu anak i, gadis itu cocok dengan lajang itu; ampit bonang tu itom, benangnya serasi dengan warna nila itu.
Ampitampit, tas dari kulit lembu atau kulit kambing.
Ampodi, tikus besar di bawah rumpun bambu.
Ampolas, daun-daun yang dipakai mengilapkan, melicinkan kayu; juga: alat pengamplas; kayu untuk mengupam; mangampolas, mengupam, mengamplas, menggosok agar licin.
Ampolu, sej pohon kayu yang buahnya dapat dimakan.
Amporik, burung sawah; amporik silopak, burung perik yang kepalanya berwarna putih; amporik silolom, burung perik yang berwarna hitam; amporik sijirit, sej burung perik yang lain.
Amporotan, ada sesuatu yang tersangkut dalam kerongkongan (tulang ikan); lih porot.
Ampot, I. kain, pakaian camping untuk anak-anak, = siantal. II. mangampot, mengikat; tali pangampot, tali untuk mengikat sesuatu; ampot ni hail, tali kail,tali pancing.
Ampu, mangampu, = mangabing, memangku; kiasan: mengambil tanggungjawab orang lain, menjamin; msl seorang raja yang menjamini bawahannya; mangampu hasuhuton, mengambil tanggung jawab dan pimpinan seperti sering dilakukan msl seorang raja untuk rakyatnya; ampuan, pangkuan, haribaan; mungkin kata parompuan berasal dari kata parampuan, perempuan, wanita, harf yang mempunyai pangkuan; marpangampu, mempunyai penjamin; mangampu gana, sebagai pengganti orang lain msl untuk seorang bawahan bersumpah.
Ampuan, lih. ampu.
Ampudan, lih ampudang, anak laki-laki yang bungsu, termuda; damang siampudan, adik laki-laki yang bungsu dari nenek laki-laki saya; sian pudian (siampudan), yang lahir terakhir, anak bungsu.
Ampun, ampun, maaf; mangido ampun, meminta maaf, ampun; mangampun, mengaku telah bertobat, minta diampuni; pangampunan, pengampunan, maaf.
Ampuna, (dari na dan ampuna), pemilik, yang empunya, kepunyaan; ahu do nampunasa, aku yang empunya itu (bila objek diketahui); marnampuna, ada yang mempunyainya.
Ampung, mangampung, melompat untuk menerkam (harimau); pangampungon, kepandaian melompat terutama karena kekuatan dalam ilmu gaib, (alemu).
Amudi, setir, kemudi; mangamudi, menyetir, mengemudi; pangamudi, juara mudi, pengemudi, juru mudi; mangamudihon, mengemudikan kapal, menjalankan, memutar kemudi.
Amun, siamun, kanan; lih hamun.
An, kata penunjuk: itu (ditempatkan di belakang kata benda); dolok an, gunung itu, gunung sana. Ana, mangana, menunggu sesuatu, mengintai, melihat-lihat; manganaana, mengawasi sesuatu untuk diambil atau dijaga; manganahon, mengawasi, mengamati seseorang.
Anaha, vocativus dari anak, hai ananda, anakku!
Anak, anak laki-laki, anak jantan, anak saudara laki-laki, anak dari semua orang semarga yang kira-kira seumur; bunga uang; maranak, beranak, berbunga; paranahon, hubungan bapak terhadap anak; anak mata, laki-laki merdeka (balik: hatoban); anak gajian, orang yang digaji bekerja; anak singkola, murid, siswa; anak parau, awak kapal; anak dagang, orang asing; orang yang berasal dari wilayah lain; anak somang, anak semang, kenek, pelayan; anak hinsu, anak kunci; anak baju, kemeja; anak gampang, anak pelacur; anak ni tangan, kelingking tangan; anak ni pat, kelingking kaki; anak ni mata, biji mata, orang yang menjauhkan diri dari teman-temannya, yang memilih jalannya sendiri; anak ni hau, tunas; anak ni gaol, tunas pisang; anak ni bodil, peluru; anak ni surat, tanda-tanda bantu buat tulisan Batak; anak ni hepeng, bunga uang;anak ni manuk, anak ayam; anak ni tangga, anak tangga; anak ni hau api, anak korek api; anak ni lombu, anak lembu; anak ni gordang, genderang yang terkecil; manganahi, paanakhon, membungakan duit; (i)anakkon, anak putera atau puteri; anak-anak, yang kecil, juga: batang kursi tenung; bondar anakanak, tali air kecil. Anang, manganang, mengasami, mengasini, msl ikan.
Andaliman, tanaman cabai yang tumbuh di hutan.
Andalu, alu, kayu bulat panjang alat penumbuk padi; gas andalu, dikatakan tentang air mengalir sebegitu hebatnya hingga alu-alu kincir patah; manuk langkalangku andalu, tentang ayam kecil: begitu besarnya, sehingga bisa melangkahi alu.
Andang, mangandang, lih handang.
Andap, terbuka, jelas, lih tandap.
Andar, jelas kelihatan, tidak tersembunyi, transparan.
Andarahasi, tolahan andarahasi, pada ayam ramalan, pembuluh darah pada ayam jantan, suatu pertanda jelas.
Andarasi, sej semak.
Andarau, sej pohon kayu.
Ande, mangandehon hata, menyampaikan perkataan, menyambung pembicaraan.
Andigan, kata tanya: kapan, bilamana (menanyakan sesuatu yang akan terjadi); nandigan, kapan (sudah) (menanyakan se-suatu yang sudah terjadi); an-digan ni andigan, pernah, de-ngan memakai napi: tidak per-nah.
Andihit, sej pohon yang buahnya bisa dimakan.
Andilo, sej rumput. Andohot = andihit.
Andokandok, lih tandok.
Andolok, sej puyuh.
Andor, kata umum untuk tumbuhan menjalar, terlebih dikatakan sebagai pengganti gadong;andor hoda, caprifolium.
Andora, dada; P.B: mida rupa ndang tinanda roha; aha ma tandaon, dihuphupi andora, rupanya bisa dilihat, hatinya tidak; betapa tidak karena ditutupi dada.
Andorang, sedang, selama, semasa, selagi, sepanjang; andorang so, sebelum; andorang i, saat itu, di waktu itu.
Andos, (lih tandos), mangandos tu, bersandar kepada seseorang, bergantung pada seseorang; andos torang, menjelang pagi; andos potang, menjelang petang; andos mangan, menjelang waktu makan; mangandoshon, menyampaikan, melaporkan sesuatu; pangandosan, tempat atau instansi dimana bisa melaporkan sesuatu.
Andu, mahiandu, tinggal dan makan di rumah orang sambil bekerja sebagai pengganti bi-aya hidupnya.
Anduhur, tekukur, titiran; P.B.: turtu ninna anduhur, tio ninna lote; hata nauli i unang muba, unang mose,”turtu” su-ara tekukur, anduhur “tio” su-ara puyuh, semua kata-kata yang bagus kiranya tak meleset takkan luput.
Andul, luar biasa, jauh perbedaannya, lain, jauh lebih; andul hinauli ni dolidoli on, istimewa cakepnya perjaka ini; selanjutnya juga: sangat jauh, banyak (pada komparatif) andul umbalga, jauh lebih besar. II. mangandulhon, mengalihkan.
Andulpak, sej pohon kayu yang arangnya dapat dipakai sebagai mesiu untuk bedil.
Andung, ratap tangis, tangis terhadap seseorang yang meninggal (berirama dan bersyair), dipakai kata-kata tersendiri; hata andung, ungkapan-ungkapan tersembunyi; mangandung, melakukan ratapan tangis waktu orang mati; mangandungi, mengaduh mengenai seorang yang meninggal; meratapi; mangandunghon, meratapkan, mengaduh tentang sesuatu.
Andurabi, penyakit payudara perempuan.
Anduri, nyiru, tampi yang dianyam; marbalikbalik anduri, mudah berubah pendirian seperti nyiru gampang diputar.
Andurian, landak; lih duri.
Ane, aneane, manuk aneane, ayam yang mulai bertelur.
Angat, I. tipu, muslihat, akal untuk mendapat keuntungan untuk diri sendiri; mangangati, memperdaya, memperoleh lebih banyak keuntungan dengan jalan tipu muslihat; parangat, orang licik, suka memperdaya, suka merugikan orang lain untuk keuntungan pribadi. II. umangat, lebih baik.
Angga, I. Antian ni angga, hari ke-22 pada penanggalan. II. angga roha, berang, risih, tak sampai hati, kalau orang lain mempunyai sesuatu.
Anggap = gansi; anggaphu do nuaeng, giliranku sekarang.
Anggara, hari ke-3 pada penanggalan; anggara sampulu, hari ke-10 pada penanggalan.
Anggi, adik laki-laki atau perempuan, (laki-laki hanya memanggil adiknya sebagai anggi, demikian juga perempuan memanggil adiknya yang perempuan sebagai anggi; tetapi seorang saudara laki-laki memanggil saudaranya perempuan sebagai iboto (ito), demikian juga saudara perempuan memanggil saudaranya laki-laki sebagai iboto, ito;hahaanggi, hahanggi, saudara laki-laki yang lebih tua atau yang lebih muda bersama-sama; marhahamaranggi, bersaudara kandung, berabang adik; sianggian, yang lebih muda di antara yang bersaudara; anggia, vokatif dari kata anggi, hai adinda!; anggi ni posoposo, uri, plasenta; anggi juga: kemaluan, juga kata anggi dipakai mengatakan bahwa sesuatu kurang bernilai daripada yang lain (tentang manusia dan benda); anggingku do ho taringot tu parbinotoan, engkau masih adik saya dalam hal pengetahuan; rumah kecil adalah anggi dari rumah yang lebih besar.
Anggia, I. = agia. II. = vokatif dari kata anggi.
Anggiat, semoga, mudah-mudahan, supaya, agar, kiranya, moga-moga; anggiat ditangihon ibana hatangki, kiranya dia mau mendengarkan bicaraku; maranggiat, memakai kata anggiat.
Anggil, cadangan tabung bambu untuk menampung kelebihan tuak dari tabung besar.
Anggir, = panggir.
Anggis, memanjang, perlahan-lahan; manggisanggis, berbicara sambil bernyanyi atau mengaduh sambil menyanyi (tentang datu); manganggis, berteriak, bersuara keluh kesah, mengaduh.
Anggo, I. = ianggo, tentang, mengenai, kalau, perihal, apapun; anggo i do hape, kalau hanya demikian rupanya; anggo na nidokmi, tentang apa yang kau bilang; anggo ahu, lomo do rohangku disi, bagiku, aku suka itu, saya setuju. II. manganggo, mencium; parnianggoan, indera penciuman; sianggo timus, pencium asap, orang yang pergi ke mana-mana mencari makanan yang enak; manggoanggo, suka mencium-cium kesana kemari dan mengemis (tentang pengemis dan anjing).
Anggoni, tenggara, lih agoni.
Anggu, satu pasang, satu set msl ogung; seorang dengan siapa kita gampang sesuai; parangguan = rabanan.
Angguk, ratap, raung, jerit, tangis yang keras; anggukangguk, menangis, raungan, jeritan; mangangguk, mangangguhi, tangis keras dan terus msl karena kena pukul; angguk badar, meraung-raung, menjerit-jerit, manangis keras-keras.
Angguliman, sej kucing liar. Anggun, manganggun, menggoyang, mengayunkan; anggunang-gun, ayun-ayun, buaian; manggunanggun, berayun-ayun, o-leng-aling, bergoyang-goyang.
Anggundea, pisang (dalam bahasa kesurupan: begu siar).
Anggur, anggur; hau anggur, pokok anggur; tuak anggur, mi- numan anggur.
Anggus, manggusanggus, harum.
Angin, I. angin, kurang kencang dibandingkan dengan alogo; paranginan, tempat atau daerah banyak angin; daerah di pegunungan Toba; aloangin, soko guru; hata angin, kabar angin, desas-desus; simaranginangin, seperti angin, berlalu tanpa apa-apa, sesuatu yang tidak ada artinya; marangin sipurpuron, (And) meninggal dunia, mati; manganginangin barita, didengarkan berdasarkan desas-desus. II. ndang anginon, tak terbandingkan. III. tuhas simaranginangin, tuduhan yang tidak beralasan, yang samar-samar, dakwaan palsu.
Angir, bau busuk; angir langit dianggo, diangkatnya hidungnya ke atas, seolah-olah ia mencium langit, yaitu ia angkuh, sombong.
Angit, mangangit, menyirat, merajut jala.
Angka, para, tanda majemuk; angka jabu, rumah-rumah; kata angka ini hanya dipakai untuk memberi tekanan pada majemuknya, biasanya majemuk itu sudah jelas dalam konteks dan tidak perlu dipakai kata angka; angka on, semua ini; angka i, angka an, semua itu; angka na, semua yang; angka dia? mana? angka juga dipakai sebagai penunjuk pengeras sifat, menjadi prefiks di muka kata kerja: angka hitir, bergemetaran (mungkin asal kata: mangka seperti dalam Bahasa Angkola).
Angkadangan, lih hadang.
Angkal, akal, muslihat, kelicikan, penipuan; marangkal, penuh dengan tipu daya; angkalna do i, akal-akalan dia itu, akal bulusnya itu; parangkal, orang penghelat, penokoh, orang licik; angkalangkal, kelicikan, tipu daya; juga: sej kumbang yang nampaknya mati kalau ia dalam bahaya; na angkal, nakal, licik, penuh dengan tipu daya.
Angkar, mangkar, tidak selesai, pertengahan antara tidak masak dan masak; mate mangkar, meninggal di waktu pekerjaannya belum selesai; juga: sebelum anak-anak berkeluarga, sebelum peroleh anak; mangkar dope baro i, bisul itu belum masak; mangkar ulaon, pekerjaan belum siap; gadong na mangkarangkar, ubi yang dipanggang dan yang dipakai sebagai obat; mangkar mata, orang yang kurang lama tidur.
Angkat, mangangkat, melompat, melarikan diri mengenai budak atau pelayan; marangkal jial, beterbangan ke atas mengenai bunga api dan abu; siangkat lombang, sejenis jangkerik; mate mangangkat, (tentang perempuan) meninggal waktu melahirkan; tondi perempuan itu pergi dan meninggalkan anak yang baru lahir itu. Menurut pendapat orang Batak pada zaman dahulu peristiwa ini dianggap jahat, karena tondi perempuan itu tidak bersedia melindungi anaknya itu. Karena itu penguburan perempuan itu tidak dilakukan dengan hormat. Langsung dikuburkan pada tanah di bawah rumah; marniangkat ni hoda, sejauh kuda lompat: aturan perang kuno: kalau kedua belah pihak yang berperang masih famili satu sama lain, mereka tidak boleh memenggal kepala lawan mereka itu dan tidak boleh saling memakan, juga: tidak boleh kampung yang dirampas itu ditahan sebagai miliknya sesudah berdamai. Sebaliknya itu dapat dilakukan kalau mereka tidak berfamili.
Angkil, suara angkil, suara nyanyi; mangangkilhon, = mangoinghon, berceritera sambil menyanyi.
Angkin, nanti, menjelang malam; angkining (an), = angkin;nangkin, nangkining, nangkiningan, tadi, sebelum ini, ba-rusan, baru saja.
Angkip, mangkipangkip, sesak napas, merana hampir mati, tersengal-sengal, (mengenai o-rang yang mau mati).
Angkis, mangangkis, menyayat sedikit-sedikit, mengerat sedikit dari sesuatu.
Angkon, = ingkon, (Angk).
Angkola, I. = angkora, sapaan santun untuk gadis-gadis, wanita muda, saudari.II. daerah di Tapanuli Selatan yang mempunyai logatnya sendiri. Angkor, lih angkora.
Angkora, sapaan yang sopan terhadap anak-anak perempuan, hanya sebagai vocativus.
Angkup, teman, kawan, sekutu, rekan, peserta; angkup ni, serta, selain, daripada itu; udan angkup ni ambolas, hujan serta hujan es (harf hujan rekan hujan es); angkup ni i, selain dari itu, kemudian dari itu, lagi pula; ibana angkuphu manghatai, dialah kawanku berbicara; marangkup, berpasangan, ada penyerta; mangangkupi, menemani, menyertai; ndang angkupan, yang lebih baik tidak dikawani, yang tak berguna dibantu; jagar angkup, seseorang yang dapat diimbangi mengenai kekayaan dan kemuliaan kehormatan; mangangkup seimbang, serupa; angkupangkup, di kedua belah, pada kedua sisi.
Angkur, mangangkur, mengangkat kaki muka ke atas, melompat.
Angkutangkut, sej penyengat.
Angla, lih ahobar.
Angon, sepoi-sepoi; tarangonangon, mengembus dengan perlahan-lahan.
Angor, mangangor, memanaskan, juga: mempengaruhi; diangor api, dipanaskan oleh api, dihangati; masiangoran, saling menghangatkan, saling mempengaruhi, saling menolong.
Angsa, = hangso, angsa.
Angur,harum. Angus, pilek; anguson, terkena pilek.
Ani, manganihon, meregangkan benang; mangani, meregangkan benang sebagai persiapan untuk menenun; anian, alat peregang benang.
Anian, I. tandingan, bandingan; na so ada anian (na): tak ada bandingannya, tidak ada terbanding. II. alat peregang benang, lih ani.
Aning, I. manganing, menunggu (Angk). II. kata untuk meng-hantar pertanyaan: gerangan, bukan? III. aninganingan, kabar angin, desas-desus.
Anit, merdu (tentang suara), pianissimo.
Anjak, hal melompat, melonjak; manganjak, (= enjak), melonjak-lonjak, menari; maranjak, melonjak-lonjak, berlari (tentang kuda); juga: rajin bekerja mendapatkan uang; manganjahi hangoluan, menjajaki kehidupan, mencari nafkah, mencari keuntungan secara rajin.
Anjal, = hanjal, tidak beruntung, tidak berhasil, gagal (msl dalam dagang).
Anjat, sej burung.
Anje, = enjak.
Anjing, anjing.
Anjo, simanjoanjo, sangat mis-kin sampai meminta-minta kare-na kelemahan tubuh.
Anju, manganju, berlaku sabar, bersabar hati, toleran, berlapang hati; sianjuon do hami, bersabarlah atas kami; manganjuanju, selalu bersikap sabar dan toleran; roha na mangaju, sikap bersabar hati, sikap berhati lapang; masianjuanjuan, saling toleran dan memaafkan, sabar satu sama lain.
Annon, juga: annon pe, nanti, nanti saja, nannon, tadi, barusan.
Ansa, I. ansaansaan, teka-teki; lih hansa. II. ansa saoak, sej tanaman kecil yang bisa dimakan sebagai sayur.
Anse, I. Aceh; halak anse, orang Aceh. II. anseanse, sej tumbuhan.
Ansi, mangansi, menipu, berpura-pura, bersikap munafik; pangansi, penipu, orang munafik; ansiansi, pangansion, penipuan, kemunafikan; marpangansi, bersifat pura-pura, munafik, tidak jujur, cenderung untuk menipu; roha na marpangansi, sikap munafik, suka menokoh, berpura-pura.
Ansiat, ansiat ni, seperti, sebagai; (= songon).
Ansim, asin mengenai cita rasa; amsim lahi, (tentang makanan) pas, rasanya sedang, tidak terlalu asin dan juga tidak terlalu hambar.
Ansimansim, I. sej tumbuhan yang sering dipakai untuk makanan ikan agar lebih enak. II. moncong kerbau.
Ansimun, timun, mentimun, godanggodang ansimun, cepat tum-buh seperti mentimun mengenai anak-anak; siansimun, sej eme; andor ansimun, harta yang dengan sendirinya bertambah msl ternak; (uang yang dibungakan disebut andor ni jelok).
Ansisibang, sej kala yang tidak berbisa (kaki seribu), pandai memanjat tetapi tidak berani menurun dan dia tangis sebagai anak kecil; Songon ansisibang, seperti ansisibang dikatakan mengenai anak yang bisa memanjat pohon tetapi tidak berani turun.
Ansising, sej tolong.
Anso, I. mansoanso, berkeliaran, luntang lantung, mengembara kesana kemari, menganggur; anso, = asa, (Angk).
Ansok, keringat ketiak; ansok ni hata, sentilan, gangguan pembicaraan, interrupsi yang mengganggu pembicaraan sehingga tidak pernah dapat diselesaikan.
Ansolotan,keselipan daging antara gigi; lih solot.
Ansosohot, ansosohotan, bersedu.
Ansosoit, sej tanaman yang buahnya bulat dan jadi alat mainan anak-anak.
Ansosoran, ulat yang terdapat dalam bunga yang gigitannya sakit.
Ansoting, sej permainan anak-anak, dengan mencubit kulit tangan atas; maransoting, bermain ansoting.
Ansuan, tongkat yang dibuat dari batang kayu yang keras sebagai pengumpil untuk melambuk tanah. Kira-kira empat orang laki-laki bekerja berdampingan, disetiap tangan sebuah tongkat penggali seperti itu dengan mana mereka mengumpil gumpalan tanah yang besar.
Ansung,ansungansung, takaran bambu yang dipakai tempat cairan dan benda kering, isinya kira-kira satu gim; ansung ni tuak, tabung bambu untuk tuak; ansung ni sira, tabung bambu untuk garam; lih pansung.
Ansur, mangansuri, mengangsur msl upah.
Antahasi, sejenis pohon kayu yang kayunya keras yang menghasilkan balok yang bagus.
Antairir, sej ulat yang bisa di makan, juga: penakut seperti ulat tsb; antairiron, dalam ketakutan, bersifat penakut.
Antajau, (dari unte jau?) sej pohon yang buahnya berbiji-biji kecil, suka dimakan orang setelah dimasak atau mentah-mentah.
Antak, mantak, montok (Angk).
Antal, siantal, abit siantal, kain-kainan buruk.
Antaladan, sej tumbuhan, kaladium dipakai menyediakan tuak.
Antalaktak, = talaktak, nama burung; P.B.: antalaktak, jorbingjorbing, indahan ni mate borngin, malam itu adalah ma-kanan mata (untuk menolak tamu yang datang malam hari).
Antalme, sej ular kecil dan berbisa, yang pura-pura mati dan tiba-tiba menggigit, karena itu juga: kemunafikan, kepura-puraan.
Antalobung, sej rumput, yang berdaun lebar, yang dipakai sebagai makanan ternak; pada manusia menimbulkan rasa gatal dan ruam.
Antan, mangantan, menimbang, menimbang-nimbang di atas tangan, memeriksa beratnya atau nilainya; mangantan roha, menduga, memeriksa perasaan hati; mangantan gogo, memeriksa, mencoba kekuatan; parantanan, takaran, bejana untuk mengukur padi.
Antandongan, cendawan yang dapat dimakan.
Antantu, sej pohon kayu.
Antap, intap, dari dalam, sampai, hingga; ndang marantap unang rohana, tidak membuat dirinya lagi dibujuk sewaktu marah sekali.
Antar, jelas, demikian letaknya sehingga dapat dilihatnya dengan mudah; = andar; mangantarhon, mengiringkan tamu ke alaman pada pesta; juga: mengumumkan, merayakan secara terbuka (msl kemenangan); si antar, kota Siantar; antaran, yang dapat dilihat dari kejauhan.
Antaran, dua potong kayu yang dipasang sewaktu bertenun untuk menahan tenunan.
Antarasa, sej pohon, yang buahnya dipakai sebagai bumbu masakan. Antatadu, sej ulat dari lampusung (kupu-kupu).
Anti, sej pohon kayu, yang daunnya agak asam rasanya dan yang dapat dipergunakan sebagai tambahan pada ikan.
Antian, antian ni aek, hari ke-8 pada penanggalan; antian ni angga, hari ke-22 pada penanggalan.
Antik, mangantik, memukul sesuatu; mangantik hau, memukul-mukul pohon atau kayu untuk mengetahui jenisnya dan mutunya; mangantikkon roha, menguji kekuatan diri sendiri karena pertama kalinya mau membuat sesuatu.
Antimang, sej pohon kayu dalam hutan.
Anting, antinganting, anting-anting.
Antingano, walang sangit yang merusak bunga eme; antinganoon, terserang walang sangit (tentang eme).
Antirbong, jenis sayuran.
Anto, manganto, memperhatikan, menduga, mengerti, menjaga, membayangkan; mangantoi, mengerjakan sesuatu, mencampuri, memperdulikan; mangantoi hata, menarik kata pada dirinya; antoi, anggaplah itu seperti telah dikatakan kepadamu; ndang manganto rohana, ia ti-dak mengerti, tak menarik ha-tinya; antoanto, terkaan, du-gaan, persangkaan.
Antolis, cacian; antolis ni on, tidak ada urusanmu dengan itu, tidak perlu kau peduli. Antong, jadi, kalau begitu, maka, demikian, bahwa sesungguhnya, pula, memang, ayo, mari; antong borhat ma hita, ayo (mari) berangkat kita; kata antong menyimpulkan bicara sebelumnya; antong (dalam jawaban): maka, jadi kalau demikian; antong taida ma, maka, mari kita lihat; juga: ditempatkan di belakang kata sifat untuk memperkuatnya; na uli antong, cantik memang; sebagai pengganti kata antong dikatakan juga tong (ucapan kuat huruf t).
Antu, = tua, bahagia, makmur, sejahtera; marantu, berbahagia, makmur; nunga mago antuna, sudah lenyap kemujurannya.
Antualu, sej burung.
Antuang, sej pohon kayu.
Antu asu, sej anjing serigala.
Antuang, siantuang, sej pohon kayu.
Antuk, pentung, gada yang besar yang dipakai untuk memukul; antukantuk, idem; mangantuk, memukul; mangantukhon, memukulkan; marantuk, bertubruk, berhantam, berperang; masiantuhan, pukul-memukul, saling berpukulan; begu antuk, penyakit menular, msl kolera karena begu berjalan-jalan de- ngan alat pemukul dan memukulorang (semua penyakit berasaldari begu menurut kepercayaanBatak kuno); siantuk na risi, gayung untuk menimba air dari sampan (And).
Antul, muntul, memantul (tentang benda yang elastis msl bola); antul ni roha, sesuatu yang menyebabkan malu.
Antunu, sej pandan yang dipakai sebagai bahan anyaman.
Anturaparon, lih rapar.
Anturbung, sej tumbuhan paku.
Anturge, aek ni anturge, air yang terkumpul dalam tunggul pohon.
Anturmangan, sej pohon cemara yang bergetah banyak.
Antus, mangantusi, mengerti, paham, memaklumi; masiantusan, saling mengerti, saling memahami; ndang haantusan ahu, tak terpahamiku; pangantusion, da-ya paham; antusan, dapat di-pahami.
Anu, sianu, anu, sianu, si Polan yang namanya tidak bisa atau tidak mau disebut; si anu mandok, si anu yang mengatakan.
Aoangaoang, awang-awang, langit, angkasa, udara di atas kita.
Aok, = aek.
Aol, maolaol, bergoyang kian ke mari tetapi satu sisi terikat msl satu balok yang diikat sebelah; lih meoleol.
Aor, maor, tidak tenang, bergerak kian ke mari; maoraor, berkeliaran, selalu berpaling (tentang orang sakit); tidak tenang, ngelitis; juga tentang roh: labil, tidak tetap; lalap maor ho, ngelitis saja kau; sebentar-sebentar memulai dengan sesuatu tetapi tidak bisa menyelesaikannya; mangaor eme, mengacau, menggerayangi padi yang sedang dijemur lih haor, dan paor.
Aos,maos, aus, habis dipakai msl mata uang logam tidak nampak lagi gambarannya; juga dikatakan tentang peralatan, yang sering dan lama dipakai; hata maos, kata-kata klise.
Aot, maotaot, bertualang, mengembara kemana mana, berkeliling-keliling; paraotaotan, hal pertualangan; mangaothon tangan, meraihkan tangan, meraba-raba.
Apa = ama dan damang.
Apala, partikel, nafi yang diperkuat. I. apala (ditempatkan pada awal kalimat) samasekali tidak: seolah-olah; apala donganku ibana: seolah-olah ia temanku, yaitu samasekali tidak demikian; apala huboto, seolah-olah saya tahu, sama sekali saya tidak tahu. II. apala (partikel pengeras) sungguh-sungguh, justru; apala ho do mandok i, justru kaulah yang mengatakan itu; ruma apala na bolon, rumah yang luar biasa besarnya; apala na uli, cantik sekali; habahaba siapala utus, topan sangat dahsyat.
Apas, mangapasi, menganggap remeh, melecehkan, merendahkan; lih epes.
Ape, daun-daun yang tergantung layu pada batangnya; marapean, layu bergantungan pada jumlah besar.
Api, api; hau api, apiapi korek api; api naroko, api neraka; marapi, berapi; dolok na marapi, gunung berapi; kopal api, kapal motor; hureta api, kereta api; parapian, tempatmasak di dapur; na di api, wanita baru bersalin harus dekat api untuk berpeluh; huduk api, memunggungi api, yaitu baru melahirkan anak; tulong api, ular api, yang kepalanya dan ekornya merah warnanya; na so marapidiut, tak padam-padam marah, benci atau beraninya; dipangan api, terbakar, dimakan api; pagalak api, menyalakan api; api na so haintopan, api yang tak terpadamkan; apiapi, sej pohon yang kayunya merah dan dapat dipakai untuk menjadi papan.
Apian, mangapian (di) menginginkan hal seperti orang lain tanpa cemburu; lih hapian.
Apil, mangapil, menghafal, be-lajar; pangapilon, upaya meng-hafal; bilut pangapilon, ruang belajar.
Apir, mapirapir, tertinggal sendirian.
Apiung, sej tembakau.
Apo, mangapoi, mangapoapoi, menegur, mendorong, menyemangati, mengajak supaya rajin, memotivasikan; apoapo, kata penghibur, dorongan, motivasi, teguran; pangapoion, hal menegur, motivasi, animasi; ulos pangapo, hadiah dalam bentuk uang atau tanah yang diberikan oleh parboru kepada adik menantu laki-lakinya karena bersedia mengawini anak puterinya yang sudah janda; ia menikahi janda itu tanpa mahar, seolah-olah ia mewarisinya.
Apol, demikian letaknya sehingga orang harus jatuh di atasnya, letaknya mengganjal, bersifat menghalang; mapol, na apol, terganggu, bersifat menghalang; ndang adong na apol, mulus, tanpa cela mengenai kulit tubuh.
Apor, maporapor, sesuatu yang tersangkut dalam kerongkongan.
Apul, mangapul, menghibur; mangapuli, menghibur orang; apulapul, penghiburan; pangapulon, cara atau upaya penghiburan; siapul, pangapul, peng- hibur.
Apus, hapus, terhapus, basmi; apus ahu, (sumpah biasa) mampus aku, kalau aku…..; apusapus, penghapus, lap, atau apa saja yang dipakai menghapus; mangapusi, menghapus, membersihkan dengan lap; sai apus ma ho songon tangan binurian, kutukan; terkutuklah kau seperti kotoran tangan dibersihkan, persetan kamu; mangapus hoda, hajat syukuran dari satu daerah membasuh dan mengurapi kuda dengan unte pangir (jeruk purut) demi memohon berkat dewata; kuda itu tidak boleh dijual lagi. Biasanya seluruh negeri membawa persembahan yang diikuti dengan pesta jamuan makan.
Ara, mangarahon, mengajak untuk turut bekerja atau pergi ke pesta, lih ara.
Aran, menurun sedikit msl tentang sudut jatuhnya air sungai.
Arang, kayu arang; batu arang, arang; P.B.: suda arang so himpal bosi, arang habis besi belum tertempa, artinya: usaha besar-besaran tetapi tidak ada hasilnya.
Arap, mangarap, menanti-nantikan. lih arop.
Arar, tongkat, kayu penjolok, galah; mangararhon, memakai tongkat untuk menghalau; siarari, galah panjang, tongkat panjang.
Aras, I. maras, merasa kasihan, prihatin, bersedih karena melihat, mendengar tentang kesusahan orang lain. II. tulang punggung dalam bahasa tenung.
Arbab, rebab.
Arbe, marbearbe, bergantung-gantung mengenai benda yang panjang, lih harbe.
Arbis, menyinggung sesuatu, menggerakkan sesuatu; mangarbis, menyinggung tentang; pangarbis, garis singgung.
Ardom, sej penyakit kulit amat gatal, juga demikian disebut orang yang selalu menyusahkan orang yang ditemuinya.
Arga, harga, nilai, mahal, berharga; sadia argana? berapa harganya? arga huting, harga mati yang tak usah ditawar-tawar; lam tu argana, makin mahal; arga hata, bicara itu mahal, konsekwen, konsisten; mangarga, menawar, menaksir harga; mangargai, menawar harga; paargahon, meninggikan harga; argana i, betapa mahal; marnaarga, berbeda mengenai harga; arganan, lebih mahal, lebih baik (sebenarnya argaan) raganan lih kata ini; arga, kira-kira, sekitar (tentang angka dan nilai barang); arga dua, pal daona, sekitar dua kilometer jauhnya; arga dua dua puluh lima taon umurna, umurnya kira-kira (sekitar) dua puluh lima tahun.
Arhar, I. mangarhar, mencari musuh dalam semak-semak. II. pangarhari, ilmu tenung yang mempergunakan telur rebus, penenung lewat telur masak.
Ari, hari, keadaan cuaca, waktu pada hari, waktu pada tahun; arian, pada siang hari; narian, tadi siang; ariari, setiap hari; sadarion, (dari sada ari on) hari ini; nantoari, kemarin; nantoari sada, kemarin dulu; ginjang ari, hari penuh; tingkos ari,matas ari, tengah hari; guling ari, petang; botari, bodari, sore, malam; saonari (dari sada ari on), sekarang, saat ini; hos ni ari, pada tengah hari; siapari, sehari-hari; hangoluon siap ari, nafkah sehari-hari, kehidupan sehari-hari, nafkah setiap hari; harus diingat bahwa satu hari penuh mulai jam 06.00 pagi sampai dengan jam 18.00 sore, tidak dihitung hari tetapi malam; torang ni arina i, keesok harinya; ari raya, hari raya; parsadarian, yang memakan waktu satu hari msl dalan parsadarian, perjalanan sehari; patoluarihon, pada hari ketiga; manipat ari, sehari penuh, sepanjang hari; marholangholang sadari, berselang-selang satu hari; arian dohot borngin, siang dan malam; sadarina i, seharian itu; manjujur ari, meniti, memilih hari; ari logo, musim kering; ari rondo,ari udan, musim hujan; ari ngali, hari dingin; las ari, hari panas; las ni ari, panasnya hari; didadang ari, dipanasi matahari; na ro ari, mau datang guruh; tiur ari, dinihari; mata ni ari, matahari; siulubalang ari, terang harinya; P.B.: masiboan pordana tu langgu ni sasabi, masiboan rohana tu siulubalang ari, biarlah setiap orang sesuai dengan perilakunya, setiap orang adalah lain; ido pangalahona di siulubalang ari, itulah takdirmu di dunia ini; mata ni ari ni pat (tot), mata kaki; ariari ni jolma, usia, umur manusia; sori ni ari, penderitaan, nasib malang; ndang sadihari (dari: ndang sadia ari), tak sempat; sadihari (dari sadia ari), kapan ? mangan ari na pitu : terkena hari ketujuh, yakni satu dari tiap tujuh hari, adalah hari buruk, hendaknya jangan dimulai hal penting hari itu; napinangan ni ari, termakan hari, naas, sial; bona ni ari, marga yang dari dulukala merupakan asal bagi nenek perempuan kita, pantas dihormati; boru sadari, cacian: perempuan murahan, gadis yang gampang diperoleh; pangariarion, merasa sakit kalau kencing; mangarihon, menginginkan orang lain susah; dua anak na huarihon di hasiangan on, saya dikaruniai dua orang anak; holan sinamothi na huharihon, hanya hartakulah yang kupakai; ariari ni tondi, silih roh, korban kepada roh sendiri (ariari, nasib); marsiariari ni tondina be, mereka mohon penyelamatan roh masing-masing.
Arimbos, = alimos, sesuatu yang hanya samar-samar kelihatan atau sayup-sayup kedengaran; arimbos hubege, saya dengar selentingan (kabar burung), secara tidak langsung. Arimo, harimau buluh, macan loreng.
Aring, jaring untuk penangkap ursa.
Ariparip, sej kelelawar.
Arir, mangarirhon, menaburkan, menghamburkan; mangarirhon ha-tana, menguraikan, memaparkansegala macam dengan kata-kata; mangariri, menimba, menyendok air.
Arirang, bunga enau jantan; pada pohon enau di tempat ini dibuat irisan untuk mendapatkan tuak.
Aris, agak mirip, hampir serupa, menyerupai.
Arit, mangarit, mengukir, mengerat dengan pisau, meruncingi.
Aritia, lih artia.
Aritonang, nama daerah tepi Danau Toba.
Arnuarne, tiruan bunyi suling.
Aro, nama sej ikan laut.
Arop, mangarop, mengharap; arop ni roha, harapan, pengha-rapan; pangaropan, penghadangan; lih arap.
Arpas, marpasarpas, menggelepar-gelepar, menggeragau (burung yang disembelih).
Arpe, mangarpe, melingkar; (lih harpe).
Arsak, arsak ni roha, kesedihan hati, kemurungan hati; marsak, bersedih hati, berduka, murung; umumnya bersama kata roha, karena mengungkapkan perasaan; marsak rohangku, sedih hatiku; mangarsakhon, merasa sedih tentang, menyusahkan; mangarsahi, membuat bersedih hati, menyusahi; paarsakarsak, menyusahkan; diarsak na mate, diarsak na mangolu, yang mati bikin susah, yang hidup pun bikin susah; mate marsak, meninggal karena bersedih hati.
Arsam, I.resam, sejenis tumbuhan paku. II. siarsamarsam, dirusakkan, sampah yang tidak berguna.
Arse, daerah di Angkola.
Arsik, marsik, kering, kehabisan air, (tentang sungai, anak sungai); mangarsik, mengeringkan; siarsik ngarngar, sej racun yang bekerjanya lambat dan mengakibatkan penyakit yang sulit disembuhkan.
Arta, harta benda, milik; mararta, mempunyai harta; na arta, mahal, penuh nilai, berharga = arga.
Arti, arti ni mata ni ari, sinar matahari; arti ni bagas, cahaya matahari yang masuk melalui lobang dinding rumah ke dalam kamar. II. mangarti, memahami, mengerti.
Artia, hari pertama pada penanggalan.
Aru, sej pohon yang sangat rindang.
Aruaru, kerongkongan (jambar peniup serunai)
Aruk, mangaruk, menancap; mangarukhon, menancapkan, meng-hujamkan.
Arum, siarum sej sayur sama rupanya dengan bayam; maraek ni siarum, terus-menerus berair (tentang luka).
Arumas, sabut dalam daging dan di buah-buahan; juga: di dalam kayu, serpih kayu.
Arun, demam, malaria; marun, arunon, mendapat demam; arun hatoban, demam yang kumat pada malam hari saja.
Arung, alang-alang.
Arur, ende arur, sej nyanyian percintaan, puisi yang bersifat jawab-menjawab antara pemuda-pemudi; arur ni roha, dugaan, apa yang diduga; mangarur, menduga, menaruh pengertian pada seseorang.
Arus, I. mangarus, memperbanyak air susu dengan diet pada seorang wanita. II. mangarus rupa, menerka, mencoba menanda siapa orang ini.
Arut, I. mangarut, mencuri, mencopet, membongkar. II. mangarut, mengurut, memijat (Angk). III. partalitali haen niarutna, orang yang terang-terangan membawa barang curian di atas kepalanya; pencuri terang-terangan.
Asa, I. maka, jadi, baru (membuat kesimpulan dan menyimpulkan); di si pe asa, di situlah baru; dung pe asa, baru sesudah itu msl dung pe ro ho, asa alusanku ho, baru sesudah kau datang, kujawab; ndang pola leleng asa mardenggan nasida, tak berapa lama, maka mereka berdamai; asa i do hape alana, maka rupanya itulah sebabnya. II. agar, supaya, sehingga (menunjuk niat); asa unang, supaya jangan; asa anggiat, agar supaya; asa tung, agar kiranya, supaya mungkin. III. dari pada (dalam perban-dingan). IV. mangasahon,di-pangasahon, menganggarkan, mengharapkan akan, percaya; bisukna i dipangasahon, kelicikannya yang dianggarkan. V. mangasaasa, bermulut besar, menakut-nakuti orang dengan omongan, menantang berkelahi dengan omongan besar (mengenai orang yang mau membuat musuhnya takut). VI. mangasa gogo, (mungkin dari marnasagogo) membuat sesuatu dengan sekuat tenaga.
Asaasa, sej ikan laut kecil yang dikeringkan.
Asal, I. asal, asalkan saja; asalma hipas iba, asal awak sehatlah. II. bahan dasar, sumber; abit do asal ni harotas, kayulah bahan dasar (asal) kertas.
Asam, nilai, harga, berharga; mangasam, menaksir harga, menilai; na so marasam, tidak berharga, tak bernilai; ndang tarasam, tak ternilai, harga yang tidak dapat ditaksir.
Asang, mangasangasanghon = mangasahon; diasanghon gogona, menganggarkan tenaga, dia percaya atas tenaganya, mengandalkan.
Asap, I. mangasapi, menghasut, mengajak, menantang. II. mangasap, membakar kemenyan; mangasap daupa, mendoakan kemenyan. Asar, sarang burung, petiduran binatang; marasar, bersarang; mangasar, beranak (tentang ternak); asar ni poso-poso, rahim, kandungan ibu; P.B.: pulik asar ni lali, pulik asa leangleang, pulik na sinali, pulik na nilehon, lain sarang elang, lain sarang walet, lain hutang, lain pemberian.
Ase, mangase, membuat persembahan di ladang, agar tanam-tanaman di ladang bertumbuh dengan baik; pangaseon, tempat persembahan, tempat atau panggung untuk meletakkan persembahan.
Asi, I. kasihan, menaruh belas kasihan, sayang, rahmat; asi ma roham, kasihanilah; asi ma roha ni Debata, semoga Allah berbelaskasihan (ucapan tetap dan saleh dari orang yang beragama); asi ni roha, belas kasihan, pengasihan, rahmat; marasi ni roha, marroha asi, berbelas kasihan; asiasi, anugerah, derma, sedekah; mangasii, mengasihani; paasiasi, menyayang-nyayang; hasian, (dari na niasian), kekasih; anak hasian, anak tersayang; manghasiani, diparhasian, menganakmaskan; parasirohaon, sikap pengasihan, hal berbelas kasih; paasiasi ugasan, menyayang-nyayang benda (msl kenang-kenangan); huasi, rahmat, karunia; (lih huasi). II. = suhi; mangasi, membuat bersiku (kayu); na pinarasiasi, yang dibuat bersiku, tidak bulat. III. asiasi, dadu, alat main yang menguntungkan; asiasi tinimpus, sej sumpah (lih gana).
Asing, asing, lain, berlainan, berbeda (sian, daripada); umasing = asing; asingasing be, masing-masing berlainan; paasing, membuat lain; dia asingna, apa perbedaanya; na asing, na muba, yang berlainan, yang berubah; siasingasing, sesuatu yang disembunyikan, dirahasiakan; songon na asing rohana, ia mulai bersikap lain, agak gusar, agak lain jalan pikirannya; halak na asing, orang asing, pendatang, orang lain.
Asobe, tasbih, rosario.
Asok, perlahan-lahan, hati-hati (Angk).
Asom, asam; masom, masam; mangasomi, memberi asam; na niasoman, yang diasami; asomasom, asam (wajah) melihat marah; songon na mida asom, bergembira, bersuka hati (karena keluar air liur dari mulutnya); songon na pinoroan asom, bersusah hati, bersedih (seperti terhadap siapa asam diperas).
Asta, I. panjangnya lengan bawah, hasta, satu elo; mangastaasta, mengukur dengan elo; kemudian: menghina, merendahkan orang lain. II. asta, menyatakan keheranan: astaga!
Astu, mangastui, = mangantusi; astuan, makna, arti; marastuan, mempunyai arti (yang da-lam).
Asu, anjing, asu (kasar, sering kata mencaci); anak ni asu, boru ni asu, anak jahanam (sebagai vokatif); paasuasu, maki-makian dengan kata asu.
Asung, mangasungi, mangasunghon, menuduh, mencaci, memfitnah; pangasungi, pengumpat, pencaci, pemfitnah, orang yang suka bergunjing.
Asup, mangasupi, mengancam, menyindir, mengumpat, mengutuk; asupasup, ancaman dengan kata-kata.
Ata, mangata, makan daging mentah, yang hanya dipanggang sebentar (dari tata).
Atal, maratalatal marutulutul = manggalang.
Atap, bagian bawah periuk.
Atas, = ginjang; di atas, di atas; di atas ni, di atas dari; tu atas, ke atas; tu atas ni, ke atas dari; matas ari, tengah hari (harf matahari berada di atas); di atas ni ari Minggu, lewat hari minggu; si Atasbarita, gunung di Silindung; mangatasi, mengatasi, melebihi; mardiatasditoru, lengkap atas bawah (pakaian), punya harta dirumah, punya ternak di kandang (bawah rumah), yakni kaya.
Ate, ditambahkan pada pertanyaan: bukan? atehe = ate; juga: dikatakan tale = atehe ale; ate, juga: dipakai dalam jawaban dan berarti: anda lihat, itulah dia.
Ateate, hati, dalam psychologi Batak pusat penginderaan dan perasaan; karena itu sering sinonim dengan roha; parateatean, uluhati; mohop ateate, marah, panas hati; lambok ateate, senang, lemah lembut; hansit ateate, sakit hati, bersedih hati; metmet pe ateate ni rongit, ummetmet dope ateatengku, kecil hatinya nyamuk, lebih kecil lagi hatiku, murung sekali; mauliate, terimah kasih, merasa enak; mauliate rohangku, terimakasih; hamauliateon, rasa, ucapan terimakasih; parateate, pemarah, penaik darah, mudah tersinggung; atena, (=rohana),terserah dia; marateatehon, memperhatikan, menyimak; mangate, berani; simarateate, nama sej tumbuhan yang daunnya berbentuk hati.
Atehe, lih ate.
Atek, = atik.
Atena, lih. ateate.
Atik, mana tahu, mungkin, barangkali, entah, kalau-kalau, (juga: atek, aik, aek); atik boha, siapa tahu, barangkali; atik tung sura, kalau-kalau, boleh jadi; atik sering dihubungkan dengan kata tung (mungkin); atik tung mate ahu, kalau-kalau aku mati; atik pe, walaupun, sekalipun.
Atim, mangatim, meminjam, mendapat, beroleh, menikmati; mangatim di sangap ni raja do na sinuruna, utusan (wakil raja) mendapat kehormatan karena wibawa raja yang menyuruh dia, menikmati wibawa raja; pangatiman, seseorang yang menguntungkan orang lain karena mendapat dukungan dari dia.

Atup,
I. mangatup, berani menghadapi seseorang; paatupatup, seimbang (kekuasaan dan kekuatan msl dua kerajaan).
II. mangatupi, menyiapkan, mengatuk sekapur sirih, meramu sirih; sangatup, sebanyak dapat dimasukkan ke dalam mulut, sekapur sirih. Atur, atur, teratur; mangatur, mengatur; mangaturhon, memerintahkan, mengaturkan; maratur, teratur, rapi; paratur, keteraturan; aturan, aturan.
Au, = ahu; mangauhon, mengambil, merampas.
Auang, (= marauang), meraung mengenai anjing.
Auga, kuk kerbau; saauga, sepasang kuk; P.B.: ndang tarulahon sada halak dua auga dibagasan sansogot, tak mungkin satu orang menangani dua kuk kerbau dalam satu pagi, tidak bisa diharapkan dari orang mengerjakan sesuatu yang tidak mungkin.
Aum, suap (Angk); sangaum, sesuap.
Aun, mangaun, mengayun; parsiaunan, ayunan, jingkatan.
Aung, maungaung, memanggil-manggil.
Aup, maup, hanyut terbawa oleh aliran air; mate maup, mati hanyut, mati tenggelam; mangaupi, membuang ke dalam air; menghanyutkan; aupaup, sampah, kotoran yang terbawa oleh aliran air; aupaup ni Toba, cacian, sampah Toba, yang tidak bisa lagi dipakai disana.
Aur, maraur, dalam keadaan memanjang.
Aus, mangaus, piutang orang lain tentang mana diketahui, diam-diam diambil dengan keras; menipu, menyamun.
Aut, sekiranya, seandainya, andaikata, dalam kalimat bersyarat tetapi tidak dipenuhi; aut na tarbahen au, andaikata aku bisa (tetapi saya tidak bisa); juga dalam kalimat harapan: aut ahu ma nian raja, andaikata aku raja; aut ni, = aut; aut unang, seandainya tidak.
Ayat, ayat.

B
Ba,
I. kata seru menyatakan keheranan.
II. sebagai kata penghubung: dan, seraya, ya; partikel di tengah kalimat: ia olo ho, ba denggan, kalau kau mau, ya baiklah; sering digabung dengan kata, da, baba, dong, nah.
Baba, mulut (kasar), moncong, lobang; sering dalam kata-kata cacian; baba pintu, tempat masuk dan keluar pintu; baba ni liang, mulut gua; baba ni mual, asal sumber air; sangkababa, sesuap, sepatah kata; marbaba, bermulut; rantei babam, sip babam, tutup mulutmu, diam kau; pababababa, memaki dengan kata baba; mambabai, mulai mengajar sesuatu; menggurui; anak sibabaan, pelayan yang selalu harus diberi petunjuk dulu, baru bisa berbuat; matubaba, membeli beras sebagai persediaan; pambaba, lidi enau, yang dipakai alat perajut benang tenunan.
Babandir, sibabandir, sej kumbang yang dalam bahaya berpura-pura mati; sej tanaman paku.
Babap, marbabap, runtuh, roboh.
Babi, babi; sibabi na bolon, racun yang membuat perut kembung; babi di eme, dikatakan mengenai orang yang berzinah yang tertangkap basah suaminya yang sebenarnya berhak membunuhnya di tempat itu bagaikan seekor babi yang terdapat di ladang; boru sibabi jalang, pelacur, lonte; babion dibahen butongna, tidur, bermalas-malas, kekenyangan seperti seekor babi; babibabi, sej lawa-lawa.
Babiat, harimau, macan; babiat sibolang, harimau berloreng; babiat balemun, harimau besar dan sangat ganas; parbabiatan, sarang, tempat harimau; mangido gogo tu gajah, mangido tongam tu babiat, mencari kekuatan pada orang yang kuat, kemuliaan pada raja.
Babo, marbabo, sibuk dengan kegiatan menyiangi di ladang, merumput di sawah pada waktu padi masih pendek; mambaboi, menyiangi, merumputi; baboan, musim menyiangi di sawah; di hamamasa ni baboan, di waktu menyiangi (di Silindung pada bulan Desember dan Januari), menyiangi dulu umumnya tugas kaum perempuan; parbaboan, ladang dimana orang menyiangi; ndang hababoan rohana, ia tidak dapat diperbaiki, sulit dibina, payah berubah sikap; parsoro ni ari na so hababoan, seorang penderita yang tidak lagi dapat dihiburi.
Babolhas, sej. pohon perdu yang daunnya dipergunakan untuk penangkal (sipatolhas begu) sebagai persembahan makanan; bdk. bolhas.
Bada, perkelahian, perlawanan, percekcokan, perbantahan, pertengkaran, perselisihan; marbada, bertengkar, bercekcok, bersengketa; marbadai, saling berbantah, saling berkelahi; parbadabada, orang yang suka bertengkar; mamadai, memarahi, mencaci; pabadabada, menggalakkan orang untuk berkelahi; aha badam tusi, apa perselisihanmu dengan dia; badabada biang, berkelahi seperti anjing; artinya: sebentar-sebentar bertengkar, lalu segera berdamai lagi; bada rohana, culas, pendengki, suka mencibirkan orang, suka mencari pertengkaran.
Badak, binatang badak, rhinoceros.
Badan, tubuh, badan, (manusia, hewan dan benda-benda), dasar arus sungai; marbadan, berbadan, mempunyai tubuh; badan ni ulos, bagian tengah ulos, sebagai lawan tepi mengenai ulos.
Badar, I. horbo si badar, kerbau berwarna kemerah-merahan. II. mangangguk badar, meraung-raung, menangis dengan nyaring.
Badia, kudus, suci, sakti, saleh, sering = sahala; sorur ma ho, ale badia ni gurunghu, awal dari mantera, berkenanlah dikau hai arwah sang guruku; badia hatahutan, = tunggal panaluan; habadiaon, kesucian, kekudusan, kesalehan; parbadiai, hormati (sebagai yang kudus); parbadia, = namarsahala, kudus, mulia, sakti; Tondi Porbadia, Roh Kudus; ulaon na badia, perjamuan suci, ekaristi kudus, misa; na sangap, na badia, mulia dan luhur, dipakai untuk Tuhan dan manusia.
Badoar, sej rotan yang menyerupai buarbuar.
Badoatan, goyah, berjalan tidak tentu.
Baen, = bahen.
Baeo = bayo; baean, = bayoan.Baga, bagabaga, sesuatu yang dijanjikan, janji; parbaga, (diparbaga), menjanjikan sesuatu untuk diri sendiri, mengharapkan, menduga; parbaga, marbagabagahon, menjanjikan; pabagabaga so mahap, janji yang selalu diperbaharui, tetapi tidak pernah ditepati.
Bagalbagal, kain topo, sepotong kain yang sudah buruk = siantal.
Baganding, sibaganding, ular yang berloreng dan berbisa; nama daerah dilembah Batang-Toru; dopa sibaganding, lih. dopa; sibaganding naga mangupar, = pandingdingan (And).
Bagas, I. rumah; marbagas, punya rumah, artinya berumahtangga; pabagashon, mengawinkan; pardibagas, = pardihuta, isteri, bini, parbagasan, perumahan, tempat rumah berdiri atau akan dibangun; mamagashon, meniduri perempuan; di bagasan (ni), di dalam; tu bagasan, ke dalam; mandok dibagasan roha, memikirkan dalam hati sendiri; ninna rohana dibagasan, pikirannya dalam hatinya; parbagasan, bagian dalam; marbagasan, disebelah dalam mempunyai pola lain daripada yang di luar (tentang pakaian); pande bagas, tukang kayu. II. mendalam, dalam, juga dalam arti kiasan; pabagas, mendalamkan; P.B: patimbo hadabuan, pabagas halonongan, tinggikanlah tempat kejatuhanmu, dalamkanlah tempat tengge-lammu, keberadaan yang disombongkan menjadi tulah atau walat kejatuhan seseorang; bagas rohana, dia arif, bijak; bagas lapatanna, mendalam artinya. Bage, I.= gabe. II. marbagebage, berbagai-bagai, bermacam-macam mengenai sifat; mar-bagebage sitaonon ni jolma, penderitaan orang adalah beraneka ragam.
Bagi, bagi, bagian; sambagi, sebagian; mambagi, membagi; mamagi dua, membagi dua; marbagi, berbagi; bagian, bagian; sambagian, sebagian, satu bagian; dipambagi, dibagi-bagikan; parbagi, penyebut pecahan; bagibagian, jatah; parbagian, pembagian; siak bagina, bagiannya: kemalangan, malang, melarat; marsiak bagi, malang, miskin; manolsoli bagina, menyesal, menyesali nasibnya; mardua di tangan, marbagi di roha, membagi secara jujur, sebab berhubungan baik satu sama lain, seimbang, adil, bersikap sosial.
Bagiaha, = manang aha (Angk).
Baginda, baginda, gelar raja (di Angkola biasa dipakai, di Toba tidak).
Bagot, pohon aren, enau; bagot ni posoposo, buah dada atau tetek ibu, payudara wanita (halus); mata ni bagot, mayang enau bakal sumber tuak; P.B.: bagot ni tonggi, bagot sibalbalon, paet na jolo i, ba tu tonggina ma tu joloan on, pohon enau yang manis, bakal penyadapan tuak, bersakit-sakit dulu, bertambah manis kemudian; P.B.: tinaba bagot rap dohot pangkona, didok pe hatami, sai adong do bahenonku alona, ditebang enau bersama batangnya, apapun anda katakan, ada padaku jawabnya, keras kepala, bandel; bagot ni horbo, susu kerbau; bagot ni ruma, ornamen alas dinding ruma Batak berupa empat buah payudara wanita perlambang kesejahteraan dan pengayoman.
Bagudung, tikus; anak ni bagudung, anak tikus, cacian, nama bagi pelanggar sumpah, atau yang bersumpah palsu.
Bagulan, = bolon.
Bagur, sibagur, katak yang besar.
Bagure, sej pohon kayu; sibagure tano, perdu yang keras kayunya, daunnya sering dibuat jadi sapu halaman.
Bagus, bagus, elok.
Baha, (diwarisi?) sifat, watak, perangai; i nama bahangku, itulah sifat saya; bahana do i, sifatnya demikian, kepribadiannya demikian.
Bahal, gerbang kampung; bahal batu, sebuah nama desa antara Silindung dan Toba; jomba bahal, upeti penduduk buat pemenang perang agar desa mereka tidak akan dihancurkan.
Bahalbahal, bahalbahalon, luka karena sering digosok, msl: hidung diwaktu flu.
Bahat, banyak (Angk).
Bahe, batu-batu kecil yang dipakai anak-anak untuk bermain-main; parsibahean, tempat anak-anak bermain; sibahe, batu.
Bahen, mambahen, membuat, membikin, memperlakukan; bahen, untuk; bahen aha ? untuk apa? dialap bosi do bahen rabi, ia mengambil besi buat parang; pambahen, pembuat; pambahenan, perbuatan; bahenbahenan, ramuan, ulah, pekerjaan msl: ajiajian; bahen, baik, beres (yang dikerjakan), buatlah; dipambahen, dibuat bermacam-macam; aha bahenonku, aku mau bikin apa? beha bahenon, apa boleh buat? tarbahen, bisa, mungkin; ndang tarbahen, tak bisa, tak mungkin; ala ni aha umbahen? apa sebabnya maka? karena apa hingga? dia alana umbahen mate ibana, apa sebabnya dia meninggal? umbahen na mulak ahu, on do, sebabnya maka saya pulang, inilah; dia umbahen manjua ho? kenapa maka kau menapik? dibahen, dibuat, dikarenakan, disebabkan; talu ibana dibahen otona, kalah dia karena bodohnya; dibahen hatam umbahen mago hami, karena omonganmu kami hancur; bahenon ni, = dibahen, tetapi dibahen menunjukkan suatu peristiwa yang sudah terjadi dan bahenon ni menunjukkan sebab, yang akibatnya masih dinanti; msl: sega ma hauma binahen ni ari logo, sawah akan musnah karena kemarau; dibahen i, disebabkan itu, oleh sebab itu, karena; dibahen i ma, itulah sebabnya, maka itu; dibahen i do, umbahen, oleh karena itulah, dari sebab itulah; bahenon ni aha? oleh apa, dibuat apa? disebabkan apa?; bahenonmu, akan kau buat, olehmu; bahenonta, oleh kita, akan kita perbuat, d.l.l.; sibahen na jahat, sibahen na so uhum, pelaku jahat, pelanggar hukum; sibahen na malum, yang membuat sembuh, obat; sibahen na horas, apa yang membuat kuat; juga: yang membuat mabuk; sibahen dame, pembawa damai, pendamai. Bahir, terpisah letaknya, tengah, tepi; sambahir, setengah; bahir, pada satu sisi; bahir rohana, kelakuannya tidak seperti biasa msl pada kesedihan; marbahir, pergi kesisi lain, mengasingkan diri; anak bahir, ada ketidakberesannya, cacat, timpang.
Baho, I. marbaho, mengambil kapur barus. II. baho, sej pohon kayu.
Bahon, mamahoni, membalas, membayar; mamahoni utang, melunasi hutang dengan bekerja rendah pada yang berpiutang; manjalo pamahoni, menerima kerja untuk mengganti hutang si pekerja.
Bahota, tondi sibahota, lih tondi.
Bahudung, marbahudung, menarik diri ke hutan dan tinggal sendirian melawan musuh, bila ia mati dalam perlawanan itu orang tidak akan memperdulikannya dan tidak diadakan pembalasan; parbahudungan, tempat dalam hutan dimana orang seperti itu berdiam.
Bahue, sibahue, sej burung hutan.
Bahul, bakul besar dari jerami untuk menyimpan beras atau padi; raja marbahulbahul na bolon, sikap raja, murah hati, pendengar yang baik, penuh timbang rasa dan berbudi luhur; bahulbahulhon ma i tu roham, camkanlah dalam hatimu, perhatikanlah itu.
Bahung, sej pohon kecil.
Bahut, I. ikan lele (kecil dan enak). II. bahutbahuton, menderita penyakit kelenjar yang bengkak, penyakit beguk, diobati dengan sibahut; sibahuton hata dibahen ho, terganggu pembicaraan gara-gara kau.
Baion, sej pandan yang dipakai untuk menganyam tikar dan bakul.
Bait, baik, cocok.
Baja, sej pohon yang getahnya menjadi bahan penghitam gigi; marbaja, memakai baja; mamajamajahon, mengoleskan (seperti baja) msl: gambiri pada luka; bajahon tu roham, camkanlah itu dalam hatimu; lan bajabaja ni rohana, dia adalah penuh dengan akal muslihat; suhut situtung baja, orang yang memulai bertengkar dan menjadi pokok pertengkaran itu; sibaja ihur, orang yang kalah dalam persengketaan, bila dua orang berselisih, maka orang yang kalah itu disebut harus melapukan baja dalam pantatnya.
Bajak, = Batak; sibajak parbinotoan, pengumpul ilmu yang rajin, seseorang yang karena kerajinannya cepat dapat memperoleh banyak pengetahuan.
Bajan, bagan, rancangan; juga goresan, bekas pola asli yang masih dapat camping; runtuhan kampung.
Bajang, anak bajang, anak yang lahir cacad, anak keguguran; juga sebagai kata cacian; aek bajang, air tuban-tuban.
Bajar, masih remaja, muda mengenai manusia dan binatang.
Bajaure, sej tumbuh-tumbuhan yang menyerupai simaremeeme, yang ditaruh dalam bubu sebagai pemikat bagi ikan.
Baji, bajibaji, baji (untuk memelah kayu); mamaji, membaji; sibaji hau tindang, sibola aek sasunge, yang membaji pohon tidak rebah dan yang membagi air sungai, yaitu orang yang mengadakan pecah belah antara orang-orang yang bersatu, pemecah belah.
Bajik, pertanda baik (dipakai dalam pustaha).
Bajiri, tikus kecil.
Bajo, marbajo, mengintip orang, pergi untuk menyamun orang; mamajo, menyerang orang; bajoan, tempat penyamun bersembunyi; parbajo, penyamun orang, perampok; mamajo hata ni si Anu, mengamat-amati perkataan seseorang.
Bajogit, bajogiton, terkejut, merinding ketakutan.
Bajora, I. sej tanaman berduri, serta buahnya yang pahit yang menghasilkan getah seperti baja. II. bajoraon, sangat terkejut.
Baju, baju, baju luar; bajubaju, = idem; baju partahanan, baju yang disalut dengan potongan-potongan besi; baju pamodil, baju yang dicat merah dengan dapdap yang dikenakan orang yang menembak di horja; baju ulubalang, kain panjang dari abit hasumba yang dikenakan oleh para pahlawan; baju udan, mantel hujan; anak baju, kemeja; marbaju, berpakaian, berbusana, dikatakan tentang perempuan yang belum melahirkan, karena selama itu mereka menutup teteknya; bila mereka telah mempunyai anak, mereka membuka baju itu karena lebih gampang menyusui anaknya; na marbaju, perawan, gadis, remaja; nunga tanggal bajubajuna, ia telah menanggalkan bajunya, yakni ia telah mendapat anak, itu juga dikatakan tentang binatang msl ayam; mamajui, mengawinkan satu pasangan dengan lilitkan mereka bersama dengan sehelai kain; di Angkola mempelai perempuan menerima baju yang dihias dengan mutiara; ari pamajuion, hari pernikahan; juhut ungkapan bajubaju, daging bagian dada hewan; bajubaju ni linta, tumbuhan rawa yang daunnya terapung-apung di atas air.
Bajur, baik, teliti, cermat, rapi mengenai pekerjaan.
Bajut, = hajut, tas.
Bak, gampang dibelah, mudah belahan.
Bakbak, mabakbak, terkelupas, mengalir (tentang air mata); mambakbak, melepas, mengelupas (kulit kayu); sambakbak ulumanis, sebungkus kulit manis, sebanyak sekali mengambilnya.
Bala, I. sekutu dalam perang; mamala, kawan-kawan yang diundang untuk perang dan memberi makanan kepada mereka (marhara); bala Toba, penyakit menular yang berasal dari Toba, kolera; balajau, penyakit yang berasal dari kejauhan; jambala tua (= longit), potongan daging yang dikirim kepada musuh sebagai pernyataan perang; pajongjong jambala tua, pernyataan perang. II. sibala, sej pohon hutan yang lembut, tidak cocok menjadi bahan bangunan.
Balage, pertikaian, perbantahan; marbalage, bertengkar, tidak sependapat; masibalagean, tidak cocok satu sama lain, saling menyindir, bertengkar, saling berbeda pendapat.
Balak, kotoran pada kulup penis.
Balanja, tabung bambu yang bercorot dan memakai tutup.
Balanjo, bekal yang dibawa di perjalanan, pangan, persediaan pangan, balanja (mungkin dari lanja, = bohal ni parlanja); juga: upah, gaji.
Balang, I. ali-ali, ketapel ayun = ambalangan; ulubalang, ahli bidik dengan ali-ali, pendekar. II. tidak mengena sasarannya; balang do danggurmu, balang do reongmu, lemparanmu tidak mengenai, lontaranmu tak kena.
Balanga, belanga, kuali dari besi; balanga saruam, sej kuali yang besar.
Balatuk, tangga; balatuk tunggal, sebatang kayu yang ditakik-takik hingga bisa dipakai sebagai tangga; santi balatuk, semua laki-laki bertanggungjawab untuk turut bertempur dalam perang (balatuk disini sebagai pars pro toto untuk seluruh rumah) pengaman tangga, penanggungjawab keamanan; balatuk sidean parnaehan, tangga yang mempunyai banyak anak tangganya, nama tangga rumah dalam doa-doa yang beralamat.
Balau, biru; mamalaui, membelau cucian, membirukan.
Balbal, pentung, kayu pemukul, belantan, gimbal, pukul dengan gada, banting; mambalbal, membanting, memukul, msl bagot yang harus dipukul lama sebelum tuak keluar; mambalbali, membantingi orang, memukul.
Bale, I. takaran, = 1/4 solup (= tangkar); mamalai, menjual padi dengan bale, maka: dalam jumlah kecil. II. balai, pondok kecil; bale ni na mate, rumah mayat yang kecil di atas kuburan; bale ganjang, tempat bermalam; balebale, gubuk-gubuk, pondok, teratak, dangau.
Baledang, nama sej ikan laut.
Balemun, harimau yang besar.
Balerong, belerong.
Balga, besar, gemuk, kuat; lam tu balgana, semakin besar; balga hatana, omong besar, membual, pembicaraan kasar dan menyakitkan hati; marsibalga, marnabalga, tidak sama besarnya, berbeda besar; habalgaon, besarnya; pabalgahon, memperbesar, memperluas; na balga, orang yang berkuasa, pembesar; balgana i, betapa besar.
Balge, = balga, besar.
Balging, I. sambalging, sekerat, sepotong. II. tidur tanpa selimut atau pakaian, telanjang.
Balguk, na balguhan, = na balga.Bali, diusir, dikeluarkan dari kumpulan, dikucilkan, menyeberang, menular (penyakit); sahit na olo bali, penyakit yang menular; parbali, penjangkit; pabalihon, mengusir, mengeluarkan, membuang; marbalibali, bersifat menular (ten- tang penyakit); habalian ni huahua, tempat pembuangan kuah, tumpuan ampas, orang yang selalu dituduh.
Balian, (berhubungan dengan bali) bagian luar, luar kampung; di balian, di sawah; di balian ni, di luar; tu balian, ke sawah, ladang; parbalian, laki-laki (suami) yang bekerja di luar (baliknya isteri yang disebut pardibagas, pardi-huta); bagian luar; parbalian,laki-laki yang bekerja di sawah atau ladang; dung salpu parbalian, bila para lelaki telah meninggalkan kampung.
Baliang, sej tumbuhan merambat.
Baliga, sisir pada perkakas tenun.
Balige, (= baliga?), nama kota pinggir Selatan Danau Toba.
Balik, terbalik, terputar, sisi sebelah, lain dari yang sebenarnya, salah, keliru; pabalik, memutar balikkan (msl kata-kata); P.B.: molo sipabalik tano, dodak lompanna, molo sipabalik hata juhut lompanna, pengolah tanah, berlauk dedak, pengolah kata, berlauk daging; marbalik, berpaling, memutar, murtad; marbalian mata, berputar-putar mengenai mata; sibalik mata, yang suka menipu, memperdaya seperti tukang sunglap; sibalik bija, = sibalik mata, juga sej parsili yang membuat penyakit berbalik; sibalik hunik, merah fajar, langit yang menguning di waktu pagi; balik buhu, unit perapian dapur yang terbuat dari kayu; marsibalik, mendelik (mata); baliksa, baliksa apala, apalagi, justru sebaliknya, malahan; di balik ni i, kecuali, sebaliknya; di balik ni pintu, di belakang pintu; pamalik, tengkulak, pedagang perantara; balikbalik, lapis jerami atau daun pisang untuk membagi daging; mamalikmalik, (dibalibalik), mengikat tangan orang di punggungnya; balikbalik angin, pohon yang daunnya putih-putih sebelah bawah dan nampak bila ditiup angin; balikbalik anduri, sej permainan pada mana belakang anak-anak satu sama lain mengenai dan tangan mereka saling berpegangan sehingga mereka terombang-ambing ke atas ke bawah; lih juga: anduri; balik, pisau dua mata; balik rohana, berobah sikap, berobah pendapat, dikatakan tentang seorang gadis yang berobah sikap terhadap seorang pemuda; balik tahe, (balik), malah sebaliknya; balik….balik, baik…, maupun (Angk) : barik…. barik); habalian, baliknya, lainnya, lawannya.
Balimbingan, motor bis yang kecil.
Baling, baling, berputar, serong karena angin; mamalingi, membengkokkan; marbalingan, berputar tentang benda-benda; baling, tang pembaling mata gergaji; balingbaling, baling-baling, msl alat mengusir burung dari sawah; marbalingbaling, senantiasa berputar-putar.
Balingbing, belimbing; balingbing hau, sej pohon tamarinde; balingbing andor, sej kacang tanah.
Balingkas, mamalingkas, memeriksa semua dengan tangan, mengacau-balaukan.
Balingkuhu, tungku dari kayu sebagai pengganti batu.
Balingsu, tarbalingsu (dari baling?), terkilir, keseleo, terpelecok (tentang tangan dan kaki)
Balintang, kayu pengikat pagar yang dipasang melintang.
Balisa, gelisah, tidak tenang; balisaon mata, mata tidak mau tidur.
Baliung, beliung; habahaba sipoting baliung, pusaran angin (dari baling).
Ballong, lambat, perlahan sewaktu berjalan dan dalam perbuatan.
Balo, balo roha, senang; pabalo roha, (= paombun) menyenangkan orang, membuat hati senang dengan mendengarkan orang; dipabalo, memberi reaksi atas obat yang dimakan.
Balobas, tongkat berbentuk belebas yang dipakai sewaktu bertenun, belebas; balobas ni hata atau ulaon), pokok utama.
Balobat, sej ulos.
Balobung, dalan balobung, jalan besar dan lempang (mungkin ada hubungan dengan lobung, lempang, terbuka, dimana musuh tidak ditakuti).
Balok, parit yang menandakan batas, batas, watas; marbalokhon, berwataskan; parbalohan, perbatasan; hotang pamalok, seutas rotan dengan mana orang menarik garis lurus di ladang untuk membuat parit-parit kecil antara batang-batang padi; hombar balok, tetangga terdekat, yang berbatasan langsung; paorot balok, menggeser patok batas; balokbalok, uang atau cincin dari pasien kepada datu agar penyakit itu tidak menular pada dukun; hau balok, pembidangan dari balok-balok besar di atas mana rumah dibangun (Angk)
Balom, getah pohon meang.
Balontung, bunga api yang berpui-pui di atas api.
Balope, daun pisang yang dipakai sebagai pembungkus sigaret.
Balos, mamalos, mamaloshon (tu), membalas, membalaskan; marbalos, berbalas, mendapat balasan; mamalos surat, membalas surat; pamalosan, pembalasan; balos ni, balasan, akibat dari (baik hal yang baik maupun hal yang jahat); uhum na roa balos ni uhum na denggan, budi dibalas jahil.
Balsak, marbalsakbalsak, memercik mengenai darah.
Baltang, ulat-ulat lalat yang terdapat di luka-luka.
Baltuk, na baltuhan, besar (hanya di Toba). Balu, I. mabalu, dalam keadaan janda, duda; na mabalu, janda, duda; manghabaluhon, balu dari mendiang si….; na hinabaluhon ni si B, janda/duda mendiang si B; sai huhabaluhon ma ho, cacian di antara suami-isteri; bagusan kau duluan mati. II. ronggur balu, petir dahsyat.
Baluam, sej pundi-pundi tempat uang.
Baluang, ikat pinggang dengan kantongan uang diselipkan.
Baluangja, rantai kecil pengikat tangan.
Balun, mamalun, gulung, menggulung (tikar); balunan ni abit, = balunan, simpul yang mengikat pakaian, dalam simpul ini disimpan segala sesuatu; paramak so balunon, seorang yang kaya yang sering kali menerima tamu sehingga tikar untuk tamu tidak pernah digulung.
Balungbalung, penyakit pada perkencingan anak-anak; balungbalungon, menderita penyakit balungbalung.
Balungun, begu sibalungun, hantu, penyakit yang berasal dari si Balungun.
Balut, mamalut, memalut, membungkus; mamaluti, membaluti, membungkusi; mamaluthon, membalutkan; balutan, balutan, bebat; tali balut, tali balut, untuk membungkus.
Bana, montan bana, = marhangoluan, lih ontan.
Banda, parbandaan, kuburan; mamandahon, mengebumikan, mengubur.
Bandar, pondok tempat bermalam, sering dipakai sebagai nama kampung; Bandar Pulo.
Bandat, lamban, berat, lambat.
Bandaulu, nama semacam tumbuh-tumbuhan yang harum baunya dan menyerupai banebane.
Bandera, bendera, panji-panji.
Banding, I. agak berjauhan se-dikit, tidak ramah lagi terhadap orang. II. terpisah; pabanding, menyampingkan.
Bandol, (tentang makanan) ke-ras, alot, kenyal; = bendel.
Bane, I. siala bane, pemberian (jatah) yang teman-teman sekampung menerima kalau seorang gadis dari kampung itu dinikahkan atau kalau sawah atau ladang dijual. II. banebane, tumbuhan yang berdaun wangi.
Baneara, tumbuhan yang kalau diaduk dengan arang, menjadi bahan pewarna kain (ulos).
Banga, lebar, terbuka lebar-lebar.
Bangal, kering tentang air susu wanita; tentang enau yang tidak menghasilkan tuak lagi.
Bangar, besar; lali bangar, elang besar; na bangarbangar, besar (tentang manusia dan ternak).
Bangbang, lebar, luas, lapang, longgar.
Bange, tano bange, sej batuan putih dan asam (tanah liat) yang halus dan lunak yang bisa dimakan karena dianggap enak sebagai sedapan.
Bangga, = banggal.

Banggal, besar, kuat; mabanggal, lebar mengenai dada dan muka, bertulang.
Banggang, = banggal.
Banggar, (juga banggal), besar, kuat.
Banggas, kuat, keras hati.
Banggik, sej biawak; rungkung banggik, sej pohon kayu.
Bangging, sambangging, sepotong, segumpal daging.
Banggor, sedikit serak, agak parau.
Banggua, sibanggua, = subang, dilarang.
Banggungbanggungan, sej ampang membawa daging.
Banggur, sedikit panas.
Banggura, sibanggura, sibanggua, bdk pungga.
Bangka, (= talha), takik pada balatuk; mamangka, menakik batang kayu supaya bisa dipanjat; bangka rohana, terluka perasaannya.
Bangkal, I. timbaho bangkal, sej tembakau Batak. II. bangkalbangkal, tidak subur (tentang tanah).
Bangkang, terlalu besar, terlalu tua; bangkang ompaon, terlampau besar untuk digendong; bangkang daging, kaku.
Bangkar, kulit pohon enau yang keras yang terdapat pada cabang bawah dan meliliti ijuk, bersama ijuk ini merupakan bahan yang berharga untuk menutup atap; bangkaran, bunting (tentang ternak); parsili bangkar, orang-orangan (parsili) yang terbuat dari pelepah enau, sebagai silih penangkal cedera wanita hamil.
Bangkara, wilayah dan tempat pemukiman Raja Sisingamangaraja di Selatan Danau Toba.
Bangke, bangkai binatang atau jasad orang yang meninggal; bangke ni duhut, = bangkiang, arun bangke, demam merana (silupa).
Bangki, sibangkion, air, gulokgulok ni sibangkion, = dengke, udang dan segala-galanya yang hidup di dalam air.
Bangkiang, rumput dan tunggul jerami di sawah yang sewaktu mengerjakan sawah itu dimasukkan untuk menjadi pupuk.
Bangkin, tidak senang, gundah, suram, murung; bangkin rohana tu ahu, dia tidak merasa enak pada saya, dia menentang saya.
Bangkir, I. sambangkir, satu rupiah; rupia bangkir, satu rupiah (bukan rupia tali; sada tali = 25 sen). II. mambangkir, memotong dan memelah hingga sisanya tak berarti; pabangkirbangkir, membelokkan ke kanan ke kiri; mabangkir, lepas (potongan-potongan kecil dari luka). Bangkiring, tali pengikat, msl kebaya pada pinggang (ganti kancing).
Bangkirison, kurus kering (tentang orang atau anjing).
Bangkit, bangkit, berdiri, dinobatkan (jadi raja); bangkit raja, dinobatkan jadi raja; pabangkit, mengangkat seseorang ke kedudukan terhormat; hababangkit, penobatan, pengangkatan, pelantikan.
Bangko, darah daging, perangai, khasiat, akhlak, tabiat, sifat, watak, perilaku (tentang manusia dan binatang); bangko hian, sifat alami, asli, sifat yang mendasar; bangkona i, sudah sifatnya itu, tidak dapat diobah-obah, lazim demikian; juga: pangalahona do i, lazim demikian, tidak dapat diobah-obah.
Bangkol, lamban bergerak, perlahan-lahan, sungkan, enggan, berat hati, tidak suka; bangkol rohangku, enggan aku, berat hatiku, saya tidak suka (lawan: gigir).
Bangkos, berbau tak enak, berbau busuk (mengenai nafas).
Bangku, bangku; marbangkubangku, berbentuk bangku, berbangku-bangku.
Bangkudu, bengkudu, air akarnya menghasilkan getah warna merah untuk mewarnai benang tenunan; P.B.: sinuan bangkudu, tigor dangkana, mardalan pangulu, ditimbang hinatana, bengkudu ditanam, dahannya lurus, kalau pemimpin berjalan, semuanya yang dikatakannya ia mempertimbangkannya. Bangkurak, = tangkurak, tengkorak.
Bangkurung, sej jangkrik hitam.
Bango, dewasa, bersifat kelaki-lakian.
Bangsi, sej kampak, beliung.
Bangso, bangsa, kaum.
Bangun, I. = domu, bangunan ni roha, kesayangan teman karib kepada siapa segala-galanya dapat dikatakan (= hasudungan ni roha); sabangunan, sepasang, satu perlengkapan; ogung sabangunan, seperangkat gendang; ulaula tonun sabangunan, satu set alat tenun; ulaula ni tungkang sabangunan, seperangkat alat tukang; mamangunmanguni, mengadopsi secara pesta seorang yatim-piatu dalam marga yang asal usulnya tak jelas. II. bangunbangun, sej tumbuhan sayur; bangunbangun ni begu, sej tumbuhan liar; bangunbangun na bara, sej tumbuhan liar.
Baning, kura-kura yang besar.
Banjar, I. deretan, baris; sambanjar, satu deretan, sebaris. II. = huta, kampung; P.B.: tais pe banjar ginjang, mandapot do i raja huta, bagaimanapun panjangnya sebuah kampung, terdapat juga pemimpinnya.
Banje, beres, tuntas, komplit; nunga banje, persoalan sudah beres; banjebanje ulaon, tuntas pekerjaan, beres pelaksanaan tugas tanpa gangguan, tidak terbengkalai. Bansat, lambat, lamban.
Bansir, terserpih; mamansir, menggoyahkan, mengeping, menyerpih; sambansir, sekeping; bansir panailina, pandangannya marah, marah kelihatan.
Bansor, iba, kasihan, sedih tetapi tak dapat menolong, menaruh sangat belas kasihan.
Bantal, bantal.
Bante, mamante bodil, menyiapkan bedil untuk ditembakkan; parbantebantean, sesuatu yang dipakai untuk membalas dendam; bantebante, sisa (uang modal) msl orang menjual kulit kuda mati, uang kulit yang sedikit itu disebut bantebante.
Banto, jaring untuk menangkap burung.
Banua, negeri, jagad, daerah, benua, dunia wilayah; banuaginjang, kayangan, jagad atas, benua atas tempat tinggal dewata; banua tonga on, jagad tengah, dunia ini, bumi ini; banua toru, jagad bawah, benua bawah, tempat tinggal begu; banua banyak dipakai dalam nama wilayah: Banua Rea, Banua Aji.
Bao, tingkat kekerabatan: isteri saudara laki-laki isteri seseorang; atau : suami saudara perempuan suami seseorang; juga: menantu laki-laki; dalam adat Batak dilarang keras menikahi bao, kalau menjadi janda; bao rohana, hatinya agak risih, mulai renggang yang sebelumnya akrab; anak baobao, semua orang dari marga lain daripada marganya sendiri, bisa mengawini puterinya, juga putera-putera seorang lelaki yang tinggal di rumah mertuanya, bao, juga: sapaan untuk seorang laki-laki; baobao ni api, boaboa ni api, lih boa.
Baoa, lelaki, seorang laki-laki, pria; baoa parhalang ulu, atau baoa parjuluon, pria sebagai kepala rumahtangga; baoa parbalian, pria, karena dia bekerja di luar (sawah, ladang); sangkar so baoa, perempuan yang berwatak laki-laki; baoa adi, lih. adi.
Baoang, bawang.
Baor, I. mabaor, hanyut, mengalir, terbawa oleh air; dibaori aek, dihanyutkan air. II. baorbaor, per di dalam jam, pelantik di dalam bedil, picu perangkap, jerat; baor ni hail, pelampung pancing, joran; pamaoran, sengkang.
Baot, baotbaoton, salah bicara, mencaci.
Bap, tiruan sesuatu yang rebah; marbabap, rebah.
Bara, I. kolong rumah, tempat tinggal ternak waktu malam, kandang; bara ni hoda, kandang kuda; pabarahon, memasukkan ternak ke kandang; sijalo bara, nama kerabat yang pada mengawinkan perempuan menerima bagian yang terbesar setelah parboru; bagian ini adalah tau pabaraon, yaitu yang dapat dimasukkan ke kandang, jadi ternak, oleh karena itu orang ini disebut juga pamarai, oleh sebab dia menerima mas kawin (= yang membawa ke kandang) bagiannya disebut juga upa pamarai. II. na bara, cokelat (tentang warna kuda dan pakaian); sibara mata, sej burung. III. barabaraon, pertanda usia anak kecil: berumur satu sampai tiga bulan.
Baragas, babi hutan.
Barak, barakbarak ni hambing, kandang kambing.
Barakbak, jaring untuk menangkap burung.
Barang, barang, benda, barang dagangan.
Barangan, sej pohon, yang bu- ahnya dapat dimakan.
Barangsi, = na so uhum, tidak pantas, tak senonoh, kurang ajar, kotor; hata barangsi, kata-kata tak senonoh.
Barani, berani; barani ibana, berani dia; habaranion, keberanian.
Barasbas, terlalu ramah di situasi yang tidak pantas.
Barat, melintang; pabarat, me-lintangkan; pamarati di hata,memutarbalikkan kata-kata; ba-rat pamerengna, matanya marah;Huta Barat, wilayah di Silindung; mamarat, melintang, me-malang.
Barbar, mambarbar, mengerjakan kayu atau batu dengan rimbas, menetak, mengampak, memarang; tungkang pambarbar, pengampak, orang yang ahli dalam merimbas.
Barebe, sej rumput.
Barerang, belerang; nota: sering huruf l dalam bahasa Indonesia menjadi r dalam bahasa Batak, msl layar – rayar; lapar – rapar; kelambir – harambir; iar – riar; luar – ruar; tano barerang, tanah belerang.
Bari, I. basi, mengenai rasa msl nasi, juga: citarasa dalam mulut; baribari, basi; daon bari, (obat terhadap rasa basi) sekapur sirih atau tembakau; manghabarion, memperdulikan sesuatu. II. bari = asi; bari roha = asi roha.
Baria, peka, mudah merasa sakit, msl tentang mata, juga: arti kiasan, mudah tersinggung.
Bariba, sisi, seberang, sambariba, sebelah, separoh; horbo sambariba, setengah kerbau; sambariba horbo, satu daerah yang bertanggungjawab untuk setengah kerbau pada pesta horja; sambariba musu, separoh musuh; parbaribaan, ukuran setengah hewan; jabu bariba, rumah sebelah; tabo hata sambariba, ucapan sepihak enak didengar (sebelum didengarkan pihak lain); ndang martopap tangan sambariba, mana bisa bertepuk tangan sebelah, satu orang saja tidak bisa mulai bertengkar; di bariba on, di pihak sini; di bariba an, di seberang sana; di bariba, di seberang, di luar negeri; di bariba ni, di seberang; di bariba ni dolok an, di balik gunung sana; tu bariba, ke balik, ke seberang.
Baringbing, balung ayam jantan; baringbingon mata, sej penyakit mata (yakni kelopak mata yang berdaging tumbuh); baringbing ni dolok, punggung gunung. Baringin, I. pohon beringin; parbaringin, = parsanggul baringin, agama kebatinan Batak, imam agama kebatinan, yang bersanggulkan daun beringin pada upacara kurban; manjungjung baringinna, mempertahankan wewenang, otonom, mandiri, tidak tergantung pada orang lain (dikatakan tentang harajaon atau desa yang mandiri). II. kuda atau ayam jantan (menunjukkan kelamin); marbaringin, (tentang hewan) bersetubuh; mamaringini, mengawinkan ternak.
Bariris, (ada hubungan dengan baris), berbaris, baris, teratur, berjejer.
Baririt, = bariris.
Baris, I. baris, jalan yang biasa dijalani hewan; P.B.: barisbaris ni gaja di rura pangaloan, molo marsuru raja, denggan ma nioloan, ia so nioloan, tumunda hamagoan, molo oloan, dapotan pangomoan, barisan gajah, di lembah pangaloan, bila raja bertitah, elok diyakan, bila tak diyakan, berakibat merugikan, bila diyakan, alamat keberuntungan; marbarisbaris, berbaris-baris, berjejer-jejer; barisan, barisan, jajaran. II. mamaris, memestakan seseorang yang baru luput dari tangan musuh, menyambut tamu agung atau orang yang baru dilepaskan dari pasungan.
Barita, berita, kabar, pesan, penghormatan pribadi; barita mago, berita buruk, kabar jelek; barita gabe, kabar baik, berita sejahtera; barita angin, kabar angin, desas-desus; barita na uli, Injil, Evangelium; barita las ni roha, berita suka cita; barita, juga: terkenal, masyhur; sega baritana, rusak nama baik; tarbarita, terkenal, termasyhur; mamaritahon, mengumumkan, memberitakan; parbarita na uli, atau siboan na uli, pembawa berita baik; natarbaritaan, amat termasyhur, yang paling terkenal.
Barjing, barjing panaili, marah, melihat dengan tak senang hati; barjing roha, tidak senang hati, merasa tidak puas.
Barjit, terasa mulai basi sedikit (tentang tuak).
Barnit, (= bernit), berduka cita, bersedih hati, perih, sakit.
Baro, bisul, abses, barah, borok; baroon, berbisul, bisulan; baro buni, disentri amubawi; baro rarat, kanker; baropapan, bisul yang keras; baro imbulu, bisul pada akar bulu rambut; baro ulok, radang pada limpah; baro habang, sengal, encok, jerawat; songon aeon baro, seperti sakitnya bisul, penyakit atau penderitaan yang tak memancing perhatian orang, sakit tapi tak bahaya (oleh sebab dia yang bisulan itu tidak dikasihani).
Baroba, = ambaroba.
Barobo, mambarobo, mencuri.
Barombom, besar (tentang badan manusia).
Barse, barsebarse, bakul dari jerami yang sudah tua.
Barsi, bersin; barsibarsi, bersin.
Baru, (pendekan dari imbaru), baru; taon baru, tahun baru.
Baruang, beruang; horbo sibaruang, kerbau yang ada bintik putih sekitar matanya dan punggungnya putih; biang sibarung, anjing yang ada bintik putih sekitar matanya.
Baruas, beruas.
Barubus, tempat dalam mana orang menyaring air abu untuk mendapat mesiu.
Barunjat, ulos barunjat, sej ulos.
Barung, satu duit, duit logam yang dulu berlaku. II. sibarung, burung bangau. III. barungbarung, gubuk, dangau, pengepungan.
Barungbung, lembah antara dua gunung.
Barunge, sej pohon kayu.
Barur, bekas pikulan, garis, kerut, jalur, balur, gerugut; marbarurbarur, berjalur-jalur, berbaris, berkerut, bergerugut (msl tanduk rusa); baruran, petak untuk tanaman msl kebunubi (gadong).
Barut, gondok; baruton, gondokan, bergondok.
Barutu, marbarutu, kasar, tidak rata mengenai permukaan, tidak mulus.
Bas, tiruan bunyi “bas”; marlabas, bunyi tembakan.
Basa, I. ramah, baik, karunia, murah hati, suka memberi; marbasa, berbaik, bermurah hati; denggan basana, kebaikan, kemurahan hati; mardenggan basa, bermurah hati; asi roham, denggan basam, doa: berbelaskasihan dan bermurahhatilah Dikau; basabasa, pemberian, anugerah; mamasamasahon, (dibasabasahon), meng- (di-) anugerahkan; ngenge basa, cacar air yang kecil dan tidak bahaya; dalmet batu pinasa, lambok soada basa, lembut batu nangka, berbicara manis tidak suka memberi, budi bahasa baik tanpa pemberian; uli basa = denggan basa. II. basa (dari =masa) menunjuk waktu yang akan datang, berikut; basa onan, pekan berikutnya; basa minggu, minggu yang akan datang; basa adui, kelak di kemudian hari; na basa onan i, hari pekan yang baru lewat; na basa minggu i, minggu yang baru lewat.
Basahan, = basan, kain yang buruk.
Basan, pakaian bekas pakai, basahan, celana mandi, celana yang dikenakan di waktu mandi atau pekerjaan kotor.
Basang, nae basangbasuhi, demikian disebut tataring (perapian) pada upacara persembahan (mangupa) sambil melumaskan makanan pada benda-benda tersebut.
Basar, I. ramah, manis, lemah lembut, suka memberi; basar manamuei, suka menjamui orang; habasaron, kebiasaan suka memberi dan menjamu orang, bermurah hati. II. basar, besar, agung; tuan basar, tuan besar. Basbas, mambasbas, mengeluarkan akar pohon dari tanah dengan memakai kayu dan baji.
Basbason, jerami dari ri atau hadudu yang dipakai sebagai atap.
Base, basebaseon, buruk, tua, usang, aus, lusuh karena sudah lama dipakai.
Basi, sejumlah uang yang masih perlu dibayarkan untuk menggenapi jumlah itu: (= panendek, lih tendek).
Basiang, sej tanaman yang daunnya dipakai untuk menganyam.
Basiha, = tiang.
Basir, duri, benda tajam seperti bambu runcing yang dimasukkan ke tanah sebagai rancau terhadap musuh; hona basir, kemasukan duri atau benda tajam; tarbasir, idem; basirbasir, merasa dirinya seakan-akan ditusuk.
Baso, I. adat istiadat, adat sehubungan dengan apa yang terlarang; na umboto baso, orang yang tahu aturan, msl dalam pembicaraan; gilogilo baso, gangguan jiwa yang enteng pikirannya tidak waras. II. baso = hambar, hambar, kehilangan rasa aslinya; hapur na baso, kapur yang tak ada kekuatan lagi, tawar; baso parbinotoan, pengetahuan yang tidak tepat lagi, tidak persis. III. baso, bahwa dalam kalimat yang menegaskan; hudok baso hatangki, kukatakan bahwa ucapanku benar; juga: basa. IV. sibaso, laki-laki tetapi terlebih wanita yang karasukan roh; juga: bidan yang sekaligus: dukun; sibaso na bolon, medium; juga: sebutan roh ompu parsadaan ni sada horja, nenek bersama dari seluruh kesatuan persembahan, dari dia diharapkan berkat kelahiran anak. V. baso, berkurang mengenai kesaktian dan dukacita.
Basta, = isara; basta baoa, sifat khas lelaki.
Basu, mamasu, mencuci.
Basuhi, lih. basang.
Basung, tangkai kapak.
Batahi, cambuk, cemeti, alat penyiksa, tongkat.
Batak, mamatak, menunggang kuda tunggangan sambil memacunya untuk jalan cepat; batak hodami, larikan kudamu itu; piga dan batahonmu, berapa lama kau tempuh dengan menunggang kuda; habatahon, masalah batak, adat dan hukum suku Batak; manghabatakhon, menterjemahkan dalam bahasa batak, membahasabatakkan; batahi, tongkat penggiring ternak; arti kiasan juga: cemeti, cambuk.
Batang, batang kayu, dasar arus sungai, peti mayat; juga: pembantu bilangan; dua batang, dua buah, dua biji; batang ni hau, pertengahan batang kayu; batang aek, sungai; batang toru, nama sebuah sungai Batang Toru di Tapanuli Selatan, dimana aek Sigeaon dan Situmandi, bergabung; pamatang, badan, tubuh, sosok (kata asal: batang).
Batangi, sabatangi, sawah sebesar satu teras; batangi niapus, sumpah, hapus seperti pematang (lih. gana).
Batarbatar, rumah jaga dari mana orang mengamat-amati musuh juga: panggung bambu di atas air danau tempat para nelayan duduk sewaktu membuang jalanya.
Batara, I. Batara Guru, salah satu dari tiga dewata Batak. Gelar lengkapnya, batara guru paniangan, batara guru panungkunan, batara guru pandapotan, panungkunan ni uhum, pandapotan ni patik di jolma manisia, dalam doa Batara Guru serentak dipanggil bersama Soripada dan Mangalabulan (Malabulan) dan Mula Jadi Na Bolon, yang empat ini adalah dewa yang tertinggi; yang tiga pertama hanya disebut saja dewa yang tiga, ketiga dewa. II. bataraon, ganas, marah sekali; batara inaina, seorang laki-laki yang bertengkar dengan para perempuan di kampung.
Batas, batas.
Batil, panci masak untuk candu.
Batin, batin, dalam batin, tersembunyi, rahasia.
Bating, cerdik, pandai mengenai datu.
Batis, keping, penggal, kerat, potong; sambatis, sepenggal, sekerat, sepotong (msl sepotong kayu yang dipotong lu-rus); mamatis, memotong lurus.
Bato, bongkah tanah sebagaimana dipakai untuk mendirikan kubu (galogat); tano bato, kubu dari tanah; partanobatoan, idem.
Batong, potongan badan yang kuat dan buntak.
Batoran, = aturan.
Batos, I= batas. II. mamatos, mulai, memulai.
Batu, batu, batu timbangan, biji buah; batu garaga, batu yang ditemukan pada daerah dimana ada air belerang; batu bodil, batu api (hitam); batu rese (rase), batu kersik; batu ping, batu keras agak licin; batu peo, granit; batu parbue, batu pasir, lapisan tanah yang lama-lama mengeras; batu ranggisgis, batu apung; batu loting, batu api yang kemerah-merahan; batu mamak, batu yang sangat keras, batu karang; batu sindor, batu yang curam ke atas; P.B.: batu sindor na so hasigean, batu mamak na so hagairan, karang yang curam yang tak didaki, batu karang yang tak bisa digaruk, artinya: tak terkalahkan; batu arang, batu arang; batu ni manuk, telur ayam; batu harang, batu karang (sakit ginjal); batu harangon, penyakit ginjal; batubatu, pelir, dakar; batu holing, batu kilat, batu merah yang digosok buat pewarna ukiran batak; batu ni jala, batu pemberat jala; sira batu, garam bungkal; batuan = batu ni dasing, batu timbangan; batuan ni uhum, vonnis, keputusan pengadilan; batu ni sipanganon, uang yang diberikan serta makan sewaktu mengunjungi sanak saudara; batu ni ruma, hamba yang semenjak nenek laki-lakinya berada dalam rumah, satu ungkapan yang kasar; tano na batuon, tanah berbatu-batu; mamatui, menimbang dengan batu; juga: meletakkan batu dibawah balok-balok rumah sebagai alasan.
Batuk, batuk; batuhon, menderita batuk; batukbatuk, terbatuk-batuk terus-menerus; mamatuk, memberi tanda kepada seseorang dengan jalan berbatuk.
Bau, I. bau, berbau busuk; sibau indahan, seorang yang sangat dibenci sehingga makanannya berbau busuk; baubauan, segala sesuatu yang enak baunya; bau jobat, musuh, yang sangat dibenci; juga: tembakau yang berbau busuk. II. mambau, menganyam dengan kercut atau rotan.
Bauk, bulu pada tubuh, juga: janggut.
Baul, baulbaulon pamanganhu, saya salah kata.
Baunde, sibaunde, sej pohon kayu.
Baung, ikan baung yang menyerupai sibahut.
Baunge, ladang, seorang raja digelari nampuna tombak nampuna baunge.
Baus, sombong, congkak; bausbaus ni igungna, hal menarik hidung ke atas, congkak, tinggi hati; mambaus igungna, menarik hidung ke atas.
Bauta, I. berakhir, telah selesai hingga tak perlu lagi disebut (dari bau utauta? = bau busuk, jangan buka lagi). II. bauta ni huta, orang terkucil di satu kampung (dari bau huta?).
Bawa, lih baoa.

Bayo, orang, bung, lelaki; bayo an, lelaki ini.
Be, I. distributif, setiap, masing-masing, tiap-tiap, ditempatkan di belakang predikat; laho be ma nasida, masing-masing mereka pergi; dijalo nasida saotik be, mereka masing-masing menerima sedikit; masitopot hutana be, mereka pergi ke kampungnya masing-masing; masidok hatana be, tiap-tiap orang berbicara; asingasing be, tiap-tiap orang berlainan. II. Dalam kalimat ingkar: lagi; ndang be, tidak lagi; unang be mulak tuson, jangan pulang lagi kesini; unang be taringoti i, jangan singgung itu lagi.
Bea, = barang, manang, atau, hanya dipakai dalam pustaha.
Bean, bentu be yang diperpanjang.
Beang, pasung; tarbeang, terpasung; beangan, pasungan; mameanghon, memasung.
Beangbeang, tumbuhan air berbunga putih; beangbeang tur, sej tumbuhan yang daunnya dipakai sebagai sayur.
Bearbear, dubur, anus mengenai manusia dan binatang.
Beasa = boasa, mengapa, kenapa?
Beasi, = beasa.
Beat, sorong mengenai mulut, lih jeat; dipambebeati, menyerongkan mulut.
Bebe, mabebe, diputar, menjadi lembek dengan memutarnya; mambebe, memutar, memulas, menggulung, msl kulit kerbau; mambebe dihilala, terasa adanya royan; pambebe, royan; mambebe hoda, menjinakkan kuda dengan memutar kupingnya; pabebebebe, memutar-mutar kesana-kesini.
Bebeati, mambebeati, menarik mulut yang jelek untuk menunjukkan hinanya, lih. beat.
Bebeng, lih beng.
Bebenesan, = bobonosan, menjadi takut.
Bedu, kambing gunung.
Bege, umbege, mendengar; tarbege, kedengaran, terdengar; parbinegean, indera pendengaran; marparbinegean, dapat mendengar; marbinege, dapat mendengar; patubegehon (dipatubegehon), memperdengarkan; holan begena i di ibana, ia hanya mendengar (tetapi ia tidak melaksanakan apa yang didengarnya); pabegebege, menguping, mendengar-dengarkan.
Begu, I. roh yang mati, selama manusia hidup rohnya disebut tondi, bila ia mati akan disebut begu, sebagai begu ia ditakuti; kepada begu dipersalahkan semua penyakit dan semua malapetaka; oleh sebab itu begu adalah juga: roh jahat, hantu khayal; begu antuk, penyakit kolera; begu sorposorpo, penyakit yang timbul mendadak; beguladangon, tiba-tiba sakit sepulang dari ladang (diserang oleh begu yang tinggal di ladang); begu sorngot, terserang penyakit menular yang payah sembuh; hona begu, jatuh sakit; dipodomi begu, mimpi tertekan hantu; sipelebegu, animis, penyembah berhala; parbegu, idem; mamele begu, memberi sesajen pada mahluk gaib; P.B.: taganan do mangadop di jolma unang mangadop di begu, lebih baik berhutang pada manusia daripada terhadap hantu: ajakan untuk memberi sesajen; panganan begu, tempat sesajen di atas kuburan; begu aha, agiaaha, apa-apaan? apapun; begu aha soada, apapun tidak ada; tu begu aha? untuk apa? ndang huboto manang begu aha i, tidak tahu aku untuk apa itu; anggara na begu, hari ke-24 dalam bulan; lampulampu ni begu, kupu-kupu berwarna-warni (karena begu mempunyai yang terbagus). Cara hidup hantu itu dianggap janggal dibandingkan dengan hidup manusia, msl turun tangga dengan kepala ke bawah, tidur siang hari dan berjalan-jalan pada malam hari. Apa saja yang janggal; dinyatakan dengan kata-kata begu; usung begu, membawa barang secara janggal; ompa begu, menggendong anak secara janggal; tali begu, tali kasut,; macam-macam begu yang berkonotasi buruk: begu jau, begu toba, begu laos, yang membuat orang sakit tiba-tiba; begu antuk, begu nurnur, begu ladang, begu siharhar, begu siherut, begu surpusurpu, begu sorpa, begu pana, begu rojan, begu laut, begu sirumata, hantu biasa yang tinggal di udara; isaisa, somorsomor, begu namora, dewi air; begu namoraon, jatuh sakit karena dewi air. II. na begu, gagah berani (mungkin; seperti begu); habeguon, keberanian.
Beha, bagaimana; juga: boha; manang beha, bagaimanapun; manang beha pe, bagaimanapun juga; ndang adong beha rohangku, bagiku tak apa-apa, sama saja; beha do pangalahona umbahen, bagaimana rupanya sehingga….
Behet, marbehetbehet, (tiruan bunyi), mengembik, mengenai kambing dan domba.
Bejek = puspus, mengerjakan sesuatu dengan rajin; sibejek, uang.
Bela, sidang bela, nama begu.
Belbel, = bilbil, mambelbel, melepaskan daging dari tulang; mambelbel hata, bertanya-tanya terus-menerus sampai diketahui semuanya.
Belek, kaleng; tungkang belek, tukang kaleng.
Bellong, = bollang.
Belut, tajam mengenai pisau dan senjata; belut hatana, kata-katanya mengena; parhata belut, orang yang kata-katanya berterima, masuk dalam hati.
Benda, lambat, perlahan; diparbendabendai, lama memahami orang.
Bendat, = benda.
Bendel, (= bandol), kenyal, alot, sulit dikunyah; parroha na bendel, orang yang tidak ambil pusing dengan tegoran; P.B: hinarat hulinghuling sai bendelbendel, naroa do halakmanghuling molo sai mengkelengkel, kenyal kulit digigit, jeleknya orang bicara kalau terus tertawa.
Bendet, lambat.
Bendi, kereta beroda dua.
Bendul, habendulan pat, kaki yang telah lama sakit, tetapi tidak luka, hingga tidak bisa dipakai.
Bendung, marbendungbendung, berpaling.
Bene, penat, lesuh, letih; bene dihilala, lesuh perasaannya terus-menerus; binene i, lesu karena; dibene udan, ditimpa hujan non-stop; dibene sahit, dirundung sakit, dibene sori ni ari, dirundung nasib malang; dibene aek hauma, sawah digenang air terus-menerus (hingga tanah itu jadi lem-bek); sahit bene, sakit me-nahun.
Benes, = bonos; bebenesan, dalam harapan penuh yang menakuti, putus asa.
Beng, marbebengbebeng, berbunyi bagus mengenai uang, lih bong dan bobong.

Bengar, mamengar, menjadi bengkak karena panas.
Benge, ulat kecil; bengeon, berulat.
Bengel, pertumbuhan lambat (tanaman yang belum berbuah, walaupun sudah tiba waktunya); bengel tubu, terlambat keluar mengenai biji yang ditanam; bengel roha, lamban, lambat mengenai pengertian. Benget, sabar, tabah dalam menahan derita; benget ni roha, ketabahan, kesabaran; habengeton, ketabahan, kesabaran dalam penderitaan; pabenget roham, tabahkan hatimu, sabar.
Benggol, uang logam 2,5 sen.
Benggor, marbenggoran, = marpeolan, bengkok, miring.
Bengkot, = bengkuk; parbengkotbengkot ni roha, perangai yang tidak tulus, yang tidak adil.
Bengkuk, bengkok; juga: arti kiasan; pabengkuk, membengkokkan; marbengkukbengkuk, berbelit-belit, berbengkok-bengkok (kayu); habengkuhon, kecurangan, perangai yang tidak adil dan jujur.
Bensut, geringsing untuk menangis (anak-anak).
Beo, bea, pajak, retribusi, cukai.
Beom, I. mulai busuk hingga sudah bau. II. mameom, tertawan dalam rumah, menarok lama dalam mulut.
Beor, marbeorbeor, lari kebingungan tidak mengetahui kemana, menarik diri dari perkara lantas tak peduli lagi.
Berang, berang, marah.
Berber, I. mamberber, mengambil secara tersembunyi tanpa diketahui orang. II. sej kalong.
Berbur, bercucuran mengenai air mata. Bere, = ibebere, anak saudara perempuan, kemanakan laki-laki, kemanakan perempuan, juga: menantu laki-laki, juga: turunan anak perempuan namboru; bere, vokatif dari ibebere; parbereon, status keponakan, pertalian seorang laki-laki dengan kemanakannya.
Berek, marberekberek, menceret dengan gemuruh dalam perut.
Bereng, mamereng, melihat; pa-mereng, penglihatan; pamerengon, cara melihat; masibereng-on, saling memandang; paberengbereng, melihat-lihat, mene-ngok sesuatu.
Berjet, sej burung.
Berjing, = barjing.
Berjit, = barjit.

Bermut, bermutan, geringsing (msl rasa asam).
Berneberne, tanah yang mengandung air.
Bernekbernek, rawa-rawa (bornok).
Bernit (= barnit), sakit, nyeri, sengit; na bernit, yang sakit, memilukan; sitaonon na bernit, seorang yang menderita sakit, habebernit, kepedihan, sakit; pabernitbernithon, menyakit-nyakiti; bernit diae, pilu dirasanya, dia amat sakit; bernitna i, alangkah pedihnya, ah, betapa sakitnya; umbernit, komparatif dari bernit seperti rumaja, yang lebih mulia; hansit, sakit; humansit, lebih sakit.
Bernut, = bermut. Berut, marberutberut hatana, ia mencari dalih.
Besan, = bao; pinarbesan, = eda.
Besang, sangat lebat, kuat, garang; besang marbada, garang berkelahi.
Besbes, cerdik, sigap, lincah.
Besolot, beslit, surat pengangkatan.
Besteng, benteng.
Beta, sebutan untuk meminta seseorang supaya turut pergi, mari, ayo; beta ma hita, marilah kita pergi, marbetabeta, mengajak dengan kata beta; mametameta, idem.
Betak, = detak, = atik.
Betet, sibetet, gadis kecil (= sitatap) sebutan yang diberikan kepada anak perempuan kecil; orang tua menandakan kata manis ini juga anak perempuannya yang telah dewasa.
Beu, I. aek beu, limfa. II. sinuan beu = boru (And).
Beuk, steril, kebal, imun; beuhan ni manuk, telur ayam yang walaupun dieram, tidak menghasilkan ayam; halak na beuhan, orang yang dimasa penyakit menular tidak diserang penyakit.
Beul, marbeulbeul = mardandi, nakal, bangkang.
Beur, beurbeur, terlalu masak dimasak, kelewat masak.
Bia, = beha, bagaimana? Biahat, biahaton, ketakutan.
Bian, = binsan.
Biang, anjing; langelange bi-ang, berenang kayak anjing; biangbiang, bibit sej rumput yang dipakai anak-anak sebagai main-mainan.
Biar, takut; mabiar, takut; parbiar, penakut; manghabiari, menakuti; habiaran, yang ditakuti, tumagam habiaran, selalu saja takut (mida); ndang mabiar hami mida musu, bukannya kami takut pada musuh; umbiar, komperatif: lebih takut; mambibiari, (dipambibiari), menakut-nakuti (ditakut-takuti); marhabiaran, mempunyai rasa takut; on do biarhu, inilah yang aku kuwatirkan; aha ma habiaranku, apalah yang saya takutkan.
Bias, rasa benci, rasa bosan, muak; biasan, sangat membenci; marbiasbias (mida), merasa benci, bosan; parbiasbiason, rasa benci, rasa mual.
Biat, penuh sekali msl tentang payudara wanita.
Biak, = robar, biawak.
Bibi, I. bebek. II. mentah, tidak masak (tentang buah dan padi); bibi ni uma, buah mentah; bibion, waktu padi dalam bulir dan belum masak; mareme na bibi, (arti sembunyi) abortus, keguguran. III. pabibi singir, mengingatkan piutang.
Bibir, bibir, pinggir; dipabibirbibir, memaki orang dengan kata bibir msl bibir ni on, (kasar); na bibir, pengobrol; P.B.: niarit lili bahen pambaba, jolo nidilat bibir asa nidok hata, lidi diarit buat rajutan, hendaknya jilat bibir sebelum bicara, artinya: jangan asal ngomong, pikir-pikir dulu baru bicara. P.B.: sineat ni raut gambiri tata do daonna, sineat ni bibir juhut ma daonna, tersayat pisau diobati dengan kemiri, tersayat omongan bibir, diobati dengan daging; mambibiri, merajut pinggiran tikar, sumpit, keranjang dsb.
Bibis, mengalir, mengalir keluar msl air dari periuk.
Bibit, arif, bijak, cerdas, tajam ingatannya; na bibit di hata, yang ingat segala-galanya.
Bidal, bidalbidal, orang yang tak disenangi, yang dibenci orang.
Bidang, lebar, luas, lapang; pabidanghon, melebarkan, melapangkan, meluaskan; sadia bidangna, berapa bidangnya.
Bide, bidai, tikar yang dianyam dari rotan; balunbalun bide, sej kumbang yang menggulung dirinya di waktu bahaya.
Biding, tepi (= topi); pabiding, menepi, pinggirkan, menyamping, hingga banyak orang bisa makan dari satu piring; mamiding, menepi, meminggir; ulok bidingbiding, nama sej ular.
Bido, parbidoan, rumah (And).
Bidok, terbuka mengenai mata; pabidok mata, membuka mata; umbidokbidok, mengejapkan mata (tentang seorang yang mau mati).
Bigo, sibigo, sej burung berwarna kuning dan rupanya mirip dengan kepudang; marsibigo, mulai masak, mulai menguning (tentang buah).
Biha, = buha; pabiha, membuka.
Bihi, sibihi, saksi mata.
Bija, I. menikam, membunuh. II. sibijaon = tulang dan amangboru.
Bijak, bijak, arif, cerdik, cakap.
Biji, nilai uang; 8 duit = setengah uang.
Bikbik, mabikbik, robek, tercabik, koyak-koyak (tentang pakaian); masijarum bikbikna, masidungkap na tombukna, menjarum pakaian robek, menambal yang bolong. Nasehat kepada pengantin agar saling memperbaiki dan mengampuni kesalahan; sambikbik, sepotong kain yang koyak, sekali robek.
Bil, lepas, terlepas; ndang olo bil, tidak mau lepas.
Bilalang, rempela, empedal.
Bilang, mamilang, membilang, menghitung; bilangan, bilangan, jumlah; pamilang, pembilang pada pecahan; habilangan, bisa dihitung; ndang habilangan, tak bisa dihitung; bilangbilang, potongan kayu kecil untuk menandakan puluhan dan ratusan sewaktu menghitung, alat peraga untuk berhitung; bilang! pintor bi-lang!, seruan pada permulaan pertempuran: hitung siap hitung! (sej doa agar Allah menentukan siapa yang pantas me-nang); marbilangbilang tu dirim ma ho, itu jatuh padamu, terserah kaulah dengan segala akibatnya; pamilangina ndang tuk, sedikit saja untuk dihitung, sebab tidak sampai ratusan.
Bilbil, = belbel; mambilbil, mengelupasi daging dari tulang.
Bile, rendah, hina, papa, kecil (hingga tidak bisa dilawan); parbilean, mahluk yang hina, papa; bile sipasing, umbile ahu, kecil ulat capung, lebih kecil lagi aku, aku adalah lebih merana daripada ulat; sipasing, dikira sebagai pembunuh diri oleh karena ia sewaktu menjadi kepongpong menggantungkan diri.
Bilga, = balga.

Bilik, kamar dalam rumah batak dengan menggantungkan tikar-tikar.
Bilok, I. kotoran mata hingga membengkak; billohon, mempunyai mata yang berpenyakit seperti itu. II. kambing hasil persilangan kambing dan biri-biri (baster).
Bilola, biola, viola.
Bilolang, mata yang berputar-putar; bilolangon matana, memutarkan matanya kemana-mana karena takut.
Biltak, mabiltak (tentang kayu, kaca), pecah, memelah, retak. P.B.: mangalipathon ganjangmu ho umbahen na matimpul, mangompashon bolonmu ho umbahen na mabiltak, anggar kebesaranmu, hancur kau jadinya, kesombongan mengakibatkan kehancuran.
Bilulu, abit bilulu, beluderu; hotang bilulu, sej rotan.
Bilut, bilik, kamar; bilut podoman, kamar tidur; bilut panganan, kamar makan; marbilutbilut, berkamar-kamar; marbilutbilut rohana, pikirannya berbelit-belit, pikirannya pe-nuh dengan tipu muslihat.
Binaga, binaga ni roha, yang diharapkan dalam hati (dari: baga).

Binahen, lih bahen.
Binanga, (dari: banga?) sungai, wadi; P.B.: metmet binangana, metmet do dengkena, kecil sungainya, kecil juga ikannya, tak seorang pun dapat memberikan lebih banyak daripada ia punya.
Binatang, (dari batang?), bandingkan pahan: pinahan; dahan: indahan;binatang sering juga diserukan untuk memaki-maki.
Binbin, terkumpul, tumpuk; pabinbin, mengumpulkan, menumpukkan.
Binda, daging hewan yang disembelih, yang dibagi-bagikan di kampung; marbinda, menjual daging hewan.
Bindoran, bunglon.
Bindu, bab, babak, pasal; marbindu songon surat, margalung songon hauma, babak demi babak seperti tulisan, berpetak-petak seperti sawah; sambindu ma jolo, satu bab dulu; marbindubindu, berpasal-pasal; bindu matoga, penjuru angin, delapan penjuru, gambar-gambaran sihir yang digambar dukun di tanah waktu bernujum.
Binga, ulat darimana terjadi lalat; bingaon bugangna, ber-kuman lukanya, di lukanya adabanyak keremi.
Binggar, I. terbuka lebar-lebar: hudon binggar, periuk besar dari tanah. II. pegunungan batu karang; binggarbinggar, tempurung lutut. III. binggar sigadingon = batangi na tigor di tangga hambing, batas yang lurus pada teras ladang.
Bingkang, I. mamingkang, menarik keatas kaki hewan yang diikat. II. mamingkang, memotong gaji orang untuk membayar hutangnya (= potong).
Bingkas, I. sebab musabab, bermula dari; marbingkas, mempunyai sebab, bersebab, beralasan; dia bingkasna, apa alasannya?; parbingkasan, mula, sebab-musabab; marbingkas mago, marbinsir lonong, kejatuhan (kehancuran) ada sebabnya. II. bingkas, terpicu le-pas; mamingkas, lecot, menembakkan senapan; bingkasing-kas, bedil-bedilan; bingkasborngin, tembak-menembak diwaktu malam (pada perang yanghebat); bingkas, = tole, ayomari, maju (istilah perang);bingkas pusupusuna, ia menjadi marah, hati panas; mamingkasi bada, mencari alasan untuk berkelahi.
Bingke, I. bingke bibirna, komat-kamit bibirnya mau menangis, mulutnya bergeringsing, karena susah hatinya. II. tangkai daun, pelepah daun.
Bingkis, mamingkis, mengikat erat, ditutup rapat-rapat.
Bingkolang, samban bingkolang, tersandung oleh tanda bahaya, suatu hajatan yang terganjal oleh tanda buruk dalam ayam alatan yang disimak oleh dukun.
Bingkorang, = bingkolang.

Bingkurung, sej jangkrik.
Binong, terbenam, penuh air mengenai sawah.
Binsakbinsak, sej burung kecil yang berbunyi “isak”; P.B.: aha ma seaton di pat ni binsakbinsak, apalah mau disayat dari kaki binsakbinsak, artinya: apa mau dimakan dari orang semiskin itu?
Binsalsal, ulat besar yang berbisa dan berbulu putih.
Binsan, mumpung, selama masih beruntung, selagi, selama; binsan hipas iba, selama masih sehat walafiat saya ini.
Binsang, batu timbang emas yang bernilai 20 dollar.
Binsar, terbit (matahari); habinsaran, tempat dimana matahari terbit, timur; parbinsaran, orang-orang di sebelah timur; habibinsar ni mataniari, terbitnya matahari, ufuk timur; situndali mata ni ari binsar, orang yang membelakangi terbitnya matahari, seorang yang melawan raja; P.B: sipohol bungabunga, situndali mata ni ari binsar, idem.
Binsat,permukaan air naik, pasang.
Binsil, klitoris, kelentit.
Binsol, bengkak.
Binsusur, ulat pada tanaman kopi dan kelapa.
Bintang, bintang, lencana kehormatan; parbintangan, perbintangan; bintang sidongdong, bintang kejora; bintang pariama, lih pariama; te ni bintang, komet; sabur bintang, ayam yang berbintik-bintik putih.
Bintangur, kayu yang keras.
Bintas, baris, sambintas, sebaris, selajur.
Bintatar, sej pohon yang kayunya dapat dipergunakan; P.B.: bintatar pandingdingan, simartolu parhongkomna, sidok hata hagigian, soada hinophopna, bintatar merupakan dinding rumah, simartolu dinding luar, siapa mengatakan kata-kata yang keras, bagi dia tidak ada manfaatnya, omong kejijikan, apa gunanya?.
Bintoa, = bistoha = halibitongan, pelangi.
Bintuasa, sej ulat yang merusakkan padi, hama padi; ginagat ni bintuasa, ongkos tambahan pada perkara perselisihan, msl memberi makan kepada raja-raja.
Bintutu, nama sej kayu keras. Biobio, sej tumbuhan yang menjalar.
Biola, biola.
Bira, buah, sej keladi besar dengan daunnya lebar (mirip dengan suhat), umbi-umbinya dapat dimakan; sibulung bira, = hole (And).
Birak, geram, amarah, keseganan; hehe birakbirak, ia menjadi marah; manombo birakbirak, kambuh amarahnya.
Birara, biraraon, marah melihat.
Birasak, mamirasak do hatana, ia melibatkan dirinya dalam bantahan.
Birasul, bisul yang besar.
Birat, melimpah mengenai tetek.
Birbir, dan birbir, cendawan yang tumbuh pada kayu yang busuk.
Bire, tepi (= topi); mamire, membuat jalan di tepi; sapsap bire, tepi batu karang yang curam.
Bires, tepi; mamire, membuat jalan di tepi.
Biribiri, radang, tepi kelopak mata.
Birik, sibirik, birikbirik, sej burung yang suka berombongan.
Biring, luka yang dalam pada kaki dan payah sembuh; biringon, menderita penyakit seperti itu. Birnat, dibanjiri, kegenangan.
Birong, hitam, gelap, setiap warna gelap, msl langit biru atau laut biru disebut: bi-rong; marbirong, mamirong, menghitam; tar birong, agak hitam; pabironghon, menghitamkan; sibirong, si hitam, msl: kuda; sibirongon, penyakit menghitam pada padi; sibirong mata, simata hitam, bukan: sibontar mata, simata putih (orang Europa).
Birsak, birsak, mamirsak, memercik dengan air; mamirsakhon, memercikkan dengan air.
Biru, sej palem hutan.
Biribiru, kambing domba, biribiri.
Birungut, marah, berengut, bersungut-sungut, mengenai tampang muka; marbirungut bohina, cemberut mukanya, melihat dengan muka marah.
Biruru = buriran, lih burur II.
Bisa, racun, bisa (msl ular, harimau, serangga yang beracun); na bisa, yang beracun, berbisa; marbisa, bisaon, (juga: simaon), mengandung bisa atau racun; roha na bisaon, hati busuk, jahat, sifat yang berbisa.
Bisara, perkara, pengadilan.
Bisbis, bisbison, mata yang mengeluarkan air, mata yang berair-air.
Bisik, padi yang dihamburkan di kain rambu siporhas (parbisihan) untuk mengetahui bahaya apa yang akan menimpa.
Bisnu, wisnu, lih mamis.

Bistik, tempat batang bambu pada mana jala berempat segi (sulangat) digantungkan.
Bistoa, lih bintoa.
Bistok, cepat menangkap pelajaran, cerdas, pintar.
Bisuk, licik, cerdik, pandai, arif, licik punya akal (dalam arti positip tetapi terutama arti negatip); bisukbisuk, perbuatan-perbuatan licik; ha-bisuhon, kelicikan, kecerdikan, kearifan; marbisuk, licik, licin, bijak.
Biti, bitibiti, hal perbuatan mengadu, hal mengumpat; dibitibiti ahu, dia memanaskan hatiku dengan kata-kata yang membencikan.
Bitik, cerdik, licik, berpandangan jauh, cermat, prospektif, terarah pikirannya; bitik ma ho manangihon, timbang apa yang kamu dengar; mamitikkon, memutar kata, menjawab salah walaupun diketahui jawaban yang tepat; pamitihan, hal memutar kata, keterangan turunan suatu kata.
Bitis, betis; bitis ni tangan, otot lengan bawah.
Bitong, sibitong, pertengahan, sedang mengenai besarnya sesuatu.
Biungbiung, permainan anak-anak yang terdiri dari serpihan bambu yang dililiti benang (juga: biurbiur?) Biur, bulir mayang; marbiur, mulai berbulir; sangkambiur, sebulir, setangkai, sepotong; mamuro biur, mengusik burung bila padi sedang berbulir.
Bius, (juga bus), wilayah desa untuk mempersembahkan kurban, msl: si Lindung tanpa Si Poholon; bersama-sama mereka menyembelih kerbau; sambariba horbo, wilayah desa yang bertanggungjawab atas setengah bagian kerbau; sangkae horbo, seperempat kerbau; marbiusbius, secara wilayah desa-desa, menurut bius.
Biut, marbiutbiut, kusut, terpilin-pilin (benang); juga; lari tidak teratur (mengenai orang-orang pelarian).
Bo, (= ba!), ucapan keheranan; bo di aek, hai yang ada di pe-mandian, teriakan waktu mau melalui pemandian; marbodiaek, memperingatkan orang-orang yang mandi dengan seruan yang tersebut di atas.
Boa, paboahon, memberitahukan, mengumumkan, menyiarkan; tanda paboa las ni roha, pertanda penyampaian sukacita; boaboa, berita, kabar, pengumuman; sipaboana, sesuatu yang sudah lebih dulu memberitahukan peristiwa, pelopor yang mendahului, msl: air tuban-tuban pada kelahiran, isyarat, tanda-tanda, msl: kokok ayam pagi pertanda fajar; marboaboa, minta diri, berpisah; P.B: mangungkor honong bosi, porapora di babana, marpungu angka dongan masipaboa hatana, burung air menyelam, ikan paitan di mulutnya, berkumpul kawan-kawan, masing-masing berbicara; boaboa ni api, (= boaboa ni api), pembayangan udara yang terang merah yang berarti api.
Boan, mamboan, membawa; dipamboan, dibawa bermacam-macam, dibawai; masiboan rupana, berbeda-beda, harf: masing-masing membawa rupa sendiri; masiboan rohana, masing-masing membawa pendirian sendiri; tarboan ro-ha, terbawa kemauan sendiri; diboan rohana ibana, hatinya mendorong dia (walaupun, msl: tubuhnya lemah dan sakit); mamboan hata, membawa pesan, amanat; mamboan gora, membawa sengketa, msl: seseorang yang karena kehadirannya di satu desa, desa itu ikut bersengketa atau karena dia pelarian, maka desa itu terlibat; diparboanhon ibana sahitna, ditahankannya penyakitnya, sakit tapi berlaku seakan tidak sakit; boanboanon, macam-macam barang; boan, ternak yang dipotong untuk perhelatan orang meninggal (= siboanon ni na mate); boan ni boru, barang (pemberian) yang dibawa mempelai perempuan untuk suaminya dalam pernikahannya (= pauseang).
Boang, hiasan, juga hiasan pada pidato; tanduk boang, sejenis ulos yang dibawa para ibu di atas kepala; P.B: songon tanduk boang godangan jinujungna, membuat dirinya hebat tetapi bukan demikian sebenarnya.
Boasa, (dari boha asa = beasa), mengapa, kenapa?; boasa tung? kenapa gerangan?
Bobak, kulit binatang; mambobahi, menguliti; mambobak hurumna, mencerkau pipinya; mambobak bangkar, mengambil bangkar (dari pohon enau); mambobak di, berkeuntungan besar pada suatu barang jualan.
Boban, I. beban (= siboanon), muatan, berkas, bungkusan; marbobanboban, mengikat dalam berkas-berkas; hoda boban, kuda beban. II. boban, = tama.
Bobar, berlimpah mengenai hujan dan hutang.
Bobat, I. ikat pinggang. II. bobat dagingna, tubuhnya pada bagian pinggulnya adalah lebar.
Bobok, I. mambobok, mengikat bersama-sama; bobohan, berkas msl: kayu; sihalung bobok, kerbau yang tanduk melengkung ke bawah. II. marbobok, heran, tercengang-cengang.
Bobol, mambobol, menyimpan se-suatu untuk dirinya yang sebe-narnya harus diberikan kepada orang lain.
Bobon, na mate habobonan = na mate sumalin, begu seorang perempuan yang meninggal sewaktu melahirkan.
Bobong, uring-uring kumbang berdengung; marbobong, suara kayu hampa kalau dipukuli.
Bobonosan, lih bobos.
Bobor, mambobori, tidak tumbuh lagi, sudah dewasa mengenai tanaman.
Bobos, termangu-mangu, silu, bobonosan, sangat termangu-mangu.
Bodak, sibodak, sej nangka (pinasa) yang tumbuh liar di hutan.
Bodari, (dari: bot ari), malam, pada malam hari; bodari on, malam ini, malam nanti; bodari sogot, bodari marsogot, besok malam; na bodari, tadi malam; bodarina i, malamnya itu; bodaribodari, selalu pada malam hari; bodari ni marsogot, nanti malam; pulang bodari, demikian miskinnya tiada makan pada malam hari; rambon bodari, senja.
Bodat, sej monyet; mambodatbodat, berlakon seperti monyet msl: naik pohon; ansimun ni bodat, rambatan yang buahnya dimakan monyet dan anak-anak.
Bodiaek, lih bo.
Bodiar, bodiar mata, (tentang manusia dan kerbau) memutar-mutar mata karena takut atau marah; bodiaron, mata berputar-putar.
Bodil, bedil, senapan; mambodil, menembak dengan bedil; mamodili, menembaki; mamodilhon, menembakkan sesuatu msl peluru; bodilbodil, senapan anak-anak, bedil-bedilan; bodil aek, semprot air; bodil meriam, meriam; sira bodil, mesiu; masibodilan, saling menembak; pasibodilan, ajang pertempuran, medan laga; sibodil, sej ikan sungai; sambinodil, sejauh satu tembakan; duambinodil, sejauh dua tembakan.
Bodo, bodoh; habodohon, kebodohan.
Bogar, bogarbogar, mandar sederhana, selubung bahu, kain penyelubung, rok perempuan. Bogas, bekas kaki, jejak, tugas, pekerjaan, usaha meminang gadis; adong bogasna, maksud untuk kawin; mamogas, mengikuti jejak buruan; marbogas tangan tu, memukul seseorang dengan tangan; marbogas ulubalang, bekas pahlawan adalah nyata yaitu ia membunuh seseorang atau melukai; hutanda do bogas ni tanganna, saya tahu hasil kerjanya; ndang habogasan, tidak terjejaki, tak terpahami; P.B.: munsat so sae bogasna, teba indahanna so butong butuhana, beranjak sebelum usai kerjanya, meninggalkan nasi bersisa tak kenyang perutnya.
Bogol, manuk bogol, sej ayam besar.
Bogorbogor, sej mandar.
Boha, = beha; bohabohaon, ra-gu-ragu, gusar, kuatir, ragu, hingga orang selalu bertanya dengan boha.
Bohal, bekal, nafkah, persediaan makanan, umur hidup; suda bohalna, habis bekalnya yaitu ia akan mati; mareak suda bohalna, hingga meninggal, menjelang ajalnya; hasusuda ni bohal, akhir hayat, ajal.
Bohang, lebar; pabohangbohang andora, membusungkan dada.
Bohat, bohat do, seruan geram menyenangi kesusahan orang lain: itu bagus!
Bohi, I. wajah, muka; adop bohi be, berhadapan muka; bohibohi ni bagas, wajah rumah, bagian muka rumah, roman muka. II. jaminan, cengkeram, panjar, petaruh; bohi ni garar, panjar pembelian (hutang).
Boho, betul, tepat, memuaskan, meyenangkan, mengena (tentang menghitung); boho sataon, tepat setahun; mamoho, menetapkan jangka waktu.
Bohom, mamohom, mengisap darah demi pengobatan orang sakit.
Boi, itu boleh, itu baik; boi do? bolehkah? dapatkah?
Bojak, kodok, katak; marbojakbojak, dalam keadaan embrio; bojak siranggan, sumpah; sumpah pada kodok: yang bersumpah menghancurkan kodok sambil dengan mengatakan bahwa ia boleh rebah dengan anggota gerak yang patah bila mengatakan yang tidak benar.
Bojiboji, sej pohon, yang kayunya dipakai sebagai bahan bakar.
Bojok, (biasanya dengan roha), frustrasi, putus asa, murung.
Bojol, kegemukan, berat, gendut, lambat msl: kuda.
Bok, marbobok, heran, tercengang-cengang.
Bola, I. mabola, belah dua, pecah; angka bola, idem; bola dua, terbelah dua; mamola, membelah; mamolai, memelahi, dijadikan dua; sambola, setengah, sebelah; bolabola, belahan, pecahan, juga usaha pecahbelah; mamolamola, memecah, menceraikan orang atau kelompok, berusaha supaya hubungan baik msl: antara suami-isteri retak; pamolamola, pemecahbelah orang yang bersatu; pamolai, pemecahbelah, pembuat perselisihan; sibola huta, perusuh kampung; bola panjang sahuta, idem; bola piak, terbelah di tengah-tengah; marsambola, memelah dirinya dalam dua bagian, berbelah pihak; sibola monis, pemelah menir, orang kikir, pelit sekali; bola pinang, bandingkan pinang; tali bolabola, serudung, pengikat kepala kerbau; P.B.: nilompa tiung, angka silgang angka bola, di jabu pangaririt, di toru pamolamola, memasak tiung yang terbelah, di rumah berada peminang gadis, di bawah rumah berada pemecah belah; sibola bubungan, sej ular. II. sibola, sej pohon kayu berdaun merah.
Bolagan, kelompok bulir padi yang baru dipotong yang didirikan di ladang.
Bolak, lebar, lapang, luas; pabolakhon, melebarkan, memperluas, menghamparkan; silalahi na bolak, nama danau dan pantainya di Utara Danau Toba; padang bolak, padang luas, nama wilayah di Sipirok Angkola; bolak roha, terkecut, kaget; bolak ni gaor, yang paling gelisah, teramat ribut (mungkin seperti = sungkot ni); bolak ni hinadenggan, yang paling cantik, teramat bagus, keelokan.
Bolan, sitabolan (= sitabu-lan), pemisahan, belahan di tengah pada rambut wanita.
Bolang, belang; marbolang, berbelang mengenai binatang; sibolang, kain ulos yang berbelang; kuda dan anjing yang berbelang. Bolas, itu dapat, itu baik, boleh, sanggup, bisa; juga: na bolas.
Bolat, pemisahan, batas, sesuatu yang dibatasi; mamolat, memisah, membatas; bolatbolat, pemisahan; marbolat, berbatas, dipisah.
Bolbol, tumpul, lebar dan tidak runcing; hata bolbol, ucapan yang tak kena di hati, ngawur, simbolbolon, menderita penyakit sembelit.
Bolean, kain ulos yang bergaris hitam dan putih.
Bolga = balga; si Bolga, kota pantai, pelabuhan di barat Sumatera Utara; marsibolga, sering pergi ke Sibolga berbelanja.
Balgang, mamolgang, memasak daging atau ikan tanpa garam.
Bolgangbalging, potongan daging yang belum dicincang, bingkah tanah, gumpalan.
Bolhas, = tolhas: habobolhas, sej rumput.
Bolhup, mabolhup (mabulhap) = mabola.
Boli, mahar, mas kawin; pabolihon, menjual seorang gadis, mengawinkan; mangalehon boli, menyerahkan uang mahar.
Bolis, sibolis, iblis.
Bolit, belit; tigabolit, lih tigabolit.
Bollang, terbuka lebar-lebar, terbelalak mengenai mata; pabollang mata, membelalakkan mata (kasar).
Bolo, I. = molo. II. bolobolo, umpatan persetan, buras orang ini; bolobolo ni on, ada saja ini, apa-apaan kau ini; bolobolo ni asu on, asu bangsat kau ini.
Bolon, besar, agung; datu bolon, orang sihir yang besar, dukun besar; marnabolon, marsiboloni, berbeda besarnya; pabolon, membesarkan; Simbolon (dari: bolon), marga Simbolon berpusat di Samosir; P.B.: mandungdung bulu godang tu dangka ni bulu suraton, mardomu angka na bolon, adong do ulu buaton, bila orang-orang besar bekerja sama, maka orang-orang kecil kena tindih seperti dengan bambu-bambu besar yang sewaktu rebah menindih bambu-bambu yang kecil-kecil.
Bolong, (bdk ambolong), terbuang; mambolonghon, membuang apa yang tidak berguna; menceraikan isteri; sibolongbolong, apa saja yang dibuang orang sebagai sesuatu yang tak berguna.
Bolsom, bengkak sedikit.
Boltok, I. perut (And). II. berbulir mengenai padi; boltohon, waktu padi berbulir. III. pamoltok, = pamutuhai, lih butuha.
Boluk, I. sej ikan, sej ikan belut. II. akar-akaran yang kecil.
Bolus, I. jala; mambolus, menangkap ikan dengan jala ini. II. mamolus, melewati, melalui, melintas; tarbolus, terlintasi msl: sungai yang tidak dalam; habolusan, penyakit pada kelenjar leher, tempat perlintasan; mamolus sian sada dalan, memakai satu jalan; na binolus ni pangulu, yang di-lintasi penghulu yakni hari gencatan senjata, karena hari itu penghulu melarangnya; bolusbolus ni uhum, pelanggar, orang yang tidak mematuhi janji.
Bom, tiruan bunyi “bom”; mardobom, jatuh mendebak.
Bomban, bulu bomban, sej bambu; tolong bomban, sej perupuk; gaol bomban, sej pisang; P.B.: sinuan tolong bomban tu Dolok Purbatua, hamu na marasiroha di dongan horas jala sarimatua, orang menanam perupuk di gunung Purbatua, engkau yang menanam belas kasihan kepada sesama manusia akan menjadi sehat walafiat sampai usia lanjut sekali.
Bombom, I. sej kumbang yang mengeluarkan zat perekat. II. mambombom, menumbuk terus-menerus tanpa membersihkannya, karena mau cepat. III. mamombom, menanggung sesuatu yang dibungkus di bara api.
Bombon, lih bonbon.

Bomi, lih bumi.
Bona, bagian bawah pohon, pangkal, sumber, permulaan, awal; bona ni pinasa, tanah asal, kampung halaman; bona ni alogo, daerah sumber angin; bona ni garar, panjar; bona taon, awal tahun; bona gordang, seorang yang berdiri paling dekat pada gordang waktu menari; bonan dolok, (=bona ni dolok) kaki gunung; sian bonana, dari mulanya; kambona, (kata bantu bilangan untuk tanaman) batang; sangkambona, sebatang; marbona, berasal, berawal; mamonai, memulai sesuatu; patumona, bdk mona; jabu bona, bagian utama rumah batak, letaknya di sebelah ujung kanan rumah, kalau kita masuk rumah.
Bonang, benang, terutama benang untuk menenun; sibonang, sej anjing kurus putih; bonangbonang, tumbuhan yang harum baunya dan batangnya warna putih seperti benang.
Bonar, I. jujur, benar, adil, tulus hati; habonaron, kebenaran, ketulusan hati, sej begu yang dianggap pembawa kebaikan; urang habonaron, sejenis homang. II. gencatan senjata; tano bonar, daerah netral, tidak boleh berperang; pamonari, orang yang mengadakan gencatan senjata.
Bonbon, sej lebah kecil; puli bonbon, lih puli. II. mate habonbonan, meninggal sebelum lepas dilahirkan.
Bonda, benda, harta = arta; bagian kemaluan; marbonda, mempunyai harta; mangarindangrindanghon bonda, memakai ke-punyaan seseorang sebagai tanda bukti msl: pakaiannya yang hilang dan terdapat di jalan.
Bondar, selokan, tali air, parit, saluran air ke sawah; mamondari, menggali tali air ke sawah; bungabondar, sebuah nama wilayah di Sipirok.
Bondil, I. penyakit ternak, daging hewan yang mati; bondilon, berpenyakit ternak. II. bondilbondil, mata mendelik-delik, mata membeliak-beliak, memutar-mutar.
Bondol, sulit, muskil.
Bondul, I. bondul ni pintu, bendul pintu. II. penghalang, rintangan, apa yang menghambat; sihite bondul, apa yang menyingkirkan hambatan, titian, jalan atau alat penyambung berupa uang oleh seseorang yang mau menikahi seorang janda, yang jumlahnya setengah atau seperempat dari jumlah mahar biasa (kalau masih pamili dekat, tidak perlu membayar sama sekali).
Bondut, mamondut, menelan; mamondut gana, bersumpah palsu; sibondut gana, yang bersumpah palsu; sambondut, sesuap, sekali menelan.
Bong, marbobong, berdengung mengenai kumbang; pekak sewaktu mengetuk; marbobongbobong, gelitik, geli dalam telinga; lih bobong dan beng.
Bongbong, dirintangi, terpalang, diberi penghalang; mambongbong, menahan, memegang msl: dikatakan tentang pekan yang baru: pekan itu memegang orang, agar mereka tidak pergi ke pekan lama; si bongbong ari, dua papan pada muka rumah batak, yang menyokong dinding rumah; batu bongbong, batu besar di mulut keluar air Danau Toba.
Bonggal, I. = onggal, menjungkit, menjingkat. II. tarbonggal, = tarbarita, terkabar, termasyhur, terkenal. Bonggang, = banggang, besar, kuat.
Bonggar, I. bonggarbonggar, sej balkon pada bagian depan rumah batak atau sopo. II. mamonggar, memindahkan rumah dari satu tempat atau desa ke tempat atau desa lain dengan hidangan indahan pamonggar; pamonggar, uang yang diberikan kapada orang-orang desa bila sebuah rumah dijual; bonggaron, = hauma (And), (arti dasar: mamonggar, membongkar). III. gumpal tanah, bingkah tanah.
Bonggas, sepotong kayu panjang untuk dipakai sebagai gandar; mamonggas, mengungkit, meng-angkat dengan gandar seperti itu.
Bonggur, hangat, panas; bonggur dihilala, dia merasa panas.
Bongka, sesuatu yang tidak mau disebut, hal: bongka ondeng, hal atau masalah yang tadi; bongka uju i, hal yang dulu itu; bongka na jolo, hal yang dulu-dulu; bongka nantoari, hal yang kemarin itu; bongkabongka, yang itu, yang pantang disebut yaitu: kemaluan.
Bongkak, mamongkak, sebuah parit dibendung setengah agar sebagian air mengalir keluar.
Bongkik, sibongkihon, isak tangis; urat ni nai bongkihon, ikan (And).
Bongkoan, ujung rotan yang dipegang.
Bongkol, marbongkol, = martingki. Bongkong, terikat pada rumah mengenai orang tua.
Bongkot, = bongot.
Bongkung, sengkang perangkap atau jerat; juga: punggung kucing.
Bongor, rendah mengenai suara.
Bongot tu, masuk ke; mamongoti, memasuki; pabongothon, memasukkan; habongotan, tempat masuk; habobongot, masuknya; ringgit bongot, uang dollar pada mana terdapat tulisan dobol dan disimpan baik-baik sebagai homitan.
Boni, benih; bonian sasolup, sebidang tanah yang dapat ditanami dengan seselup padi (solup); parbonibonian, bakul berisi dua atau tiga tuhuhan.
Boniaga, barang jualan, dagangan; marboniaga, berjualan, berdagang, berniaga.
Bonjara, mamonjara, menutup erat-erat dengan mengikatnya.
Bonjol, imam bonjol, pendekar perang paderi tahun 1830.
Bonjor, tempat untuk beristirahat atau tidur di bawah langit terbuka; parbonjoran, idem.
Bono, = bonos.
Bonok, sedih, bersusah hati.
Bonom, terbenam.
Bonor, = bonar, benar, jujur, tulus, lurus, berhati lapang.
Bonos, sangat berdukacita; bonosan, bobonosan, berdukacita sekali karena tertimpa kesengsaraan, musibah, khawatir, gelisah.
Bonsa, berduka, murung, masygul; pabonsa, mendukakan hati, memberatkan hati, membuat seseorang jadi murung.
Bonsing, bonsingbonsing, cambuk, cemeti.
Bonsir, penyebab, sebab, sebab musabab; mangalului bonsir, mencari dalih berselisih; parbonsiran, alasan, penyebab.
Bonsot, gemuk, tambun, membengkak tubuh manusia.
Bontan, kembali ke rumah dari pekan dalam keadaan sakit, gelisah dan menangis mengenai bayi untuk pertama kalinya dibawa ke luar.
Bontang, = bostang.
Bontar, putih; marbontar, mamontar, memutih; ringgit bontar, ringgit Spanyol, lain dari ringgit burung (dua setengah gulden); bontar, darah; bontar ni horbo, darah kerbau potong; bontar ni babi, darah babi potong; juhut na binontaran, daging yang dibumbui campur darah; parbontaran, tempat masakan daging yang dimasak bersama darahnya; juhut bontar, beruk.
Bonte, mamonte, angkat senjata, membidik; bontean, jerat dimana senapan digantungkan, tempat penyimpanan senjata; bontean ni solu, tambatan sampan, tempat berlabuh, tempat menyimpam sampan (lebih tepat dari pada bontean, bdk botean).
Bontis, I. cekatan, tampan, tangkas, ligat. II. parit kecil di ladang.
Bontor, lurus, tulus, tidak palsu, ikhlas; bontor ni roha, ketulusan, keikhlasan.
Bopbopan, sej ulos.
Bor, bor, alat pembuat lobang dengan putaran.
Bora, bora turun = mora turun, hari ke-9 penanggalan.
Borak, borakborak, berteriak keras-keras mengenai anak-anak.
Borang, borangborang, berang-berang (= silosilo).
Boras, I. hari ke 5 dalam satu bulan. II. boraspati, cicak; boraspati ni tano, roh pelindung yang terdapat pada cicak.
Borat, berat mengenai muatan orang dan kapal; boratan, penuh muatan (= sorat); borat dagingna, berat badannya, hamil.
Borbar, lepas dari ikatan mengenai orang-orang muda yang tidak berkeluarga; borbar hatana, kata-katanya ruwet, kacau.
Borbor, nama marga dan wilayah di Batang Toru.
Borgat, maborgat, tercabut; mamorgat, mencabut tanaman bersama akar-akarnya.
Borgo, dingin, sejuk, segar; paborgo, mendinginkan, menyejukkan.
Borgok, simata borgok, sej mutiara besar.
Borgong, = borgot.
Borgot, terjerat mengenai burung, terperangkap; mamorgot, menangkap burung dengan jerat.
Borhat, berangkat; paborhathon, memberangkatkan; paborhathon boru, mengawinkan anak perempuan; haborhatan, tempat dari mana orang berangkat; haboborhat, keberangkatan.
Borhos, mamorhos, mengikat jadi satu berkas, melampini; samborhos, seberkas, sebalutan, sebungkus.
Borhu, kulit buah kelapa yang paling luar; sanggar borhu, sej gelagah yang batangnya berongga pendek.
Bori, I. mangamborihon, mencemaskan, mengkuatirkan, takut terhadap sesuatu. II. mambobori, belum berbuah mengenai pisang dan enau.
Borit, sakit.
Borjaborja, kekejangan, sangat kesakitan.
Borjong, diborjong sahit do ahu, penyakit membuat aku tinggal di rumah.
Borma, Brahma, lih mamis.
Borna, warna; (juga: worna); sampuborna, berwarna-warna me-ngenai pakaian; sampuborna da-hanon, beras campuran.
Bornga, ulat dalam luka. Borngin, malam; na borngin, tadi malam; na di borngin, dahulu (kala); uhum na di borngin, hukum dahulu kala; parbornginan, tempat bermalam, penginapan; marborngin, bermalam, menginap; musu borngin, musuh atau lawan yang keras sekali, karena juga bertempur waktu malam.
Borno, bornoborno, rawa-rawa yang basah terus-menerus.
Bornok, berair, lembab, basah, lengas, tergenang; pabornokhon, membasahi, mengairi.
Boro, ulat dalam pisang; boroon, berulat-ulat seperti itu.
Borok, siborok, anak kodok; P.B.: nda mutu siborok manjalahi guluan, nda mutu roha manjalahi hangoluan, takkan anak kodok mencari kubangan, takkan habis akal kita mencari nafkah.
Borong, I. mamorong, menahan; tarborong, tertahan; ndang haborongan, tak bisa ditahan. II. mamorong, memborong, mengkontrak; paboronghon, memborongkan, mengkontrakkan; gaji borong, gaji yang ditentukan sesuai dengan borongan. III. borongborong, kumbang hitam penggorok kayu.
Borot, terikat, tertambat; mamorothon, mengikatkan; borotan, tiang yang dipakai untuk mengikat kerbau yang mau disembelih; haborotan, = haboruan, bdk boru.
Borsang (= hopahopa), sepah, ampas; tarborsang, orang yang suka omong secara kasar; juga: mengeluarkan angin, hingga keluar kotoran sedikit.
Borsi, mengandung banyak alkohol mengenai minuman keras (anggur dan tuak).
Borta, tunas enau, aren, enau muda; dipabortaborta hata (atau singir), menyinggung-nyinggung perkara atau piutang.
Borti, bertih; juga: pecah mengenai padi panggangan.
Bortian (dari: borti?), rahim, kandungan ibu; di bortian, dalam kandungan.
Bortik, terbetik, terdengar msl kabar; tarbortik tu pinggol ni…., terbetik beritanya ke kuping….
Bortu, mabortu, merekah mengenai kulit karena api atau sinar matahari.
Bortung, katak besar, kodok besar.
Boru, anak puteri, anak perempuan, wanita, anak perempuan saudara lelaki dan semua sanak saudara dari pihak ayah; juga: borua, na boru; anak boru, gadis, perempuan yang belum kawin; boruboru, perempuan, betina; ompu boru, nenek perempuan; amang boru, suami dari namboru; namboru, saudari ayah; anak ni namboru, anak dari saudari ayah, nama timangan: anak kesayangan; anggi boru, isteri adik, adik ipar; haha boru, isteri abang, kakak ipar; parboru, pemilik mempelai gadis, yang mengawinkan dan menerima mas kawin; boru ni asu, boru ni aha, cacian yang kasar , perempuan yang tak dipandang; boru ni halak, gadis hina yang tak mau dikawini; boru sibabi jalang, lonte, pelacur, wanita tuna susila; kata boru ditempatkan di muka nama marga, agar diketahui marga asal perempuan itu, perempuan yang sudah kawin tetap memakai nama marganya; boru sadari, bdk ari; tuan boru, isteri, isteri orang yang terhormat; na mora boru, = parripe, penghulu menganggap familinya sebagai anak lelaki, tetapi bawahannya sebagai anak perempuan, artinya: bawahannya mengambil tempat kedua, karena anak lelaki yang dianggapnya lebih tinggi daripada anak perempuan yang tidak punya hak warisan; mamoru, mempertunangkan puterinya yang masih kecil agar cepat mendapatkan mahar; haboruon, adat yang berhubungan dengan parboru; pamoruon = hata boru; masiboruboruan, saling mengawinkan mengenai dua keluarga, perkawinan bersilang; mangan tuhor ni boru, memberikan makan, kalau pihak paranak membawa daging untuk mengatur mahar secara tuntas. Terjadilah marunjuk; si boru, kata ini ditempatkan mengganti kata Si untuk nama wanita, kalau disapa seorang perempuan, disebut nama marga dengan di muka kata boru; haboruon, ejaan U dalam tulisan Batak tradisional.
Borur, mamorur, menelan tanpa lebih dulu dikunyah.
Borus, marborusborus, lari se-cepat-cepatnya, pontang-pan-ting, minggat.
Bosan, keseganan, menjijikkan, merasa asing. Bosar, I. radang, barah, bosaron, menderita peradangan, berbisul-bisul. II. bosar, subur; napu bosar, amat subur.
Bosbos, gemuk, tanpa rupa.
Bosi, besi; bosi, teguh, keras seperti besi; juga: mengenai roha; tungkang bosi, tukang besi; bosi barani, habosion ni daging, kebal, kuat, mengenai badan; marhalihali bosi, memakai banyak akal; parimbulu bosi, yang berbulu basi, mitos batak tentang pendekar jaya si marimbulu bosi; honong bosi, burung bangau.
Bosik, I. tali yang dihitamkan dengan air jelaga untuk membuat garis lurus menepatkan balok-balok (= rambu); mamosik, menarik garis dengan cara tersebut di atas. II. bosik horbo, sej penyengat yang mengganggu kerbau. III. mamosik, memukul-mukul ladang yang telah siap dikerjakan dengan daun palem supaya bibit masuk ke tanah; bosikbosik lili, daun-daun palem yang dipakai untuk memukul-mukul itu; mamosihi, berkelahi dibelakang peti mayat untuk mengusir begu, hal itu juga dilakukan pada pesta horja.
Bosol, membengkak mata karena sakit atau karena menangis.
Bosta, kain berwarna-warni.
Bostang, I. perangkap untuk membunuh. II. bostang, terlentang; mamostang, mengambil jalan terpendek atau memotong jalan, msl sewaktu menyeberangi sungai.
Bosur, kenyang; pabosur, mengenyangkan; na bosur, yang kenyang; P.B.: otik hinamokmokhon, godang hinabosurhon, yang sedikit mengemukkan, yang banyak mengenyangkan. Dikatakan oleh tuan rumah kepada tamu: pemakaian tepat guna, juga banyak atau sedikit makanan terhidang, kiranya menyenangkan dan terberkati.
Bot (bdk bodari dari: bot ari), sudah gelap, menjelang malam; bot ma ari, hari mulai gelap, matahari mulai terbenam; nunga bot ari, sudah petang ari; guling bot, menjelang malam; bot ni ari, sore.
Bota, botabota, biji-biji pa-yang sewaktu menumbuk tidak pecah.
Botang, tegap, dewasa mengenai tubuh.
Botean, tambatan perahu msl di pinggir Danau Toba.
Boti, begitu, begini, demikian; boti ma, sekian, demikianlah pada akhir pidato; bo-ti, sia-sia belaka; mulak bo-boti, kembali dengan sia-sia, pulang tanpa hasil; lagu boti, pemberianmu tidak berguna bagiku, isapan jempol, kata-kata manis tanpa bukti; laguboti, kota kecamatan di wilayah Danau Toba.
Botik, I. pepaya. II. botik (juga sambotik), lembing yang dipasang sedemikian rupa sehingga ia cepat melecot kalau kena benang yang dipasang.
Boto, umboto, tahu, mengetahui; mamoto, idem (di); dipabotohon, diberitahu (tu); parbinotoan, pengetahuan; so pamotoanna, tak sepengetahuan; hupabotoboto i, mana aku tahu tentang itu; marpinabotoboto, berbuat seakan tahu, tidak peduli; ndang botobotoanku i, itu bukan ulahku; pamotoan, pengetahuan; P.B.: napuran tanotano na sinuan di onan, manumpak ma Debata, dipaganda parbinotoan, tumbuh sirih ditanam di pekan, semoga dengan pertolongan Allah, pengetahuan itu ditambahkan.
Botohon, lengan bagian atas, as roda; mulakulak songon na mangusa botohon, diulang-ulang seperti mengeringkan lengan atas.
Botol, botol.
Botul, betul, benar.
Boturan, pikulan.
Bua, bua nona, buah nona (anona muricata); bua pala, buah pala.
Bual, marbualbual, membubung mengenai asap; Bualbuali, nama gunung dekat Sipirok dengan air belerang.
Buang, mamuanghon, I. membuang, mengasingkan; tarbuang, dibuang, diasingkan, dikucilkan; habuangan, tempat pengasingan. II. mambuang, memberikan secara berlimpah; P.B.: binuangbinuang ganda hinolithinolit lonong, memberikan berlimpah limpah berganda, pe-lit-pelit malah tenggelam. III. sibuangbuangi, rotan yang dipasang di ladang untuk menggerakkan untuk mengusir burung; sambil buang, jerat.
Buangbaing, terombang-ambing, cemas sekali.
Buangga, keterlaluan, terlampau, tak seimbang, kelewat mengenai hiasan, perkataan; aha ma laba ni hata na buangga? apalah untungnya berbual? pabuangga, melebih-lebihkan.
Buarbuar, sej palem hutan.
Buas, I. royal, tidak hemat, dermawan, murah, suka memberi, tak pelit, suka menjamu orang; manghabuashon, membagi-bagi secara murah. II. buasbuas, mengeluh, berkeluh.
Buat, mambuat, mengambil; mambuati, mamuati, mengambil dari sesuatu, mengambili; roha na marpambuat, tuntutan untuk memperoleh untung, bersikap mengambil muka, egois; mambuat roha, mengambil hati; pambuatan, tempat pengambilan sesuatu; pambuatan goar, asal pengambilan nama; marpamuati ma roham, janganlah marah; dibuati murukna, berkurang marahnya; na binuatna, isterinya, bininya; parbuaton, harta, kekayaan; tuk parbuatonna, cukup berada; dibuat na mambuat, diambil orang.
Bube, perbubean, bakul beras, bdk ube.

Bubi, lih bumi.
Bubu, bubu; marbubu, menangkap ikan dengan bubu; P.B.: tu julu dapot bubu, tu jae dapot tunggal, ke hulu terpukat, ke hilir terperangkap, lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya.
Bubuk, na so habubuhan, perawan, yang belum pernah bersetubuh.
Bubung, bubung; ulok si bola bubungon, ular hitam besar.
Bubur, I. bubur, bubur nasi. II. marbubur, suara yang berbunyi “bur” msl bunyi senapang, jatuh ke lobang.
Bubus, bobol, bocor; parau bubus (arti kiasan), pemboros; marbubus, mengalir, terluap air, bocor.
Bubut, mengembung mengenai tubuh; bubuton, dalam keadaan mengembung mengenai tubuh.
Budak, cercaan: budak; na budak, berat, lambat.
Budok, sibudok, gambaran anjing yang diukir dari kayu sebagai penangkal dan dipasang di sudut kampung.
Bue, banyak, cukup, berlebihan mengenai makanan dan padi; sibue, rumput kecil yang dicucukkan di antara padi dengan kepercayaan padi itu akan berbuah banyak; juga dimasukkan kayu untuk bonang; mabue, berketurunan banyak; matorop mabue, idem; parbue, buah; marparbue, berbuah; marparbuehon, menghasilkan; batu parbue, ba-tu pasir yang lembek, tetapi menjadi keras bila ada di udara.
Buea, buaya; si Buea, marga suku tertentu.
Bugang, luka; mabugang, terluka, luka-luka; mamugangi, melukai.
Bugis, orang Bugis; mandar bugis, sej mandar.Buha, mamuha, membuka (bdk bungka); buha, terbuka; mamuhai, membuka, memulai, mendahului; pabuha, membuka; buha baju, bdk baju; buhabuha ijuk, fajar pagi; buha siang hari, mulai pagi, subuh; buha hata, uang permohonan, agar raja membicarakan dan menimbang sipemberi uang; buha parhalaan, jatah, (jambar) yang merupakan hak kita pada saat perkawinan seorang gadis.
Buhal, marbuhaluhal, berbual-bual, muncrat dari dalam tanah, memancar-mancar ke atas; juga: kata-kata yang mengalir dari mulut.
Buhar, mamuhar, menggusur, mengusir musuh dari kampung; buhar, diusir dari kampung; P.B.: papanpapan butarbutar, martaban hita jala mamuhar, papan kayu butar, kita manjarah musuh lantas mengusir; pabuhar = buhar.
Buhit, jungjung buhit, jalinan rambut; silanjang buhit, benjol pada usus ayam; parbuhitan, pertanda buruk pada bagian dalam ayam atau kerbau yang ditemukan dukun; manilik parbuhitan, mencari tanda nujum pada bagian dalam itu.
Buhu, I. buku, ruas msl ruas bambu, pasal, tulisan; buhu, tiba pada suatu pasal atau akhir pidato; nunga buhu? sudah selesai pidatomu? marbuhubuhu, berpasal-pasal, berbagi-bagian; buhubuhu, benjolan-benjolan, ruas, mata buku daging. II. marsibuhu, meratap di waktu malam.
Buhul, mamuhul, menentukan, memastikan, menetapkan mengenai jangka waktu; ari na binuhul, waktu atau hari yang ditetapkan.
Bujang, kemaluan perempuan, puki.
Buje, mamuje, = bija, menikam, membunuh.
Bujing, sibujing atau bujingbujing, =gadis perawan (= na marbaju).
Bujogo, marbujogo, angin berdengung, gegar bunyi gendang, menjadi sangat marah.
Bujonggir, sibujonggir, cicak.
Bujuk, I. mamujuk, membujuk. II. sej ikan yang sangat rakus dan memakan anaknya, kiasan: seorang pemimpin yang menganiaya rakyatnya.
Bujur, baik mengenai arah angin pada pelayaran.
Bukbak, berdebar-debar mengenai jantung karena takut atau penyesalan; mabukbak, idem; mabukbak taroktok, berdebar-debar jantung karena takut, kalau ini dengan sendirinya, maka itu dianggap sebagai pertanda yang jelek; na bukbak, takut, ketakutan; mamukbahi roha ni sianu, menakutkan si anu; dipabukbak, idem.
Bukbuk, I. bulu tubuh. II. pabukbuk, menjadikan banyak, memperbanyak; manimbukbuk, menjadi sangat besar; begitu dikatakan mengenai kemenangan (manimbukbuk hamonangan).
Buku, buku, kitab.
Bula, perintah: pergi! Bulaling, mamulaling, melempar ke sesuatu; hata bulaling, ucapan mengeritik seseorang; ende bulaling, lagu yang mau menembak seseorang.
Bulan, I. bulan (bagian dari tahun), bulan (di langit); bulan mate, bulan mati; bulan sasabi, bulan sabit; poltak bulan, muncul bulan, bulan timbul; dioro bulan, datang bulan, haid; oro ni bulan, menstruasi; marsahit bulan, sakit haid; solpot bulanon, kambuhnya penyakit ayan pada bulan timbul; hu di bulanna, penuh bulannya, mau melahirkan; dan bulan, cendawan bulan; sinabulan, sej pohon besar; mangalabulan (malabulan), satu dari tiga dewata tertinggi. II. bulan, perjanjian; marbulan, berjanji dengan sumpah; sumintak bulan, memperkuat perjanjian dengan sumpah sambil memegang ganaganaan.
Bulang, mabulang, menutup mata dengan kain; bulangbulang, bulang, kain yang dipakai meliliti kepala; surik na binulang, bdk surik.
Bulangbaling, lari pontang-panting.
Bulbul, marbulbul, melingkar, naik membubung mengenai asap; mamulbul, menghembus; dibulbul alogo, angin menghembusnya; bulbulan ni dengke, pemusing-musingan, kumpulan dari banyak ikan atau orang.
Bule, I. mabule, = mahap. II. bulebule, bejana kecil berleher kuncup, mangkok kecil.
Bulele, I. belalai gajah, juga rama-rama. II. sibulele, burung yang mengungkit-ungkit ekornya.
Bulet, I. banyak, berlimpah; juhut na bulet, gumpalan daging, msl pada pantat. II. hau bulet, kayu bulat, yang tidak ditetak.
Bulgang, parut, bekas luka; bulgangbalging, tidak rata.
Bulhap = bolhup, pecah.
Bulibuli, buli-buli.
Buliga, I. kekuatan obat mesiu; hona buliga, kena mesiu. II. marbuligabuliga, dikuliti.
Buligan, deretan, barisan; sabuligan, sebaris mengenai benda-benda yang diikat berderet-deret msl ijuk, benang, sirap.
Bulingga, marbulinggabulingga, lih buliga II.
Bullak, (sebenarnya: burlak), marburlak, membual, memuncrat; juga: marbullakbullak.
Bullang, gembung mengenai pipi.
Bulle, sej hunik tetapi tidak dipakai sebagai bumbu.
Bulneng, (juga: bulnang), menggembung.
Bulot, membuat diri gampang ditangkap.
Bulu, buluh, bambu; jenis-jenisnya: bulu godang, sejbambu besar, yang dipakai untuk tempat mengambil air; bulu duri, buluh duri; bulu suraton, bambu, yang dahulu kala dibuat untuk menulis; bulu laga, bulu sorik, bulu tolang, jenis-jenis bambu liar di hutan; bulu hungkung, bulu parapat, bulu tangan, bulu songa; simarbulubulu, sej rumput yang daunnya menyerupai daun bambu; P.B.: bulu soban, musu dongan, kayu api dari bambu, kawan bisa jadi musuh; P.B.: sinuan bulu sibahen na las, sinuan uhum sibahen na horas, tanamlah bambu agar hangat, carilah keadilan biar selamat; urat ni bulu, akar bambu, jatah raja dari emas kawin; gorit bulu, jatah mahar yang diterima parboru; bdk gorit.
Buluhat (bulu uhat), bambu yang diatur oleh kaki perempuan penenun pada mana benang berjalan.
Bulung, daun pohon; juga buku; bulung ni tangan, tangan tanpa lengan bawah; bulung ni pat, telapak kaki; marsangkot bulung, berpakaian daun, begitu menderita sampai kehabisan darah; na maulibulung, yang berdaun elok, kaya, dihormati; sambor bulungna, malang sengsara; ndang ulahan (haulahan) bulung, seperti pohon kayu yang ranggas yang tidak berdaun, mundur tak bisa diperbaiki lagi; P.B.: nang dope marbulung, nunga mangalinggomi, belum berdaun sudah menaungi, belum apa-apa, belum berbuat sudah mau menguasai msl seorang pemuda yang berpura-pura raja; bulung, pinarbulung, berbentuk daun; pinarbulung gumba, berdaun yang berbentuk hati.
Bulus, sederhana, mudah, tulus; bulus roha, mudah, tak ada maksud lain, tak akal-akalan, polos; bulusan, lebih baik, lebih muda; bulusan nama ahu mate, unang mangolu, bagusan aku mati daripada hidup.
Bulusan, tikar yang dipakai untuk membungkus diri di waktu tidur, selimut.
Bulut, marbulutbulut, (mengenai benang, rambut), kusut.
Bum, tiruan bunyi “bum”; marbumbum andalu, alu berdegar.
Bumi, tanah, bumi, angkasa. Kata ini sering dipakai dalam bahasa datu; tuan bumi (juga: bubi) na bolon, juga: taham (= tahan) bumi na bolon = pane na bolon, dewa astrologis
Bun, (tentang padi di sawah) melimpah, berhasil lebih daripada biasa; habunon, kelimpahan, pertambahan.
Bunbun, tertumpuk, berkumpul; bunbunan, tumpukan padi yang bundar di ladang untuk ditebah (dengan mengijaknya); kumpulan, himpunan.
Bundala, = mundala.
Bundar, sikat; mamundar, menyikat.
Bundat, lamban, lambat msl ka-rena keberatan badan.
Bunga, bunga, sewa, rente; juga: bungabunga; marbunga, berbunga; bungabunga ni hagabeon, hak kesulungan; sampe bunga, dewasa; hoda sibungabunga, kuda merah; bungabungaon, terserang penyakit dengan akibatnya kulit menjadi merah; bunga pansur, bunga merah; bunga rus, bunga mawar.
Bungan, bungan tubu, anak kandung (dari: bunga).
Bungar, marbungaran, makmur, meningkat, msl daerah, perdagangan.
Bungbang, berlobang-lobang, tembus.
Bungbung, lobang, tembus; na bungbung, berlobang, terbuka lebar, tidak ada yang menghalang.
Bunggaling, rebah ke belakang, terpelanting (= tunggaling).
Bungging, mamunggingi, membelakangi, memantati sambil berkata: ndi ma di ho, ini untukmu; bungging mulak, pulang tanpa hasil, siasia (kasar).
Bungka = buha; mamungka, membuka; sibungka botol, pembuka botol.
Bungkar, mamungkar (= buhar), membongkar, menggusur, merebut desa dan kemudian dimusnahkan.
Bungkas, pindah tempat diam-diam, minggat; marbungkasan, berpindahan, pindah dalam jumlah besar, eksodus, pindah bertebaran; pabungkas, memaksa, mengusir (dengan atau tanpa kekerasan); habungkasan, tempat yang ditinggalkan setelah diusir; parbungkasan, tempat, yang dituju setelah diusir; habubungkas, perpindahan, hal pindah, emigrasi.
Bungki, bingkah tanah yang dibalikkan; juga: lempeng tanah yang dipakai untuk membangun tembok; balikbungki, membalikkan bingkah tanah, menunjukkan suatu kebiasaan, adat-istiadat, sewaktu membeli tanah ladang: bila seorang membeli tanah untuk jangka waktu tertentu, maka itu tidak boleh di bawah dua tahun, bingkah tanah yang dikerjakan itu harus dikembalikan lagi ketempat semula, hal mana terjadi sewaktu mengerjakannya pada tahun kedua.
Bungkuk, bungkuk, membungkuk ke muka.
Bungkulan, bubungan.
Bungkus, bungkusan; mamungkus, membungkus; bungkusan, bungkusan.
Buni, sembunyi, tersembunyi, terpencil, dirahasiakan; mamunihon, menyembunyikan; pabunibuni, idem; manabunihon (ditabunihon), menyembunyikan; martabuni, tersembunyi; marsibuni, merondokkan sesuatu secara sembunyi; sihabunian, rahasia; di sihabunian, diam-diam lepas dari pengetahuan orang; sibunian, barang rondokan; baro buni, disentri.
Bunsilak, bunsilat, tegang mengenai penglihatan, juga: mabunsilat.
Bunsohik, bunsohihon, sesuatu masuk kelobang hidung msl air.
Buntal, besar, kuat mengenai badan, bulat; dengke (ihan) buntal, ikan peluru, tetrodon, berbahaya karena sengatnya yang berbisa; imbulu buntal, sengat ikan ini, dipakai untuk pencampuran racun, buntalan, buku, tumbuh ganda, tumor.
Buntengbunteng, mengembung me-ngenai pipi; juga: hamil.
Bunti, sajian untuk roh yang terdiri dari sagusagu yang diletakkan di ladang; marbunti, meletakkan sajian seperti itu.
Buntiting, keras, gendut mengenai tubuh karena terlampau banyak makan.
Buntul, benjol, tinggi; juga: arti kiasan: (= timbul) menonjol ke atas; harajaon adui do na umbuntul, kerajaan disana paling menonjol; buntulbuntul, bukit-bukit, bukit kecil; pabuntulhon, menonjolkan, meninggikan; nae buntul malela, begu perempuan yang tinggal di gunung.
Bunu, bunuh; mamunu, membunuh, memukul; mamunui, membunuh, memukul dalam jumlah besar; pamunu, pembunuh; pamunuon, pembunuhan; bunubunu, pemukulan sampai mati; sibunu jolma, pembunuh; pabunubunu, memukul-mukul seseorang; dibunu na mamunu, dibunuh orang.
Bur, tiruan bunyi segala sesuatu yang jatuh; mardubum (mardobur), kena dobrak.
Bura, kutukan, kualat; burabura, idem; mamurai, mengutuk; marburaburahon, mengutuk sesuatu atau seseorang; hona bura, kena kutuk; pamuraion, pengutukan.
Buragas, marburagas, memaki-maki, mengumpat-umpat.
Burak, marburakburak, berbual- bual mengenai air; ndang marburak, tidak lagi membual, yakni tidak mengembung.
Burangir, = napuran, (Angk).
Burangso, tidak sopan, kurang ajar; bdk barangsi; na burangso manghuling, tidak sopan bertutur; na burangso marabit, tidak sopan berpakaian; na burangso mangan, tidak sopan makan; na burangso mamora, tidak sopan kaya, tidak mau meminjamkannya kepada teman-teman se-desa.
Buranso, seruan karena merasa tidak senang, seolah-olah mengatakan: orang yang terkutuk ini.
Burbar, = purpar, riuh, membuat ribut; mamburbari, membuat ribut.
Burbur, I. bubuk kayu; buburon, diserang bubuk. II. mamburburi tano, dengan air membawah tanah ketempat lain.
Burendeng, marburendengan, de-ngan cepat lari tanpa menoleh ke belakang.
Burgat, maburgat = maborgat, lih borgat.
Burhung, menderita sakit sampai tidak dapat berdiri lagi.
Buri, kena cuci; mamuri, mencuci, membasuh; marburi, cuci tangan; parburian, tempat cuci tangan, kalau mau makan; mengutuk: buriapus ma ho, mudah-mudahan engkau mati, mampuslah kau; burilengse, burisiapsiap, buripatopato, burilandas, idem. Buriran, tembolok pada burung.
Burju, tulus, baik hati, jujur, rajin, sungguh-sungguh; hata burju, (lawan: hata gait), bicara sungguhan; burjungku do i, maksudku baik, sungguhan aku lho; haburjuon, kejujuran, kebaikan hati; burju ma ho mangula, rajinlah engkau kerja; manghaburjuhon, mengerjakan dengan tekun dan teliti.
Burlak, bdk bullak.
Burnang, lebar, membengkak, menggembung; pamurnangan, bagian yang paling lebar, lilit terbesar; paburbanghon, membesarkan diri, menyombongkan, berlagak, mengembungkan diri.
Burnas, mamurnas, memberi makan berlimpah-limpah; pamurnas, suguhan makanan yang banyak dan enak.
Burnge, burngeburnge, penyakit bagian bawah tubuh.
Burning, = burnit.
Burnit, (juga: burning), kurus dengan perut kembung; pamurnitmurniton, dirundung penyakit ini.
Burnung, penyakit bagian bawah tubuh hewan.
Buro, mamuro, mengusir burung dari sawah atau ladang; buroan, musim buro; mamuroi, memperhatikan/melindungi; manggora pamuro, nampak kehamilan; na buro, orang asing (sebenarnya: yang diusir).
Bursik, diludahi; mamursikhon, meludahi, memecilkan seseorang; mamursihi, meludah-ludahi, mengjikkan, menghina; mamursik sude halak mida pangalahona, semua orang jijik akan kelakuannya; sibursik, siburuk laku, orang hina.
Bursok, sibursok, anak bayi laki-laki (= siunsok) bila orang tidak mau menyebut namanya atau yang belum punya nama.
Bursung, jatuh tersungkur msl karena sakit; mamursunghon, menjatuhkan, mencampakkan.
Burta, I. lumpur yang terbawa air sungai dan menyuburkan tanah. II. burtaburta, sej pohon kayu berdaun lebar dan berbentuk hati.
Burting, bengkak mengenai tubuh.
Burtung, mamurtung, menghantam orang.
Buru, I. marburu, berburu; mamuru, memburu; parburu, pemburu; biang parburu, anjing pemburu; paburuburu, mengejar-ngejar; paburuon, pengejaran. II. mangiburu, lih iburu.
Buruk, tua, buruk, jelek; roha buruk, hati buruk, malas, mentalitas buruk; taon na buruk, tahun yang baru lewat; burukburuk ni abit, kain usang, pakaian bekas; habuburuk, keburukan, lusuh.
Burung, ringgit burung, gulden Nederland; burung, burung.
Burut, buruton, busuk di dalam mengenai buah dan manusia.
Bus, = bius.Busan, busanbusanan, peralatan kecil yang dapat dipakai dan dibawa seperti seorang dukun yang selalu membawa peralatan kecil.
Busbas, berlobang-lobang, rusak msl dinding.
Busbus, bersegera, bergopoh-gopoh (bdk puspus).
Busisa, kegusaran, susah, gelisah.
Bustak, lumpur (yang dalam).
Bustang, I. (bostang II), bergelimpang, terentang lurus; pabustang, menggelimpang. II. sabustang, ikan busuk yang terapung di atas air.
Busuk, busuk; hata na busuk, kata-kata kotor, jelek; habusuhon, kebusukan, kejelekan hati; busukbusuhan, timbunan jerami di ladang.
Busung, busungon, perut yang gendut karena banyak makan.
Busur, mamusur, membersihkan katun (kapas).
But, luka (Angk).
Buta, I. buta; tunggul buta, sej kayu berdaun kecil .II. mamuta, menutup lobang; nunga buta, permainan tidak sah. III. buta, bagian lembek pada gigi, kuku, yang gampang berdarah.
Butar, sirap untuk atap; mamutar, mengatap dengan sirap;
P.B.: butarbutar mataktak, butarbutar maningkii, mate pe amana, adong anakna maningkii, pohon butar terkelupas, butar yang berganti, kalaupun ayah meninggal, sang anak jadi pengganti.
Butbut, mambutbut, mencabut msl ubi, rumput, rambut dsb.
Butir, butir-butir karena gigitan nyamuk atau kutu busuk; marbutir daging, berbutir mengenai kudisan; butir ni roha, keseganan, keengganan, tidak mau, risih; mamuturi, gigitan semut yang gatal di kulit.
Butong, kenyang; mabutong, idem; butong, layar yang penuh dengan angin; ndang habutongan, tak kenyang-kenyangnya, terus melahap makanan; pabutonghon, mengenyangkan, memuaskan; pamutongmutong, tali penggerek tabung tuak.
Butuha, perut, tubuh bagian bawah; butuha bolon, perut besar; butuha metmet, usus; uhum ni butuha, buang air besar; dongan sabutuha, teman seperut, teman semarga; pamutuhai, les panjang di bawah atap pada mana urur diikat.
Butuhe (= butuha), mamutuhei, mencuci isi perut binatang, yang disembelih.

C.

D.

Da, = atehe?, bukankah, ya? ditaruh sesudah perintah; laho ma da, pergilah ya, ima da, ya memang begitulah.
Daba, kata pengerasan; ho da-ba, justru engkau, engkau yang kumaksud.
Dabo,ale.

Daboru, lih boru.
Dabu,madabu, jatuh; mandabu, menjatuhkan, membuang; mandabu sipaingot, memberi nasehat, menegur; mandabu uhum, mengadili, menjatuhkan vonis; mandabu aek, mengairi sawah; mandabu dalu, main dadu; mardabudabu, menimbang-nimbang, mengadakan perhitungan, berefleksi, merenungi, mengadakan perhitungan; dabudabuan, perhitungan, budget, anggaran belanja; malo marsidabu, hemat, irit, paspasan msl seorang ibu memasak paspasan; hadabuan, tempat kejatuhan; p.b.: patimbo hadabuan, pabagas halonongan: meninggikan kejatuhan, memperdalam kehancuran, artinya: kesombongan akan hancur; hadabudabuan ni pansur, tempat pancuran air jatuh; madabu uhum, hukum menimpa dia; madabu torutoru, kutukan jatuh padanya; dabu roha, iba, kasihan; sidabu dangka, sej pohon yang dahannya kecil.
Dada,sidada, yang turut ma-kan.
Dadage,mardadage, makan enak-enak, berpesta pora memboroskan uang.
Dadang, mandadang, menyinari sesuatu hingga menjadi panas mengenai matahari dan api; memanaskan; didadang las ni ari, disinari matahari.
Dadap, mandadap, meraba sesuatu, menggagau, menyeluk; dadapdadap, meraba-raba tergagau-gagau, mengenai orang buta; hadadapan, dapat diraba.
Dadas,madadas, berjatuhan me-ngenai bauh-buahan; mandadas, menjatuhkan buah banyak-banyak.
Dadu, = dalu, dadu.
Dae, jelek. buruk, kurang pantas, kurang layak, buruk, msl: seorang bapak yang telah berumahtangga berlaku sebagai pemuda; P.B.: molo marsuru raja, dae ma so oloan, kalau bersuruh raja, jangan tidak dipatuhi, kalau raja memerintah, risih rasanya kalu tidak dipatuhi.
Daek, mandaek, mengumpulkan, memungut.
Daga, dagadaga, gadai, petaruh.
Dagak, mandagakdagak, membantah, menyanggah, menantang, melawan, mengingkarkan, menengkar.
Dagal, = dugul, mata kayu; p.b. sada dagaldagal, sada duguldugul, sada na tangkang, sada na jugul, sebuah mata kayu, sebuah buku, yang satu nakal, satu lagi bandel (dua pihak bersengketa, sama-sama keras kepala)
Dagang, orang asing, pendatang, perantau; mardagang, merantau, mengembara di negeri asing, halak dagang, pendatang, orang asing; p.b. tanda do sanggar padang, potang ari marsipusipu, tanda ni anak dagang, potang ari pangapusi ilu, nyata amat ilalang pimping, petang hari jadi hangus, tandanya perantau asing, di petang hari ia menangis, karena rindu; napuran dagang, daun sirih paling pangkal, rasanya gurih.
Dagangan, barang dagangan, barang jualan, kain.
Dagar, mandagar, mengupayakan, membuat, dapat mengerjakan; ise mandagar i? siapa meramu itu? siapa yang mau bersusah-susah menyediakan? hadagaran, dapat diikhtiarkan, dapat diupayakan, dapat diperbuat.
Dagas, mardagas, berkelahi sedemikian rupa hingga kemenangan tidak tentu.
Dage, I. = doge, seruan tanda keheranan. II. mardagedage, makan (sedapan), makan berlebih-lebihan.
Daget, dipadagetdaget, membuat sesuatu dengan lambat, bdk nanget.
Daging, (mengenai orang dan binatang) badan; mardaging, berbadan; roha daging, bersifat duniawi, materialistis, kehendak badaniah, nafsu badani; pardagingon, kebendaan, kejasmanian, hal mengenai badan; anak ni daging, seorang anak yang tidak lagi diakui oleh orang tuanya sebagai anak mereka karena anak itu membuat banyak kejahatan; sada daging sada mudar, sebadan sedarah, seperasaan, sepenanggungan.
Dago, = doge, kata seru menyatakan keheranan.
Dagul,mardaguldagul, (mengenai buah-buahan), berangkai-rangkai, bergugus-gugus.
Dahahang, abang kandungku, ka-kak saya (dari: haha).
Dahal,mandahaldahali, menekuni, mengerjakan sesuatu dengan rajin.
Dahan,mardahan, memasak, menanak nasi; dahanon, yang harus ditanak (kata kerja bentuk gerundivum), beras; indahan, (sebenarnya nidahan = yang dimasak), nasi; mangindahani, memberi orang makan; parindahanan, pandahanan, sumpit nasi, bakul yang dianyam untuk tempat penyimpanan nasi; ucapan selamat: P.B.: tubu boru na tardahanhon hudon na bolon di si paha ualu, kiranya lahirlah puteri penanak di periuk besar pada musim menyawah (waktu itu penyawah makan banyak nasi); indahan ni bonang, bubur nasi yang dilumurkan ke ke benang dan yang dibuat dari beras.
Dahap, dahapdahap, cacian se-orang yang didengarkan.
Dahar, tardahar, bangkrut dalam dagang.
Dahe, mardahedahe, kaku karena kotor.
Dahi, daki, kotoran yang melekat pada tubuh dan pakaian.
Daho, mandaho, mendakwa, menipu, menggelapkan, mengatakan masih berpiutang padahal tidak; juga mengatakan tak berhutang lagi padahal masih berhutang lagi.
Dahop, serangkulan (= sandahop); mandahop memeluk, mendekap, merangkul; mandahop parik, menyerbu benteng musuh seolah-olah merangkul musuh, didekap.
Dai, citarasa, rasa makanan; mardai, mempunyai citarasa, enak; daina, rasanya; dumai, lebih enak; mandai, mencicip, mencoba rasa, merasai; pandaidai, caranya mencicipi, orang yang suka makan yang enak-enak; hadaian, keenakan, kenikmatan; pandaian, pengecap, indera perasa; hona pandaian, dicoba mengenai kecap.
Daik = daek; mandaik, mengumpulkan, memungut msl padi waktu mengerik.
Dainang, (dari: ina), ibuku kandung.
Dairi, batak Dairi, kabupaten Dairi.
Dais, disentuh, dijamah, disinggung, ada sangkutan; ndang dais tu ahu, tak ada sangkutan denganku; mandais, melumas, mengoles, menyapu, menyepuhkan sesuatu pada; mandaishon, mengoleskan, menutup dengan obat, menyapukan; mandais hata, menggunjing orang; pandais, kuas, pensil.
Daiung, dayung.
Daji,dajian (= jotjotan), acapkali, lebih sering.
Dak, mandakdak, mengurangkan, menolak, menokok-nokok, meng-hantam habis; mandakdak batu, memecahkan batu; mandakdak simbora, menuang timah; mandakdak ugasan, menghabiskan harta milik. mandakdak parbue, memukul buah-buahan agar jatuh; madakdak (bdk madekdek), berjatuhan banyak-banyak mengenai buah-buahan.
Dakdanak,(dari: danakdanak), anak kecil, anak-anak tanpa membedakan kelamin; hadakdanahon, masa kanak-kanak, kekanak-kanakan.
Dalahi, lih lahi.

Dalam, mandalamhon, memasukkan, membasmi, membinasakan (tabas).
Dalan, jalan, cara, kesempatan; dia dalanna ? bagaimana itu terjadi; so sian dalanna atau na so adong dalanna, tanpa sebab; mardalan, berjalan, bepergian; pardalanan, perjalanan, perederan; pardalan, pejalan kaki; pardalanan ni hata, jalannya pembicaraan, jalan cerita, pembawa pembicaraan; raja pardalan, pengantara, = pangulu; pardalanan ni bada, sebab-musabab sengketa; pardalanan ni garar, cara-cara pembayaran hutang, orang yang membawa uang untuk membayar hutang; mardalandalan, berjalan-jalan tanpa tujuan tertentu, melancong; mardalani, menjalani; sadia dao dalanan? berapa jauhnya? hadalanan, dapat dijalani; mandalanhon hepeng, mengedarkan uang untuk berdagang; padalan, melakukan, melaksanakan; padalan hata, mengirim kabar; padalan jea, melakukan sesuatu yang berakibat buruk; padalan uli, melakukan sesuatu yang berakibat baik; padalan aek, memasukkan air ke tali air untuk mengairi sawah; padalan parkaro, memperkarakan sengketa; padalan tahi, mencari cara memperoleh kawan untuk suatu rencana atau perkumpulan; padalan juhut, membagikan daging pada pesta menurut adat; padalan sigalegale, membuat wayang sigalegale, patung orang, menari yang dikendalikan dengan tali/kawat; hata na dumalan, gagasan paling baik; mardalan pat, berjalan kaki; mardalan darat, berjalan melalui darat; sadalan hita, seperjalanan kita, setujuan kita, sependapat kita.
Daldal, I. sej lebah penyengat kecil; situak ni daldal, madu lebah. II. daldal bohina, suram wajahnya, muka masam. III. tali sidaldal, tali derek, disongket dengan kayu pengungkit, agar balok yang diangkat keatas bangunan bisa pas letaknya.
Dalhop, mandalhop, melekatkan pada, mengikatkan sesuatu dengan erat; dalhop tu, melekat pada, erat.
Dali, I. mandali, macet mengenai senapan; mandalihon utang, selalu menunda pembayaran hutang. II. sidalian, dalih, alasan; P.B: molo soada roha,godang do sidalian, kapan tak suka banyak dalih; hata sidalian, dalih alasan yang dibuat-buat; marsidalian, berdalih, mencari alasan; marsidalianhon ulaon, mendalihkan pekerjaan; horbona diparsidalianhon, kerbaunya dibuat menjadi dalih. III. dali, susu. IV. dalidali, sej kacang-kacangan; sataon dali, tiga bulan; simardalidali, sej rambatan yang menyerupai dali-dali.
Dalihan, tiga tungku dari batu di atas mana ditarok periuk; dalihan nantunggu tiga, tiga tungku yang teguh, diucapkan sebagai doa yang puitis; siholting dalihan, orang kikir, belit, bdk holting; P.B.: tolu do dalihan paopat sihalsihal, torop pe anakniba, sada do sihasian: tungku hanya tiga, empat dengan ganjalan, kalaupun banyak anak, satu saja kesayangan.
Dalimo, delima.
Daling, akar kayu yang kelihatan di atas tanah.
Dalmet, lunak, lembek, lembut.
Dalnat, penyek, (= lisat).
Dalo, mandalo, menyapukan, me-ngoleskan, melabur msl kapur kedinding; pandalo ni onggang, sesuatu yang dipakai bu-rung enggang untuk menyapukansarangnya .
Dalom, dalam, di dalom laut, dalam kandungan; daloman, (tentang ternak) melahirkan anak, yang telah mati di kandungan.
Dalpak, mandalpakhon, menempelkan, menaruh di atas, msl: plester di atas luka.
Dalu, I. dadu. manggulang dalu, menggulir, menggelindungkan dadu; dalu ni honas, batang nenas. II. dalu, babi jantan; manginjam dalu, meminjam pejantan membuahi babi betina; upa dalu, sewa pejantan yaitu anak babi yang kelima, kalau kurang dari lima anaknya: seekor ayam; sapelean daludalu, persekutuan persembahan senenek moyang yang mencakup enam keturunan; daludalu na mokmok, babi jantan tambun, gemuk yang menjadi kurban; mangondanghon dalu, peresmian anak hamba menjadi anak sendiri, sedang sihamba hanya melahirkan, dan seterusnya menjadi inang pengasuh. Anak ini memperoleh marga majikannya.
Damang, bdk ama, ayahku, bapakku sendiri.
Damar, damar, suluh damar, sudip dari pohon cemara; damardamar, tumbuhan rambatan; mandamari, merekatkan dengan damar, menempelkan dengan damar.
Dambirbir, jamur yang tumbuh pada pohon kayu; dambirbiron, berjamur.
Damdam, parhudamdam, sekte yang bersifat agama dan politik.
Dame, damai, dalam keadaan damai; dame do luat i, negeri itu dalam keadaan damai; dame rohana, dia berhati damai; mardame, berdamai, mengadakan perdamaian; pardameon, perdamaian; padamehon, mendamaikan, melerai; mardamedame, hidup secara rukun dan tenteram.
Damo, halus, merdu, lembut mengenai suara.
Damor,mardamor, merasa sakit di seluruh badan.
Damos, dekat, berdampingan, terkatup rapat-rapat; mandamosi, mengatupkan rapat-rapat, mendampingi.
Dampang, sadampang, bdk ampang.
Dampok, mandampok, rebah mengenai binatang buruan yang dibunuh.
Dampol, obat yang digosokkan pada kulit; ubat dampol, ubatpandompul, idem; mandampolhon,menyapukan obat urut; mandampoli, menyapu obat, memijati, mengurut-urut; dampol siburuk, sej rumput yang digosokkan pada anggota badan yang keseleo.
Dampor, terasa membaik sesudah makan obat, enak mengenai citarasa.
Damu, damuan, kain-kainan yang buruk.
Damul, malu, kena fitnah.
Dan, I. cendawan, jamur; danon, bercendawan, penuh dengan jamur, berjamur; dan pohul, sej cendawan. II. dan, penunjuk waktu, sering dihubungkan dengan kata bertanya; piga; piga dan, berapa lama; ndang piga dan, tak berapa lama.
Danak, muda, belia, kekanak-kanakan, naif; danak dope dagingna, badannya masih kanak-kanak, belum dewasa, belum langkas tumbuh.
Dandan, mandandan, memilin, menjalin; mandandan hata, mengacaukan pembicaraan atau pertengkaran dengan menambah-nambah atau memperbesar-besarnya. Dandi,mardandi, tidak mau menurut karena keras kepala, merajuk, mengambek, melawan.
Dando, denda, denda uang; tardando, didenda, terdenda; honadando, kena denda.
Dane, air lelehan mayat yang mengalir dari mayat.
Dangadanga, tuma, kutu.
Dangar, (tentang tanah) kering, tidak berair; na dangaron, kering, gersang; dangardangar, seseorang yang harus didengar, yang harus dituruti.
Dangdang, denda yang dibayar kalau kejadian itu tidak dapat lagi diperbaiki; mardangdang, membayar uang sebagai pengganti barang yang hilang atau yang dicuri; butuha naso hadangdangan, perut lebih banyak menerima makanan daripada yang diperlukan untuk tenaga kerja msl: pelayan yang malas; sisampe dangdang, penanggung denda, walau bukan salah sendiri.
Danggol, merasakan, menahan, menderita (=taon); tardanggol, dapat tertahan; danggoldanggol sisilon, suam-suam kuku, demikian panasnya hingga kuku jari-jari dapat menahannya.
Danggur, lemparan, terlempar, dibuang; mandanggurhon, mandangguri, melempari; masidangguran, salimg melempar dengan batu; P.B.: sada nidanggur, dua na hona, satu yang lempari dua kena. Dua tugas (rencana) dapat diselesaikan sekaligus dalam satu waktu; danggurdanggur, sesuatu yang dapat dipakai untuk melempari; danggur barat, melemparan dengan kayu; hona danggur, kena lempar; danggurdanggur toho, lemparan nasib-nasiban, melempari asal-asal; danggurdanggur borngin, aral, juga mengenai jawaban yang berdasarkan nasib-nasiban.
Dangiang, lagak, gengsi-geng-sian, angkuh; mardangiang, berlagak, membuat dirinya seolah-olah penting.
Dangir, dangirdangir, merembes, menetes mengenai air.
Dangis, mandangis, pada saat ini tanpa uang, mengenai pemain-pemain kalau mereka kalah; mengenai pedagang kalau barang mereka tidak laku.
Dangka, ranting, cabang, dahan, anak sungai; namora di dangka, kera; mandangkai, memotong dahan pohon; mardangka, bercabang, berdahan; mardangka abarana, ia mendapat anak; mardangka ubanmu, dalam hari tuamu biarlah ubanmu bercabang-cabang; mardangka ubanna, limut-limuton tanggurungmu, bercabang-cabanglah ubanmu, punggungmu ditumbuhi lumut, banyaklah keturunanmu, semoga menjadi tua sekali; mandangkai hata, membuat pembicaraan berpanjang atau bercabang-cabang, agar tidak berakhir dengan baik.
Dangol, sengsara, miskin, pi-lu, melarat; dangolna i, alangkah sedihnya; mardangol, menderita, dalam keadaan melarat; hadangolon,sidangolon, kesedihan, penderitaan, dukacita, sengsara, kemelaratan.
Dangsa, dansa. Dangsina, Selatan.
Dano, I, kolam besar, tasik; (lebih besar dari ambar). II. gambaran bintang: Penembak.
Dao, jauh, berjarak, kejauhan; sadia dao, berapa jauh; dao ma i, betapa jauh; sapaal daona, sekilometer jauhnya; dao rohana, tidak ada perhatian, hatinya jauh, pikiran melayang; hadadao, hinadao, kejauhan, jarak yang jauh; mandaodao, menjauh, menjauhkan diri dari orang lain; padaohon, menjauhkan; halak simadao, penyendiri, yang tidak bersikap akrab, walaupun sebenarnya harus dekat; sidao nahinan, julukan bagi mendiang ibu yang meninggalkan anak-anak yang masih kecil-kecil; padaodao, berjauhan, tidak serumah lagi, berpisahnya suami isteri namun tidak bercerai; daodao, sidaodao, burung kecil, manyar mirip dengan amporik yang membuat sarang cantik; P.B.: habang sidaodao, habang marimpotimpot, hita padaodao, padan paingotingot: terbanglah burung manyar, jauh nan ke langit, kita yang jauh berpisah janji kan diingat.
Daol, daoldaol, terayun, go-yang, goncang = (duilduil); mandoali, mengombangambingkan, mengayun, menggoyang-goyangkan kesana-kesini.
Daolat, bdk daulat.
Daompung, buyutku, embahku, moyangku, nenek-kakekku.
Daon, I. obat; daon bari, harfiah: obat terhadap rasa bau dalam mulut yaitu; sirih, tembakau; daon ni sohol, obat terhadap rindu, yaitu hadiah; mandaoni, mengobati; pandaoni, dokter kesehatan, tabib. II. mandaon perasaan mati bagian tubuh; mandao roha, tidak peduli lagi, tidak punya rasa harga diri.
Dapar, mardapar, gemertak; mandapar, menggeletak; dapardapar, kaleng atau bambu pecah yang diguncang menggertak burung, kelontang untuk mengusir burung.
Dapdap, pohon dedap; bunga dapdap, lembayung.
Dape, lih dope.

Dapok, = dapot.
Dapot, dapat, ketemu, ditemukan; dapot na gogo dibahen na bisuk, si kuat kalah pada si cerdik; nunga dapot ahu, sudah kudapat; P.B.: di jae dapot bubu, di julu dapot tanggal, di hulu, di hilir terperangkap pukat; dapot tarida, bisa nampak, dapot taon, jumpa tahun; dapotan, mujur, menjumpai, mendapat; dapotan laba, mendapat laba, beroleh untung; p.b. disima hita borhat, disi ma hita dapotan, asal berangkat, pasti kita mendapat; tardapot, tertangkap basah, terdapat, kedapatan; mandapothon, kepada (alamat surat), mendapatkan, mengunjungi; mandapothon si anu, kepada si anu; mandapothon huta i, dekat kampung itu, menuju kampung itu; mandapot di, tergantung dari, bergantung pada; mandapot di hodo langkangku, terserah kau mau kemana aku, saya tergantung padamu; mandapot di Debata do parsorion ni jolma, tergantung dari Allah nasib manusia (saguru di); pandapotan, orang pada siapa seseorang bergantung, pendapatan; marpandapotan tu, bergantung pada; mardapotdapot, berturut-turut, terus-menerus; pardapotan, alat penangkap yang sesuatu msl: jerat atau bubu; pardapotan dagingna, daging sial, gampang sakit, (mengenai anak kecil).
Dapur, dapur; anak dapur, (= tungkang dapur), juru masak.
Daram, I. mandaram, berjalan berkeliling, mencari nafkah; pandaramdaram, pencari nafkah. II. mandaramhon, mengandalkan, menganggarkan sesuatu, (= mangasahon); mandaramhon raja ibana, mentang-mentang raja dia.
Darang, kudis; darangon, ter-kena kudis, kudisan; pabali darang, menggeser kesalahan pada orang lain, memindahkan kesusahannya kepada orang lain.
Darapati, merpati.
Daras, mardarasdaras, derak, bunyi daun yang diinjak, bunyi roda kereta atau bunyi padi yang diinjak ( = marderesderes).
Darat, tegalan, darat (lawan: laut); mardalan darat, bepergian lewat jalan darat, berjalan darat; juga: mandarat; mandarati, membebaskan budak dengan uang tebusan; tardarat, terluput ke darat, terdampar kedarat, keluar dari keadaan miskin menjadi kaya.
Dardar, madardar, = malala.Dare, = rade; padarehon = paradehon.
Darede, dumarede, mengalir te-rus-menerus, bercucuran mengenai air mata.
Daret, halak Daret, orang Mandailing; tumbutumbu daret, tempat tembakau dari Mandailing.
Dari, ulok dari, sej ular, jenis-jenisnya: dari alogo, dari sihim, dari tano, dari songka.
Daring = darang, kudis pada ternak; daringon = darangon, berpenyakit ini.
Darnga, darngaon, kering mengenai kerongkongan.
Daro, darah (lazimnya darah haid); daro mata, darah beku;siboan hujur namardaro, ndang siampinan: pembawa lembing berdarah, jangan diayomi; siapa duluan bersalah jangan dipihaki atau dilindungi.
Das, = sahat, sampai, tiba, telah disampaikan; padashon, menyampaikan (perkataan, pesan); sipadas hata, juru bahasa,
Dasar, tempurung kelapa, mangkok, sendok dari batok kelapa.
Dasdas, mandasdas, mendorong terus-menerus, mengajak, menggerakkan, menyemangati; pandasdas, motivator, penggerak; ubat pandasdas, upaya menggerakkan, mendorong msl haid.
Dasing, timbangan; dumasing, menimbang; ndang tardasing, tak bisa ditimbang. Dasip, terkatup rapat-rapat; padasiphon, mengatupkan rapat-rapat.
Dasor, I. dasar, alas onggokan padi, lapis padi di ladang yang paling bawah. II. mandasor, membuat alas onggokan padi, menumpukkan padi yang paling bawah.
Datang,mandatang, datang, menimpa, terjadi; mandatang tu ahu, kutuk menimpaku; so dung dumatang, yang tak pernah terjadi; padatanghon, mendatangkan.
Datdat, = jotjot, sering, kerap kali; datdat do i masa, berungkali itu terjadi, sering terjadi; mandatdati, mengulangi, tak henti-hentinya melakukan, berbuat terus-menerus, tekun; pardatdatan, sikap ngotot mengulangi, apa yang sering dilakukan.
Date, letih, capek, tidak berdaya, lemah, lunglai; mandate, lesu sekali, sangat lelah, jatuh pingsan.
Datek =atik, barangkali, mung-kin, boleh jadi.
Datik = datek.

Dating = datek.
Datu, dukun, datu, tukang tenung, ahli sihir, peramal, dokter, ahli pustaha; hadatuon, kedukunan, keahlian dalam sihir, kepandaian mengobati secara tradisional; ulaula hadatuon, alat dan ulah kedukunan, perdukunan, santet; mandatui, meneluh, menyantet; padatuhon, mendukunkan, minta jasa dukun, membawa berobat ke dukun; padatudatuhon, berlagak dukun, nyatanya ia tidak dukun; datu parosulosul, dukun tangguh, dukun ulung.
Datulang,(= tulangku), bdk tulang.
Dau, naek daudauna, kemasyhurannya, kekuasaannya, kekaya-annya bertambah.
Daua, sej rumput.
Dauk, lembek, lunak, lentur, lembut (lawan: jogal); dauk dagingna, lemah-gemulai badannya; padaukhon, melembekkan, melunakkan, melembutkan; dauk rohana, lembek hatinya, tidak melawan.
Daul, luar biasa, banyak; banyak pada; komperatif: lebih.
Daulat, atau daolat, (= martua), saleh, setia pada Allah, jujur, benar, tulus, sopan; na daulat na martua, tulus iklas, berbahagia; na daulat tu Debata, tawakal, setia pada Allah, saleh; hadaulaton, kedaulatan. padaulat, mendaulat, menghormat dengan takjim (lawan: gait).
Daung, ikan yang busuk.
Daup, = dauk.
Daupa, dupa, kemenyan untuk persembahan; manutung daupa, membakar kemenyan, berdupa; pardaupaan, altar pembakaran dupa atau kemenyan.
De, = doi, seruan untuk memikat anjing.
Dea, I. mandea, memperoleh sesuatu dengan akal licik. II. deadea, budak belian, budak yang diperdagangkan.
Deak, banyak; deak ni roha, ketidak benaran, kemalasan dalam hal mana orang mendalihkan sesuatu yang lain, banyak tingkah; deak hatana, omong banyak, banyak bicara; sideak hata, tukang koyok, tukang ngobrol; boru Sideak/boru Sideang parujar, putri Batara Guru, ialah menurut legenda pencipta bumi, juga dinamai Sideak Ujarujaran, Sideak Halasan, tungku masak, perapian; hinadeak, hadedeak, jumlah, bilangan yang banyak.
Deang, dayang, anak perempuan yang muda, gadis; deangdeang, gadis muda; boru Sideak Parujar atau boru Sideang Parujar, Sideang Haijuran, Sideang Panaehan, (bahasa klassik), putri Penggagas, yang banyak dituruni, banyak dinaiki = tangga.
Dear, I. na dear, yang tidak merasa tenang kemanapun pergi; kucar-kacir, semrawut, morat-marit; na dear marpangalaho, gelisah. II. padear, = pasombu.
Deba, sebahagian, separoh, orang lain; na deba, sebahagian, yang lain; ditangko de-ba, dicuri orang (lain); deba… deba, separoh…separoh, sebagian….sebagian; deba na-ri, sebahagian lagi; ugasan ni deba, barang orang (lain); dia deba, mana lagi? unang deba roham, jangan bimbang, jangan ragu, jangan marah.
Debal,mendebal, menghantam, memukul (= mambasbas.)Debata, Tuhan, dewa, dewata, orang Batak membedakan: debata di atas, dewa-dewa sebenarnya, debata di tonga, kemanusiaan; debata di toru, roh-roh yang jahat; dewa-dewa di atas ialah: Ompu Mula Jadi Na Bolon, Batara Guru, Soripada, Mangalabulan, Debata asiasi; marhata Debata, berpegang pada sabda Allah, menurut agama kristen; mardebatahon, dipardebatahon, memuja berhala, mendewakan sesuatu; pinardebata, didewakan, sesuatu dipuja sebagai allah, harta atau hutang dinomorsatukan; debata sileban, illah-illah lain, dewata, berhala; surusuruan ni Debata, malaikat; hadebataon, ketuhanan, keillahian; mardebatahon ganaganaan, memuja patung.
Dede, air liur yang menetes dari mulut; madede, berliur, mengeluarkan air liur; dumarede, (mengenai air mata) berlinang-linang, bercucuran.
Dedeng, marsidedeng, bersenandung dendang, bernyanyi dan bersyair secara Batak.
Deder, dederdeder, pekerjaan tanpa berkesudahan.
Dege,mandege, injak, menginjak, pijak, memijak, mengunjungi; mandege huta, menginjakkan kaki di kampung, ber-kunjung, mudik; mandegei, me- nginjaki, merapah, melunyah; mandegedege hauma, menginjaki rumput di ladang; mandegedege sipahataon, menyelidiki, memeriksa perkara perselisihan; mandege singkoram, melihat-lihat lahan yang digadai menutup hutang; mardege, mengirik, merontok padi dengan kaki, menginjak padi; pardegean, tempat mengirik padi; pandegean, bekas injakan; na nidege ni pat, bekas kaki; sidegedegean, injakan, sesuatu yang diinjak msl sanggurdi; pardege, penggirik padi.
Dehang, mandehangi, tetap memeras susu lembu walaupun anaknya mati.
Dek, tiruan bunyi.
Dekdek, madekdek, (mengenai barang kecil) terjatuh, luruh; (mengenai buah) gugur; P.P.: madekdek tu bonana do parbue ni hau, buah jatuh ke pangkal; mardekdehan, berjatuhan, berluluran (mengenai barang kecil atau buah); madekdek mata ni ari, matahari terbenam, magrib; padekdekhon, menjatuhkan banyak; hadekdehan ni sanggul, keguguran, abortus.
Delam, mandelam, membujuk atau mengambil hati seseorang dengan kata-kata licik, merayu; biang simardelam, anjing berlidah hitam.
Dele, mandele, rasa putus asa, putus pengharapan; dele ni roha, putus asa, tawar hati, tak bersemangat; pandelean, keputusasaan, hilangnya harapan; mandeledele, berjuang te-rus-menerus walaupun menghancurkan dirinya.
Deledele, kelenjar pada pangkal paha dan dagu; pardeledelean, lipat paha.
Deles, = dele; na deles, putusasa; dipadeles rohana, menjadiputus asa; mardelesdeles, pu-tus harapan, putus asa.
Delmek, terletak dengan tepat. Demak, damai, sentosa, nyaman; mardemak, hidup dalam damai, berhenti permusuhan; pademakhon, membuat damai, mendamaikan.
Dembal, mandembal, memukul, menginjak, menumbuk; dembalan ni sasap, kutukan: kiamat kau!
Demban, = napuran, sirih; mardemban, makan sirih.
Dempar, cerai-berai, tersesat, terdampar; tardempar, = mampar, terdampar, tersesat.
Demut, mademut, lapuk, lusuh mengenai kain.
Dengdeng, dendeng, daging pipih yang diasap; mambir dengdeng, tua sekali, tua bangka (bdk ambir) matuatua dengdeng, idem.
Denger, denger soara, parau mengenai suara; madengerdenger, berdengung, gemertak.
Denggal, melentuk mengenai jari-jari tangan yang dapat dilengkungkan ke belakang; mardenggal, membengkok ke belakang, melengkung.
Denggan, baik, oke, bagus; molo songon i, denggan, kalau begitu, baiklah (oke); dengganna i, betapa baik itu; ari na denggan, hari baik; marnadenggan, berbeda baiknya, denggan roha, manis budi, baik hati, budiman; denggan do roham disi? setujukah engkau? cocok itu untukmu?, denggan basa, murah hati; denggan basam, engkau murah hati (dalam doa), baik budimu; mardenggan, berbaikan, berdamai, rukun, rujuk sekali; pardengganan, perujukan, kerukunan, perdamaian; padengganhon, memperbaiki, menengahi (duabelah pihak yang berselisih); hinadenggan, kebaikan; sun denggan, maha baik, sempurna.
Dengkar, mandengari, mengelak, menangkis msl waktu berpencak (= marmonsak); kepandaian berpencak dapat dipelajari pada paralemo.
Dengke, ikan; mardengke, menangkap ikan; pardengke, penangkap ikan, nelayan, peternak ikan.
Depdep, mandepdep, mencincang daging.
Deper, mardeperdeper, = marderesderes,
Dera, deradera ni roha, kesalahan, salah; ndang deradera ni rohangku, itu bukan kesalahan saya; disandang dera, kuda hitam hanya punya bintik hitam di pahanya.
Derder, (= malala), derder, uang yang diterima tidak sekaligus, tetapi berdikit-dikit; panderder, orang yang menerima sesuatu secara berdikit-dikit.
Derek, marderekderek, gemertak; udan derek, hujan halus.
Derem, diam, lemah, nyenyak, pulas tidur, tenang, tidak bergerak, tidak panas mengenai makanan; paderem, membuat te-nang, meredakan; panderem, obat penenang, yang membuat tenang.
Dereng, marderengdereng, berdering; siderengon, = ringgit.Derep, marderep, gemertak msl papan bdk dorop.
Deres, marderesderes, menggersak, gemersik.
Deret, tinggal di belakang se-waktu berjalan; deret rohana, ia tidak suka ikut serta; hupaderet pe, saya akan ikut dari belakang; marderetan, beberapa orang tinggal di belakang; marderetderet, berturut-turut.
Derhet, memekakkan msl bunyi senapang sebagai tanda celaka sewaktu merampas anak kecil untuk dijadikan pangulubalang.

Derma, derma, persembahan; pesta derma, perta derma.
Derngas, kurang ajar, nakal.
Derse, manderse, loyo, putus asa, sangat berputus asa (lebih kuat daripada mandele).
Desa, penjuru, mata angin; desa na ualu, delapan penjuru angin.
Deser, mardeser, desir, berdesir.
Detak, =atik, barangkali, entah, mungkin; detak beha = atik beha.
Detar, kain kepala, ikat kepala, surjan, destar.
Deter,tunai, dibayar kontan; mandeteri, membayar tunai; mardeter, berbunyi gemerencing mengenai uang logam.
Detok, mardetok, tidak berkenan, tidak suka pada; arap ni jae, detok di julu, kau tak suka padaku, aku juga begitu, balas-berbalas
Detuk, lemah, lembut, sedikit melekuk, bengkok mengenai pisau, sumbing.
Di, I. kata depan: di, pada, kepada, untuk; di ho, untukmu; dibagasan, didalam; di ruar, di luar; di tongatonga, di tengah; di holangholang, di antara; dison, di sini; disi, di situ; disan, di sana, disadui, disana itu; na di ahu, untukku. II. awalan di untuk kalimat pasif: dilehon ibana: diberi oleh dia, diberikannya.
Dia, apa, yang mana, macam apa; horbo dia, kerbau mana? dia do pangalahona? apa masalahnya? bagaimana letak soalnya? dia ma nidokmi, mana yang kau katakan itu? dia sahitna, sakit apa dia? di dia? di mana? sian dia, dari mana? songon dia, bagaimana? tu dia, ke mana? sadia, berapa? manang dia, entah apa, entah mana; manang didia pe, dimanapun juga: ndang mardia imbar, tak berbeda, sama saja = ndang dia imbarna; naso mardiadia, tak punya apa-apa; ndang mardiadia, kalau tidak ada jatah daging sewaktu memotong ternak, walaupun dituntun adat; didiaon, tidak berkeputusan, kecarian, tak paham, tak tau soal, bingung (bdk bohabohaon)
Diam,diam, tutup mulut, berhenti, tenang; dipadiam ahu, saya disuruh tutup mulut.
Diar, padiarhon ( = pasombuhon), dibiarkan (mand).
Dibahen, bdk bahen.Dideng,mandideng, membuai-buai anak, meninabobokkan; pa-didengdideng, membuai anak de-ngan berdendang sayang.
Didi, bdk idi; mandidi (hon), memandikan, mencucikan, mempermandikan; pandidion, hal memandikan, permandian, upacara pembabtisan; pandidi, pembabtis, pemandi, yang mempermandikan; padidihon, memandikan, membabtiskan; tardidi, dicuci, terbabtis, dipermandikan; mandidi huting, memandikan kucing (percaya) agar hujan turun; maridi, bdk idi.
Didor, panjang dan kurus, krempeng.
Digil, mardigildigil betisna, berlari-lari.
Diha, dihana, kata pertanyaan;bagian tubuh mana, apanya, kekerabatan yang bagaimana? bagian; pardihaon, kerabat macam mana? panggil apa? pardiham, apamu dia, panggil apa kau padanya, kerabat bagaimana? na so mardihadiha, yang tidak bersanak pamili; tu dihangku, buat apaku; ndang tu dihana, tak usah ya, untuk apanyalah itu;ndang tu dihangku, saya tidak bisa memakai itu.
Dila, lidah; dila ni pat, buah betis; dila ni tano, delta; dila ni rihit, goseng; dila ni api, nyala api; na dila, orang yang tidak bisa menyimpan rahasia orang lain, ceriwis, pembual, suka bergunjing; dila paung, perhiasan kayu berukir lidah panjang di rumah batak; diladila, pola segi tiga untuk corak utama “ulos” (kain tenun); mandilati, menjilati; pandilati, penjilat (= simanggoanggo); mandiladila, berceloteh, panjang lidah, omong besar; dila mangalit, orang yang lidahnya bengkok seperti lidah kerbau yang makan rumput, membelit kata, ucapan berkait, keseleo lidah.
Dilat, (bdk dila), mandilati, jilat, menjilati; P.B.: jolo nidilat bibir asa nidok hata, jilat bibir dulu baru bicara, pikir dulu baru bicara, sesal kemudian tidak berguna; mandilat hepeng, mandilat sira, menjilat uang atau garam mengenai sumpah, bdk gana.

Dilmut, di atas saja, tidak dalam, bdk dulmut.
Dilo, mandilo, menjenguk, meninjau, memandang, melihat ke; pandiloan, jendela kecil di belakang rumah batak, bdk dulo.
Dimpal, mandimpal, menyuburkan ladang dengan pupuk kandang.
Dimpan, = simpan.
Dimpos, I. rapi, paten, tak rusak, tertutup rapat, tidak renggang. II. simardimpos, jenis pohon kecil.
Dimpu, I. mandimpu, menumpukkan (msl nasi di piring), menimbun; dimpuan, tumpukan kecil. II. dimpu = rimpu, kira, sangka, menduga, mengira.
Dimun, mandimuni, melindungi seseorang, terhadap bahaya; padimundimunhon, mengenai orang dan barang, menjaga sesuatu tetap utuh, memperlakukan dengan hati-hati. Dingding, dinding; ndang tarporsan sada halak sada pandingdingan, begitu besar dan berat padingdingan, alas dinding, tak mungkin terangkat satu orang; mandingdingi, mendinding; marhorihori dingding, meniti dinding, meraba dinding mengenai anak belajar berjalan. II. mandingding, jadi hamba, membayar hutang dengan tenaga kerja sambil menumpang tinggal, tanpa jadi budak; sidingding ari = sibombong ari, bdk bongbong.
Dingin, dingin, sejuk, tenteram, bahagia, makmur; madingin, sehat walafiat dipakai dengan horas; horas tondi madingin, selamat sejahtera, sentosa; pandingini, apa yang membuat sehat walafiat, sitawar sidingin, penyejuk, obat penawar; dingindingin, sej tumbuhan yang mirip dengan hapalhapal.
Dingkal, mandingkal, tegak berdiri, jungkal, menjungkal, cuat mencuat, seperti ekor lembu kalau mau berak; dingkal, tegang, tegak, mencongak.
Dingkan, = (tungkan) kata depan: terhadap, ke, ke arah; dingkan pudi, ke belakang; dingkan dia, arah sebelah mana; manang dingkan dia pe, arah manapun jadi, entah sebelah manapun; mardingkan, memihak, berat sebelah menganakemaskan, pilih kasih; dingkan i rohana, berpihak kesitu dia; mandingkani, melebihi orang, memihak pada; pardingkanon, pemihakan, sikap berat sebelah.
Dingkar, = dengkar.Dingkat, marsidingkat, berdiri di atas jari kaki, bersijengket.
Dion, = dison, disini.
Dior, mandiori (= riori), mencari sesuatu; mandior hepeng, mencari uang; diordior matana, matanya kecarian kemana-mana.
Dirgak, tegak diangkat kepala; padirgak, menegakkan kepala;padirgak roha, membangkitkan semangat, menguatkan hati.
Dirgok, = dirgak, bersemangat, gembira, riang.
Dirgos, sudah pulih mengenai orang sakit.
Diri, = iba, pribadi, diri, diri sendiri, awak ini; diringku, diri saya, pribadiku; dirim, dirimu, diri anda, pribadimu; diri niba, diri sendiri, pribadi sendiri, diri saya; diriniba ma nisarihon, diri sendirilah pikirkan (di-riniba, diri umum, bukan dirisaya); sandiri (dari sada diri), handiri, sendiri, secara pribadi; ahu sandiri, saya pribadi, saya sendiri; pandirihon, dirikan, berdirikan.
Diring,mardiringdiring, bunyi berdering, mengenai uang.
Disadui, disana, menunjukkan jarak jauh, lih adui.
Disan, (dari di an) di sana; disadui, (dari di adui), disana itu; disi (di i), disitu; bentuk panjang: disi ni, di situ itu.
Disi, I. segera. II. disitu. Disini, disitu.
Disir, mardisir, I. berdesir. II. mardisir, berdiri, merinding (bulu roma, bulu kuduk).
Dison (dari di on), di sini.
D.L.N.A. (=dohot lan na asing) etcetera, dll, dan lain-lain.
Ditir, marditir, tiba-tiba la-ri terbang mengenai burung, bdk tir.
Do, memberi penegasan: -lah, -kah, -nya; ahu do na laho, sayalah yang pergi; na laho do ahu, yang perginya saya; sian dia do ho? dari manakah kau? i do, itulah; on do alana umbahen na ro hami, inilah sebabnya mengapa kami datang; ndada torop na marpungu, otik do, tak banyak yang berkumpul, sedikitnya.
Doa, = tabas.
Doal, gong kecil yang dengan tiga lainnya membuat orkes batak; mandoali, main doal, khusus pada pesta orang meninggal; pardoaldoalan, rak gantungan gendang di balkon rumah batak.
Dobar, deras mengenai hujan; mandobardobar, menumpahkan, turun dengan deras.
Dobo, I. mandobo, menyiksa, memakai kekerasan, menyamun, memperkosa; pandobo, penyamun, pemerkosa, penjarah, perampok; pandoboon, perampokan, perkosaan, kekerasan; tardobo, kena rampok; hona dobo, idem; dobodobo. II. bicara secara cepat dan tersangkut-sangkut. Dobom, lih bom.
Dobur, mardobur, debur, berdebur, mendebur (mengenai kayu yang jatuh atau tembakan).
Doda, bunyi yang dibuat memanggil anjing; P.B.: agoan asu do halak na hurang doda, yang kurang rajin memanggil anjingnya, akan kehilangan anjing, barang siapa tidak menjaga hartanya akan kehilangan hartanya.
Dodak, dedak; simardodakdodak, sej pohon kayu berbuah merah dan yang dipakai sebagai obat cacing.
Dodal, disapukan, melekat pada dinding mengenai kapur, tanah; mandodal, melekatkan pada, mengediami; mandodalhon, melekatkan sesuatu; mandodalhon utang, menumpuk hutang kepada orang kaya dengan mengajukan diri sebagai pekerjanya; mandodal songon hare jagung, melekat seperti bubur jagung, bergelimang hutang; mandodal ingkau, menotak lauk-pauk dalam panci dengan sendok supaya diratakan lauk pauk dengan sendok di piring itu.
Dodo, mandodo, membuang batu duga, menduga dalamnya sesuatu; mandodo roha, membaca isi hati, menduga maksud; ndang tardodo, ndang hadodoan, tak bisa diduga, tak terduga, tak tertebak sesuatu maksud.
Dodong, I. sej pedang. II. na dodong, bodoh.
Dodor, mardodor, datang berduyun-duyun, berbondong-bondong.
Dodot, padodot, beruntun, ber-kesinambungan, berturut-turut, non stop; padotdot tolu ari, beruntun tiga hari; ari rondo lima ari padodot, hujan lima hari berturut-turut, nonstop.
Doge, menyatakan keheranan: wahai, aduh.
Dogil, mandogil, pijit, memijit, meremas dengan jari; mandogildogil, memijit-mijit, me-remas-remas, mengurut.
Dogo, mandogodogo, membujuk penurunan harga kepada penjual.
Dogol, mandogol, menggiling halus, melunakkan (= gogol)
Dogor, kurang ajar; madogor soarana, suaranya sangat ke-ras, luar biasa keras suaranya.
Dogos, mandogos, menggosok diri, menggosok, melumatkan.
Dohar, mujur, bernasib baik, peruntungan; mardohar, mendapat banyak rezeki, beruntung; hadoharon, kelimpahan rezeki; ari na mardohar, hari mujur yang ditetapkan oleh datu; pandoharan, sumber nafkah, sumber rezeki, yang membawa kemujuran, keuntungan.
Doho, marhadohoan, mempunyai milik tertentu, diasingkan untuk tujuan tertentu, khusus.
Dohodoho, buah sej pohon kayu barangan yang bisa dimakan.
Dohon, lih dok I.
Dohor, = donok.

Dohot, dan, ikut, dengan, serta, ikut serta (menghubungi subjek dan kata sifat); marsidohot, berpartisipasi, ikut serta, turut ambil bagian; parsidohot, peserta, orang yang mengikuti, yang ikut berperan; padohot, termasuk, inklusip; so padohot, ekslusip, tidak termasuk, tanpa; pandohot, bingkai yang empat pada tepi tampi.
Dohu, mardohudohu, berjalan berkeliling dengan bermaksud jahat, berencana jahat.
Dohuk, mardohuk, berderu mengenai angin.
Dohung, I. mandohung, bungkuk karena tua, uzur. II. dohungdohung, sej rumput berdaun lebar.
Dohur, = dobur
Doi, bunyi yang dibuat untuk memanggil anjing; mandoi bi-ang, memanggil anjing.
Doing, mandoing, mengganggu pembicaraan orang sungguh-sungguh dengan perkataan yang kosong; mandeang mandoing, idem.
Doit, menyengat mengenai serangga; pandoit, penyengat, (nyamuk, kutu, serangga); hata na marpandoit, ucapan menggigit, yang melukai walau kedengaran halus.
Dijor, mardojor, berkelebihan air liur.
Dok, I. mandok, mengatakan, berbicara; mandokhon, memerintahkan, menyuruh, menyebut, mengajak, mengatakan; pandok, ucapan, sebutan, perintah; pandok ni si A, perintah si A; pandohan, ucapan, perkataan, kalimat, anak kalimat; sandok, pendeknya, pendek kata, tegasnya, seluruh; sisandok, = hata sisandok, sepatah kata, sebuah kalimat; mandok, kata depan: sampai di, tentang, kepada; didok ma mandok halak i, katanyalah kepada mereka; didok rohangku, saya kira, menurut perasaanku; ndang tardok, tak terkatakan; dohonon, yang mau dikatakan. II. (= dokdok), sedih, berat; dok rohangku, bersedih hati; dok ni roha, kesedihan, kemurungan.
Dokdak, bunyi pukulan martil-martil; mandokdak, = memikat udang dengan membuat bunyi dengan lidah; simardokdak ni nambur = babi (And).
Dokdok, berat mengenai timbangan, penting, sungguh mengenai perkataan; dokdok patna, hamil mengenai perempuan; pandokdokhi, sesuatu yang memberatkan, pemberat, tolak bara, marnadokdok, berbeda mengenai berat; dokdokna i, alangkah beratnya; mardokdok, makin berat, memberatkan, amat berat, sangat keras.
Doldol, urat persendian.
Dolgi, tidak rata, kasar, keras mengenai tempat tidur, rasa menusuk, mengganjal, tidak datar; dolgi mata, mata menjadi sakit karena sesuatu benda, rasa kesat di mata; dolgidolgi hatana, pedas-pedas perkataanya, menusuk perasaan; P.B.: dolgidolgi ranggas diingani bodat, ngali aek diingani dengke, ranggas mengeras dihuni kera, air yang dingin namun ikan berdiam disitu, artinya: kampung sendiri lebih baik, masing-masing merasa dirinya senang di tempat yang biasa.
Doli, lelaki, kuat; ompu doli, nenek laki-laki; simatua doli: mertua laki-laki; simatua bo-ru, mertua perempuan; dolidoli, anak muda, pemuda, perjaka; marsiajar dolidoli, menjelang pemuda berumur 14-16 tahun.
Dolnal, kontroversial, isi bi-cara yang bertentangan; dolnal ni on manghatai, ngawur kau ini bicara, asyik bertentangan isi omonganmu.
Dolnat, mandolnat, duduk dengan kaki bersilang.
Dolngos, terletak di atas dengan kuat.
Dolodolo, sej pohon kayu kecil yang berdaun lunak.
Dolok, gunung, pegunungan; dolokdolok, bukit, perbukitan; pardolok, penduduk gunung, juga: terletak di gunung; pardolohan, pegunungan.
Dolon, mardolondolon, harmonis, serasi mengenai bunyi alat-alat gendang.
Dolos, mandolos, menggilas, menggiling, menggesek; lindas, melindas, giling, menggiling; mandoloshon, memakai sesuatu untuk menggesek msl menggesek biola; mandoloshon lasiak, menggiling cabe; sidoloson = lasiak, cabe yang mau digiling, sesuatu yang mau digilas rata; pandolos, penggesek biola. Doltuk, pukul, memukul.
Dom, bdk pidom, padam, sirna, mati.
Doma, = noma, (lih: nama) (Angk).
Dombur, masidomburan, saling menyerang dengan kata-kata.
Domdam, = tahi; mardomdami, merencanakan sesuatu.
Domdom, I. marsidomdom, bunyi pekak yang dibuat gemuruh atau gendang yang besar; sidomdom, deru dibawah tanah, atau bunyi guruh di kejauhan di waktu malam. II. domdom, berkelakuan tanpa cela.
Domia, dunia ini; pangiasan domia, biar dunia mampus, haram mampus (sumpah serapah untuk membenarkan diri)
Domom = marhobot langit, mendung, berkabut.
Dompak, berhadapan dengan, ke arah, menghadapkan muka kepada sesuatu, kata depan: berhadapan dengan, ke arah; mandompakhon, menoleh diri ke suatu, menghadapkan, mengarahkan ke, memalingkan muka; mardompak, terhadap, berhadapan, menentang seseorang; padompakdompak, bertatap muka, saling berhadapan, berhadap-hadapan; pardompahan, jidad, kening, dahi; P.B: tubu anak na dompak pujion, na tundal hataon: kiranya lahir putra, yang dimuka disanjung, di belakang digunjing; orang berwibawa, berbobot; hata dompak, bahasa terus terang (lawannya hata tundal); padompakhon, memperhadapkan, frontasi, mempertemukan; jaga dompak, sepotong timah hitam yang dibawa pada ikat pinggang sebagai jimat dalam perang; barang siapa membawanya tidak dapat melarikan diri, timah jimat, jimat kekebalan.
Dompol, dompol; mandompol, mendompol.
Dompu, = rimpu, kira, sangka, duga.
Domu, berkumpul, cocok, kompak, rujuk, temu, rapat, serasi, sesuai, bergabung bdk tomu; ndang domu hata nasida, tidak cocok pembicaraan mereka; dia domuna, apa titik pertemuannya; domuna, titik temu; mardomu, berkumpul, bersatu, rujuk kembali, cocok; padomuhon, mengumpulkan, mencokcokkan, mendamaikan, mempertemukan; upa domudomu, upah perantara (jual-beli, perjodohan dsb); domudomu, orang penengah dalam usaha mengawinkan, perantara jodoh; ndang na so tuk dohonon ni domudomu, mana ada yang suntuk bagi mak comblang, (suka melebih-lebihkan ceri-ta); pardomuan, perdamaian, musyawarah, permufatan, pertemuan, perserikatan.
Donaon, masa habis panen.
Donda, I. lembut, tak banyak berbicara, sikap merendah tapi berwibawa; siaji donda hatahuton, tunggal panaluan, tongkat gaib datu besar (bdk talu). II. tali donda, pemberat, batu timbangan, perum.
Dondam, mardondam, takut, malu.
Dondang, tameng, perisai, yang dikapuri warna putih. Dondon, I. mandondon, membeli ladang padi dengan syarat bahwa sipenjual baru boleh membelinya kembali setelah dua tahun; padondonhon, menjual ladang dengan cara ini, menjualgadaikan. II. dondon, mandondoni, menimpa, menekan sesuatu ke bawah, menindih, menghimpit dari atas; mandondoni anak, menindih anak waktu tidur; mandondon parsingiran, menambah piutang, yang nanti dibayar dengan bekerja pada kreditor; sari dondon, dekil, daki badan; dondon tua, pemberian sawah pada cucu paling sulung dari putra, seorang laki-laki yang menuangkan air suci pada pesta dihadapan perempuan-perempuan agar dapat banyak keturunan.
Dongak, dongakdongak, lih donguk.
Dongan, kawan, teman, sahabat; dongan saripe, suami, isteri; mardongan saripe, berkeluarga, berumahtangga; pardongansaripeon, perkawinan, kekeluargaan; dongan sabutuha, kawan seperut, semarga; dongan sahuta, sejiran, kawan sekampung; dongan sajabu, kawan serumah; dongan sabangso, kawan sebangsa; dongan saulaon, rekan sekerja, teman sejawat; dongan sasingkola, teman sekolah; dongan tubu, kawan sebuyut, semarga; dongan torbang, seusia, teman sebaya; dongan jolma, sesama manusia; dongan sa-ama, bersaudara; mardongan, berkawan, berteman; indahan mardongan ingkau, nasi dengan sayur; mardonganhon, bersama-sama dengan, berteman dengan; pardonganon, persahabatan, persatuan; mardongandongan, berteman; mandongani, menemani, mendampingi, mengawani, menyertai; beha pandonganina di ho, bagaimana ia menemani engkau; hula dongan, kerabat mertua.
Dongar, na so hadongaran, yang tidak tertahankan, tak tergoyahkan, tak tergugat, tak bisa dilawan.
Dongdong, I. marsidongdong, berkelip-kelip mengenai bintang; bintang sidongdong, bintang terang, dekat pada bulan di langit; na so hadongdongan, tak bisa diduga. II. dondong, sej pohon yang buahnya hanya setengah dimakan.
Dongek, mardongek, gemertak.
Dongkok, mandongkokdongkok, menguik.
Dongon, mendongkol, murung, menahan perasaan; sedih mengenai suara.
Dongsi, kotak tembakau dari mas atau perak.
Donguk, sai dogukdoguk do ho, = dongakdongak, kata cerca yang diucapkan orang terkemuka kepada bawahannya juga: kalau ia mengatakan yang benar.
Donok,(bdk jonok), dekat; jonok tu, dekat pada; parroha na donok, pendek pandangan, pikiran sempit; alus na donok, jawaban sederhana atau ringkas; mardonokhon, dekat pada; mandonohi,padonok, mendekati; padonokhon, mendekatkan; hadodonok, hinadonok, hal yang dekat; masipadonohan, saling mendekati.
Dop, mandophon, menutupi, tidak berani menghukum oleh sebab diri sendiri melakukan serupa itu (dalam keadaan terkutuk yang sama).
Dopa, depa, ukuran serentang kedua lengan; dopa simanuhi, (dari: suhi), depa dari ujung jari tangan yang satu ke siku; dopa golom, mulai dikira dari jari-jari yang dikepal; dopa simarhilap, depa ruas jari-jari yang paling luar tidak turut dikira; dopa simanusu, depa dari ujung jari tangan yang satu sampai tetek sebelah (susu); dopa sibaganding, dikira dari ujung jari tangan yang satu sampai tempat antara siku dan pangkal tangan lain; mandopai mendepa, mengukur dengan depa; mandopadopa, mengikat orang pada kayu dengan tangannya terentang msl orang yang berhutang.
Dopang, mandopang, melawan musuh, memerangi.
Dopdop, mandopdop, mengetukngetuk tampi supaya dedak terkumpul; pandopdopan, ayak, sekam, ampas dedak sesudah ditampi; dopdopan, ayakan, saringan.
Dope, lagi, masih; ndang dope, belum; dua dope, baru dua, sampulu sia taon dope umurna, dia baru berumur 19 tahun.
Dopena, = dope,
Dopir, dopirdopir = hitinghiting, alat untuk menenun hotanghotang.
Dor, (tentang ludah), terus-terusan, meleleh terus-menerus. Dorak, mangindorak, menaruh respek; mangindorak roha di hasangapon, menaruh respek kepada kemuliaan.
Doran, sej jala panjang yang diseret; dorandoran ni lombu, lipatan kulit kerongkongaan lembu, gelambir.
Dorang, terlalu berani, kurang ajar, nakal.
Doras, deras, cepat; padoras, percepat; dipadoras langkana, dipercepat langkahnya.
Dorbia, ternak (kerbau, lembu, babi, kuda, dsb).
Dore, lumpur, rawa-rawa.
Dorgak, bdk dirgak, kepala mencongak; dorgak ulu ni ulok, mencongak kepala ular; mandorgak, mengangkat kepala.
Dorgis, makin sehat, membaik, setelah sakit.
Dorgit, anjing muda.
Dorguk, teguk; sandorguk, seteguk; mandorguk, meneguk, menelan air; pandorguhon, merasa kecewa mengenai orang kepada siapa disodorkan makanan, tetapi ditarik kembali dan dia dengan tidak sengaja meneguk.
Dorhot, sulit diputar karena tidak licin, kasar.
Dori, sej pohon kayu, yang menghasilkan kayunya yang baik.
Dorik, (bdk derek), mardorik, menggertak gigi.
Doring, pentung, benda yang dilontarkan; mandoring, melempar dengan pentung.
Dorma, obat pengasih, pekasih, jimat pemanis, jimat agar lawan jenis jatuh cinta, atau siapa saja dihadapi, bisa lembek sikapnya dan tunduk; mandormai, memberikan seseorang obat pengasih; lawannya: sipanutupi = jimat penangkis atau penangkal dorma.
Dorom,mandorom, menderum mengenai tembakan atau gemuruh.
Dorong, I. mandorong, menerkam, menyerang mengenai binatang. II. mardorongdorong, ge-mertak, berderik.
Dorop, mardorop, gemertak, berderap, bunyi sesuatu yang keras dikerkah, seperti kerupuk dikerkah anak-anak, atau tulang diremuk anjing.
Doros, mardoros, membelahak, mendahak.
Dorpi, dinding papan; mandorpihon, memasang dinding rumah.
Dorsa, parah, berat mengenai penyakit.
Dorun, susah, merana, menderita; dorun sori ni arina, nasibnya amat buruk, sangat merana.
Dos, sama, serupa jenisnya, merata (pembagian); doshon, serupa dengan, seperti; tudos tu, sama seperti, serupa dengan; tudosan, contoh, ibarat, bahan perbandingan; na so ada tudosan, tanpa tara, tak ada bandingnya; na so hatudosan, tidak terbandingkan; dosdos, sama besar dalam hal pembagian, rata; dos ni roha, kesepakatan, kerukunan; padoshon, meratakan, membuat datar; mandosdos, merata, datar, tak bervariasi, monoton, membosankan; mandosdosi, menyamakan, meratai; patudoshon tu, membandingkan dengan; hadosan, persamaan, apa yang sama.
Dosa, dosa; mardosa, berdosa; pardosa, pendosa; dosanghu do i, salahku itu; pardosaon, ke-dosaan, keadaan berdosa; pardosaan, (komparatif) lebih berdosa.
Dosardosar, berdenyut-denyut mengenai darah bdk bukbak.
Dosdos, lih dos.
Dosir, mardosir, berdesir, bunyi rambut yang terbakar.
Dosor, mardosordosor ijurna, ludahnya mengalir dari mulutnya.
Dotak, mardotak, berdetak, juga: mardotuk.
Dotdot, angka dotdot, gemetar.
Dotir = dosir.
Doton, jala penangkap ikan, alat penjaring ikan; P.B.: tali ihot ni doton, hata do siingoton: tali simpul jala, kata harus diingat, ingat akan janji.
Dotuk = dotak.
Dua, dua; duansa, keduanya; paduahon, yang kedua, kedua dalam urutan angka; paidua, yang kedua, (anak kedua, bapak adik ayah, wakil tuan rumah); semua posisi nomor dua; raja paidua, raja kedua, wakil raja; pardua, bagi dua; paduahalihon, ulangi sampai dua kali; padua-arihon, pada hari kedua; bagi dua, mambagi dua, membagi dua; parduaan, setengah dari harta warisan; manduai, mempunyai dua, kawin lagi; jolma panduai, isteri kedua, gundik; panduai, bagian kedua; marsiduadua, berduaduaan, beristeri dua; duadua, masing-masing dua; sipaha dua, bulan kedua (parhalaan); haduan, (dari: haduaan), lusa; marsiduanan roha, berselisih paham; tonga dua, setengah dua; mardua roha, dua macam pikiran; paduadua, berduaan; manduahali, menumbuk padi untuk kedua kalinya; manginduan, idem; mangindua, (tentang wanita) bekerja sambil menggendong anaknya dipunggung.
Duakdail, koyak, robek, corak-carik, bertiras-tiras yang bergerak kesini kesana.
Duatdait, bermulut besar, berlagak besar, mengacau; pardila siduatdait, orang yang bermulut besar, yang menimbulkan permusuhan.
Dubur = dobur.
Duda manduda, menumbuk biasanya dikatakan mengenai padi; pandudaan, lesung; pandudaan aek, kincir air; P.B.: na dung nilompa, sitongka i dudaon, na dung nidok sitongka i ubaon, yang sudah masak jangan tumbuk lagi, yang sudah dibilang jangan robah lagi.
Dudu, mandudu, memukul gendang.
Duduk, manduduk, mengumpulkan msl alat-alat yang tersebar; manduduk buku, menutup buku; manduduk pat, menarik kaki sewaktu duduk, melipat kaki, duduk bersila; manduduk paung, melipat payung; manduduk tigatiga, menutup jualan, menghimpun barang jualan; manduduk bodil, menghentikan perang; manduduk parbadaan, mengakhiri perselisihan; siduduk na ganjang, sibahen na bolak, yang panjang dipendekkan, yang sempit diperlebar, juru damai mengenai seorang raja; singkora duduk, hari ke 27 dalam bulan.
Duduldul, paduduldul, rapat-rapat dalam tandan mengenai buah, bdk duldul.
Dudur, mandudurhon, memboroskan, membuang; panduduran, tempat untuk membuang sesuatu; panduduran siaginon, kuburan.
Dudus, mandudus, berjatuhan, jatuh dalam jumlah besar; mandudus, menggugurkan anak.
Duga, menduga, mencoba, menguji (Angk).
Dugu, mardugu, saling menanduk mengenai kerbau, saling berkelahi mengenai orang; mandugu, melumat, menggiling; mandugu bangunbangun, menggiling (tidak dimasak) nilan sayur untuk orang yang baru bersalin; padugu, menggalakkan perselisihan; parduguan, ajang pertarungan, tempat dimana sesuatu bertumbukan msl peluru dari dua pihak.
Dugul, buku-buku atau benjol-benjol besar pada kayu atau daging; bdk dagal; dugul ni bulu, buku-buku pada bambu; dugul ni pat, tempurung lutut; dugul ni tangan, siku, sikut.
Dugus, mandugus, menggesekkan badan seperti kerbau ke pohon, msl babi ke tiang.
Dugus, mandugus, menggosokkan diri pada sesuatu msl seekor babi pada tiang rumah.
Dugut, mardugutdugut, menggoyang-goyang, gemetar.
Duhut, rumput; duhutduhut, re-rumputan; duhuton, ditumbuhi rumput; manduhuti, merumput, mencabut rumput; P.B.: Ia muba tano muba duhutna, ia muba huta muba uhumna: lain tanah lain rumputnya, lain kampung lain hukumnya.
Duilduil, bergoyang, bertatih-tatih.
Duit, duit, uang logam paling kecil, 4 untuk 1 hepeng, ( = satu sen).
Dukdak, mandukdak, menumbuk susu untuk memperoleh mentega;juga: mengompa.
Dulang, pohon yang buahnya jarak (ricinus).
Duldul, berbukit-bukit menjulur, benjol, seperti tumor; paduldul, bdk duduldul.
Duli,mardulihon (diparduli), memperdulikan, diperdulikan; parduli di, peduli akan; ndang parduli ahu disi, tak peduli aku itu.
Dulo, mandulo, membesuk, melihat msl orang sakit, menjenguk, meninjau, menilik; mandulodulo, memeriksai, melihat-lihat, meninjau; panduloan, (juga pandiloan), tempat mengamati, jendela kecil.
Dum,mardum, makan sesuatu secara terdikit-dikit, mengerumit.
Duma, kaya, makmur, berkecukupan, manduma, kaya; na duma mangan, yang berkecukupan ma-kan; hadumaon, kemakmuran, ke-cukupan; marsidumaduma, bertutur kata, bersambutan kata sehabis perjamuan.
Dumon, I. mardumondumon, makan beras kering; mandumon, makan tanpa dimasak, makan tanpa lauk pauk. II. sidumondumon, sej pohon kayu.
Dumpa, tiba-tiba mengalir dengan melimpah-limpah mengenai air.
Dumpas, terlalu banyak sekaligus, tetapi tidak teratur; dumpasdumpas do pangalehonna, cara memberikan tak teratur.
Dung, I. pernah; na so dung, yang tak pernah terjadi; ndang dung, tidak pernah; padunghon na so dung, membuat sesuatu yang belum pernah terjadi. II. dung, sesudah, setelah; dung i, sesudah itu; dung songon i, setelah demikian; dung pe asa, setelah itu, baru; hadungon, ujungnya, akhirnya; sai tu peutna do hadungan ni jolma pangoseose, yang ingkar janji pasti akan melarat. III. mardung, = dongan, teman; kepala (And).
Dungdang, kata-kata yang tidak berisi, obrolan, omong kosong; pardungdang, yang pandai berbicara; na so mahap ditortor, na so loja di dungdang, menari tak puas-puas, berdendang tembang tak kunjung capek.
Dungdung, I. ikan belut. II. madungdung, lunglai mengenai dahan-dahan yang penuh buah-buahan; mandungdung, meraih keatas, menjulurkan tangan untuk mencapai, menjangkau, menggapai. III. mardungdung, berbicara mengenai medium (begu siar).
Dungkap, mandungkap, menampal; mandunghapi, menampal sesuatu; pandungkap, tampal, kain penampal.
Dungkar, (bdk rungkar), keluar.
Dungkir,mandungkir, menggali, mengorek.
Dungkol, mandungkol, menghambat, mencegah jatuh, menopang, menyokong; tardungkol, tercegah jatuh, tertopang, dirintangi, terhambat.
Dungkon, (dari dung), kata depan, selain itu, setelah; dungkon ni i, selain dari pada itu, sesudah itu, maka, lagi pula.
Dungkot, dipardungkotdungkoti, diturutinya.
Dungo, bangun, bangun tidur; dungodungo, berjaga-jaga, waspada, melek-melek mata; hadudungo, hal bangun, keterjagaan, keadaan melek; mardungodungo, sebentar-sebentar bangun; pandungoi, makanan berjaga bagi pelayat orang mati.
Dupang, topang; (juga dupangdupang); P.B.: ndang dangkadangka dupangdupang, ndang hatahata manggarari utang, bukan cabang jadi topang, bukan kata-kata membayar utang; mandupang, menyerang orang dengan topang; mandupang bonang, menopang benang.
Dupdup,mandupduphon, mencurahkan sekaligus.
Durak, pembongkaran; durhan, menumbuk hingga terbuka.
Durame, jerami, batang padi.
Durdar, padudarhon, menggali kembali.
Durduran, tangkai sulangat.
Duri, duri, onak; bulu duri, bambu yang berduri yang melindungi keliling kampung; tarduri, luka ditempat yang tidak berbahaya; durian, durian; parduridurian, tempat banyak duri; P.B.: ndang na niajaran unte marduri, jeruk tidak perlu diajar berduri, itu sudah sifatnya.
Duro, jerami.
Durpa,marsidurpadurpai, terbang saling mendahului (kelompok burung), terbang tidak teratur.
Dursat, tardursat, mengalir keluar.
Duru, sisi, tepi; di duru, di luar; tarduru, tersisi, tersingkir, tak terpakai dalam kebersamaan; manduruduru, mengasingkan diri, bersikap menyendiri; paduru, disisikan; laho tu duru, pergi keluar, pergi buang air, (juga haduru).
Duruk, jatuh terungkap, tersungkur, jatuh dengan posisi kepala duluan; manduruk, menuntut, meminta; duruhon, permintaan; duruhon sialabane, jatah daging untuk penduduk kampung bila seorang gadis menikah.
Durung,mandurung, tangguk, menangguk, menangkap ikan dengan tangguk; durungdurung, uang kollekte; hepeng durungdurung, idem; P.B.: molo litok aek, dapotan ma pandurung, kalau air keruh, penangguk dapat ikan: mengambil kesempatan da-lam kesempitan; sian dia didurung ho, dari mana kau tangguk (ikannya)
Durus, tumpah, meleleh, tertuang, tercurah mengenai air, darah; mandurushon, menuangkan, mencurahkan, menumpahkan; dipandurushon, dicurahkan berlimpah.
Dusdus,mandusdus, mengembus, menghidupkan, menggalakkan, memarakkan api dengan meniup; pandusdusan, embusan dari bambu.

E.
E, seruan: hai! hallo! kamu yang disana!
Ea, I. = olo, songon i do hape, ya, memang, benar, begitulah, bagus begitu. II. marpangea, mengingatkan kebaikan (jasa, pemberian) kepada seseorang dalam pembicaraan; mangeahon, membuat orang merasakan mengenai ketidaksenangannya.
Eak, mareak, menuju, menjelang (waktu); mareak bot ari, menjelang malam hari, mareak suda bohalna, hingga menjelang ajalnya; mareakhon, berkunjung, menjelang; pareakhon, mengunjungi, mendekati seorang perempuan untuk dikawininya; mangeahi, mengejar, menyusuli, menemui, menjumpai; mangeakeak, me-lontarkan kesalahan kepada seseorang; dipareahi = diringkoti.
Eal, mangeal, tunduk kesana-kesini, gemulai, melenggang, bdk eol; mangeal daging, memutar tubuh kesana-kesini; mangeal sambing ho, melenggang saja kau, kau berjalan tanpa membawa apa-apa.
Eam, mangeami, menyerampang ikan, setelah itu membiarkan lemas ikan itu; arti kiasan: membiarkan orang kecapean.
Eang, sej penyakit yang membuat kaki menjadi berat; panumbeangon, = eangon, menderita penyakit itu; siadu hoda na eangon, kakimu sakit berat dan mau berburuburu kuda yakni: engkau adalah penyombong.
Eap, meapeap, berenang di atas air, terapung-apung, merayap-rayap; pareapeapan, peti tergantung untuk peletakan sesajen.
Eas, measeas, berenang kian kemari.
Eat, I. elastis msl bambu, karet (lawan: pora); marpangeati, melembut, sesudah tadinya tegang dengan kemarahan, mengendor. II. meat, hinggap, bertengger mengenai burung; songon pidong na meat di handang, penjahat yang bebas dibunuh oleh siapapun; eatan, tenggeran, tempat dimana burung hinggap msl tangga; Meat, nama daerah pada bagian Selatan Danau Toba; paeat, dudukkan.
Eba, I. (bdk teba), ebaeba, sisa-sisa makanan, kelebihan, restan. II. eba i, = e baoa i, (kata mencaci) alah dia itu, monyong benar dia itu.
Ebang, mangebang, menunjukkan diri pada kesempatan-kesempatan tertentu di pekan pada pertunangan atau perceraian; msl seorang perempuan yang cerai dibawa ke pekan supaya semua orang mengetahui bahwa orang lain boleh mengambilnya sebagai isteri; pada kesempatan ini dibagi-bagikan daging dan tuak kepada famili; pamer, mempertontonkan keliling; mangebanghon, memamerkan di pekan msl bayi yang baru lahir (sah menurut adat), wanita janda untuk sah boleh dipinang, seseorang yang dipasung, agar ditebus pihak keluarganya (= mangebanghon hulanghulang); mangebanghon solu, mengelilingkan perahu di danau secara resmi. Ebas, = abas.
Ebat, mebat, bepergian (tu), berkunjung; mangebati, mendatangi, mengunjungi seseorang atau sesuatu; hamemebat, kunjungan; paebat anak tu ompu, membawa berkunjung anak pertama ke rumah neneknya dalam kesempatan ini orang tua harus membawa makanan; parebatebatan, tempat yang sering dikunjungi; pemberian, yang dibawa bila berkunjung.
Ebeng, ebengebeng, mainan a-nak-anak (= biungbiung).
Eda, begitu disebut isteri saudaranya laki-laki dan demikian juga saudara perempuan suaminya, saudara sepupu perempuan, sapaan kekerabatan antara sesama perempuan yang beripar.
Edang, medangedang (bdk madangadang); bertualang, berkeliling-keliling, mengembara; paredangedang, pelancong, wisatawan, pengembara; edangedang, permainan, alat main-main.
Edar, edar, keliling, sekitar; mangedar, mencari disekeliling dan mengambil; pangedaran, tempat atau kesempatan dimana orang dapat merampok dan menipu; P.B.: pangedaran juji, pangemuran onan, pada permainan ada kesempatan untuk menipu, di pekan untuk mencuri.
Edek, medehedek, selalu datang kembali, sambil bermain-main berjalan-jalan kesana kesini.
Edep, medep, mengenai mata tertutup; medepedep, mata tertutup karena kecapean. Edung, mangedung, memuji, menghargai sesuatu.
Egal, megalegal, melenggak-lenggok ekor ikan, lontang-lanting mengenai orang.
Egar, egaron, sifat yang tak normal, yang luar biasa mengenai air mani laki-laki.
Egol, megolegol, = megalegal; mangegolhon ihur, menggoyangkan ekor; paegol, menggeser ke samping.
Ehel, sej burung yang bersarang di sawah.
Ehem, mangehem, memberi tanda dengan berbatuk.
Ehet, mehet, jadi buah bibir, ramai dibicarakan orang, diceritakan berupa desas-desus; mangehet, menjelek-jelekkan, membeo, meniru; paehet-ehet, membeo, berulang-ulang mengatakan.
Ejang, pukat besar.
Ejek,(bdk ajak) marejekejek, cepat berobah pendapat, plinplan, plintat-plintut.
Ejeng, mangejengejeng, sindiran membuat sesuatu.
Ela, mangela, menggoda untuk melakukan sesuatu yang negatip; paelaela, mebujuk-bujuk agar terpancing melakukan sesuatu yang negatip.
Elak, I. elo, hasta, 1/2 meter. II. elak sambing, itu perhiasan saja msl kain yang bagus tetapi tidak praktis, artifisial msl perhiasan emas palsu, kain tak asli. III. mangelak, menista, mencela; parmata na elak, orang yang suka mencerca, bermata sinis. IV. mangelakhon, memainkan sesuatu sewaktu menari msl bedil, lembing, pisau.
Elam, sisaelam (lih melam I) luar biasa bagus.
Elang, ada kurangnya.
Elat, mangelati, menjauhkan dirinya dari seseorang dengan menyakiti hatinya; elat ni roha, dengki.
Eldep, meldepeldep, (bdk ellep), tidak jelas, redup (cahaya), sayup (suara), seperti mau padam.
Elek, mangelekelek, membujuk-bujuk, memohon dengan sangat, merendah untuk membawa sesuatu, membujuk agar sudi; hata na elek, perkataan yang memohon dengan sangat.
Elel, liat, rekat, lekat; melel, menarik benang menjadi panjang msl lem, tanah liat (= endat).
Eleng, teleng, miring, menunduk miring, mendekatkan kuping untuk mendengarkan; paeleng, membungkukkan ke samping; paeleng pinggol, menelengkan telinga untuk mendengar; paelengeleng, merayu, membujuk ke telinga; sipaeleng pinggol, ceritera menarik didengarkan telinga.
Eles, ejekan, lecehan, sindiran, cerca; mangelesi, meremehkan, mengejek.
Ellak, mellak, pincang, timpang.
Ellem, mangellem, membujuk, merayu untuk memperoleh maksud.
Ellep, mangellep hata, berbicara tanpa ungkapan jelas; hata na ellep, tak jelas maksud perkataannya.
Elluk, mellukelluk, timpang, pincang.
Ema, mangemahon, melindungi, mengganti orang dalam perang.
Embal, mangembal, berjalan tanpa membawa sesuatu; pangembal, paling belakang.
Embas, marembas (juga martaembas) tarian mengembas tangan ke pinggul sambil menghentakkan kaki secara serempak.
Eme, padi; taon eme, tahun padi, seumur padi lokal (enam bulan); matoras emena, hamil tua dia; mareme na bibi, padi yang tidak masak, keguguran, abortus; simaremeeme, rumput yang waktu kecil mirip dengan padi; eme soarana, suaranya jelas tetapi tidak nyaring; jenis-jenis padi: eme sianse (narara dohot na bontar), siansimun, sidengke, sijame, sijarum, sipendek, sisiam, sigaolgaol, siompin, simpin tali, sipahantan, sipijoni, sipulut, sirutas, sitamba, sitabmun, sirusa.
Emer, ember.
Emet, maremetemet, kecil mengenai tulisan.
Emon, I. paremon, = pardihuta, yang kerjanya menetap di kampung. II. maremonemon, pitam, pusing kepala, pening.
Emong, maremongemong, begitu jauh sehingga hilang dari pandangan msl seseorang yang berjalan.
Empar, mempar, = mampar.
Empe, mahiempe, pergi ke rumah laki-laki untuk tinggal disana, dikatakan terhadap seseorang gadis. Hal ini sering terjadi kalau laki-laki itu tidak mampu membayar uang mahar yang ditetapkan. Dalam hal ini parboru menerima saja apa yang dapat dibayar oleh laki-laki tersebut itu.
Emper, emperan, serambi, beranda.
Empor, mangempor, mencuri.
Emun, emun bohina, berwajah jelek.
Emur, mangemur, mencuri di pekan.
Endat, mangendat, menarik ke atas; mendat, liat, elastis, msl tanah liat; pollung simendatendat, tidak menentu, obrolan yang tak berpangkal ujung; endat, memanjang, panjang mengenai bunyi vokal.
Ende, nyanyian, lagu; endeende, idem; marende, bernyanyi; mangendehon, menyanyikan; mangendei, menyanyii seseorang; marguru ende, belajar nyanyi; surat ni ende, not lagu; poti marende, harmonium, organ.
Endel, mangendel, meneruskan dengan gigih, diupayakan lama; pola sampulu taon sai diendel asa dapot, sempat sepuluh tahun diupayakan baru tercapai.
Endeng, lambat mendaki, lama-lama makin tinggi, pelan-pelan bertambah; sarendeng, idem (dari tar endeng?).
Endep(bdk ondop), endependep, berjalan lambat tetapi gagah.
Eneng, menengeneng, seakan-akan mau pecah mengenai perut yang penuh makanan, sangat kaya.
Enet, mangenet, menarik keluar secara perlahan supaya jangan putus msl rambut dari nasi; poti sieneteneton, laci.
Eng, eng banua, nama nenek moyang orang Batak.
Engan, naengan on, barusan, baru-baru ini.
Engen, mangengenengeni, mengganggu orang bertanya terus-menerus.
Enges, manenges, berdesing dekat mengenai peluruh hingga terdengar.
Enggal, menggalenggal, bermalas-malas, luntang-lantung, berkeliling tanpa bekerja.
Enggang, mangenggang, mengancam dengan tanduk mengenai kerbau; masienggangan, saling menantang, saling mengancam.
Engge, mangengge, merendam di dalam air msl padi sebelum menaburkanya; mengge, terendam; juga: menjadi lunak (me-ngenai hati). Enggol, menggol, berobah arah, beralih tujuan; jolma simenggolenggol, orang plinplan, tak konsisten, opportunis, tak tetap pendirian, gampang berobah pendapat.
Enggung, menggungenggung, ku-rus, tinggal kulit dibalut tulang.
Engkar, ingkar, mengingkari.
Engkat, I. pisau yang bergagang tanduk yang runcing. II. mengkatengkat, terpincang-pincang, berjalan pincang.
Engkel, mengkel, tertawa; mengkelengkel, idem; diparengkeli, ditertawai.
Engkol, mangengkol, ditolak lagi setelah lebih dulu disetujui.
Engkos, mangengkos, memperoleh secara licik, lihai.
Engos, = enges.
Enjak, marenjak, mendua; mangenjak hoda, membuat kuda mendua.
Ensel, engsel, sendi, gantungan pintu atau jendela.
Enseng, mangensengensengi, me-nantang, menjengkelken, memedaskan.
Ensep, = onsop.
Enser, mangenserenser, menyeret dengan kaki.
Enset, enset gaol, sej burung kecil yang bagus (atau ensep gaol?) Ensur, mensur, berangsur-angsur berkurang, kendor mengecil mengenai modal; mangensuri, mengangsuri, selalu diambil sedikit.
Ensut, kumbang yang berdengung bunyinya; marngensut, lih ngengsut.
Ente, mangentei, melebihi, me-ngatasi, melampaui, mengungguli.
Eo, kencing, urine; tareoeo, terkencing-kencing.
Eol, (bdk peol) meoleol, bergerak kian kemari terhembus angin, msl daun-daun; paeolhon, menggerakkan kian kemari.
Eper, mangeper, merayu betina oleh jantan, ayam jago dengan cara mengepak-ngepak sayap.
Epes,(juga apas), mangepes, meremehkan, memandang remeh, mencerca.
Eput, maeput, lih heput.
Era, mangeraera, (bdk mangelaela), bujuk rayu hantu, penyesatan setan; dieraera begu i ma ho, persetan kau, tersesat oleh hantulah kau.
Erbas, merbas, mengunjungi.
Erdeng, I. (= ordong), erdengerdeng ni sorha, engkol putar jentera pemintal. II. mangerdeng, merayu orang dengan nyanyian atau kata-kata manis.
Erdep, merdep = medep.
Ere, simangan mangere, orang yang penuh dengan akal muslihat. Ereng, ketam alur; mangereng, mengetam alur pada sisi papan, supaya pemasangan papan bisa rapat betul.
Erer, pelan-pelan jatuh.
Eret, meret (= orot), bergeser, pindah, beralih tempat; mereteret, bergeser-geser, berpindah-pindah tempat; paeret, menggeser, membawa sesuatu ketempat lain.
Erget, erget rohana, ia menganggap semua menertawakan.
Erhem, mangerhem, mendekat-dekati seseorang sambil bermanis mulut demi mengharapkan sesuatu dari padanya.
Erjek, merjekerjek, melompat-lompat karena gembira.
Ernga, kumbang hijau yang sangat nyaring menjerit pada waktu magrib.
Erom, erom ni roha, permusuhan, kebencian.
Eruk, = oruk.
Erun, I. serat labu yang kasar yang ada pada kulit cabangnya. II. merun, menjadi kurus.
Erus, merus, terus menerus bertambah kurus.
Esa, mesa, kena: ketukan; maesa ma ho annon, semoga engkau kena nanti.
Esa, maesa, merasa sakit, menderita (dari ae).
Esek, esekesek, kegembiraan; indahan esekesek, (= indahan olopolop), hidangan buat kenduri kelahiran anak; esekesek ni tondi, memberikan perjamuan karena luput dari bahaya atau baru lepas; mangesekesekhon, merasa gembira kerena sesuatu hal.
Eseng, air kencing, urine, air kemih; meseng, buang air kecil, kencing.
Eser, mangeser, menggeser, beralih tempat, memindahkan sedikit msl batas.
Eso, mesoeso, (mengenai mata) memandang kepada sesuatu dengan hati yang sedikit susah, msl seorang anak yatim melihat anak yang lain menerima sesuatu dari ibunya, atau mengenai burung yang kena tangkap.
Esuang, = isuang.
Etak = betak, detak, mungkin, barangkali, boleh jadi.
Etek, kecil; sietehetehon, di masa kecil, di masa kanak-kanak; etehetek, sej burung yang kecil.
Etem, mangetem, bekerja lama, melakukan pekerjaan yang menyita waktu.
Eteng, = etek.
Etep, metep, (mengenai kain atau tali) mudah robek, sudah lama dipakai.
Etet, sietet, = sibetet, gadis kecil, perempuan balita, belum punya nama.
Etong, maretong, hitung, berhitung, mengadakan perhitungan; etongan, hitungan; paretongan, perhitungan; mangetongi, menghitungi; etongan ni roha, hitungan dalam hati, taksiran; buku etongan, buku hitung; etong, hitung; metongetong, melihat dengan iri, menjuling (mengenai mata).
Eur, mangeur, (mengenai sungai) mengalihkan jalanannya.
Eut, meut, lembut, lunak, memberi hati.

F.

G.
Ga, = da; ga ba, = da ba.
Gabagaba, = maremare, hiasan dan karang bunga dari daun-daun pohon kayu.
Gabe, I. jadi, menjadi sesuatu; na gabe do i? jadikah itu? hasea do i gabe ulaula, cocok itu jadi perkakas, sering dipakai sebagai akhir kalimat atau kalimat yang berlawanan msl hudokkon ibana ro, gabe ndang olo, saya bilang dia datang, padahal tak mau. II. beranak pinak, berbuah lebat, terutama mempunyai banyak keturunan; gabe ma ho, beranak pinaklah engkau (berkat kepada putra maupun putri menuju pembentukan keluarga); gabe ma na niula, semoga pekerjaan menghasilkan banyak; na gabe, kaya, mulia, terberkati dengan banyak keturunan; na so gabe, = na so hasea; hagabeon, kekayaan, kesejahteraan karena berketurunan; gabegabean, hamil, mengandung; marsigabegabe, = marsigabean, bersilaturrahim, berkat memberkati, saling mengucapkan selamat dalam selamatan; mate so gabe, punah, tak berketurunan hingga mati.
Gabeak, berguna, bermanfaat; hata na so gabeak, kata-kata tak berguna, ucapan yang tidak pada tempatnya; mate so gabeak, mati nifas, mati karena kusta.
Gabuk, I. gabukgabuhon, gemuk, gepuk, tetapi tidak bertenaga. II. manggabuk hata, mengumbar kata, bercerita melebihi kenyataan, bernambah-nambah msl desas-desus.
Gabung, manggabung, gabung, menggabung, mencampurkan.
Gabur, mudah, gampang dikerjakan; gabur ulaon, mudah dikerjakan; gabuk muruk, mudah marah, cepat marah.
Gaburgabur, I. nama sej makanan ringan, kue dari tepung. II. tulang muda, rawan.
Gabus, I. dusta, bohong; margabus, berdusta; manggabusi, mendustai, membohongi; pargabus, pendusta; hata gabus, kata bohong. II. gabus, = gambus, lembek msl tubis.
Gadam, bisa yang menimbulkan penyakit kulit bila itu dilumaskan pada tubuh, mengakibatkan kegatalan hebat; hona gadam, gadamon, terkena gadam.
Gadap, = peak, jatuh tergeletak, rebah, jatuh tersungkur, terjerembab; gana sigadap, sej sumpah pada mana diletakkan patung yang menakutkan dan pada mana orang bersumpah.
Gade, gadai; manggade, menggadaikan, meminjam uang dengan jaminan gadai; manggadehon, menggadaikan; panggadeon, penggadaian, orang kepada siapa diberikan gadai.
Gadi, gadis, perawan muda, remaja puteri.
Gading, gading khusus gelang gading pada lengan atas; manggadinggading, ditarik ke atas pada lengan, membawa sesuatu di lengan; gadinggading, kosen, jenang pintu.
Gadis, manggadis, menjual; juga: margadis; tu gadis, dijual, terjual; hona gadis, idem; gadis jau, sistem penjualan budak (begitu dijual msl boru sadari); manggadisjauhon, menjual seseorang sebagai budak; gadisgadisan, barang jualan.
Gado, gada, tongkat pemukul, belantan; manggado, menggada, memukul dengan tongkat, memukul keras.
Gadoar, rusuh, membuat huruhara, bikin ribut.
Gadol, mati dengan tiba-tiba.
Gadombus, margadombus, memboros; pargadombus, pemboros; pargadombuson, pemborosan; margadombushon, memboroskan, membuang-buang.
Gadong, ubi, umbi-umbian; manggadong, makan ubi, makan; masigadong, = tu gadong, mengambil ubi ke ladang; pargadong hau, ubi kayu.
Gador, ampas daging yang tak layak dimakan.
Gadoro, = gadoar.
Gadu, gadugadu, tanggul sawah, pematang sawah; gadugadu na limbit, pematang yang tidak kuat karena pembuatannya jelek-jelek: juga dikatakan mengenai raja yang tak adil; gadu ni hata, = paradianan ni hata; gadu ni utang, berakhirnya hutang dari mana tidak diperhitungkan lagi bunga; margadu utang, membatasi hutang, tidak berbunga lagi; manggadui, membenteng, membuat tembok; gadu, manggadu, bernaung di tanggul, melindungi dirinya di belakang tembok.
Gadubang, sej pisau.
Gaduk, sombong, congkak; panggadukgaduhon, berlaku sombong, menganggap diri orang hebat (kaya) tetapi tidak punya apa-apa.
Gaga, manggaga, sombong, tinggi hati, melawan, berkeras kepala; manggagai, menantang, melawan, menyangkal; martunggaga tu, berontak, menyanggah terhadap.
Gagak, I. pagagak pangalaho, menyombongkan diri atas keberhasilan. II. margagak, tertawa terbahak-bahak.
Gagan, saat yang tertentu, tepat waktu, tertip, disiplin; margagan, beraturan tetap.
Gagang, mengambil (And).
Gagat, manggagat, makan rumput, merumput mengenai binatang-binatang yang makan rumput; gagaton, makanan rumput, rerumputan; na ginagat, tahi, kotoran hewan; manggagat tu holiholi, (atau tu roha), merasa sakit sampai dalam sekali; pagagathon roha, memperlakukan seseorang dengan sewenang-wenangnya; pagagathon ha-datuon, habisuhon tu si anu, memperlihatkan kedatuan dan kecerdikan pada orang; hata gagatgagat, perkara atau persoalan masuknya hewan ke tanaman orang; gagaton imbo, sej pohon besar di hutan.
Gago, gagap berbicara, tidak lancar, tidak jelas; gago roha, ragu-ragu, mendua hati, sangsi. Gaguk, dengke gaguk, sej ikan laut.
Gair, I. gairgair, garu, penggaruk dari kayu, sisir. II. gair, = gait, lucu, seloroh, senda gurau (Angk).
Gais, nakal, tidak tahu malu; na gais marroha, orang pemarah.
Gait, gurau, canda, main-main; seloroh; hata gait, ucapan seloroh, tidak sungguhan; pargaiton, gurauan; margait, bergurau, bercanda, berseloroh; pargait, suka bercanda, pelucu, tukang gurau; sipagait, canda, main-main, pura-pura.
Gaja, gajah; rimbur gaja, rimbur yang besar; pahu gaja, sej tanaman paku; gajagaja, kereta dorong; gaja lumpat, menara kayu di sudut kampung untuk mengintai gelagat musuh (= jagalumpat); gaja borong, pusaran angin, putar beliung.
Gajagaja, patung-patungan ayam yang digantungkan di ladang; gajagaja ursa, sej pohon kecil yang daunnya bisa jadi sayur.
Gajambang, sej tumbuhan air.
Gaje, gajean, memperoleh banyak laba dari sesuatu, mujur, berlimpah harta, bermuatan ba-nyak sekali.
Gaji, upah; anak gaji, orang upahan; mangan gaji, makan gaji; gaji borong, gaji borongan; manggajihon, menyuruh kerjakan dengan mengupah; pagajihon, mempekerjakan orang dengan membayar gaji.
Gajut, = hajut.Gak, tiruan bunyi mengenai burung gak; sigak, burung gak.
Gakgak, berdiri tegak lurus mengenai batang padi yang kosong; P.B.: gakgak eme na lambang, unduk eme na porngis, padi hampa mencongak, padi bernas merunduk; gakgak, (arti kiasan) kepala mencongak; hata gakgak, ucapan kosong yang menyombong; pagakgak, bikin tegak; P.B.: unang magakgakhu, so tung tartuktuk pat, unang maundukhu, so tung paspas bohi, jangan terlalu mencongak, nanti kesandung kaki, jangan terlampau merunduk, nanti kening terantuk.
Gala, I. galah, batang padi; bonang sagala, benang sebanyak dapat digantungkan pada galah untuk dijemur; gala jauran, lembing panjang dari bulu laga; manggalahon bonang, menjemur benang di atas galah; panggalaan, batang penjemuran benang; manggalahon parau, mendorong perahu dengan menjolokkan galah ke dasar air; sagala, jarak sejauh dua depa, dipakai menentukan waktu yaitu tingginya matahari; sagala mata ni ari, matahari telah melewati horison segalah, maka: jam 7 pagi dan petang jam 5; dua gala, jam 8 dan jam 4; tolu gala, jam 3; galagala ni manuk, tenggorokan yang membendul pada perut ayam; margala, mengadakan permainan dengan menarik garis-garis seperti gala. II. galagala, sej pohon; mate di galagala, = mate di holangholang, mati di perang sebagai penonton (kerana itu kematiannya tak bole dibalas dendam).
Galagat, manggalagat, membuat alur, juring atau lekuk pada pohon yang tidak mau dibelah supaya gampang direkah dengan baji, memasuki mengenai peluru, pisau melukai; digalagat bodil ni usu i ma ho, kutukan, semoga senapang musuh melukai engkau.
Galak, marak menyala, galak mengenai api atau cahaya, pertempuran atau amarah; pagalakhon, menggalakkan, menyalakan; pagalakgalakhon, pengipas-ngipas agar perselisihan menjadi lebih hebat; manggalahi, menyalakan; panggalahi ni soban, kayu api yang kering dan yang dicampur dengan kayu basah agar terbakar bersama-sama; parpagalakhon, tandu tempat mesiu; panggalak, mesiu.
Galang, I. manggalang, menghidangkan perjamuan, menjamu makan; panggalang, penjamu yang suka memberi makan; panggalangon, jamuan makan. II. galang, = alang.

Galanggang, sasaran tembak, keping yang ditembak.
Galapang, roda kayu penutup tiang rumah sopo yang menjadi alas balok pendukung atap, ia menghindarkan supaya tikus masuk ke dalam, roda pedati.
Galar, gelar, alias.
Galas, I. gelas. II. margalas, membeli bahan-bahan makanan; manggalas hata, menyiarkan be-rita dengan melebih-lebihkan; manggalasgalas ruhut, mengkaji tata aturan, adat-istiadat, kebiasaan-kebiasaan orang.
Galasa, margalasa, memukul-mukul dengan kaki ke sekeliling tubuh. Gale, lemah, lemas, lesu (mengenai jiwa dan raga); pargale, orang yang lemah, orang yang bersifat lemah dalam sesuatu; hagaleon, kelemahan.
Galeam, gumaleam, beristirahat, mengaso, tidur-tiduran; gumaleamgaleam, mundar-mandir tanpa kerja.
Galebut, penjahat.
Galegale, sigalegale, wayang kayu berupa patung orang, yang bisa dikendalikan untuk menari pada pesta kematian.
Galege, manggalege, membongkar msl dinding; manggalege uhum, melanggar hukum, memperkosa keadilan; manggalegei, memecah belah orang, membuat orang berbantah, bercekcok.
Galentang, margalentangi, meronta-ronta berguling-guling (mengenai anak yang nakal); berguling – guling kesakitan (mengenai orang sakit).
Galetgot, muslihat, akal licik, putar-belit, tipu daya (dari legot?); godang galetgot dibagasan rohana, ia licik, ia berhati culas, ia penuh dengan akal muslihat.
Galeto, bangkang, degil, gempar.
Galetong, liar mengenai kerbau.
Galgal, manggalgal, melawan, menentang; sabi galgal, sej sayuran agak pahit rasanya.
Galia, baheula, dahulukala; di galia, di masa dahulukala; tingki na galia, zamen baheula, zaman purba kala.
Galinggang, sej semak yang bunganya bagus berwarna kuning dan dipakai sebagai obat cacing; hau galinggang, idem; anduhur galinggang, sej punai kecil.
Galit, cukup (permainan kar-tu); cukup baik untuk memenangkan.
Galjuk, gumaljuk, menderai mengenai air; aek so gumaljuk, ri so humaras, sunyi senyap.
Gallat, kemaluan laki-laki, aurat.
Gallo, margallogallo, membelit, berguling-guling, geliang-geliut, (mengenai cacing, anak-anak yang nakal).
Galmit, manggalmit, mencubit; P.B.: godang ginalmit mantat lambokna, otik mantat hansitna, banyak dicubit dengan kata-kata lemah lembut tidaklah begitu sakit, daripada sedikit, tetapi dengan kata-kata kasar; pinasa sigalmiton, sej pinasa yang bisa dicubit tanpa memakai pisau.
Galogat, tanah bata untuk membuat tembok tanah; manggalogati, membangun dengan tanah bata seperti itu.
Galombung, gelembung, jaringan sel.
Galpa, (= golpa), kemampuan untuk menghasilkan, vital, berdaya hidup, bertenaga, kesanggupan membuahi indung telur wanita; na so margolpa (= na so marhosa), tak bertenaga, impoten, lemah syahwat.
Galpang, mengenai ternak sebelihan, jatuh rebah; margalpangan, berjatuhrebahan dalam perang; mangalpanghon, menjatuhrebahkan binatang untuk di-potong.
Galumang, I. manggalumang, me-megang, meraba; dipargalumang, meraba-raba, mencoba. II. sej pohon yang besar dalam hutan.
Galumbang, ombak, gelombang; margalumbang, berombak, bergelombang; margalumbang laut, bergelombang, tidak teratur msl pemberian dari pihak famili.
Galung, I. ladang yang dibuka dari hutan; Huta Galung, nama daerah dan marga; II. setengah ringgit batak. III. manggalung, meletakkan secara bersama yang bundar msl kawat, rotan, seperti harpe; sagalungan, satu lingkaran, begitu dihitung msl rotan.
Galunsang, gumalunsang, mengamuk, goncang mengenai laut, bdk gunsang.
Galusak, margalusak, mengentak-entakkan kaki dalam air, gelepar ikan di air.
Galutu, percekcokan, perselisihan, pertengkaran; margalutu, bertengkar, bercekcok.
Gamal, dipegang; manggamal, memegang.
Gamang, I. gumagang, mengerumuni; gamanggamang, tangan menggapai-gapai mencari pegangan karena ketakutan. II. gamang, tidak memegang; arti kiasan: sangsi, ragu-ragu.
Gamat, sej tanaman yang dipakai untuk mencat; selanjutnya, bohong; manggamat, mencat, memperindah ulos dari luar untuk dijual.
Gamba, sigamba, sej tanaman menjalar yang mirip dengan sirih (napuran) dan yang disebut orang napuran ni begu.
Gambal, gambalgambal, kain-kain buruk, orang gembel, rakyat jelata, rakyat miskin yangtidak dapat mengatakan apa-apa.
Gambang, pargambangan, sej kembal yang digantung di dinding tempat menyimpan barang-barang kecil; P.B.: margambanghon na so gambang, marimbanghon na so rimbang, melakukan sesuatu yang baru, yang belum pernah didengar.
Gambas, ikan yang dijemur, yang dibawah dari pantai laut ke pedalaman.
Gambir, gambir; gambir di toru, hadiah seorang pemuda pada gadisnya, yang tak boleh diminta kembali kalau ada perselisihan; hadiah untuk melalukan mesum atau zinah; persundalan.
Gambiri, kemiri, pohon kemiri.
Gambo, lumpur, rawa-rawa, gambo lisop, lumpur yang dalam; targambo, masuk ke dalam lumpur, kena lumpur, (juga gambu).
Gambu = gambo.

Gambung (Pahae), busuk mengenai ikan, lih gombung.
Gambura, percikan air yang halus seperti awan pada air terjun.
Gambus, lembut mengenai kayu (lawan: pora, rapuh, keras); juga mengenai buah-buahan yang terlalu masak, daging.
Gamir, gamirgamir, menggeletar, gemetar msl agar-agar (gelatine)
Gampang, anak gampang, anak gampang, anak jadah, anak yang lahir di luar perkawinan, yang ayahnya tidak diketahui orang; gampangan, punya anak gampang.
Gampit, manggampit, jepit, gapit, menjepit, menggapit; gampit susu, sej serangga (penjepit, kalau dipukul sengatnya menggigit)
Gampual, sej ikan, yang dipelihara dalam kolam.
Gamu, manggamu, = mambuat; na soada gamuon, = na soada parbuaton, tak ada mau diramu, tak ada mau diambil, miskin, yang tidak mempunyai apa-apa.
Gamuk, lembek, masak mengenai bisul, gemuk mengenai ulat-ulat.
Gana, patung, rupa, gambar, pada mana seseorang bersumpah untuk membersihkan diri: dikatakan saya bengkok dan kaku seperti gambaran jika; sumpah: sai songon gana on ma ahu molo ahu na mambuat i, biarlah aku seperti patung ini kalau aku yang mengambilnya; manggana, membuat patung mirip manusia; margana, bersumpah; ganagana, ganaganaan, patung, patung pahatan, patung berhala, arca; pargana, bentuk, rupa wajah; siat gana, menjadikan sumpah, termakan sumpah, kena sumpah; siallang gana,orang yang membuat sumpah palsu; sibondut gana, idem; P.B.: ujunujung ni raut solot di peapea, sahali mangallang gana matua tano so porsea, siapa yang sudah sekali bersumpah palsu dia tidak akan dipercayai lagi selama bumi ini ada; jenis-jenis sumpah: gana na marbohi, sumpah dengan sembilahan, bila tak benar, si pesumpah akan ditebus jantungnya seperti jantung hewan yang ditembus; gana simanulus dalan, sumpah ringan hanya dengan ucapan: bila tak benar ia akan punah bersama keturunan; gana juhut, juga gana indahan, sumpah makan bersama antara si pendakwa dan tertuduh, yang bila tak benar si pesumpah akan terkutuk oleh sumangot (roh moyangnya); pungga leokleok, sumpah batu asah atau gosok, bila tak benar si pesumpah diasah hingga mati sampai keturunannya; gana sipusipu na mintop, sumpah arang api padam, bila tak benar, si pesumpah padam seperti arang itu; gana si gadap, gadap = peak, sumpah mati tersungkur, kalau tak benar (ditujukan buat pencuri ternak); gana siporhas, sumpah dihadapan patung tanah liat atau kuningan yang bila tak benar, sipesumpah mati disambar petir; gana tu palangka, sumpah menghadap palung makanan babi yang ditutup kain kafan, yang bila tak benar, si pesumpah akan mati demikian; mandilati hepeng, sumpah bagi pedagang yang bila tak benar, ia sejak itu tak akan menjilat uang dan tidak akan mencicipi garam lagi; lapik diapus, sumpah bagu para penjudi, yang kalau tak benar, mereka disapu bersih seperti penyapu tikar tempat duduk berjudi; gana tu asiasi tinimpus, penjudi yang bersumpah sambil menggenggam mata dadu yang dibungkus, yang kalau tak benar, kelak serupa itu; indahan pinohul, pesumpah dari sesama keluarga menggenggam nasi, yang kalau tak benar, dia akan seperti nasi genggam itu; gana tu sumban na tangging, bersumpah yang kalau tak benar, nasibnya akan seperti penutup tiang yang tegang-regang itu; gana tu pangumbari na toltol, idem; gana tu manukmanuk hatopan = atau tu ragaraga, sumpah dengan menggantung ayam atau bisa juga tampah pengayak di depan rumah sambil berseru ke roh nenek moyang agar dibalas kejahilan pesumpah palsu; gana tu lubang hinali, sumpah menyangkut perselisihan tanah, dengan menggali lobang, si pesumpah akan tertelan lobang itu (beserta keturunannya) bila tak benar; gana batangi niapus, sumpah tentang selisih berbatasan sawah, pesumpah akan seperti tanggul diratakan itu kalau ia tak benar; tungkotungko na sae, = tungkotungko tinitip, dipotong seperti tunggul kayu kalau sipesumpah tak benar; batu na mangungu, hal ladang, si pesumpah dungu kayak batu kalau ia tak benar; gana sihodong, sumpah di depan patung kadal (ilik = raja odong), si pesumpah akan merayap macam kadal bila ia tak benar; gana sitaeram, hal kejahatan besar, dengan memotong kerbau, sambil menikam jantung kerbau, pesumpah akan seperti itu bila tak benar; bojak si ranggang, akan seperti kodok sekarat kalau pesumpah tak benar, sumpah ini dipandang sebagai yang terberat.
Ganas, = laga; binatang ganas, binatang buas.
Ganda,ganda, bertambah banyak; manggandai, paganda, memperbanyak, melipat-duakan; P.B.: ndang piga halak sipaganda sidabuan, sipaganda hata do torop, tak banyak yang menggandakan perbekalan, menggandakan omongan banyak, yang menimbulkan pertikaian; manggandai sidabuan, menggandakan, memperbanyak perbekalan, nafkah; hagaganda, hal perbuatan menambah, kebergandaan; manggandahon, menggandakan, melipat duakan, menambahkan.
Gandal, pakaian seorang mis-kin, compang camping, kain buruk (bdk sigundal).
Gandar, pipa besi; P.B.: tulpang na balga, gandar na metmet, pajumpang na balga tarhapit na metmet, gajah berlagah, pelanduk terlindas.
Gandeal (gandeol, gandeor), margandelan (margandeolan, margandeoran), gelang geliut karena sakit.
Ganding, siganding, belang, mengenai kuda, anjing, domba.
Gandol, sigandol, ulat rimbur gaja; gadolgadolon, kurus.
Gang, I. = ganggang. II. berdiri mengenai bulu roma.
Ganggang, renggang, terbuka lebar-lebar mslpapan yang se-harusnya rapat; paganggang, merenggangkan; gumanggang rohana, ia merasa lebih lapang, merasa lega.
Ganggu, sangsi, ragu-ragu, khawatir, tidak percaya; ganggu ni roha, syak wasangka, kesangsian; parroha ganggu, orang yang bimbang, yang ragu-ragu, yang menaruh syak.
Gani, pemilih, mengenai seorang gadis yang terus-menerus menolak tawaran pemuda; parganigani, orang yang selalu bersungut-sungut; paganigani, pu-ra-pura berlaku seperti orang yang ramah.
Ganis = gadis.
Ganjang, panjang; sadia ganjangna? berapa panjangnya? paganjang dila, berdusta, berbohong, memanjang lidah, mengumbar kata, bicara mengada-ada; ganjangna i, betapa panjangnya; hinaganjang, kepanjangan, panjangnya; mangalotakhon hinabolonna, mangalibashon hinaganjangna tu dongan, mencemetikan kebesarannya, melibaskan panjangnya pada sesama, anggar jago.
Ganji, kanji; mangganji, mengkanji kain.
Ganjil, ganjil, tidak genap mengenai bilangan (lawan: gonop).
Ganjing, bersih, suci, haram, mengenai makanan; lawan: ramun.
Gansar, = hansar.
Gansi, urutan, aplusan, berganti giliran; margansi, membuat sesutu menurut urutan yang teratur msl berganti giliran, bergilir, bertukar jaga, aplusan; pargansi, yang mendapat giliran, penggilir, pengganti giliran; ise pargansi? siapa pengganti giliran, giliran siapa?
Gansip, tang jepit, kakaktua; manggansip, mencabut dengan tang; ringgit sigansip, ringgit palsu, diperlukan sebagai homitan = jimat.

Gantal, makanan yang dijual di penjudian; para pemain diberi makanan sebagai pengganti hutang judi, karena pemenang takut memasukkan orang yang kalah ke dalam pasung (= manggantali). Dihitung satu tanggo juhut = satu ringgit, maka untuk setiap ringgit yang ditunggu oleh si penuntut hutang mendapat satu tanggo.
Gantang, gantang, dua cupak (Angk); takaran sebesar dua solup, kemudian: nasib, takdir yang ditetapkan Tuhan untuk manusia; tiung gantung, sej tiung.
Ganti, mangganti, memintal benang kapas; P.B.: mangganti na so luli, mangudor na so tali, memintal yang bukan benang, memilin yang bukan tali; memikirkan sesuatu yang tidak benar terhadap seseorang; sihalung ganti, kerbau yang salah satu tanduknya melengkung ke bawah.
Gantung, tergantung, melayang-layang; gantunggantung, tergantung-gantung msl perkara perselisihan; manggantunghon, menggantungkan; targantung, tergantung; margantungan, bergantungan; marsigantung tu, menggantungkan diri pada; parsigantungan,pergantungan, tempat bergantung; manggantunghon, menggantungkan; utang manggantung, hutang yang masih tergantung; tu gantungan, digantung; panggantungan, penggantungan.
Ganup (= gonop), tiap-tiap, masing-masing, setiap orang; ganup nasida, setiap orang dari mereka; mangganupi, memberikan sesuatu kepada setiap orang; ganup ro ahu, setiap kali aku datang.
Gao, manggao, berenang dengan mengayuhkan tangan; horbo gao, = horbo une, kerbau yang terlatih baik, pembajak yang baik; na umboto margao, orang yang bisa bekerja; ndang targaohonsa, tak terlakukan olehnya, itu tidak dapat dikerjakannya.
Gaok, gaok ni roha, tiada mau, keseganan.
Gaol, pisang; anak ni gaol, tunas pisang; tambirik ni ga-ol, anak hamba; sionsop gaol, burung kecil dengan cotok yang panjang penghisap bunga pisang; si gaol, nama daerah di tepi danau Toba.
Gaor, kacau balau mengenai benda-benda dan manusia; juga: rusuh, ribut, recok; na gaor, idem; manggaori, meributi, membuat kerusuhan, mengacau; gaorgaor, alat pengacau, alat pengarih; gaorna i, betapa kacau.
Gape, tak kukuh, tak kuat msl tembok, simpul. Gapgap, dusta, bohong; margapgap, berbohong, berdusta; pargapgap, pendusta; manggapgapi, mendustai; hata gapgap, dusta, kata dusta; panurirang pargapgap, nabi palsu.
Gara, bara, arang yang hangat menyala-nyala, berpijar-pijar mengenai logam; gara roha, panas hati; gara hamusuon, permusuhan membara; manggarahon, menghangatkan sesuatu; bosi na ginarahon, besi yang berpijar-pijar; garagara, potongan-potongan kayu api yang besar pada mana wanita yang baru bersalin memanaskan dirinya; garagara pusu, kebencian membara; pagarahon, menggalakkan; sigara ni api, sej pinasa; juga: pemarah; P.B.: unang parmeammeam gara, janganlah bermain dengan gara yang hangat.
Garaga, batu garaga, batu gunung berapi yang terdapat di kawasan air belerang; Lumban Garaga, nama daerah di lembah Batang Toru.
Garagaji, gergaji; manggaragaji, menggergaji.
Garam, mate garam, mati karena sakit, kecelakaan, jadi bukan karena sengaja dipotong.
Garampit, gumarampit, berlengketan, bergelantungan mengenai lintah.
Garang, I. gampang terbakar msl mesiu; na garang, panas, berani, suka berkelahi, tidak tahu takut; na garang marbada, cepat siap untuk berkelahi; manggarang rabuk, mengeringkan mesiu; juga: meloloskan diri dari pertempuran. II. garanggarang, sej rumput yang dimakan sebagai sayur. III. matugarang, merangkak mengenai anak-anak; manugarangi, merayapi, mengintai.
Garantung, xylofon dari kayu, alat musik dari lima bilah-bilah kayu yang bunyinya sudah disetel dan meniru tataganing.
Garap, garapgarap, lonceng ka-yu untuk kerbau.
Garapak, margarapak, gumarapak, mengentak-entakkan kaki oleh banyak binatang atau manusia.
Garapas, margarapas, melepaskan diri dari jerat.
Garapus, margarapusgarapus, membelit, geliang-geliut, melingkar, ceroboh.
Garar, bayaran, sesuatu yang dibayarkan; garar ni utang, bayar hutang; manggarar, membayar; manggararhon, membayarkan; margarar, lunas, berbayar.
Garbak(bdk garmak), janggal berpakaian.
Garda, I. kemaluan laki-laki, alat kelamin laki-laki. II. = arga.
Garduk, = haduk, sulit, sukar.
Garege, = galege; garege, sej rumput yang hanya tumbuh di tanah subur.
Garembong, tidak teratur, simpang siur, campur aduk msl rimbur beterbangan secara kacau balau; hamusuhon garembong, perang saudara, revolusi; masigarembongan, saling mencuri dan saling menipu.
Garembor, = garembong.
Garenggeng, manggarenggeng, membuat belot atau murtad orang dengan cara manipu.
Garentung, = garantung.
Gargar, jatuh pecah, terbelah; magargar, runtuh msl tembok, pecah dalam ribuan potongan mengenai periuk; manggargari, menghancur luluh, memecahi.
Gari, sedangkan, bahkan, malahan; gari raja i tartangkap do, sedangkan raja pun tertangkap; juga diulangi: gari arian gari ro do panangko, siang-siang pun datang pencuri; anakna garina dibunu ibana do, sedangkan anaknya pun dibunuhnya.
Gariada,dari: gari ada (= adong), ada, bahkan, sebaliknya, terlebih lagi, padahal; ndang adong ninmu, gariada opat, kau bilang tak ada, padahal empat.
Gariang, I. manggariang, mencakar, kuas-kais, mencerkau; masigariangan, saling bercakar-cakaran msl perempuan-perempuan sedang bertengkar; panggariangan ni babiat, bekas cakaran harimau. II. gariang, tanah yang tidak subur.
Garigit, tabung bambu untuk air (= hionghiong).
Garimur, gumarimur, tidak tertip, tidak sopan, ribut, membuat ribut, huru hara.
Garina, lih gari.Garing, nama sej ikan sungai yang kecil.
Garis, disapukan, sepintas lalu; kemudian: tidak menaruh perhatian; manghagarishon, ti-dak menghiraukan, tak mengindahkan, menyepelekan; garis ni roha, ketidak pedulian.
Garmak, lepas, lembek, sulit dirapatkan.
Garobak, gerobak.
Garoda, jimat penakluk musuh; panggaroda, idem.
Garodi, gurdi, bor, pencabut sumbat botol; jelek, jahat mengenai orang.
Garodo, kasar mengenai orang yang tak tahu adat, biadap, kurang ajar.
Garop, garop babana, ia terus berkata-kata yang membencikan.
Garpa, kata cacian: = sisoada, ampas, sesuatu yang tak berguna sama sekali; garpa ni deba on, = hatoban.
Garpas, manggarpas, berkial-kial mengenai ayam yang mau mati.
Garpu,garpu.
Garsang, jatuh, rebah.
Gartip, gelatak, comel, ringan mulut, suka bicara, rewel.
Garu, aduk; manggaru, mengaduk; garugaru, pengaduk.
Garudar, tak teratur, tak tertip, tak tentu. Garudo, garuda, sej burung elang dalam ceritera.
Garugu, sej rotan.
Garumus, manggarumus, menggaruk dengan jari-jari tangan.
Garung, garunggarung, kendi bambu untuk menyimpan benda-benda cair.
Garunggang, I. sej pohon kayu. II. sej rumput yang harum baunya.
Garungkau, = gadong hau.
Garuntar, gumaruntar, gelisah tidak tenang mengenai kerbau di kandang.
Garut, garut, batu asah; manggarut, mengasah; juga: menggaruk; panggarutan, bekas menggaruk; juga umumnya: bekas, tanda, bukti.
Gas, magas, belah dua, patah mengenai kayu; manggashon, membelah, mematahkan, memotong.
Gasa, sangka, kecurigaan,membuat tidak ada kepercayaan lagi, kesalahan; gasagasaon, mengamuk, marah sekali, geram.
Gasang, = garang I.
Gasar, gasargasar, pelbagai perabot rumah.
Gasgas, peladangan yang tidak digarap; manggasgas, mengerjakan peladangan, menggarap tanah; rimba gasgas, ladang yang selama ini tidak diolah, mulai kembali diolah; ende gasgas, nyanyian seloroh, yang kurang senonoh. Gasing, = peak, terletak, terbaring; manggasinghon indahan, memasak nasi di atas arang bukan di atas api; gasingan, rak untuk periuk di sebelah perapian; mate gasing, meninggal tanpa ada yang mengurus jenazahnya, mati konyol.
Gasip, perangkap untuk binatang kecil; dalam arti kiasan: apa yang menjadi perangkap untuk orang yang menyakitkan hati, apa yang mengecilkan hati orang; manggasip, manggasipi, membuat seseorang terperangkap atau terjebak; targasip, terjebak atau terperangkap.
Gastang = gantang.
Gatal, I. gatal; arti kiasan: suka seks, gasang, dukana. II. yang tidak bisa ditahan atau dikendalikan mengenai kerbau yang selalu mencoba melepaskan diri.
Gatgat, manggatgati, memukul dalam potongan-potongan kecil msl tanah, mencincang, meng-hancurkan musuh, memotong halus; magatgat, berlobang-lo-bang, tercabikcabik mengenai pakaian; hudali gatgat, penggaruk kecil.
Gatipgatip, sej ulos, sej ular.
Gauk, manggauk hata, mengganggu pembicaraan, mengacaukan perkara atau masalah.
Gaung, gaunggaung, tergantung-gantung, melayang-layang.
Gaut, manggaut, memanggil.
Gea, cacing hujan; aek sigeaon, anak sungai Batang Toru; margeai, geliang-geliut, berjungkir balik, membelit-belit seperti cacing; ndang targeahon, = ndang marguna.
Geak, geahon, serdawa, suara angin dari tenggorokan; targeak, idem.
Geanggeang, bakul atau keranjang yang digantung di rumah, tidak bisa digapai oleh kucing.
Gear, mengenai banyak orang, menyemut dan bergerak kemana-mana.
Geas, dipanggeashon na marsahit i dagingna, orang yang sakit itu mengguling-geling kesana kesini.
Gedat, membungkuk ke belakang mengenai punggung.
Gedek, = manggedek, menggelitik; gedekgedek = gidikdigik.
Geder, damar lendir yang keluar dari pohon enau; seterusnya: lendir = godir.
Gedol, margedolgedol, bengkok mengenai jalan dan garis.
Geduk, berbelit, bengkok, tidak jujur, tak lurus, curang, tak adil; uhum na geduk, hukum yang tak adil; panguhum na geduk, hakim curang; pargeduk, orang yang tak jujur, penjahat; hageduhon, ketidak tulusan, ketidak adilan; pagedukhon uhum,membelit hukum, memutarbalik hukum.
Gege, magege, (mengenai tembok) roboh, runtuh, kemudian: letih, capek; ginege ni, yang dilelahkan oleh; digege dihilala, saya merasa lelah.
Gegek, margegekgegek, mengguik mengenai kodok.
Gele, lamban, bimbang, tidak lincah, lambat, gundah; pargele, orang yang lambat kerja, hampir tidak membuat apa-apa; galena i, kok lamban kali.
Geleng, manggeleng, menggeleng, memutar-mutar kata.
Gelle, kurang ajar, nakal.
Gelleng, kecil, anak kecil; tagelleng, idem; margelleng, mempunyai anak kecil.
Gellok, I. tenaga; ndang adong gellokna, tak bertenaga; margellok, kuat. II. margellokgellok, berliuk-liuk, mengeliat-geliat; = margallo.
Gelsok, = gellok I.
Gembar, manggembar, mendekati (bdk hombar); masigembaran, saling menukar lahan demi kecocokan karena berdekatan.
Gendat, magendat, runduk, tergenjot, keberatan beban (mengenai berbuah lebat atau titi).
Gendeng, manggendeng, mengindahkan, memperdulikan, memahami; ndang digendeng ho hata, kau tidak mengindahkan apa yang orang katakan kepada anda.
Gendi, kendi.
Gendong, manggendong, gendong, menggendong. Gendos, margendos, bersetubuh.
Genduk, pipa tembakau yang panjang dari perunggu.
Genggeng, = gingging, kencang, terik.
Gensong, campur aduk, tak teratur, tak menentu, mengenai benda-benda sehingga tidak di-ketemukan; kacau balau.
Geok, geokgeok, geli, gatal, gelitik, lucu; manggeokgeohi, menggeli; geok, enak didengar; geokgeok ni pinggol, enak didengar kuping; pageokgeok pinggol, mengatakan sesuatu yang enak untuk telinga.
Geong, cacing dalam tubuh.
Gerap, gerapon, = targeak, sedawa.
Gerdek, manggerdekgerdehi, bertingkah untuk menarik hati seorang gadis, bermacam-macam cara untuk merayu hati seorang gadis.
Gerdeng, manggerdeng, mendorong untuk melakukan sesuatu, mengasut.
Gere, = gait, sendau gurau, lelucon, ucapan-ucapan seloroh; gerenghu do i, itu adalah gurau saya, ucapanku berseloroh.
Gerek, margerekgerek, berbual-bual mengenai air yang mendidih; ndang digerekhon,tak dirasa, tak ambil pusing, tak diperdulikannya, tak diindahkannya.
Gerep, gerip. Gerjep, = gertep.
Gertep, gertep ni ende, kata-kata hiasan, yang tak mengandung arti, yang dibuat-buat, yang bagus kedengaran tetapi tak berisi.
Gete, I. magete, meremah, cabik, tercabik-cabik; manggetegetei, meremukkan, memecah be-lah msl gumpalan tanah; manggetehon, mencabikkan, menjual barang-barang tersendiri, per biji dijual. II. manggetegetei, menghasut, memecah-belah persatuan; panggetegete, peng-hasut, pemecahbelah, orang yang mencari perselisihan.
Getem, mudah loyak msl daging busuk; magetem, lapuk, lusuh mengenai kain.
Getep, I. uang getep, ketip, sepuluh sen. II. mangetep, putus mengenai jerat (atau tali).
Getes, gampang koyak, retas, rapuh tidak elastis.
Getget, manggetgeti, mencencang msl daging.
Geto, margetogeto roha, berbelit pikiran, tak mulus atau tak lurus pikiran, berliku-liku, penuh tipu.
Giak, mual, jijik, memuakkan; sigiak, seseorang untuk siapa orang merasa muak; giakgiak, merasa muak sampai mau muntah; giakgiak ateate, mau muntah karena perasaan muak.
Gial, lamban, lesu; gialgial mangan, tak ada rasanya; gial mulamulaon, malas bekerja; gialon, tidak ada selera makan karena perut terganggu, mau mual.
Giang, dikacau, gelisah, merasa tegang; manggiang, mengocok, mengacau sesuatu.
Gidikgidik, ketiak, juga: u-jung ijuk.
Gigi, I. = ngingi, ujung tenggala dan hudali; panggigian ni singke, lobang dikorek kumbang dalam tanah; panggigian ni gadam, bekas keracunan pada tangan; panggigian ni simu, binatang-binatang kecil dalam luka, kudis. II. magigi, benci kepada, tak menyukai, ngeri akan; hagigian, kejijikan, kengerian akan, benci; manghagigihon, menjauhi, membencii, merasa jijik, benci terhadap sesuatu.
Gil, tergantung-gantung pada sesuatu; juga: membuat diri tertahan; gil di hail i, kail tersangkut pada sesuatu.
Gila, gila, sinting, panas hati karena gembira.
Gilang, gundah, berpaling kesana kesini dalam keadaan gundah; sigilanggilangi, pangkal hati.
Gilgil, menghina, melukai, me-nyakitkan hati; gilgil hata begeon ni pinggol, menusuk kedengaran kata itu.
Giling, manggiling, guling, mengguling, menggilingkan hutang kepada orang lain, menangkap ikan dengan pilinan jerami; margiling, berguling-guling karena sakit atau nakal; gilinggiling, roda gilingan; gumilinggiling, berguling-guling, memutar – mutar; gilinggilingan, karung besar untuk penyimpanan beras, berisi 6-10 tuhuhan.
Gillas = hiras, berani, tidak takut.
Gilli, bergerutu, kasar, tidak rata.
Gilo, lari; gilogilo baso, me-langgar adat, menyelewengkan adat kebiasaan; manggilohon, menyelewengkan uang orang, yang seharusnya disampaikankannya.
Gilok, = gulok.
Gim, sanggim, berisi sepenuh tangan, segenggam.
Gimir, encer, lunak seperti gelatine (bdk gamir).
Gimur, = gaor.
Ginagat, bdk gagat.
Gine, ginegine, memuakkan, benci kepada; pagine ateate, menimbulkan rasa mual, kebencian.
Gingging, terik, juga: berbunyi nyaring; manggingginghon, menjijikkan; pagingginghon, merentangkan dengan kuat.
Ginis, jenis pekerti; ginisna, itu adalah cara dan sifat perbuatannya; ginisanna, ibaratnya, buktinya.
Ginjang, tinggi, atas; di ginjang, di atas; banua ginjang, benua atas, surga, langit; di ginjang ni, ke atas; parginjang, yang paling atas; paginjanghon, meninggikan, ditinggikan; roha ginjang, ginjang ni roha, kesombongan; manghaginjanghon, bermegah diri, menyombongkan; ginjang ni umur, umur panjang; patuginjang, meninggikan, mempertinggi.
Ginju, petualang, pengemis; mangginju, berkeliaran, kemana-mana mengemis.
Ginsar, marginsar, melontar-lontar lempengan batu atau kayu ke tujuan tertentu.
Ginsi, = gansi; mangginsi, mengganti rugi, menuruti.
Ginsip, buruk, semberono, asal-asalan, tidak paten msl diikat sedemikian rupa hingga tetapi gampang lepas.
Ginsir, gunting; mangginsir, menggunting; mangginsir dila, menghukum orang yang kelewat banyak bicara; siginsir dila, kata-kata pedas teradap orang yang kalah dalam berkelahi.
Gintal, manggintali, meransang berahi, membangkitkan kemauan; pagintalhon, menggalakkan yang jelek tertidur pada manusia.
Gioang, mutiara.
Giot, I. Angk. = ringkot, gi-at, rajin; giot marulaon, rajin kerja, suka kerja. II. giot, = sior, hampir, kira-kira; giot hona, hampir kena.
Gipul, I. = gompul. II. sej ulos.
Gira, cepat, segera; hurang gira, kurang cepat, terlambat; gira tudia? mau buru apa? buru-buru amat, mau kemana begitu cepat? pagirahon, mempercepat.
Giragira, sigiragira, daun pohon perdu warna coklat, digunakan menjadi pewarna ulos; manggirahon, mencelup benang ulos dengan sigiragira.
Girdak, manggirdak, menggerakkan, mengajak, memajukan, mendatangkan.
Girdok, = dirgak, berdiri karena sangat gembira; girdok ni roha, kegembiraan.
Girga, hati-hati sekali, terlalu banyak pertimbangan, tak mudah diputuskan, canggung.
Girgar, tidak terwujud, terbengkalai, terlantar; panggirgari, orang yang merintangi, menghalangi, yang merusakkan permainan.
Girgir, suka, cepat bersedia, ketagihan, rajin mengerjakannya; lawan: bangkol, enggan.
Girik, manggirik, membor; sigirik, orang yang membor; manggirik pinggol, membor sesuatu ke dalam telinga dengan mengucapkan kata-kata yang menjengkelkan.
Giring, giringgiring, lonceng; mamalu giringgiring, memukul lonceng.
Giringan, juga guringan, lembing yang pendek dari bambu dan tanpa bermata besi.
Girtap, ingin tahu.
Girtik, manggirtik, memicu perkelahian, memanas-manaskan hati berkelahi. Gisal, manggisal, menjadi ku-at, menguatkan.
Gisgis, mangisgis, menyiangi rumputan.
Gisik,juga: gising, anggota badan yang mulia; targasik bugangna, terluka dia pada anggota badan yang mulia; pargisihan, anggota-anggota badan yang mulia.
Gising, = gisik.
Gistang, direntangkan, bergelimpang menutur panjangnya msl orang yang berbaring, tali; pagistanghon, membentangkan; sanggistang, mutiara seutas.
Gistung, sej kumbang.
Gitik, manggitik, menggusarkan hati, menjengkelkan (mengenai orang dan binatang); manggitihi, menghasut-hasut supaya berhantam, menggalakkan; mura targitik, peka; pargitik, gampang merasa geli, mudah peka.
Giting, sigitinggitingi, amarah, kemarahan (bdk gitik).
Gitong, gitonggitong, jelaga yang disapukan pada ujung hidung dan kening perempuan sewaktu melahirkan untuk menolak begu.
Giu, giu ulaon, pekerjaan mendesak.
Giun, tali giun, tali pada mana penenun wanita menarik benang rantai ke atas; disintak ma ahu songon giun, disentak aku bagai benang tenunan, semoga aku tiba-tiba mati.
Goar, nama; ise goarmu? siapa namamu? margoar, bernama; manggoari, menyebut nama; manggoarhon, bernamakan; sagoar, senama; dongan sagoar, kawan senama; manggoargoari, menyebut nama ayah yang seharusnya tak boleh (pada perselisihan); na margoar di juhut, nama-nama potongan daging menurut pembagian adat disebut jambar, jatah menurut jenjang kedudukan; panggoaran, alias, panggilan terhadap seorang bapa atau ibu yang diambil dari nama anak sulungnya: msl nai poltak = mak, ibu Poltak; amani poltak, Pak Poltak, karena anak sulungnya bernama Poltak; ise panggoaranmu? siapa gelarmu? siapa anak sulungmu sebagai pengambilan namamu? panggoaranku si Dangol, anak sulung panggilan namaku si Dangol. Dengan itu dia bernama: nan Dangol (ibu), aman Dangol (bapa); na margoar ni babi, potongan daging babi untuk jambar (jatah); panggoari, penyebut pada pecahan, dalam ilmu hitung; goar ndang jadi mago, dalam kedaan perang, sipengunjung tak boleh diganggu demi nama orang yang dikunjungi; nama orang lain itu melindungi dia.
Goda, sej kain kasar.
Godang, banyak, besar; magodang, dewasa; na godang, orang tua; godang ni roha, keramahan, kekasih; godangan, kebanyakan; marnagodang, berbeda banyaknya; pagodanggodang, membesarkan, memelihara, mendidik; pagodanghon, mengawini janda kakak laki-laki; godanggodang ansimun, bertumbuh seperti timun, cepat besar; panggodangi, penambah, sekedar penambah daging yang sudah ada; tano hagodangan, tempat dibesarkan, kampung halaman.
Godirgodir, (= geder), lendir.
Godok, godokgodok, sej lampet dari gadong hau.
Godol, (= dogol), manggodol, meremah halus, memarut; ingkau na ginodol, sayur yang diremah halus-halus.
Godor, takut; godoron, takut sekali hingga gemetar.
Godung, I. lobang; tergodung, terjerumus lobang, jatuh kedalam lobang. II. gedung, komplek gedung; saro godung, rumah gedung.
Goga, = gogo; ndang targogahonsa, tidak dapat melawannya dengan kekerasan; na so margoga, = na so margogo.
Gogala, pertikaian, perbantahan, perkelahian; margogala, bertikai, berbantah, berkelahi.
Gogo, kuat, berkuasa, daya, tenaga, kuasa; margogo, ber-kuasa, bertenaga; bahen nasagogom, pakai segala kekuatanmu; gogogogo, kuat, tampan; hagogoon, kekuatan; hinagogo, idem; marhagogoon, berkekuatan, berkuasa; manggogo, berusaha kuat; digogo mangalo, ia berusaha melawan; manggogoi, menyokong, memperkuat, memperkosa (wanita); margogoihon (dipargogoi), memperkuat; marnagumogo, tak sama kuat, berbeda tenaga; pargogo, yang berkekuatan; pargogo na so hatudosan, yang empunya kekuatan tanpa tara, maha perkasa, yang mahakuat; pargogoan, bagian-bagian tubuh yang halus, bagian yang terberat pada beban; dipagogo ma soarana, dinyaringkan suaranya.

Gogob, manggogob, menggoncang-goncang diri msl kuda, harimau.
Gogop, I. benar, tepat mengenai bilangan. II. takut, malu, gugup, bingung.
Gogot, sempit; hagogotan, kesusahan, kesempitan; targogot, tersesat, tersesak, malu; manggogothon, menyesatkan, membawa orang dalam kesempitan.
Gois, manggois, mengorek- ngorek periuk, bdk hois.
Goit, manggoit, mengguit, menyentuh seseorang dengan ujung jari sambil berbisik minta perhatian; digoit do dugul ni totna, disebarkan desas-desus, penasaran.
Goje, pohon karet, getah pohon karet.
Gojok, = gojong.
Gojong, kembung mengenai perut karena terlalu banyak makan; na gojong, kaya.
Gok, I. penuh, berisi, sempurna; manggohi, mengisi, memenuhi; hagogok, kepenuhan, kegenapan; gok di ibana, bergantung dari dia; gok ni hatangku, kata-kataku yang terakhir; gok bulan, bulan purnama; gohan (= pata simangot), nama pesta, yang dirayakan setelah merumput, sebab tahun batak penuh (taon gok); manggohi, merayakan pesta tersebut di atas; boras pati ni gok, hari ke 26 menurut penanggalan. II. manggokhon, harus ditulis; manggonghon, lih gong.
Golam, golamgolamon, menjadi bingung karena takut dan kekalutan.
Golang, gelang; golanggolang, gelang kuningan; sibangura ni golanggolang, retak pada kuningan; pargolangan, pergelangan; marggolang, mengerat kulit pohon sekeliling batang hingga mati.
Golap, gelap, amat gelap; hagolapon, kegelapan; golap, tiba-tiba datang; golap huida, saya menjadi tanpa daya, tidak berkuasa.
Golat, batas tanah pusaka, sebidang sawah warisan dari kakek atau ayah; pargolatan, idem; juga: perkara mengenai tanah seperti itu; manggolat, diambil sepotong, mengiris.
Gole, manggole, mengerjakan tanah pertama kalinya dengan membalikkan tanah secara berbaris; manggolegolehon, membuat barisan-barisan tanah seperti itu; goleon, waktu untuk mengadakan pekerjaan manggole.
Golgol, manggolgolhon hata, berkeras mengemukakan pendapat dengan keyakinan; manggogohon raut, memarang sesuatu dengan pisau yang tumpul.
Goli, I = buhu, tanda pembahagian, kepastian atau bersifat sementara mengenai akhirnya perkara; manggoli, menetapkan, menentukan, mengakhiri; margoli, ditetapkan, ditentukan, diakhiri sesuatu betapapun juga; P.B.: marbuhu songon sanggar, margadu songon hauma, margoli songon utang, punya ruas macam pimping, bertanggul seperti sawah, selesai serupa hutang = segala sesuatu sudah jelas dan tuntas. II. goligoli, kayu tipis tempat duduk pengayuh dalam perahu Batak.
Golle = gellok I, kekuatan; margolle, kuat.
Golmok, bertubuh besar, montok, tambun, gemuk (sosok tubuh).
Golom, manggolom, memegang, menggenggam; sanggolom, segenggam; golomgolom masak, sej pohon kayu dengan buahnya merah.
Golpa, I. galpa, berkemampuan untuk pembuahan, untuk membiakkan; baoa na so margolpa, laki-laki yang impoten. II. golpa, terpuruk, terperosok, terpater, melekat.
Goluk, golok, parang (= rabi).
Gomak, memegang, memungut, de-ngan telapak tangan memungut, mengambil; digomahi ateateng- hu, hatiku terasa diretas, dicengkeram ulu atiku; P.B.: sanggomak gogo, santulluk tua = sadampang gogo, sanjomput tua, buat apa tenaga kalau tidak ada rejeki? tenaga bisa siasia kalau tidak disertai berkat, banyak ribut karena sesuatu yang tidak berarti.
Gomal, alat perekat, jepitan dari besi, dipakukan untuk merapatkan papan pada sampan; manggomal, merapatkan papan dengan gomal.Gomba, pemalsuan piutang, manipulasi piutang; manggombaon singgir, memalsukan piutang.
Gombala, tetek, kepala dan dada yang diukir dari kayu.
Gombang, margombang, berzinah; targombang, terjebak berzinah.
Gombar, manggambar, melukis, menggambar; gombaran, gambaran; gombaran ni tano, peta bumi; tungkang panggombar, pelukis ahli gambar, juru potret.
Gombit, bahaya yang harus ditakuti; gombiton, ketakutan; gombit ni hata, ancaman, peringatan; manggombiti, menakut-nakuti dengan ancaman.
Gombo, = gumbu.
Gombung, makanan dengan kurang teratur, gembung, kembung, buncit; margombung, menggelembung; gombung ni papangamu umbahen na marsahit ho, makanmu buncit makanya kau sakit; dengke na gombung, ikan mulai busuk menggembung.
Gombur, keruh, berlumpur; di gombur ni aek pandapotan pandurung, di air keruh penangguk mendapat ikan; manggombur aek, mengeruhkan air; turun gombur, perhelatan sehari buat orang mati.
Gombut, gombut ni hata, ucapan untuk menakutkan orang; manggombut hata, melancarkan intimidasi, menakut-nakuti lewat penyebaran ancaman.
Gomgom, manggomgom, manggomgomi, memerintah, menguasai, mengayomi; panggomgom, pemerintahan, penguasa; gomgoman, pemerintahan, penguasaan; na gonomgoman, rakyat yang diperintah; masigomgoman tondi, saling menjaga keselamatan jiwa; ulos gomgoman, ulos pengayom; horbo gomgoman, kerbau yang suci; manuk gomgoman, ayam yang disucikan, tak boleh dipotong sebagai pengayoman jiwa, atau paling sedikit harus diganti dengan yang lain; semua benda-benda yang disucikan ini mempunyai fungsi menjagai tondi manusia; panggomgomion, penguasaan, pemerintahan.
Gomir, = gamir.
Gomit, kutu halus.
Gomos, erat, tegas, kuat-kuat; (bdk momos); pagomoshon, mempererat, memperketat; hagomoson, keteguhan, keeratan; manggomosi, mempererat; dipagomos hatana, ia mengatakan dengan sungguh-sungguh.
Gompang, manggompang, berjongkok, siap untuk meloncat dan menerkam msl harimau; gompang di tano, rondok di tanah; na gompang di jabu, tinggal di rumah saja; gompang di ulaon, lengket pada pekerjaan, rajin; manggompang dihilala, dia merasa penyakit itu pada satu tempat; gompangan, bilahan kayu penetak benang tenun.
Gompar, = gumpar.
Gompis, cepat, ligat, cakap; hagogompis, ketampanan, elastisitet.
Gompol, pas, persis, mengenai bilangan. Gompul, beruang; manggompuli, mengakhiri tari dan gendang; si gompul, nama wilayah di lembah Batang Toru.
Gomu, tidak simpatik mengenai rupa, kelakuan berpakaian dan bicara, juga mengenai pekerjaan yang tidak disenangi, sikap yang merisihkan, cuek, tidak enak.
Gonda, manggonda, menaruh perhatian, mempedulikan, mengambil makna; ndang digonda ho hata, kau tak perduli akan nasehat; parhata na so targanda, pembicara tak bermakna, seseorang yang tidak dipercayai orang.
Gondang, gendang; margondang, bergendang, berpesta gendang; margondanggondang manuk, bila ada ayam luka maka anak-anak memasukkannya ke dalam keranjang dan memukul-mukulnya; manggondangi, merayakan perhelatan dengan gendang; pargondangan, tempat bergendang; gondang dalan, prosessi gendang; manggondanghon horbo, perayaan menyembelih kerbau dengan bergendang; manggondanghon sitarahuak= mangallang upa suhut, tari dan gendang yang khusus bagi pelaksana perhelatan; manggondanghon da-ung, menggantungkan seekor ikan sebagai persembahan kepada roh nenek sambil bergendang; manggondanghon dalu, lih dalu.
Gondit, I. batas waktu, termin; manggondit, menjadwalkan, menetapkan (bdk buhul, titi, titik). II. ikat pinggang, sabuk (dari goda). Gondok, margondokpong, margundokpong, bersedih hati, murung, bersusah hati.
Gondol, manggondol, menangkap seseorang karena hutang.
Gondong, gondongon, mempunyai tubuh yang gelembung; bdk gojong dan gorjong.
Gong, lekat, tetap ada di tempat, tidak bergerak; manggonghon, mengundang, diminta kepada orang agar jangan pergi pada hari tertentu tetapi tinggal di kampung karena akan diadakan pesta; P.B.: gonghon paimahon, joujou alusan, undangan harus ditunggu, panggilan harus dijawab; gonggong, tanpa gerakan, tidak berdaya.
Gongon, manggongonhon salaon, merendam daun nila (warna biru tua untuk benang); panggogonan, periuk besar pencelupan nila dan benang.
Goni, goni.
Gonjak, = gait, (Angk).
Gonjegonje, perabot rumah.
Gonop, I. = ganup, setiap, masing-masing; sigonop ari, setiap hari. II. betul, persis, genap mengenai bilangan.
Gonsi, musik tradisional yang berinduk pada tataganing; margonsi, bermusik orkestra tradisionil batak; pargonsi, orkes pemusik; pargual pargonsi, para pemusik.
Gontam, manggontam, mengejutkan; panggontamon, kelihatan sedemikian hebatnya sehingga membuat orang menjadi takut, perbuatan mengejutkan; gumontam, menggegar mengenai langkah; sigontam ni banua, = hoda (And).
Gonti, ganti, pengganti; manggonti, mengganti, menggantikan orang; margontigonti, berganti-ganti, silih berganti.
Gonting, tidak lebar, sempit, genting karena itu: pinggang, jurang; tano gonting, tanah genting; laut genting, selat; panggontingan, tempat sempit. II. kuat, pertahanan kuat mengenai tembok, desa.
Gopas, erat terikat pada pinggul; siap untuk berangkat, persiapan baik; gopas marmusu, siap berperang; gopas mardalan, keras berjalan.
Gopgop, manggopgop, mengintip, memata-matai; gopgopan, pemantauan, penghadangan; juga nama sebuah teluk di Danau Toba.
Gopo, mangopo, sia-sia, percuma, betapa ruginya; magopona i, sayang mengenai usaha yang sia-sia.
Gopu, magopu, meremah, remuk, hancur, merapih hati; gopugopu ni timbaho, ampas tembakau yang sudah hancur.
Gopuk, tabung besar dari kulit kayu tempat penjual tembakau.
Gor, nyala, marak, termakan api, terbakar; magor, terbakar mengenai kayu; gorgor, menyala terus, menyala-nyala; masigorgor, menyala-nyala (karena kemarahan); hagoran, habis terbakar; manggorgori, memanasi dengan api. Gora, teriakan, pertikaian yang berakhir dengan perang; P.B.: pate gora tano, gora imbang ndang pate, sengketa tanah sudah usai, sengketa soal madu (isteri muda) tak akan usai; manggora, meneriakkan, menggera untuk mengusir burung dari ladang; manggorahon, menyerukan, mengumumkan; manggora pamuro, ungkapan tersembuyi: hamil hingga mulai nampak; panggora, nama gedung yang terkecil; manggoragora, bayi yang mulai bergumam, mulai berbicara.
Goraha, sigoraha, = rupani (Angk).
Gorak, denyut, debaran jantung, gerak; gorakgorak, denyut nadi; gorakgorahon, tanda khusus pada ayam, yang diperiksa dukun; pargorahon, gerenjet nadi yang tiba-tiba dan dianggap pertanda yang buruk; bila seorang berangkat untuk suatu usaha dan tiba-tiba ia bergerenjet, maka ia harus kembali; perasaan hati, batin.
Gorat, sej pohon kayu yang berbuah.
Gorba, manggorba, sayur hijau yang dimasak dengan monis.
Gorbang, manggorbang, mencukur.
Gorbus, sej gorat di hutan.
Gorda, manggorda, melarang, tidak mengijinkan; panggorda, penujuman waktu yang menentukan boleh tidaknya dilakukan sesuatu.
Gordang, gendang dari kayu bertutup kulit sapi; manggordangi, menabuh gordang dalam pesta; gordang na polpol, ceritera yang dimulai tetapi tidak dapat diakhiri; sipungka gordang na polpol, seseorang yang memulai sesuatu tetapi tidak dapat menyelesaikannya; gantung gordang, P.B: yang dimaksudkan jalan tengah sebagai kaidah, sebenarnya gendang tidak tergantung, juga: tidak berdiri, tetapi setengah-setengah berdiri dan bergantung msl orang yang tidak lapar tetapi juga tidak kenyang; buha gordang, pada pesta gendang suhut memberikan tanda untuk memulai memainkan gendang.
Gordanggordang, sej rumput.
Gore, manggore mas, mencari emas di pasir sungai, mendulang emas.
Goreng, manggoreng, menggoreng; hansang goreng, kacang goreng.
Gorga, ragam ukiran, pewarnaan dinding rumah dengan tiga warna dasar: merah, hitam, putih; manggorga, mengukir; manggorgai, mencorat-coret; panggorga, pengukir; manggorga hata, memilih kata-kata indah waktu mau membuat jahat.
Gorgor, lih gor.

Gorgot, terpaut msl gergaji di dalam balok kayu.
Goringgoring, sej pohon buah-buahan.
Gorit, = gurit; gorit bulu, nama jambar (jatah) kalau dikawinkan puterinya. Gorjong, gembung, menggembung mengenai perut, tubuh.
Gorok, margorok (juga: patugorok), gerontak dalm perut; juga: membelahak mengenai yang mau mati; gorokgorok langit, perlahan-lahan gemuruh; margorok mas, emas campur, yang tidak asli.
Gorom, bulu pada kemaluan, bulu tundun.
Gorpung, manggorpung, meremuk-remukkan, melumatkan, menggiling.
Gorsing, kuning mengkilat; sigumorsing, = mas (And).
Gortap, kabar tentang sesuatu peristiwa yang akan terjadi; manggortap, memberitakan lebih dahulu; ndang marpanggortap, tak memberitahukan apapun sebelumnya.
Gortop, angka yang dapat dibagi; 21 gortop tu 7, 21 dapat dibagi 7.
Gosa, manggosa, menyakiti, me-nyiksa; manggosagosa, menyiksa, mendesah, membantai, membacok, menghajar; ginosagosa, dihajar habis, direbahkan; ginosagosa ni sitaonon, dirundung kemalangan.
Gosi, gusi.
Goso, tergesa-gesa, terburu-buru, tergopoh-gopoh, cepat.
Gosok, manggosok, menggosok, meyapu-nyapu (menggaruk) kuda, menyeterika.
Gostagosta, genta, lonceng. Gostang, pagostang, merentangkan lengan, mengepalkan tangan; uhum sigostang botohon, hukum kekuatan lengan, main hakim sendiri; ndang tarbahen guru di gostang ni botohon dohot tombol ni bitis, tak bisa anggar otot tangan dan betis, orang tidak hanya dapat mengharapkan kekerasan.
Gostong, = sintong, benar, adil, tulus, iklas; parroha na gostong, orang yang berhati tulus, adil, lurus.
Gota, getah pohon, air buah; targota, kehilangan getah karena terluka mengenai pohon kayu; P.B.: molo dung tartallik, targota, sudah ditetak parang, keluar getah; molo dung tinoktok, pinorsan, sudah diangkat harus didukung terus, harus konsekwenlah, siapa mengatakan A, ia harus juga mengatakan B.
Gotap, manggotap, memenggal, memutuskan, memotong; gotap, sobek, potong, putus, terpotong; gotap rohana, tidak dapat didamaikan; gotapgotap, terpotong-potong; manghagotap, berputusan, patah dalam banyak potongan; magotap, terputus.
Goti, sej pohon kayu; Lobu Goti, nama satu negeri.
Gotil, manggotil, mencubit dengan kuku, menuai, memetik; gotil rohana, dia merasa sakit yang menusuk-nusuk; manggotili dihilala, idem; gotilon, musim menuai, masa panen; panggotil, penuai.
Gotip, = gotap, berakhir; ju-ga: singkat dan lucu. Gotok = gorok; margotokgotok = margorokgorok.
Gotol, manggotol, menggigit, menyengat mengenai insek.
Gotom, pisau kecil; manggotom, membersihkan kulit binatang dengan pisau kecil; gotom, juga: cemar, berlumur, kotor.
Gotos(bdk tos), tidak sabar mengenai orang yang cepat memutuskan janjinya, putus, cepat-cepat tanpa pikir lama.
Gotuk, manggotuk, mengakhiri suatu persoalan atau perkara.
Gu, bungkuk di kuduk atau di punggung pada manusia dan pada lembu; margu, mempunyai bungkuk; ucapan selamat: gu ni lombu tabo hinarambiran, gabe boru asa adong panailian, tengkuk lembu enak disantap, sejahteralah puteri, agar ada jadi tumpangan.
Gua, lih manggua.
Guak, guahan, muak, jenuh, bosan dengan sesuatu.
Gual, manggual, memalu gendang bunyi-bunyian; gualgual, alat pamalu bunyi-bunyian; sanggual, satu set gendang, sepukulan msl serangan perang; pola piga gual, berapa kali banting, lawan supaya tumbang; targulasa, sesuatu menjadi terkabar, karena itu harus menjadi perang; pargual pargonsi, penabuh bunyi-bunyian, para pemain gendang; manggual, = mamalu, memalu, memberitahukan; manggual sampak aek, tembakan di perbatasan musuh yang memaklumkan perang. Guam, seriawan dalam mulut, busa mengembang di atas sewaktu masuk nasi; guamon, memperoleh ruam dalam mulut; na saguam, sebanyak ruam, artinya banyak sekali.
Gubo, = gumo, buih, busa.
Gudal, manggudal, memberikan berlimpah-limpah.
Gudamdam, lih damdam.
Gudang, gudang.
Gudar, manggudar, menggodam, memukul, melukai.
Guder, guderan, kata kasar untuk gemuk mengenai manusia dan binatang.
Guga, campur baur, kacau, tak teratur, berantakan; mangguga, mengaduk, mencampur, mengacau; gugaguga, sendok untuk mengarau, mengaduk untuk mencampur sesuatu.
Gugu, margugu, menyumbang, mengumpulkan; manggugu, pajak sesuatu dikumpulkan; guguan pajak, iuran; guguan eme, iuran berupa padi.
Gugun, bertumpuk-tumpuk, berlonggok-longgok; gugun, = gugung, tumpukan yang besarnya tidak tertentu.
Gugung, I. tumpukan, timbunan kecil; gugungan, tumpukan daging yang mau dibagikan. II. (And) manggunggung, mengambil, menghancurkan mengenai kematian; suda digunggung pinomparna, kematian menyingkirkan semua keturunannya.
Gugut, gigi seri; siduagugut, tikus yang punya dua gigi se-ri; manggugut, mencicip, menggigit sedikit msl pada garam.
Guiang, mangguiang, memotong sedikit dari jeruk orakel.
Guit, mangguit, mengangkat da-ri bawah, mengangkat dengan jari-jari atau batang-batang kecil; mangguit batu, mengangkat batu, mencongkel sedikit; mangguit bada, menimbulkan perselisihan; mangguitguit, berdetak-detak mengenai sakit; guitna, picu penggerak; saotik do guitna i, sedikit saja pemicu, alasan sedikit saja sudah akan terjadi.
Gujompit, margujompit, lih: jompit.
Gukguk, I. naik, membendul ke atas, menggunung mengenai gunung; juga: penuh berlimpah (bdk gakgak); manggukguhi, pa-gukguk, menumpukkan, menimbunkan; sigukguhi, gambar ukiran yang dipsasang di atas bangunan rumah. II. gukguk, suara burung lali; patugukguk, berteriak mengenai suara burung lali.
Gulandak, sigulandak, landak.
Gulang, manggulang, giling, jatuh dengan berguling, terjatuh ke jurang; margulanggulang, berguling-guling kesana-kesini; manggulangi, menggulingkan sesuatu; gulangan rondang, puncak; gulanggulang, potongan kayu yang diletakkan untuk lantai, balok untuk loteng.
Gulansang, tidak tenang, tidak senang. Gulasa = galasa; margulasa, margalasa.
Gule, gulai, gula; gule pasir, gula pasir; gule tuak, gula aren; gule tobu, gula tebu; manggulai, menaruh gula kedalam kue msl pada lampet; guleguleon, menderita penyakit yang membuat mulut lembek karena terlalu banyak makan gula.
Guliman, = angguliman.
Guling, guling, mengguling kesamping; guling ari, matahari condong ke barat antara jam 13. – 15; guling dao, 15. – 17; sangguling, sekali mengguling.
Gulma, banyak sekali, melimpah, mewah tidak irit; gulma be do, setiap orang kebagian banyak; pagulma, membuat melimpah.
Gulmit, manggulmit, bergerak, berkutik; nasa na manggulmit, segala sesuatu yang bergerak, semua yang bernyawa; ndang targulmit ho i, tak bisa kau sentuh itu; matua so manggulmit ho, tak sedikit pun kau bergerak (malas betul); manggulmithon, menggerakkan anggota bergerak, menyentuh supaya bergerak; na so margulmit, yang tak berdaya, yang tidak bergerak atau hidup.
Gulo, gula (= gule).
Gulokgulok, segala jenis cacing, ulat.
Gulomit, cacing kecil, serangga, kutu-kutu kecil.
Gulot, = gulmit.Gulpong, manggulpong (Angk) = marbosar.
Gulsak, guna, faedah, untung; ndang adong guksak ni i, tak ada gunanya, sia-sia.
Gulu, margulu, (mengenai kerbau) berkubang; margulu mudar, berlumur darah seperti orang yang berkubang di darah; mangguluhon tu gambo, melumurkan lumpur, berkubang ke dalam lumpur; guluan, kubangan, lumpur dalam mana ternak berkubang.
Gulut, perlawanan, perselisihan, bertengkar; margulut, berebut, bertengkar; manggulut, merebut; margulut, juga: berkelahi; masigulutan, saling berebut; pagulut, idem; mangguluti, merebuti; pargulutan, perebutan, kerebutan.
Gumang, I. sigumang, lemak pada perut babi. II. kumbang air.
Gumba, I. sej tumbuhan semak, yang daunnya berbentuk hati. II. gumba dagingna, berobah tubuhnya msl karena sakit. III. rajin kerja, telatan bdk juma.
Gumbak, gubuk, pondok dari jerami yang didirikan di atas lungkang.
Gumbal, keranjang untuk menyimpan hapas; sanggumbal, sekali membawa, beban.
Gumbang, I. sej tabutabu. II. margumbang, membengkak, menjadi gemuk. III. pargumbangan, tiang kayu yang membingkai pintu, gerbang. Gumbit, takut, khawatir; gumbiton, ketakutan, khawatir; manggumbiti, menakut-nakuti.
Gumbok, raja gombok na bolon, dalam istilah hobatan nama tumbuhan ingolingol, yang kalau dikerat-kerat, diparang dan ditokok halus dipakai sebagai dorma huta.
Gumbot, pohon yang daunnya hijau sebelah dan putih di baliknya (motung); P.B.: bulung gumbot na tarbalik di sipahatolu, seperti tergoncangnya daun gumbot di masa panen (mu-sim angin), dimaksud untuk pendirian yang gampang berobah.
Gumbu, lamban, gemuk, berat, lambat.
Gume, sigume, sej eme.
Gumir, manggumir, menggoyang; gumirgumir, bergoyang, menggeletar mengenai gelatine, lumpur yang lembek, daging lemah, menggeletar mengenai bumi.
Gumis, = pangalaho; i nama gumismu, begitu saja kelakuanmu, sifatmu; pargumis, rupa, gambar, bentuk, bagan.
Gumo, = gubo; gumogumo, idem; margumogumo, berbuih, banyak buihnya.
Gumol, manggumol, melawan, me-ngentak-ngentakkan kaki, bergelut, bergumul; ndang manggumol, tak sanggup melawan, tak berkutik; ndang bolas manggumol, tidak melawan; tudia panggumolanku, mana ada kemampuanku untuk bertarung, melawan, aku tidak dapat membelah diri. Gumpa, = dumpa.
Gumpar, gempar, alat (msl kaleng) yang digoncang-goncang mengusir burung dari sawah; gumpar aek, gumpar gantung, berbagai-bagai jenis alat yang disebut di atas; manggumpari, membuat gempar, mengeluarkan bunyi keras dengan memukul kayu; gumpargumpar, idem.
Gumpok, bungkuk, rondok; manggumpok, membungkuk, merondok; sigumpok, kumbang bongkok, yang menggulung dirinya bila disentuh; gumpokgumpok, idem.
Gumul, I. karung panjang tempat penyimpanan garam. II. bulat, bergumpal; manggumul, bergumpal, membuat sesuatu jadi bulat; gumulgumul, sedap-sedapan.
Guna, guna, faedah, untung, kepentingan; dia gunana? apa gunanya? untuk apa itu dipakai? marguna, berguna; ndang marguna, tak berguna, tidak berharga; margunahon, mempergunakan, memanfaatkan; dipargunahon, dipergunakan; gunaguna, kesibukan, usaha yang membuat orang menyelimpang; pagunaguna, mengusahakan, mengerjakan; gunagunaan, buatan.
Gundaba, orang banci; pargundabaon, = parbundagaan, perut ayam.
Gundal, sigundal, kain buruk, kain tambal; sigundal bolon, kain topo yang sudah sering ditambal; ngenge sigundal, cacar besar.
Gunde, manggunde, melelahkan, membuat gundah. Gundi, sialagundi, sej pohon kayu.
Gundok, = gondok.
Gundokpong, sedih, mendongkol, jengkel; mangundokpong, bersedih, jengkel, bdk gondok.
Gundong, hapor gundong, sej belalang.
Gunduk, bungkuk mengenai orang, bengkok mengenai kayu; pagundukhon, menundukkan; pagunduk baor, melengkukkan yaitu mempermudah orang dengan menolongnya membawa, menyongsong.
Gundung, dua buah logam yang dipakai untuk berjudi pengganti dadu; bergantung pada gambarnya ke atas atau kebawah sewaktu melambungkannya.
Gundur, kundur, sej labu; sigundur, sej kerbau yang bertampang besar.
Gunggung, I. manggunggung, membawa. II. cincin dari kerang yang dapat dipakai untuk mencari racun dalam makanan, racun itu bergerak kalau disentuh cincin itu.
Gunja, sigunja, sej penyakit wanita yang kebanyakan mengakibatkan keguguran; sigunjaon, menderita penyakit ini.
Gunjal, manggunjal, berguling-guling, bergerak, mengguncang, meronta, menggeletar msl ikan yang dipegang atau anak dalam kandungan; targunjal, memantul seperti bola; targunjal sitomu, terserang penyakit menceret. Gunjo = andurian, landak.
Gunom, jatuh dengan kepala kebawah; manggunomhon, menenggelamkan kepala, menekan orang dengan kepalanya ke bawah.
Gunsang, guncang, kena aduk, berbongkar; manggunsang, mengguncang, mengaduk, membongkar.
Gunsi, guci, kendi dari tanah.
Gunsir, manggunsir, mencukur (= ginsir).
Guntar, membuat ribut (mengenai orang-orang yang berkelahi).
Gunting, gunting; juga: gusting.
Guntur, gadoh, huruhara, ribut, onar, kegelisahan, perbantahan, kerusuhan; manggunturi, meributi; panggunturi, tukang ribut, perusuh.
Gupak, parang (Angk).
Gupgap, menggeletuk; hata gupgap, ucapan komat-kamit, kacau.
Gupgup, (= huphup), manghuphup, menutupi, menudungi; ditagupguphon, ditutupkan.
Gura, mangguragura, mendidih mengenai air.
Gurak, berbual-bual; gurakgurak, hal berual-bual mengenai mata air.
Gurampang, kepiting; margurampang, berjalan seperti kepiting, yaitu berjalan dengan empat kaki di jalan yang sulit; P.B.: ahu do mangungkit batu, tung ho dapotan sigurampang, aku yang ungkit batu, kau yang dapat kepiting.
Guransang, sej gunaguna.
Gurap, kurap, sakit kulit.
Gurapu, sej ikan laut.
Gurasa, bunga-bunga api, cetusan api yang terbang; mangurasa bohi, berwajah marah.
Gurat, (bdk gurit), garis, co-retan, goret, koret, gores; parguraton, bekas, jejak; guratgurat ni roha, rekarekaan hati, angan-angan, keinginan, tipudaya; paguratgurat, memikirkan akal muslihat.
Gurbak, membengkak, kembung; magurbak, membengkak; sigurbahon, badan membengkak, busung peut; sigurbak ulu, pemalas; gurbak ni ulu, kemalasan.
Gurbas, I. gemuk tetapi tidak sehat. II. sej penyakit kulit.
Gurbus, lepas, tidak diikat, longgar.
Gurdak, manggurdak, memasukkan sesuatu msl ke dalam sarung; gurdakgurdak, potongan kayu yang dipakai untuk memasukkan hal itu.
Gurduk, manggurduk, menghalau, mengusir dengan menokoh-nokoh.
Gurdung, bungkuk msl punggung; gumurdunggurdung, membungkuk karena membawa beban.
Gurea, sej kepiting.
Gurguak, sej burung yang hidup di rawa-rawa. Gurgur, I. mendidih (air pa-nas), mengembang, bertambah, melimpah (hagabean); pagugurhon aek, mendidih air, tekateki: gugur so ginorgoran, marsik so niariran, kembang mendidih tak dijeram, mengering tak diperas: pekan; mangguguri onan, mengumumkan hari pekan; simangguguri udan, = udan, hujan, gerimis yang berkepanjangan waktu malam. II. gurgur, penuh sekali; na gugur sian solup, na lompo sian hatian, yang limpah takaran cupak, yang meluap dari timbangan, melebihi ukuran, yang diizinkan.
Guriguri, gentong, tempat obat dari tanah; guriguri sijonggi, sej tempat obat ini tetapi lebih besar.
Guringan, = giringan.
Guris, penggaruk, koretan, besi pengikis; panggurisan, idem; mangguris, membersihkan kulit kayu dengan mengikis jamur dsb; menyadap karet.
Guristing, marguristing, melihat cetusan.
Gurit, gores, garis, titik; manggurit, menggores; manggurit bulu, menulis pada bambu dengan menggores hurufnya dengan pisau, menggores bambu; manggurithon raut, menggores dengan memakai pisau.
Gurning, nama marga.
Gurnung, sedikit bungkuk, tidak lurus sekali.
Gurpak, gurpakgurpak, benda-benda yang tua, tidak berguna.
Gurtap, = gortap.
Gurtuk, manggurtuhi, menokok, memukul.
Guru, guru, guru sekolah, pengajar dalam hadatuon; ho do guru, kaulah yang guru; ho do guru, bergantung padamu, terserah padamulah; marguru, belajar; mangguruhon, mempelajari; parguru, pelajar, orang yang belajar; parguruan, perguruan; parguruon, masa belajar; huparguru tu si anu, kupelajari dari si anu; dipaguruhon anakna tu si anu, anaknya disuruh belajar pada si anu; guruguruan, apa yang telah dipelajari; marguru tu, bergantung pada, menurut; pangguruan, sesuatu orang terhadap siapa orang merasa dirinya terikat, teladan, yang me-nentukan, pusat orientasi.
Guruguak, siguruguak, puyuh sawah, sej merpati kecil.
Guruk, guruk batang = gurak batang, lih gurak.
Gusar, I. marah, gusar (Angk); manggusari, menjengkelkan, me-nyakiti. II. gusar, gusar hauumana, berhasil banyak sawahnya; sigusari, daging bagian pinggang, pada binatang sembe
lihan. III. manggusar, berkumpul sesudah kalah perang,
untuk merundingkannya (lawan: mangharoan).
Gusgus, manggusgus, menggosok; targusgus, tergesek kulit pada sesuatu msl tali.
Gusting, gunting, gunting; manggusting, menggunting dengan gunting; pargustingan, kain bekas guntingan; gustingan, klipan tulisan, sifat tulisan tangan dari mana orang mengetahui watak penulisannya.
Guntung, I. sej pohon kayu. II. kumbang yang kecil dan mirip dengan borongborong.
Gutam, kotor.
Guting, kotor, tidak bersih.
Gutom, manggutomi, mengumpul sisa-sisa yang tak dipakai orang lain.
Gutu, pertikaian, recok; margutu, bertengkar, berbantah; pagutu, = pagulut.

H.
Haba, benar dan canggung tetapi enteng.
Habahaba, angin ribut, angin pusaran, angin badai.
Habalakhabalik (bdk bilik), berkamar banyak, penuh akal mulihat.
Haban, kawan, kawanan mengenai ternak.
Habang, terbang; habanghabang, berkibaran, berkibar me-ngenai bendera; habanghabang, penyakit yang terbang di udara; baro habang, sakit di dada, permulaan sakit TBC; unte habang, sitrun yang kekeringan; manghabanghon, menerbangkan, lari terbang dengan sesuatu; pahabanghon, 1. melepaskan, 2. membiarkan ayam tidak mengeram, tetapi mengambil telurnya; habangan, kosong, tiada isinya mengenai telur; juga dikatakan mengenai seekor ayam yang tidak bertelur lagi, juga dari sarang yang kosong; sihumabang, = pidong, burung (And).
Habangsa, tempat ketinggian, singgasana; marhabangsa, bertahta, bersinggasana.
Habar = abar.
Habaro, sej ikan.
Habia, pengganti, ganti; manghabia, mangabia, mengganti; kemudian mengawini seseorang janda tanpa membayar untuk dia, demikianlah msl seorang laki-laki mewarisi isteri saudaranya lelaki, yang sesudah ia dibeli hanya menjadi milik keluarga sipembeli; famili yang mengawininya menggantikan yang meninggal itu.
Habian, = hian, yang asli; bonang habian, benang halus.
Habir, tergantung ke bawah secara tidak teratur, terseret-seret msl ulos; hubarhabir, tergantung secara tidak teratur dan berjerabai; selanjutnya terlibih: tidak teratur, cabul.
Habit, manghabit, mempertenggang; dihabit roha, dipertenggang.
Habobolhas, sej rerumputan.
Habodaga, sej kerang laut.
Habolaga, = habodaga.
Habolusan, lih bolus.
Habong, (bdk habang), sayap; marhabong, bersayap; habong, manghabongi, memegang ujung jala kemana rusa diusir; pang-habongi, orang-orang yang memegang jala ini.
Haboruan, tanda kait dibawah konsonan “U” huruf Batak.
Habot, bersusah hati, berdukacita, putus asa; habot ni roha, berdukacita, kesedihan karena ditinggal mati; manghaboti, menjadikan orang berdukacita msl sanak saudara yang berkabung terlalu sering dikunjungi dan selalu membicarakan dukacitanya.
Habu, hapor habu, sej belalang yang besar.
Habuhabu, sej pohon yang menghasilkan sej kapas yang kurang mutunya; nama sebuah gunung.
Habur, cepat, lekas.
Habut, kabut, samar-samar, ti-dak dapat dilihat terus mengenai lampu, kaca jendela atau pemandangan.
Hadahada, sej tanaman berdaun panjang.
Hadal, gelisah, tidak diam mengenai tangan dan kaki.
Hadam, kotak kecil dari kaleng menyimpan kapur.
Hadang, manghadang, membawa sesuatu dengan menggantungkan pada bahu; hadanghadangan, tas atau kantongan yang digantungkan pada bahu dengan tali; songon hadangan bubu tolu, bagaikan tiga bubu yang digantungkan pada bahu. Artinya: mengusahakan sesuatu yang tidak mungkin msl mendamaikan dua musuh yang sangat saling dendam.
Hadap, manghadap, melawat; humadap, berkerumun.
Hadarat, = tardarat, luput ke darat kata “ha” analog dengan “ka” (bdk haduru).
Hading, manghadinghading, menarik ke atas.
Hadio, sej kacang kecil berwarna merah yang dapat dimakan setelah dimasak.
Hadongon, lih adong.
Haduan, lusa, di kemudian ha-ri. Hadudu, sej rumput panjang yang dipakai untuk atap.
Haduk, tidak layak, janggal, tidak pantas untuk diucapkan mengenai kata-kata berhubungan dengan kelamin, yang orang tidak suka menyebutnya; juga: sulit dibawa msl: haduk boanon, sulit dibawa.
Hadungan, (dari dung), akhir; sai na mago do hadunganmu, semoga akhirmu buruk, asyik hilang saja peluangmu.
Hadungdung, sej pohon kayu.
Haduru, tu duru, tarhaduru, pergi keluar membuang air.
Hae, I. haehae, paha; seperempat dari ternak sembelihan; hae bona, pangkal paha; sanghae, seperempat bagian dari ternak sembelihan; sanghae horbo, kesatuan persembahan yang harus memberikan seperempat kerbau; sanghae borngin, seperempat bagian dari malam; hae tangan, lengan atas; sanghae manuk, setengah ayam (karena se-ekor ayam hanya punya dua hae); tolonan hae, kerongkongan. II. hae, pahae, lih jae.
Haebo, marhaebo bersorak karena gembira, kegirangan.
Haehe, manghaehe, mempertimbangkan, mengindahkan, menjumpai; marpanghaehe, bersifat hormat, bersifat memberi hati; marsihaehaean, saling memberi hati, saling menghormati; unang tujang panghaehe, danggur panomunomu, janganlah menendang sipenolong, melempar sipenyambut, jangan kurang terima kasih; hatana manghaehe, rohana manghilhili, perkataannya manis, tetapi dalam hatinya ia menggigit.
Haele, marhahaele, membuat gerakan ke kanan ke kiri sewaktu persembahan.
Haen, kain lenan, selimut, katun; haen panas, selimut dari wol.
Haha, abang, kakak, abang demikian juga disebut seorang laki-laki isteri saudara abangnya dan isteri saudara kakaknya, saudara tua dalam marga; sihahaan abang, kakak yang tertua, juga: yang termuka cocok; hatana do sihahaan, perkataannya yang paling utama; hahanggi, saudara-saudara laki-laki pada umumnya tanpa memperhatikan usia; na marhahamaranggi, bersaudara laki-laki, bersaudara perempuan; dahahang, abangku, saudaraku laki-laki yang lebih tua; hahang, panggilan: abang.
Hahak, marhahak, tertawa terbahak-bahak, tertawa gelak-gelak; humahak, idem; simarhahak, sej burung malam.
Hahang, lih haha.
Hahap, manghahap, mengintip, menyelidik; panghahap, penyelidik, mata-mata, pengintai.
Haho, gelisah mengenai tangan yang mau menulis; roha haho, hati yang gelisah untuk mengambil keputusan, perasaan kikuk; hata haho, pembicaraan yang gagap, ucapan gugup.
Hahombu, I. (= hohombu), sej pohon kayu. II. marhahombu, bakal buah menjadi kelihatan di bawah bunga, mulai berputik karena musim buah.
Hahu, tanggungjawab; marhahu, memakai kata yang menenangkan; manghahuhon, menetapkan hati orang; parhahuan, memberikan ketenangan hati.
Hahua, manghahua, mengapakan, memperduli (hanya dipakai dalam kalimat ingkar atau bertanya); na so hahua, orang yang tidak diindahkan, demikian msl disebut seseorang laki-laki yang beristeri banyak, terhadap seorang isteri yang tidak disukainya; hahuhaon? apa boleh buat? mau diapakan? (kata untuk menghibur dirinya pada setiap kejadian yang sedih); molo mate ibana hahuaon, kalau dia mati, apa boleh buat? hahuaon on? apa bisa saya perbuat? hahuaon mu ahu? apa rencanamu mengenai saya? ndang tarhahua, apa boleh buat? orang tidak memperdulikannya, tak bisa diapa-apakan; bdk juga: hua II.
Haiahap, sej pohon, lih ahop II.
Hail, kail, pancing; manghail, memancing, menangkap ikan dengan kail; bengkuk mata ni hail, pancing itu bengkok, yaitu untuk mudahnya mendapat sesuatu sering dengan jalan bengkok; linsinglinsing na marhail, cambuk pakai ruit.
Hailhail, I. tonsil amandel. II. sej tanaman berjalar yang durinya berbentuk kail.
Hais, mangkais, mencari sesuatu dengan mencakarkan kaki, mengais mengenai ayam; mang-haishon, mengaut msl uang; si-hais, yang tidak dapat dipakai, ternak yang hanya merugikan pemiliknya.
Hait, kait, terkait, tersangkut, bengkok seperti kait; manghait, mengait, menarik ke dirinya; hait-hait, kaitan, galah untuk mengambil buah-buahan; bulu hait, sej bambu; masihaitan, saling mengait; donok do haithait tu serasera, kalau orang mau mengambil sesuatu untuk dirinya, ia akan mudah memperoleh kait untuk mendapatnya; hata na marpanghait, kata-kata yang tajam berduri; masihait tu jolona, menarik untuk dirinya mengenai banyak orang.
Hajang, pondok, gubuk-gubuk untuk menginap di ladang; manghajang, membuat pondok seperti itu di ladang; hajanghajang, bentangan langit, angkasa.
Hajaran, kuda (And).
Haji, haji.
Hajimat, = parsimboraan, jimat.
Hajo, gunsi, buli-buli, kendi dari tanah, guci.
Hajoran, sej unte, jeruk.
Hajut, kantongan, tas pundi-pundi dari jerami atau kulit; manghajuti, memasukkan sesuatu ke dalam tas, pundi-pundi.
Hal, I. marhal, menjaga, juga berkawal waktu perang; parhal, penjaga; parhalan, rumah jaga. II. halhal, terlampau besar, sulit untuk dibawa walaupun tidak berat. Hala, kala, gambaran binatang; parmangan ni hala, waktu terbit gambar binatang kala, tidak boleh membuat sesuatu; parhalaan, kalender Batak, daftar pertanggalan yang membagi tahun 12 x 30 hari dengan garis-garis dan atas dasar mana dipilih hari yang baik; pemberian orang yang kawin kepada yang memiliki pengantin perempuan (di luar uang mahar). Parboru menerima kembali biaya untuk datu. Dukun itu melihat sewaktu kelahiran anak-anak parhalaan untuk mengumumkan nasib, takdirnya, mempelai laki-laki harus mengganti kerugian itu kepada ayah mempelai perempuan; di pamaspas ni hala, hari yang buruk kalau pada hari itu ekor kala terdapat dalam parhalaan; demikian juga: di baba ni hala, kalau hari itu tepat pada kepala hala.
Halado, marhalado, melayani, mengabdi; parhalado, pelayan, pengabdi.
Halahala, manghalahalahon, membuat tinggi msl kubu.
Halak, orang, manusia, seseorang, banyak dipakai dimuka nama sendiri; halak si Tigar, Tigor; didok halak, hata ni halak, kata orang; halak Batak, orang Batak, Batak; halak Jau, orang non-Batak; orang asing yang bukan Batak; halak sibontar mata, orang yang bermata putih, orang Eropa; halak sibirong mata, orang yang bermata hitam, yaitu Batak; sahalakku, seorang diri; parhalak, sosok tubuh; halakhalak, kelontang di ladang, orang-orangan; manghalakhalahi, menempatkan kelontang di ladang; manghalakhalahi boru, mempertunangkan anak gadis agar tidak dipinang lagi oleh pihak lain; manghalahi pasigadong, menjaga mereka yang mengambil ubi waktu perang; manghalahi pamarik, menjaga orang yang membuat kubu; manghalakhon, menyerukan orang yang dianggap berada di jalanan terlarang; tarhalak, diserukan kalau orang berada di jalan yang jelek; unang halakhalahi lombang, hotorhotori niulang, jangan membuat sesuatu yang tak berguna, bagaikan orang yang menempatkan kelontang di dalam jurang yang tidak ditanami, atau di ladang yang kosong untuk mengusir burung.
Halang, manghalang, disokong, kena sokong; halanghalang, kalang; halang ulu, bantal kepala; tempat terbaik di rumah Batak di sebelah dinding; parhalangulu, suami karena ia duduk di halang ulu; manghalang holiholi, menempatkan mayat di atas panggung di kampung, jadi tidak dikubur; manghalang gordang, menyediakan gendang yaitu mempersiapkan pesta; halang roha mandok, orang malu mengatakannya (bdk: alang).
Halanghang, ruang antara kedua kaki, kelangkang kaki; di halanghang, antara kaki.
Halansas, = hansas.
Halaput, tergesa-gesa, buru-buru; humalaput, bergopoh-gopoh, bersegera; nae humalaput tata indahanna, mamak si humalaput mentah nasinya; manghalaputi, membuat sesuatu dengan terburu-buru msl pekerjaan. Halas, sej tanaman yang akarnya dapat dimakan, lengkuas.
Halasan, pisohalasan, pedang datu.

Halashas = hashas I.
Halembang, sej pohon kecil yang menghasilkan jenis kapuk.
Halengseng, humalengseng, berlaku gelisah msl seekor ayam yang mau bertelur.
Haleon, bala kelaparan (lih le), paceklik.
Haleteng, humaleteng, berjalan mondar-mandir untuk mencari sesuatu.
Halhal, terlalu besar, susah dibawa walaupun tidak berat.
Hali, I. manghali, menggali; manghali bondar, menggali parit, saluran air; manghali gadong, menggali ubi; P.B.: unang hinali na mate ni deba, asa adong andungan, janganlah gali kuburan orang untuk ditangisi, janganlah timbulkan perselisihan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kamu; halian aek, parit, selokan; halihali, tongkat untuk menggali sesuatu. II. hali, kali; dua hali tolu; dua kali tiga; sahali on, sekali ini; piga hali, berapa kali; ndang piga hali, tidak sering; sahalisahali, sekali-sekali, kadang-kadang; marsasahali, idem; sahali, sekali; na bolon sahali, besar sekali; manghali, memperbanyak; paduahalihon, kedua kalinya; papigahalihon, untuk keberapa kalinya; halihali, kali-kali; papigahalionku? sampai berapa kali saya lakukan itu?; panduahali, seseorang yang belaku sebagai orang kedua; panoluhali, yang berbuat seperti orang ketiga.
Haliadang, tulang selangka.
Haliang, keliling; tali haliang, rencana yang diperbuat untuk mengepung seseorang; juji haliang, semacam permainan judi dalam mana seorang menurut perjanjian akan ditipu; humaliang, sebenarnya kata kerja: mengelilingi, kemudian preposisi: di sekeliling; humaliang huta i, di sekeliling kampung itu; tuk humaliang, semua keliling, sekeliling; manghaliangi, mengelilingi, dalam arti kiasan: mengingini sesuatu, mengelilingi dengan pikiran dan keinginan.
Halibutongan, pelangi.
Halili, = lali I.
Halilit, lih rambu.

Halilihonan, sihalihonan, = sihadihonan.

Halilinga, sej semut, yang telurnya dapat dimakan dan terdapat dalam jumlah besar; hira halilinga, bertimbun-timbun.
Halimata, conjunctivitis, infeksi mata, radang mata; halimataon, menderita penyakit itu;
Halimbagas, sumsum tulang.
Halimbolbol, = salimbolbol.

Halimbubu = salimbubu = ambubu, (sambubu, ubun-ubun. Halimbukbuk, sej pohon kecil; halimbukbuk solot di peapea, sahali margapgap, ndang be diparsea, pohon halimbukbuk di tengah rawa-rawa, sekali dapat berdusta, seumur-umur tak dipercaya.
Halimismison, mempunyai mata, yang bengkak dan hitam.
Halimongmong, manghalimongonghon, dengan cepat dibawa jauh-jauh.
Halimontang, marhalimontang, asap dan awan tegak lurus (tidak mau mengeluarkan air hujan).
Halimunan, sej hantu (begu) yang membuat orang tersesat, guna-guna yang membuat diri tidak kelihatan, mantel yang membuat orang tidak kelihatan.
Halindo, tidak jelas nampak, kelihatan; marhalindo, menjadi tidak kelihatan, menghilang.
Haling, terpiuh, dibalikkan mengenai daun; haling roha, bagaikan daun yang terbalik, daun yang putar, sehingga hanya nampak satu bagian, tersembunyi mengenai perangai, kurang sabar, suka berkelahi, orang yang aneh bersikap menyendiri; haling be, saling memaling.
Halingking, kerut, perlipatan di wajah dan pakaian.
Halinghothotan, kelaparan sekali, bukan main laparnya.
Halinu, bayang-bayang, gambar cermin; ndang ditilik ho halinu di pandegean ni horbo, anda melihat gambar cermin anda di air yang dikeruhi kerbau, artinya anda tidak mengenal diri anda, walaupun keburukan anda seharusnya anda lihat di air yang paling kotor; sitangkap haliluna, barang siapa menangkap sesuatu yang tidak berarti selalu beranggapan bahwa ia akan mendapatkannya, namun dia tidak akan memperolehnya.
Halio, = hadio.
Halioan, tidak mendapat karena terlampaui, terlupakan hingga tak mendapat.
Haliodong, manghaliodonghon, mendekap dan menarik ke bawah mengenai gelombang dan angin pasaran.
Halipispison, mempunyai kulup yang bengkak.
Halipodomon, terbeliat urat leher karena salah tidur.
Halipompomon, malu, takut, ti-dak berani mengatakan sesuatu.
Halipurpuron, kaku mengenai tengkuk karena angin atau cuaca dingin (hali ini berarti: keliling, lih haliang).
Halisung, I. lingkaran di air dibuat batu yang dilemparkan; marhalisung, menarik lingkaran. II. ruas tulang rambut pada rambut dahi manusia.
Halisungsung, angin pusaran, angin puting beliung.
Hallang, gagap, berbicara tidak jelas.
Hallot, gagap, bicara yang tersendat-sendat. Hallung, manghallung, memikul, membawa, dikatakan mengenai seorang atau dua orang pembawa, pemikul; juga: mangallung; pangallung, penggandar; hallungan, gandar, batang pikulan.
Halmo, tidak terang, tersembunyi, samar.
Halnut, tidak sopan duduk, karena itu agak sulit untuk berdiri.
Haloat, tidak jelas, tidak bagus ucapannya; haloat dohonon, sulit untuk diucapkan.
Halode, keledai.
Halogas, merasa tidak senang.
Haloho, cahaya di sekeliling matahari atau sinar; pagar bulan; langit na marhaloho, bentangan langit yang bulat; humaloho, keliling, sekitar.
Halombis, daging, otot kaki kerbau.
Halomong, tarhalomong, tercengang, terkejut, heran.
Halosi, nama sej tanaman.
Halot, limpa kecil yang bengkak; haloton, sakit perut sesudah minum air.
Halpus, terlambat datang, datang belakangan sehingga tidak diperoleh sesuatu apapun.
Halput, sihalput, sej rumput yang kecil sekali; P.B.: habang martongatonga langit, sihalput do hadabuanna, terbang ke angkasa, jatuh ke rumput jua. Halsuk, manghalsuk, membuat air kedengaran cebar-cebur jika orang berjalan di dalamnya; aek so humalsuk, ri so humaras, sunyi senyap.
Halto, buah pohon enau, kolang-kaling; mata halto, mata besar seperti halto, mata yang melotot; humalto, gatal pada kulit seperti halto yang menimbulkan gatal.
Halu, I haluhalu, sepotong kayu yang dipakai beberapa orang secara bersama-sama membawa beban; manghaluhalu, manghaluhalui, bersama beberapa orang membawa beban. II. halu, sej ikan laut.
Haluain, tanda “i” dalam aksara Batak; juga: hauluan.
Haluang, kalong, keluang.
Halubat, manghalubat, makan secara tidak sopan, ingin mengambil dengan rakus.
Haludang, sej kacang.
Halung, membungkuk ke bawah; sihalung, kerbau yang tanduknya bengkok kebawah; halungon, mempunyai alis mata yang tumbuh ke bawah; halunghalung ni babi, sej kuk kayu yang dipasang pada leher babi, agar ia tidak dapat menyusup pagar.
Halus, I. = salpu, salah, gagal, tidak tepat; lewat, terlambat; manghalushon utang, mengatakan bahwa utang sudah dilunasi. II. halus mengenai kata-kata dan ungkapan, kain, pekerjaan, pasir, emas dsb.
Halute, tarhalute, sebentar tidak sabar, tanpa daya. Hamansan, sihamansan, sej padi.
Hamat, pahamat, menganggap, menyangkakan dalam hati seolah-olah sesuatu adalah lain, membuat seolah-olah; pinahamat, seolah-olah ada, seandainya.
Hambalian, = hambiling.
Hambar, ambar, tawar, hilang mengenai citarasa dan berbumbu msl garam, obat; manghambari, membuat supaya ambar, menghilangkan rasa tajam, memberikan obat penangkal.
Hambiling, pengganti yang bernilai rendah untuk sesuatu yang lebih baik; simbora hambiling ni perak, timah sebagai pengganti yang kurang bernilai untuk perak; hambiling ni indahan gadong, ubi sebagai pengganti nasi; hambiling ni tali andor, tanaman menjalar sebagai pengganti tali, berarti: orang harus bersedia menolong dirinya dengan sesuatu yang kurang bernilai, tak ada rotan, akar pun berguna.
Hambing, kambing; hambinghambing, sej rumput; tas dari kulit kambing; marhambinghambing, berombak-ombak putih permukaan danau; raja umpaspas hambinghambingna, raja bersumpah bahwa hukumnya akan adil.
Hambirang, kiri; tu hambirang, ke kiri; tangan sihambirang, tangan kiri; parhambirang, yang terletak di sebelah kiri; pahambirang, mengambil bagian kiri; pahambiranghon, menempatkan sesuatu ke kiri; mang-hambiranghon, memegang sesuatu dalam tangan kiri; juga: membuat pekerjaan sampingan; hinambiranghon, dikerjakan sebagai kerja sampingan; P.B.: dia ma imbar ni anak ni tangan siamun sian anak ni tangan hambirang, harus memperlakukan sama sebagaimana dengan kedua tangan yang sama itu.
Hami, kami, saya (pluralis majestalis); hanami, idem; hami on, kami ini; hami na saripe, kami sekeluarga; hami dohot raja i, saya (kami) dan raja itu; manghamihon, dalam orang pertama jamak berbicara dengan mengkamikan.
Haminjon, kemenyan (pohon dan getahnya).
Hamisaran, lih misara.
Hamo, takut; hamo tangan, tangan gemetar, tangan gamang mengerjakan sesuatu yang tidak biasa.
Hampa, tangkai daun suhat (caladium); hira hampa, lembek, lemah.
Hampar, = mampar.
Hampi, manghampi, menggantikan, sebagai pengganti mengawini seorang janda (bdk habia).
Hampil, tas peluru, kampil.
Hampir, (bdk ampir), manghampir, mengenai, mempengaruhi mengenai perbuatan atau kutuk; humampir tu, idem; manghampir tu pinomparna, berpengaruh kepada keturunannya; sihampir, sej rumput yang dipakai membuat obat bedil; tarhampir, kena kutukan; sihampir gabe gambir, tandiang gabe toras, tudia pe ahu so tampil, tudia pe so bolas, dikatakan dari seorang yang karena kejahatannya dikucilkan dari masyarakat.
Hampo, putus harapan, putus asa.
Hampung, I(bdk ampung), mang-hampung, mengejar pencuri untuk menangkapnya; manghampungi, mencari pencuri, mengikuti jejak ursa untuk menangkapnya; upa manghampungi na manangko, upah yang dijanjikan untuk menangkap pencuri. II. hampung, kepala desa (kepala kampung).
Hamu, kalian, kamu, kata pengganti orang kedua jamak, dalam kata hormat juga untuk engkau, para wanita dan orang-orang terkemuka disapakan dengan hamu; hamuna, idem.
Hamun(bdk amun), siamun, kanan; tangan siamun, tangan kanan; pangamun, sebelah kanan; pahamun, ke kanan.
Hamuna, = hamu.
Hanapa, berkas ijuk sebanyak yang ada pada tangkai daun; sanghanapa, seberkas.
Hanapan, dataran di puncak gunung.
Handang, kandang, pagar; juga: disebut mengenai tubis yang dimakan sebab orang tidak suka menyebut itu; manghandang, memagari; dihandang roharoha, upaya menjauhkan penderitaan atau penyakit.
Handehande, tas anyaman. Handi, = dali; handian, maaf, dalih.
Handil, berisi mengenai pundi-pundi.
Handiri, lih diri.
Handis, sej pohon buah-buahan.
Handit, manghandit, mengangkat; dihandit goargoar susuban, sendok periuk mengangkat periuk karena sendok itu tinggal tergantung pada periuk itu; sihandit dolok, angin (juga: hindat); handit gana, uang untuk menebus diri dari sumpah.
Handorusan, lapar sekali.
Handu, sihandu = dongan; handuan ni roha, teman, sahabat.
Handuri, manghandurihon na ma-te, menguburkan orang mati dengan mengadakan pesta.
Hanggan, kain hitam.
Hangkam, manghangkam, mencakup, meliputi.
Hangkang, I manghangkangi, memegang sesuatu dalam kaki; bdk halangkang. II. = mangalahangi.
Hangkung, manghangkung, menjamin, bertindak sebagai jaminan; panghangkung, penjamin; panghangkungan, jaminan; tanda bahwa seseorang menjamini orang lain; parhangkungan, uang yang diterima oleh dukun kalau ia rela menjamin bahwa orang sakit yang diobatinya, akan disembuhkan.
Hangsa, gangsa, tanah tambang, logam campuran, kuningan.
Hangso, angsa.
Hania, nujum; Dara, Perawan.
Hanjal, = anjal.
Hanopan, lih nop.
Hansa,(bdk ansa), jawaban atas pertanyaan seseorang yang berteka-teki yang bertanya mengatakan: hutinsa, jawabnya hansa; hansahansaan, tekateki.
Hansang, kacang; hansanghansang, penabur senapang.
Hansar, cakar, menceret, diare; hansar butuhana, dia menceret; ubat panghansar, memudahkan berak, pencahar.
Hansas, tempat yang tidak cocok diduduki; parhansasan, parhalansasan, tempat yang tidak cocok untuk duduk msl pada atau dekat pintu.
Hansil, landuk hansil, rusa kecil tanpa tanduk, kancil.
Hansing, kancing, semua benda-benda kecil untuk mengikat se-suatu, alat pengunci; hansing baju, kancing baju atau semacamnya; manghansinghon, ditutup dengan kancing, mengancingkan, menutup.
Hansit, sakit, nyeri, pedih; hansitan, sakit, kesakitan; hansitna i, o betapa sakitnya; sibahen na hansit, apa yang menyebabkan sakit; marhansit, kesakitan, dalam kesusahan; parhansitan, penderitaan, kesakitan, kesukaran; juga: bagian tubuh yang sakit; marnahansit, tidak sama sakitnya. Hantarhantar, sej rumput.
Hanting, manghanting, mengangkat sesuatu yang ringan; sang-hanting, = 3 lempeng.
Hantor, berat (kata hantor dipakai ganti kata dokdok untuk anak yang berat, karena kata dokdok bisa menyebabkan kematian anak itu).
Hantur, humarantur, gemerencing, berdering.
Hantus, berakhir, berketetapan, mendapat keputusan terakhir, jelas dan terang.
Hanuhon, dalam mimpi, kisah menurut mimpi; marhanuhon, seperti mimpi (dikatakan mengenai kata); marhanuhon ma hata tu ho, perkataan itu untukmu seperti mimpi, engkau tidak mengingat itu.
Hao, manghao, menggaruk dengan tangan karena gatal.
Haol, manghaol, memeluk, merangkul, mendekap; sanghinaol, penunjuk ukuran: demikian gemuknya sehingga dapat dicengkang (dengan kedua lengan).
Haop, segera, lekas.
Haor (bdk aor), tidak mau diam mengenai anggota gerak tubuh; humaor, idem; manghaori, bermain-main dengan sesuatu, membuat gelisah; humaorhaor, gugup, gelisah, bergerak-gerak.
Haot, manghaot, mengambil; masihaot tu jolona, menarik ke dirinya.
Hapa, tarhapahapa = tarhirim.Hapadan, sej tanaman menjalar; P.B.: sarindan ni pinasa tanotano ni hapadan, na manginjam di hosa, tano do nampuna badan, benalu nangka, kerak cempedak, kita hanya pinjam nyawa, karena yang punya adalah tanah.
Hapakhapak, = sihapakhapahi, kelentang dari bambu untuk mengusir burung.
Hapal, tebal mengenai benda; marhapal tangan, tangan yang punyai belulang; marhapal daging, merasa dirinya keras, berbelulang; nunga hapal parikna, dikatakan dari laki-laki yang sudah memperoleh anaknya dan oleh karena itu menempati tempat lain terhadap mertuanya laki-laki.
Hapalang, hanya dipakai kata ini berhubungan dengan kata lain, msl ndang hapalang ulina, luar biasa bagusnya.
Hapang, abuk yang jatuh dari lobang yang dibuat burbur, kumbang kayu.
Hapar, I. = rata; ingkau hapar, = ingkau rata. II. manghaparhon, mengapungkan.
Hapas, tumbuhan kapas; P.B.: humatop jumpang sian na manutung hapas, lebih cepat memperoleh daripada membakar kapas; sihapas pili, kuda yang putih samasekali; hapashapas, sej pohon kayu di hutan.
Hape, tetapi, walaupun demikian, rupanya, padahal, sementara (memberitahukan sesuatu yang tidak disangka); hurimpu dongan ho, alai musu, saya sangka engkau teman, tetapi ternyata engkau lawan; i do hape, o demikianlah, begitulah rupanya; adong do hape, ternyata ada, ada rupanya; na uli hape, bagus betul itu; molo i do hape pangalahona, kalau demikian kelakuannya.
Hapengani, = hape.
Hapetan, sej sejenis mandolin bersenar dua, kecapi.
Hapi, hapihapi, insang ikan.
Hapian, manghapian, menyukai sesuatu, ingin akan, kepingin; dihapian roha, orang ingin; mangapian di, mengingini sesuatu yang dimiliki orang lain; na hinapian ni roha, apa yang diingini.
Hapil, = hambiling, pengganti yang lebih rendah mutunya.
Hapinis, sej pohon cemara.
Hapit, I. manghapit, menjepit, mengapit, menghimpit; tarhapit, terjepit, terhimpit; panghapit, jepitan, gapit, kilangan. II. hapit, alas jepitan benang tenunan.
Hapiung, cepat, segera; humapiung, bersegera, berlekas.
Hapodea, sihapodea, pendusta, tukang obrol, penyombong.
Hapogan, cepat-cepat, buru-buru; manghapogani, membuat sesuatu dengan tergesa-gesa, memburu-buru, cepat-cepat.
Hapor, I. sihapor, belalang; hapor sonduk, belalang sendok. II. hapor di aruaru, gatal rasanya dalam kerongkongan. Haporas, sej ikan kecil.
Hapot, tidak jelas mengenai suara; panghulingna hapot, cara bicara yang tidak jelas.
Hapu, bintang sihapuhapu, sihapuhapu, Venus.
Hapua, tarhapua, = tarbege.
Hapundung, buah pohon rotan.
Hapur, kapur; hapur baros, kapur barus; hapursia, kapur barus (karena dulu harganya 9 duit); hapur batu, kapur dari batu kapur; hapur langkitang, hapur dari kulit kerang; tarhapur, kepanasan mulut karena terlampau banyak kapur dalam sirih, kedapatan berdusta; sihapur, seorang yang ditandai dengan kapur karena ia kalah; manghapur, mengapuri, melabur dengan kapur; batu hapur, batu karang.
Har, dipahar soarana, diperkuat suaranya.
Hara,(bdk ara), marhara, mengajak, mengundang, meminta tolong untuk bekerja atau berperang; parhara, = parbaringin; harahara, undangan, pengarahan massa ke pesta; simangara dongan, seseorang yang mengundang kawan-kawan.
Harabu, lih rabu I.
Haradam, humaradam, berkeliaran dalam jumlah besar.
Harahar, lih rahar.
Harahata, gambaran bintang udang gala yaitu: satu dari ke 12 parmesa. Hahahiri, pertanda baik dalam ramalan ayam yaitu kalau seterip darah berada paralel dengan tulang dada dan serentak mencapai silanjang buhit tepat disekitar perut.
Harajo, pekerjaan.
Haram, = subang; mate haram, ternak yang mati (bukan karena disembelih, tetapi karenamati lemas atau mati karena tua).
Harambar, sangharambar, kata pembantu bilangan: sehelai msl ulos, kertas, daun.
Harambir, pohon kelapa.
Haramboja, sej labu.
Haramonting, karamunting.
Harang, I. batu karang, karang; harangan, daerah berbatu, tanah tandus yang ditumbuhi semak-semak; tarharang, kena karang, juga: sangat miskin; batu harangon, berpenyakit karang. II. karung yang dianyam dari rotan tempat mengambil makanan kuda.
Haranjang, keranjang yang dianyam dari kercut untuk menyimpan tembakau.
Harangan, hutan.
Haras, humaras, menggerik, ge-merisik mengenai ilalang, bambu, daun; haras timbaho, tembakau menggerisik karena kekeringan; mangharas, memasukkan ranting kedalam tanah agar terdengar orang datang.
Harasinga, hidung berdarah, mimisan. Harat, I. mangharat, menggigit, juga dihaharati; P.B.: hinarat jari-jari mangampir ma botohon, tergigit jari-jari yang sakit kesemutan lengan, artinya: siapa yang menyakiti orang, menyakiti juga keluarganya (karena seperasaan); tarharat ngarngar, sangat mis-kin, sebenarnya: tergigit pecahan periuk, kandas perbelanjaan; pangkarat, penggigit, tajam; harat taji, sej pohon besar. II. harat, siharati, dalam istilah perburu dan ulubalang: lauk pauk sewaktu berburu kata-kata biasa dalam kehidupan sehari-hari tidak boleh dipakai, sebagai pengganti hehe disebut mate, sebagai pengganti palua: padapot; sebagai pengganti harhari, pamomos, dsb.
Haratan, bernasib untung.
Harbangan, pintu gerbang, jalan masuk ke dalam kampung.
Harbe, terlampau panjang menggantung, tergantung; marbearbe, bergantungan dari benda-benda yang panjang; paharbehon, memperpanjang.
Hare, bubur, nasi yang dimasak lembek; hare ni hau, bengkok, lekuk pada tiang; harehare, jamur yang lengket pada kayu; simarharehare, parasit pada bagot; harehareon, penuh dengan parasit; batang hare, bisul memanjang di punggung.
Harehut, kerut pada muka; marrehut, berkerut.
Harejo, kerja, pekerjaan (Angk); markarejo, bekerja (bdk horja). Hareok, tidak baik, salah; ha-reok langkalangkam, salah langkah kau ini, terlanjur kau ini.
Harepor, tidak terang mengenai suara.
Hareput, marhareput, takut, lih heput (Angk).
Harhar, I. dilepaskan, lepas dari ikatan; mangharhari, melepaskan msl simpul; manilik pangharhari, memeriksa telor yang dibelah untuk melihat ataukah orang beruntung; siharsihar, malu, gelisah sebagai halnya pada perempuan yang mau melahirkan. II. nae harhar hurape, hantu perempuan yang tinggal di lembah-lembah.
Hariar, tangkai sendok.
Hariara, sej pohon kayu; goje hariara, karet yang terbaik; hariara goje, pohon karet.
Harihir, cincin rotan yang dimasukkan ke hidung kerbau; mangharihiri, mengikatkan cincin rotan seperti itu; harihir, juga: pembayaran angsuran hutang, cicilan hutang.
Harijo, sej burung.
Harimpang, lih rimpang; sang-harimpang, sebagian, sekelompok msl buah-buahan.
Harimbor, tidak terang, samar-samar kelihatan.
Harinuan, sej lebah.
Harnat,(lih sarnat), jatuh seperti pohon kayu; mangharnathon, menjatuhkan. Haro, Batak Karo di Utara Danau Toba; haroharo, idem.
Haroan, lih ro.

Haroharo, sej lagu gondang.
Harojor, tidak hati-hati, tergesa-gesa; P.B.: nae humarojor angka bola hudonna, nae humalaput tata indahanna, ibu yang tidak hati-hati memecahkan periuknya, ibu yang tergesa-gesa memasak nasi tidak masak nasinya, yang ceroboh kepecahan periuknya, yang tergopoh-gopoh mentah nasinya.
Harom, karam, tenggelam, terbalik mengenai kapal; mangharomhon, membinasakan, menghancurkan, menenggelamkan.
Harondo, sej bawang.
Haronduk, sej tas.
Harop, tidak dapat mengucapkan “r”, orang Batak antara Baros dan Silindung mengucapkan “r” ini di belakang kerongkongan, canggung menyebut “r”.
Haropit, sumpit nasi, bakul tempat nasi untuk dibawa.
Harorongga, sej nyamuk.
Harotas, kertas; marharotas, main kartu.
Harpe, ring, lingkaran rotan anyam sebagai alas periuk; pinggol harpe, orang yang tak peka akan kritikan, kuping tebal; mangarpe, mengguling diri seperti harpe, mengenai ular; silangkai harpe na ambat, orang yang melangkahi harpe yang menghambat orang berjalan yang seharusnya diambilnya dan menaroknya di tem-pat, yaitu tidak teratur; mangharpehon, meletakkan seperti harpe; mangharpei, menarok harpe atas lobang lesung agar tidak ada yang hilang; P.B.: ujungna do panuluhan songon pandean harpe, kerajinan harpe berakhir dengan sisipan ujung rotan: hasil sesuatu kerja akan ditentukan babak berakhir.
Harsap, = sarhap.
Harse, kering mengenai tanah; harsean, seram kulit, dingin dan panas serentak.
Hartuk, menyentuh, menyenggol, terantuk; tarhartuk, idem.
Haru, I. dorongan: cepat! ayo! maju! haru laho ma, pergi cepat! ayo, pergilah! II. haru so haru, acuh tak acuh, setengah begini setengah begitu, tanggung-tanggung; so haru las, so haru ngali, tidak persis panas tidak persis dingin, suam; burju so haru burju, setia dan tidak setia, tidak pasti (berita); III. gari, bahkan, malahan, sedangkan.
Haruar, lih ruar.
Haruhur, kekurangan darah.
Haruhut, = harehut.
Harumpang, kata yang kurang sopan untuk haehae.
Harung, karung dari kercut atau kain karung.
Harungkuk, kerut, lipatan kecil-kecil.
Haruntut, kerut, perlipatan kulit.
Haruok, mangharuok, mengeluarkan dengan tangan.
Haruping, I. marharuping, berbisul-bisul kecil; II. haruping, lapisan, lapis; marharuping, berlapislapis.
Haruting, sej ikan sungai.
Harutus, kelaparan sehingga perut manjadi sakit.
Has, lekas, gampang, mudah; has mabola, mudah dibelah mengenai kayu.
Hasak, I. marhasak, menderu mengenai air; hasakhasak, parhasak, bunyi menderu. II. panghasak ni bodil, pengasak.
Hasambe, sej tumbuhan menjalar yang daunnya dapat dimakan dan asam rasanya.
Hasang, kering mengenai tanah atau bibir; hasang bohi, = ndang marsaudara, gersang wajahnya, tidak bersinar.
Hasapi, kecapi; marhasapi, memainkan kecapi.
Hasar, I. kasar mengenai perkataan dan kain (lawan: ha-lus). II. hasarhasar = hesekhesek, gong yang retak dimainkan dalam orkes.
Hase, hase ni manuk, tikar jerami yang dipakai sebagai lapik keranjang ayam; hasehase, Debata hasehase, = Debata Asiasi; mangase, mempersembahkan kurban di ladang; pangasean, tempat suci di ladang dimana orang mempersembahkan kurban.
Hasea, berguna, berfaedah, berhasil, bermanfaat; ndang hasea, tidak berguna, tidak dapat dipakai; tudia hasea? untuk apa itu dipakai? dia haseana? untuk apa itu dipakai? haseaan, lebuh berguna, lebih bermanfaat; manghaseahon, memakai, mempergunakan; hasea, demikian juga disebut ramalan yang dipergunakan oleh dukun sebagai pulungpulungan.
Haseang, = hasea, dalam hubungan dengan kata lain; marhaseanghon, mamakai, mempergunakan, memanfaatkan, menyayang; diparhaseanghon ariarina, dipergunakan waktunya dengan ba-ik; parhaseangon do i, itu harus orang pergunakan, itu harus dimanfaatkan.
Hashas, = hansas.
Hasialan,lih siala II.
Hasi, debata hasihasi, nama dewi.
Hasian,(dari niasian), kekasih, kesayangan; anak hasian, anak kesayangan; juga: hamba kesayangan; hasian ni daging, keterangan mengenai penyakit karena sebutan sahit tidak suka dipakai (menurut kepercayaan kuno); bdk aleale ni daging, ahaumaha; manghasiani, menyayangi; mengasihi, lebih menyukai; marhasianhon (diparhasian), memilih, lebih suka, mengutamakan, pilih kasih terhadap.
Hasinga, = hohos suranti, kain ikat pinggang parbaringin pada pesta persembahan.
Hasior, sej tanaman yang keras baunya dan akar-akarnya dipakai sebagai obat.
Haso, manghasoi, menjengkelkan, merusuhi.
Hasobe, sej tumbuhan yang buahnya kecil dan bulat menyerupai singkoru.
Hasoli, I. pokok berbunga kuning. II. turak, = tungkai pemintal benang; manghasoli, memintal benang.
Hasona, = sona, sej pohon.
Hasumba, kesumba, kain berwarna merah yang diimpor.
Hasundang, sej rumput yang dipakai sebagai obat.
Hasungseng, humasungseng, dengan gelisah begerak kesana kesini, tidak berhenti, lih hunseng.
Hasur, I. kasur. II. sihasur, sej tumbuh-tumbuhan yang rasanya asam dan disukai orang untuk bumbu ikan.
Hata, kata, perkataan, pembicaraan, percakapan, bahasa, perkara, protes; hata Batak, bahasa Batak; hata jau, bahasa asing; hatahata, cibiran, omongan, pergunjingan; hata binoan na tubu, bahasa ibu, bahasa asal; marhata, bermufakat; membicarakan perkara oleh raja; marhata Batak, berbicara bahasa Batak; manghatai, bercakap-cakap, berbincang, berbicara; marhatahata, memberitahukan sesuatu (mengenai hasandaran, = medium); marhatahata, berpanjang-panjang berbicara, mengeluarkan isi hati dengan memaki-maki; manghatahatai, berbincang-bincang; panghataion, pembicaraan; parhataon, perkara yang bakal dibicarakan; manghatahon, membicarakan sesuatu, bermusyawarah mengenai sesuatu; dipahatahata, diperguncingkan, di-cibirkan; sahata = saroha, se-kata, semufakat; marsahata, bermufakat; sahata-saoloan, seia-sekata, rumusan yang dipakai dalam doa persembahan; parhata sada, yang berkeras hati, orang yang berkemauan keras; hata na uli, kata-kata selamat yang elok, kata-kata berkat; marhata na uli, berkata-kata sambutan; na malo marhata, pembicara mahir; marhata na roa, bicara kotor, mengumpat, mengucapkan kata-kata yang kotor; marhata tundal, memfitnah, mengumpat, membicarakan orang di belakang punggungnya.
Hatadingan, lih tading.
Hatapang, ketapang.
Hati, I. kati, 1/100 pikul, maka 1 1/4 pon; manghatihati, menimbang menurut pon, menghemat; na malo manghatihati, hemat; hatian, timbangan. II. hatiha, nujum yang dipakai untuk mencari pencuri; mangatiha, memakai hatiha untuk mencari sesuatu yang hilang atau dicuri; pahatihahonsa tu panangko, menyatakan kepada pencuri apakah yang dicuri itu akan dapat kembali; artinya: meminta bantuan kepada musuh, yang tidak akan diperoleh.
Hatinangke, ayam sabungan berwarna putih dan berkaki kuning.
Hatindi, sej rumput; hatinditindi, sej tanaman menjalar yang dipakai untuk mencat
Hationg, humationg, juga hatitiongon, berputar-putar tanpa keluar dari tempatnya, berpusing; manghationgi, mencari di sekeliling.
Hatioranon, sangat lapar, lemas kelaparan.
Hatir, bulu sayap burung, sayap bagian dalam pada kumbang.
Hatirangga, sej tubuhan yang daunnya dipakai untuk mencet kuku tangan menjadi merah; sej ikan.
Hatis, lih tis II.
Hatitiongan(bdk hationg), me-mutar, pening kepala.
Hatitioran, ulat yang mengeluarkan cahaya dan berkaki kecil dan banyak.
Hatoban, hamba, budak; marhatobanhon, mempunyai seseorang sebagai budak, memperbudak; parhatobanon, perbudakan, perhambaan.
Hatobung, marhatobung, menerjun mengenai air.
Hatop, cepat, bersegera, kencang; humatop, lebih cepat; pahatop, percepatlah, lekaskanlah!
Hatopan,lih top; tangiang hatopan, doa umat.
Hatubang, sanghatubang, dua genggaman tangan, dua tangan penuh. Hatuit, sej burung kecil.
Hatumbar, ketumbar.
Hatunggal, sej semak yang daunnya berwarna merah.
Hatupet, ketupat.
Hau, kayu, pohon kayu; sang-hau, selembar mengenai kertas; P.B.: songon parbue ni hau sai madekdek tu bonana, songon i do jolma maniru pangalaho ni amana, rebung tidak ada jauh dari rumpun, anak harimau tak jadi anak kambing, buah jatuh ke pangkal, begitu manusia selalu mirip tabiat ayahnya; marhau, menebang kayu untuk membangun rumah; parhau, bahan kayu untuk bangunan; pandehau, tukang kayu; hau tanggurung, tulang punggung; hau api, korek api; hau bulet, kayu bulat; marhau hata, pembicaraan yang bertangan dan berkaki, artinya hasil yang nyata.
Haulian, lih uli.
Haum, lih houm.
Hauma = uma, ladang, terutama tanah penanaman padi; hauma saba, sawah; hauma tur, ladang yang tidak diairi hujan, sawah tadah; parhauma, pemilik sawah, petani, pemilik tanah atau ladang.
Haundolok, sej pohon kayu dalam hutan.
He = atehe, (Angk).
Hea, I. pernah, suatu waktu; ndang hea, tidak pernah; pahea na so dung, lakukan apa yang belum terjadi. II. marheahea, membelahak. Heal, letih, capek, lemah karena memakan makanan yang asam; mate heal, mati karena pembisuan.
Heangheang, pantat, dubur.
Heap, sihumeap = sihumabang, burung (And).
Heas, sej cacing di dalam usus; heason, cacingan mengenai ternak; siheas, rumput kuda yang kurang baik untuk makanan kuda.
Heat, I. sej kumbang. II. mate heaton, meninggal dengan tiada diperdulikan orang.
Heba, pahebaheba, = pariparipar, pada duabelah sisi.
Hebo, heboh, gempar, kekacauan sewaktu lari, kocar kacir, huruhara.
Hebur, tidak teratur, tidak pantas, tidak sopan mengenai pakaian; hebur parabitonna, ia berpakaian acak-acakan, tidak rapi, tidak teratur, tidak sopan.
Hede, membuat dirinya sebagai orang penting karena dipikir itu menyenangkan orang, walaupun sebenarnya tidak.
Hedek, dikatakan mengenai yang melagakkan urusannya tetapi tidak mau memberikan apa-apa kepada orang lain.
Heder, lendir; marhederheder, berlendir; marhederheder hatana, perkataannya adalah berpanjangan, tak berhenti bicara.
Hedok, manghedokhedok, membuai anak kecil di tangan; pahedokhedokhon, idem.
Hehe, bangun, bangkit berdiri; dalam arti kiasan: cepat bangkit; humehe, membangkitkan diri; manghehe, menghalau binatang buruan mengenai anjing; manghehei, membangkitkan, membangunkan, mengejutkan mengenai buruan; P.B.: songon hehean lombu, seperti lembu diangkat; sudah ditolong malah ditanduk, tidak tahu berterima kasih; pahehehon, membangkitkan; haheheon, kebangkitan, kebangunan; pahehe roha, penyemangat jiwa, menegakkan orang; pahehe bada, menimbulkan, menggalakkan perkelahian; pahehe tahi, menjalankan renca na; pahehe hamusuon, menggalakkan permusuhan.
Heheamon, menguap.
Hehek, marhehek, tertawa, tertawa terkekeh-kekeh.
Heje, damar.
Hela, I. menantu laki-laki; P.B.: sada talim dua hodam, sada borum naeng dua helam, engkau mau bermenantu dua laki-laki untuk puterimu yang satu; demikian dikatakan kepada seseorang yang mau lagi mendapat uang untuk puterinya itu walaupun ia telah bertunangan; marsonduk hela, mempunyai menantu laki-laki di rumahnya; baik ia telah kawin maupun masih bertunangan dalam hal seperti itu pemuda harus bekerja untuk mertuanya laki-laki; manghela, membuat orang menjadi menantu laki-laki; pahelahon, membuat anaknya menjadi menantu seseorang. II. manghelai, manghehelai, memakai kata-kata menghina terhadap seseorang, mengumpat.
Hele, = atehe.
Helel, manghelel, membujuk, merayu untuk memperoleh sesuatu; manghelelhelel, mengumbah, membilas.
Hella, = atehe.
Helleng, datar, rata mengenai dataran-dataran kecil di lereng gunung.
Helpat, berlutu mengenai kuda dan mengenai orang yang letih.
Helpus, = halpus, lampau, terlambat sehingga tidak mendapat apapun sesuatu lagi.
Helung, manghelung, mencari; panghelung, pencari.
Hemat, menghemat, meredakan kemarahan orang-orang yang berkelahi; hahematon, perhentian perang, gencatan senjata.
Hembang, terbentang, terkembang mengenai tikar, ulos; pa-hembanghon, mengembangkan tikar, pakaian: (bdk herbang, humbang).
Hemut, tersembunyi, tersimpan; manghemuthon, menyembunyikan; penghemut, tukang copet, pencopet.
Hendur, I. = lenduk. II. kendur mengenai tali, jerat.
Hene, I. lamban, berlambat-lambat. II. sihenehene = halehetanna, begitulah baik, sedikit tetapi baik.
Heneng, bulat seperti peluru. Henes, lalap humeneshenes, berjalan lambat.
Henghem, manghenghem, mengambil sesuatu untuk dirinya sendiri.
Hepar, kayu yang bengkok karena sinar matahari.
Hepeng, I. uang, khusus uang logam; sahepeng, 4 duit; hepeng linsim, uang logam; na so marhepenghepeng, miskin sekali; sihepengan, yang harus dibeli dengan uang, tidak bisa ditukar dengan barang. II. marhepenghepeng, panau bulat pada kulit msl sakit kusta.
Hepor, = hapor, gatal di kerongkongan; hepor hatana, kata-katanya menyakiti hati, ucapan-ucapannya menunjukkan siapa dia sebenarnya; marheporhepor, terhuyung-huyung berjalan dan mau jatuh mengenai orang yang kena tikam, peluru.
Heput, takut, ketakutan; maeput, malu.
Herbang,(bdk: hembang), paherbang, mengebangkan ke kiri dan ke kanan mengenai lengan, sayap.
Here, manghereherei, meminang seorang gadis, mengejar, mengancam.
Herek, sej monyet kecil.
Herem, mangherem, membujuk, merayu.
Herer, mangherer, makan dengan perlahan-perlahan.
Heres, humeresmeres, kemerisikHerok, (bdk gorok), kesalahan, kekurangan.
Hernep, = hornop.
Herong, sej ikan laut.
Hersut, = hesut.
Hertuk, humertuk, bergerak, bergersik; hata hertuk, kacau, tidak tentu bicara, terputus-putus, bicara tak berarti.
Herut, siherut, sej begu yang menyebabkan penyakit.
Hesek, hesekhesek, perkussi, sej gong yang retak dan oleh karenanya berbunyi resik, alat semacam ini memberikan detak-detak irama permainan orkes.
Heserheser, = hesekhesek.
Hesut, marhesut, susut, bertambah kecil msl buah yang dimasak; humesuthesut, kembang-kempis seperti jantung.
Hetek, menjual lagak mengenai orang yang menyebutkan semuanya yang dimilikinya.
Heu, maheu, menjadi lemah mengenai daun; selanjutnya: letih, lemah, lesu, lelah.
Heuk, berlobang, berlekuk, berliang.
Hia, I. hiahia, sej ikan laut. II. = tarhiahia, rindu akan, mengingini, tergila-gila akan sesuatu.
Hialhial, gentar karena sakit.
Hian(bdk: hinan), tadinya, sebelumnya, dahulu, asal, asli, sebetulnya, sebenarnya; hau hian, kayu asli (tidak dikerjakan); bangko hian, sifat sebenarnya; musu hian, musuh sejak dulu; tanonami hian, dari dulu, sejak dulu tanah kami; hudok hian tu ho, aku telah mengatakannya kepada anda semenjak mulanya; buatonku hian, dulu aku mau mengambilnya; paboa hian tu ahu sijaloonku, beritahukanlah kepadaku apa yang bakal kuterima.
Hiandu, mahiandu, lih andu.
Hiang, kering; mahiang, dalam keadaan kering; pahianghon, mengeringkan; hiang lampak, hanya kering pada permukaannya mengenai kayu.
Hiap, manghiap, mengipas, mengembus; manghiapi, mengembusi; manghiaphon, sesuatu yang dipakai sebagai pengipas api.
Hiaphiap, kipas, kipas angin; hiaphiap, berkibar; humiap, idem; tarhiap, lari mengenai ayam seolah-olah dihembuskan.
Hias, manghias, melicinkan msl baion; mengeluarkan msl nanah; dihiashias dihilala, ia merasa diperas, artinya: lapar sekali; hiashias, alat untuk melicinkan baion.
Hibul, bulat, seluruh, tidak terbagi, utuh, seluruhnya; hau hibul, kayu bulat, kayu berbentuk silinder; hibul diboan, dibawa seluruhnya, tanpa dibagi-bagi, utuh dibawahnya; pahibulhon, mengumpulkan, membulatkan, mengutuhkan; mangibul, dikumpulkan, membulat; pangibulan, ichtisar, ringkasan, rangkuman, sari pati. Hibung, kata bantu bilangan, buah, potong, biji; sanghibung, sepotong, sebuah; diwaktu mengira: satu hibung; tolu hibung (kibung), tiga buah, tiga potong.
Hida, manghidahida, membujuk untuk pergi.
Hidop, manghidop, kejap, mengejapkan mata, memberi tanda (dengan mata); masihidopan, berkejapan mata mengenai muda-mudi yang berkasih-kasihan, berkomunikasi dengan main ma-ta; sanghidop mata, sekejap mata.
Hiempe, mahiempe, lih empe.
Hihik, manghihik, ketawa ter-kekeh-kekeh; simarhihik, burung malam yang bunyinya memanggil ‘hihik’ (dulu kala dipikir orang akan mati mereka kalau didengar suaranya).
Hihir, kikir; manghihir, mengkikir gigi; marhihir, mempunyai gigi yang berkikir; ajihihiron, berjatuhan mengenai gigi pada suatu penyakit.
Hijang, I. liar, sulit dikendalikan mengenai orang. II. manghijang, = marsali.
Hije, sej domba, kijang.
Hijup, cepat, lekas; pahijup, bersegera, cepatkan.
Hilala, manghilala, merasa; merasakan; mangilala, merasa dalam arti kiasan: melihat, memperhatikan, menunjukkan dampak; panghilalaan, perasaan, indera perasa; beha pang-hilalaanmuna, bagaimana perasaanmu; manghilalahon (dipang-hilalahon), memerasakan orang.
Hilang, penipuan, ketidak jujuran; marhilang, menipu, bertindak menipu; tarhilang, diperlakukan secara tulus, kena tipu; parhilangon, penipuan, hal menipu; parhilangan, penyebab untuk menipu.
Hilap, kilat, terang kilat; manghilap, memberi tanda dengan tangan, melambai; mangkirap, idem; sihilap, sej alang-alang yang akarnya karena harumnya dicampurkan ke tembakau.
Hilas(juga hiras), gembira, riang, sukacita; tarhilas ro-ha, bergembira, bersuka hati; api sihumilas, api yang terang dengan itu dipersamakan dengan kemarahan.
Hilhil, manghilhil, mengunyah; manghilhili, mengunyah sesuatu.
Hilim, manghilim, mengelim kain; panghilim, kelim.
Hillo, cermin, kaca, logam putih; humilohilo, berkilau-kilauan, berkilat-kilat, kemilau.
Hillong, marhillong, licin digosok msl besi, berkilau, bercahaya.
Hima, kima, karang berwarna putih dari mana orang perbuat gelang lengan.
Himpal, kempal, tidak terbagi, bergumpal, padat, beku mengenai benda-benda yan seharusnya cair; suda arang ndang hipal bosi, sudah habis arang, tetapi besi itu belum kempal, artinya: usaha yang percuma; manghimpal bosi, mengimpal besi; pahimpal, membeli seekor ternak seluruhnya. Selama ini hanya mempunyai sebahagian saja; panghimpalan, seekor ternak yang bulat dimiliki; marhimpalhimpal, bergumpal-gumpal.
Himpang = himpal.
Himpu, = humpu.

Hinal, peluru senapan (seperti diperbuat dahulu dari kayu bagot); hira hinal do ho manghuling, engkau berbicara kayak senapan meledak.
Hinaloan, parhinaloan, sebutan yang mencakup semua bunyi-bunyian musik.
Hinambor, monumen, kuburan (dari tambor?).
Hinan, na hinan, dahulu kala, dahulu di waktu sebelum pembicara lahir; sianu na hinan, mendiang; adat na hinan, adat yang dahulu.
Hinaon, jerat, perangkap; parhinaon, pemasang jerat.
Hinauli, lih uli.

Hindat, (bdk handit), manghindat, mengangkat dengan tangan.
Hindir, uang bernilai dua duit.

Hingkiangi, hianhiani, lih hian.

Hingking, mangingking, mengerut mengenai jaringan tubuh, pergelangan, hati dsb; mangingking roha, cepat merasa sakit hati.
Hingkit, I. kikir, pelit. II. sihingkit, sej tumbuhan yang daunnya lebar dan berduri.
Hinos, tarhinos, lih hos II.
Hinsa, cepat, cekatan, ligat, lincah, bersemangat, gembira.
Hinsat, manghinsat, = manghindat; tarhinsat, terangkat ke atas; hinsat, bangkit, berdiri.
Hinsis, manghinsis, mengikis.
Hinsu (= hunsi), manghinsu, mengunci; anak hinsu, kunci; hinsuhinsu, pintu; hinsu, tertutup, terkunci.
Hio, sej lotek; hiohio, damar lotek yang mengikatkan pisau ke gagangnya.
Hiom, manghiom, makan lambat-lambat tanpa mengecap dan mendemap.
Hiong, beo, tiung.
Hionghiong, tabung bambu tempat menyimpan cairan.
Hipas, sehat, segar; hipas be ma hita, semoga kita masing-masing sehat, ucapan salam yang diucapkan sewaktu datang dan pergi; marhipashipas, berselamat jalan; hahipason, kesehatan; pahipas, menyehatkan.
Hipu, segera, cepat, percepat; manghipu, mempercepat, menyegerakan, melakukan secara mendesak; hinipu, dipercepat.
Hir, kuat mengenai peluh; hir hodokna, hir panasna, dia berpeluh hebat.
Hira, I. sakirakira, kira-ki-ra, agak, sesuatu untuk mengurangi perbandingan atau ungkapan yang keras; hira tombak, seperti hutan, kira-kira seperti hutan; hira babiat, seperti harimau. II. manghirahon, menakar dengan baik msl beras dalam periuk sehingga cukup untuk semua orang tetapi tidak ada yang hilang, berhemat; hirahira, ditimbang degan baik, diukur dengan baik; hirahira papanganmu, cara makananmu harus ditimbang dengan baik, jangan terlampau banyak dan jangan terlampau sedikit; hirahira panghulingna, perkataannya telah ditimbang dengan baik; lului di ahu sada hau hirahira, sadopa ganjangna haposon balgana, carilah untukku sepotong kayu kirakira sedepa panjangnya dan sedemikian besar, sehingga dapat dililit. Demikian diungkapkan orang yang mencari seorang isteri yaitu yang dapat menimbang dengan baik, artinya: yang mengurus rumahtangga dengan baik; hirahira parangea, perbuatannya adalah ditimbang dengan baik. III. hirahira, sej tumbuhan jalar.
Hirang, keranjang yang dianyam dari rotan.
Hirap, = hilap, manghirap, melambai, memberi tanda dengan tangan; manghirap tondi, memberi tanda kepada tondi orang yang sakit dengan kain putih agar ia kembali supaya orang yang sakit menjadi sembuh; manghiraphon, memberi tanda dengan sesuatu.
Hiras(bdk horas), tegar, berani, dengan penuh kepercayaan, yakin; hiras ni roha, keberanian, keyakinan.
Hirdop, terang di kejauhan; humirdop, berkedip-kedip, terang sekejap.
Hire, = hira.

Hirehire, sikat rongga badan; seterusnya: kelambu dibuat dari tikar-tikar; manghirei, menggantungkan tikar disekeliling sesuatu; pahirehon, mengembangkan, menghamparkan, mengelampai tirai; marhirehire hatana, kata-katanya tidak berkehabisan; marhirean, bergantungan pada tali dalam jumlah besar.
Hirhir, dihirhir ho ma panghulingmu tu ahu, engkau bicara sejelek mungkin mengenai aku.
Hiri, I. sej kudis di kepala. II. tidak cukup, tanggung.
Hirik, sej jangkrik, kumbang.
Hirim, manghirim, mengharap, menduga; tarhirim, kecewa; panghirimon, pengharapan; so panghirimon (ni roha), tak terduga, tak disangka-sangka.
Hiringan, hanya dalam hubungan; di hirungan manuk, di ribaan ibu.
Hirjop, = hirdop.
Hirpas, manghirpas, memikul pinggul sambil melompat-lompat, yang msl dilakukan para perempuan di waktu perang bila mereka melihat pertempuran itu dari tembok desa.
Hirput, sihirput, I. sej tumbuh-tumbuhan yang daunnya terus menutupkan diri kalau kena sentuh, putri malu. II. sej kumbang yang terus menggulungkan dirinya seperti peluru kalau disentuh; sihirput do ho, engkau adalah seperti sihirput, mudah berkecil hati, pengecut, tidak berani melawan; mangirput, mengalah.
Hirta, kotoran berwarna merah yang terapung-apung di atas air.
Hirtang, bergelimpangan mengenai orang yang mati; pahirtang, memasang msl jerat; sanghirtang, seutas penuh msl manik-manik.
Hirtap, = hatop.

Hisap, keinginan tubuh, serakah, nafsu; hisaphisap, keinginan-keinginan yang buruk; hisapon, mengingini; hahisapon, keserakahan, kerakusan; marhisap ni roha, bernafsu; hisap ni daging, ia kurus kering.
Hisar, sehat; hahisaron, kesehatan; pahisar, menyehatkan.
Hishis, manghishis, mengikis dengan pisau; nunga hishis, = nunga suda, semuanya telah dikikis, ludes, habis.
Hisik, manghisik, menggoncang-goncang mengenai uang dalam pundi-pundi atau harambir; sihumisik, uang (And).
Hisikhisik, sej rumput, sej lupine.
Hit, serat ijuk pohon enau yang dipakai sebagai tali kail. Hita, kita; kata halus untuk orang yang disapa; tudia hita? kemana anda pergi.
Hite, titi, jembatan kecil terdiri dari satu atau dua potong bambu, titian; seterusnya: alat, supaya yang membuat sesuatu terjadi; parhitean, perantaraan; hitehite, perantara; marhitehon, memakai sesuatu sebagai alat atau titi; marhitehite, marhite sian, oleh, sebab, karena, melalui; mangite sian, sesuatu yang dipakai sebagai perantara, perantaraan.
Hiting, hitinghiting, alat kecil untuk menenun pinggir kain (= dopirdopir).
Hitir, angka hitir, getar, gemetar; humitir, idem; mang-hitir, membuat gemetar, menggoncang.

Hitong, humitonghitong, berkeliaran tanpa tujuan dan mencari sesuatu.
Hitsu, manghitsu, menipu.
Hitup, tertutup mengenai mulut; pahitup, menutup mulut.
Ho, engkau, kau, orang ke dua tunggal.
Hobahoba, kain yang dipakai dukun sebagai selempang, sabuk kain; manghobahobai, memasang selempang, sabuk kain.
Hobar, manghobari, = manghatai, (Angk).
Hobas, siap sedia; marhobas, menyiapkan diri; manghobas, membereskan, menyiapkan; mang-hobasi, melayani, mempersiapkan; parhobas, pelayan; ari parhobason, hari persiapan.
Hobo, humobohobo, sulit melahirkan (bdk hodo II, harop, huru II).
Hobol, kebal, tidak bisa dilukai; marhobol, kebal; parhobol balutan, orang yang lahir bersama selaput, dari selaput dibuat sediaan yang membuat dia selama hidupnya kebal; parhobolon, pengetahuan untuk membuat dirinya kebal; manghoboli, membuat kebal; manghobol ulok, mementerai ular agar ia tidak menggigit; mangobol, kena tetapi tanpa melukai.
Hobon, peti bulat dari kulit kayu yang sangat besar untuk penyimpanan padi.
Hobot, marhobot, mendung, berkepul-kepul mengenai awan.
Hobuk, lengkung, lekuk; pahobuk tangan, melengkungkan tangan.
Hoda, kuda; hodahoda, gambar kuda, wayang kuda; marhoda, berkuda, mempunyai kuda; P.B.: unang lehon ulu ni hoda tu dakdanak, jangan berikan kepala kuda kepada anak-anak; berikanlah yang pantas; na hoda, nakhoda, juragan, mualim; panulpang gabe na hoda, penumpang menjadi nakhoda, mualim, warga menjadi penghulu.
Hodang, tarhodang, bersalah kepada tata krama, adat.
Hodap, hodaphodapon, mempunyai mata yang kotor.
Hodar, I. jorok, kotor, cemar, najis; hahodaron, kekotoran, kecemaran; parhodar, pengotor, orang kotor. II. takut; talu hodarhodar, monang hodarhodar, ataukah ia menang ataupun kalah, selalu ia takut (dikatakan mengenai seorang kecil terhadap yang besar).
Hodir, humodir, takut.
Hodo, diletakkan di atas tungku mengenai periuk; manghodohon, meletakkan di atas tungku; marsihodo, panas, dipanaskan; juga: dimasak; dua hali hodo, dua kali dimasak, mengenai perkara dua kali diterangkan.
Hodok, keringat, peluh, panas; hodohan, berkeringat, berpeluh, keringatan; hodok dagingna, dalam keadaan hamil.
Hodong, pelepah, tulang daun mengenai kelapa, enau atau semua jenis palem; hodonghodong ni bagas, dua potong kayu yang dipasang berbentuk silang untuk menyokong atap.
Hohak, dahak, lendir tenggorokan; hohahon, berdahak.
Hohal, manghohal, mengganggu tidak mau berhenti sebelum memenuhi atau memberi hati msl kalau bertanya-tanya dan tagihan utang.
Hohar, mencakar dalam jumlah besar, bubar ramai-ramai.
Hohas, parhohas, peralatan, perkakas mengenai perang dan gendang.
Hoho, manghoho, membulatkan, membundarkan.
Hohom, diam, tidak bersuara; parhohom, pendiam.
Hohombu, = hahombu I.
Hohondo, (bdk: tondo), marhohondo, meringkuk, terkekang oleh penderitaan.
Hohop, marhohop, memakai ulos seperti dilakukan para perempuan dengan mengikatnya di dada sebagaimana diperbuat oleh orang-orang yang memberi persembahan; manghohopi, membawa sesuatu di punggung dengan ulos yang diikatkan di dada.
Hohos, ikat pinggang; manghohosi, I. menyisipkan sesuatu ke dalam ikat pinggang. II. mengenakan ikat pinggang.
Hohot,(bdk hot), marsihohot di, berpegang pada, stabil, tidak goyah, berketetapan hati.
Hoi, keluh; hoihoi, idem; marhoi, mengeluh.
Hoin, = holan, hanya, saja, cuma; hoin hami na dua, hanya kami berdua.
Hois,(bdk: hais), manghois, mengkikis.
Hojal, marhojal, bergumpal, jejal msl tanah liat; juga: kuat, teguh mengenai daging (orang yang kuat).
Hojok, tergesa-gesa, bergegas, bersegera; manghojok, bertindak segera, tergesa-gesa; panghojok, orang yang bertindak terlalu buru-buru.
Hojor, cepat dalam hal bicara. Hol, tidak subur mengenai perempuan, mandul.
Hola, langit-langit.
Holahola, liang mulut, rongga mulut mengenai binatang; cacian pada orang; husuakhon holaholami, kupatahkan nanti rahangmu.
Holak, depa, sejauh orang dapat mengukur dengan kedua lengannya; sangholak, sedepa.
Holan, hanya saja.
Holang, berjarak, jauh, antara; sadia holang, berapa jauh? dua dopa holangna, dua dopa jauhnya; holangholang, jarak antara; di holangholang ni, di antara; holang sadari, selang satu hari; paholanghon, menjauhkan; parholangan, kejauhan, juga: apa yang membuat dua orang menjauhkan diri; tarholang, tepat antara dua, ditengah-tengah; nunga tarholang partaonon, persis di pertengahan tahun yaitu antara dua panen sewaktu mana orang tidak mempunyai sesuatu makanan; dalam hal ini orang memberikan beberapa potong sanggar sebagai pengganti beras bila kelak orang mau memberikan karung berisi beras.
Holat, tidak enak mengenai citarasa, sulit ditelan; holat inumon, getir untuk diminum.
Holbab, demikian lembeknya sehingga gampang meninggalkan jejak.
Holbung, melekuk, cekung, jurang, berlembah; Toba Holbung, lembah Toba, Toba cekung (dikelilingi Bukit Barisan). Hole, I. pendayung. II. sayap serangga yang terdapat di bagian dalam sekali. III. hau hole, sej kayu yang keras.
Holiholi, tulang, tulang belulang; mangongkal holi, menggali tulang belulang nenek moyang; simarholiholi, nama sej rumput.
Holing, I. batu holing, berkilat-kilat di waktu malam. II. andor holing, sej pohon kayu.
Holip, terlindung, tersembunyi; mangholipi, menyembunyikan; marolipolip, tersembunyi.
Holis, tuktuk holis, sej burung pelatuk.
Holit, pelit, kikir; holit ni roha, kikiran; marholit, kikir; parholit, orang kikir; holit di mula ni sipeopon, kikir mula dari harta benda, kikir pangkal tabungan; mangholit, berlaku kikir; ndang holit gogona, ia tidak kikir dengan tenaganya; P.B.: binuang ganda, hinolit lonong, buang-buang ganda, pelit-pelit tenggelam; bermewah makin jaya, berpelit makin hancur; marnahumolit, sedikit banyaknya kikir.
Hollus, humollus, kempis, menjadi kurus.
Holom, kelam, gelap; na holom, kegelapan; haholomon, idem; mangholom, menjadi gelap, gelap gulita; mangholom mata ni ari, ada gerhana matahari; holom marimpotimpot, gelap gulita; suma ni holom, nama hari ke- 16; anggara ni holom, nama hari ke- 17; muda ni holom, nama hari ke- 18; boraspati ni holom, nama hari ke- 19.
Holong, kasih, cinta, menaruh hati; holong ni roha, kasih, cinta kasih; marholong ni roha, mencintai, kasih akan, punya kasih sayang; manghaholongi, mencintai; holong rohana di ahu, atau mida ahu, dia sayang padaku, dia cinta padaku; masihaholongan, saling mencintai; haholongan ni roha, kekasih; holong mangalap holong, kasih berbalas kasih.
Holos, = holso; mangholsohon, memberitahukan kesusahannya kepada orang lain.
Holot, siholot, sej pisang.
Holpu, empuk mengenai kentang.
Holso, holso ni roha, cemas, kekuatiran, kerisauan, kesusahan hati; holsoan, mencemaskan, gusar; humolso, idem; haholsoan, kecemasan, kerisauan; mangholsohon, merisaukan, mencemaskan, mengeluhkan; na hinolso ni roha, hal yang dikuatirkan, disusahkan; mang-holsoi, membuat orang susah karena banyaknya teguran.
Holting, mangholting, mengirit, mengikat, memalut; siholting dalihan, sipembelit tungku, orang kikir, yang mengikat tungku dengan rami pada tungku agar tak seorangpun dapat memasak.
Holuk, mangholuk, (bdk: ho-ruk), menarik sesuatu dengan jari-jari dari rongga; bdk horuk.
Holung, lengkung, kembang mengenai layar kapal. Homa, manghoma, menyuruh orang berdiam diri.
Homang, siamang, hantu mengenai siapa orang percaya bahwa ia memikat ke hutan dan menahannya berhari-hari lamanya; diluahon homang, dilarikan hantu siamang; homangon, mempunyai penyakit dan orang sakit itu takut pada orang dan menyembunyikan dirinya dan orang menganggap bahwa homang yang mengejarnya.
Homat, I. manghomat, waspada, ingat diri, menjaga sikap; homat papanganmu, hati-hatilah dan beradap sewaktu makan; homat ateatem, ingat dirimu, harus berjaga-jaga. II. mang-homat, mangomat, = menutupi, membuat reaksi mengadakan perlawanan; simbora pangomat, ajimat pertahanan, jimat yang menutup pemiliknya terhadap tembakan musuh.
Homba, marhombahomba, saling memeluk, saling merangkul.
Hombal, saja, hanya, cuma.
Homban, mata air di ladang yang dipelihara dengan baik sebagai tempat persembahan, disekitarnya ditanami bunga-bungaan; patiur homban, membersihkan mata air di ladang dengan mengadakan persembahan di ladang.
Hombang, rata dan lebar, dikembangkan; manghombang, mengembangkan; memukul-mukul hingga rata (bdk hembang); hombang ni podang, bagian mata pedang yang rata; sihombang, orang yang kepalanya pada sisi telinganya adalah rata; napuran na hombang, kata halus untuk napuran pada ucapan-ucapan pidato; marhombangsila, jongkok dengan mengikatkan ulos sehingga lutut melekat pada tubuh.
Hombar, dekat, berdampingan, sesuai, berkaitan, paralel; hombar hundul, yang duduk dekat seseorang; hombar bagas, tetangga; hombar tu, menurut, sesuai dengan; hombar tusi, sesuai dengan itu; hombar, boleh diterima, baik (mengenai perkataan); manghombar tu, mendekati, menghampiri orang; manghombar na mora, mendekati orang kaya; pahombar, mendekatkan, merapatkan.
Hombil, = tombil, tombal.
Hombingan, batu yang ditarok antara api dan embusan agar embusan ini jangan dimakan api.
Hombung, peti kayu yang besar untuk menyimpan bermacam barang.
Homi, tersembunyi, bersifat rahasia, misterius; pahomihomihon, menyembunyikan, merahasiakan sesuatu; hahomion, rahasia.
Homit, manghomit, menguasai, memerintah orang-orang yang berasal dari daerah lain; na hinomit, yang diperintah, yang dikuasai, yang diayomi; parhinomitan, mengenai perhubungan antara rakyat satu sama lain; anak hinomit, rakyat; homitan, sej jimat, wasiat, benda yang dikeramatkan dan disimpan dengan baik.
Homol, manghomolhomol, manghomolhon, menyimpan sesuatu untuk diri sendiri, tidak diberitahukan sedikitpun kepada orang lain.
Homondur, = pamondur, panglima.
Hompa, sihompa, sej palem mirip dengan pining.
Hompaba, = hompa.

Hompawa = hompa.
Hompu, pahompu, lih ompu.
Homuk, manghomukhon, menyembunyikan.
Homur, I. keruh mengenai air, pudar, kabur mengenai mata; tu na homur do jolma dapotan dengke, orang harus menangkap ikan dalam air keruh. II. manghomurhomur, mencari tempat yang paling tenang dalam air msl anak kerbau yang berjalan di belakang induknya. III. manghomur, membuat gambar, patung dari orang mati dan menyerahkannya secara mewah.
Hona, kena, terkena, juga dalam arti kiasan; hona tangan, dipukul dengan tangan; hona toru, kena kutuk, terkutuk; hona hata, ditegur, dimarahi, kena marah, kena pergunjingan; hona todos, terbunuh, mati konyol; hona udan, kena hujan, ditimpa hujan, kehujanan; hona sahit, kena sakit dengan tiba-tiba, terserang penyakit; hona rasun, keracunan; hona titi, dijatuhi putusan; hona liga, tersisih, dikucilkan; hona uhum, terhukum, kena hukum, jatuh vonis; hona danggur, kena lempar; hona tangke, dilukai kapak; mangonai, mengenai; manginona tu, terkena pada, terpengaruh pada; mangonai hata, memaki-maki; manghonahon tu, mengenakan orang; pahonahon, membuat kena; hahonaan, hal mengenai, hal menterapkan; marhahonaan tu, diterapkan pada, diwujudkan pada, menujukan pada; honahona hatana, kata-katanya disusun dengan baik; pangonai, hal perbuatan mengenai, akibat.
Honas, nenas; honashonason, jatuh sakit karena makan nenas.
Honda, garis-garis putih pada pola ulos.
Hondal, na hondal, banyak sekali.
Hondang, kantongan kulit kayu.
Hondi, = gendi, kendi.
Hondo, marhondohondo, marhinamago, merasa kehilangan, diam karena putus asa; hondo rohana, ia bersedih hati, murung.
Hondur, kendor, tidak kencang mengenai tali, jerat; humondurmondur, kendor-kendor.
Hongkom, manghongkom, menutup mulut dengan tangan; hongkom baba, larangan untuk mengucapkan kata tertentu, agar jangan diucapkan orang: msl: hatoban (= huntam baba); parhongkom, papan lebar di muka rumah Batak dimana terdapat susu ni ruma.
Honohonoon = loahon.
Honok, I. = leleng, (Angk), II. = bue.
Honong, marhonong, menyelam dalam air; manghonongi, mengambil sesuatu dengan jalan menyelam; honong bosi, sej burung air.
Honsa, segera, setelah, dipakai dengan menghubungkan kata mamintor; jumpang honsa, mamintor dipastap, setelah ia bertemu dengan dia terus memukul; mate honsa, manigor dibuat ugasanna, segera setelah ia mati, terus diambil barangnya.
Hontas, marhontas, mengadakan makanan persiapan; mempersiapkan diri msl soldadu yang akan berangkat ke lapangan perang, saudagar yang berangkat ke daerah yang jauh, biasa dipersiapkan makanan keselamatan.
Hontor, humontor, gemetar, gentar, turut berbunyi mengenai kayu sewaktu memainkan bunyi-bunyian, pengaruh, berpengaruh; hinontor ni, pengaruh dari.
Hontot, kental mengenai susu atau sup (lawan: lio); hontot roha, suka akan, berkenan di hati.
Honuk, mudah dilubangi seperti piring kayu (sapa); melengkung mengenai dada.
Hopahopa, endapan, ampas, sisa-sisa pemakaian, apa yang dibuang pada buah-buahan yang diperas, sepah sirih yang diludahkan, lih sopa-sopa.
Hopal, kapal, kapal besar (sebagai lawan parau atau solu); hopal api, kapal api.
Hophop, manghophop, berkorban, berlelah, mengorbankan diri untuk sesuatu atau seseorang dan oleh karenanya menderita; humophop, idem; sebagai kata depan: untuk, karena, sebab; na hinophop, kekasih yang untuknya bersedia menderita, yang diperjuangkan.
Hopi, kopi.
Hoping, lih haruping.

Hopit, sempit, tak lebar.
Hopo, tumbuh-tumbuhan menjalar berdaun lebar seperti daun pokok anggur, yang dipakai orang sebagai penggera burung.
Hopok, keputusan ilahi, hukum percobaan yang ditentukan datu bagi mereka yang tersangka melakukan pencurian, mereka harus mengunyah beras dan mereka yang tidak dapat menelannya adalah bukti yang nyata mengenai kesalahannya atau mereka harus memegang timah yang hangat; marhopok, menjalani hukuman ilahi; manghopok, menyuruh melakukan keputusan ilahi, cara melakukan: hopok dahanon, yang tersangka harus mengunyah beras kering dan barang siapa tidak dapat menelan beras itu adalah yang salah; hopok simbora, mereka harus mencelupkan jari-jari ke dalam timah yang dilebur; hopok bosi, mereka harus menginjak besi yang hangat.
Hopol, manghopoli, membungkus nasi; sanghopo sebungkus; marhopolhopol, berkumpul, berhimpun; raja ni panghopoli, raja, kepala pesta horja.
Hopong, sej pohon kayu dengan buahnya masam dan dapat dimakan. Hopos, sempit; manghopos, melilit dengan lengan msl pohon kayu; hoposon balgana, sebesar yang lengan dapat melilitnya.
Hopuk = hobon, tempat padi yang besar dan bundar.
Hor, sulit mengeluarkan nafas; parhor hosa, memperpanjang hidup.
Hora, = misang, musang.
Horang, kering, tidak ada harapan datang hujan melihat langit.
Horas, I. keras mengenai perkataan, ucapan; hata na horas, kata yang keras. II. sehat, senang, makmur; marhorashoras, merasa senang; menyerukan selamat-selamat; horas ma ho, semoga engkau senang, bahagia; parhorason, kemakmuran, kesenangan, kesehatan; manghorasi, menyehatkan orang, merestui, meridoi.
Horbangan, = harbangan.
Horbo, kerbau; horbo pangalotlot, = horbo pangambat, seekorkerbau yang dipersembahkan pada penyakit menular atas perintah Sisingamangaraja; horbo jalang, kerbau liar, kerbau bebas tak dijaga; marhorbohorbo, ombak-ombak besar mengenai laut; horbohorbo = hodahoda, laba-laba kecil yang berjalan di atas air; P.B.: ndang loja horbo mangusung tandukna: tidak capeh kerbau membawa tanduknya, artinya: membujuk orang untuk membawa barang yang ringan.
Hordit, humordit, gentar, gemetar; panghorditon, tiba-tiba gemetar karena terkejut, gemetaran secara tiba-tiba.
Horhon, manghorhon, menyebabkan, menimbulkan, mengakibatkan; hinorhon ni, akibat dari, karena, disebabkan, terpengaruh oleh; horhonon ni, idem (untuk masa mendatang); pang-horhon, dampak, pengaruh, akibat; marpanghorhon tu, berpengaruh kepada, yang mengakibatkan, berkhasiat.
Horhor, panjang mengenai leher; pahorhor, memanjangkan leher; sihorhor, sej tumbuh-tumbuhan; sihorhor = siborok.
Hori, I. sej rami yang serbutnya ditenun; kain tenunan yang kasar, kain kasar. II. horihori, tepi, pinggir; marhorihori dingding, meraba-raba pada dinding mengenai anak kecil yang belajar berjalan; mangoriori dolok, berjalan di pinggir gunung.
Horis, I. hampir kena sewaktu melalui sesuatu; manghorisi, menyusuri tepi sungai daripada di lautan terbuka; horisan, tepi, pantai, pesisir; marhorishoris, melalui sesuatu; = horis, kerabat dekat-dekat. II. horis, keris; jambang ni horis, gagang lintang horis pada sarang.
Horja, pesta persembahan yang besar, pesta dengan upacara keagamaan; sahorja lombu, pesta kurban lembu (8 generasi satu nenek moyang); sahorja horbo, pesta kurban kerbau (10 generasi satu nenek moyang); marhorja, merayakan pesta kurban yang besar.
Horloji, arloji. Hormat, bersifat hormat, sopan terhadap wanita dan sewaktu makan; hahormatan, tahu adat, sopan, kehormatan; manghormat, berlaku sopan terhadap seseorang, juga: mengawasi pemuda dan pemudi agar mereka tidak menyalahi adat sopan santun yang baik.
Horna, lih sumba II.
Hornop,juga hernep, rata, datar; di dolok pinggol tubu, tu na hornop dipareahi, telinga berada di pegunungan dan mendengar juga: kedataran, artinya: orang sering mengambil jalan yang bengkok untuk mencapai sesuatu yang baik; pahornophon, meratakan, mendatarkan; pangornopan, keadilan dalam peradilan hukum.
Horo, = poro III, lagi; ndang horo, belum lagi.
Horom, pagar pangorom, penangkal terhadap hantu, roh yang jahat.
Horon, timbunan, longgokan, tumpukan; na marhoron-horon, bertumpuk-tumpuk mengenai orang.
Horong, golongan, kekerabatan, pertalian keluarga, semua yang masuk satu ompu (Angk).
Horot, I. manghorot, memotong, mengerat, menakik, menoreh; manghoroti, dipotong dalam potongan-potongan kecil, menorehi; sanghorot, sepotong, sekerat; II. takik, seperti dibuat pada pohon kayu, iris; marhorothorot, bertakik, juga dikatakan mengenai lipatan kulit orang gemuk. Horpak, usaha, tenaga; masibahen horpakna, memakai segala tenaga mengenai pihak-pihak yang berperang.
Horpuk, sej sayur.
Horsang, gersang, kersang, ke-ring, panas mengenai udara, kersang mengenai tanah.
Horsi, kutil, bintil, jerawat.
Horsik, kersik, pasir; manghorsik, menabur dengan pasir; parhorsihan, gurun pasir, padang gurun.
Hortang, = hirtang; manihortang, duduk dengan kaki terunjur.
Horuk, manghoruk, mengambil sesuatu dari lobang, mengerut.
Horunghorung, kalung dari emas atau mutiara, rantai hias.
Horus, manghorus, menghapus, menguliti, membinasakan; manghorus uhum, tidak memperhatikan adat/sopan santun dengan baik, mengabaikan hukum; horus ahu, kutukan: saya mau dibinasakan, dihapuskan; horushorus sambulu, perbuatan zinah terhadap perempuan yang telah bersuami.
Hos, tinggi matahari, kulminasi matahari, titik tertinggi matahari; hos ni ari, terik panasnya hari; hos ari, tengah hari, siang hari; di na hos ari, pada tengah hari, pada saat matahari sudah siang; marhira hos, agak siang, kira-kira jam 11.00.
Hosa, nafas, nyawa, kehidupan, udara; tos hosa, putus nyawa yaitu meninggal dunia; marhosa, bernafas, hidup; nasa na marhosa, segala sesuatu yang hidup; marutang hosa, dihukum mati; na so marhosa, impoten mengenai laki-laki humosa, marhumosa, bernafas, mengambil nafas; pahosahon, berhenti, melepaskan lelah; manghosai, meniup, menghembusi; hosa ni ruma, jendela kecil pada dingding belakang rumah Batak traditional tempat memasukkan udara tetapi tidak cukup.
Hoshos, penting, mendesak, segera.
Hosik, manghosik, memukul, mencemeti, memecut (bdk osik).
Hosing, pahosing, memutar, menggeser, membalikkan; humosing, berpaling; manghosing, memindahkan sesuatu dari bahu yang satu ke bahu yang lain: membeli untuk kemudian dijual lagi; P.B.: marnadonok do manghosing na binombom, berlainan dekatnya orang memusing panggangan, artinya: yang paling berkepentingan harus pertama melakukan.
Hosom, bermusuh, rasa dendam, penuh dendam, kebencian; hosom ni roha, dendam hati; marhosom ni roha, menaruh dendam, mendendam; manghosomi, menaruh dendam terhadap seseorang, membencii.
Hosong, penyakit sesak nafas, asma; hosongon, berpenyakit sesak nafas, menderita sesak nafas; hosong tano, asma yang terus menerus.
Hosuk, = misang, musang.
Hot, kukuh, teguh, erat, stabil, mantap, tak goyah; pahothon, mempererat, menguatkan; marhahotan, bertempat tinggal tetap, menetap tinggal; marsihohot di, berpegang pada, bersandar pada.
Hotang, rotan; manghotang, menjuruskan persis dengan rotan yang dikencangkan.
Hotanghotang, manghotanghotang, menjalin pinggir ulos; panghotanghotangi, tepi kelim pada ulos.
Hotar, risau, takut, ketar, (bdk: hitir).
Hotekhotek, berkotek-kotek mengenai ayam.
Hoting, I. sej pohon, yang menghasilkan kayu bangunan yang baik; hoting balanga, sej pohon hoting; hoting parbue, sej pohon hoting. II. manghoting, memutar (bdk: hosing.)
Hotok, humotok, membikin ribut, membuat hiruk-pikuk.
Hotor, tali dari rotan yang dipasang di ladang di atas padi yang yang telah masak untuk mengusir burung; P.B.: sinintak hotorhotor, humutur halakhalak, asing ditimbang dongan, asing ditimbang halak, disentak tali pajangan, tergerak orang-orangan, lain pertimbangan kawan, lain pula perkataan orang; manghotori, memasang tali seperti itu.
Hotuk, ketuk-ketuk untuk mengusir binatang.
Houk, manghouk, menarik dengan kaitan. Houm, kaum, kelompok, kekerabatan, hubungan darah kerabat, perkumpulan.
Hu, I. kata possessif dari ahu, bagashu, rumah saya, bahenonhu, yang saya harus buat. II. memandang rendah, mengejek, menghina, meremehkan, melecehkan; hu do rohana mida ahu, ia menghina saya; hu ni roha, ejek, hina; marhu ni roha, berkelakuan rendah. III. terwujud, penuh mengenai waktu; hu ma dibulanna, gok ma di taonna, telah tiba waktunya, mengenai perempuan yang akan melahirkan. IV. akhiran yang menandakan sesuatu yang bersifat terlalu; maulihu, terlampau bagus.
Hua, I. sup, kaldu, kuah; juga: huahua; seterusnya: bunga uang; pahuahon, membungakan; manghuai, idem. II. marhua, bagaimana? apa yang terjadi untuk apa? terkena apa, kenapa; marhua ho dison? mengapa engkau disini? ndang pola marhua, tidak apa-apa, tidak jadi soal; mahua, bertanya ada apa? sakit apa? ndang mahua, tidak apa-apa, tidak persoalan, bdk: huahua.
Huang, huanghuang, kotoran da-lam hidung; manghuangi, gerenyot, menarik muka terhadap seseorang dengan seolah-olah memberikan kotoran hidungnya kepadanya.
Huar, manghuari, menggali tanah, mengorek sesuatu.
Huasi, marhuhuasi, (dari: asi), minta maaf kalau ada sesuatu yang kurang pada makanan; masihuhuasian, saling minta maaf dengan perkataan bagus; marsomba ujung (yaitu: ni jarijari) marsomba huhuasi, dengan rendah hati mohon sesuatu dengan tangan yang dilipat.
Huaso, kuasa, surat kuasa; marhuaso, berkuasa.
Huat, I. kuat, cepat, msl kuasa. II. huathuat, bilah pijar yang dipakai sebagai suluh di waktu malam; hira huathuat do hatopna, cepatnya adalah seperti suluh yang dilambai-lambaikan.
Hubak, = hurak; manghubak, membuat lobang, mengeluarkan.
Hubal, manghubal, menarik banyak untuk dirinya.
Hubang, abu jerami yang dipakai sebagai pupuk dan oleh karenanya disimpan dengan baik; parhubangan, pondok kecil untuk menyimpan abu itu.
Hubar, lih habir.
Hube, unok, daun hati, tunas yang masih putih dan yang paling dalam; manghube, mengambil tunas muda itu.
Hubil, manghubil, melepaskan kulit luar, menguliti.
Huhu, kubu pertahanan; marhubu, mengepung; manghubu, membuat kubu.
Hubung, I. manghubung = mangudut. II. hubung, = ansisibang.
Hubur, lubang kuburan.
Hudador, urat daging; uri, tembuni.
Hudali, pacul, cangkul, bergigi tiga dari besi; juga: uang mahar, hanya dikatakan pada hela sonduhan pada siapa uang maharnya adalah kurang.
Hudamdam, parhudamdam, lih damdam.
Hudap, = husap; manghudap, mulut (And).
Hudi, tempayak, ulat kumbang yang berdiam di bagot dan dianggap sebagai makanan sedap.
Hudon, periuk; tano hudon, tanah liat; tumutung hudonna, membuat periuknya sendiri yaitu berdikari mengenai mengurus rumahtangga (= manjae); hudon bohina, mukanya seram, tidak bercahaya, pertanda kurang sehat msl karena penderitaan atau utang.
Hudu, huduhudu ampang, bungkusan yang dianyam untuk tempat nasi keperluan kira-kira dua orang.
Huduk, sesuatu dibelakangkan; huduk api, duduk membelakangkan api, yaitu seorang perempuan yang baru melahirkan; manghudukhon, membelakangkan orang; pahompu huduk, kemenakan dari anak perempuan; huduk ruma, ruangan di belakang rumah Batak.
Hudus, segera, desak; manghudus, membuat sesuatu dengan tergesa-gesa, memburu waktu.
Huhang, kukang; balbalon huhang, bagaikan orang memukul huhang artinya: tidak ada gunanya, makin lama makin buruk.
Huhu, I. balik huhu, balik kuku, menjungkir periuk sebagai pengganti tungku batu. II. patuhu, gemetar mengenai orang yang sakit demam.
Huhuasi, lih huasi.
Huhul, kadangkadang (Angk).
Huhut, sekaligus, sambil, serentak, serta, seraya; huhutna, idem.
Hujur, lembing; manghujurhujur, mengejar dengan lembing; masijuran, saling melemparkan dengan lembing; marhujurhujur eme, padi telah bertunas tetapi belum menjadi daun; teka-teki: hujur ni ompunta na so habilangan, yaitu hujan.
Hula, I. batu hula, batu merah yang dipakai untuk mencet warna merah. II. hulahula, kelompok marga pemberi mempelai wanita; huladongan, sapaan yang hormat terhadap semua ragam famili.
Hulabu, kelabu, abu-abu; sihulabu, kuda kelabu, kuda abu-abu; hulabu jati, nama ayam, dari telurnya keluar manusia pertama.
Hulalan, lih hulan dan lan.
Hulambu, I. kelambu. II. sej pohon kayu.
Hulamot, tali untuk mengikat baliung.
Hulan, humulanhulan, datang berbondong-bondong.
Hulang, hulanghulang, tali untuk mengikat tangan orang, mengikat rotan untuk membawa muatan, beban.
Hulaning, = ulaning.Hulasi, = sulasi,.
Hulbab, bilah kayu yang terlampau besar dibelah; sewaktu memelah pada tempat dahan terlalu banyak dipotong lebih daripada dikehendaki; manghulbapon, mengambil lebih banyak daripada yang mau diberikan si pemberi.
Hulhul, manghulhul, memutar, menggulung benang pada satu kumparan; manghulhul dabudabu, membayar hutang dengan menjamini uang itu pada orang lain; hulhulan, gulungan, alat bertangan empat pada mana benang digulung.
Huli, kuli, pekerja harian; parhuli, mengerjakan sesuatu dengan gaji harian; dalan hudi, jalan umum.
Hulihap, sej monyet.
Hulimat, kain dari mana detar dibuat.
Hulimpas, manghulimpas, sekaligus semua diambil msl semua tanam-tanaman dari kebun.
Hulinda, (= tulinda), maaf, ungkapan maaf.
Huling, I. manghuling, berbicara, bercakap, berbunyi juga mengenai benda-benda yang tidak bernyawa dan binatang; manghuling, dipanghulingi, me-nyapa, menegur; manghulingihon, menyapa; panghuling, su-ara, cara bercakap; na uli do halak na roa pinadenggan ni panghulingna, orang-orang yang tidak penting menjadi kebilangan bila mereka tahu berbicara; hulinghulingan, teka-teki; hulinghulingansa, demikian dikatakan orang yang memberikan teka-teki, atas nama orang lain menjawab: hutinsa (atau ansa). II. hulinghuling, kulit, jangat.
Hulishulis, bunyi lali; hulishulis pangkoli pangko, sai mago ni mago ma ho, na so manuboli hulinghulinganhi, itulah cacian terhadap seseorang yang tidak tahu memberi jawab teka-teki itu.
Hulit, kusta; huliton, berpenyakit kusta, lepra.
Hullang, = hurlang.
Hulup, kulup; marhulup, berkulup.
Hum, I. tega, berani, perkasa; na hum do ho manahopi ahu? beranikah engkau menangkap saya? na gok na hum, kaya dan berkuasa. II. hum, hanya, saja (Angk).
Humal, bengkak, hanya mengenai muka; humal hurumna, pipinya bengkak.
Humala, kumala, batu yang memberi untung (menurut orang batu itu ditemui dalam kepala ular).
Humbang, = hembang, nama dataran tinggi antara Silindung dan Toba.
Humbar, kendi dari kayu, tempat penyimpanan ingkau; mang-hubar, melekungi; juga memperbaiki solu (perahu) dengan menampal kayu; pangumbari, rak kayu dimana bermacam benda diletakkan msl persembahan.
Humbil, sej rumput. Hume, marhumehume, bermenung-menung, memikir-mikir msl bila susah.
Humondur, = panondur, komandan.
Humpal, sanghumpal, sekumpal benang, 1/10 bungkus.
Humpol, manghumpol, semuanya diambil untuk diri sendiri; pahumpol, mengambil untuk diri sendiri.
Humpu, (bdk: himpu), pahumpu, mengumpulkan.
Humur, manghumur, menguburkan dengan upacara.
Humus, serat halus yang dicabut dari bangkar pohon enau dan dipergunakan sebagai tali kecapi.
Hundali, tali yang mengikatkan patil bajak pada kuknya.
Hundang, I. manghundang, membujuk, menarik, meyakinkan, memikat. II. hundang, = sandang; hudangan podang, begitu besarnya ia sudah dapat membawa pedang (menggantungkan).
Hundari, kudis pada anjing.
Hundul, duduk, pergi duduk; marsihundul, duduk; marsihundul di hoda, menunggang kuda; martahi hundul, dikatakan mengenai perempuan yang mau melahirkan, waktu untuk melahirkan sudah tiba; nunga hundul, dikatakan bila anak sudah lahir dan ibu siap duduk untuk dimandikan; hundulhundul, duduk-duduk; manghunduli, menduduki; hundulan, tempat duduk, pantat; pahundul, menyuruh duduk; pahundul datu, memanggil dukun untuk memperoleh nasehatnya; P.B.: tangga ni balatuk dalandalan tu jabu, molo goar tahi, tole ma pahundul datu, anak tangga adalah jalan masuk rumah, bila timbul perselisihan dipanggil datu; manghundulhon boniaga, menduduki barang dagangan yaitu berdagang dengan itu; manghundulhon gora,memimpin perselisihan sebagai suhut; harugian sahali hundul, biaya yang timbul dalam perkara itu yaitu menjamu makan raja-raja yang mengadili.
Hungkam, bagian tengah, sumsum batang pisang; P.B.: bontar hungkam, ngalingali do i, birong parsisiraan, tao do sian bagasan, hungkam adalah putih namun dingin, tempat garam dari luar hitam namun isinya enak, yaitu tidak boleh menentukan sesuatu hanya dari bentuk luar saja.
Hungkung, I. manghungkung, mengepung sewaktu perang, memblokade; sihungkung, sej burung air. II. bulu hungkung, sej bambu.
Hunik, kunyit, kurkuma, kuning; sibalik hunik, senjakala; dipajagarjagar hatana songon na marlompan hunik, mengindahkan kata-katanya seperti orang yang menaruh hunik pada lauk-pauknya; indahan na hinunihan, nasi yang dikunyiti; jumujung hunik, hamil (ka-rena waktu ini para perempuan yang hamil itu membawa dahanon na hinunihan dam gambiri, di atas kepala mereka sebagai penangkal begu (hantu).
Hunsang, kantong dalam pakaian.
Hunseng, tidak tenang, gugup, gelisah.
Hunsi, hinsu, kunci; anak hunsi, = anak hinsu, anak kunci; hunsihunsi, pintu.
Huntal, humuntal, bergoyang, bergetar, gentar, gemetar, goncang mengenai tanah di waktu ada gempa bumi.
Huntam, manghuntam, memberangus, menutup, menyekap; huntam ni horbo, berongsong untuk kerbau yang mau menggigit.
Hunti, manghunti, humunti, menjungjung; humunti pagar, menjungjung penangkal yaitu: hamil, bunting; P.B: sitahan sampuran na so ra mabuk, sihunti dolok na so ra tarhapit, dikatakan terhadap orang yang melawan banyak orang, yang melawan arus; sihunti garar, mereka yang memikul pembayaran yaitu seorang gadis, puteri dari seorang yang berutang; mas kawin akan dibayarkan menutup utangnya bila yang berutang tidak segera dapat membayarnya.
Hunu, sahunu, seketi, 100.000.
Hunur, sej tumbuhan yang buahnya dapat dimakan.
Hupang, kupang bernilai uang, 6 uang, 1/2 gulden.
Hupas, upas, satpam.
Huphup, manghuphupi, menutupi; hinuphupan, ditutup.
Hupi, sihupi, tanaman merambat yang berduri; sihupi tastas, sej yang serupa dengan tanaman tersebut; parsihupian, tempat dimana sihupi tumbuh.
Hur, kur, bunyi yang dipakai untuk mendatangkan angin; hur ro! idem.
Hura, I. kura, cacing tambang dalam perut; II. hurahura, kura-kura; hurahura do ho, kura-kura kau, dikatakan mengenai orang yang suka mempunyai sesuatu, tetapi karena ia memperolehnya, ia berlaku seolah-olah ia tidak memperdulikannya seperti kura-kura yang mau keluar dari air tetapi tidak bisa.
Huraba, manguraba, lari dari kampung dengan ternak di waktu bahaya yang mengancam; pangurabaan, pondok dimana orang berpenyakit lepra ditempatkan.
Hurabot, tali dari kulit untuk mengikat besi baliung pada tangkainya (= hulamot).
Hurador, kulit tipis di daging.
Huraja, marhurajai, pembicara sopan yang sering menyebut mitra bicaranya “rajanami”.
Hurak, manghurak, menggali, mengorek, mengeruk.
Hurambit, keris yang bersarung.
Huranda, datu huranda bosi, kaki ayam bagian kiri pada manuk di ampang.
Hurang, kurang, terlalu sedikit, tidak cukup; hurang balga, tidak cukup besarnya; hurangan, dalam keadaan kekurangan (dengan atau tanpa di); manghurangi, dikatakan mengenai seseorang bahwa kelakuannya adalah tidak baik, jadi menegur dia; manghurangi ibana mida donganna, ia menegur teman-temannya karena ada hal yang tidak disenanginya; marparhurangi, idem; marhurangnai rohana, tidak menyenangi hatinya, dia merasa tidak senang; hurangnai, tidak cukup; huranghurangan abarangku, diucapkan oleh seorang ibu yang letih karena menggendong anaknya, kata loja dijauhkannya, kalau tidak ia akan takut tidak akan memperoleh anak lagi atau anaknya akan mati; marnahurang, tidak mencukupi, tetap saja kurang; hurang pe so jadi, lobi pe so jadi, tidak terlampau banyak, tidak terlampau sedikit.
Hurangkam, sekam yang jatuh sewaktu mengerik.
Hurape, nae harhar hurape, = boru na mora, lih boru.

Huratari, urat yang menutup jaringan tubuh.
Hurbe, menjadi nampak, terbuka; sibuat na humurbe, seorang yang mau memiliki segala-galanya yang dilihatnya.
Hurbit, manghurbit, mengambil sedikit.
Hurdo, bunyi untuk menenteramkan anak; panghurdohurdoan, keranjang yang digantung untuk menenangkan bayi, ayunan; manghurdohurdo, meninabobokan.
Hure, hurehure, diulurkan mengenai lidah; pahurehurehon, mengeluarkan lidah. Hureta, kereta; hureta api, kereta api; marhureta, berkereta, pergi dengan kereta, naik kereta kuda.
Hurhe, hurha hurho, bunyi memanggil ayam.
Hurhur, I. manghurhur, memarut (hurhuran, parutan). II. kerak nasi.
Huria, I. huria rohana, caranya berpikir adalah kekanakanakan. II. perkumpulan politik atau jemaat Gereja; kepala huria, kepala raja yang menguasai negeri; jamita huria, sejarah Gereja.
Huridap, tempayak dari heat.
Huring, sihuring, nama yang diberikan kepada binatang-binatang yang berloreng msl harimau atau kucing.
Hurja, bunyi memanggil babi supaya datang makan ke palungnya.
Hurla = ulla.
Hurlang, nama daerah antara pantai Barat dan Silindung; juga: hullang.
Hurmuk, denderung mengenai sayap ayam sedang mengeram; manghurmuk, menutupi anak ayam atau telur dengan sayap.
Hurpas, manghurpas, menokok sesuatu msl tembok.
Hurtik, manghurtik, menyentuh sedikit, menyenggol sesuatu msl ikan yang menyentuh umpan, itu menyebabkan pancing bergerak; humurtik, bergerak, digoyang, digetar. Hurtut, humurtut, berkerut msl kulit, daun yang layu; mangurtut, takut, menyeramkan, menciut ketakutan.
Huru, huruhuruan, sangkar burung.
Huruk, gemuk; huruhan, gemuk mengenai ayam; marhuruk manuk, ayam itu mau mengeram; simarhuruk, ayam (And).
Hurum, rahang, pipi, pelipis; hurumhurumon, sakit tulang rahang, sakit pada pipi; mangan di balian di hurumna, membeli sesuatu dengan uang pinjaman.
Hurung, I. nama bulan ke-12; hari ke-29 pada penanggalan. II. kurungan, penjara, rumah tahanan; manghurunghon, memenjarakan, menangkap; tarhurung, tertangkap, terkurung, tertahan, terpenjara; hurungan, penjara.
Husa, I. marhusa = humosa, siuman. II. marhusa, humusa, mempersiapkan diri, mengadakan persiapan.
Husap, manghusap, mengecap de-ngan mulut; simanghusap, = simanghudap, mulut.
Husari, marhusari, dari: sari, berpikir, menimbang dalam ha-ti, berenung, berefleksi, berjuang dalam hati.
Hushus, wangi, harum; panghushusi, sesuatu yang membuat harum.
Husip, marhusip, membuat sesuatu dengan diam-diam; manghusiphon, membisikkan sesuatu dengan diam-diam; hau na husipon, kayu yang berulat.
Husom, kehitam-hitaman, kotor; cemar; mukanya sedih, muram.
Husor, humusor, berputar-putar, berpaling; panghusor, hal berpaling, berbalik; pahusor, memutar, membalikkan; dipahusor dibagasan rohana, ditimbang, dipikir dalam hatinya; marhusor, bergeser, berputar, berkisar, berpusing-pusing me-ngenai air.
Husuk, manghusuk, menggoncang-goncang msl buah kelapa ataukah ia baik atau tidak.
Huta, desa, kota; marhuta, berkediaman di kampung; marhuta sada, berjalan-jalan, tidak tinggal di kampung, keluar kota, bepergian; huta sabungan, ibu kota, kampung induk; parhutaan, pemukiman, perkampungan; pardihuta, bini, isteri, yang bertugas di desa, (lawan parbalian); tarhuta, diketahui orang didesa bahwa orang berutang banyak; marhutahuta, mainan anak-anak bangun kampung-kampungan; raja hutam sesepuh kampung; Huta Raja, Huta Talun, Huta Pea, nama desa, nama kampung.
Huthut, = hurhut, melisutkan.
Hutik, humutik, bergerak); na saramba na humutik, sebanyak semak-semak yang bergerak (karena angin); artinya: tidak terhitung banyaknya; ndang tarhutik, tidak bisa digerakkan, tidak bisa dibawa.
Huting, kucing.
Hutinsa, jawaban orang kepada siapa diberikan teka-teki, lih huling I.
Hutol, manghutol, mengguncang msl pohon kayu, menggoyang pohon kayu.
Hutu, kutu; manghutui, mencari kutu orang; hutu ni asu, kutu anjing.
Hutuk, = husuk.
Hutur, manghutur, menggoyang, bergetar, menggoncang sesuatu; humutur, goyang, bergerak, tergoncang; na sahutur, sebanyak yang digoyang angin, artinya: dalam jumlah besar; tarida hinutur, nampak bergerak semak persembunyian binatang buruan; tertangkap basah dari tanda-tanda tertentu.

I.

I, kata penunjuk: itu, situ, sana; ditempatkan di belakang kata benda, kata sifat atau kata kerja; jabu i, rumah itu; halak na mate, orang yang mati itu; huboto do i, saya tahu itu; i do, begitulah, ya itulah; i do? apakah demikian? begitukah? ibana do i, dialah itu; i do ujungna, itulah akhirnya, penghabisannya; di na laho i hami, di saat kami pergi itu.
Ia, I. kalau, jika, bilamana; ia olo ho, jika engkau mau; ia molo, = molo. II. mengenai (= anggo, ianggo); ia bada i nunga montok, mengenai perselisihan itu, itu sudah berhenti. III. ibana, ia, dia (Angk). IV. mariaia, bersorak-sorak karena gembira, bersukacita.
Iale, seruan tanda berdukacita, wah, aduh, wahai, alah ya; mariale, mengaduh, menyerukan “oh”.
Ian, mian, bermukim, berdiam, tinggal, berkedudukan; ianian, hal mengenai tinggal, kediaman; lambas ni roha ni raja do ianian ni jolma di huta, kemurahan hati raja membuat supaya orang tinggal di desanya (karena merasa kerasan, senang); paian, membuat agar tinggal; parmianan, tempat orang menginap atau berkediaman, menumpang, pemukiman.
Ianakkon, anak tanpa membedakan kelamin; marianakhon, beranak, mempunyai anak.
Iang, = sangap.
Ianggo, kalau, mengenai, tentang (= anggo).
Iangiang, pujian, penghormatan, kemasyhuran, kemegahan, kemuliaan; mariangiang, menggema, menjadi termasyhur, terberita, terpandang.
Iap, cantik, elok, tetapi tidak tahan lama msl bahan pakaian.
Ias, bersih, jernih; ias ni roha, kebersihan hati, rela, ikhlas; haiason, kebersihan, kejernihan, kesucian; paiashon, membersihkan; mengembiri binatang; ndang tarpaias, tidak bisa dibersihkan; manariashon (dari tariashon), membenarkan, membuktikan perkara; ditariashon hatana,ia membenarkan dirinya; sipaias, bintang timur; juga: ketam yang halus.
Iasa, = na tung, kalau kau sudi, pada permulaan doa persembahan.
Iba, kata pengganti orang, orang, sendiri dalam arti aku, saya, awak; rohaniba, pikiranku, pikiran diri pribadi; didok rohaniba, saya rasa, sangka, pikir, pikiranku; hansit rohaniba, sakit hati ini, sakit hati awak, itu menyakitkan hatiku; ibangku, = diringku, diriku, pribadiku.
Ibana, ia, dia (sebenarnya: dirinya).
Ibebere, keponakan, tapi hanya anak-anak saudari, anak saudara perempuan; (lih: bere).
Ibo, = asi I (Angk). Ibor, = lih sibor.
Iboto, saudara laki-laki seorang perempuan, saudara perempaun seorang laki-laki; anak perempuan saudara laki-laki ayah; saudara perempuan dari lae (ipar); ito vokatif dari iboto; pinoribot, = iboto.
Iburu, cemburu; pangiburuon, iri hati, kecemburuan, sifat cemburu; mangiburu, cemburu, merasa iri, menaruh dengki; masiburuan, saling mencemburui, masing-masing cemburu.
Ida, mida, marnida, (dari marniida), melihat, menengok; mida, sebagai kata depan: tentang, terhadap; las rohangku mida nasida, saya bergembira terhadap mereka; muruk do raja i mida naposona, raja itu marah terhadap hambanya; asi ma roha ni Debata mida ahu on, semoga Tuhan mengasihani aku; mida disi ma, = niida disi ma, melihat disitulah; idaon ma, itu harus dilihat dulu; idaidaan ni datu, = alatan;paidaida, melihat, menonton; parnidaan,penglihatan, penglihat; tarida, kelihatan, dapat terlihat; ndang tarida, tidak nampak, tidak kelihatan; pataridahon, memperlihatkan, me-nampakkan, memberitahukan; hataridaan, nampaknya, tampaknya; masipaidaan, saling melihat, saling melihat kembali; mangidai, ingin melihat sesuatu, meminta; mangidai sipanganon, mengingini makanan; na so dung songon i mangidai rohangku, semacam itu belum pernah aku melihatnya; hataridaan, mulai nampak; luhut nasida hataridaan jambar, mereka semua mempunyai harapan untuk mendapat bagian. Idagoe, lih dago dan doge, seruan tanda heran.
Idi (bdk didi), maridi, mandi; paridion, tempat mandi, permandian; aek paridian, air mandi; paridi (diparidi): mandi di sesuatu.
Ido, mangido, meminta, memohon, menagih (dipangido) mengingini; paido, idem; mangidoido, meminta-minta; simangido, tangan (And); mangido tangan, mau dipukul, ingin dipukul; pangidoan, permintaan, permohonan, doa, keinginan; siat pangidoanku,permintaanku berkabul; pangidoan, juga = parsorion, nasib, takdir (apa yang diminta tondi); mangidohon, meminta sesuatu.
Idop, midopidop, berkedip-kedip, mengedipkan mata, ingin melihat sesuatu yang diingini; mengenai orang miskin mengingini barang orang kaya.
Idzin, izin.
Iduk, miduk, terkumpul, terhimpun, terkumpul dalam jumlah cukup banyak; pariduhan, celengan; tempat sampah untuk makanan babi; paidukhon, menghimpun sedikit demi sedikit, mengumpulkan benda-benda kecil.
Idup, I. paidup, = papungu. II. debataidup, arca kayu dari pasangan suami isteri leluhur, dua gambaran yang diukir dari kayu, kepada gambaran ini orang menghadap bila menghendaki anak laki-laki menaruh gambaran wanita itu di punggungnya. Perempuan mengambil gambaran laki-laki dan dengan demikian mereka mengadakan arak-arakan keliling rumah. III. idup, = isap; pangidupan, = parisapan.
Idut, mangidut, demikian dikatakan sewaktu main judi dengan uang logam yang bila dibuang kedua logam tersebut gambar ayam jantan berada di atas.
Iesuang, mariesuang, lih isuang.
Igar, asam, sesuatu yang asam rasanya karena tunas bambu direndam; mangigari, mengasami rebung; niigaran, diasami; tuak igar, tuak yang asam.
Igil, mangigil, meminta tambahan msl pada pembelian; dipaigiligil saduit, dia tawar seduit; igiligil, tambahan cuma-cuma pada barang yang dibeli.
Igim, sipanganon na niigimigim, makanan yang diuntukkan.
Igit, benih laki-laki, sperma, air mani (lebih halus ialah boni).
Igung, hidung; mangigungigung, mencium mengenai anjing mencari bekas.
Ihal, pangihalihalan, menyepak-nyepak kebelakang mengenai kuda yang dilepaskan.
Ihan, ikan besar; ihan paus, ikan paus; ihan mera, ikan laut yang besar; ihan habaro, ikan laut.
Ihe, mariheihe, meringkik mengenai kuda.
Ihit, kata penutup dari ratapan (= andung). Ihot, ikat, pengikat, tali, rantai, simpai, gari; mangihot, marnihot, mengikat; tarihot, terikat, kena ikat; raja do ihot ni uhum, raja adalah pengikat hukum; P.B.: hori do ihot ni doton, hata siingoton, rami adalah pengikat jalan, orang harus mengikat janji, perkataan jadi pegangan; ihotihot, tali yang mengikat, ikat
pinggang; na so marihot, yang tidak bersiasat; gambalgambal na so marihot, orang-orang kecil, masa yang tidak bersiasat, orang kecil tanpa pegangan.
Ihur, ekor; mangihuri hori, memintal rami menjadi tali; simorihurihur ni asu, tumbuh-tumbuhan yang daunnya ditarok pada luka; manginjam ihur ni hoda, berpamer dengan barang orang lain; ihur ni hata, ekor kata, kata tambahan yang licik pada pangkal cerita; ihur porang, = tunggal ni janji, pemegang kas pada perjudian.
Ihut, ikut, turut; mangihut tu, mengikuti, seturut; mangihuthon, mengikutkan, menuruti; paihuthon, mengikut sertakan, memberikan terhadap seorang yang mati aneka barang untuk dibawa ke kuburan; mangihut pinahan, menggembalakan ternak; ihutan, pemimpin, yang diikuti; raja ihutan, anutan, raja, kepala; mangihuti, (dipangihuti), mengikuti; pangihut, kata halus untuk anjing; paihutihut rura, mengikuti lembah; ndang loja aek paihutihut rura, air tidak lelah mengikuti lembah-lembah, artinya: kata hiburan untuk orang yang mau meninggalkan pekerjaannya; pangihuti, satu dari empat (ogung); ihut tusi, sesudah itu, menyusuli, berikutnya.
Ijeng, marijengijeng, melompat-lompat, melonjak-lonjak.
Ijo, hijau.
Ijor, ijorijor, sej ulos; ijorijor lobulobu, ulos seperti keluar dari pertenunan, belum dipotong menjadi ulos ni tondi.
Ijuk, ijuk.
Ijur, I. lih tijur, liur, air ludah; manghailhon ijur ni deba, merasa dirinya malu bahwa orang bisa jadi hina di muka orang banyak. II.mijur, turun, direndahkan, diturunkan, dihinakan; paijurhon, menurunkan, merendahkan, menghina; hamimijur, hal menurunkan; haijuran, 1, tangga 2. hukuman (uang) yang harus diberikan oleh paranak bila gadis yang telah bertunangan dan tinggal di rumahnya, tetapi akhirnya tidak mengawini anaknya laki-laki.
Ila, rasa malu, kemaluan; maila, malu; maila ibana mida amana, malu dia terhadap bapanya; ndang diboto maila, dia tidak tahu malu, tak tahu malu; tarila, menjadi malu, memalukan, mendapat malu; hailaon, yang memalukan; hailaan, kemaluan; kata yang kurang sopan; juga: mereka terhadap siapa orang merasa malu; manghailahon, malu akan; pailahon, memalukan orang, membuat malu; marhahaila, berperasaan malu; na so marhahaila, tak merasa malu.
Ilaila, daun bunga dimana bunga berada; juga daun dalam mana orang menampang tuak sebelum ia menetes ke dalam tabung yang tergantung di bawahnya.
Ilang, mangilang, memeras air dari tebu.
Ilas, mangilas, dengan perubahan tingkah laku menandakan bahwa orang akan segera mati; menyerbukan diri ke dalam sengsara; pangilason, perubahan tingkah laku yang mengherankan, tanda telah dekatnya maut; pangilasan, celaka yang dibuat sendiri; sintak sangilas, mati sekoyong-koyong msl karena kilat atau tembakan.
Ilat, ilat ni on, cacing yang keji (mungkin pendekan dari pilat).
Ili, pemilih, tidak senang dengan apapun msl seorang gadis yang tidak berkenan dengan seorang pemuda; miliili, suka memilih, tidak senang dengan suatu apapun.
Iligi, mangiligi = ligi, mangaligi, melihat, mengunjungi.
Ilik, cicak, kadal.
Iling, cenderung ke samping (bdk eleng); miling, menyenderung ke samping; juga: disimpangkan mengenai aliran air; pailing, mengalirkan air ke tali air lain.
Illa, marillailla, bersorak-sorai karena orang lain mendapat celaka; na boru illa, sanggapati na bolon, nama dewa yang memberi kemenangan. Illong, millongillong, berkilau-kilau, mengeluarkan cahaya dalam kegelapan msl mata kucing.
Ilop, milopilop, bersusah payah kerena pergi dengan tangan hampa.
Ilsop, milsopilsop, tumbuhan yang tidak dipelihara, mau mati.
Ilting, sangilting, sedikit sekali.
Ilu, air mata; marilu-ilu matana, dia tangis; tariluilu matana, ro ibana, idem.
Ilung = aek beu, getah bening.
Ima, maimaima, tunggu, menunggu, menanti; maimaimahon, menantikan seseorang atau sesuatu; paima, tunggu, sebagai kata depan: sampai mengenai waktu; paima masa gotilon, sampai panen.
Iman, mangiman, mengintai, mengamat-amati, memperhatikan secara diam-diam.
Imana, = ibana.
Imbabo, susu pendahulu sebelum susu biasa keluar, kolostrom.
Imbahoan, parimahoan, = partimbahoan, (bdk timbaho).
Imbalo, embalau, getah meang, yang dipakai untuk mengikatkan gagang pisau pada besinya.
Imbang, isteri kedua, madu, hanya isteri pertama memakai istilah ini; marimbang, bermadu; imbang ni goar, nama kedua, nama julukan; na marimbang goar, mempunyai nama ke dua, nama julukan.
Imbar, perbedaan, perubahan; ndang dia imbarna, tidak ada perbedaannya, serupa, sama; mimbar, berubah, menjadi lain; mimbarimbar, sering berubah; paimbarhon, mengubahkan; paimbarimbar rupa, paubauba tompa, menyamarkan dirinya, bersalin pakaian; sipaimbar, gambaran manusia yang diperbuat dari tanah dan dipasang pada suatu tempat agar begu berpikir bahwa gambaran itu adalah orang sakit itu; palaho sipaimbar, menempatkan gambar manusia (seperti disebut di atas).
Imbaru, baru; paimbaruhon, memperbaiki.
Imbo, sej monyet; marimboimbo jalang, luntang-lantung; P.B.: dapot imbo dibahen soarana, dapot ursa dibahen bogasna, imbo dapat karena suaranya, rusa dapat karena bekasnya.
Imbul, tarimbul, lih imbulu.
Imbulu, bulu pada tubuh, pada burung; marimbulu, berbulu; parimbulu bosi, pahlawan dalam dongeng Batak, yang berbulu besi; manindang imbulu, merinding bulu roma, ketakutan; na imbulu gaburon, bulu-bulu kulit bangkit, tidak letak, suatu tanda bahwa ada penyakit; tarimbul, tercabut bulu, mendapat malu.
Imbung, = mangibung, lih timbung.
Imbur, = simbur I.
Imburu, cemburu, lih iburu.Imong, marimongimong, berjalan cepat (bdk emong).
Imos, marimosimos, melarikan diri.
Impas, = timpas, lengkap; mangimpas, dalam keadaan lengkap.
Impi, lengkap terkumpul; paimpihon, mengumpulkan.
Impit, mangimpit, memelas-melas minta sampai dapat.
Impol, kepingin, kangen, tergiur; impol matana, ia kepingin (mida), tergiur, kangen sekali; impol ni mata, keinginan, dambaan; manghaimpolhon, mengingini sesuatu, mendambakan.
Impola, daging (lawan sop); juga: daging buah-buahan; huahuana di ahu, impolana di ibana, kuahnya buat aku, dagingnya buat engkau; hata na so marimpola, ucapan tak berisi, omong kosong
Impot, marimpotimpot, berada di kejauhan, tidak nampak lagi, jauh tak terjangkau; holom na marimpotimpot, gelap gulita, kegelapan yang luar biasa.
Imbung = imbung; mangimpung, melompat ke bawah, bdk timbung.
Impu, =impi; paimpuimpu, menghimpun, mengumpulkan.
Imput, bulu pada burung, bulu dan wol pada kulit binatang; marimput,mempunyai bulu, berbulu; P.B.: digulut ho do imput ni leangleang, ditumpul ho alogo, digomak ho do gubogubo, engkau rebut ekor burung walet, kau pancung angin, kau cengkram buih, artinya: kau kerjakan kesia-siaan.
Ina, ibu, saudara-saudara perempuan ibu juga disebut demikian, isteri pakcik dari pihak ibu, anak perempuan pakcik dari pihak ibu; inaina, perempuan-perempuan yang telah kawin; ina ni surat, ke-19 tanda tulisan Batak (Aksara Batak); ina ni tangan, ibu jari, jempol; ina ni hata, pokok pembicaraan; ina ni ulaon, yang terpenting pada pekerjaan; ina ni jambar, bagian daging yang terbesar; ina ni hau api, kotak korek api; marina, mempunyai ibu, beribu, berinduk; marinahon, beribukan, berindukkan; parinaan, sepasang binatang, ternak betina; masiparinaan, mencari isteri (kurang halus); painahon, ternak betina dipakai untuk dipelihara msl ayam, kerbau; siparinaon, setiap perempuan yang menurut adat harus dianggap sebagai ibu msl isteri pakcik (adik ayah); inang, = inong, o ibu; dan merupakan seruan tanda susah hati, keheran-heranan; inanginang, isteri-isterian; isteri (kurang halus); diparinanginang, diperlakukan seperti isterinya; inang tua, mak tua, isteri abang ayah; juga kakak ibu dan semua ibu dari marga yang dipanggil abang oleh ayah; si inaina, suami dibawah perintah isteri, pengecut.
Inang, lih ina.
Inda, atau lebih baik: nda: bukan? Dalam kalimat yang mengharapkan jawaban yang mengiakan, yang membenarkan, bukan?
Indada, tidak = ndada.
Indadong, ndang adong, tidak ada.
Indahan, nasi lih dahan; parindahanan, sumpit nasi, bakul tempat nasi.
Indang, I ndang, tidak; indang adong = indadong. II. indang, mangindangi, mau kembali lagi, kambuh penyakit; mangindangi isara, terpaksa menyesuaikan diri melalui kesusahan msl cuaca lain, menderita suasana baru.
Indap, = intap.
Indat, = intap, dalam, selama.
Indeon, ndeon, = (dari: indi on), ini dia, itu dia.
Indi, = ndi, lih ndi.
Indil tidak cukup, tidak berarti, msl sebidang tanah karena kurang luas, mengenai makanan; tingki na indil, waktu yang singkat sekali, seketika, sebentar.
Inding, minding, tukar tempat; mengalir mengenai air; dituangkan; mindinginding, bertukar-tukar tempat; painding, menuangkan, memindahkan benda cair dari satu bejana ke bejana lain.
Indit, mangindit, berdenyut mengenai pergelangan; dengan menambahkan air memeras minyak dari buah atau bunga msl pada buah kelapa. Indo, mindo, mengendap ke dalam air msl kopi; paindohon, mengendapkan.
Indora = andora, dada.
Indot, pohon kayu kecil yang daunnya berminyak, para perempuan melicinkan rambut mereka dengan minyak itu; dari kulitnya dibuat sej rami.
Induk, kepala, penghulu, majikan, pemimpin, atasan; induk somang, tuan, tuan rumah; induk ni parangan, panglima, komandan; marinduk, mempunyai kepala, penghulu, pemimpin; marinduk somang, mempunyai tuan, bertuan, hamba raja.
Indung, mangindung, menyembunyikan diri, bersembunyi.
Ingan, I. maringan, bermukim, berdiam, tinggal; mangingani, mendiami, menjaga msl seorang anak; mangingani jomur: mangingani boru ni tulang, bekerja pada dan menunggunya ‘boru ni tulang’ puteri saudara ibu; mangingani beangon, menemani seorang yang dipasung msl perempuan yang melarikan dirinya dari suaminya dan dipasung. Suaminya datang dan tinggal dekatnya; inganan, rumah, tempat, bak, tempat mengumpulkan sesuatu; maringanan, bertempat tinggal; hainganan, yang dapat didiami; juga: dapat dihuni; ulos pangingani, pemberian, yang diberikan parboru kepada menantu laki-laki kalau ia menjaga isterinya yang lari dan dipasung. Hal ini membuktikan bahwa wanita itu masih milik suaminya; kalau laki-laki itu tidak mau menerima ulos itu artinya: wanita itu harus kembali kepada parboru dan mas kawin harus dikembalikan; pangingan, pengunjung tetap msl seekor harimau yang tinggal di daerah tertentu. II ningan, tadi, waktu yang lewat; naingan on, baru-baru ini; na sai ingan, di jaman purbakala, dahulu, di masa silam.
Ingar, maringaringar, muncul dengan tenaga penuh; maringaringar ari, keadaan udara panas serta menusuk.
Inggal, I. maringgal, berjalan cepat sekali; manginggal, membujuk agar lari cepat msl seekor kuda. II. inggal, manja; hinggalanna, usia anak kecil mulai nakal: 4-6 tahun.
Inggir, inggiringgir, nama tumbuhan yang buahnya dipakai untuk membekukan susu.
Inggo, manginggo, bercerita sambil menyanyi yang dilakukan oleh orang menceritakan turiturian, berhikayat dengan menyanyi; manginggohon, menceritakan sesuatu dengan menyanyi.
Inggol, hau inggolan, sej pohon kayu yang kayunya keras dan kulitnya bertukar; Nainggolan, daerah di sebelah selatan Samosir dan nama marga; P.B.: tanja bulu, tanja nainggolan; na rahanan punu unang dohot mardongan, lebih baik tanpa anak daripada tanpa sahabat.
Inggu, ubat inggu, inggu, penangkal, roh-roh jahat.
Inggunginggung, pipa bambu yang menghubungi pengembus angin dengan api. Inggir, inggiringgir, sej tumbuhan.
Ingkal, mingkal, melompat-lompat berkeliling karena kegirangan.
Ingkat, maringkat, berjalan, lari, berlari, melompat.
Ingkau, laukpauk (sayur dan daging); ingkau rata, sayur hijau, sayur mayur yang segar; sialap ingkau, lidah.
Ingking, mangingking, menciut, mengerut karena kedinginan atau sudah tua.
Ingkon, harus, mesti, perlu; ndingkon, tidak diharuskan, tidak perlu; marhata ingkon, mengharuskan, memerintahkan, memaksa.
Ingol, maingol, na ingol, pekak, tuli; ingolingol badak, pekak seperti badak.
Ingor, mingor, pekak karena hiruk pikuk; sering dengan memakai kata pinggol, telinga; mingor pinggolhu, ributnya bikin pekak kupingku.
Ingot, marningot (diingot), mengingat sesuatu; ingot, ingat; paingot, pasingot, mengingatkan, menasehati; paingothon, pasingothon, mengingatkan, menasehatkan; hata sipaingot, ingatan, teguran; parningotan, ingatan, tanda mata tarsingot roha, tiba-tiba teringat akan sesuatu dengan rasa sayu; taringot tu, tentang, mengenai; manaringoti, memperingatkan sesuatu, menyinggung; tinaringotan, disinggung, diingatkan, disebut; taringotna, disebut sambil lalu; martaringot,disinggung, disebut; marnaingot, lebih sulit atau lebih gampang diingat sesuatu; kata sembunyi: membuang air besar.
Ingul, sej pohon.
Injak, manginjak, menginjak; tano hinainjahan, hinaonjolan, dalam doa resmi: tanah yang diinjak.
Injam, meminjam mengenai benda-benda yang harus dikembalikan lagi (marsali, meminjam benda-benda tetapi dalam bentuk lain dikembalikan msl berupa uang; manginjam, idem; amang na niinjam, dikatakan oleh seseorang janda terhadap suaminya bila ia cepat menjanda; manginjam tongam sian babiat, mulia seperti harimau; painjamhon, meminjamkan (tu).
Ino, marinohon, melihat, diberitahukan; diparinohon Debata ma tu ho pambahenanmi, Tuhan akan memperlihatkan kepadamu, artinya semoga engkau merasai dendamnya.
Inong = inang, lih ina; manginongi, lih juga disana.
Insa, begitu dikatakan orang yang menerima teka-teki sebagai jawaban huling-hulingansa juga ansa.
Insak, manginsahi, mengolok-olok, mencela, menghina, melecehkan, mencerca, mencibiri; insakinsak, cibiran, pelecehan, ejekan, olok-olok; panginsahion, pencibiran, pelecehan.
Insan, parinsan ni bulan, bulan purnama. Insir, manginsir, melata, merayap, menjalar, merambat; mangisiri, secara diam-diam menyelinap.
Insop, manginsop, menjelajahi rumah kerabat untuk mendapatkan makanan.
Insor, sej ikan sungai kecil.
Insua, manginsua, tinggal di rumah orang lain, karena tidak berdikari; sebagai orang luar tinggal bersama famili, menumpang di rumah orang lain; panginsua, orang dagang, orang asing, orang luar, penumpang; panginsuaon, penumpangan.
Intan, mata intan, permata, manikam; marmataintan manghaliangi ugasan ni dongan, mengingini.
Intap, = sintap, hingga, sebatas, paling banyak, sampai mengenai ruang, tempat dan waktu; intap ni on, sampai disini, sebatas ini.
Intar, susu yang dimuntahkan kembali oleh bayi; mintar, memuntahkan susu.
Intas, mangintas, mengusahakan sesuatu dengan gembira, bergairah.
Inte, I painte, = paima, tunggu, harap. II. mangintehon, melihat sesuatu; intehon ma tu pudi, perhatikanlah ke belakang; intean panuluhan songon nidok ni sibaso, akhirnyalah akan membenarkan mereka seperti dikatakan sibaso; intean, juga: alatan.
Intop, mintop, padam mengenai api dan cahaya; mangintopi, memadamkan sesuatu; intop, dihabiskan, habis; paintop, menghabiskan msl uang.
Inu, I, painuinuhon, memelihara, menyayangi, disimpan baik-baik msl peralatan, ternak. II. inuan, sesuatu yang serupa, persamaan, perbandingan; diparinuanhon, memperbandingkan, persamakan; diparinuanhon ho na so hombar, engkau persamakan apa yang tidak sama.
Inum, minum, manginum, minum; minum aek, minum air; mangan minum, makan dan minum; inumon, minuman; siinumon, dapat diminum; aek inumon, air minum; painum (dipainum), meminumkan, menyuruh minum; painumhon, memberikan minum kepada seseorang; panginuman, piala, cangkir, tempat minum; parminum, peminum, pemabuk; parminumon, hal minum; aek na niinum, urine, air kencing, air kemih.
Ioga, maioga, mengucapkan mantera dalam hal mana datu memakai lembing dan pedang untuk mengusir begu; mangiogai, mengancam begu dengan mantera, lih juga oga.
Ioho, wahai! seruan mengaduh dan juga bersorak; marioho, berseru dengan kata ‘ioho’, berwahai.
Iok, boru pangiohiok, = boru na mora, lih boru.
Ipa, mangipa, menunggu sambil mengharapkan sesuatu, melihat dengan tajam msl seekor anjing menunggu makanannya, atau mengenai ikan yang melihat-lihat buah-buahan tergantung di atas permukaan air; paipahon, menyerahkan sesuatu untuk dijaga.
Ipahon, pakan (tenun).
Ipar, seberang, tepi; di ipar ni, di seberang dari; di ipar, di seberang; Sianipar, nama marga; taripar, menyeberang, pergi keseberang; mangipari, menyeberangi; manariparhon, menyeberangkan; hatariparan, dapat diseberangi, tempat untuk menyeberangi; paripar, nyanyian bergilir dalam mana dua orang balas membalas dengan nyanyian senda gurau, yang pertama memulai: pege sangharimpang, halas sahadanghadangan, tole marende ta-ripar, nanget masiajarajaran,jahe serumpun, lengkuas setengtengan, mari bernyanyi keluar, pelan saling belajar; pariparipar, berhadapan; iparipar, = jambar ni bagas, tempat antara perapian dan dinding rumah Batak tradisional; baoa sipatariparon, seorang laki-laki yang harus ditolong menyeberangi sungai, artinya: perangai, sifat yang tidak dapat menolong diri sendiri, orang yang tidak mandiri.
Ipe, = i pe, I. baru ini, baru saja; i pe ibana laho, baru saja ia pergi. II. maka itu.
Ipi, mimpi; mangipi, marnipi, bermimpi; nipi, mimpi, impian; nipi simarnipinipi, mimpi yang tidak mempunyai arti; so huipi i, saya tidak dapat memimpikan itu, itu saya tidak harapkan; na so ipion ni na modom, yang tak akan diimpikan orang tidur; kemiskinan; marnipinipi, memimpikan sesuatu yang dikerjakan di hari siang; juga: berkata-kata sewaktu bermimpi; mangipiipihon (niipiipihon), dengan sesuatu mimpi menentukan sesuatu; manipi, bermimpi tentang sesuatu; parnipian, tempat tidur, tempat dimana orang bermimpi; parnipinipian, cincin yang diletakkan seorang gadis di bawah bantalnya dan cincin mana diperolehnya dari seorang pemuda, untuk dimimpikan atau hubungan mereka itu mendapat kebahagiaan; ndang na jinorot ni nipi, perolehan yang tak dibayangkan sebelumnya; baoa siparnipi, tukang mimpi.
Ipit, bagian mulut alat tiup; ipitipit, bagian mulut, yang dipakai anak-anak untuk bermain-main.
Ipon, gigi seri, dan pada umumnya: gigi; ipon ni hudali, gigi besi pacul Batak; mangiponi hudali, membuat gigi besi hudali; iponipon ni lage, tepi tikar jerami yang dipotong-potong.
Ipos, lipas; iposipos, parut, bopeng, burik, bekas luka; maripos ngolu, bekas luka yang masih hidup.
Ipu, ipuh, racun, bisa yang dipakai untuk membuat anak sumpitan berbisa.
Ipul, kepul, uap yang keluar dari benda panas (badan, nasi dsb); sipangan ipul, gandrung atau suka akan kabar angin.
Ira, mangiraira, mengamat-amati dengan tajam, mengikuti msl pencuri yang melihat-lihat sesuatu yang dia mau mengambil. Iran, I. mangiran, mengintai binatang, memburu binatang; pangiran, pemburu; pangiranan, ladang, tanah, rawan. II. suatu benda dimana benang digulung bersilang; mangiranhon bonang, menggulung benang pada alat pertenunan.
Irang, mangirangi, mencampuri dirinya dalam sesuatu; unang irangirangi, jangan engkau campuri itu.
Irdit, = tuit.
Irdong, mirdong, = mordong, pening, pusing kepala.
Irdop, = hirdop; mirdopirdop matana, mengejap mengenai mata.
Irgis, = tanggiling, tenggiling; irgis do ho, cacian, tenggiling engkau; mangirgis, memecah belah.
Irik, I. mangirikirik, meminta, memohon. II. pairikirik, berturut-turut.
Iring, mangiring, menuntun seseorang dengan menyuruh dia berjalan di muka untuk melindunginya; mangiring horbo, menghalau kerbau ke muka; pangiringiring, pelindung, ucapan selamat: sarimatua hita jala pairingiring pahompu, semoga kita lanjut usia dan mendapat banyak cucu; iringiringon, (dari seorang anak) sudah begitu besar bahwa ia dapat menghantar adiknya ke tempat mandi.
Iris, mangiris, iris, mengiris; sangiris, sepotong kecil; hurang sangiris so sabalanga, kurang sedikit supaya mencukupi.
Irisanna, Timur laut.
Irjak, mirjakirjak, melompat-lompat karena kegembiraan, kegirangan.
Irput, mairput, merasa sangat malu; mairput panailina, dia merasa malu; na so mairput, dia, yang tidak malu.
Iru, hairuan, = harugian.
Irun, mangiruni dalidali, mencabut kacang.
Is, urine (kurang halus).
Isaisa, begu yang jahat; sej burung kecil mirip amporik.
Isang, I. isangisang, rahang bawah, dagu; isang ni bonang, tempat berbonggal-bonggal pada benang; martungkol isang, duduk bertopang dagu; mangisang, melihat sesuatu sedang dagu diletakkan di sesuatu. II. tarisang, tidak kena pukulan; songon baliung na tarisang, sebagai kapak yang tidak kena sasarannya, sangat kecewa.
Isap, isap; marisap, merokok; mangisap, merokok sesuatu; parisapan, apa yang dirokok msl sigaret, tembakau.
Isara, cara, sifat asli, perangai; ndang taranju ahu isaram, saya tidak bisa membiarkan caramu; isara di, seperti halnya pada; isara di horbo, seperti halnya pada kerbau; mura galak rohana isara ni rabuk, hatinya gampang marah seperti pada mesiu; jolo marbunga asa marparbue isara di suansuanan, lebih dahulu berbunga baru menghasilkan seperti halnya pada tanam-tanaman.
Isarat, ubat isarat, memakai obat tanpa mantera, tanpa resep dokter.
Ise, kata pengantar tanya: siapa? manang ise, siapa, dalam pertanyaan tidak langsung; ise goarmu? siapa namamu? isem, bagaimana pertaliannya dengan kau? iseiseon di si anu, menanyakan seseorang; pangiseon langkahku, ditanya orang apa maksudku, begitulah kata seseorang pencuri sewaktu ia di tengan jalan ditanyai kawan-kawannya.
Isi, isi, penduduk, penghuni; aha isina? apa isinya? marisi, berisi, mengandung, muat; marisi aek, berisi air;mangisi, mengisi; mangisi bodil, mengisi senapang; pangisi, penduduk, penghuni; isian, tong, bejana, tempat menyimpan.
Isin, = idsin, izin.
Isir, misir, berdiri dan pergi; mangisir, memerintahkan pergi; paisir, menjauhkan.
Isok, sej penyakit dada; isihon, menderita ‘isok’; siadu hoda ho na eangon, pangarima ho na isohon, engkau yang berpenyakit kaki, engkau mau mengejar kuda, engkau yang berpenyakit dada, mau menggali rawan artinya: engkau lebih banyak mengerjakan daripada engkau sanggupi.
Isu, isuisu, sej burung yang berdiam di pasir, di sungai.
Isuang, (mungkin dari: e seangna i = e magopona i, percuma) seruan mengenai derita: wah! aduh! oh! marisuang, berseru: aduh!
Isuisu, sej burung yang berdiam di pasir, di sungai.
Isuk, gusi yang bengkak dan bernanah; isuhon, menderita penyakit isuk.
Ita, kita; itabahen, kita buat.
Itak, tepung beras; mangitak, membuat tepung yaitu menumbuk beras.
Itenang, = atena, seperti ia mau, tidak persoalan untukku, bagiku adalah sama, biarlah.
Iting, miting, membuang air besar, berak.
Itit, clitoris, belentit.
Ito, vakatif dari iboto.
Itok, sej ikan di sawah; songon bubuon itok, seperti menangkap itok dengan bubu; bila masuk seekor, semua ikan lain
mengikuti dia; artinya: orang-orang yang baik tetapi sedikit bodoh, gampang masuk perangkap; itokitok, penyakit perut dimana gatal perut seperti ada itokitok di dalamnya.
Itom, warna biru nila, biru tua, hitam dibuat dari team atau salaon; mangitomi, dibuat berwarna biru tua; mangitom udan, warna langit menjadi hitam, pertanda hujan akan datang; maritomitom, berwarna biru tua msl laut.
Itu, maitu, berganti gigi mengenai orang dan binatang, rontok mengenai gigi; maitu ipon mangangkupi si anu, tanggal giginya kalau ia berbicara dengan si anu, artinya: ia menjemukan.
Iu, ikan hiu.
Iup, mangiup, meniup, mengembus.
Izin = idsin, isin; surat isin, surat izin.

J.

Ja, I. singkatan raja di muka nama-nama msl ja mangaris. II. mauja, berbicara (mungkin dari kata dasar: ujar).
Jaba, jabajaba, tali yang dimasukkan ke dalam hidung kerbau yang dilubangi dan dibuat pada tanduknya; manjabajabai, melilitkan tali itu pada kerbau seperti itu; marjabajaba, memakai tali seperti itu.
Jabang, marjabangjabang, cepat mengalir mengenai air dan darah.
Jabat, tang, sepit pada binatang; manjabat, mencabut; jabatan, pekerjaan, kerja.
Jabijabi, juga: jabijabi aek, pohon beringin, pohon besar berakar bergantung.
Jabiajabia, sej burung; juga: tukang ngadu, pemberi tahu, penghelat.
Jabu, rumah; jabujabu, rumah kecil sebagai main-mainan a-nak-anak; dongan sajabu, kawan serumah; piga hamu sajabu, berapa orang kalian serumah; marjabu, mempunyai rumah, mendiami rumah, berumah; bagian-bagian rumah Batak: jabu bona, bagian belakang sebelah kanan, tempat yang terhormat; jabu sahat, kiri depan, tempat yang terhormat kedua; soding jolo, kanan depan; soding pudi, sebelah kiri belakang; jambur, tepat antara tempat api dan dinding; hosa ni ruma, garis pertemuan jabu bona dan soding pudi; pandiloan, jendela kecil pada dinding; bolat talaga, sambungan hosa ni ruma dan tangga. Jabung, marah, garang.
Jabut, bulu kulit di atas dada; sabut dalam buah pitola atau sabut pada kulit harambir (= sabut).
Jadi, manjadi, jadi, menjadi, terbentuk, berhasil, berwujud; manjadihon, menjadikan, membuat, mencipta; tarjadihon, idem; jadijadian, benda-benda yang dibuat dengan tangan, barang seni, buatan, ciptaan; pajadijadi hata, menyebarkan kabar angin. II. jadi, boleh, diperbolehkan, dapat; jadi ma tutu, itu baik; ndang jadi, tidak diperbolehkan, tidak dapat, jangan. III. jadi, dan, sehingga, menyambung dan juga mengantar kalimat-kalimat; ja-di adong ma sada halak, maka, adalah seorang.
Jae, I. hilir (lawan: julu); jaean, daerah yang letaknya ke arah hilir; pahae, nama wilayah (daerah itu letak ke arah hilir); aek pahae, linta pahulu, air ke hilir, lintah kehulu; tu julu dapot bubu, tu jae dapot tanggal, kehilir kena pukat, ke hulu kena bubu. II. manjae, mandiri, otonom, menyendiri, mengurus rumahtangga sendiri, berdiri-sendiri, berdikari; pajaehon, memandirikan anak baru kawin. III. jae ma i, = nata, sudah bagus, saya akan mengingatnya, oke.
Jaga, manjaga, menjaga, mengawasi; jumaga, idem; marjaga, berjaga; jaga dirim, jaga dirimu; jaga, waspada; jagaon, hal-hal yang harus dijaga; parjaga, penjaga; manjagai, menjagai, marjagajaga, berjaga-jaga, dilindungi oleh seorang penjaga; juga dukun yang mengusir hantu-hantu; jagalumpat (juga gajalumpat), gerobak sorong, menara kayu yang dipakai mengintai atau melompati benteng kampung musuh.
Jagal, daging yang disembelih dan dijual pada umumnya; barang dagangan; marjagal, menjual daging, berdagang.
Jagar, indah, tampan, bagus, elok, dihiasi, penuh hiasan, apik, tertata bagus, bersemarak; sipajagarjagar, hiasan, penyemarak; jagarjagar, hias kepala, hiasan; pajagarhon, menghiasi, memperindah; pajagarhon hata, menghiasi kata-kata; jagarna di hunik, hus-husna di baoang, terlihat cantik macam kunyit, tercium harum kayak bawang, begitu dikatakan bila orang yang membuat sesuatu yang sederhana, yang telah dihiasi msl makanan; sijagaron, = gading (And).
Jagir, manjagiri, menyisir rambut.
Jagit, manjagit, = manjalo (Angk).
Jagoa, sijagoa, = sijaga sijagoa, jari manis.
Jagung, jagong; sataon jagung, satu tahun jagung, yaitu tiga bulan.
Jagur, keriting (rambut).
Jaha, manjaha, = jumaha, membaca; jumahai, banyak membaca; pajahajaha, sering membaca; pajahajaha ni roha, terka, sangkaan; jahajaha ni parmanuhon, membaca ayam, membaca ramalan; parjahajaha di bibir, parpustaha di tolonan, orang yang gampang menjawab seolah-olah ia membaca isi hati, seolah-olah berkata-kata berada dalam kerongkongan seperti buku, sangat fasih berbicara.
Jahat, jahat, keji, juga: jat; hajahaton, kejahatan, kekejian; parjahat,penjahat; manjahati, membuat kejahatan terhadap orang; sibahen na jahat, penjahat; jahatna i, jahat kali dia.
Jahur, salah, keliru, yang membuat orang heran mengenai kata-kata.
Jahut, manjahuti, mendahului, memotong bicara, mendahului bicara orang; manjahutjahut, mendorongkan diri ke muka, mau mengungguli orang dalam pangkat.
Jail, manjail, menyampakkan jerat untuk menangkap sesuatu, mengikat orang dengan jerat; jailan, diikat dengan jerat.
Jais, kurang ajar, tidak tahu adat, kasar, tidak tahu malu; jais marpangalaho, berlaku kasar, kurang ajar, congkak; jais mangkuling, kasar dalam perkataan, kurang ajar, bicara sesumbar; jais marabit, berpakaian tidak senonoh; jais mangalangka, berjalan angkuh.
Jait,I. jahit; manjait, menjahit; tukang panjait, tukang jahit; roda panjait, mesin jahit. II. jait, rantai dari kuningan pada mana raja membawa tas.
Jaitjaiot, marjaitjaiotan, ku-sut, ruwet. Jajajaja, menggalakkan, mengajak (= juju) msl seekor anjing; pajajahon, menggalakkan atau mengasut orang atau anjing agar memburu.
Jajang, manjajang, menyokong seseorang dengan kata-kata dan uang.
Jajap, dahan yang bengkok; manjajap, menarik jalur di ladang dengan pacul melawan tikus (jalur disebut bontis).
Jajo, marjajo, keluar menjadi pekerjaan.
Jakjak, = gakgak, tegak berdiri mengenai bulir padi dan bunga; panjakjak, membawa secara tegak lurus.
Jala, I. jala; manjala, menangkap ikan dengan jala; panjala, perbuatan menangkap ikan dengan jala; manjalajalai, mengikat dengan banyak tali. II. dan sebagai kata penghubung: sambil, dan juga, lagi pula.
Jalak, manjalahi, mencari; jalakjalak, cari-carian, sibuk dengan mencari. II. sej pohon kayu berdaun seperti jari-jari.
Jalang, I. pergi merantau, bertualang, menjadi liar mengenai binatang, tanpa tujuan tertentu mengembara ke negeri asing mengenai pemuda; laho jalang, pergi mengembara, merantau; parjalangan, negeri asing, daerah asing dimana orang mengembara, perantauan; horbo jalang, kerbau liar; boruboru sibabi jalang, sundal, pelacur; anak bodil jalang, peluru yang tersesat, nyasar; dipajalang horbo, dibiarkan kerbau berkeliaran daripada digembalakan; jalangan, padang rumput, tempat ternak makan rumput. II. manjalang, menyalam, berjabat tangan sebagai salam atau sebagai tanda berdamai.
Jalapjap, manjalapjap, menelan sewaktu makan, makan dengan lahap.
Jaljal, manjaljal, mencincang daging; manjaljal hata, mempersiapkan secara konkrit sampai ke detailnya.
Jalengjeng, bengkak, tipu daya.
Jalihot, marjalihotan, pajalihot, berbelit-belit mengenai sulur-suluran.
Jalimut, masijalimutan, kusut mengenai benang, kusut masai.
Jalin, manjalin, jalin, menjalin, terlilit, kena lilit; panjalinan, hal mengikat kayu atau pipa, penjalinan; sajalinan, selapisan jerami untuk mengatap, sejalinan; sijalinon = bubu (And).
Jaliot, marjaliotan, belitan, berbelit-belit mengenai sulur-suluran, kusut.
Jalo, I. manjalo, menerima, mendapat, menyambut; manjalojalo, memungut sesuatu; manjalo matangkup, menerima sesuatu dengan gembira, dengan dua tangan, senang sekali menerimanya; masijaloan roha, saling mencintai, cocok satu sama lain, saling mengerti, saling toleran; jalo suhat, seperempat bagian rumah, muka sebelah kiri; II. jalojalo, cepat, segera, langsung, tanpa menunggu, tidak berselang.
Jalop, ndang hajalopan, tidak terjawab, tak teratasi.
Jaluju, manjaluju, menguntak suatu pekerjaan membuat jala.
Jaluk, kiri; sijaluk, orang yang kidal; jaluk, canggung dalam arti kiasannya, apa yang berlawanan dengan keadaan biasa atau alam, salah, berbelit-belit; jaluk ni rohangku, salah menurut pendapatku, tidak tepat.
Jama, jamah; manjama, menyentuh, menjamah, memegang (mengenai pekerjaan); juga: jumama, idem; panjama, perkakas; sijamaon, pekerjaan; na soada jamaon, yang tidak bisa menjamah apa-apa, miskin, tidak punya apa-apa.
Jambak, rambut yang dipangkas istimewa; manjambak, memangkas, menggunting rambut.
Jambala, bdk bala I.
Jamban, jamban, WC, kakus; marjamban, pergi ke WC.
Jambang, I. besar dan melebar mengenai telinga; jambang ni raut, bagian yang melintang pada sarung pisau; jumambang-jambang, memutar dengan telinga atau memukul mengenai binatang. II. keris.
Jambar,bagian, pembagian yang seorang berhak menerima menurut adat; marjambar, mendapat bagian, dapat jatah; parjambaran, penjatahan bagian daging binatang sembelihan yang berhak diterima seseorang; manjambari, membagi dalam bagian-bagian, menjatah.
Jambatan, jembatan (kata asli untuk jembatan: hite).
Jambe, tergantung-gantung mengenai ranting kayu, ekor ayam jantan; manjambe, bergantung rendah; jumambejambe, tergantung-gantung rendah mengenai rambut; sijambe jalang, hantu jahat (begu) yang bisa dikirim oleh dukun membawa penyakit atau perlawanan.
Jambet, tertangkap dalam jerat, terjerat.
Jambu, jambu.
Jambuang, marjambuang, tumbuh dengan subur mengenai tumbuhan.
Jambulan, jambul di dahi, pemuda perlente.
Jambur, I. kampung di pantai; jambur ni gadu, tanah di pematang yang selalu digenangi air. II. tempat antara tempat masuk dan dinding rumah Batak.
Jambut, bulu (anjing, kuda; juga pada tongkol jagung); manjambutjambut, menarik, menyeret seseorang dengan memegang rambutnya.
Jamita, berita, ceritera, khotbah; marjamita, manjamita, berceritera, berkhotbah; manjamitai, menceritakan sesuatu, berkhotbah untuk seseorang; manjamitahon, memberitahukan, menceriterakan sesuatu; parjamitaon, hal mengenai khotbah, perkhotbahan; parjamitaan, mimbar, podium. Jamjam, = laga.

Jamore, manjamorehon, mengakali, mencuri.
Jamot, berhati-hati, waspada, menjaga, memperhatikan; bdk ramot; hajamotan, kewaspadaan; jamot dibahen, utuh dijaganya, dia anggap itu berharga.
Jampal, manjampal, makan rumput di padang rumput; jampalan, padang rumput; jampal = hatoban (= sijampal duhut).
Jampang, anting-anting dari emas.
Jampar, jumampar = mampar.
Jampi, I. tebal, keras, padat mengenai lumpur; manjampi tano, membentuk tanah menjadi tembok, membendung. II. manjampi obat, = manabasi.
Jampor, jamporon, tersesat, tidak nampak jalan waktu malam, tersesat di jalan gelap, linglung.
Jampurut, = hatoban (Angk).
Jandela, jendela.
Jang, manjanghon, menerima, menyambut menampung; panjanghon, penyambutan, penerimaan; beha panjanghononta di ibana? bagaimana kita akan menyambut dia?
Jangak, manjangak, mencuri, merampok, menyamun; panjangahan, tempat pencuri, perampok, penyamun, tempat dimana orang dirampok; pajangakjangak, duduk bermalas-malas. Jangan, na so hajanganan, = na so haunangon, tidak mau dilarang.
Jangatan, = jabatan, tugas, pekerjaan, usaha.
Jangga, = haleon, bala kelaparan.
Janggaleman, sej tanaman yang merambat yang buahnya besar dan merah.
Janggapuri, janggapuri matutung, begu (hantu) yang menyebabkan bala kelaparan atau kekeringan; ranggapuru matutung, idem.
Janggar, I. ukiran pada kepala pandingdingan, perhiasan kepala. II. janggarjanggar, duri.
Janggejangge, terurai mengenai rambut.
Janggele, manjanggelehon utang, tidak membayar utang dengan cara selalu menunda-nunda pembayaran (bdk gele).
Janggiling, janggilingon, kurus karena penyakit atau kutu; babi na janggilingon, babi yang berkutu; masijanggilingon, saling bertahan pada pertempuran, perlawanan.
Jangging, manjangginghon, mengikat.
Janggut, janggut; janggut ni jabu, = tali janggut, tali pengikat urur atap pada tomboman; marjanggut, jangguton, berjanggut.
Jangin, janginon, kurus dan berambut panjang. Jangka, tempat mesiu dari tabung bambu yang kecil dalam mana dimasukkan mesiu cukup untuk satu tembakan.
Jangkang, keras, tetap, keras dalam hal menolak; na jangkang na juara, seorang yang tidak mau diperintah, tiada terlawan; mandapothon tuan na jangkang na juara, kepada tuan yang mulia.
Jangking, manjangking, membuat muatan di punggung dengan mengikatnya pada kepala.
Jangkit, manjangkit, memanjat mengenai tanaman, orang dan binatang; panjangkitan, panjatan, sepotong kayu pada mana sebuah tumbuhan memanjat; patujangkit, memanjat-manjat mengenai monyet.
Jangko, lingkaran, garis petunjuk, pedoman; marjangko, mempunyai waktu yang tetap dan teratur.
Jangkoal, marjangkoalan, berguling-guling karena sakit atau kebiasaan yang buruk msl karena penyakit cacing.
Jango, rahang bawah (berbentuk segitiga); tungkol jango, tunggul yang miring; partungkol jango na dosdos, segitiga yang sudutnya sama besarnya.
Janji, waktu, saat yang dijanjikan, perjanjian; parjanjian, perjanjian, persekutuan; parjanjian lama, perjanjian lama; parjanjian na imbaru, perjanjian baru; marjanji, berjanji, mempunyai perjanjian; manjanji, menentukan, menetapkan; di janji ari, menentukan hari; ari na jinanji, hari yang dijanjikan; janji rompu, orang yang berutang, yang tidak boleh meninggalkan kampungnya atas perintah yang menuntut utang; Janji Raja, Janji Maria, Janji Matogu, nama daerah di tanah Batak; janji tu….., bersahabat dengan.
Jantan, jantan, binatang jantan, penanda kelamin; marjantan, kawin, bersetubuh; urat jantan, akar tunggang.
Jantar, = poting, tabung bambu yang besar; P.B.: magopo tuak sajantar dibahen ijuk sada, siasia tuak sekendi, garagara serambut ijuk.
Janto, jarak, jauh.
Jaoat, = jahat, mengenai ramalan yang buruk; ari jaoat, hari sial.
Jaol, = andul, luas, jauh daripada, (lebih besar, lebih kuat).
Jaor, jaorjaoran, tidak tetap.
Japan, Jepang.
Japjap, manjapjap, makan dengan cepat, menghantam makanan, makan dengan lahap.
Jarajara, binatang mudah yang belum dapat dipersetubuhkan.
Jarak, pohon jarak.
Jarakjuruk, tak sama panjang; marjarak juruk, tidak teratur, serampangan, tidak rapi.
Jaramanggun, alat menyerang tembok kampung musuh.
Jarame, sej anjing. Jarangjang, tiada teratur, berantakan, berserak.
Jarango, burukburuk ni jarango, seorang turunan yang miskin dari keluarga kaya, yang masih ditolong oleh familinya kaya itu.
Jarar, = jirir, manjarar, menjalar mengenai tanaman, menambah besar mengenai hutang.
Jarbang, = jarmang.

Jarbe, jarbejarbe, bergantungan ke bawah, bdk harbe.
Jarga, manjargai, membagi, menimbang berapa yang diterima masing-masing.
Jarijari, jari tangan, jari kaki; jarijari ni tangan, jari tangan; jarijari ni pat, jari kaki.
Jarin, jerat untuk menangkap ayam; nunga jarin patna, kakinya sudah kena jerat.
Jaring, jaring untuk menangkap binatang msl burung; manjaring, menjaring, menangkap dan mengusir binatang ke dalam jaring.
Jaringjaring, puncak gunung.
Jaringkat, sej rumput; P.B: sada jaringkat do hamu sada jarongkat, parsanggul jabijabi, sada parbongkas do hamu sada parbongkot, na rap partahitahi, kalian berdua adalah sama bersalah.
Jarir, getah haminjon, kemenyan.
Jarmang, kampak penebang kayu. Jarojak, pasak, kayu atau bambu yang dipancangkan ke tanah untuk memperkuat bendungan; manjarojak, memancangkan kayu-kayu seperti itu; pinggan jarojak, piring yang bergambar seperti jarojak.
Jarojo, = hojor, kurang berhati-hatimengenai perkataan/pembicaraan.
Jarongjong, tiada teratur, tidak beraturan, suarsuair.
Jarorap, jumarorap tidak beraturan, campur baur letaknya.
Jaru, manjarujaru, menaksir, menimbang, memeriksa; ndang tarjarujaru rohana, hatinya tidak tertaksir, tak terselami isi hatinya.
Jarum, jarum; manjarum, menjahit; pajarumhon, menjahitkan; panjarum, benang; panjaruman, penjaruman, jahitan; parjaruman, tempat penjahitan, keranjang jahit-jahitan; pinggol ni jarum, mata jarum; tungkang panjarum, tukang jahit, penjahit; sitangko jarum, sej burung.
Jarumamis, (dari: jari mamis), jari mamis.
Jarumbun, terpadu, tertutup.
Jarumjam, jumarumjam, makan dengan bunyi keras mengenai banyak orang.
Jarumut, jarumutan, suram, berkerut-kerut mengenai muka yang marah, cemberut, muka asam.
Jarunjung, (bdk jungjung), jambul helem, hiasan kepala pengantin; tintin pinarjarungjung, tintin simarjarungjung, cincin jari-jari pakai hiasan relief.
Jat, I. = jahat, jahat, jelek. II. jat, sej penyakit kulit, ruam pada kulit; jaton, berpenyakit seperti itu.
Jata, manjata, merentangkan diri, mengulurkan tangan untuk menjamah sesuatu; sinjata, senjata (bdk sinjata).
Jati, jati, sej pohon dengan kayu keras; berkuasa, mulia, besar.
Jau, yang non-Batak; halak jau, orang bukan bangsa Batak; hata jau, bahasa asing; unte jau, sej jeruk; duhut jau, = baubau, tumbuhan yang berbau busuk yang daunnya bersama kapur dipakai sebagai obat sakit kepala; tu parajauan, = tu pargadisan.
Jaung, jagung.
Jaur, tidak kena sasaran, meleset, ngaur; jauran, batang besi jala; gala jauran, idem.
Jawa, jawa.
Jea, bala, celaka, untung malang, malapetaka (lawan tua); ari do tua, ari do jea, untung dan celaka silih berganti; jeana i, sialan; jea pulas, celaka besar, amat sial; marjea, terkutuk, mendapat celaka, bernasib sial; pajeajea, menyerukan “oh” mengenai seseorang, menyebut dia celaka, sial; anak jea, anak sial.
Jeat, miring, tidak horisontal, bdk beat.Jebe, = jomba.
Jebu, bertambah, bertambah hebat mengenai pertempuran.
Jegak, saong jegak, payung dari alang-alang dianyam dan dapat digulung.
Jege, manjegehon, menjual dengan berbagai-bagai cara; parjegena, caranya berdagang, berniaga.
Jeges, indah, apik, bagus, rapi, manis, elok, cantik; jegesna i, bagus sekali; pajegeshon, membaguskan, memperindah, merapikan; hajegeson, kebagusan, keelokan, daya tarik, kerapian, keindahan.
Jehe, manjehei, berlaku tak setia kepada seseorang, mengkhianati; manjehehon, idem; parjehe, pengkhianat; panjehehon, perbuatan mengkhianat; jehejehe, khianat, perbuatan yang tidak setia.
Jehet, lekat-lekat, bergumpal mengenai tanah yang sulit dikerjakan.
Jeja, humajeja, berjalan cepat, berlari-lari.
Jejep, baik mengenai peringatan.
Jekjek, nakal, kurang ajar, tidak sopan.
Jeljel, manjeljel, mengentak-entak, berjalan cepat mengenai kuda.
Jeleng, manjeleng, menggulingkan, meletakkan di sisi, memalingkan. Jelge, kurang ajar, tidak suka akan.
Jelhet, kayu yang tidak dapat lagi dibelah karena sudah terlalu lama terletak.
Jelok,
I. sej labu; songon andor ni jelok do hepeng maranak, duit itu bagai rambatan labu beranak pinak.
II. jelok, = mura.
Jembar, marjembar, bergegar mengenai langkah (berjalan).
Jemjem, manjemjem, merayu, membujuk untuk memperoleh sesuatu.
Jempek, juga jompok, pendek; pajempek, memendekkan; marnajempek, tidak sama pendek, tak seragam pendeknya.
Jempul, = jepol, malu.
Jemut, sembunyi (bdk hemut).
Jenang, peti yang berukir berwarna belang.
Jene, marjenejene, koyak sama sekali; manjenejene goar, memburuk-burukkan, mencela nama orang, bergunjing-gunjing.
Jengjeng, = jingjing.
Jengeng, bandel, suka berbantah-bantah, suka bertengkar, suka berkelahi.
Jenggajengga, buah pinasa yang kecil.
Jenggal, marjenggaljenggal, bungkuk.
Jenggar, jenggarjenggar, menjulur mengenai atap rumah. Jenggeng, membungkuk ke belakang mengenai punggung.
Jengger, manjengger, memandang dengan tajam.
Jenggong, alat musik menyerupai sagasaga tetapi dari besi, alat ini ditarok di muka mulut dengan mengembusnya lidah gemetar, keluar bunyi dan sekaligus ditarik talinya.
Jengkar, kekar, tampan, bagus, cantik, manis; manjengkari, berlaku sebagai pesolek.
Jengkat, marsijengkat, agak pincang.
Jengkel, menjengkelkan, suka melawan, nakal, sombong mengenai anak-anak; jengkelna do i, ia berlaku begitu karena kenakalan, kesombongan; hajengkelon, kesombongan, kenakalan, kecongkakan, kecengkelan.
Jepjep, manjepjep, mengisap, mencernakan.
Jepol, tarjepol, malu, merasa malu sekali (bdk: tarjimput).
Jepjep, mengisap, mencernakan.
Jerbeng, jerbeng matana, juling.
Jerjer, bergeser, tergesa-gesa: seorang yang gampang mencuri.
Jerer, jalan miring, menurun (= erer); jerer ni jea ni halak siparjahat, ah, betapa jahatnya orang itu.
Jeret, = joro.
Jetun, jaitun. Jia, seruan kepada kuda atau kerbau: berhenti! manjiajiai, memperhentikan; ndang hajiahajiaan ho jolmam? tidak bisakah engkau menenteramkan isterimu?
Jial, cetusan api dalam abu; marjialjial, bercetusan mengenai cetusan api, bunga api beterbangan.
Jilat = dilat.

Jilik, = tilik.
Jilok, sej kayu yang keras.
Jim, berharga, berguna, bermanfaat; ndang marjim, tidak berharga, loyo; ndang marjim be ahu diida ho, saya tidak berguna lagi untukmu.
Jimat, manjimat, menenteramkan hati, menetapkan hati msl mengenai menantu perempuan atau budak.
Jimbolang, penyakit takut seperti ketakutan orang gila; jimbolangon, lari terbirit-birit, lari karena terkejut, lari ketakutan,.
Jimpu, manginjimpu, berjongkok, jongkok.
Jimbur, marjimburjimbur, terbakar, bernyala-nyala, berpijar-pijar; marjimburjimbur hatana, berpidato secara sombong sekali.
Jimpul, manjimpul, memotong rambut msl pada perempuan karena berzinah, juga: memotong bulu ayam; sijipul ihur, seekor binatang yang ekornya sudah dipotong. Jimput, tarjimput, = tarjepol, merasa malu sekali; pajimput, mempermalukan, memalukan.
Jimung, manjimung, berlangsung amat cepat; piga dan jimungon, berapa detiklah itu dilalui; manimungnimung, bergopoh-gopoh, bersegera.
Jimut, = jamot, berhati-hati.
Jinak, jinak mengenai binatang; jinakjinak misang, akrab macam kucing, jinak-jinak merpati.
Jingar, liar, tidak bisa dijinakkan mengenai binatang, juga kadang-kadang mengenai perempuan-perempuan.
Jingjang, gerakan mengenai ikan; marhajingjang, menari lompat-lompat, melonjak-lonjak, menari-nari kegirangan.
Jingjing, mengangkat-angkat; pajingjinghon, menggerakkan, menggalakkan; parjingjing, penggerak, penggalak; jingjing buhit, tokong rambut yang kusut.
Jinggalu, berkaki bengkok, du-duk dengan kaki dibentangkan; jinggalu patna, dia berkaki x.
Jinggang, ganjil, tidak genap.
Jinggir, pertengkaran; na jinggir, suka bertengkar.
Jingkal, manjingkal, cepat mengambil, mencuri.
Jingkang, terarah ke atas; manjingkanghon, ke atas diarahkan, ke atas ditunjukkan.
Jingkat, marsijingkat, menjengkang, berjalan di atas jari-jari kaki.
Jingkir, = jungkat, jungking, kurang ajar.
Jintan, jintan.
Jior, sej pohon yang kayunya keras, berwarna gelap.
Jirir, manjirir, merayap mengenai reptil.
Jirit, I. menceret, lih jeret II. II. amporik sijirit, lih amporik.
Jirong, marjirong, kotor mengenai anak-anak (= birong).
Jo, seruan untuk memanggil orang.
Joa, manjoajoa, menyerukan “joa” sebagai tepukan tangan sewaktu menari.
Joang, jelek, tidak pantas dalam hal pakaian atau tingkah laku; joang panghataion, perkataan yang tidak pantas, yang tidak senonoh (= subang).
Jobak, sej musang yang berbau busuk.
Jobang, perangkap untuk musang dan binatang lain.
Jobar, = robar, biawak.
Jobit, sej ulos.
Jobung, tarjobung, tertangkap basah atas perbuatan yang tidak jujur.
Joga, manjogajoga, melawan dengan kata. Jogal, kaku, keras, alot, tidak mudah putus, tegar hati, keras kepala, tidak memberi hati; lombu jogal, bertegar hati, degil, seperti lembu liar; pajogalhon, menegarkan; panjogali, apa yang membuat kaku, degil; majogal, berlaku bertegar hati.
Jogi, bagus, cantik, ganteng, tampan (Angk).
Jogo, marjogojogo, menderu-deru mengenai air terjun.
jogok, = juguk.
Joha, manjoha, mengambil sesuatu yang bukan miliknya.
Johang = bohang, lebar.
Joi, marjoi, berteriak, bersorak.
Joit, manjoit, berlaba.
Jojak, = ojak; jojahan, = ojahan, alas, dasar, tempat berdiri atau tempat terletak sesuatu; simanjojak, kaki (And).
Jojal, manjojal, isi senapang ditumbuk dengan tongkat, pengisi senapang supaya padat, jejal.
Jojang, manjojang, mengajak, mengarah; manjojangjojang, menarikan tari sembah.
Jojo, = uli, cantik, bagus, baik.
Jojong, marjojongjojong, bergegar, bunyi mengenai gordang
Jojop, ditutup dengan tanah; manjojopi, menutupi dengan tanah. Jojor, berbaris menurut urutan, berjejer, berbaris, teratur, berurutan; pajojorhon, menjejerkan, membariskan, berceritera dengan teratur; jojoran, benang.
Jok, dipukuli; pajokhon, memukul.
Jola, jolajola, dibagikan secara berbeda-beda.
Joljol, segera, cepat, diluar dugaan; joljolna i, kecepatan kali datangnya; joljol marparbue, cepat berbuah; tarjoljol, mau buang air tetapi tidak ada kesempatan untuk itu.
Joling, = jorbing; jumalang jumoling, berjurang-jurang, bergunung-gunung.
Jollong, putus asa.
Jolma, manusia, sebagai lawan binatang dan roh; isteri, hamba; marjolma, beristeri, mempunyai isteri; marjolmahon si A,beristerikan si A; diparjolma, diperisterikan; jolma manisia, umat manusia sebagai lawan: roh-roh dan dewata; hajolmaon, kemanusiaan, penghuni bumi ini; simarjolmajolma, orang, seorang; tarjolma, sadar kembali, sebenarnya: “kembali manusia”; purba jolma, pohon kecil berbunga merah.
Jolo, lebih dulu, dahulu, sebelumnya, dulu, depan, hadapan; ro ma jolo, datanglah dulu; on jolo, ini dulu; na jolo, dahulu parjolo, yang paling dulu, yang pertama; jumolo, lebih dulu; di jolo ni, kata depan: di muka (tempat dan waktu) sebelum, di muka; sian jolo, dari muka; tu jolo (ni), ke muka (arah); tu joloan on, mulai sekarang, di hari kemudian, selanjutnya; pajolohon, melebihi, mendahului, mengungguli; P.B.: unang pajolo gogo papudi uhum, tidak boleh memakai kekerasan lebih dulu baru sesudah itu mencari hukum, cari dulu hukum; patujolo, yang mendahului, apa yang berjalan di muka; hata patujolo, kata pendahuluan; manjoloani, mendahului, mengungguli; manjolojolo, datang lebih cepat, lebih dahulu; nilangkahon na tu jolo, sinarihon na di pudi, maju ke depan, yang di belakang jangan dilupakan.
Jolongjolong, buah pertama.
Jolung, perangkap tikus; manjolungi, memasang perangkap; tarjolung, kena perangkap, terperangkap.
Jom, jam; sajom, sejam; jom tangan, jam tangan, arloji.
Jomak, gomak; manjomahi, meraih dengan kedua belah tangan; jomakjomak, sej pohon kayu.
Joman, sibalik joman = parsibalik mata, tukang sunglap.
Jomat, = hormat, hormat.
Jomba, condong ke depan; jombajomba, tunduk ke muka mengenai badan manusia; sijombajomba sej porsili yang dibuat dari batang bagot.
Jombar, marah, terburu-buru.
Jombeng, terkejut, bingung. Jombing, sijombing, laba-laba kecil yang dapat berjalan di atas air.
Jombir, masijombiran, saling menyenggol sewaktu bermain-main.
Jombit, marjombitjombit, penuh terhias, banyak hiasannya mengenai rumah dan orang; margujombit, idem.
Jombong, I, manjombong, menyerang. II. jombong, tiba-tiba, sekonyong-konyong.
Jombur, = guntur, rusuh, ribut; jombur-jombur, pertempuran, perlawanan; lih juga: lamadu II.
Jombut, I. kartu mainan (dicetak berwarna hitam). II. marjombutjombut, berkilat-kilat mengenai bintang.
Jomjam, terjerembap, rebah tiarap.
Jomjom, masuk dalam lumpur.
Jompak, = dompak; marjompak, berhadapan dengan orang lain; jompak bohi be = adop bohi be;jompahan, tempat dimana orang berkelahi saling bertemu untuk menyelesaikan perkarannya, tempat berhadapan.
Jompok, = jempek; jompok rohangku, saya tersesat, saya malu.
Jomput, manjomput, mengangkat sesuatu dengan dua atau tiga jari, menjemput, memungut; manjomput rihit tu ulu, menaburkan pasir ke atas kepala (sesudah diselamatkan dari bahaya besar); manjomput dahanon, menaburkan beras ke atas kepala, sambil mengatakan: pirma ho, ale tondinghu, semoga engkau kuat, hai jiwaku; marsijomput na sinurat, mengangkat apa yang tertulis, yaitu meloterekan (diangkat potongan-potongan kayu dengan tanda yang berbeda-beda); manjomput parbue, menaburkan beras ke atas kepala pengantin memohon kesuburan; sajomput, sebanyak dapat dipegang ke tiga jari sekaligus , sejumput; sadampang gogo, sanjomput tua, satu ampang (bakul) penuh tenaga, sanjomput hasilnya berarti memboroskan tenaga tanpa hasil, sebakul tenaga hanya sekelumit berkah.
Jomuk, I. marjomuk, cuci tangan; jomuhan, tabung bambu dari mana dituangkan air mencuci tangan. II. jomuk = bulus, sederhana, mulus.
Jomur, manjomur, menjemur padi di matahari; jomur, padi yang harus dijemur; P.B.: las ari soada jomurjomur, bot ari soada lompalompaon, pada siang hari tidak ada padi untuk dijemur, pada sore hari tak ada apa-apa untuk dimasak, berarti malang benar.
Jonap, pisau, keris; manjonap, menyerang dengan pisau; manjonapan, saling menyerang dengan pisau.
Jonjon, ada dalam jumlah besar, berlimpah-limpah mengenai barang atau buah-buahan.
Jong, na mora jong, kaya sekali.
Jongjong, berdiri; manjongjong, sesuatu yang berdiri tegak yang diangkat di atas bahu; marsijongjong, berdiri lurus msl api dan timus, bertegak; jongjong mata, mata bular; manghajongjonghon, menetapkan, menyatakan, menerangkan, menyaksikan; hajongjongan, tempat berdiri sesuatu; pajongjong, mendirikan msl rumah; pajongjong hata, menyatakan sesuatu; pajongjong luhutan, mengadakan pertemuan; pajongjong judi, mengadakan permainan judi; pajongjong bada, memulai perselisihan; pajongjong onan, membuka pekan yang baru; pajongjong pongkok, mengumpulkan modal kembali; pajongjong datu, meminta nasehat dari dukun; pajongjong parik, membangun kubu; pajongjong hubu, mengadakan pengepungan; pajongjong mandera, mendirikan bendera sebagai tanda aneksasi; manjongjongi, mengerjakan tanah; sipajongjongi, seorang yang mengerjakan ladangnya pada waktunya.
Jonggar, penuh pertentangan; masijonggaran, berkelahi satu sama lain dengan hebat sekali.
Jonggi, lembu jantan, kerbau jantan.
Jongir, = jorbut, ngeri kelihatan.
Jonggol, jonggol hau, tunggul kayu; jonggol tano, bingkah tanah.
Jonggor, = tonggor, terang, jernih mengenai mata dan penglihatan.
Jongkal, jengkal; sajongkal, sejengkal; manjongkal, mengukur, menaksir dengan menjengkal; jongkal rea, jengkalan dari ibu jari dan jari tengah; jongkal tunduk, jengkalan dari ibu jari dan jari telunjuk; jongkaljongkal, ulat pengisap darah; manjongkal, bergerak mengenai ulat pengisap darah.
Jongkas, licik, penuh daya tipu; manjongkas, memperoleh sesuatu dengan akal dan penipuan, menipu.
Jongkong, tertutup, hadang.
Jongok, terburu-buru.
Jongong, diam, termangu-mangu sebab kekejutan; jongongjongong, terkejut, bingung.
Jongos, jongos, pelayan.
Jonok, = donok, dekat; pajonok, = padonok.
Jonong, gendut mengenai perut anak-anak; boltok jonong, perut yang terus-menerus bisa menerima makanan, perut buncit.
Jop, lengkap, habis, ludes; mambahen jop, menghabiskan; pajophon, menyimpan; jop bahen, habiskanlah; jop roha, = las roha (Angk).
Jora, jera, memperbaiki diri, bertobat; jora ma ahu, saya tidak akan melakukannya lagi; mandok jora, berjanji akan bertobat; jorajora, memberikan hadiah sebagai bukti pertobatan; panjoraan, pelajaran pahit; tiruan panjoraan, contoh yang mengejutkan.
Joran, takut pada sesuatu yang pernah dialami; joranjoranon na hona tangan, idaida na mangonai tangan, yang kena pukul selalu takut akan pukulan, yang memukul selalu mencari kesempatan untuk memukul.
Jorat, tali pengikat binatang; jorat ni hoda, tali kuda; manjorat, mengikat, menjerat.
Jorba, = jomba.
Jorbing, miring, menepi; pajorbing, membaringkan di sisi; jorbing anak ni mata, na tingkos do dipanotnoti, walaupun mata juling, pandang benar yaitu walaupun perbuatan orang sering nampak tidak baik, namun ia mencari haknya di dalamnya
Jorbut, mengejutkan, seram, berbahaya, menyerikan, dahsyat.
Jorgong, perangkap yang dibuat dari tali, jerat.
Jorhu, kasar dalam perkataan, kurang ajar; jorhu-jorhu ma hata ni begu, torpatorpa ma hata ni ulubalang, kasar perkataan begu, dusta perkataan ulubalang berarti semua dibohongi, dilebih-lebihkan.
Jorjor, tidak senonoh mengenai perkataan, tidak teratur, serampangan; lambiak ni pinasa tinuhor sian onan, molo jorjor marbada, jumpangan hamagoan, daging nangka yang dibeli di pekan, kalau kasar dalam pertengkaran, maka timbullah bahaya.
Jormat, = rotak, kotor.
Jorngang, duduk dengan kedua posisi kaki, yang kurang sopan. Joro, rumah yang tidak ditempati orang, tetapi mempunyai tujuan tertentu; bagas joro, rumah kecil untuk orang mati, candi, kuil, kenisah; joro di onan, rumah persembahan di pekan; joro ni parmahan, pondok gembala.
Jorot, manjorot, memperoleh ramalan yang baik; ndang jinou ni tua manang jinorot ni nipi, tidak lebih dulu dinyatakan dengan mimpi, tidak disangka, sekali-kali tidak diharapkan memperoleh keuntungan besar; ndang jinorot ni tua, tidak disangka dan cuma-cuma; manjorot manuk, ayam dari mana peramal membaca tanda-tanda memberi ramalan yang baik.
Joruk, makanan terdiri dari daging durian dan dimasak dalam tabung dengan asam.
Jotan, buah dari sej tanaman merambat, yang menghasilkan getah; andor jotan, nama tanaman tersebut.
Jotang, manjotang = manjorot.
Joting, nyanyian Batak; marjoting, benyanyi lagu Batak.
Jotjot, sering, kerap, acap kali; jotjotan, lebih sering; manjotjoti, membuat sesuatu dengan sering, berulang-ulang.
Jou, manjou, memanggil; manjoujou, memanggil, memanggil-manggil; joujou, panjou, hal memanggil; pajoujou, sering memanggil; ndang jinou ni tua, bukan dipanggil tuah; dijou na manjou, dipanggil orang; manjouhon, memanggilkan.
Joue, = o inang. Jua, manjua, tidak dilakukan apa yang diperintahkan, menampik, tak menurut; panjua, penolakan, penampikan; ndang tarjua, tak tertampik, tak terhindarkan msl kematian orang; molo ro panjou ni Debata, ndang tarjua, jika Allah memanggil tidak bisa ditolak; ndang tarjua so…., harus, mesti, tak bisa tidak.
Juada, juadah, hidangan ringan, snack.
Jual, takaran padi berisi 6 solup.
Juang, marjuang, I. perlawanan yang tidak tentu, duabelah pihak sama kerugiannya. II. juang di langit, amat termasyhur; na so juangon, tidak terlawan.
Juap, I. manjuaphon hata = patumpolhon; pajuap = patumpol; marjuap, saling berhadapan. II. sama kuat.
Juar, I. manjuar, menggeser dari belakang; mengadakan perdagangan perantara, berpialang (mamalik); masijuarjuaran, sa-ling melawan, bertikai, bertengkar mulut.
Juara, pandai, jagoan, cakap, ahli, unggul; matangkang majuara, pandai dan tetap (mengenai seorang raja); tubu ma baringin, mardangka hariara, matorop madingin, matangkang majuara, ucapan selamat; juara ni juji, pemegang keuangan dalam permainan judi; juara monang, pemain yang menang; marjuara, mempunyai kepala, pemimpin; juara = juru; juara tulis, juru tulis; juara mudi, jurumudi; juara bagas, pengurus.
Jubajabi, sijubajabi, orang yang bermulut besar dan sombong, tukang mengobrol.
Jugajagi, parjugajagi, pandai dalam berbagai-bagai permainan dan berbicara; parjugajagion, kepandaian, keahlian.
Jugia, hiasan pinggir pada ulos; jugia na so pipot, lukisan gamblang pada pinggir ulos; juga: nama bagian.
Juguk, duduk, jongkok; marsijuguhon, idem.
Jugul, I. keras hati, tekun, tetap keras kepala, bandel; manjagulhon, membuat sesuatu dengan tekun = manghajugulhon; juguljugul te, bandelmu kayak tai (ucapan marah); jugul ni roha, ketekunan, kemauan keras. II. pajugul, melawan dengan kata-kata.
Juhut, daging; juhut bontar, orang utan, mawas; juhuton, muak, kebanyakan makan daging; juhutjuhuton, mengelupas pada kulit kuku; manjuhuti, menyediakan lauk daging; panjahuti, daging yang dibawa ayah mempelai laki-laki pada marunjuk.
Juit, bodoh, sombong, menantang dalam perbuatan; manjuit, berlaku menantang, berlaku seperti orang besar.
Juji, judi, permainan uang dengan memakai kartu dan dadu; marjuji, berjudi, main judi; parjuji, pemain judi, penjudi; manjujihon, menjudikan sesuatu; pajujihon, mengajak main judi; juji haliang, sej judi pada mana semua menyerang satu orang; juji maradum, sej permainan judi, dalam hal mana uang diterima dari kasir dan tidak dari orang kalah; parjudi langis, bdk: langis.
Juju, pajuju, mengarahkan, mengajak, membujuk; jujuan, orang yang diajak atau didorong.
Jujung, manjujung, bawa di atas kepala, jujung, menjujung sesuatu msl topi atau hiasan; manjujung harajaon, memangku jabatan kerajaan yaitu memerintah; manjujung baringinna, menguasai dirinya, merdeka, tidak tergantung, bebas; jumujung hunik (= humunti pagar), hamil, karena wanita hamil suka menyematkan jimat dari kunyit atau gambir di kepalanya; simanjujung, kepala (And); marjujungan sada, mempunyai seorang sebagai raja; jujungan ni begu, penjungjung roh, pengantara manusia dengan roh; jujunganon, berlaku seperti orang yang kerasukan, mengamuk, histeris; jujung, = tama; jujungjujung ni tataring, dikatakan mengenai sesuatu yang disembelih dan dimakan sewaktu meresmikan rumah, biasanya seekor babi atau ayam.
Jujur, manjujur, menghitung, memilih, mempersalahkan, memberatkan utang atau kesalahan; manjujur ari, memilih hari yang baik; manjujur nipi, menerangkan arti mimpi; manjujur uangna, menjual sesuatu dengan memakai uang, satu uang diperkirakan satu potong; manjujur solupna, untuk setiap solup diminta satu uang, satu solup bibit diperkirakan satu tuhukan hasil panen; jujur jolma satangkar, untuk setiap orang dimasak satu tangkar beras; manjujur pollung, menjawab dengan cara licik; jujur ari, bagian tertentu yang diberikan mempelai laki-laki kepada parboru (sebenarnya uang yang harus diberikan untuk memilih hari); manjujur tailna, dari setiap 25 ringgit diperkirakan satu; jujur, = ganup.
Juk, bunyi dari benda-benda yang jatuh ke dalam air, lih lujuk.
Jukjuk, melebihi, menonjol, menjulang; jujuk tu jolo, menjongang msl mulut; manjukjukhon, menusukkan, mencucukkan.
Jul, = jut.
Juljal, tidak cocok, saling melawan, tidak sehati, saling menyanggah.
Juljul, = jukjuk; na juljul, menjulang, berdiri di atas, menonjol, menjorok; manjuljul hata, sering kembali mengemukakan sesuatu masalah; manjuljulhon anak, menolong anaknya agar maju, menampil-nampilkan anak; manjuljulhon, menyorong sesuatu ke dalam.
Jule, manjule, undur; parik na majule, tembok yang diruntuhkan, benteng yang longsor; jule, mengalah, berbalik.
Jullak, marjulakjulak = marbulakbulak.
Julluk, manjulluk, menjolok, masuk ke dalam, menembus; tungkot manjulluk mata do i, asi manjadi dosa, tongkat menjolok mata, belas kasih menjadi dosa, bila kesalahan dilupakan.
Jullut, = julluk.
Julo, majulojulo, saling menyokong, bergiliran membayar (tempat minum).
Julu, menghulu, ke arah gunung (lawan: jae); tu julu, ke atas, ke hulu, ke mudik; tu julu dapot bubu, tu jae dapot tanggal (bdk: bubu); tu jae tu julu, kemanamana; juluon, tempat yang terbaik, yang terhormat pada pesta atau pertemuan; pahulu, membawa ke hulu; pahae pahulu, hilir mudik.
Juma, = hauma; majumahu, begitu sibuknya dengan pekerjaan ladang sehingga tidak ingat lagi membuat sesuatu yang lain; unang magumbahu, disalong deba tabutabu, unang majumahu, disoluk deba tonga jabu, suatu peringatan bagi orang yang terlalu banyak keluar rumah karena orang mungkin mengambil hasil kebunmu, jangan terlalu banyak bekerja di ladang karena boleh jadi pada suatu waktu orang memasuki rumahmu.
Jumaat, Jumat.
Jumba, tabung kecil dari bambu untuk menyimpan tuak.
Jumbak, surai pada kuda.
Jumbit, marjumbitjumbit, = marjombitjombit.
Jumjam, mengecap; bdk jarumjam.
Jumola, = tumpol; pajumola, memperhadapkan penagih utang dan orang yang berutang.
Jumpa, jumpang, jumpa, bertemu, terjadi; jumpang ahu, saya mendapat, saya jumpai, saya didapati; jumpangan, jumpa; ndang jumpangsa, tidak dapat ditemukannya; jumpa, tiba pada; jumpa ari udan, sampai musim hujan; jumpa onan, kalau pekan, pada saat hari pekan; pajumpang, berjumpa, saling bertemu; marsijumpang, idem; manjumpanghon = mandapothon, mengunjungi, menemui; ndang tarjumpanghon, ndang taralo, tidak terlawan; marjumpajumpa, = mardapotdapot; sijumpangon, tiba-tiba jatuh pingsan; hajujumpang, hal kejadian, terjumpanya, terjadinya suatu peristiwa.
Jumpang, = jumpa.
Jumung, manjumungjumung, tiba-tiba datang sendiri karena sebenarnya harus ada temannya.
Junal, = dolnal.
Junde, sijunde, obat sihir membuat gila.
Jungar, mencuat mengenai gigi atau mulut.
Junggal, gelisah, marah.
Junggar, tidak sama, tidak teratur mengenai orang yang belum bisa mengerjakan sesuatu.
Junggare, ikat pinggang dari goda.
Junggele, marjunggele, berbalik-balik, berguling-guling mengenai anak-anak yang nakal, berjungkirbalik. Jungging, dibuat demikian sehingga tidak bisa tetap terletak msl telur; daerah yang berbukit-bukit.
Junggul meang, sej kumbang.
Jungjung, jungjungan, yang paling tampil ke muka, pemimpin; jungjungan ni harajaon, yang terkemuka dalam kerajaan; jungjungan ni horja, yang terkemuka pada pesta horja; jungjungan ni dolok, gunung yang tertinggi.
Jungkal, sijungkal, sej penyakit perut pada perempuan.
Jungkang, manjungkanghon pat, menerjang orang dengan kaki, membelah diri, mempertahankan diri.
Jungkar, jungkaron, menderita sakit pada tubuh.
Jungkat, kasar, nakal, kurang ajar, marah, keji, tidak tahu malu; hajungkaton, kenakalan, kemarahan; jungkatna do i, nakalnya itu; manjungkati, memprelakukan kasar, mengasari orang, berbuat nakal terhadap.
Jungking, nakal, kurang ajar = jengkel.
Jungkit, I. manjungkiti, memetik msl buah pohon kayu, mencabut msl gigi, membuka bisul; jungkitjungkit, galah untuk menjatuhkan buah, alat untuk mengambil sesuatu. II. = jungkat, kurang ajar.
Jungkot, sijungkot, sej sayur.
Juo, air mani, sperma.
Juragat, pemberontakan mengenai budak untuk membebaskan diri.
Jurampak, marjurampak, tumbuh ke samping mengenai akar.
Jurang, ranjau-ranjau yang ditanam terhadap musuh dan pencuri; manjurang, menanam ranjau di tanah; jurangjurangon, merasa sakit yang menusuk pada dalam tubuh; marjurang obukna, rambutnya tidak terjalin, terjurai.
Jurangga, anjing.
Jurbat, kurang ajar, tidak senonoh berbicara.
Jurbe, cenderung.
Jurjur, manjurjurjurjur, gemuruh dalam perut.
Jure, sinar matahari.
Jurgang, menjongkok, tetapi pantatnya tidak mengenai tanah.
Juruk, melompat ke muka, menjorok; hata na juruk, kata-kata yang melebihi; unang marhandang na buruk, unang adong solotan sogot, unang marhata na juruk, unag adong solsolan sogot, jangan pasang kandang yang buruk repot besok menyisipnya, jangan ngomong terlanjur, menyesal kelak nantinya.
Jurur, manjururi, merangkak, merayap; merambat; manjirir, idem; P.B.: manjurur so marbaris, mangangkat do marbogas, menjalar tak punya bekas, meloncat tak punya jejak, berarti: membuat sesuatu secara tersembunyi; jurur, apa yang gampang bisa ditelan.
Jurutulis, juru tulis.
Jut, terintang, buntu mengenai jalan; jut roha, suntuk perasaan, tidak mengetahui lagi jalan keluar; jut alus, tidak
tahu apa yang harus dijawab; jut bajibaji, bahkan tidak ada lagi baji yang masuk, berarti tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat; maradu jut bajibajiniba, sampai orang tidak tahu menolong dirinya.
Juta, juta.

K.

Huruf ‘k’ sebagai huruf awal tidak dikenal dalam bahasa Batak ; karena itu disini hanya disebut perkataan yang berasal dari bahasa Indonesia.
Kabar, kabar, berita; surat kabar, surat kabar, koran; kabar angin, kabar angin, desas desus.
Kae, lih hae.
Kaling, Keling, orang Keling.
Kamata, lih mata.
Kambiur, lih biur.
Kambona, lih bona.
Kameja, kemeja.
Kamis, Kamis.
Kampong, kampung; kapala kampung, kepala kampung.
Kanji, kanji.
Kantang, kentang.
Kantor, kantor.
Kapak, kapak.
Kapir, kafir, bukan Islam, bukan Kristen.
Karosi, kursi
Kasar, lih hasar.
Kastang, lih kantang. kasur, lih hasur.
kau, lih hau
Kauat, kawat; tali kawat, kabel tilgram.
Kaus, kaus.
Keju, keju.
Kibung, lih hibung.
Kobun, kebun, perkebunan.
Kolera, kolera.
Kongkang, tali kekang; mangkongkang, mengekang.
Kongsi, kongsi; dongan sakongsi, teman sekongsi.
Kopi, lih hopi.
Korma, kurma.
Kosong, kosong; tano kosong, tanah kosong.
Kuali, kuali.
Kudo, kuda (Angk).
Kulabu, lih hulabu.
Kulambu, lih hulambu.
Kuli, lih huli.
Kuliling, keliling; surat kuliling, surat edaran, majalah.
Kureta, lih hureta.
Kuria, lih huria.

L.

Laba, I. laba, faedah, untung, guna, manfaat, keuntungan, sisa hasil usaha; marlaba, beruntung, berlaba; dia labana? apakah manfaatnya, apa untungnya? parlabaan, guna, untung, pendapatan, keuntungan; manghalabahon, mengambil untung atau manfaat dari sesuatu. II. labalaba = balebale.

Labak, marlabak, mengandung mengenai ternak.
Labang, paku; mangalabanghon, sesuatu dipakai sebagai paku; mangalabangi, memaku sesuatu, memakui.
Labas, terbuka, tidak tertutup; huta labasan, kampung yang terbuka, tanpa pagar atau tembok; mangalabas, berdiam di lapangan terbuka tanpa pagar atau tembok, msl orang yang tinggal dalam hutan.
Labelabe, lembut, lembek; lumabelabe, perlahan-lahan gemetar, perlahan-lahan bergerak.
Labi, I. labilabi, kura-kura kecil yang hidup di daratan; II. parlabian, kayu (alat) untuk menjelujur benang.
Labilabi, cacing dalam perut; labilabion, cacingan, sakit cacing.
Labo, = laba I (Angk).
Labu, I. berhimpun, berkumpul; marlabu, berhimpun, berlabuh, menjatuhkan sauh; labuan, pelabuhan, tempat sauh dijatuhkan; pangalabuan, = pandapotan; mangalabu roha, membiarkan hatinya bersusah, berdukacita, memusatkan pikirannya pada dukacitanya. II. labu, = tabutabu.

Lada, lada hitam.
Ladang, ladang; begu ladangon, sakit disebabkan hantu ladang yang nyata dari kemaruk.
Lading, juga: ladingan, sej pedang berbentuk khusus.
Ladum, mangaladum, tambahan secara penipuan pada barang dagangan agar lebih banyak msl padi yang ditumbuk ditambahkan pada garam.
Lae, I. ipar, suami saudari, juga saudara laki-laki isteri, juga sapaan orang yang marganya lain (ipar dalam marga yang sama tidak diizinkan). II. lae = lomo, senang, enak, sedap, nyaman, berkenan; ndang lae rohana mida dakdanak, tidak suka ia pada anak-anak; halaean, kesayangan, yang lebih disukai; sipanganon na halaeanna, makanan yang digemari, disukainya; tuan laen, kesayangan di antara para isteri; malaepusu, = mauliate, merasa senang, terimakasih, merasa sedap; maulae, meminta kepada orang-orang yang lebih berkeadaan (kaya) dari pada diri sendiri; paulaean, orang yang memberi; ubat pangalaelae, obat penjinak hantu, obat pendahuluan sebelum obat yang keras.
Laen, lih lae.
Laeng, = naeng.

Laga, tajam mengenai pisau, pedis mengenai makanan, rakus sewaktu makan; laga mangan, mempunyai selera makan; marah, murka; ro lagana, dia menjadi marah; marlaga, marah, tajam, geram; bulu laga, sej bambu yang tipis.
Lagam, citarasa yang tidak tajam mengenai kapur yang dipakai sewaktu makan sirih; tarlagam, terlampau pedis mengenai citarasa kapur.
Lagan, peluruh dari tanah liat, kelereng dengan mana anak-anak bermain; marlagan, main kelereng.
Lagang, I. = ulas. II. lagang na mora, berpura-pura kaya yang sebenarnya bukan demikian.
Lagas, = ulas; mangalagas, selalu atau berulang-ulang melakukan sesuatu; mangalagaslagas bada, sering atau terus menerus berkelahi, tak henti-hentinya berkelahi.
Lagat, pasombu lagatlagatna, mengikuti keinginannya, nafsunya, memuaskan hasratnya.
Lage, tikar kecil untuk satu orang (dibuat dari baion); mangalage hata, memperpendek atau memperpanjang kata-kata menurut kesukaannya artinya gampang berbicara; silage hata, pembicara yang cakap, tetapi tidak bisa dipercayai; hoda siparlagelage, kuda yang punggungnya sedemikian lebarnya sehingga dibentangkan tikar dapat diletakkan di atasnya; lage tiar, tikar terbentang, tikar tergelar.
Lagi, I. lagilagi, ujung biji padi; na saulu lagi, demikian sedikitnya bagaikan ujung padi; II. silagi datang silagi ro, celaka, mala petaka, mara, nasib malang.
Lagiada, = gariada; lagia, = gari.

Lagu, murah hati, perbuatan yang ramah, kebaikan; marningot lagu, mengingat kebaikan hati orang, tahu menerima kasih; manuan lagu, berbuat sesuatu yang baik.
Laguboti, nama daerah di Toba.
Lagut, I. = pungu (Angk); parlagutan, = parpunguan. II. lagut tu, melekat msl kotoran pada pakaian.
Lahang, mangalahangi, mengambil untuk diri sendiri, merampas yang seharunya harus dibagi bersama orang lain; na lahang, egois, serakah, tamak.
Lahat, mangalahat borotan, menghiasi tiang persembahan dengan karangan bunga; lahatan, kisi dari bambu atau lidi yang dilumuri dengan perekat untuk menangkap burung.
Lahe, mangalahei, menguliti padi dengan kuku, merampas pakaian orang.
Laheu, = heuk, dilubangi, berlubang.
Lahi, lahilahi, laki-laki menandakan kelamin (baoa); lahi, mudah mengenai buah; halahianna, waktu dimana buah masih muda; silalahian, sej pohon kayu yang hanya berbunga jantan msl pepaya; Silalahi, nama bagian utara Danau Toba; nama marga. Lahibini, manuk lahibini, seekor ayam yang baik untuk dipotong.
Laho, pergi, sering ditempatkan dimuka kata waktu dan berarti kondisionil; na mabiar do jolma laho mate, orang takut kalau ia harus mati; borhat do nasida laho marmusu, mereka berangkat untuk berperang; na laho mangan ma hami, kami bermaksud pergi makan; laholaho, kayu lintang yang diikat dan bisa digeser, diatas mana orang duduk untuk memperbaiki atap ijuk; marlahoro, berdatang pergi; palahohon, mengusir; pangalaho, duduknya perkara, jenis dan cara; dia pangalahona, bagaimana duduknya? Apa hubungannya satu sama lain; marpangalaho, berlaku; i dope pangalahona, sudah demikian halnya, tidak bisa lagi diubah; lumaholaho bergerak.
Lahut, mangalahuti, mengambil untuk dirinya, merampas.
Lai, lailai, bulu ekor yang panjang dari burung; eme na pangalailaion, padi yang tinggi seperti bulu ekor burung tetapi isinya tidak ada; lai ni posoposo, uri, ariari, tembuni bayi.
Laing, I. pemilih mengenai makanan. II. tidak ada keputusan dalam main dadu.
Lais, lat, les kayu pengikat atap ijuk (sebenarnya: urat ni antunu).
Lait, silaiton, kayu api (And).
Lajap, marlajaplajap, mengenyam secara tidak sopan sewaktu makan.
Laklak, kulit kayu; malaklak, jatuh, terkelupas mengenai kulit; mangalaklahi, menguliti, mengambil, merampas orang dan mengambil semuanya yang ia membawa; PB: tubuan laklak ma i parumaenhi, tubuan singkoru, tubuan anak ma i tubuan boru, ucapan selamat dari mertua laki-laki dan mertua perempuan untuk isteri muda.
Lala, malala, hancur, luluh, lebur, cair, meleleh, menjadi lemak msl lemak, logam, nasi, yang terlalu encer dimasak; mangalala, mencairkan, melebur msl logam.
Lalaen, gila; na lalaen, orang gila; biang na lalaen, anjing gila; PB: unang patuduhon bungabunga tu na lalaen, jangan perlihatkan bunga kepada orang gila, artinya jangan memberi hati kepada orang gila (tentu bertambah gila).
Lalahi, lih lahi.
Lalan, marhuhalan, = marhulanlan, lih lan.
Lalang, pupuk ternak yang terdapat di padang rumput.
Lalap, I. = lupa; lalap manghatai, asyik ngobrol, membuang waktu dengan mengobrol; tarlalap, lengah, terlena; tarlalap modom, tertidur. II. lalap, = leleng; lalap manghatai, berbicara lama; lalap di parlalapan, sesudah berlalu beberapa waktu, berlena-lena.
Lalas, perhiasan pada borotan;mangalalas borotan, memperhias borotan, tiang persembahan.
Lali, I. sej burung elang; P.B.: unang lompa lali na habang, jangan masak elang terbang, jangan perhitungkan yang belum pasti. II. palalihon, meminjamkan dengan bunga 100 % (sada gabe dua = satu menjadi dua) biasanya padi untuk mana harus dikembalikan dua kali sebanyak itu; palalian, takaran padi/ beras = ampang; mangalalihon hata, menjawab panjang lebar. III. marsilalioang, menjerit kayak elang, berseru o, o….
Lalis, padang lalis, kelana, gelandangan, pengembara, orang yang tidak punyai rumah tetap.
Lalo, lindu, gempa bumi; lalolalo, gemetar mengenai bumi oleh gempa; lumalolalo, idem.
Lalu, = sahat; lalu rimasna, bangkit marahnya; lalu uhum, kena hukum; lalu tanganna, ia memukul dengan tangannya; mangalaluhon, membangkitkan, menimbulkan msl kemarahan, menghukum; palaluhon, idem.
Lalus, terlupakan; na lalus, lupa, pelupa; mangalalushon, melewatkan dari ingatan, melupakan, melalaikan.
Lam, semakin, makin, kian, apa lagi; lam tu balgana, semakin besar; lam ganda sahitna, lam marsak rohana, seakin keras sakitnya, semakin susah hatinya; gari alona marasi roha di ibana, lam ahu, nda lam asianhu ibana, bahkan lawannya pun berbelaskasihan dengan dia, terlebih saya makin berbelaskasihan saya dengan dia. Lama, lama, daluarsa; parkaro lama, perkara lama, yang sudah lalu, yang daluarsa; Parjanjian Lama, Perjanjian Lama.
Lamadu, I. bulan ke-13 penanggalan Batak (bulan lobilobi, bulan lamadu, bangkir-bangkir, bulan na so marama na so marina, bulan parahis). II. lamadu na onom, juga disebut: namadu dan malu ditarik dari pemilihan hari untuk meminta nasehat. 1. siala jomburjombur; 2. ihan marlumbalumba; 3. didokhon mainondur; 4. laho marjumajuma; 5. didokhon maminjam ogung; 6. dipaulak tu ompuna.
Lamak, lebar, luas, lapang, rata, gepeng, ceper.
Laman, lapik yang ditaruh di kepala untuk membawa barang; lembut mengenai rasa hati atau perkataan; lamanlaman, ambang, jendela atau pintu bagian atas.
Lamari, lemari.
Lambak, lapisan bawah, lapis pakaian; labaklambak, alas, lapik.
Lambang, kosong tidak berisi mengenai bunga dan buah yang tidak berbiji kecil.
Lambas, lebar, luas, lapang mengenai ruangan; lambas roha, lapang dada, murah hati, sabar; lambas ni roha, kemurahan hati, kesabaran; palambashon, meluaskan, melapangkan; palambas ma roham, sabarlah.
Lambat, lambat, perlahan; palambat, perlambat. II. lambatlambat, sej burung puyuh. Lambe, I. daun pohon enau (aren) yang dipakai mengikat muatan msl seekor babi; selanjutnya: alat untuk membawa sesuatu. II. marlambe, bunting mengenai ternak. III. lambe, tanda larangan msl pada pohon aren agar orang lain tidak mengambil airnya. IV lambelambe, papan lebar yang menyambung tiang sopo.
Lambiak, daging pada buah-buahan yang tertentu, msl pinasa, durian; pada daging tubuh manusia msl daging pada perut.
Lambik, = lambak.

Lambing, menonjol mengenai perut, perut besar; marlambing lambiakna, gemuk sekali mengenai perut dan pipi kalau berbisul.
Lambok, lembut, segar, enak, sedap perasaan dan citarasa, mengenai kata-kata dan pikiran: lembut, ramah; lambok ni roha, kelembutan hati; lambok huhilala, enak dan lembut perasaanku, sejuk perasaanku; palambok ma roham, lunakkanlah hatimu, lembutkanlah hatimu; sipalambok ateate, apa yang menyenangkan hati, pelunak hati; marlambok ni roha, berlaku lemah lembut; halalambok, kelembutan hati; lambok ari, udara enak, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Lambung, lambung tubuh manusia, umumnya: sisi, samping; di lambung ni, sebagai kata depan: di sebelah, di sisi; tu lambung, ke sisi, ke samping (sebagai arah); di samping itu, apalagi yaitu memberikan hadiah, uang kapada famili diluar mas kawin; mangalambung, keluar dari sisi, meminggir-minggir.
Lambut, malambut, elok, cantik; simalambut, benda-benda yang elok, yang bagus, yang cantik.
Lamet, I. ketam yang rata dan licin. II. silameton, = ateate, (And).
Lamis, licin, bercahaya, berkilatan mengenai wajah manusia, benda-benda.
Lamlam, I. = hambar, tawar, hambar, tak bercitarasa. II. sej rumput yang dipakai sebagai makanan ternak; lamlamlamlam, sampah, kotoran.
Lamo, sejuk, enak untuk perasaan, tidak terlampau panas tidak terlampau dingin; palamohon, menyejukkan, menyegarkan.
Lamosik, sej rotan yang halus, nama daerah di Uluan (Toba).
Lamot, lumat, halus, lembut, lunak, lembek, seperti bubur, licin, tertumbuk halus; palamothon, menumbuk sehalusnya; P.B.: godang do hulamot, porda do soada, godang do sipaingot, pangoloina do soada, banyak mau kutumbuk, tak ada alu, banyak nasehat, tak ada terlaksana.
Lampak, pembalut, kulit buah, sampul buku, kulit; lampak ni gaol, pelepah daun pisang, kulit pisang; lampak ni bulu, pelepah daun yang mengelilingi tunas bambu yang kemudian jatuh; mangalampahi, memberi kulit, memberi sampul, mengikat, membungkus, menyampuli.
Lampang, jarang, berselang, berjarak; lampang marposoposo, masa hamilnya lama, dengan berselang lama melahirkan mengenai manusia dan binatang (4-5 tahun).
Lampas, panjang, jauh; parlampaslampasan, hal mengembara, luar negeri.
Lampet, lepat kecil dari tepung beras.
Lampiang, sej tumbuhan (bakung).
Lampin, lampin, kain lap, popok; tading di lampin, tinggal dalam popok, artinya sebagai bayi tidak mempunyai orangtua lagi, yatim.
Lampir, marlampiran, mengenai majalah: terbit, keluar; mangalampirhon, menulis karangan.
Lampis, lapis; dua lapis, dua lapis; marlampislampis, berlapis-lapis; nilampison (mangalampisi), dilapisi.
Lampot, masak, lunak, lembut, lembek msl gadong; lumampot, bertambah baik mengenai penyakit, berangsur sembuh.
Lampu, I. lampu. II. lampu, benda-benda yang berapung-apung di air; mangalampuhon, memakai sesuatu di air sebagai pegangan agar membuat dirinya tidak tenggelam; lampu, enteng, ringan sehingga terapung-apung. III. lampulampu, kupu-kupu.
Lampusung, kepongpong serangga; parlampusung, seorang yang dapat menyembunyikan maksudnya mengamat-amati orang lain.
Lamu, = lam.

Lamuk, bercampur, mencampuri, berbaur, berfusi.
Lamun, masak, matang, ranum mengenai buah-buahan; malamun, ranum, dalam keadaan masak mengenai buah-buahan, bisul; lamunlamun, pucat mengenai muka; lamun dagingna, mukanya pucat masai, dia kekurangan darah.
Lan, apa pun, banyak, banyak sekali; marhulanlan, berbondong-bondong; marhulalan, idem; silanlan aek Toba, dikatakan mengenai orang yang tidak gampang panas hati, pemurah seperti air Toba; aek silumanlan, air yang lebar membawa kematian (And).
Lanang, marlananglanang, banyak, berlimpah.
Landak, mangalandak, membereskan, mengatur msl kebun.
Landam, banyak; mangalandandam, sangat banyak, bertambah banyak
Landap, = landam; mangalandap, = mangalandam (juga: lantap).
Landas, rata, datar, tidak bertingkat-tinggkat msl ladang, lawan: tagahambing; landasan ni panopa, landasan tukang besi.
Landi, panjang msl tali; palandihon, memanjangkan.
Landit, licin; landit parhot, tidak diketahui ataukah licin atau kasar, antara licin dan kesat; tarsulandit, tergelincir; dipalanditlandit dilana, dilicinkannya lidahnya, dia bermulut manis, dia membujuk merayu.
Lando, panjangnya; lando, jauh, lebar, luas; silando, sej pohon kecil.
Landong, (bdk: lindang), tahi lalat, bintik hitam pada wajah.
Landuk, silanduk, kancil, pelanduk.
Landus, karang merah; jenis-jenis: landus boruboru dan landus tunggal.

Langa, lengang, sunyi, kosong, tidak ada orang, sedikit penduduk; di langalanga ni halak, pada waktu tidak banyak orang hadir msl di kampung, karena semua pergi bekerja di luar kampung (ladang).
Langak, bunyi seperti suara angsa, membuat-buat “ngak”.
Langan, tidak berseri, pucat mengenai rupa; marlangan, dalam keadaan pucat.
Langat, menguning mengenai padi kalau sudah mulai masak; marlangat, dalam keadaan kuning.
Lange, marlange, berenang; mangalangei, merenangi sungai; dapot langean, dapat direnangi.
Langgak, = laga, kuat, rajin.
Langgatan, altar, tempat persembahan, mimbar.
Langge, I. tidak ada kegiatan apa-apa, tidak berbuat apa-apa; sedikit atau sama sekali tidak bekerja; marlanggelangge, tidak bekerja; mangalanggelangge, memukul dengan keras, membanting, menyiksa. II. sej keladi.
Langgorung, = randorung, sej kayu.
Langgu, cincin besi yang dipasang pada tangkai kapak atau lembing untuk mengikat besinya, ring besi pengerat gagang, besi pengikat gagang sabit.
Langgum, daun untuk menutup luka.
Langgunggung, sej rumput yang baunya tidak enak.
Langgus, gampang lupa, pelupa; marlanggus ni roha, membiarkan sesuatu (tidak membuat) karena lupa; so tung langgas roham, jangan lupakan.
Langis, = longis, = dao; parjuji langis, seorang pemain judi yang sekian lamanya main judi sampai habis segala-galanya sampai pakaiannya, penjudi ulung.
Langit, langit, angkasa; langitlangit, plafon, langit-langit, loteng; langit ni langitan, langit tertinggi; manailihon langit, sombong, congkak; angir langit dianggo, sombong, congkak, tinggi hati; langiton, berjarak jauh; mengenai kata-kata: jauh berbeda, tidak cocok; tekateki: sungkot di langitna, rumbar di bahalna, langitnya suntuk, linggar di ruangnya: lidah.
Langka, langkah; marlangka, melangkah; melangkahi, melangkahi sesuatu; P.B.: tu jolo nilangkahon, tu pudi sinarihon, melangkah ke depan, pikirkan yang di belakang; sundat langkangku, batal rencanaku, maksudku tidak terwujud; tiur langkana, beres rencananya, rencananya berhasil; marlangka pilit, melacur, berbuat serong, berzinah, berlangka salah.
Langkap, mangalangkap, mendahului lari cepat, mendekap ke depan, melewati.
Langkas, melangkah merenggangkan kaki, begitulah dikatakan kepada kerbau yang mau diperah susunya.
Langkat, kulit buah atau padi; mangalangkati, menguliti, mengeluarkan kulit, mengupas kulit.
Langke, malangke, kendur, rusak, tidak bisa dipakai (juga mengenai manusia); malangke holiholi, merasa dirinya lemah, lesu.
Langkit, = lohot.

Langkitang, kepah, kerang, siput, keong.
Langko, mengucapkan kata-kata yang kurang ajar.
Langkop, tutup peti atau pot, dekap; marlangkop, mempunyai tutup, bertutup; manglangkopi, menutup sesuatu; mangalangkophon, mempergunakan sesuatu sebagai tutup; langkop, banyak, sehingga rumah itu menjadi penuh; simarlangkoplangkop, sej tumbuhan menjalar yang buahnya berwarna merah; langkop ni hata, tambahan mengenai kata-kata yang dibuat menurut suka hati pembicara.
Langkot, mendekati, datang msl penyakit menular; langkot utang, = dais.

Langku, laku, terjual, laris mengenai barang dan mata uang; palangkuhon boniaga, membuat barang dagang menjadi laku, dapat dijual msl dengan menggosoknya dengan baik.
Langkuk, bengkok, bungkuk, lekuk.
Langkup, mangalangkup, berzinah, memperkosa; juga yang mengawinkan gadis yang sudah dibayarkan mas kawin kepada orang lain (= pangalangkup); oleh sebab para perempuan adalah “dibeli” maka mangalangkup berarti: merusakkan, merugikan laki-laki atas miliknya yang dibelinya dengan berzinah atau dengan melarikannya; palangkuphon, mengawinkan gadis yang bertunangan kepada orang lain, sebelum mas kawin dikembalikan.
Langkupa, sej burung elang.
Langlang, sunyi, jauh mengenai suatu daerah, tandus, sepi.
Lango, langu, apak mengenai citarasa; malango, sakit karena makan makanan yang tidak enak; mangalangoi, membuat sakit dengan makanan seperti itu.
Langsa, = lumangsa, = malala; silumangsa ijur, embryo, tunas pertumbuhan bayi.
Langsio, patung pada mana orang mengangkat sumpah.
Laning, = ulaning.
Lanja, mangalanja, membawa beban dengan memakai pikulan dari kayu yang ditaruh di bahu sehingga pada setiap sisi tergantung setengah, memikul; lanjaan, pikulan dari kayu; pangalanja, pengusung, pemikul.
Lanjang, silanjang buhit, usus ayam (hata ni parmanuhon).

Lanlan,lih lan, = aek silumanlan, air yang dalam, Styx (And).
Lanok, lalat.
Lanom, = nalom.

Lansang, luas, lapang; marlangsanglangsang, berjalan-jalan kesini kesana; parlang-sanglangsangan, tempat berjalan-jalan.
Lansap, mangalansap, menipu, menyesatkan, melebih-lebihi; lansap, hal mengenai melebih-lebihkan.
Lansas, = parhalansasan.

Lansat, langsat; silansat, sebutan pada binatang-binatang terlebih kuda, yang berwarna seperti lansat; na lansat, berwarna kuning pucat.
Lansim, runcing, tajam, mancung; santampul dua lansimna, sekali pancung kena dua sisi; tarlansim, kena pisau, menginjak duri.
Lansonik, daging di bawah bahu.
Lansum,mangalansumhon, memalsukan barang-barang dagangan, sesuatu yang buruk dijual seperti yang baik, menipu.
Lansung, marlangsunglansung, pergi berjalan-jalan, melancong.
Lantang, luas, lebar, lapang.
Lantap, mangalantap, banyak, terkumpul banyak-banyak, meluas mengenai air (juga: landam dan landap).
Lantas, tenang, aman, tidak bahaya.
Lantean, = adian ni hata.

Lanteung, sej semak yang berduri.
Lantik, mangalantik, menghantam; mangalantikhon roha dompak si A, bekerja melawan A.
Lanting, sej pohon yang buahnya dipakai untuk mengentalkan susu.
Lantom, silantom, sej pohon semak yang daunnya merah, nama sebuah daerah.
Lantuk, malantuk, menjadi lembek dan busuk msl daun-daun yang tua; lantuk, tangkai tumbuhan yang sudah busuk; lantuk ni gaol, lantuk ni suhat dll; mangalantukhon, membiarkan busuk, membusukkan.
Lao, lih laho. Laoang, bunga laoang, bunga anyelir.
Laok, marlaok, dicampur, bercampur, gabung, tercampur aduk, tidak murni lagi, tercemar, tidak jernih, tidak suci, tidak bersih hatinya; mangalaokhon, mencampurkan, mencemarkan; songon anak ni mata na so halaohan, seperti anak mata yang tidak mencampuri dirinya dengan sesuatu, artinya: orang yang membuat segala-galanya sendirian.
Laon, lama, waktu, masa; sadia laon, berapa lama; sataon laonna, setahun lamanya; di laonlaon ni ari, sesudah lampau beberapa lama, beberapa lama sesudah itu, lama kemudian; na sai laon, dahulu, sampai sekarang, selama ini.
Laos, I. mangalaosi, melewati, melampui, melalui, melintasi; melanggar perintah, perjanjian; pangalaosi, pelanggar, yang melanggar; pangalaosion, pelanggaran (hukum); ndang halaosan, dapat dilampui; ndang laos ahu, tidak tertahan saya, itu adalah terlalu banyak untuk saya; marlaoslaos, berjalan-jalan; begu laos, hantu yang berkeliaran mendatangkan penyakit; mangalaoshon, menyampaikan, memberikan sesuatu sewaktu lintas. II. laos, dan seterusnya, demikianpun, serta, lantas, masih juga, masih tetap; laos songon i, begitu juga; laos ibana do na mambuatsa, dialah juga yang mengambilnya, yaitu yang sama, yang dalam hal lain juga menjadi pelakunya.
Lapa, I. mangalapa, membedah, mengeluarkan isi perut binatang yang disembelih. II. lapalapa, kulit padi, yang masih tinggal sewaktu menumbuknya; tardege pangalapaan, kotor karena terinjak tempat dimana dikeluarkan isi perut ternak yang disembelih; dikatakan mengenai seorang tukang sekongkol: namanya jadi buruk karena ikutserta dalam pencurian.
Lapak, marlapak, tepuk tangan (tiruan bunyi “pak” sewaktu tepuk tangan).
Lapalopi, lih lopi.

Lapang, I. jalan; selanjutnya: sifat, sebab; lapang-lapang hatuaon, jalan menuju kebahagiaan. II. lapang, = lambas, (Angk).
Lapas, lapaslapas, orang jembel.
Lapat, malapat, bergoncang karena angin; lumapatlapat, dalam keadaan goyah, bergoyang; lapatlapat, idem; mangalapat, bergoncang-goncang. II. lapatan, arti, makna; dia lapatanna? apa artinya?; lapatanna, artinya; marlapatan, mempunyai arti, berarti; mangalapathon, menterjemahkan, mengatakan dengan kata-kata sederhana, menafsirkan.
Lape, I. sej kacang tanah. II. lapelape, kemah sederhana yang dipasang dengan beberapa tongkat diatas tanah dan di atasnya sehelai kain; parlapelapean, pondok yang sangat sederhana, peristirahatan sementara.
Lapedang, marlapedang, berenang. Lapik, lapik msl alas periuk, piring, alas untuk menulis; parlapihan, obat penangkal terhadap penyakit, berpenyakit, wadah; mangalapik, membuat lapik; mangalapik hata, berbicara manis untuk kemudian dapat mengucapkan kata-kata kasar (captatio benevolentiae); diapus lapik, sej sumpah; lih gana.
Laplap, sangat banyak, tidak terkira banyaknya; pangalaplapan, hutang pada mana dikurangi perutangan bunga dan sebagainya lagi, agar penuntut utang memperoleh sesuatu kembali.
Lapo, kedai, warung, lepau.
Lapu, mangalapu, mencet, melumas; pangalapu, sesuatu yang dipakai untuk mencet, pensil, kuas.
Lapuk, I. lapuk; lapuhon, berlapuk (juga mengenai pakaian). II. lali lapuk, sej burung elang.
Lapung, sekam padi, padi hampa.
Las, panas, hangat; las roha, gembira riang; las ari, hari panas; las ni ari, panas hari; ari las, musim kemarau, panas; mangalaslasi, memanaskan msl air; palashon, memanaskan; laslasan, menjadi panas, merasa panas; las ni roha, kegembiraan, kegirangan; marlas ni roha, bergembira, suka hati; palashon roha, menggembirakan; halalas ni roha, kegembiraan; barita halalas ni roha, berita gembira; manghalashon, menggembirakan, bergembira mengenai sesuatu; sipalas roha, apa yang membuat gembira, apa yang menggembirakan; halasan ni roha, sesuatu yang menggembirakan hati.
Lasak, cambuk, gada, pentung; mangalasak, memukul, mencemeti.
Lasang, keras, mulia; raja na lasang, raja yang mulia.
Lasiak, cabe.
Lasina, cabai, = lasiak.

Laslas, I. malaslas, terinjak, penyek mengenai tanah atau tikar; malaslas dihunduli, diduduki sampai penyek. II. mangalaslasi = las.

Laso, = loksa, sepuluh ribu; marlasolaso, berpuluh-puluh ribu, puluh ribuan.
Lasuna, sej bawang, bawang putih.
Lata, bibit, tunas tanaman muda, tumbuhan muda; lata ni hopi, pokok kopi yang muda; mangalatahon, menanam biji tanaman, meletakkan biji dalam tanah.
Latak, marlataklatak, mengersak, gemertak.
Latam, marlatam, berbunyi mengenai senapang.
Latang, mangalatang = lotong, lotung, lutu.

Latap, sej penyakit pada mana bibir terkelupas dan membuat sudut mulut putih; latapon, berpenyakit ini.
Latas, lih tas.Late, rasa iri yang jahat, dengki, iri hati, cemburu, marah; late ni roha, iri hati, cemburu; latelate, idem; marlate ni roha, berdengki, marah; mangalatei, cemburu kepada seseorang; masilatean, saling cemburuan; malate, kena dengki; retak mengenai kayu; hau parlate, kayu yang gampang retak; panopa so malate, pekerja yang cakap, pandai, yang tidak akan merusakkan alat-alat.
Lating, palatinghon, mangalatinghon, memusnahkan dalam kutukan datu.
Latong, sej pohon kayu.
Lau, jin-jin, roh-roh tertentu yang menyebabkan gerhana bulan dan matahari, pada gerhana bulan orang serukan: paulak bulan angka lau, kembalikanlah bulan, kalian lau.
Lauat, mangalauati, = mangalahangi.

Laum, mangalaum, merampas, merampok, menyamun.
Laung, naung; marlaung di toru ni hariara na bolon, berdiam di bawah kerajaan raja yang besar.
Laup, malaup, terkena, seriawan, guam; kutuk yang dikenakan kepada orang karena tidak mengurus keluarganya; molo ahu na so ra pasusuhon, andurabion ahu, molo ibana na so ra manusu, malaup ma dilana, bila aku yang tak sudi menetekkannya, biarlah aku sakit dada, bila dia yang tak mau menetek, biarlah lidahnya kena seriawan. Laut, laut, danau; di dalam laut, dalam ribaan ibu; lautlautan, pusing kepala di air; begu laut, penyakit typhus; mangalautlaut, pasir yang datang ke ladang dibawa ombak menghanyutkan.
Lautu, sej rumput.
Lawas, lebar, luas; ladang lawas, daerah di sebelah selatan tanah Batak = Padang Bolak.
Layar, layar; rayar, layar; marlayar, berlayar; butong layar, buntal layar karena angin; na mangan layar, layar itu menangkap angin.
Le, male, lapar; male butuhana, dia lapar; mauas male,haus dan lapar; haleon, musim paceklik, bala kelaparan; haleonon, menderita kelaparan; ditaha haleon, = hona haleon, diserang kelaparan.
Lea, kecil, hina, jelek, keji; lea rohana mida ahu, memandang hina dia padaku; mangaleai, memperlakukan orang dengan rendah, menghina; hona lea, kena hina; lealea, penghinaan; haleaon, kehinaan, kerendahan, kekejian; palealeahon, menghinakan, menjelekkan.
Leak, itu adalah tepat; leak ma antong, itu adalah tepat, itu adalah sepantasnya, layaklah memang; ndang leak alealem ibana, rupanya ia bukan sahabatmu; leak aha do i? apa itu gerangan? bdk leat.
Leam, leamleam, apung misl batok kelapa atau daun yang ditaruh di air agar air di periuk yang dibawa di atas kepala tidak terbuang; naga lumeam, dewa air dengan bentuk ular = boru saniang naga.
Lean, = lehon; mangalean = mangalehon.

Leang, I. gelang; songon injamon leang, bagaikan meminjam gelang, sulit dilepaskan. II. leangleang, burung layang-layang; leangleang mandi, burung layang-layang yang menurut legenda turut membawa tanah sewaktu menjadikan bumi ini, malaikat dewa; P.B.: unang gulut imput ni leangleang, jangan rebut buntut layang-layang, jangan direbutkan sesuatu di awang-awang, siasia; leangleang harotas, layang-layang kertas.
Leap, I. tidak mendalam, picik; marleap ni roha, berpandangan picik, berpandangan tidak mendalam; mangaleap, menggenangi, membanjiri; marsileapon, = manontor. II. = leat; sileapon = pamatang, (And).
Leas, kecil, tidak kuat msl gadu; marleas ni roha, memandang rendah terhadap sesuatu, sepele, tidak penting, remeh, enteng.
Leat, bentuk, rupa; leat ni, rupanya, agaknya; ndang siat hatangku leat ni, tak mempan ucapanku rasanya.
Leban, na leban, asing, yang lain; huta ni na leban, kampung orang lain; halak simaleban, orang lain, orang dari suku bangsa lain; lebanleban tutur, kerabat jauh tetapi satu marga. Lebat, sanghalebat, sebagian dari pidato.
Legat, = dauk; lumegatlegat, lelah, lemah gemulai.
Legot, liku, bengkok, tidak lurus mengenai jalan; marlegotlegot, berbelok-belok, kelok-kelok, berliku-liku, berbelit-belit; mangalegot, bergerak dengan berbelok-belok, juga dipakai dalam arti kiasan: tidak lurus, bengkok, tidak jujur.
Lehang, berjauhan letaknya mengenai tanduk, kangkang.
Lehe, = pilit.

Leheng, keras kepala, degil; masiboan lehengna, masing-masing menurut ketegarannya, tak sependirian.
Lehet, bagus, baik, cantik; lehet, sebagai jawaban: itu bagus, oke; palehethon, mengindahkan, membereskan, memperbaiki; parlehetan, = pardengganan; halehetanna, yang paling baik, tepat sebagai mestinya, ideal; tingki halehetanna, waktu yang pas; marnalehet, berbeda cantik; lehetna i, cantik sekali.
Lehon, mangalehon, memberikan; silehonlehon, sumbangan, pemberian, kado, hadiah; pangalehonan, kepada siapa yang diberi sesuatu, alamat pemberian; masilehonan tangan, saling memberi tangan, bersalaman; diparlehon, dibagi-bagi; lehon, baik, beres; oke!
Lehu, liku-lku, lengkung pada sungai; mangalehu, berkelok lewat mengalir mengenai sungaiLehung, melengkung, bengkok.
Lei, lei, batu tulis; batu lei, idem.
Lekluk, = geduk.

Lela, I. pangalehon mata, tidak dilihat dengan betul-betul, silap. II. lela, = basar; mangalelahon, memperlakukan seseorang dengan ramah dan murah.
Lelan, sej ikan.
Lelang, lelang; mangalelanghon, membeli sesuatu di lelang; palelanghon, menjual sesuatu di lelang.
Lele, mangalele, mengejar, mengusir; mangalelei, idem; pangaleleon, pengejaran, pengusiran; hola lele, kena kejar, dikejar.
Leleng, lama; sadia leleng, berapa lama? ndang pola sadia leleng, tidak berapa lama, tidak lama sekali; saleleng ni lelengna, lama sekali, selama-lamanya; saleleng, selama; saleleng hutanda ho, selama saya kenal engkau; marsilelengi, = marnaleleng, berbeda mengenai jangka waktu; palelenghon, menunda; lelengna i, lamanya, lama kali!
Lelep, = leleng.

Lelo, lelo ni bodil, engkol bedil.
Leman, sej bambu.
Lemba, marlemba, tak ambil pusing, tidak perduli, tidak menaruh perhatian; lemba ni roha, kelalaian, tidak perduli; tarlemba, terlalai, tidak ada perhatian.
Lembut, mangalembut, = mangalombut, memukul.
Lemeleme, tanah yang lembek dan berlumpur tetapi subur.
Lemes, halus, rata, licin; dipalemeslemes hatana, dia mengeluarkan katanya (yang bermaksud jahat) dengan manis.
Lempeng, selempeng tambakau jawa.
Lena, mangalenahon, melalaikan, tidak menaruh perhatian; pangalenaon di mata, obat yang membuat mata menyimpang dari bahaya yang mengancam, lih lenga.
Lendes, bdk lentes, rata, bersih elok mengenai jalan; mangalendes, membersihkan; palendes, idem.
Lenduk, kendur, tidak tegang mengenai lengan; palendukhon, mengendurkan, melepaskan sesuatu yang tegang.
Lenga, lalai, melengah.
Lengen-lengen, enak, sedap didengar telinga.
Lenges, sesak nafas; marlengeslenges, sesak-sesak mengenai nafas.
Lenggang, riah, meledang.
Lengket, = lehet.
Lengkot, = legot.

Lengkus, mundur, binasa mengenai orang, usaha. Lengleng, malengleng ateatengku, meratap hatiku.
Lengse, hancur lebur, punah, dihancurkan, binasa; mangalengsehon, membinasakan, menghapuskan; halelengse, kebinasaan, kehancuran, kepunahan
Lenjeng, = tois, kurang ajar, besar mulut.
Lensem, mangalensem, membohongi, membujuk, bermulut manis, mendiplomasi dengan licik; sipalensem, bujukan yang penuh bohong, perilaku yang dibuat-buat.
Lentes, bebas, terbuka mengenai jalan: manalentes, bebas, nampak dengan jelas (dari talentes).

Lentuk, = lantuk.

Leo, sej tanaman rawa yang dapat merusakkan padi, diimpor dari Asahan.
Leok, paleokhon, membinasakan, menghabiskan; punggu leokleok, sej sumpah, lih gana.

Leong, marleongleong, berkilap, mengkilat mengenai logam yang digosok.
Lepa, mangalepai, mengalahkan dengan cepat, gampang dan cepat diatasi.
Lepe, bengkok ke bawah, melengkung; silepe, binatang yang tanduknya luar biasa bengkok; lumebe-lepe, bergerak ke sana ke sini msl telinga kuda; P.B: jumpang silepe dohot sihalung, kerbau bertanduk bengkok dan bertanduk tergantung-gantung bertemu: artinya: dua orang lemah, yang keduanya tidak bisa berbuat apa-apa.
Lepek, marlepek, lepeklepek, menggertakkan jari-jari; silepeklepehan, orang yang selalu dihormati orang lain (= parbilean).

Leplap, indo, anak kawin campuran asing dan warga asli (ayah: orang Eropah, ibu: pribumi).
Lepo, mangalepo, = manghorus.

Lereng, sepeda.
Les, les, register.
Lesan, mangalesan, menghina, mengejek, mencerca, mencemohkan.
Lese, = sae; mangalesehon, melunaskan, menghapuskan, menyelesaikan, mengampuni (utang); juga: salesehon (disalesehon).

Lesem, mangalesem, membujuk, merayu; silesem, pembujuk, orang yang bermulut manis; lesemlesem, bujukan, rayuan juga: hata lesem.

Leseng, sileseng, tikus yang ditangkap pada gangguan tikus dan dimasukkan ke dalam ampang bersama padi; ampang yang dihiasi itu dibuang ke sungai = manguap sileseng; songon na manguap sileseng do dibahen pamuli boruna, dikatakan dari seorang yang hanya memperdulikan puterinya pada kesempatan ini. Selesai urusan itu tidak peduli lagi (main gampang).
Lesles, palesles, = patestes.

Letek, marletekletek, berdenyut-denyut mengenai pergelangan, berdetik-detik mengeani jam; pangaletek, denyutan pergelangan; saletek soara, (sangkababa soara), sepatah kata; mangaletek, menganyam tikar atau sumpit.
Letes, marletes = malletes, tiba-tiba lari dengan cepat (bdk tes).

Leu, maleu, bengkok mengenai mata pisau, sumbing mengenai pisau.
Lentu, sej rumput.
Li, I. bulan ke-11 kalender Batak. II. seruan untuk mengusir ayam.
Lia, jarang.
Lian, lumianlian, mengalir kesana kesini mengenai orang di pekan.
Liang, liang, lobang, gua; tolu liang bugangna, tiga lobang lukanya.
Liap, mangaliap, mengenai sebentar, menyentuh msl kilat, api; mangaliap dohot mas, membubuhkan mas pada, menyadur; mangaliap dohot perak, menyadur perak; P.b.: na so haliapliapan, na so halipurpuron, na so hamiangmiangan, dikatakan dari orang yang tidak dapat dihukum dan sama sekali tidak salah; liapliapon, = ombunombunon.

Lias, bebas dari kesalahan, bebas dari sangka; palias, mudah-mudahan itu jauh, demikian dikatakan mengenai celaka; palias hatam, apa yang engkau mengatakan itu, semoga tidak kena pada saya; palias, kata untuk makanan waktu perang.
Liat, I. tano liat, tanah liat. II. liat, keliling, sekitar (bdk: haliang); liat portibion, seluruh dunia; liat huta on, seluruh desa ini; mangaliati, mengelilingi.
Libas, mangalibas, memukul, menghantam; mangalibashon, memakai sesuatu untuk memukul, memukulkan, menghantam.
Libe, ganti rugi yang dibayar untuk barang-barang hilang atau yang dirampas, tukar; mangalibe, membayar ganti rugi; marlibe (di), bertukar barang.
Libuk, pening, pusing.
Libung, sej harambir yang tumbuh dalam hutan.
Lidang, suci belaka; na lidang marroha, yang berperasaan suci.
Lidi, = lili.

Liga, kucil, terpisah, tersingkir, terasing; hona liga, tersingkir; mangaliga, mengucilkan, menyingkirkan, mengasingkan, memisahkan, membedakan.
Ligan, = liga.

Ligi, mangaligi (juga mangiligi), memandang, mengunjungi, menengok.
Ligon, = liga; mangaligoni, = mangaliga.

Lihi, langsing, ramping mengenai tubuh manusia dan pohon kayu; pangalihilihion, dikatakan mengenai pokok pisang yang tinggi dan kering, jadi krempeng.
Liklik, maliklik, terkelupas; liklik, luka karena gosokan.
Lili, I. lidi; parsipitulili, perempuan yang dapat menenun dengan 7 lidi; jadi sangat cepat; cakap dan pintar mengenai raja. II. lilian, tertawan perhatiannya oleh, membuat diri tertawan, tertarik oleh sesuatu dan oleh karenanya melupakan sesuatu; lilian ni hata, enghabiskan waktu dengan beromong-omong; lilian mardalan, menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan; lilian, halilian, perintang-rintang waktu; daon halilian, permainan untuk mengisi waktu; mangaliliani, menahan orang, menawan perhatian.
Lilin, lilin.
Liling, mangalilingi, menyelidiki, memeriksa.
Lilis, I. menetes, tiris, bo-cor; ndang lilis, tidak mengeluarkan sesuatu. II. lilis, kayu yang tua dan baik.
Lilit, besarnya sesuatu, garis lingkar; mangalilit, memeluk, meliliti msl tanaman merambat yang meliliti pohon; mangaliliti, membaluti, mengikat, membungkus; juga: menangkap orang dengan tipu daya; P.B.: ndang dope marandor nunga mangaliliti, belum mempunyai sulur tetapi sudah mau melilit, artinya: membuat lebih banyak daripada disanggupinya; mangalilit, mengikat; pangulilitan, bekas deram yang tinggal setelah diikat dengan rotan; mangalilit, menguliti sepotong kulit kayu pohon di hutan sebagai tanda pohon itu adalah miliknya.
Lilu, sesat, tersesat, salah langkah, kesasar, keliru; haliluon, kesesatan; mangaliluhon, menyesatkan; paliluhon, menyesatkan seseorang; pangaliluon, alat, jalan untuk menyesatkan seseorang.
Lilung, kata; malilung, bertutur kata, berkata, berbicara (And); na lambok malilung, yang berbicara ramah dan lemah-lembut, bertutur kata ma-nis; palilung, keramahan, kebaikan.
Lima, lima; palimahon, yang kelima; sipahalima, bulan ke-5; diparlima, dibagi lima, di-bagi dalam lima bagian; mangalimai, melahirkan lima ekor anak mengenai babi.
Limang, mangalimangi, menghitung.
Limas, bulung limas, daun pisang yang dipotong.
Limatok, pacet, jenis lintah kecil; silimatok, kerbau (And).
Limba, mangalimbahon, = mangasuphon.
Limbas, = pangalaho; taida ma jolo limbasna, = taida ma jolo pangalahona.
Limbat, sej ikan sungai yang menyerupai ikan sibahut.
Limbe, mangalimbehon, menunjukkan, memberitahukan, mengumumkan; mangalimbehon pagar, memberitahukan dengan permainan gendang bahwa ia seorang datu telah berkediaman; mangalimbehon rasun, memberitahukan bahwa ada rajun dijual; mangalimbehon jabu, memberitahukan dalam kampung bahwa ada rumah yang mau dijual. Jika ada di kampung orang yang mau membelinya, maka rumah itu tidak boleh dijual kapada orang di luar kampung.
Limbit, kurang baik dibuat, tidak lama tahan; sangat kurang lebar (gadu); margadugadu na limbit, marbondar siangkatangkaton, pematang sawahnya lembek, tali air gampang diloncati; limbit do pansamotan di si A, A tidak mempunyai banyak harta, dia miskin; limbit partubuna, asalnya miskin.
Limbong, nama daerah di sebelah barat Danau Toba.
limpa, limpa.
Limpon, halimponon, mulai diperhatikan; simarhalimponon, sej pohon kayu.
Limpot, jatuh, binasa, hancur; mangalimpothon, menghilang, membiarkan hilang.
Limpun, mangalimpun, meninggi mengenai suara yang bagus; juga: luar biasa bersedih.
Limus, licin.
Limut, lumut, jamur; limutlimuton tanggurungmu, ucapan selamat: lelumutan punggungnya, semoga engkau menjadi tua sehingga tumbuh lumut di punggungmu. Linang, marlinang, berkilau, bercahaya, kilap, berkilat, gemerlapan, glamour.
Lindak, lumindak, mundur; lumindaklindak, naik surut, bergelombang, berombak-ombak; mangalindakhon, membuang kesamping, menuangkan kesamping; mangalindakhon na gok, dikatakan dari seorang kaya yang tidak peduli kalau ada sesuatu yang hilang; silindaklindak na gok, kaya. II. lindak, gemerlap, berkilap; palindakhon, membuat berkilap, bersinar.
Lindang, noda, cemar, cacad, cela, salah, cacad susila; marlindang, bernoda; na so marlindang, tanpa noda, tidak bercela, tak cemar.
Lindi, I. = tindi, ditambahkan; ndang adong na lindi, ndang adong na lampis, sama sekali tidak ditambahkan; mangalindihon, menambahkan, memperbesar msl piutang. II. lindi, sej ulat yang membinasakan gadu.

Linjuang, silinjuang, tumbuhan berdaum merah dan ditanam sebagai penghias.
Lindo, marlindo, menghilang bdk halindo.
Lindong, = lindang.
Linduat, anak kembar.
Lindung, lindung, sesat, tidak tahu jalan lagi; mangalindung, mengacaukan perhitungan; silindung, temapt dimanan orang sesat atau tersembunyi?
Ling, I. mendengar dengan penuh perhatian; marpinggol ling, mendengar sesuatu dengan penuh perhatian. II. lingling, sunyi, jauh.
Lingga, bibir lingga, karung yang tepinya dianyam keluar.
Linggas, mangalinggas, membuat jadi bagus; palinggashon, idem; palinggas daging, menghiasi dirinya dengan bagus.
Linggom, teduh, berlindung dari sinar matahari, naung; linggoman, idem; marlinggom, bernaung, mendapat naung, duduk di naung, berteduh; mangalinggomi, menaungi, berhak atas sesuatu; ndang dope marbulung, nunga mangalinggomi (= ndang dope marandor, nunga mangaliliti), belum berdaun, sudah menaungi, mau membuat sesuatu sebelum waktunya untuk membuatnya, suka menjadi besar.
Lingik, marlingik, mendahak, mengerang msl orang yang mau meninggal.
Lingis, marlingis, mallingis, sangat cepat, lari cepat.
Lingka = langka.
Lingkang, = tanggal, lekang, lepas, terkelupas, melepaskan diri; lingkang poda sian ateatem, engkau lupa ajaran itu; lingkang utang, hutang sudah hapus, lunas; sallingkang, satu lilitan mengenai gelang tangan, selingkar gelang.
Lingkas, dibayar lunas mengenai hutang.
Lingkohot, mate halingkoton (juga: halingkothoton), mati kelemahan dan kelaparan. Lingkup, lingkup, tertutup; mangalingkuphon, menutupkan.
Lingo, bunyi yang kurang terang, sayup-sayup, tidak jelas, desas-desus; pangalingolingoan, menyangka mendengar sesuatu tetapi tidak jelas; lingo, kabar yang tidak jelas; lingo hubege, saya mendengar sesuatu berbunyi; pangalingolingoon do pinggol, mendengarkan berita tetapi tidak bisa ditentukan apa isinya.
Lino, marlinolino, berkilat-kilat, mengkilat.
Linom, mangalinom, mengamat-amati dari dekat.
Linsim, hepeng linsim, uang logam, duit.
Linsing, mangalinsing (i), mendera, memukul dengan sepotong kayu; linsinglinsing, cambuk, pecut, cemeti.
Linta, lintah besar yang hidup dalam air.
Lintap, = litap, basah.
Lintas, mangalintas, = mamolus, (bolus).
Lintom, gelap, hitam; hoda silintom, kuda hitam; mangalintom, kelihatan gelap mengenai air dan langit.
Lintong, telaga, kolam yang dalam; lintong majoajo, air yang dalam; Lumban Lintong, lintong ni huta, nama-nama daerah.
Lintun, lari mengenai hamba; mangalintunhon utang, lari kerena hutang. Lio, tidak berisi, encer mengenai susu, darah; halioan, berangkat dengan tangan kosong.
Liok, simangaliok = pamatang (And).
Lipan, lipan; lipan tano, lipat tanah berwarna hitam; lipan api, lipan berwarna merah.
Lipat, mangalipat, melecut, memukul; lipatlipat, sebilah kayu yang dipakai untuk memukul, cemeti.
Lipe, keliru, bertentangan dengan kebiasaan, salah, palsu; lipe do hubege, salah saya dengar; palipehon, memutar-balikkan msl kata-kata, mengalihkan arti; parpoda na lipe, pengajar yang salah, yang palsu, orang yang memberikan ajaran palsu
Lipik, mallipik, = marlipik, mencicit mengenai burung kecil.
Liplip, mangaliplip, mengucilkan orang dari adat; hona liplip, dibuang, disingkirkan, terkucil; mambuat pangaliplipan, mengadakan perjamuan, untuk memberitahukan kepada familinya bahwa ia tidak mau lagi mencampuri apa-apa dengan seseorang, mengumumkan pengucilan.
Lipung, murni, bersih, suci; mangalipung, mencukur dengan beling; palipunghon, membersihkan.
Liput, mangaliputhon, melantas dengan dalam; liput di taon, liput di bulan, sudah bertahun dan berbulan-bulan, lama sekali.
Lisa, telur kutu; lisalisaon, penuh telur kutu.
Lisat, malisat, diinjak-injak, pipih, penyet (hidung); mangalisathon, menginjak, memipih, menghimpit sampai penyek.
Lisik, marlisiklisik, berdesis, berdesing; parlisik ni ulok, perbuatan mendesis mengenai ular; mangalisik, memukul, mengibas sehingga berdesing; sisisik, sej amporik.

Lislis, = lias, bersih mengenai perkara; mangalislis dirina, membakar dirinya secara murni; lislis ho sian i, tidak ada urusanmu dengan itu, jauhkan dirimu dari situ; lislis, juga: dilampui.
Lisop, terbenam msl tu gambo; mangalisop, menyelamkan, menenggelamkan, membenamkan, mencelupkan; gambo lisop, lumpur yang dalam.
Litap, malitap, = mallitap, basah; mangalitapi, membasahi diri mengenai bayi.
Litik, marlitiklitik, berderai-derai, berdetik-detik.
Liting, marliting, malliting, bergeliting, gemerencing, berdenting.
Litok, keruh, kabur mengenai air dan mata; mangalitohi, mengeruhkan; unang litohi baba ni mualmu, jangan keruhkan mata airmu, artinya: jangan buat jahat terhadap orang yang berbuat baik terhadapmu.
Litonga, Silitonga, lih tonga. Liun, marliunliun, berlimpat, berlilit-lilit, kusut; mangaliun, menjadi kacau, ruwet, berpilin-pilin.
Liung, jurang yang curam.
Liup, lumiup, dalam jumlah besar pergi atau bergerak ke satu jurusan, msl ikan, daun-daun dihembus angin.
Loak, bodoh sekali, dungu, tolol, terbodoh-bodoh; loahon, dungu, tolol.
Loas, mangaloas, membiarkan, mengijinkan, membolehkan; loas jolo, biarlah, izinkanlah dulu.
Loba, I. lebah; situak ni loba, air lebah, madu. II. sej kayu.
Lobang, lobang di antara gigi; lobangon, mempunyai lobang di antara gigi, ompong; jagung na lobangon, songkol jagung pada mana banyak terdapat lobang-lobang karena tidak berbiji; mas na lobangon, mas yang tua, baik; ihan na lobangon, ikan yang besar dan tua.
Lobe, lobelobe, sej kayu pengelobangi tanah untuk menanam; pinggol malobe, seorang yang mendengar setiap orang, tanpa kemauan sendiri, kuping menampung.
Lobi, lebih, terlalu banyak bersisa; lumobi, lebih, terlebih; lobilobi, kelebihan, apa yang tinggal, sisa, limbah; marlobilobi, berlimpah-limpah, berkelimpahan, berlebihan; lobian (di), berkelebihan mengenai; tarlobi, dalam hubungan dengan kata sifat: berlebih-lebihan, terlalu banyak, sangat banyak, terlebih; tarlobi oto, terlampau bodoh; tarlobi barani, terlampau barani.
Lobom, marlobom, memecahkan (tiruan bunyi “bom”).

Lobong, satu biji; sanlobong, sepotong kayu; lobang yang dibikin dalam tanah untuk menanam jagung, padi; mamuro lobong, = mamuro hauma na sinabur; mangalobong, memotong kayu dengan parang.
Lobu, I. tempat kampung yang ditandai oleh empat tembok keliling; halaman desa yang ditinggalkan orang tetapi masih ditandai dari temboknya; lobu ni babi, kandang babi; lobulobu, pinggir pintu masuk ruma; mamungka lobu, mendirikan kampung dengan lebih dahulu membuat memasang temboknya; hauma lobu, ladang pada suatu tempat dimana dulu ada kampung; lobuan, tempat perkumpulan msl raja-raja, pemain-pemain judi; marlobuon, mengelilingi; lobu, dimuka nama desa berarti: kampung, desa. II. halobuan, terlupa, tidak diingat; ulos lobulobu, ulos yang diberikan kepada mempelai waktu perkawinan.
Lobuk, mallobuk (marlobuk) taroktok, berdebar jantung pada denyut nadi yang tepat dari sudut takhyul dianggap sebagai peringatan.
Lobung, terbuka, lepas dari kerongkongan sesuatu yang tadinya melekat di dalamnya; me-ngenai jalan yang terbuka, yang dapat dilalui karena tidak ada musuh; mangalobung, menembuskan, memotong, membukaLoga, = liga; mangaloga, memisahkan.
Logam, logam.
Logan, sej pohon kayu yang kayunya cocok untuk bangunan.
Login, sej baion, pandan.
Logo, kemarau, cuaca kering; ari logo, udara kering, musim kering, kemarau; logo ni ari, kering, panas; pangalogologoon, retak mengenai tanah di musim kering; silogologo, nama sej burung elang, nama sej kuda.
Logom, logomlogomom, = golamgolamon, terkecut, terkapah-kapah.
Logot, mangalogot, memarang, membendung air untuk mempermudah menangkap ikan.
Logu, lagu, irama lagu, melodi; marlogu dua, tolu, berlagu dua, tiga.
Loha, maloha, runtuh mengenai tambak, rumah; mangalohai, meruntuhkan, mendobrak, merombak, membongkar, memecahkan.
Lohan, lokan.
Lohap, merenung.
Lohot, lengket, lekat, melekat (di); palohothon, melekatkan, mengikat; pira ni manuk na halohotan, sisa telur ayam yang tak menetas; halohotan, dipegang, dihalang-halangi; salohot, rumput jarum, jarum-jarum.
Lohuk, lekung msl dalam kain, layar; lohuklohuk, lekung, akal, tipu daya.
Lohung, marlohung, menggonggong, menyalak mengenai anjing.
Loja, letih, lelah; nunga loja ahu, saya sudah letih; saya tidak suka lagi, jemu, bosan; halojaon, kelelahan; ndang marnaloja, tidak kunjung lelah, tidak letih, tidak lelah, tak capek-capek; mangalojai, membuat capek, mempersulit; palojahon, idem; manghalojahon, membuat sesuatu dengan bersusah payah.
Lojo, manghalojohon, membuat sesuatu dengan cepat, memburu-buru, memperlekas; mangalojohon boniaga, tergopoh-gopoh dengan barang dagangannya; mangalojohon dirina, mencari sesuatu untuk dirinya dengan segera.
Lojong, marlojong, mengejar, cepat lari, berlari; mangalojonghon, berlari karena sesuatu hal msl karena hutang.
Loksa, laksa, sepuluh ribu; marloksaloksa, beribu-ribu, puluhan ribu.
Lola, rintangan, halangan, terganggu, dihalang-halangi; lola ahu, saya dirintangi, dihalang-halangi; mangalolai, mengganggu, merintangi, menghalang-halangi seseorang; dilolai hamatean ibana, terhalang dia karena kematian; halolaan, rintangan, sebab rintangan, halangan, alasan sebab berhalangan.
Lolap, lebat, gelap; ramba lolap, semak belukar yang lebat; tombak lolap, hutan lebat. Lolo, I. semua tiang kayu rumah; lolo sadari, apa yang bisa didirikan kerangka rumah dalam satu hari; atas dasar itulah diperkirakan besarnya rumah (yang sedang besarnya atau kecil); palolohon, mendirikan kerangka rumah yang telah bersedia. II. mangalolo, mengelilingi; tarlolo, dikelilingi, dikerumuni; loloan, rapat, pada mana orang duduk berkeliling.
Lolom, silolom, sej amporik berkepala hitam; silolom ni robean, = lombu (And).

Lolong, I. mahilolong, enggan kepada suaminya atau isteri, pengantin perempuan; bila terjadi perceraian karena itu dikatakan: sidangka sidangkua sidangka ni singgolom, na sada gabe dua utang ni sipahilolong, berangkai cabang singgolom, berganda hutang sipahilolong, artinya: harus dikembalikan sebanyak dua kali uang mahar. II. simalolong, mata (And). III. silolonghon, sej rumput.
Lolos, lalai, lupa, kelupaan, terlena, lupa luput; lolos ahu, saya lupa; parlolos, pelupa; tarlolos, lupa, lalai, terlena.
Lolot, = leleng (Angk).
Lomak, lemak, subur dan rimbun mengenai tanam-tanaman dan padang rumput.
Lombang, jurang, lembang, lembah yang dalam antara dua gunung, tebing curam; lombang liung, jurang, terjal, tebing terjal; mangalombang, membuat tubir, berdeling, berjurang. Lombing, = hujur lombing, lembing berujung tiga.
Lombu, lembu, lembu Benggala yang kecil; lombulombu, perisai dua kulit lembu, juga: tembok yang kuat dan tetap; sipantom lombulombu, sipenancap perisai, seorang yang pertama melemparkan lembingnya pada perisai musuh dalam keadaan perang; perintis pembuka jalan untuk kepentingan orang lain, orang yang berani membela hak orang lain.
Lombut,mangalombut, memukul dengan sesuatu yang keras; lombutlombut, pentung untuk memukul, alat pemukul.
Loming, mangaloming, memasukkan sesuatu dalam tabung bambu untuk dibawa msl daging; lomingan, tabung bambu tempat memasak sesuatu di hutan.
Lomlom, gelap, hitam (Angk).
Lomo, berkenan, suka, ingin, senang; lomo rohangku disi, ia berkenan pada saya, saya suka itu; lomo rohana mida donganna, dia suka kepada teman-temannya; lomom, seperti engaku suka, sebagaimana engkau mau; lomo ni roha, kesukaan hati, kesenangan, kesayangan; marlomo ni roha, suka, senang, ingin; manghalomohon, menyukai sesuatu; lomolomo ni roha, apa yang sangat disukai, diingini.
Lomong, tarhalomong, kaget, terkejut, tercengang.
Lomos, gamang, takut, cemas, kuatir; lomos ni roha, ketakutan, kecemasan, kekuatiran; manghalomoshon, takut pada sesuatu, mencemaskan. Lompa, mangalompa, memasak; pangalompaan, tempat memasak, periuk, rebusan; pangalompa, pemasak, juru masak, kok, perebus.
Lompan, lauk pauk pada nasi.
Lompas, mangalompas, menusuk, menikamdengan lembing, menembus.
Lompit, terlipat; dua lompit, rangkap dua, lipat dua; mangalompit, melipat, memperbanyak.
Lompitlompit, lipatan; lompit, terlipat; marlompitlompit, berganda-ganda, berlipat-lipat; mangalompiti, membengkokkan msl lutut; silompit sampulu, lipat sepuluh, rangkap sepuluh, sepuluh kali lipat; mangalompit musu, menangkap musuh pada jalan-jalan persembunyian; lompitan, jalan persembunyian.
Lompo, lampau, luar biasa, berbuat terlampau jauh, terlampau, keterlaluan, melebihi timbangan; na lompo do pambahenmi, kelakuanmu melebihi yang diizinkannya; mangalompoi, kelakuanu melewati apa yang diizinkan; na so halompoan, yang tidak dapat dilebihi oleh siapapun, tak dapat diungguli; na gurgur sian solup, na lompo sian hatian, meluber daru cupak, lebih dari timbangan, lebih dari patut.
Lompong, sej kalong yang sedang besarnya.
Lomuk, empuk, lunak, lembek, enteng, mudah, jinak; lomuk ma jumpang ho, semoga mudah engkau jumpai; mangalomuk ingkau, melembekkan, melembutkan sayur dengan melulutnya; marnalomuk tanganna, dia bertangan dingin.
Lonap, buta, terbenam pada lumpur; mangalonaphon, mengorok, membor dalam tanah untuk menyimpan sesuatu supaya orang tidak melihatnya lagi.
Londong, gila, orang gila, lawak.
Londuk, = lenduk, kendur, lentur, gampang bengkok.
Londut, teluk, keluk; londut, dikelukkan, direndahkan; londutlondut, rawa-rawa, daerah rendah yang berair.
Longa, I. lenga, semacam tumbuhan (sesamun). II. kurang, tidak utuh, tidak penuh; pitu longa tolu, dari tujuh kurang tiga; longa, terlampau sedikit, tidak penuh.
Longang, heran, tercengang; halongangan, mukjizat, tanda heran, keajaiban; manghalonganghon, mengherankan; longang roha mida, idem.
Longas, malongas, meninggal tiba-tiba sewaktu badannya masih kuat; masilongasan, saling membunuh.
Longe, longeanna, bekas-bekas di dalam periuk, pada mana dapat dilihat sampai dimana periuk tadinya penuh; pada ukuran isi: kira-kira banyaknya isi sesuatu; na so on longeanna, kira-kira sekian banyaknya; mangalongeanhon, menaksir sesuatu.
Longgi, mangalonggi, melipat. Longgom, salonggom, tak terhitung banyaknya.
Longgos, na mora longgos, kaya raya.
Longing, bunyi “nging” yang terdengar dalam telinga; manghuling silonging, adalah demikian sunyinya hingga bunyi “nging” dapat didengar di telinga; marsilonging, tiba-tiba diam mengenai suara, mendiam, sunyi senyap.
Longis, = langis, jauh sekali.
Longit, I. daging yang dikirim kepada seseorang untuk menunjukkan bahwa ia adalah musuhnya; manutung longit, mengirim pernyataan perang kepada musuh. II. longit, kurang; malongit, berkurang, menyusut, surut.
Longkang, lepas, tidak lekat, lekang, gampang lepas, terkelupas.
Longkap, manalongkap, menusuk hidung, tajam baunya.
Longkot, = lohot.

Longlang, berhenti, tidak diselesaikan msl pembangunan rumah, terbengkalai, tanggung; masilonglangan, saling mengganggu, saling merintangi, saling menghalangi.
Longlong, malonglong, (bdk marongrong) roboh, runtuh, longsor mengenai tanah; mangalonglong, menggali dalam; halonglongan, keruntuhan, keambrukan; bodat longlong, sej monyet besar.
Longo, lengang, sepi, jauh di dalam kelihatan, jauh kedengaran msl suara; tombak longlongo, hutan rimba, hutan belantara, rimba raya.
Longok, marlongoklongok, menguik mengenai kodok.
Longon, = lungun; halongonan, kesunyian, kesepian, gurun pasir, padang sunyi.
Longong, marlongong, mendengung mengenai nyamuk.
Loni (juga: noli) = hali, kali; saloni, apa yang sekali saja dibawa, sekali lewat; diparlonilonihon, selalu pergi bolak-balik untuk mengambil sesuatu, berungkali lewat.
Lonjan, mangalonjani, menginjak-injak (bdk ponjal).

Lonong, tenggelam, turun, terbenam, menghilang; mangalononghon, menenggelamkan, membenamkan; halonongan, tempat tenggelam, sebab tenggelam, kejatuhan.
Lonsa, mangalonsa, dengan menginjak-injak membuat lembek msl sawah oleh kerbau, melumat tanah liat dengan menginjak-injak.
Lonsing, mangalonsing = mangalinsing.
Lonsot, dibuang ke sampah sehingga hanya sabagian saja kelihatan.
Lontik, pahat kecil, terlebih dipakai untuk menetak gigi; mangalontik, mengikir, memahat gigi dengan pahat kecil seperti itu; marlontik, bergigi yang sudah dipahat. Lontung, nama daerah di tepi Danau Toba; nama marga.
Lopa, melekat satu sama lain; dengan cita rasa menandakan dalam mulut setelah lama menderita lapar atau mengenai orang yang sakit ingin lagi makan.
Lopak, putih; amporik silopak, sej gelatik berkepala putih; lali silopak, burung elang berkepala putih; marsilopak, kelihatan putih kerana kekurangan hujan, mengenai ladang, keputih-putihan.
Lopas, mangalopas = mangoloas.
Lopi, pakaian, kain; marlapalopi, mempunyai banyak pakaian.
Lopian, sej tumbuh-tumbuhan yang harum.
Loplop, mangaloplophon, menembuskan, menikam, menerusi.
Lopok, cangkokan; mangalopokhon, membiakkan dengan jalan mencangkokkan.
Lopot, mangalopot, melompati, melangkahi sesuatu; lopotlopot, cara melompat-lompat; berselang-seling, berantara.
Lopuk, marlopuk, gemertak msl senapang, bambu yang sedang terbakar; marlupuhan, lebih termasyhur, lebih terkenal, sebenarnya: lebih gemertak; parlopuk ni barita, kemasyhuran, tersiarnya berita.
Lopus, sampai (tempat, jauh, jaraknya); lopus dope, masih jauh; mangalopushon, meneruskan, terus sampai, berjalan terus sampai.
Losa, sej kayu.
Losap, (kata kasar) buta; menderita kerugian dalam perniagaan; nunga dilosaphon tigatiga i hami, barang dagangan itu telah membuat kami rugi; mangalosaphon, membenamkan, menyurukkan kepala ke air.
Losat, = lisat; malosat = malisat.

Losi, = jora; losi ma ho = jora ma ho; losi do iba, saya sudah lelah, bosan.
Losok, malas, lambat, enggan; na ro losokhu, saya malas, enggan; marro ni losok, menjadi malas; halosohon, kemalasan.
Losu, (= uru), mangalosu, mencerca, dengan marah mengulangi perkataan seseorang sambil mengobah suaranya; yang satu mengatakan ‘beta’ yang lain mengulangi: beta, beta, nimmu.

Losung, lesung; losung aek, kincir air; marlosunglosung, bergelombang, berombak-ombak.
Lota, tidak jalan mengenai jerat (lota do sambil) tidak meletus karena takut atau karena bodoh; lota boti: tidak maju, kalangkabut.
Lotak, mangalotak, mengetok, memukul dengan sesuatu yang keras, membalun, menggasak; lotaklotak, kayu, pentung yang dipakai untuk memukul; mangalotakhon, memakai sesuatu untuk memukul.
Lote, sej burung puyuh; turtu ninna anduhur, tio ninna lote, hata na uli unang muba unang mose, ‘turtu’ bunyi burung tekukur, ‘tio’ bunyi burung puyuh; perkataan-perkataan yang baik tidak boleh diubah atau diputuskan; diparlotelote, selalu menang dalam beberapa perang.
Loting, macis, alat pembuat api, pemantik api, baja dengan mana orang membuat api; loting bulu, pemantik api dari bambu; batu loting, batu api; lotingloting, sepotong kayu yang di-potong seperti pemantik api; masilotingan haleon, amat berat mengenai bahaya kelaparan.
Lotlot, mangalotlot, melanjak dengan kaki, mengentak-entak kaki, mengadun dengan menginjak-injak; horbo pangalotlot, kerbau yang disembelih ini berarti bahwa ia akan menginjak musuh, juga pada penyakit menular; santabi lotlot, kata-kata mencaci yang diucapkannya dengan ucapan “santabi” terhadap yang dicaci.
Lotom, mallotom, bergegar mengenai langkah.
Lotong, I. lele (juga lutui). II. marlotong, mallotong, berkernyut, menderau.
Lotop, melekuk, cekung mengenai mata (sesudah sakit atau menjaga malam); lotop do eme, hanya sedikit padi yang ada dibandingkan dengan dulu (lawan: suha, = banyak), berlimpah-limpah; marlotop, gemertak.
Lotung, andung lotingloting, ratap karena meninggal seorang raja, ada gendang dan ratapan. Lotup, ruam, borok di atas kepala anak-anak.
Lotus, marlotus, detus, cetus mengenai bunyi senapang kalau obat bodil itu basah.
Lua, I malua, bebas, lepas, lolos, mati; otik na dapot, godang na lua, apa yang diperoleh, dianggap sedikit; tetapi bila hilang dianggap banyak; paluahon, membebaskan, menyelamatkan, melepaskan, memerdekakan; sipalua, orang yang memerdekakan, penebus; haluaon, pembebasan. II. mangaluahon, melarikan, msl seorang perempuan atau barang; mangalua jolma, melarikan perempuan; mangalualua, menipu orang, dan kemudian melarikan diri secara diam-diam. III. silua, pemberian, hadiah, kado; maniluahon, memberi sesuatu sebagai pemberian, menghadiahkan.
Luak, maluak, beset, terkelupas msl kulit, kapur, cat; mangaluak, mengelupas; manjalahi luakluak, mencari alasan atau sebab untuk bertempur; luakluak, apa yang terkelupas dan jatuh; pangaluahon, tempat sesuatu terkelupas, pengelupasan.
Luam, luam mata (roha), degil, tidak mau, tidak enak perasaan.
Luang, = lubang, kosong, berlobang-lobang, mata-mata besar mengenai jala; luangan, tidak dapat bagian, tidak memperoleh apa-apa, tak beroleh; na luang, tidak memperoleh.
Luas, = puas; paluas, = papuas; luasluas, senda gurau yang tidak enak, lawak yang tidak lucu; marhaluasan, = marhapuasan.

Luat, daerah, wilayah, negeri; dongan saluat, teman sedaerah, orang senegeri; marluatluat, menurut negeri, daerah, berdaerah-daerah.
Lubak, tapian na so di lubaklubak, air yang diam, bdk lubuk.
Lubang, lobang; lubang-lubang, lobang-lobang, celah-celah di tanah; dihapit lubang, seorang anak yang lahir tidak lama sesudah abangnya laki-laki atau perempuan meninggal, dialah menjadi pengganti anak yang meninggal itu; tarlubang, jatuh kedalam lubang; jolo tarlubang, asa mamantari, orang harus lebih dulu jatuh kedalam lobang, baru lobang itu ditutup; lubang hinali, = gana, sej sumpah.
Lubis, nama daerah di Toba; alogo Lubis, angin kuat (dari Lubis).
Lubu, = pungu.

Lubuk, lubuk; lubuk raya, nama gunung yang tinggi di Angkola; lubuk pandabuan, kerugian yang dibuat untuk mencegah kerugian yang lebih besar; msl dengan menjual barang di bahwa harga supaya tidak tinggal tidak terjual.
Lubung, = tiur; lubung idaon, nampak dengan jelas.
Luga, I. marluga, mendayung, mengayuh; parluga, pendayung, pengayuh; mangalugai, = mangalugahon, mendayungkan. II. pekerjaan, pendapatan, penghasilan; ndang adong lugana, dia tidak mempunyai tenaga untuk bekerja secara teratur; mangalugai, mencari nafkah hidup; mangalugahon, mengerjakan sesuatu dengan rajin.
Lugu, gulu.
Luha, maluha, berluka, berlobang, rusak, binasa, musnah, transitip mengenai harajaon dan hasangapon; P.B.: patuduhon luha tu panopaan, mengumumkan suatu kesalahan; ndang piga songon ogung na paboahon luhana, tidak banyak orang mengakui dosanya seperti ‘ogung’, bila gong retak, orang terus mendengar bunyinya.
Luhapluhap, tempurung lutut.
Luhit, mangaluhit, mengikis sesuatu; maluhit, berluka ringan.
Luhon, tidak berisi, kosong mengenai bunga-bungaan; tidak berakibat, tidak mendapat apa-apa.
Luhu, mangaluhuluhu, menggosok dengan perlahan-lahan.
Luhut, semua sekalian, berkumpul, bersama, seluruh; luhutna, mereka semua, seluruhnya; saluhut, saluhutna, semua, semuanya; marluhut, terkumpul, berkumpul; paluhuthon, mengumpulkan, menghimpunkan; luhutan, berkas, ikat, tumpukan; parluhutan, rapat umum, perkumpulan, perhimpunan, tempat berkumpul; silumuhut, = duhut, (And).
Luis, gampang roboh msl pagar; mangaluishon, menghancurkan msl, air yang menghancurkan tembok, bendungan.
Lujuk, I. mallujuk, jatuh ke dalam air msl buah pohon kayu yang berada di tepi danau; kedempung, mendebuk msl buah-buahan yang jatuh ke air; bunyinya seperti ‘juk’. II. lujuk, tidak dipikirkan, terlampau berani, terlampau percaya, tidak ditimbang-timbang, terlalu berani tanpa pikir.
Lujup, dengan kepala terbuka.
Lukluk, I. marlukluk, keriting mengenai rambut, tidak cocok satu sama lain mengenai pakaian, tidak tepat mengenai jahitan. II. mangalukluhi, me-rancap, menggosok-gosok, onani.
Luli, I. segumpal kapas untuk memintal benang. II. sipaluli, bisa, racun untuk membuat seorang laki-laki impoten.
Lulu, mangalului, mencari; mangaluluhon, membalas, membalas dendam; parlulu, pembalas dendam; lulululu, mencari tanpa arah, kecarian, mencari-cari. II. mangilulu, mengganti kulit mengenai ular; mengganti rupa mengenai ulat.
Luluk, rabuk ‘bagot’ (obat) jamur yang halus yang terdapat pada pohon aren, cocok sebagai bahan batu api.
Lulun, mangalulun, menggulung sesuatu, melipat msl ulos.

Lulus, mangalulus, mengeringkan, menaruk sesuatu dekat api msl kayu yang mau dibengkokkan. Lulut, siluluton, kutukan; mandabudabu siluluton, menimpakan kutuk pada seseorang.
Lumang, kosong: tidak menangkap sesuatu apapun msl nelayan; lumang muli, pulang tanpa hasil, pulang dengan tangan kosong; silumang = sigumang, sej kumbang air.
Lumangsa ijur, bdk: langsa.
Lumba, mangalumbahon, memberitahukan sesuatu, mengingatkan, memberi peringatan; palumbahon, mengingat seseorang, memberitahukan terlebih dahulu; lumbalumba, peringatan, pemberitahuan; tarlumba, hona lumba, telah diperingatkan, telah diberi nasehat; dengke lumbalumba, sej ikan, ikan lumba-lumba.
Lumban, daerah, kampung, dusun; banyak terdapat pada nama-nama tempat.
Lumbane, silumbane, = namboru (And).
Lumbang, longgar, lapang, terlampau longgar mengenai benda-benda yang seharusnya pas; palumbanghon, melapangkan, me-longgarkan.
Lumbung, tabu lumbung, sej labu manis; juga: jarang, renggang mengenai mata jala.
Lume, palumehon, melimpahkan, mempercayakan sesuatu kepada orang untuk menyimpan/menjaga msl uang, ternak; parlumean, orangnya yang dipercayakan se-suatu, pelimpahan kepercayaanakan harta benda; siparlumean (= na pinalumehon, lume), benda yang dipercayakan. Lumlam, ruwet, kacau, tidak teratur, campur aduk; mangalumlamhon, mengacaukan, mencampuradukkan; lumlam papangan, tidak teratur mengenai cara makan; halumlamon, kekacauan, keruwetan, kebalauan, ketidak teraturan.
Lumlum, berkumpul di suatu tempat, menyatukan di suatu tempat; palumlumhon, mengumpulkan, merapat.
Lumok, gemuk.
Lumpat, mangalumpat, lompat, melompat; mangalumpatlumpat, congklang, berlari mendua; gaja lumpat, alat pengepungan dengan memakai roda.
Lumpu, lumpuh karena sakit; lumpuon, dalam keadaan lumpuh, berlumpuh.
Lumpus, lepas, luput msl ikan dari jala.
Lumut, = limut.

Lunak, lembek mengenai tanah; bosi lunak, timah.
Lunda, rusak, terbelah msl tembok kebun, barang dagangan, tidak laku; mengenai peraturan undang-undang yang tidak lagi berlaku.
Lundu, tunas, pucuk, kecambah tumbuh-tumbuhan dan umbi-umbian.
Lung, jurang yang dalam.
Lungam, hilang; lungam matana, dia tidak dapat mencarinya; na jotjot ma lungam mata ni nampuna i marnida ugasanna, molo dung dapot halak tangkoanna, sering pemiliknya baru kehilangan sesuatu bila orang mencurinya.
Lungga, = lumbang.

Lungguk, terkumpul, tertumpuk; mangalunggukhon, mengumpulkan, menumpukkan, mengonggokkan; dipangalunggukhon, idem.
Lungkang, luas, lapang (= lumbang).
Lungkas, bebas, terbuka mengenai jalan; mangalungkas, palungkas, membuka, membebaskan.
Lungking, mangalungking, melepaskan.
Lunglung, tempat menangkap ikan di sungai; lunglungan, tikar yang dipasang berupa kelambu di tempat tidur; masuk lunglungan, menjadi pengantin lelaki, kawin.
Lungun, sunyi, sedih, sepi, kepiluan hati, lengang mengenai tempat dan jalan, rindu, sayu karena kerinduan; na lungun, kesunyian, shahdu; dalan na lungun, jalan yang sepi; lungun ni roha, kesayuan, dukacita, tersinggung (sedih); malungun di, rindu akan, dalam keadaan rindu; lungunan, merasa diri kesepian, sendirian; manghalungunhon, mengingini sesuatu, merindukan, menanti-nantikan; parlungun, berkecil hati, marah, peka; halongonan, (dari halungunan) gurun pasir.
Lunja, mangalunja, mengusahakan sesuatu dalam perdagangan untuk membayar hutang.
Lunjan, mangalunjani, menginjak sesuatu, meremas-remas dengan kaki.
Lunjung, membujur, memanjang; palunjunghon, memanjangkan, membujurkan.
Lunsak, mangalunsaklunsak, me-numbuk msl padi.
Lunsut, = mago; mangalunsuthon, merusakkan, membinasakan sesuatu.
Lunta, lumuntalunta, hadir dalam jumlah besar, bercampur-baur karena banyaknya.
Luntak, mangaluntakluntak, menginjak-injak sesuatu dengan kaki; pangaluntahan, lobang tempat melanjak tanah liat.
Lunte, mangalunte, menyamak kulit dengan menggosoknya dengan minyak.
Lupa, lupa, pelupa; lupa ahu disi, saya lupa; nunga lupa raja i di utangna, = raja itu sudah lupa akan utangnya; lupa sian paringotan, lupa; mangalupahon, mangalupai, melupakan sesuatu; silupa, demam, panas, sebutan yang dipakai sebagai pengganti arun karena kepercayaan kepada takhyul; silupaon, beroleh demam panas, malaria.
Lupak, sebidang tanah yang tidak seharusnya mempunyai bentuk tertentu, satu teras di ladang padi; lupaklupak, lobang dalam parit untuk menangkap ikan setelah dikeluarkan air.
Lupuk, gemertak karena membuat bunyi “puk”.
Lupung, cerah mengenai langit, juga mengenai pipa karena orang dapat melihat melalui itu dengan baik.
Lusak, mangalusak, mencuci sesuatu dalam air dengan memasukkan serta menggoncang-goncang keranjang.
Lusim, lusin terutama dipakai sebagai ukuran panjang: selusin elak = 6 meter.
Luslus, pinggir tikar yang dua kali dianyam; mangaluslus, menjalin sebuah pola di atas yang lain.
Luso, mangalusoi, membersihkan sesuatu dengan membasuh; mangalusohon, memakai sesuatu untuk membasuh.
Lusop, jatuh ke dalam kotoran.
Lusut, turun, terbenam matahari (Angk).
Luta, lumutaluta, berjalan kesini kesana sewaktu mengejar, berjalan bolak balik.
Luti, sej kayu yang lunak.
Lutik, mangalutik, memotong serpih kayu untuk memeriksa kayunya; malutik, sedikit dicotok mengenai telur.
Lutlut, mangalutlut, mengejar musuh; dalam arti kiasannya: mengikuti segala tipu dayanya dan tingkah lakunya sampai situasinya diketahui benar-benar.
Lutu, mangalutui, mengejar. Lutuk, marlutuklutuk, ditokok dengan keras.
Lutung, mangalutung, mengejar (juga: mangalatang).

M.

Ma, lah, penanda tekanan msl: adong ma sada halak, adalah seorang; ro ma tuson, datanglah kesini; sai saut ma hatam, jadilah seperti perkataanmu; na ro ma udan, akan datang hujan.
Maba (= naba), sembuh kembali; nambura maba, dalam arti sembunyi: dia baru kelahiran anak.
Mabar, sej pohon kayu yang besar, sej hariara (juga: nabar).

Mabas, jatuh mengenai cacar.
Mabe, panjang; mabeabe, lih abe.
Mabuk, mabuk, pening, bersusah hati; mabuk dibahen ulaon, pening karena terlampau banyak pekerjaan; mabuk laut, mabuk laut; pamabukhon, memabukkan, memeningkan; sibahen na mabuk, minuman keras; hamabuhon, kemabukan, hal mabuk; parmabuk, pemabuk, peminum.
Madat = modat.
Maen, anak perempuan saudara laki-laki isteri seseorang; anak perempuan ipar; juga: su-aminya; parmaenon, yang bisa dipanggil ‘maen’.

Maga, maha, mulia, besar; magamaga ni sombaon, kebesaran, kemuliaan ’sombaon’ juga: naganaga.

Mago I. bdk ago. II. magomago sep, pelan-pelan hilang, menghilang msl sejumlah uang kecil. Magopo, percuma, sia-sia, mubazir, sayang; magopona i, sayang sekali.
Mahal, mahal, langka, jarang dan oleh karenanya mahal; mahal dapot, jarang atau sulit diperoleh.
Mahan, bdk: pahan, marmahan, menggembalakan, memelihara ternak; parmahan, gembala; di-parmahani, mengembala, membawa sesuatu dipadang rumput; mamahan, menggembalakan, memelihara, dari pahan.

Mahap, puas, terlalu kenyang, kenyang sekali, jemu, muak; ndang marnamahap, tidak jemu akan sesuatu, tak kunjung puas; marmahapmahap, jemu akan sesuatu; manghamahaphon, makan sampai jemu.
Mahara, gambaran bintang kambing, lih mesa.

Mahasa, miak mahasa, minyak buah kemiri yang dipakai oleh datu untuk menggosok.
Mahi, tambahan kata di muka kata kerja yang tertentu msl mahilolong.

Mahir, apik, manis.
Mai, tambahan kata dimuka kata kerja yang tertentu = masi, mengambil sesuatu.
Main, main; marmainan, berzinah, bersundal, melacur; dimainani, dizinahi; parmainan, pelacur; parmainanon, pelacuran, perzinahan.
Maing, marmaing, menarik muka marah, tak selera. Majal, = mahap, muak, bosan; tumpul mengenai pisau; majal pandaion, rasa apak.
Majop, patut, enak, sedap.
Malabulan = mangalabulan.

Malaek, lih pala II.
Mala, murah hati, memberikan kepada tamu; melayani, suka memberi; na mala, yang suka memberi, tuan rumah; pitu gaja nilapa, molo soada na mangido, ndang adong na mala, sembelih tujuh gajah, bila tak ada yang minta, tak ada yang mau kasih; pala, hal memberi, pemberian.
Malal, merasa diri tidak enak, gelisah, risih, risau.
Malali, bdk: lali II.

Malam, marmalammalam, = marborngin.

Malambut, = uli; simalambut, sesuatu yang manis menyenangkan, benda-benda yang cantik dan manis.
Malas, merasa dirinya malas, merasa lemah.
Malau, sej unte.
Male, bdk: le.
Malehat, tungkot malehat, tongkat gaib datu.
Malela, juga: malelo, baja; nae buntul malela, hantu (begu) yang berdiam di gunung = boru na mora.

Malgip, bdk: algip.

Malhot, bdk: alhot. Mali, I. mali tondi, jiwa atau tondi dalam manusia terkejut; tarmali, terkejut. II. malimali, pohon kecil berbuah merah. III. maliali, bdk: ali.
Malim, imam, muallim; hamalimon, imamat, hal berkenan dengan muallim.
Maling, marmaling, berpaling, menolak; marmaling sumangot ni ompu, nenek moyang menolak berkat; tarmaling, ditolak; masimalingan, saling mendendam.
Mallo, nama sej rotan yang besar dan kuat sering dipakai buat rambing, titi gantung; tubutubu mallo, berganti-ganti memperoleh anak yaitu laki-laki, perempuan, laki-laki dsb seperti daun pohon mallo yang daunnya berganti-ganti kiri dan kanan.
Malmal,tumpul mengenai alat perkakas.
Malo, cakap, terampil, pintar, pandai; na malo, pandai, cakap; mamalomaaloi, cakap dalam bermacam-macam hal; manghamalohon, dapat memakai sesuatu dengan kecakapan walaupun hanya sedikit; hinamalo, kepandaian, kecakapan; marnamalo, berbeda dalam kepandaian, dalam kecakapan; P.B.: na jumpang gabe na tinangko, molo so malo, na tinangko gabe jumpang molo malo, yang jumpa jadi yang dicuri, bila tak pandai, yang dicuri jadi yang dijumpa kalau pandai; malomalo, kecakapan, kelicikan dalam menipu.
Malos, = melos, layu.
Malsik, = marsik, kurus kering karena miskin.
Malu, malu, malu terhadap sesuatu, tidak suka akan sesuatu; marmalumalu, tidak suka akan sesuatu; marhamaluan, malu; pamaluhon, mempermalukan, membuat malu; tarmalu, menjadi malu; masipamaluan, saling melukai perasaan, saling merendahkan.
Malum, sembuh, pulih mengenai penyakit; dingin mengenai makanan, minuman dan kemarahan; pamalumhon, menyembuhkan, mendinginkan; sibahen na malum, apa yang menyembuhkan, obat; hamamalum, kesembuhan.
Mam, awalan mem pada kata kerja yang berawal huruf b atau p
Mama, = meme (Angk).
Mamak, lebar, lapang, rata dihamparkan, dikembangkan; mamak rohana, dia mengerti sesuatu dengan sulit, sulit diartikannya; batu mamak, batu yang lebar dan keras; batu mamak na so hagairan, batu yang lebar yang tak tercongkel, artinya: orang kuat, yang kemauannya harus dituruti.
Mambal, bdk ambal.

Mambir, bdk: ambir.

Mambo, simambo, tongkat dari pipa Spanyol.
Mambur, bdk ambur.

Mamis, I. bahaya, penyakit yang ditakuti, yang diramalkan oleh dukun mengenai anak yang baru lahir. Datu memakai dua cara: 1. panjujuron silimalima, menurut 5 nama waktu siang hari: sogot, pangului, hos, guling, bot dan lima waktu malam: bodari, sampinodom, tonga, borngin, tahuak manuk, torang ari. 2. panjujuron sipitupitu: nama menurut hari-hari yang ketujuh: artia, suma, anggara, muda, boraspati, singkora, samisara, hal mana dihitung dengan jari-jari: ibu jari (jempol) berarti untung, jari kelingking cepat meninggal. II. mamis, = manis.

Mampar, bdk ampar, berpencar, terserak, kesasar; mampar roha, berangan-angan, absent-minded, hilang konsentrasi.
Mampul, telah diambil hasilnya, habis panen; mampul eme on, sesudah panenan ini selesai, habis panen ini.
Mamue, dari kata: bue, beranak (ternak); pamuean, ternak yang betina.
Mamun, menyelenggarakan jamuan perpisahan.
Mamuretek, lih puretek.

Man, I. pidong imbulu man, burung legendaris dalam ceritera. II. awal men pada kata kerja yang berhuruf d,t,s.
Mana, seruan: hati-hati, awas! menepi, meminggir; hamusuon na marmanamana, perang (kelaparan, kecelakaan) yang tidak dapat dielakkan.
Manabia, Tenggara.
Manahan, bdk: tahan.

Manahatang, sendirian, cuma, hanya, tanpa tambahan; indahan manahatang, nasi tanpa lauk pauk; manahatang ahu do, hanya saya, saya sendiri.
Manaili, bdk: taili.
Manait, bdk: tait.
Manalesehon, bdk: salese.
Manaluhon, bdk: talu.
Manamba, bdk: tamba.
Manambor, bdk: tambor.
Manamuei, bdk: tamue.

Mananap, mananap huida, saya melihat segalanya itu sama saja, saya tidak lihat adanya perbedaan mengenai kata-kata sihingga tidak dapat membedakannya.
Manang, atau, apa, entah; manang…manang…, atau…atau, baik….maupun; manang ise, siapa juga, barang siapa; manang aha, apa saja; manang ise pe, siapa saja pun; manang tudia pe, kemana saja pun; manang songon dia pe, betapa juga; manang andigan pe, kapan saja pun; disungkun do ahu manang na olo ahu, ditanya saya apakah saya mau; ndang huboto manang hutanda ibana, saya tidak tahu apakah saya mengenalnya; ndang binoto, manang musu manang dongan, saya tidak tahu apakah ia lawan atau kawan.
Manat, bdk: nat, hati-hati, cermat, awas, waspada; manat, hati-hatilah, jaga; manat marpangalaho, berlaku hati-hati; pamanathon, memeriksa sesuatu, meneliti, mengamati, menyelidiki; dipamanatmanat, idem. Mandar, sarung; marulakulak songon suhaton mandar, selalu mengulang, ulangi bagaikan sarong yang bulat, dan oleh karenanya tidak berakhiran.
Mandera, bendera.
Mandi, leangleang mandi, burung layang-layang yang menurut dongeng adalah pesuruh Batara Guru.
Mandiang, mendiang.
Mandur, mandor, pengawas.
Mang, awalan meng pada kata kerja berawal huruf i,n,r, msl: mangalehon, manganolnol, mangaririt.

Mangalabulan, nama dewa (yang menggembalakan bulan), adik laki-laki Mula Jadi Na Bolon dan Soripada, yang menyukai segala keburukan, kejahatan juga: Malabulan.

Mangaraja, bdk: raja.

Mangemange, bunga pohon palem.
Mangga, mangga.
Manggang, bdk: ganggang, lepas, longgar msl dayung; parhata manggang, pembual, seorang yang membuka mulutnya lebar-lebar, bermulut besar, bermegah-megah, yang melebih-lebihkan segala sesuatu.
Manggis, I. buah manggis. II. bdk: anggis.
Manggun, bdk: anggun.
Manggus, bdk: anggus.
Mangilhil, sej pohon, yang ku-litnya dijadikan hondang.
Mangir, cantik, manis, jelita.
Mangiring, I. sej ulos tenunan dari kapas. II. bdk iring.
Mangkar, tidak selesai, mentah, belum siap, tanggung; mate mangkar, meninggal dunia ditengah kerjanya, belum siap; juga: meninggal sebelum anak-anak kawin, meninggal sebelum mempunyai anak-anak; mangkar ulaon, pekerjaan belum selesai, terbengkalai; gadong na mangkarangkar, ubi kayu yang dicabut setengah umur dan digoreng mengenai obat; mangkar mata, mata sayu kurang tidur, tanggung tidurnya.
Mangkuk, mangkok, cangkir, piala; mangkuk bosi, mangkok besi.
Mangmang, dimangmanghon, bersumpah; menguatkan sesuatu dengan sumpah; parmanganmangan, pemberian kepada dukun supaya ia memberi ramalan; marmangmang nipi, memintakan mimpi yang sangat berarti untuk sesuatu keputusan msl seorang pemudah mencari jodoh ingin lebih dahulu memimpikan sesuatu yang berhubungan dengan menarok ramuan tertentu di bantalnya.
Mangot, simangot, juga: sumangot, arwah moyang yang naik martabat dan yang dipuja; parsimangotan, tempat keramat dimana diyakini berdiam roh mulia nenek moyang.
Mangsi, warna, terbuat dari unte dan baja.

Mangunsande, bdk = sande. Manis, manis; ulu manis, kulit manis; unte manis, jeruk manis; jari manis, jari manis.
Manisia, manusia sebagai lawan dewa-dewa dan hantu-hantu; jolma manisia, umat manusia.
Manjo, I. = loas ma jolo, so ma jolo, biarlah begitu dulu. II. cocok untuk dinikahkan (Angk).
Manman, I. = manat, perlahan, lambat. II. ummanman dihilala, dia merasa dirinya bertambah baik.
Mano, parmanomanoan, pemberian; kenangan yang diperoleh oleh anak perempuan sesudah ayahnya meninggal.
Manombo, bdk tombo.
Manontong, bdk tongtong.

Mansai, (dari: nasa i), amat, sungguh, sangat; mansai bolon, amat besar; mansai mabiar, takut sekali.
Mansam, jenis, cara, macam, ragam, corak; tolu mansam, tiga caranya, jenis; samansam, satu macam, sejenis; masiboan mansamna, bermacam-macam jenisnya, beraneka ragam; marmansam-mansam, berbagai-bagai, beraneka jenis, bermacam-macam.
Mansi, mansimansi, ikan cumi-cumi yang kecil lih mengsi.
Mansot, = agia, bahkan, biarpun, walaupun, hingga; mansot ro di hamatean, bahkan sampai kematian; mansot dua pe, walaupun hanya dua saja. Mantak, bdk antak = ontok.
Mantap = mantat.
Mantat, membawa sesuatu; ro nasida mantat silehonlehon, mereka datang membawa hadiah; parmahan so mantat batahi, pamuro so mantat sior, gembala tanpa cambuk, penjaga tanpa umban, yaitu kepala raja; nipis do mantat neang, hapal do mantat dokdok, masing-masing menurut padat, beratnya yaitu menurut kemampuannya, masing-masing menurut perbandingan.
Mantega, mentega.
Mantri, mantri, pegawai pemerintah dari golongan rendah, pejabat.
Manuk, ayam; manukmanuk, gambaran ayam yang dibuat oleh anak-anak; Simanukmanuk, nama gunung di daerah Toba; parmanuhon, kepandaian meramalkan dengan ayam atau isi perut atau biasanya dari letak ayam yang dipotong di bawah ampang; marmanuk di ampang, meramal sesuatu dengan ayam mati yang kakinya digantung; parmanuhan, lokasi menjual ayam di pekan; manuk lahibini, mengenai ayam yang cocok ukurannya untuk dipotong; manuk simaranduhur, ayam yang berwarna seperti anduhur; manuk jarajara, ayam yang belum sampai besarnya, ayam muda; manuk saburbintang, ayam yang bercorak-corak warna putih bulunya; manuk jarumbosi, ayam yang bulunya berwarna hitam dan putih; manuk na marbaju, ayamyang belum bertelur; manukmanuk hatopan, sej sumpah, lih gana; sagondang manuk, pesta gendang menghormati nenek moyang dari empat generasi.
Manus, I. tidak peduli, tidak ambil pusing. II. manus, terlupakan; manghamanushon, melupakan sesuatu.
Maol, sukar, sulit, mahal, penting, berharga, bernilai; marhamaolhon, (diparhamaol), menghargai, dihargai, tinggi, menilai; na pinorhamaol ni roha, kekasih; maolna i, betapa sulit; marnamaol, tidak sama sulitnya; maol bahen, hargailah, buat mahal.
Maon, menunjukkan masa yang akan datang; diboto halak maon, orang akan mengetahuinya.
Maor, bdk: aor.
Maos, I. bdk aos. II. sej kera.
Maot, bdk: oat.
Mapol, bdk: apol.
Mar, apa yang ditakutkan; hata mar, kabar buruk untuk mana orang menjadi takut.
Mara, mara, bahaya, bencana, malapetaka; soada mara, tidak ada bahaya; marmara, berbahaya, dalam keadaan bahaya, terancam; parmaraan, bahaya, keadaan berbahaya.
Maradatua, semoga, mudah-mudahan datang tuah, bahagia.
Maradauntung, = maradatua.
Maranti, pohon meranti, jenis-jenis: maranti piangin, maranti bane, maranti hori. Maras, bdk aras, merasa belaskasihan, kasihan.
Mardeka, merdeka.
Mardung, simardung, kata bilangan (And); anak na tolu simardung, anak laki-laki yang tiga itu; na dua simardung, dua buah.
Mare, pucat mengenai muka; maremare, perhiasan dari daun-daunan bagot yang dipasang pada rumah-rumah dan jalan-jalan waktu pesta.
Marga, marga, suku, klan; dongan samarga, kawan semarga; nasida na samarga, mereka yang semarga; marmargahon, bermarga A; marmargamarga, yang berlainan marga, dari berbagai-bagai marga, beraneka ragam.
Mari, mari! datang kesini!
Mariam, meriam; bodil mariam, idem.
Maringgo, bulu maringgo, sej bambu.
Maro, surut, berkurang mengenai air.
Marsak, bdk arsak.
Marsik, bdk: arsik.

Marsihala, simarsihala, sej tanaman merambat; tambar simarsihala, ba, anggiat tarhilala, ungkapan sewaktu memberikan obat.
Martolu, hau simartolu, kayu yang yang sangat keras.
Mas, (= omas), emas, mas tempaan yang dipasang pada telinga; parmasan, karung anyaman untuk menimpan padi berisi 12 solup; juga dipakai sebagai takaran.
Masa, masa, berlaku, terjadi, biasa dipakai, mode, berjangkit mengenai penyakit menular; na masa, itu terjadi, mode, faktual; begu masa, sahit masa, epidemi, penyakit menular; di masa ini, waktu ini atau itu terjadi, di musim, di periode; masa onan, = basa onan; hamamasa, hal terjadinya kejadian, peristiwa kejadian; pamasahon, menjadikan sesuatu, mewujudkan, melangsungkan, membuat jadi mode, mengadakan, meyelenggarakan.
Masak, masak, matang mengenai nasi dan buah-buahan, kering betul mengenai kayu; mambahen masak, memasak, membuat ranum; satonga masak, setengah masak; marmasakhon (diparmasak), menyiapkan kebutuhan makanan; parmasak, aneka ragam bumbu; dipamasak ma tahina, dibuatnyalah perjanjian; pamasakhon, mengeringkan; ulok masakmasak, sej ular; hatoban masak, hamba yang tidak dapat lagi menebus dirinya.
Masi, I. awalan kata pada kata benda yang bermakna: mengambil; masitimbaho, pergi membeli tembakau; masihau, pergi mengambil kayu; pasitimbaho, uang untuk membeli tembakau. II. masi-an, awalan masi dengan akhiran an pada kata kerja, kata benda dan kata sifat menghasilkan perbuatan saling, berbalasan; masihosoman, saling membenci; masitabian, saling memberi salam. III. masi, awalan pada kata kerja dengan tamahan be pada objek penderitaan menghasilkan makna: masing-masing; masiboan barang na be, masing-masing membawa bebannya sendiri; masipasangap amana be, masing-masing memuliakan, menghormati ayahnya.
Masiu, sira masiu, mesiu, salpeter.
Masuk, masuk; masuk tu jabu, masuk ke dalam rumah; ndang masuk, tidak masuk, itu tidak termasuk di dalamnya, itu tidak dapat diterima; masuk singkola, diterima masuk sekolah; hamasuhan, tempat jalan masuk, dapat dimasuki; pamasukhon, memasukkan, membawa ke dalam; masuk tardidi, dipermandikan, dibabtiskan; masuk silom, menjadi Islam; dimasuhi, dimasuki; masuk, hal perbuatan masuk, pemasukan.
Mata, I. mata; mata ni ari, matahari; mata ni bulan, bulan; mata ni ari ni tot, mata kaki; mata ni bodil, raras senapang; bodil sidua mata, senapang beraras dua; mata ni onan, saat yang paling ramai di pekan; mata ni pesta, (hariburon), saat yang paling ramai pada pesta, mata pesta; mata ni bonang, ujung benang yang dimulai; mata ni bagot, tempat buah, dimana tuak disadap; mata ni jala, mata jala; mata ni bulu, tempat pada bambu dimana cabang yang baru keluar; matamata, pengawas, mata kayu; mamatamatahon, mengawasi, mengamati, memata-matai; simata modom, orang yang bermata lemah; simata, mutiara, manik-manik; mata intan, intan; mata sormin, kuda putih yang mempunyai mata putih; parmata, kacamata; juga: orang yang dapat melihat hantu, peramal; sangkamata, sebagian, sebiji; hamataan, kesatuan sebagai tandingan: puluhan, ratusan, dsb; losung sidua mata, lesung berlobang dua; P.B.: borngin do jambar ni mata, pada malam hari mata harus beristirahat; mardua di mata, marbagi di roha, membagi dengan jujur, dengan adil. II. mata, tata, mentah; aek mata, air bersih dari mata air; anak mata, orang bebas, lawan hamba; daro mata, darah yang mengental, darah kental. III. manangkothon simata, menetapkan pertunangan karena uang mahar dibayar pada waktu mana pengantin perempuan di kalungkan mutiara, manik-manik; sibaramata, sej burung; anak ni mata, orang yang tidak berkawan.
Mataut, sayang, sial, celaka, percuma.
Mate, mati, meninggal; padam mengenai api, berhenti mengenai angin, berakhir mengenai pertempuran, kering mengenai air; mate so mangan, mati kelaparan; mate maup (mogap), tenggelam, mati lemas dalam air, mati hanyut; mate gaol, mati karena lanjut usia; mate mosu, mati mengenai pohon kayu; mate mata ni ari, terbenam mengenai matahari; bulan mate, bulan mati; satonga mate, setengah mati; matemate ne, hampir mati; aek simatemate, mata air yang hanya sekali-sekali memberikan air; pudun mate, simpul yang tidak dapat dilepaskan; lawan; pudun mangolu; mate ma ahu, seruan tanda sangat berdukacita, mati aku; na mate, orang mati, yang mati; na matengku (na matena), matiku, matinya; hamamate, hal mati; songon dia parmatena, bagaimana dia matinya? pamatehon, mematikan, membunuh; matean, kehilangan seorang karena mati; matean ama, kehilangan ayah karena mati, kematian ayah; na matean, orang yang masih hidup, yang menghadapi kematian di keluarga; marmatean, mati dalam jumlah besar; dipamatemate, berpura-pura ma-ti, berlagak mau mati; mate ma ho, kutukan; sahit hamatean, penyakit yang membawa kematian; manghamatehon, mati karena sesuatu; mate marsak, mati karena sedih hati.
Maujana, di tongatonga ni maujana, dihadapan hadirin (And).
Maungaung, dari aung, memanggil; maungmaung, memanggil-manggil, berpaling kepadanya.
Maup, bdk aup.

Meam, main; meammeam, main-main; marmeammeam, bermain-main; parmeaman, tempat bermain-main.
Meang, I. buah rangkai pohon palem dan pisang, keriting mengenai rambut; meang muli = meang mauli, rambut keriting. II. marmeang muli, tidak ada hambatan pergi kesana kesini, masuk keluar; laku mengenai (wanita) karena orang suka mengawini wanita berambut keriting; marmeang bahir, memihak, memandang bulu. III. sej pohon yang menghasilkan ramuan kayu yang baik.
Meat, bdk eat.

Mega, kira-kira, agaknya.
Megas, mudah patah, rapuh mengenai padi yang kering dan sewaktu menumbuk pecah; P.B.: megas na pir, mitak na momo, mengenai seseorang yang mengorbankan semua harta miliknya untuk dapat membalas dendam: bungkuk atau patah.
Mehet, I. bdk ehet. II. marmehetmehet, mengembik mengenai biri-biri atau kambing.
Meja, meja; uang (ringgit) meja, uang yang harus dibayar di kantor kalau mau mengajukan pengaduan.
Mejan, = galegale.

Mela, malu, berkeraskepala.
Melam, I. marmelammelam, bercahaya kemerah-merahan msl air sewaktu senja; sisaelam, luarbiasa bagusnya. II. marmelammelam, masuk dan keluar dari satu tempat kediamannya.
Mellak, lemah, tidak bertenaga mengenai tangan dan kaki.
Melmel, = metmet.
Melok, lunak, kurang berdaya mengenai rasa hati msl karena penderitaan.
Melos, = malos, menjadi layu.
Meme, kunyah dan langsung masukkan ke mulut, mamah, makanan yang dimamah, makanan; manaruhon meme, membawa makanan mengenai burung; marmeme (dimeme), mengunyah untuk anak kecil dan memberikan kepadanya; pangemehon, membawa anak kepada ibunya agar diberikan makan yang dikunyah; marmemehon, mengajarkan; meme tu anakna do parange ni inana, anak laki-laki menurut ibunya, tersadur pada anaklah perangai ibunya; paulak meme, membalas budi terhadap orangtuanya.
Mena, gambaran bintang: ikan, yang dapat dilihat dalam bulan hurung.

Menak, demak, diam, tenang, tenteram, damai; pamenakhon, mendamaikan, memenangkan.
Mene, = mana.

Menek, kecil (Angk).
Meneng, bahaya yang ditakuti.
Mengenmengen, = lengenlengen.

Mengo, marmengomengo, berbunyi dalam telinga.
Mengon, marmengonmengon, tidak sadar akan diri = mago rohana.

Mensur, bdk ensur.

Meo, bdk eo.

Meol, bdk eol.

Meom, = beom I.

Meong, I. terbuka mengenai mata; pameong, memuka mata; sitingko meong, piring kayu yang terletak di atas tiang pintu sopo. II. marmeongmeong, mengeong mengenai kucing, raungan kucing.
Mepal, sijonggi mepal, lih sanggapati.
Mera, sej ikan laut besar.
Meram, = merham.

Merdep, cincin dan likat; merdep matangku, tertutup mengenai mata, mengantuk.
Merer, licin, rata.
Meret, bdk eret.

Merham, merah padam.
Merjet, sej burung yang kecil.
Mermer, basah, segar, sejuk, senang; pamermer aruaru, membasahi kerongkongan.
Mermur, habis secara perlahan-lahan, menghilang, lenyap secara diam-diam.
Merong, suram mengenai mata.
Merun, bdk erun II.

Merus, bdk erus.

Mesa, gambaran bintang domba jantan, muncul dalam bulan sipahasada; parmesa: nama-nama 12 bintang yang berasal dari Sanskerta (dipakai sebagai takhyul); mesa, marsoba, nituna, harahata, singa, hania, tola, martiha, dano, marhara, marhumba, mena.

Meso, bdk eso.

Mesu = melos; malos, jadi layu.
Metar, mametar, memitar, membidik; mametari, dibidik orang kepada seseorang, membidik-bidik.
Metep, lapuk, tidak terpakai lagi mengenai tali dan pakaian, lih etep.

Metmet, kecil; metmet rohana, ia menghina, kecil hatinya; marsimetmeti, tidak sama kecilnya, berbeda kecil; hametmetonna, muda, masa kecil, kerendahan; pametmethon, mengecilkan, memperkecil; metmetna i, betapa kecil, kecil bangat, kecil amat.
Meut, bdk eut.

Miak, minyak, gemuk; miak tano, minyak tanah; miak ni tano, kekuatan, suburnya tanah; miak manis, minyak kelapa; miak babi, minyak, lemak babi; marmiak, berminyak; mamiahi, minyaki.
Mian, lih ian.

Miang, na so hamiangmiangan, lih liap.
Miat, mamiatmiat, berdenyut mengenai bisul, luka.
Mida, bdk ida.

Migor = mamigor, segera, terus, bdk tigor.

Mihim, purapura, munafik; marmihimmihim, berlaku curang, berbuat pura-pura, berbuat secara diam-diam.
Mil, I. sepotong daging yang bagus sekali. II. berkecambah mengenai padi yang direndam.
Milas, I. las, panas (Angk); aek milas, air panas. II. air yang keluar dari mata, semuanya yang keluar dari mata; milason, berair-air mengenai mata; na samilas, sedikit sekali.
Milmil, marmilmil, bersiul de-ngan mulut. Mimir, merembes, tiris; aek mirmir, mata air yang kecil, air yang merembes, air rembesan.
Minak, = miak.
Mimis, uang mimis, uang ketip; samismis, seketip.
Minar, bercahaya, ceria mengenai muka.
Mindo, bdk indo.

Minggor, memberi hati, sabar, lunak hati; ndang minggor rohana, dia tidak mau memberi hati, tidak mau kalah, tidak melunak, keras hatinya.
Minggu, ari minggu, hari minggu; marminggu, merayakan hari minggu, pergi ke gereja, beribadah; parminggu, orang yang pergi ke gereja; parmingguan, tempat ibadat, gereja, tempat dimana orang merayakan hari minggu.
Mingguk, menjadi malu, tidak mengerti, tanpa pengertian.
Mingor, mengenai telinga: ribut kedengaran, suara hiruk pikuk, hingga tidak mendengar dengan jelas.
Mintora, mantera, jampi.
Minum, bdk inum.

Miok, berpaling; ummiokmiok, mudah berpaling, lembut, lemah-lembut; pamiokhon, memalingkan sesuatu, berpaling.
Mior, buah pohon kelapa, yang masih muda.
Mira, sebutan kapada ayam jantan yang berwarna merah, jago; mira bohi, riang, gembira, ke-heran-heranan kelihatan, tercengang.
Mis, marmismis, menipu.
Misang, musang.
Misara, hamisaraan, tanda ‘ng’ dalam aksara Batak.
Mise, misai, kumis (juga pada binatang).
Misti, = ingkon.
Mit, marmitmit, memikirkan se-suatu untuk menipu, memperdayakan; parmitmit, penipu.
Mitak = songon itak.

Miul, marmiul, bersiul.
Mobe, sej pohon kayu yang buahnya dapat dimakan.
Modang, sej pohon kayu, yang kayunya putih, baik untuk kayu ramuan; modang sanggar, sej modang.

Modar, babak belur, lemas karena kena pikul.
Modat, madat, opium, candu; marodat, mengisap candu.
Modom, = podom, tidur.
Mogang, Tuktuk Mogang, semenanjung di Danau Toba.
Mogap, megap, mati lemas dalam air, mati lemas; mate mogap, idem.
Mohop, panas; juga dalam arti kiasan; mohop ateate, panas hati, marah lih ohop. Mojong, marmojongmojong, menurut tetapi dengan rasa enggan, berpura-pura patuh.
Mokmok, gemuk; otik hinamokmokhon, godang hinabutonghon, dengan sedikit orang menjadi gemuk, dengan banyak orang menjadi kenyang; mokmokna i, gemuk kali.
Mol, = lam, semakin, makin lama makin.
Molngit, mamolngit, membuat supaya sangat diam.
Molo, kalau, jikalau, jika; ia molo, idem; molo tung, jika kadang-kadang, kalaupun.
Moma, bdk mona dan bona; martua mona, memulai kerja di ladang dengan baik.
Momar, melihat dengan mata liar,bdk omar.

Mombang, gambaran ayam dari ijuk dibuat secara kasar dan digantungkan dalam rumah; mombang boru, sej anggrek, yang tergantung pada pohon kayu.
Mommon = monmon.
Momo, mudah, enteng, lunak, gampang lumat; marsimomo, menumbuk padi yang kurang kering; momoan, suatu persembahan untuk seorang yang meninggal dan terdiri dari makanan yang disukainya, makanan yang mudah cerna.
Momong, bodoh.
Momos, kuat, teguh, diikat, tegak, ketat; momos daging, sehat, gempal; pamomoshon, mengikat dengan kuat, meneguhkan, mengetatkan; momos ditiop, kuat dipegang.
Mompas, bdk ompas.

Mompo, bdk ompo.

Mona, = bona; patumonaan, buah yang mula-mula keluar; juga padi; matumona eme, mempunyai buah pertama.
Monang, menang dalam permainan atau pembelian; hamonangan, kemenangan; parmonangan, hal mengenai menang; pamonanghon, memenangkan; siparmonang, pemenang, orang yang menang; manghamonanghon, membawa kemenangan dari sesuatu.
Monding,bdk onding.

Mondok, bdk ondok.

Mondut, bdk ondut.

Mong, bunyi ogung.

Monggak, membuka mulut lebar-lebar karena sangat letih msl binatang yang dikejar-kejar, menganga karena letih.
Monggo, marmonggomonggo, sangat dalam mengenai air; simonggo, nama lubuk yang dalam dunia roh; simonggo ni ari (bdk simanggua ni ari), hari sial pada parhalaan.
Monggop, bdk onggop.

Monggor, = hosom.

Mongkol, bdk ongkol; mongkol, mentah, tidak masak mengenai buah-buahan.
Mongkor, tidak masak mengenai buah-buahan. Mongkus, tidak sopan dalam kelakuan dan makan, melahap apa saja; parpangan na mongkus, seorang yang memakan semuanya apa yang diperolehnya.
Mongmongan, sej ogung, untuk mengumpulkan orang.
Monis, menir, pecahan beras yang sangat kecil atau sisa-sisa beras; sibola monis, seorang yang memelah monis, demikian disebut orang kikir, orang pelit; monismonis, bintil-bintil pada puting payudara karena infeksi.
Monjap, bdk onjap.

Monmon, ingus.
Monsak, marmonsak, berpencak; parmonsak, tukang monsak; parmonsahon, hal atau perbuatan pencak, pengetahuan mengenai pencak.
Monsi, tikus, mencit.
Monsong, bdk onsong.

Monta, tidak sopan, biadap mengenai anak-anak.
Montok, bdk ontok.

Mora, kaya, berkeadaan; na mora, ratu: isteri raja (penyapaan), juga: orang kaya; mamora, kaya; hamoraon, kekayaan; na mora jong, kaya sekali; na mora na gok, idem; Simamora, nama daerah di sebelah utara; nama marga.
Morhara, bintang Capricornus.
Morhumba, bintang Akuarius, sala satu dari 12 pormesa.Mormor, huting mormor, sej kucing; kiasan untuk orang kikir, orang pelit.
Moror, licin.
Moros, berkeinginan, berhasrat; dipatumorosi, sangat kepingin, sangat berhasrat.
Morot, bdk orot, eret.

Morpo, bdk orpo.

Morsa, sebutan untuk pulau Sumatera.
Morsaboa, nama terakhir dari 8 panggorda, lih gorda II.
Morsik, keras; pamorsik, memperkuat.
Morsoba, gambaran bintang Taurus, lembu jantan, satu dari 12 pormesa.

Mortiha, gambaran bintang Kala, satu dari 12 pormesa.

Moru, bdk oru.

Morur, berkunang-kunang penglihatan; morur huida, berkunang-kunang kulihat.
Morus = hansar, menceret, diare, murus.
Mosal, = termashur, terkenal; na mora na mosal, seorang yang termashur karena kekayaannya, orang kaya beken.
Mose, bdk ose.

Mosok, hangus, gosong, dimakan api, terbakar; dimosokhon, di-hanguskan, dibuat jadi arang; ndang mosok papangan api, dengan menyebut ‘api’ orang tidak akan membakar mulutnya, artinya: dengan berbohong tidak membahayakan dirinya.
Mostop, gatal; mostop ateatena, dia menjadi degil, dia tidak mau.
Mosu, cepat masak, berulat; mate mosu, mati mengenai tumbuh-tumbuhan.
Motan, na so motan, tidak bisa dipercayai, tidak berguna; so motan, demikian disebut orang yang membuat semua orang menjadi musuh dan tidak mempunyai kawan.
Motung, sej pohon kayu yang daunnya di bawah sebelah bawah putih; simotung, anjing putih.
Mu, = mu akhiran orang kedua kata pengganti kepunyaan.
Mual, mata air, sumber; baba ni mual, mulut mata air, tempat air keluar dari tanah; marmualmual, berbual-bual; mual haroroan, asal, titik keluar; marmual sian, berasal dari, datang dari.
Muap, bdk uap.

Muara, muara; nama daerah di sebelah selatan Danau Toba; marmuara tu, bermuara di; muara ni onan, semua daerah yang mempunyai satu pekan bersama.
Muatan, muatan; muatna, bisanya masuk, kelakuan (= pangalahona); parmuatna, idem.
Muba, lih uba.
Muda, I. mudah; marhamudahon, (diparmuda), enteng; pamudahon, mempermudah. II. muda, = molo (Angk). III. muda, nama hari ke-4; muda ni mangadop, nama hari ke-11; muda ni holom, nama hari ke-18; muda ni mate, nama hari ke-15.
Mudar, darah; marmudar, berdarah; urat ni mudar, pembuluh; mudarmudar, sej pohon yang kayunya merah.
Mudol, modal, barang-barang, kekayaan; nunga adong mudolna, sudah ada modalnya.
Mudu, marmudumuduhon, membesarkan dan mendidik, memelihara seseorang; diparmudumudu, idem.
Mugis, nama sej sarung (dari kata: Bugis).
Muhat, bdk uhat.

Muhut, keropas, yang tidak berharga.
Mula, mula, awal, asal; mulamula, mula-mula; di mula ni mulana, pada awal sekali; di mulana, mula-mula; parmulaan, permulaan; marmula, memulai; marmulahon, sesuatu sebagai asal mula-mula; Mulajadi Na Bolon, dewa tertinggi yang menjadikan dunia dan nasib manusia berada dalam tangannya.
Mulak, bdk ulak.

Muli, pulang ke rumah, kawin mengeai perempuan; pamulihon, mengawinkan seorang anak gadis; pamuli, menyuruh pulang ke rumah, mengusir; hamulian, suaminya; hamulimulian, sesajen yang dibawa kepada begu agar ia pergi. Mulia, mulia, indah; marmulia, bermulia pada gelar dan sapaan; hamuliaon, kemuliaan.
Mullop, bdk ullop.

Mulmul, pasir yang halus sekali; ndang tarida mulmul, orang tidak dapat lagi melihatnya, ia sudah lenyap.
Multik, bdk ultik.

Mumba, = muba.

Mumbang, bdk umbang.

Mumpat, bdk umpat.

Mumut, busuk, basi, msl air laut; holiholi na mumut, tulang-tulang yang mulai busuk: juga dikatakan tentang mereka yang telah lama sakit.
Muna, mu, kata milik orang kedua jamak.
Mundala, puting susu kerbau.
Mundar, bdk undar.

Mundi, sej monyet.
Mundimundi, sebangsa lembing kecil dari kayu kurujung besi.
Mundot, bdk undot.

Mundur, bdk undur.

Munggu, munggumunggu, kayak raksasa, besar sekali mengenai manusia dan binatang.
Mungka, pungka, mula, permulaan, awal; di mungkana, permulaannya, mula-mula, pada permulaan.
Mungkal, bdk ungkal. Mungkap, bdk ungkap.

Mungkor, mendengkur,bdk ungkor.

Mungkur, unte mungkur, nama sej jeruk; pamungkuri, tulang sayap paling atas burung.
Mungut, bdk ungut.

Muni, marmuni, berbunyi; munimunian, ramalan dari berbagai desas-desus, tetapi juga: pada umumnya ramalan; parmunian, pengetahuan mengenai pertanda; asa unang marusap, unang marmuni, unang saut martahi musu i, agar dengan itu rencana yang dibuat musuh tidak berdaya.
Munik, berbuah; marmunikmunik, bermenung, memikir-mikirkan.
Muningan, terkejut, cemas.
Munsong, berkumpul mengenai air.
Munsung, baba, moncong; munsung babi, begitulah disebut orang yang mulutnya menonjol ke muka bagaikan muncung babi; P.B.: tu jolo tarmunsung, tu pudi tarihur, tidak bisa kemana-mana, tidak dapat masuk atau keluar.
Munung, ornamen dari ukiran rumah atau pisau dengan kepala kerbau; parmunung, pengukir ornamen ini.
Mur, = mol, semakin (Angk).
Mura, murah, mudah, pantas; pamurahon, membuat gampang, mempermudah; diparhamura, mennganggap sesuatu dengan enteng. Murak, bdk urak.

Murhing, marah, bermuka masam.
Murik, marmurik, memperoleh anak mengenai binatang.
Muring, marmuringmuring, melawan, merajuk, membantah.
Muris, sisa-sisa, restan.
Murnik, parmurnihmurnihon, penyakit yang menusuk dalam tubuh msl karena cacing.
Murotok, mamurotok, berdetus, gemercik; pamurotok, hal berdetes (bdk purotok).
Muruk, marah, gusar; P.B.: tinutung bulu di dalan parbantoan, molo haroro ni muruk, ndang niingot hamagoan, bila orang marah dia tidak lagi memikirkan apa-apa; parmuruk, pemarah, orang yang cepat marah; marmurukmuruk, orang yang suka marah; mamuruhi, memarahi; manghamurukkon, marah mengenai sesuatu; na ro murukna, dia menjadi marah.
Musang, tua sekali mengenai sesuatu yang lama terletak msl anggur, padi dan menjadi semakin baik, bdk usang.

Musar, bdk usar.

Muse, I. lagi, juga. II. muse, kelak, di kemudian hari. III. muse pe, nantilah, lain kali.
Museng, musengani, = muse.

Musim, musim; alogo musim, musim angin pasat.
Musu, musuh, lawan, bermusuh; musu ruar, musuh dari luar; lawan = musuh dalam kampungnya sendiri; musu tihus, musuh yang terbesar; marmusu, berperang; parmusuon, perang, peperangan; hamusuon, perang, perbuatan perang; parmusu, prajurit, serdadu; musu tali, musuh yang cara berperangnya dengan menangkap orang dan mengikatnya; musu bodil, musu sebenarnya dengan mempergunakan senapang.
Mutiha, mutiara, batu mulia, mestika.
Mutik, kuntum, dari mana buah berkembang.
Mutmut, permulaan, sebab-musabab perlawanan, alasan, sebab, wujud; ndang huboto mutmutna, saya tidak dapat pemecahan tentang suatu perkara yang rumit.
Mutu, rela, rajin, berusaha sekuat-kuatnya; mutu mangalului, rajin mencari; P.B.: mutu siborok mangalului guluan, mutu roha ni jolma hangoluan, = siborok rajin mencari kolam, manusia rajin mencari kehidupan; cebong suntuk mencari kubangan, manusia bingung mencari nafkah, kehidupan.

N.

Na, I. kata pengganti penghubung; halak na hutanda, orang yang saya kenal; nasa na adong, semua yang ada, segala sesuatu; na parjolo, yang pertama; na uli, yang bagus, yang elok; na so uhum, hal yang tidak adil, yang tak menurut hukum; dipaboa nasida, na so jadi hami ro, diberitahukan mereka, bahwa kami tidak jadi datang; na olo do ahu, saya mau. II. di muka kata yang menunjukkan waktu masa lampau: na bodari, tadi malam, semalam; na taon i, tahun yang lewat, tahun yang lampau; na taon sada, tahun sebelum tahun yang lewat, dua tahun yang lewat; na masa onan, pekan yang terakhir, yang lampau; nantoari, kemarin; na sogotan, tadi pagi, juga: na sogot narian. III. akhiran kata pengganti kepunyaan orang ke tiga tunggal. IV. na, ambillah ini (diberikan sesuatu kepada orang).
Naba = maba.
Nabar, = mabar.

Na bodari, tadi malam,bdk bot.

Nabung, marnabung, mencukur; manganabung, mencukur, menggundul; raut parnabung, pisau cukur; P.B.: tajom pe raut parnabung, tajoman do butuha na male, betapapun tajamnya pisau cukur, lebih tajam lagi perut yang lapar.
Nada, = indang, indadong.

Nae, I. (dari ina ni), ibu si; kata ini ditempatkan di muka nama anak tertua untuk menyebut nama ibu (sama dengan ama); nae Togar, ibu si Togar; sebagai pengganti nae: nan dan nai.
Naek, naik, mendaki, memanjat; manaek, naik; boru manaek = boru maiturun; naek sorga, bertambah meningkat mengenai kekayaan dan hormat, bertambah pangkat; lam tu naekna, menambah terus-menerus, semakin bertambah, semakin meningkat; panaekhon, menaiki (= dipanaek); hanaehan, tempat naik, tempat yang didaki; sideang hanaehan, tangga; patimbo hanaehan, pabagas hadabuan, meninggikan kenaikan, memperdalam kejatuhan; kesombongan; naeknaek, lutut kaki belakang ternak sebagai tangga anak-anak untuk menunggang kerbau.
Naeng, (juga: naing), akan, mau, hendak, ingin, berniat; naeng ro udan, akan datang hujan; naeng tudia ho, engkau mau kemana? hendak kemana kau?; naeng neang, perempuan mau ringan, mau bersalin; naeng tangis, mau menangis; naengnaeng, mau, sedang, hendak.
Naengan, lih ingan II.
Naga, ular yang legendaris; naga padoha, ular yang meng-
hancurkan bumi setelah baru saja dijadikan dan kemudian dibelenggu di bawah bumi dan sekarang menimbulkan gempa; Boru Saniang Naga, dewi air (begu legendaris); sisik nagaon, mempunyai penyakit tertentu pada mana kulit menjadi bersisik.
Nagari, = bangso.
Nagori, I. = nagari. II. sinagori, jari manis.
Nahit, menyala; nahit sahitna, penyakitnya bertambah parah, akut penyakitnya kambuh; manganahiti, menyalakan, menjangkit; panahit, menjangkit, menyalakan; sinahiton, = hau (And).
Nahoda, = induk.

Nai, I. = nae. II. dihubungkan = nari msl sadanai, satu lagi; piga nai? berapa lagi?.
Naing, = naeng.

Naingan on, bdk ingan II.

Nala, nyala; marnalanala, bernyala-nyala mengenai api, api yang marak.
Nalnal, terang, jelas, dapat dilihat.
Nalom, merasa senang dengan nasibnya, penuh kepercayaan yang kuat, yakin sekali, pasrah, tawakal; nalom ni roha, kepercayaan yang kuat, tabah, pasrah; marhanalomhon, = (diparhanalom), harap akan, merasa senang dengan sesuatu; mananalom, mengingini sesuatu; mananalom tu indahan, hidup hanya dari nasi, sudah puas hanya dapat nasi; mananalom tu Debata, hidup hanya atas karunia Tuhan, pasrah pada Allah, berharap kepada Allah.
Nama, lagi, masih, hanya, sa-ja, cuma, semata; ise nama ta-ding, siapa yang lagi tinggal? siapa cuma yang tinggal?; tolu nama, hanya tiga lagi; tudia nama ahu, kemana gerangan saya pergi? kemana aku lagi? Namadu, lih lamadu II.
Namboru, dari ina ni boru, saudara perempuan ayah; anak ni namboru, kekasih. Demikian dikatakan isteri terhadap suaminya atau seorang gadis kepada seorang pemuda, yang boleh diambilnya dan yang disukainya.
Nambur, bintik-bintik air yang melekat pada rerumputan di pa-gi hari; hona nambur, berembun, kena embun.
Nambura, (dari na imbaru), belum lama, belum begitu lama, barusan, baru saja.

Nami, akhiran kata milik orang pertama, jamak, bila yang disapa itu tidak termasuk di dalamnya, kami.
Namnam, manganamnam, merasai, mencicipi dengan bibir.
Nampuna, yang punya, pemilik; bdk puna.

Namun, I. = asal, namun, bila hanya, asalkan, tetapi. II. = gok, cukup, penuh.
Nan, = nae I, nai.
Nana, nanah; marnana, bernanah.
Nanam, marnanam, memanah, mengunyah, menggigit; mangananam, mengunyah sesuatu, makan sesuatu; parnanam, gigi, penggigit.
Nandigan, kapan, menanya sesuatu yang sudah lampau, bdk andigan.

Nang, I. pun, juga, lagi, pu-
la, jikalau, bahkan, biarpun walaupun; nang pe, idem; nang pe hujou ho, ndang ro ho, walaupun saya memanggilmu, engkau toh tidak datang; nang… nang, baik…. maupun; nang hangoluan, nang hamatean, baik hidup maupun mati. II. panangnang, banyak makan.
Nanget, halus, merdu, perlahan, lambat; nangetnanget, perlahan-lahan, hati-hati.
Nanggar, martil besar, pemukul besar; batu nanggar jati, batu ajaib yang legendaris, dari situ orang dapat menaik ke benua atas.
Nanggaring, kemarau berkepanjangan, keadaan kering terus menerus.
Nanggir, terus-menerus kering mengenai cuaca.
Nanggo, pun, juga, bahkan, walaupun hanya malahan; nanggo sada ndang adong, satupun tidak ada; lehon ma tu ahu nanggo dua kibung, berikanlah walaupun hanya dua saja kepadaku.
Nangka, biji dalam buah pinasa; juga pinangka, di Angkola: pinasa; batu nangka = batu pinangka.

Nangkar, marnangkarnangkar, sendirian, mengenai seseorang, yang tidak dipeduli oleh siapapun, yang tidak diindahkan, bdk: sangkar.

Nangkat, peluru, sumpitan; parnangkatan, tempat (tas) sumpitan.
Nangkin, tadi, barusan; bdk angkin; nangkiningan, idem.
Nangkir, akal, kecerdikan; ma-
sitaon nangkirna, saling melawan dengan kata-kata.
Nangkoda, = nahoda.

Nangkok, mendaki, menaiki, menanjak; manganangkohi, menaiki, mendaki sesuatu; panangkokhon, membawa ke atas, sesuatu yang mudah dikerjakan, dipersulit lagi; nangkohan, lereng, tampat yang curam, tanjakan.
Nangon, marnangon, kuat, berguna, bermanfaat, berkhasiat.
Naning, sej penyengat besar.
Nannoing, = nangkin, tadi, barusan.
Nannon, tadi, barusan bdk annon.
Nantalili, = lili.

Nanton = na tu on, mari kesini, berikan kesini.
Nantorabingan = nantuari sada, kemarin dulu.
Nantuari, kemarin, bdk ari.

Nantulang, (dari ina tulang); isteri tulang.

Nantulasi, sej tanaman yang kalau dipegang menimbulkan rasa gatal.
Nantunggutiga, = dalihan na tolu, tiga tungku dalam bahasa datu.

Nanturge = anturge.
Napa, pupuk kandang, kotoran ternak; manganapai, memupuk tanah.
Nape = dape, dope, lagi.
Napnap, manganapnap parmidaan, penglihatan yang kabur, melihat samar-samar.
Napu, subur mengenai tanah; = napa.

Napuran, (dari na hapuran, apa yang dicampur dengan kapur), sirih, daun dirih; marnapuran, makan sirih; P.B.: napuran tanotano na sinuan di onan, manumpak Debata dipaganda parbinotoan; napuran huta napuran si Poholon, na hurang rupa sipaotootoon, sirih pekarangan ditanam di pekan, dengan ridho Allah bertambah pengetahuan; sirih tanah ada di Sipoholon, yang kurang pandai, biasa jadi objek penipuan.
Nare, mari, datanglah kesini, seruan kepada anak-anak; nare huabing, mari ke ampuanku.
Nari, akhiran kata, lagi, juga: nai; sadanari (sadanai), satu lagi; piganari, berapa lagi; sahalinari, sekali lagi; duahalaknari, dua orang lagi; satongkinnari, sebentar lagi; duapulu ringgitnari, duapuluh ringgit lagi.
Nariti, selatan daya, barat daya (penjuru angin).
Naroko, api naroko, api neraka.
Naruso, sej pisau.
Nasa, I. seluruh, semua, segala; nasa na, semuanya yang , segala sesuatu yang; nasa na manggulmit, semuanya yang bergerak, hidup; nasa ragam ni hau, semua jenis pohon kayu. II. na sa, sebesar; na sahorbo, sebesar kerbau; na sa on (na sa i), sebesar ini, segini, segitu; na sai laon, beberapa waktu yang lama, dahulu; nasanasa on, sebesar ini, segini-gini ini, sebegini besar.
Nasi, = indahan, nasi (And); marbunga nasi = na duma, makmur, berkecukupan.
Nasida, kata pengganti orang ketiga jamak: mereka; sebagai kata halus, juga dipakai untuk kata pengganti orang ketiga tunggal; juga sebagai akhiran kata milik orang ketiga jamak.

Nat, = manat, hati-hati, cermat.
Nata, lain kali, sekali ini biarlah begitu; nata pe, idem juga: umum, nyata sudah lama diketahui; so nata, tidak diketahui.
Natar, terbuka, nampak jelas, dapat dilihat dengan terang.
Natarhona, = barani; ise ma natarhona mandok soara di adopan ni raja sangap, siapa yang sok berani bersuara dihadapan raja itu? ise ma natarhona mandagar harugian na sai godang, siapa yang sok jago membayar kerugian sebesar itu?
Naung, (dari: na dung) sudah, yang telah, sesudah berlangsung; naung sidung, yang telah siap dibuat; raja naung pinabangkit, raja yang sudah diangkat, yang telah dinobatkan;
naung jinalo, apa yang sudah diterima.
Nda, dari inda, I. kan, bukankah, bukan, dalam pertanyaan yang mengharapkan jawaban positip; nda ho do na hugonghon i, bukankah engkau yang saya undang? nda i? bukan? bukankah begitu? II. kecuali bila, selain, jika tidak; ndang adong haposanku nda holan raja, saya tidak punyai perlindungan selain raja; ise na begu nda ulubalang i, siapa yang berani perkasa, kalau tidak pahlawan itu?
Ndada, = indada, tidak, bukan.
Ndadong, = indang adong.

Ndang, = indang, tidak.
Ndangana, tidak.
Nde on, = indeon.
Ndi, = indi.

Ndingkon, lih ingkon.

Ne, I. hampir, kira-kira; matemate ne, hampir-hampir mati; sahat ne, hampir sampai. II. cepat! lekas! laho ma ne, pergilah cepat, cepat!
Nean, = nian.
Neang, ringan, gampang dibawa, mudah; roha na neang, kesemberonoan, memandang enteng, bersikap pandang enteng; neang roha, menganggap enteng; paneanghon, meringankan, membuat enteng; marsineang di, berlaku semberono dengan; martahi neang, mau bersalin, hampir tiba saatnya untuk melahirkan. Nehet, marnehetnehet, menyala, terbakar perlahan-lahan tanpa menyala; juga mengenai pertempuran dan dendam: perlahan tapi pasti berkembang.
Neme, panemenemeon, marah terhadap seseorang.
Nemnem, tabah, sabar; sinemnem urukuruk, lembut, halus, dikatakan mengenai orang yang mengetahui memilih kata-katanya sehingga merupakan tulang daun lidi yang semakin bertambah halus.

Nene, = tongtong; udan nene, hujan perlahan-lahan tetapi terus-menerus dan oleh karenanya menembus; panenehon, mengerjakan sesuatu tanpa berhenti, terus-menerus.
Nenep, = lelap; tarnenep, = tarlalap, tertidur, terlelap.
Neng, nengneng, = jugul; dinengnengi, berulang-ulang meminta, mengajak.
Nengan = ningan, lih ingan II.
Nenganenga, bdk tenga.

Nengel, tuli, pekak; diparnengelnengeli, berbuat seolah-olah tuli, pura-pura tuli; di-panengelnengel, menyebut orang tuli, menanyakannya apa ia tuli.
Nepnep, panepnephon, membinasakan, merusakkan, menghancur leburkan sampai habis; mangunepnep, putus harapan, tidak ada lagi yang dapat diharapkan.
Nepo, marneponepo, pening, pusing; menepe, semuanya keli
hatan campur baur.
Ngadol, gigi geraham.
Ngae, berair-air mengenai um-bi-umbian dan buah-buahan: la-
wan: holpu.

Nangaetan, letih, cape, lelah.
Ngaik, marngaik, menyalak, menggonggong, meraung mengenai anjing.
Ngair, = ngais.

Ngais, rasa dingin pada gigi msl sewaktu menggigit mentimun.
Ngak, marngangak, tertawa terbahak-bahak.
Ngaknguk, berbicara keras tetapi tidak jelas, tak jelas artikulasi.
Ngal, tidak cukup, terbengkalai, tidak sampai, tanggung, gantung; rusuk na ngal, rusuk-rusuk yang pendek; dolok na ngal, bukit; ulaon na ngal, pekerjaan yang tidak siap, terbengkalai; ngal hosa, sulit bernafas, tersengal nafas; hangalan, keadaan sesuatu yang kurang; kekurangan, cacad, ketiadaan; padaohon hangalan, mempersembahkan kurban untuk seorang pemuda/pemudi, yang tidak berhasil mencari teman hidupnya, membuat sesajen membuang sial agar cepat kawin.
Ngali, dingin; ngali ni ari, hal dingin, sejuk, kedinginan; ari ngali, musim dingin; ngalian, kedinginan.
Ngaltok, gampang digigit, mudah dikunyah. Ngalu, marngalu, memamah biak; dingalungalui, memamah biak berulang-ulang.
Ngalut, berat sekali, lelah sekali, payah dikerjakan; ha-
ngaluton, kesakitan, penderitaan, jerih payah, perjuangan.
Ngamngam, marngamngam, mengunyah, menggigit bdk nanam.
Ngangang, terbabang, terbuka lebar-lebar msl kuburan yang kosong, tidak berisi mengenai padi; panganganghon, membuka lebar-lebar msl mulut.

Ngao, murung, sendu, merasa sepi.
Ngaol, ngaolan, beku, letih mengenai tangan dan kaki.
Ngaor, = ngaur.
Ngarip, tarngarip, kena gores.
Ngarngar, pecah-pecahan.
Ngarok, bergersak gigi msl sewaktu makan ketimun.
Ngatngat, marngatngati, menggerogoti mengenai sesuatu yang belum masak.
Ngauk, marngauk, roboh, jatuh sambil mengeluh.
Ngaur, marngaur, mengaum mengenai harimau.
Ngeat, bengkok, lekuk; marngengeatan, pegal-pegal mengenai anggota gerak badan.
Ngelngel, = jugul.

Ngendul,ngilu, salah urat.

Ngelsu, = ngilsu.
Ngenge, cacar, ruam cacar; marngenge, berpenyakit cacar; ngenge basa, cacar angin, cacar air; ngenge bajaure, penyakit campak; ngenge godang, poken; ngenge sigundal, cacar besar dan banyak sekali; ngenge tahutahu, campak.
Ngengeng, marngengeng, berdengung mengenai insek, berdesingan mengenai peluru.
Ngengngeng, = jengkel.

Ngensuk, = ngensut.

Ngensut, marngensutngensut, menggersik.
Ngeok, maengeok, gemuruh dalam perut.
Ngeong, marngeongngeong, mengeong mengenai kucing; parngeong, hal mengeong, cara mengeong mengenai kucing.
Ngeor, marngeorngeor, mendahak.
Ngeos, tiruan bunyi mengenai desingan peluru; patungeos, berdesingan.
Ngernger, lambat, perlahan-lahan, hati-hati; ngernger adong pinaimana, hatop adong pinareakna, lambat ada yang mau ditunggu, cepat ada yang mau dikejar, kedua-duanya ada kegunaan; pangerngerhon, memperlambat mengenai kecepatan.
Ngesnges, ngesngesan, mendesah.
Ngeuk, marngeuk, berdesar, mendesit. Ngiak, marngiakngiak, memeking, berkaing-kaing, bunyi yang dibuat babi; menangis me-ngenai anak-anak.
Ngiar, terik, bernyala-nyala, membakar dengan sangat; ngiar ari, matahari membakar, terik; marngiarngiar mohopna, panas menyala; pangiar soara, menyaringkan soara.
Ngilngil, pangilngil, menampakkan gigi.
Ngilu, perasaan gigi kalau makan sesuatu yang asam; ngilu ipon mangangkupi ho, tidak enak bergaul dengan engkau.
Ngilut, ngilu, kaku mengenai sendi-sendi; marngilutan dagingna, seluruh badannya kaku, linu; hangiluton, kekakuan, kelinuan.
Ngingi, gigi; ngingi ni hudali, gigi cangkol Batak dari besi, gigi garut; ngingi ni pen, pen waja, mata pena.
Nginging, marnginging, berbunyi dalam telinga, bunyi berdesing dalam telinga.
Ngingis, marngingis, berdesar mengenai benda-benda yang dibuang.
Ngiok, marngiokngiok, mengaduh, mengerang karena sakit.
Ngirngir, tua mengenai pohon kayu; ngirngiran, tua.
Ngitngit, ngengat; ngitngiton, dimakan ngengat.
Ngiul, marngiul, bersiul-siul dengan mulut.
Ngiung, marngiungngiung, menangis terngiang-ngiang mengenai anak-anak.
Ngoa, marngoangoa, menangis mengenai anak-anak.
Ngok, tarngok, menjadi tidak sadar, menjadi pingsan, pingsan karena terjatuh.
Ngoli, urat na ngoli, kain sutera (dari Aceh).
Ngolngol, berlangsung lama, berlama-lama, berkepanjangan; na nia ngolngolna, agak panjang, lumayan panjang; parngolngol, berjalan-jalan kemana-mana dengan perasaan ragu-ragu; ngolngolan, terpaksa menunggu lama, bosan dan marah karena itu, menunggu lama-lama.
Ngolu, hidup, kehidupan, kekuatan hidup, hayat; ndang adong ngolu ni baoa, laki-laki itu adalah impoten, lemah syawat; parngolu, yang memberi hidup, hidup; mangolu, hidup; nasa na mangolu, segala sesuatu yang hidup; andorang (tagan) di ngoluna, di masa hayatnya, sewaktu dia hidup; pangoluhon, menghidupkan, membiarkan hidup, memelihara; sipangolu, yang mengidupkan; hangoluan, kehidupan, nafkah, makanan; juga dalam arti kiasan: kehamilan; adong do hangoluanna, dia hamil; marhangoluan, hamil; hangoluan, hidup ini; manghangoluhon, memakai sesuatu sebagai mata pencaharian, memakai sesuatu dengan itikad kebaikan, menghayati.
Ngombas, bdk ombas.
Ngomngom, = sonson, dekat di hadapan seseorang, ada di depan mata; pangomngom, mendekatkan.
Ngognar, bunyi gendang yang retak; mengucapkan omong kosong, bingung.
Ngongong, diam, tidak berbuat apa-apa, tidak bergerak, berhenti; nunga ngongong, ia sudah mati; marngongngong, berdengung mengenai bunyi serangga yang terbang dan banyak jumlahnya.
Ngongos, marngongos, berdesing mengenai angin.
Ngorik, marngorik, kertak su-ara gigi.
Ngorngor, dengan diam-diam dan perlahan-lahan tetapi terus berjalan, tidak padam msl kayuyang terbakar selalu; tidak senang, bersungut-sungut karena penderitaan yang tidak berat; ngorgor do mohopna, mengenai seorang pasien: panas badan sudah stabil; ngorgor roha, sering resah, selalu murung, merasa prihatin.
Ngorom, patungoromon, mengaum, mengenai binatang-binatang bu-
as.
Ngosngos, tindih menindih; patungosngos, menggigit geraham karena mau mati atau karena sakit sekali, mendengusdengus.
Ngot, bangun, bangkit.
Ngotngot, berlama-lama menderita, terus menerus sakit mengenai luka kecil tetapi pedih; P.B: landit porhot gota ni simargalagala, hansit ngotngot, naung adong jumadi
soada, orang tidak tahu ataukah getah dari simargalagala harus disebut licin atau kasar, tetaplah susah hati kalau menjadi tak berguna apa yang dimiliki; ngotngot partangis, tersedan-sedan karena susah hati; ngotngotan roha, tidak dapat mengatasi kesedihan hati, pilu rasa dada.
Nguengue, marnguengue, menguak (kerbau); P.B.: ia marsadasada horbo, nguengue, ia dung ro donganna, diuge, kalau hanya seekor kerbau maka ia menguak, bila datang kawannya, maka ia menanduk.
Nguk, dengan kata ini si ibu membantu anaknya membuang air besar; nguknguk, marnguknguk, membuang air besar yang sulit mengenai anak-anak.
Ngukngak, = ngaknguk.

Nguknguk, menokok.
Ngulngul, berbicara melalui hidung.
Ngumngam, tidak harmonis, tidak serasi bunyinya, juga tentang kata-kata yang tidak sesuai pada pengadilan.
Ngungu, bisu, membisu, bungkem; mangungu, berbisu, dalam keadaan bisu.
Ngungung, marngungung, bunyi gemertap mengenai hujan yang mendekat.
Ngungus, marngungus, menderam mengenai babi.
Ngurngar, bericara nyaring, membikin ribut. Ngusngus, mangusngus, makan buah dari tangan.
Ni, I. menunjukkan adanya kaitan dengan genitif; sebagai kata benda atau kata pengganti yang berbentuk pasip: oleh, dari msl; na nilehon ni raja i, yang diberikan oleh raja itu; di jolo ni, di muka; di atas ni, di atas; angkup ni i, lagi pula, apa lagi; di balik ni, di baliknya, lagi pula, apalagi; II. prefiks atau infiks, yaitu awalan gabungan dari na + di, yang di; nilehon, diberikan; binoan, dibawa, yang dibawa. III. kata penunjuk tempat: dengan mulut dan bibir ke muka: ni on, yang ini.

Nia, na nia, na ia, agak banyak, lumayan banyak; na nia toropna, lumayan banyak orangnya; na nia lehetna, bagus betul, baik; na nia lelengna, agak lama, lumayan lama.
Nian, sebenarnya, kiranya, agaknya, sebaiknya (sering ka-ta lawan: alai, = tetapi); sintong do nian hatam, alai … yang kaukatakan itu sebenarnya benar, tetapi….; on do nian lapatanna, ini arti sebenarnya; i ma nian, harusnya itu.
Niang, marniang, kurus; P.B.: marniang inana dionsopi anakna, ibunya menjadi kurus kalau anak-anaknya menetek, induknya harus dihisapi anaknya; manganiangi, nampaknya kurus (karena susah pikirannya).
Nida, marnida, lih ida.
Niho, nihoniho, pemberitahuan, pemberitaan, pengumuman; soada
nihoniho, tanpa pemberitaan sebelumnya; panihohon, mengingatkan seseorang mengenai sesuatu, menegur.
Nilo, marnilonilo, bercahaya, berkilat-kilat, bersinar-sinar, berkilau-kilauan; alamat parniloniloan, tempat yang sering dikunjungi orang (And).
Nimbur, marnimburnimbur, memperoleh kulit angsa karena kedinginan.
Nimung, manimungnimung, bdk jimung.

Ning, pokok kata dalam bentuk ini tidak dipakai lagi; ningku, kataku; ninmu, katakanlah, katamu; ninna, katanya; ninta, kata kita; ninna hai, kata kami; ninna hamu, kata kamu; ninna nasida, kata mereka; ninta ma jolo, kita katakan dulu, mari kita mengatakan; ningon, begitu harus dikatakan; ninna roha, dipikir orang, orang sangka begitu, maksud hati; ninna rohangku dibagasan, saya pikir, saya sangka dalam hati, maksud hatiku; ninna halak, begitu kata orang , dibilang orang.
Ningan, barusan tadi terjadi, lih ingan II.
Ninggala, bajak, luku; marninggala, membajak; P.B.: ndang tarpaninggalahon bara, tarpoulos sangkotan, tidak bisa membajak kalau kosong kandang, tidak bisa berpakaian dari gantungan kain yang kosong, artinya: tidak bisa bermegah-megah atas kekayaan yang hilang.
Ninggiran, tinggiran, tongkol kayu dalam mana gigi dan tangkai hudali diikat.
Ninggolan, sepotong kayu yang kuat keras.
Ninggor, balok yang menopang bubungan; pinoringgor, dihiasi dengan ukiran.
Ningkhon = ningon I.

Ningon, I. ingkon, harus. II. lih ning.

Ningot, marningot, lih ingot.
Nini, cicit, cucu seorang anak laki-laki.
Ninna, bdk ning.

Nipi, mimpi bdk ipi.
Nipis, tipis, halus; marnipis, bertammbah tipis, menipis; hanipisan, kaki yang berluka karena banyak berjalan; panipishon, menipiskan.
Niru = tuak (Angk).
Nitak, bdk itak.

Nituna, satu dari 12 pormesa (sistem perbintangan).
Nok, terlelap, nyenyak tidur, pulas; nok matana, dia nyenyak tidur.
Noli, = hali (loni), kali, berkali-kali.
Nolnol, pelotot, tertuju, terarah ke; nolnol matana, matanya diarahkan secara lebar-lebar ke sesuatu; manganolnol, mengamat-amati sesuatu, merenung sesuatu, memelototi.
Noma (lih doma) = nama, hanya (Angk)
Nona, meracau, berfantasi.
Nonang, percakapan, obrolan, perbincangan, omongan yang ramah tamah, cengkerama, obrolan; marnonangnonang, bercakap-cakap secara ramah tamah, berbincang-bincang.
Nonap, musim penghujan; taon nonap, idem.
Nonar, terang, jelas mengenai kata-kata.
Nongnong, manongnong, terbenam, basah, tenggelam; manganongnong, membenamkan, menenggelamkan; manganongnongi, ken-cing (kata halus untuk anak-anak yang kencing.
Noni, panjang, asyik, berkepanjangan; marnoninoni, berlama-lama, berkepanjangan bicara; simarnoninoni = tatataganing.

Nono, I. cicit, cucu anak perempuan; marnini marnono, punya cicit dari putera maupun puteri. II. mengantuk; nono matangku, saya mengantuk, mengantuk mataku; tarnono, mengantuk; ndang tarnono matangku, saya tidak dapat tidur. III. marnonehon (diparnono-
hon), menunjukkan kerja atau jalan kepada seseorang dengan turut menyertainya.
Nonor, persis menurut urutan dan satu katapun tidak boleh diubah.
Nop, = pos; ndang nop rohana, ia tidak senang, puas; hanopan, = haposan. Nosan, kuat, rajin, berguna; marnosan, rajin, berguna, bermanfaat, telaten, berbobot; parnosan, daya kerja.
Notnot, panotnoti (dipanotnoti), memandang kepada orang, selalu memandang kepada seseorang.
Nuaeng, = nuaning, sekarang.
Nuangen, nuangin, sekarang.
Numma, = nunga.
Numaeng, sekarang.

Nung, = dung; nungi (nungni) = dung i; nungma, = nunga.

Nunga, sudah, sekarang, menunjukkan terlaksananya sesuatu yang lampau; nunga sahat raja i, raja itu sudah tiba; nunga huboto i, saya telah mengetahuinya.
Nungir, manunungiron, bdk tungir.

Nungkarnangkir, ari nungkarnangkir, hari sial pada parhalaan.

Nungnung, manganungnung, menegur seseorang, mengingatkan, menyepitkan orang yang dicurigai.
Nunu, patununu, berbisik-bisik, mengomel mengenai banyak orang.
Nunut, selalu, bertekun, ulet, tidak terlalu banyak sekaligus; nunut do siraja ni ompuna, ketekunan pangkal maju; manganunuti (dinunuti), bertekun kerja; ulaon nunut, pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Nurnur, begu nurnur, hantu jahat, roh-roh orang mati yang sewaktu membuat peti mati tidak diukur tubuhnya. Ya sangat besar dan menakutkan orang terutama perempuan-perempuan yang hamil yang membuat mereka ini keguguran.

O.

O, seru tanda heran: oh! juga di muka: ale; o ale.
Oa, maroaoa = marngoangoa, menangis mengenai anak kecil.
Oak, moak, muntah; mangoakhon na pinangan, memuntahkan.
Oat, mudah dibengkokkan mengenai galah yang panjang.
Oban, maroban, = mamboan (Angk).
Obang, penyakit buah pinggang, penyakit ginjal, batu buah pinggang (= sahit raja); obangon, berpenyakit buah pinggang, bepenyakit ginjal.
Obok, obat penangkal terhadap obat-obatan atau aji, obat penawar; pangobohi, penangkal; mangobohi, memberikan obat penangkal.
Obol, lih hobol.

Obuk, rambut, rambut kepala; obuhon, berambut; parindahanan na obuhon, arti sembunyi untuk peracun, orang yang suka meracuni.
Odal, mangodali, menyimpan, disimpan baik-baik; pangodali, baju bagian bawah.
Odangodang, pelapis halus emas yang ditempel di tepi gigi atas.
Odap, gendang kecil yang kedua sisi ditutup dengan kulit; mangodapi, memukul dengan ke-ras seperti pada gendang odap.
Odo, mangodo, menuntut hak; pangodoan, suatu jumlah uang, yang harus dibayar, agar orang lain tidak bisa membeli barang itu, uang panjar.
Odon, mangodon, menekan supaya keluar msl buang air besar, seorang bayi yang keluar dari rahim ibunya; mangodonhon, menekan sesuatu dengan keras dari atas ke bawah; taliodonodon, tali yang menahan muatan yang dibawa menurun gunung. Tali ini diikat di belakang supaya muatan itu jangan terlalu kuat menarik ke bawah.
Odong, modong, tinggal, bersisa; ndang modong, tidak bersisa; paodong, biarkan; paodonghon, dibiarkan sebagaimana keadaannya, menjaga, memelihara; raja odong, = ilik.

Odop, marsiodop, disewakan, sewa-menyewa.
Odor, marodor, dalam keadaan berbaris, beriring, berjalan yang satu di belakang yang lain bdk udur.

Odot, mangodothon, menekan dengan tangan atau perkakas.
Oe, seruan tanda bersusah hati dan keheran-heranan: oh! aduh!
Oga, mangogai, mengancam seseorang, menantang, membentak-bentak; ogaoga, ancaman, bentakan; ogaoga, mengancam, menantang.
Ogap, mogap, megap, lemas, ma-ti lemas di air; mogap roha, bingung; mangogapi, membingungkan seseorang dengan banyak kata, membentak, menghardiki.
Ogol, mogologol, payah maju di jalan buruk.
Ogos, mangogos, menggosok, menggesek; tarogos, tergesek, melukai diri dengan menggeser, kena gesek kulit.
Ogung, gong, gung, gung terdiri dari: oloan, panonggahi, doal, panggora; ogungogung, gong kayu untuk anak-anak; mangogungi, memukul gong untuk menghormati orang mati atau tamu; dao sitopa ogung, daoan ma ho, jauh-jauh penempa gong, lebih jauh lagi kau.
Ohop, mohop, panas, hangat, kepanasan; ndang tartaon ohopna, (mohopna), tidak tertahan panasnya; diohopi api, dipanasi api.
Ohot, ohot manghuling, perlahan dan sulit berbicara mengenai orang yang tidak tahu memulai berbicara.
Oi, seruan: oh!
Oingoing, moingoing, menceriterakan sesuatu dengan jalan menyanyi msl turiturian (cerita, dongeng) seperti yang dilakukan oleh datu, recitatif.
Ojak, mapan, sudah mendapat tempat pasti, berkediaman, berdiri atas; mangojakhon, mendirikan msl sebuah desa, harajaon; ojakhon, stop, belalah dirim, patokkan; paojakhon, mendirikan, menguatkan, menetapkan, membuat fundamen, menempatkan ojahan, fundamen, tanah kuat, alas, fundasi, alas, basis, dasar; haojahan, idem.
Ojal, mojal, habis tenaga karena keletihan.
Ojap, mojap, mengurut.
Ojot, mojot, tiba-tiba berhenti, mandek; mojotmojot, tersangkut, tidak dapat diteruskan, tersendat-sendat; paojothon, menghentikan; mangojot, menghambat, menghalang-halangi.
Ojung, parau ojung, solu besar, kapal perang.
Ok, sulit untuk ditelan msl tepung; ok do rohangku, agak sulit untuk saya; ohan, tidak bisa ditelan karena makanan tidak lincin; juga tong yang sulit diisi karena ada angin di dalamnya.
Oku mangoku, mengaku.
Ola, bagian; ola ni na mate, daging yang diberikan sewaktu penguburan orang mati; marolahon (diparola), membagi-bagi.
Olak, molakoak, sulit menarik nafas.
Olang, mangolang, memisahkan, mengecualikan, melepaskan; si anu niolang, kecuali si anu; olangolang, penceraian, ruangan yang dipisahkan.
Olas, daging ternak yang mati msl karena sakit, bukan karena dipotong; juhut olas, daging ternak yang mati; mate molas, mati dalam rahim ibunya mengenai manusia dan binatang.
Olat, I. watas, batas, garis pisah; olatolat, tanda, batas, garis pisah; olat ni, kata depan: mula dari, sejak, hingga di; olat ni on, mulai dari sini, sampai disini; olat ni on tu ginjang, (tu joloan on), mulai dari sekarang, hingga nanti; olat ni ari adui, sampai hari itu; olat ni palak ni patna ro di pakpak uluna, dari telapak kaki sampai ubun-ubun. II. Mangolati, menghalangi, menahan; mangolat pinahan, menggembalakan ternak, menggiring ternak, mengusir ternak; pangolat, nama garis kecil pada Aksara Batak yang menandakan hilangnya bunyi “a” pada huruf mati (= panongon).

Ole, moleole, (= meoleol), tidak tentu, tidak tetap, selalu berubah-ubah; simoleole, plinplan, orang yang gampang berubah, yang berpendirian ti-dak tetap.
Olgap, molgapmolgap, pendek napas, sulit bernapas, mengenai seorang yang mau mati.
Olhang, olhangolhang, molhangolhang, membatuk rejan.
Oli,mangoli, kawin mengenai laki-laki; menikahi perempuan; pangoli, mas kawin, pengantin laki-laki; pangolihon, mengawinkan (putra); na nioli, isteri, bini, yang dinikahi; na huoli, isteriku, biniku.
Ollip, = holip; marolipolip, bersembunyi.
Ollok, mangollok, bersetubuh, menyetubuhi, bersanggama.
Olo, setuju, menurut, dengan kata ini dinyatakan ya; olo ma tutu, ya benar, benarlah itu; mangoloi, menuruti, mentaati, menyetujui; diparolooloi, di turutnya; pangoloion, hal menurut, mentaati, ketaatan, persetujuan; mangolohon, meng-hendaki sesuatu, menyetujui; parhata oloan, orang yang harus ditaati, pembicara panutan; masipaolooloan, saling menurut, saling mentaati, saling memahami; ogung oloan, gong besar dalam orkes Batak, gong pemula.
Olol, I. sej lalat; P.B: olol maranak naning, lalat beranakkan penyengat, artinya: orang yang kecil beroleh anak laki-laki yang besar. II. maruolol, bunyi pekak mengenai genderang.
Olom, manolom, memegang, memendam dalam hati.
Olong, dungu, bodoh, tidak pandai, tidak lincah.
Olop, I. tempik sorak, aplus; soara olopolop, seruan gembira, ucapan tanda menyetujui; mangan indahan olopolop, mengadakan makanan pesta msl pada kelahiran anak laki-laki; mangolophon, menyoraki seseorang, menyetujui. II. olopolop ni suhut, = jambar, bagian yang diterima kaum kerabat yang terdekat, anak perempuan yang terdekat sewaktu pernikahannya; indahan olopolop, makanan yang diterima oleh laki-laki sekampung pada hari lahirnya seorang bayi.
Olos, = iris.

Olsap, molsapolsap, mengantuk mengenai orang yang mau tidur; mati molsap, mati kelaparan.
Oltik, = moltikoltik, mempunyai hanya sedikit saja lagi kehidupan, dalam keadaan sekarat. Olting, saolting, sedikit.
Oltuk, moltuholtuk, empuk, enak rasanya (buah-buahan, ubi).
Oma, sej rumput yang cocok makanan kuda; simaromaoma, sej rumput yang rupanya seperti oma, tetapi kurang baik.
Omang, mangomang, melarang, mendiamkan, merintangi.
Omar, mangomar, berputar-putar mengenai mata, mata meliar; mata mangomar, mata yang mengancam; diomarhon matana, diputar-putarkannya matanya, di-sorotkan matanya kemana-mana.
Omas, emas, = mas.

Omat, tertutup; mangomat, menutup; simbora pangomat, sej ajimat yang dapat menghindarkan agar senapang musuh tidak mengenai, ajimat kebal.
Omba, I. beristirahat, berhenti; ndang marnaomba alogo, angin tidak berhenti, tidak henti-hentinya angin; paomba, beristirahat, berhenti. II. ombaomba, pantat (kurang halus), kata yang lebih halus: hundulan.

Ombak, hudali ombak, mencangkul yang bergigi tiga; mangombak, mencangkul.
Ombar, mangombarombar, melintasi.
Ombas, termin, waktu singkat mengenai pekerjaan selama dapat dikerjakan sekali jalan tanpa berhenti, jadi beberapa menit; sangombas, sesaat, seketika, sekejap, sekali; tolu ngombas, tiga kali; marngombasngombas, pada waktu tertentu, tidak selalu terus, berwaktu-waktu, bergelombang.
Ombik, rawa-rawa yang dalam dan luas, tanah lumpur yang dalam dan luas.
Ombil, mangombil, melindungi, menutup dengan melindunginya; baju ombilan, = baju bunian, sej rompi pakaian pesta.
Ombis = arbis, menyinggung sesuatu.
Ombongombong, kerabu.
Ombop, pacat yang hidup dalam air.
Ombor, mangombor, meneruskan, berulang-ulang dilakukan.
Ombuk, marombukombuk, panjang dan keriting, berkeriting.
Ombun, embun, awan, mega; mombun, mengembun, menjadi dingin, mendingini mengenai makanan; tembakau yang tadinya rapuh dan karena air menjadi lembab; mangombuni rimas, mengurangi kemarahan, mendinginkan kebringasan; paombun rimas, idem; ombunombun, masuk angin, pilek; ombunombunon, kena pilek, selesma, diserang dingin.
Ombung, dilemparkan ke atas.
Ombur, sej tanaman di atas air, dipakai sebagai sayur, tumbuhan air yang bisa disayur; ombur aek, sej rumput; omburombur, rawa-rawa, tanah gambut, tanah lumpur yang ngembut-ngembut. Ombus, hembus, tiup; mangombus, meniup, menghembus; ombusombus, pipa yang dipakai untuk mengembus; pangombusan, tempat mengembus, meniup, nama daerah di Uluan (Toba).
Ombut, mangombutombut, berdenyut-denyut mengenai pergelangan; mangombuti, berdenyut-denyut; ombutombut, ubun-ubun, fontanel.
Ome, = eme.
Omo, mangomo, berlaba, beruntung, mendapat keuntungan; mangomo tu galung ni deba, mencari rejeki di ladang orang lain, yaitu: miskin sekali; pangomoan, usaha yang membuat orang memperoleh nafkah hidup, keuntungan, laba.
Omom, mangomom, mengisap.
Omon, hiasan perempuan pada pesta kawin.
Ompa, marompa, menggendong di punggung; parompaompa, yang satu di punggung yang lain; mangompa, menggendong anak di punggung.
Ompak, = ompakompak, serpih kayu, ampas kayu.
Ompan, umpan pancing; mangompani, memikat dengan umpan.
Ompap, mangompaphon, mengempapkan, memanaskan sesuatu di atas nasi dalam periuk yang sebenarnya tidak cocok msl sayur atau telur; kemudian pada hutang: memperbesar piutang.
Ompas, I. bdk tompas, terhempas, roboh, ambruk; marompas, roboh, terban, bolbol, ambruk; marompasan, rebah dalam jumlah besar, atau sering terban, pada ambruk; mangopas, mencampakkan; mangompas dirina, mencampakkan dirinya, menghempaskan dirinya (dalam arti moril); mangompashon tu tano, menghempaskan ke tanah. II. mompasompas, tercampak-campak, terhempas-hempas, berkeliling tanpa tujuan, berkeliaran tidak menentu.

Ompin, siompin, sej eme; siompin tali, sej eme.
Ompo, mangompoi, memasuki rumah secara resmi, dalam mana kawan-kawan sekampung mendapat hadiah sewaktu membangun rumah itu; mompo, memestakan memasuki rumah.
Ompon, I. tempat padi yang dibuat dari jerami, bakul besar yang dianyam dari jerami dan dipakai sebagai tempat padi di sopo; omponompon, bulir padi yang bagus yang disimpan sebagai simbol keberuntungan atau rejeki. II. (bagot) siompon, sej bagot, yang besar tetapi tidak tinggi.
Ompong, mangompong, memukul dengan gada; mopongmopong, gada yang berat; ompong hatana, kata-katanya menyakiti karena dikeluarkan terlampau cepat dan tanpa berpikir.
Ompot, mangompot, menjemput orang, mengambil untuk dimiliki.
Ompu, nenek laki-laki dan perempuan; ompu ruhut, nenek laki-laki dari pihak ayah, juga abangnya; ompu bao, nenek laki-laki dan perempuan dari pihak ibu, juga saudara laki-laki dan saudara perempuan mereka; ompung, panggilan: nenek; ompu doli, nenek laki-laki; ompu boru, nenek perempuan; ompu parsadaan, nenek moyang, leluhur; daompung, nenek laki-laki saya; mangompungi, memuja orang sebagai nenek ayah, nenek moyang; ompu, juga nampuna, pemilik; ompuompu, sej tanaman berbunga putih; P.B.: ompuompu ni hunik do ahu na tinuhor sian onan, ompu ni na lungun do ahu na soada tudosan, akulah kerempeng kunyit yang dibeli di pekan, pusat kesedihan yang tak ada bandingan.
Omun, mangomun, menaruh dendam, mendendam.
On, kata petunjuk: ini; porlak on, kebun ini; halak on, orang ini; ahu on, saya ini; hami on, kami ini; sadari on, sehari ini; on do dohononku, ini yang saya mau katakan; on do alana, ini alasannya, ini sebabnya; di on (dison), disini; tu on, = tuson, kesini; sian on, dari sini; angka on, mereka ini, inilah semuanya, para ini; siboanon on, yang mau dibawa ini; ala ni on, karena ini; angkup ni on, apalagi, selama ini, disamping itu; on pe, walaupun demikian, maka, dari sebab itu, jadi, arkian.
Onan, pekan, pasar, tempat pekan; maronan, pergi ke pekan, berpekan, berbelanja di pasar; paronan, orang yang pergi ke pekan, orang berbelanja; masa (basa) onan, hari pekan berikutnya, pekan berikut; mata ni onan, saat yang paling ramai di pekan; maronanonan roha, pikiran menjadi kacau karena ramainya pekan, sampai tidak tahu lagi, diingat apa yang mau diambilnya disana, kebingungan.
Onda, marondaonda, menari mengelilingi seorang yang mati sambil bergendang.

Ondam, marondamondam, menakut-manuti, menggertak, mengancam seseorang dengan kata-kata atau pukulan; ondamondam, ancaman; mangondamondamhon tu, mengancam orang dengan sesuatu, sesuatu dipakai sebagai alat mengancam.
Ondap, ondapondap, kayu busuk yang mengeluarkan terang di waktu gelap.
Ondas, mangondas, pesta orang mati disertai gendang, tari kematian; mangondasi, menghormati seseorang yang mati dengan pesta seperti itu, menari dalam upacara kematian seraya mengelilingi jenazah.
Ondeng, onteng, kata pengganti: yang baru disebut, yang diberitakan tadi; hata ondeng, kata-kata yang barusan disebut; bongka ondeng, masalah, hal tadi, urusan yang baru disebut itu.
Ondi, mangondihon, mengayomi, menanggung, membela (dalam arti yuridis); pangondian, pengayoman, pembela, pengacara, seseorang yang dipercayai.
Onding, mangondingi, menyembunyikan, menutupi, sehingga benda itu tidak kelihatan, melindungi; monding, mati, meninggal; onding, tersembunyi, tertutup, tak nampak; marondingonding, menyembunyikan di-ri di belakang sesuatu, berlindung-lindung; ondingonding, sesuatu tempat orang menyembunyikan dirinya atau sesuatu yang menutup benda; parondingondingan, yang menutupi benda itu; tamondinghon, lih samonding.

Ondok, I. mondokondok, mengantuk. II. ondokondok, cucu dari anak perempuan seseorang.
Ondol, terkena sentuhan; mangondolhon, membenarkan, menguatkan, menekankan; pangondol, pengesahan, tanda bukti, tekanan, sentuhan benda; marpangondol, ditekankan, bertekankan, mempunyai tekanan.
Ondong, mangondong, menyuap; pangondong, sapaan, sogokan, hal menyogok.
Ondop, teratur, sering, tetap, selalu; na ondop, mereka yang datang secara teratur.
Ondut, mondut, terbenam mengenai bangunan, gedung.
Ong, = olo, ya; juga: ung.

Onggak, anak dalam rahim ibu dan juga: setelah lahir sampai keluar dari ari-ari, anak yang baru lahir.
Onggal, monggal, terjungkal, menjungkit mengenai timbangan; onggalonggal, jungkatan, papan jungkatan; mongalonggal, naik turun; mangonggalhon, membuang sesuatu ke bawah, mencampakkan, menjungkalkan.
Onggang, burung enggang.
Onggik, manggohonggik, ngengap seolah-olah mati. Onggit, simonggitonggit, sedapan, enak-enakan, yang lezat rasanya.
Onggop, monggop, bersembunyi, mengadang; martaronggop, idem; paonggophon, menyembunyikan, merondokkan.
Ongkak, mendahak, membatuk panjang, karena salah menelan atau menderita sesak nafas.
Ongkal, mangongkalhon, menggali sesuatu; mangongkal holiholi, menggali tulang belulang orang yang meninggal dengan maksud untuk dikuburkan dengan upacara pesta.
Ongkap, mongkapongkap, berbatuk-batuk.
Ongkik, mongkihongkik, monggihonggik, pingsan betul.
Ongkit, mongkitongkit, tersedu-sedu.
Ongko,mangongko, menimbun barang agar dapat dijual kelak.
Ongkol, mongkolongkol, terbatuk-batuk; mangongkolhon, membatukkan sesuatu, mengeluarkan dahak.
Ongkong, mangongkong, kaku, keras, pegal, penyakit rematik.
Ongkos, ongkos, biaya pemakaian sesuatu, biaya perjalanan.
Ongkuk, mangongkuk, mangongkuhi, makan atau minum terlalu banyak.
Ongom, mangongom, menahan barang cair dalam mulut, meraih sesuatu dengan mulut; pangongus, memboroskan, membuang-buang, pemboros.
Onjap, monjap, menyembunyikan diri dengan menerungkup; mengendapkan mengenai kopi dalam mangkok, rebah mengenai padi di ladang; mate onjap, mati dalam keadaan kemiskinan; mangonjap, mengintip, mengintai, mengadang.
Onjar, mangonjar, terdorong, tergeser; mangojarhon, mendesak dengan amat, mendorongkan; masionjaran, saling mendorong, saling mendesak, berdesakan; nionjar ni hagogotan, didesak oleh kesempitan; nionjar ni holong, terdorong oleh kasih; talu onjar, kalah dan tergeser; monjar, digeser, didorong.
Onjat, mangonjat, menggoyang agar penuh, padat msl beras dalam periuk, memamati.
Onjol, berhenti pada sesuatu; maronjol, maronjolan, berdiam, mengambil tempat kediamannya; onjolan, di atas mana orang berdiri, lapik, kampung, atau tempat kedudukan, mendiami; sihaonjolan, hinaonjolan, bumi (istilah upacara).
Onjot, = ondol; pinaonjotan, menginjakkan tanda kehormatan bumi dalam pidato pesta.
Onom, enam; paonomhon, keenam; sipahaonom, bulan keenam; maronomonom, berenam-enam, berkelompok-kelompok yang masing-masing banyaknya enam, msl di dalam kapal.
On pe, maka, oleh sebab itu; bdk pe I. Onsit, = jora; mangonsit, melarang, menghukum seseorang agar memperbaiki dirinya, menegur supayah mengubah sikap.
Onsong, monsong, tanpa berhenti pergi kesana kesini, berpusing-pusing kemana-mana mengenai asap di rumah Batak; mangonsong, mengelilingi.
Onsop, manonsop, mengisap, menyusu; onsop manusu, menyusu pada tetek ibu; posoposo na onsop di bagotna, anak yang menyusu sebagai petunjuk umur; marniang inana dionsopi anakna, seorang ibu menjadi kurus karena terhisap anaknya; onsop mudar, menghisap darah; onsoponsop, puting susu dari karet, sej burung kecil yang mengisap madu dari bunga; onsoponsop ni lali, sej tumbuhan.
Onsor, monsor, berusaha memikirkan untuk memperoleh sesuatu, berulang-ulang membuat sesuatu, selalu melakukan suatu pekerjaan.
Onsot, mangonsot, pada pesta (= horja) memanggil para peserta dengan tembakan senapang yang dijawab dengan tembakan pula; bodil pangonsot, tembakan-tembakan ini untuk memanggil tamu.
Ontak, mangontahi, berdenyut-denyut mengenai pergelangan dan penyakit dalam bisul; mangontakontak, berdenyut-denyut mengenai pembuluh.
Ontan, montan, memegang, membawa dengan; montan bana = marhangoluan, hamil.
Ontang, mangontang, mengundang untuk makan. Ontap, montap = mantan, lih ontan.

Onteng = ondeng.
Ontik, marpangontik di, berpantang, ugahari, bersikap hemat.
Ontok, montok, berhenti mengalir: umumnya: berhenti, tak jalan lagi; mangontohi, menghentikan, mengeringkan, menutup saluran air; paontok, idem.
Ontong, lengkap terkumpul mengenai ramuan-ramuan; niontongan, dipersembahkan kepada dewa-dewa.
Opan, mangopan, menyalakan api kayu dengan mengambil arang-arang serta mengembusnya.
Opat, empat; paopathon, yang ke-empat; saparopat, seperempat; diparopat, dibagi empat; maropatopat, berempat-empat; sipahaopat, bulan keempat.
Opop, mopop, takut; mangopopi, menakut-nakuti.
Opul, mopulopul, harum; barita mopulmopul, kabar baik.
Ora, mangorai, melarang; ndang haoraan ahu i, saya tidak bisa melarangnya; oraora, larangan; oraora tompuk, larangan pura-pura, larangan yang diharapkan oleh yang melarang agar tiadak ditaati.
Oran, pangoran, joran.
Orang, orangorangan, sej “sombaon” dalam hutan, keramat hutan. Orbuk, debu, rabuk.
Ordang, tongkat yang diruncingi untuk membuat lobang di ladang untuk menanam padi dan jagung, tugal; mangordang, me-naburkan dengan cara ini, menugal; pangordang, orang yang menaburkan dengan cara ini, penugal; mordang, sedang menaburkan; ordangon, musim menabur, musim menugal.
Ordong, mordong, berpaling, berpusing, berputar, memutar; ordong, kumparan pada mana benang dililitkan; mangordong, memutar sesuatu; mordong huida, saya lihat semua berputar, pening aku, berkunang-kunang pandanganku.
Orgos, = osos.

Ori, bdk hori -II, manoriori, berjalan sepanjang tepi, menepi, meminggir-minggir; mangoriori dolok, berjalan di tepi gunung.
Ormus, seorang yang selalu bisa makan banyak, rakus, congok; na ormus, pelahap, yang rakus; haormuson, kerakusan, kecongokan.
Orngak, takut.
Orngot, menimbulkan rasa kasihan mengenai soara seorang anak yang tangis, mengibakan hati.
Oro, mangoro, bertunangan, me-milih untuk diri sendiri; oroan, tunangan, pengantin pe-rempuan; maroroan, bertunangan; oro ni bulan, menstruasi, haid; na nioro ni bulan, wanita sedang haid. Orok, marorok, kurang ajar, tidak tahu malu.
Orom, mangorom, menahan diri msl makanan tertentu, berpantang, berpuasa; ndang tarorom ahu, tak bisa menahan diriku, tak sanggup berpantang; ndang taroro so…., mesti; harus.
Orong, mangorong, menggonggong, menyalak mengenai anjing; mangorongorong, meringis, mengeluh kesakitan; mangoronghon, mengaduh mengenai sesuatu, mengeluhkan; aha di-oronghon, apa yang diadukan, apakah sakitnya mengenai pertanyaan kepada orang sakit; uluna dioronghon, ia mengaduh mengenai kepalanya.
Oror, moror, berputar, berpusing; moror diida, dilihatnya semua berputar-putar, pening; morur, idem.
Oros, = iris.

Orot, bdk eret, morot, pergi, berangkat; paorothon, memindahkan, menggeser tempat; ndang tarorot, tidak bisa ditawar-tawar lagi sewaktu membeli, tak tergeser.
Orpo, morpo, mulai sembuh, berkurang; mangorpoi, mengurangi, mengecilkan, merendahkan.
Orsong, mangorsong, sebentar kerja demikian kerasnya sehingga harus mengengap; diorsong ulaon, sesaat dia rajin sekali, menggasak kerja; marorsongorsong, ngengap.
Oru, I. rendah,bdk toru; mo-ru, berkurang; mangorui, mengurangi; mangoruhon, mengurangkan; paoruhon, memperkecil, merendahkan; mamorumoru, sendirian membawa pada sisi yang satu bila dibawa beban oleh tiga orang dan dua orang berjalan pada sisi lain; sampulu moru dua, sepuluh kurang dua. II. oro, kayu yang tumbuh di pantai.
Oruk, nyaring, ramai, bising dengan banyak ribut; mangoruhi, bikin ribut, meributi, membuat hiruk pikuk.
Osak, mangosak, menggoncang-goncang, menggoyang-goyang su-paya penuh betul.
Osangosang, = isang, dagu, rahang bawah; pangosang, dikatakan mengenai orang yang di muka sekali membawa beban, yang diseret oleh banyak orang.
Osar, mosar, lepas, perlahan-lahan lepas mengenai pakaian; mangosari, membuka pakaian; mangosar eme, memindahkan padi ke bakul yang lebih kecil dengan menggoyang-goyangkannya.
Osas, mangosas, membersihkan, menumbuk padi untuk tiga kalinya.
Ose, mose, ingkar, berobah, terputus mengenai perjanjian, langgar perjanjian; hata naung nidok ndang jadi muba ndang jadi mose, ucapan yang telah dikatakan tidak boleh diubah atau diputuskan; mangose, mengubah, merombak, melanggar; mangose padan, memutuskan perjanjian, melanggar ikrar; P.B.: pat ni satua tu pat ni lote, mago ma panguba, mamora na niose, sengsara pelanggar janji, sejahtera yang terlanggar.
Osik, mangosikhon, mengaja, mengusir mengenai binatang.
Osor, mosor, = morot (bdk misir); paosor = paorot.

Osos, mangosos, menggosok, menggesek, menggiling sampai lumat; pangosos, benda untuk menggesek atau menggosok msl penggesek biola, penggesek.
Otal, motal, erat, kuat, teguh.
Otam, mangotam, mengetam; pangotam, pengetam, orang yang mengetam, pemotong padi; pangotaman, karung dari perupuk atau rotan untuk padi yang belum cukup masak.
Otan, mangotan, memegang.
Otang, mangotang, tetap, tulus mengenai pollung.

Otap, motap, tidak terlaksana, tidak terwujud; mangotapi, menghalangi, merintangi, mengurangi, mencegah.
Otas, = osas.

Otik, sedikit; saotik, sedikit; otikotik, hanya sedikit saja, sedikit-sedikit; motikotik, lebih sedikit; mangotihi, mengurangi, mempersedikit; oting, = otik.

Oto, I. bodoh; otona i, betapa bodohnya, bodoh kali! haotoon, kebodohan; paotootohon, menipu, memperolok-olok, membodoh-bodohi; sipaotooto, penipu, penipuan, tipu muslihat; diparotootoi, berpura-pura bodoh, berlagak bodoh; taroto, tertipu, agak bodoh; maoto menjadi bodoh; sioto, dalam istilah perang: musuh; patanomtanom bisuk, paullopullop oto, mengubur kearifan, memunculkan kebodohan. II. oto, bisul pada jari-jari tangan atau kaki; otoon, berbisul di kaki atau tangan.
Otohotok, sej tanaman berbunga kuning dan berair hitam, yang dipakai untuk mewarnai ukiran rumah (gorga).

Otol, motolotol, berusaha.
Otom, ketam; mangotom, mengetam; pangotoman, tempat mengetam, pengetaman kayu.
Otos, = jojor; dipaotos, dibuat berbaris, dideretkan; marotos, berbaris, berderet; motosotos, mendahak sewaktu mau mati; mangotosi, idem.
Otot, = otos.
Otur,(bdk: atur), marotur, disusun, ditempatkan menurut urutan, beraturan dalam baris.

P.

Pa, awalan kata kerja, berarti: membuat, menjadikan; pabontarhon, menjadikan putih, memutihkan; paotootohon, menjadikan bodoh yaitu menipu; palahohon, membuat supaya pergi, sering dengan akhiran “hon”; juga menyatakan kata bilangan pangkat msl; palimahon, kelima; papituhalihon, untuk ketujuh kalinya.
Paal, = pal.
Pada, guru di ho manang pada hapur manang pada sira bahenonmu, saya berada dalam kekuasaanmu, engkau dapat memakan atau membunuh saya.
Padam, I. = peam, biasa. II. = mintop.

Padan, persekutuan, janji, ikrar, kaul, aturan, peraturan; Padan na robi, Perjanjian Lama; Padan na imbaru, Perjanjian Baru; marpadan, berjanji, mengadakan persekutuan; parpadanan, persekutuan, perjanjian; mamadanhon, membuat sesuatu menjadi persekutuan; dongan sapadan, kawan sepersekutuan, rekan seperjanjian.
Padang, padang, padang rumput, dataran; Padang Bolak, nama daerah di Tapanuli Selatan; sering dipakai untuk nama kota msl Padang Sidempuan.
Padar, makanan yang digulai pedas; mamadar, cara memasak dengan membakar dan mencampur dengan darahnya; mangan na pinadar, makan daging yang digulai seperti tersebut di atas, makan enak.
Pade, = ture, (Angk). Padeha, seloroh, gurau, lawak; sideak padeha, pelawak.
Padi, padi (eme); mangido bunga padi, memohon padi berbulir dalam doa yang resmi.
Padidit, sej tupai, bajing.
Padodot, beruntun, bersambung, berturut-turut; opat ari padodot, berturut-turut empat ha-ri; monang padodot, menang secara beruntun, tiap kali menang.
Padoha, naga padoha, naga legendaris yang dianggap menyanggah atau mendukung bumi dan menyebabkan gempa.
Padot, rajin bekerja, tekun, telaten; padot marulaon, rajin bekerja; manghapadothon, mencintai dan menekuni bidang kerjanya. II. sipadot, sapu; mamadoti, menyapu di halaman desa.
Padu, membeku, mengental mengenai susu, dan embrio bayi dalam kandungan.
Paduk, I. batu yang diikat di bawah jala agar jala itu tenggelam. II. sej permainan judi dengan melempar uang logam mengenai sasaran; marpaduk, main lempar uang logam mengenai sasaran.
Padung, pinggiran dasar sekeliling lobang lesung.
Paet, pahit; sipaetan, sej ikan; ubat na paet, obat pahit, kina.
Pagabe, sej alat tenun, mistar besar yang dipakai menetak benang waktu menenun. Pagani, bayonet.
Pagapaga, = ampapaga.

Pagar, penolak bala, penangkal untuk menjauhkan roh-roh jahat dan pengaruhnya; humunti pagar, menjungjung penangkal yaitu: hamil, sebab para wanita memakai penangkal waktu itu; parpagaran, tempat penyimpanan penangkal; mamagar, membuat penangkal; jenis-jenis: pagar mula jadi, penangkal terhadap kehamilan dan dipakai waktu permulaan hamil; pagar pareme, penangkal yang digantungkan di dalam rumah sesudah anak lahir; pagar pangorom, penangkal untuk menghindarkan roh yang jahat (begu).

Pagaran, lapangan di luar kampung dimana kerbau tidur di waktu malam; sering dihubungkan dengan nama kampung msl Pagaran Julu d.l.l.
Pagi, pagipagian (ni) siari = di laonlaon ni ari; pagian, kemudian, kelak, lama sesudah itu, sesudah lama berlalu.
Pago, tiang perbatasan, tiang yang dilantak; pago, terlantak, terpancang; mamagohon, melantak, memancangkan; pagopago, uang bukti yang dibayar kepada kepala-kepala yang mengadili sebagai tanda bahwa perkara itu selesai; nunga mardalan pago, perkara itu sudah diselesaikan.
Pagol, sipagol, sarang ulat, kepongpong mengenai ulat belalang; pagol, kuat, tak tergoyang lagi.
Pagul, rangkai buah siala. Pagut, = pargut.

Pagutpagut, melemparkan kaki muka secara cantik mengenai kuda.
Pahae, hilir, bdk jae.
Pahan, bdk mahan, mamahan, memelihara ternak; pinahan, ternak piaraan, hewan ternak; pahanon, idem; pahanpahanan, bermacam ternak; mangalului babi pahanon, dalam arti sembunyi: mencari isteri.
Pahantan, sej padi yang berasal dari daerah Pahantan.
Pahar, dipahar soarana, dinyaringkan suaranya.
Pahe, = mamahe, mengenakan pakaian, berpakaian rapi, berbusana; pahean, hiasan, pakaian, berbusana, sandang; pamahemahe, pesolek, orang yang suka berpakaian rapi, cara berpakaian; pahe, tampan; jolma na pahe, orang tampan.
Pahepahe, juga sipahe, sapu ijuk.
Paho, = adat, tatakrama, aturan perilaku menurut adat; marpaho, bertatakrama, bersikap sopan santun, beradat; na so paho, biadab, tidak tahu sopan santun.
Pahompu, cucu, bdk ompu.
Pahu, tumbuhan semak sej pakis besar, pakupakuan, jenis-jenis: pahu hare, pahu lipan, pahu gaja, pahu landit, pahu dengke; P.B.: asing do hodong, asing do pahu, asing do ho, asing do ahu, lain pelepah, lain pakis, lain anda, lain saya.
Pahulu, kehulu, bdk julu.
Pahupahu, bagian pinggir, yang paling pinggir; pahupahu ni suri, gigi sisir yang paling pinggir; pahupahu ni igung, bagian sempit hidung; pahupahu ni rusuk, rawan iga.
Pail, namail, memanggil agar datang.
Paima, bdk ima.

Paiogon, = indahan (And).
Pais, I kancil, pelanduk. II. pengadu, pembuka rahasia; parpais, pengadu, peleceh.
Pait, = paet.
Paja, cekatan; paja mardalan, cekatan berjalan mengenai anak kecil.
Pajak, pajak; marpajak tu, memajak, mengadakan perjanjian pajak dengan seseorang.
Pajal, kayu yang dilantakkan pada sesuatu; mamajalhon, melantakkan ke sesuatu msl sepotong kayu, lembing, paku; tarpajal, yang diunjamkan, yang dilantakkan.
Pajok, mamajok, berkediaman, menempatkan di suatu tempat; mamajok hubu, huta, mendirikan kubu, desa, kampung; mamajok patik, menetapkan undang-undang.
Pajop, memegang; bdk jop.

Pak, depak, bunyi mengenai mengetok atau memukul, tepuk; mamakpak, menampar, menyapa dengan kata-kata kasar; marlapak, bdk lapak, berdepak.
Pakpak, puncak; pakpak dolok, puncak gunung; pakpak ulu, ubun-ubun, batok kepala; sian palak ni patna ro di pakpak uluna, dari telapak kaki ke batok kepala; Pakpak, satu kelompok sub etnis Batak.
Paksa, paksa, perintah; marpaksa, membuat hukum, undang-undang; mamaksa, memerintahkan, memaksa.
Pal, pal, jarak yang dapat dijalani selama kira-kira 20 menit.
Pala, I. bdk pola. II. bdk mala.

Palait, lembing bermata bengkok.
Palak, telapak, tapak tangan atau kaki; palak ni tangan, telapak tangan; palak ni pat, telapak kaki.
Palang, bunga rias.
Palangge, tongkat sej bermata pisau.
Palangka, palung yang dibuat dari kayu, tempat makan ternak; suang palangka, sej hukuman pencurian, kalau seorang mencuri ternak dalam kampungnya sendiri dan ditangkap, dia harus hanya mengembalikan apa yang dia curi, karena dianggap belajar mencuri dan bila kelak dia lebih cakap dan mencuri di kampung lain, maka penghuni kampung memperoleh laba dan kenikmatan dari perbuatannya itu; gana palangka, sej sumpah, sumpah palung, lih gana.
Palangki, emas tulen, sepuhan emas halus.
Palano, pelana; abit ni palano, kain pelana; mamalanoi, memasang pelana.
Palaspalas, menara.
Pale, mapale, sangat pedih; mamale, bertambah pedih; pinalepale ni sahit, diganggu penyakit; na pinale = hapas.
Palge, beras yang terpilih, bagus dan besar, beras yang bernas.
Palia, pohon petai.
Palias, lih lias.

Paling, daging ternak yang mati tidak karena disembelih, jadi mati karena sakit.
Palingpalingan, sangat tua, tua bangka, jompo.
Palis, mamalis udan, mengusir hujan dengan ilmu sihir, menangkal hujan.
Palit, parpaliton, plester dari kapur atau baja dan minyak yang dilapukan di pelepis sewaktu sakit kepala; marpalit, melapukan kepala seperti msl dibuat pencuri agar tidak dikenal orang; mamalit boru, menerima seorang anak perempuan sebagai pembayaran utang dalam hal mana ia oleh perutangan dijadikan dia sebagai menantunya.
Palito, pelita, lampu teplok; parpalitoan, perpelitaan, kakidian, kandil.
Pallom, tetap duduk di satu tempat, terduduk terus.
Palnat, lebar, rata.
Palo, bintik-bitik putih di mata; paloon, menderita penyakit ini, menderita keputihan mata; mata na paloon, mata yang berbintik-bintik putih.
Palok, tondi sipalokpalok, hantu yang menjadikan penyakit.
Palos, tondi sipalospalos.
Palpal, botak mengenai kepala, gundul mengenai gunung atau ladang; palpal ulu, botak kepala; sipalpal ulu, orang botak; mamalpal, mencukur sampai gundul, membotaki; dipalpal ari ibana, dia kedatangan guruh, guruh menimpanya.
Palse, tidak sedap mengenai citarasa, hambar.
Palsuk, teronggok, terhimpun, terkumpul, tertumpuk.
Paltak, kuat, gemuk, nyata, terang mengenai garis, juga mengenai kesalahan.
Palti, harmonis, serasi, berpatutan dalam perbandingan satu sama lain msl pada rumah.
Palu, mamalu, membunyikan, memalu, meniup, memukul, memainkan alat musik; menembakkan senapang; mamalu gordang, memukul gendang; mamalu sarune, membunyikan sarune; mamalu poti marende, memainkan harmonium; mamaluhon palupalu ni dongan, membalas aniaya yang dibuat orang; palupalu, kayu-kayu kecil (pemukul) yang dipakai untuk memukul gendang; paluan, tempat ogung yang dipukul; pasuang palupalu, membalas perbuatan yang sama; uhum pasuang palupalu, hak untuk membalas.
Pamangan, mulut (bdk mangan, pangan).

Pamatang, badan, tubuh (dari: batang).

Pampat, mamampat, memberangi. II. sabur pampat, umum mengenai pajak yang setiap orang harus mengambil bagian secara merata.
Pampe, (bdk ampe), diangkat menjadi raja; pampe tu roha, dihafal; mamampehon, meninggikan, mengenakan.
Pamurunan, bdk purun, dapur, tungku dapur, pemasangan api.
Panahit, (dari: sahit) cacing dalam usus; panahiton, penyakit cacing dalam usus; ubat panahit, obat anti cacing.
Panangga, na di toru ni tangga, anjing.
Panas, panas, keringat, peluh; panasan, berkeringat, berpeluh, kepanasan; haen panas, selimut, selimut wol; panaspanas hasian, keringat dingin, peluh dingin.
Pandan, pandan yang daunnya dipakai untuk menganyam, jenis-jenis: pandan misang (harum), pandan sirabun; pandanpandan, sej ikan laut.
Pandang, mata bidik, pejera pada senapang; mamandang, memandang, melihat, menilai, menghargai sesuatu; ndang dipandang ho uhum na denggan na binahen tu ho, engkau tidak menghargai rukun kebaikan yang diperlakukan buatmu.
Pande, pandai, pintar, terampil, tukang, ahli; pande hau, tukang kayu; pande bosi, tukang besi; pande perak, tukang perak; na pande di hata; yang pandai bicara; hapandean, kepandaian, kecakapan, pekerjaan tangan, ketrampilan; marhapandean, mengerjakan pekerjaan tangan, berketrampilan.
Pandis, bersih, murni mengenai barang tenunan.
Pandita, sarjana, pendeta, pastor, misionaris.
Panjang, = leleng; sapanjang, = saleleng, selama.
Pandol, mamandol, menyepak, menerjang orang; mamandol u-tang, berhenti sejenak pada main judi untuk menentukan utang-utang masing-masing; ma-mandol singkoram, mengambil gadai msl sebidang tanah ladang.
Pane, kilat dalam bahasa datu, kilasan-kilasan kilat waktu gelap hari; nama sungai yang datang dari Tanah Batak dan bermuara di pantai Timur Sumatra.
Panepane, demam, typhus; panepaneon, berdemam, sakit typhus, terkena typhus.
Pang, kuat, dewasa, keras, berani; dari minuman: keras, yang dibuat mabuk; siinumon na pang, minuman keras yaitu tuak yang memakai sej ragi; bola pang, berbelah mulai dari tengah-tengah.
Pangan, mangan, (hupangan, dipangan), makan; hupangan, saya sedang makan; dipangan, dimakan sesuatu; sipanganon, makanan; papangan, cara makan; pamangan, mulut; marsipanganon, dihajap, dilahap, dimakan banyak; sipangan mago, seorang yang makan nasi orang lain tanpa memberi hasil pekerjaan, untuk mana dia diminta, juga dikatakan mengenai raja-raja yang makan makanan orang yang bertikai dengan lahapnya tetapi tidak menyelesaikan perkara pertengkaran mereka;marmanganan, makan mengenai orang banyak; dipangan rohana, berkenan akan dimasukkan di dalam pikiran; mamanganihon, banyak makan; tarpangan dai, merasa, merasa enak mengenai sesuatu; panganan, penganan, piring; dongan sapanganan, teman semeja makan; bilut panganan, kamar makan; P.B: ianggo rupa ndang tarpanganhon, pangalaho do na tarpanganhon, yang bisa bukan rupa, melainkan budi pekerti (nasehat kepada pemuda yang mencari calon isterinya); sapanganan daludalu, masih kerabat pada generasi keenam yang mempunyai nenek moyang yang sama; sapanganan lombu, masih kerabat generasi kesepuluh; sapanganan horbo, masih kerabat pada generasi ke tigabelas.
Pangar, terbuka lebar-lebar mengenai lobang.
Panggal, lebih tebal pada ujung dari pada pangkal; P.B: tu tonggina songon panganon tobu, tu panggalna songon buar-buar, semakin manis seperti halnya makan tebu yang dimulai dari ujungnya yang paling sedikit manis; bertambah besar sebagai halnya dengan palem buarbuar, artinya: yang terbaik disimpan terakhir, semakin lama semakin baik.
Panggang, mamanggang, panggang, memanggang di atas api (tu api), mengasapi.
Panggil, mamanggil, panggil, memanggil.
Panggu, rimbas, pacol, cangkul; mamanggu, merimbas, memacol.
Panggul, bagian belakang binatang.
Panggung, tumpukan, bukit; marpanggungpanggung, bertumpuk-tumpuk, bertimbun-timbun, berbukit-bukit.
Pangir, marpangir, berlangir, mencuci diri dengan jeruk purut (terlebih rambut); unte pangir, jeruk sitrun untuk membersihkan rambut atau kulit; mamangiri, mencuci diri dengan jeruk ini.
Pangisi, bdk isi.

Pangkal, pokok, bagian bawah pohon kayu atau semak; modal yang dipakai untuk berusaha; marpangkal, berusaha dengan modal.
Pangkat, I. pangkat, jabatan, status; pangkat harajaon, pangkat seorang raja; manjalo pangkat, menerima jabatan; mijur sian pangkat, dilepaskan dari jabatan, kena pecat. II. sej rotan besar.
Pangke, bdk pahe; mamangke, memakai, memanfaatkan; sipangkeon, bisa dipakai; tu aha pangkeon? untuk apakah itu dapat dipakai, apa kegunaannya? pangke, bagus, elok, cantik; pamangke (di), pemakaian, cara memakai sesuatu.
Pangko, batang pohon aren yang sangat keras, dari mana dibuat batang lembing; sipangko tali, sej padi.
Pangkur, cangkol; mamangkur, mengerjakan ladang dengan cangkol.
Pangkut, mamangkut, memagut, mencangkol.
Pangpang, lumpuh; marpangpang, dalam keadaan lumpuh, menderita lumpuh.
Pangsa, bdk paksa.

Pangulima, = ulubalang, panglima, pelopor, pahlawan.
Pangus, mamangus, menyamun orang dengan menangkap pengunjung, menyamun, merampok; pamagus, perampok orang, penyamun.
Paniala, kutuk, balas dendam dari hantu (begu).

Paniti, peniti.
Panji, panjipanji, perhiasan dari bulu yang disuntingkan anak-anak di kepalanya; hira panjipanji, sangat cepat bergerak, ligat, berlari amat cepat. Panjol = pandol dan ponjol.
Panju, panglima perang, komandan peperangan, kepala pasukan, penghulu perang.
Panjut, obat tampal, plester pada luka dan gigi yang berlobang untuk menarik ulat yang diduga ada disitu; pamanjut, idem; mamanjut, merawat sakit gigi dengan memasukkan minyak ke gigi dan kemudian menarik ulat-ulat itu.
Panopano, jerawat, bercak hitam di wajah, panu.
Pansa, panggung atau dangau di tengah-tengah ladang sebagai tempat mengusir burung dari ladang.
Pansang, mamansang, memanggil untuk berkumpul; parpansang, dipanggil untuk berkumpul mengenai rapat.
Pansar, jauh, luas, sembur; pansar baritana, namanya terberita, tersiar beritanya; partigatiga pansar, saudagar yang pergi berdagang ke tempat-tempat yang jauh, pedagang keliling.
Pansing, bersih dibilas; segala-galanya dilaksanakan sehingga tidak ada lagi yang harus dikerjakan; mamansinghon, disapu bersih, dimusnahkan habis-habisan.
Pansung, = ansung, takaran isi untuk tuak; pansung bahen, potong miring.
Pansur, pancur, mata air; bunga pansur, sej tanaman berbunga putih dan merah;mamansur, memasang pansur, mengalir, berpansur; hoda sipansur, kuda petak; pansur na tolu, pansur na pitu, nama tempat; pansur ni bagot, ijuk yang mengarah ke atas.
Pansut = pago; mamansuthon, melantakkan, meluluh-lantakkan.
Pantang, = subang, pantang, dilarang, larangan; pantang ni abit, haid, menstruasi; pantangan, sebuah rumah kecil di kampung yang tidak boleh diinjak oleh orang lain hanya oleh dukun.
Pantar, lantai papan dalam rumah, dibuat dari batang-batang pohon kayu atau bambu, juga lapik tikar di tempat tidur yang dibuat dari pelepah pohon enau; pantarpantar, lantai; mamantar, memasang lantai.
Pantas, pantas, cakap, arif, sering dalam kata majemuk; pantas marroha, berakal budi, arif, berbudi luhur.
Pantik, tertancap terpantak, terhujam msl kapak, pahat atau lembing; mamantikhon, memantakkan, menancapkan lembing, paku.
Pantil, panggung dari kayu atau tanah, menara jaga terdiri dari bambu.
Pantis, bahan lilin; nama daerah.
Pantom, mamantom, melimbaikan, melembing, melembingkan, melemparkan sesuatu; mamantomhon, memakai sesuatu untuk dilembingkan, dilambaikan, me-lembingkan, menombakkan. Pantun, sopan santun, berperangai baik, beradab, beradat, hormat, kesopanan, berbudi bahasa; pantun hangoluan, tois hamagoan, kesopanan, pangkal kehidupan, kepongahan pangkal celaka; P.B.: tubu sigiragira sajongkal dua dopa, molo pantun manghuling, luhut do na lomo roha, tumbuh pohon nira sejengkal dua depa, apabila berbicara sopan, semua orang menyukainya.
Panunuhon, bdk tuhuk.

Panumbeangan, bdk eang.

Panurirang, bdk surirang.

Panut, jarum besar dari bambu yang dipakai untuk menganyam karung-karung dari bulir; mamanuti, membuhul, menampal mengenai anyaman atau tikar.
Paor, bdk haor, bergerak secara tidak tenang mengenai tangan dan kaki; balok ni paor, sangat gelisah, tidak tenang, membuat hiruk pikuk.

Papa, kusut; surat papa = surat lilu.

Papadehor, suatu tanda pada ayam ramalan.
Papak, berhalangan, terhalang.
Papaluan, sej burung yang bersarang di ladang padi.
Papan, papan; papanpapan, papan lantai; pamapan, bagian belakang alat pertenunan; mamapan, melebar dan mengeras seperti papan, dikatakan mengenai borok pada punggung kuda atau orang yang tambun; sangkapapan, sebuah parira, petai.
Papateak = pateak.

Papene = penepene, lih pene.
Papi, seksama, insyaf, teliti, teratur dalam pekerjaan, penuh tanggung jawab.
Para, tinggi; marsiparaparai, tidak sama tinggi mengenai padi di ladang; anak para = dolidoli (na modom di parapara?).

Parak, sisa-sisa yang mengendap dalam segelas tuak, busa tuak, bagian-bagian kental di tuak.
Parako = parangko.

Parana, anak parana, pemuda.
Parangan, soldadu, prajurit, pasukan.
Parange, perangai, tingkah la-ku, kelakuan, sifat; mamarangehon na tama, berperangaikan yang pantas, yang baik; marparange, berperangai, berkelakuan.
Parangko, perangko.
Parapara, bdk para, rak kayu dalam rumah Batak yang dipasang sari pintu sepanjang rumah, parapara.
Parapat, sej bambu, juga: nama marga.
Parar, mamarar, mempergunakan sesuatu, memanfaatkan sesuatu, karena tidak ada yang lebih baik, marpinarar, memakai kesempatan, menghargai sesuatu biarpun bernilai rendah. Parasan = tandok.

Parate, tempat tidur.
Parau, perahu, kapal; marparau, naik perahu, berperahu; anak parau, awak perahu, anak kapal; parau bubus, perahu yang bocor yaitu pemboros; parau hosa, balon udara; parau kopal, kapal uap; parparauon, perkapalan, pelayaran; P.B.: ndang tarbahen harom parau samponggol, mana bisa karam sebelah perahu: artinya mana bisa hanya sepihak bersalah, kedua belah pihak mempunyai kekurangan dan karenanya harus memperbaikinya.
Parduan, bagian, kawanan, (dari parduaan).

Parduli = perduli.
Pare, sej ikan laut; parparean, daerah di Toba, dimana ikan itu dulu diimpor.
Pareman, pereman.
Parenta, perintah.
Pareon, sipareon, telinga, pendengar, kuping (And).
Pareso, periksa; paresohon, memeriksa.
Parespes, kecil sekali, krepos; uang parespes, = getep, ketip, uang kecil.
Pargut, mamarguti mencotok mengenai burung, menerkam mengenai ular, memaguti; hona pargur, kena gigit (ular).
Parhohas, alat bunyi-bunyian, perkakas tukang kayu, lih hohas. Pari, = pare.

Pariama, bintang pariama, gambaran bintang pleyaden.
Pariban, anak perempuan saudara ibu laki-laki (mamak) atau adik suaminya; anggi pariban, adik perempuan isteri seseorang; hahapariban, kakek perempuan isteri seseorang.
Parik, tembok dari tanah; mamarik, membuat tembok, membenteng; mamarihi, dikelilingi tembok; upa parik, sebidang tanah yang diterima setiap penduduk dari kepala kampung selama ia tinggal di kampung itu.
Parinse, perisai.
Pariok api, periuk api, periuk besi.
Parir, celaka, sangat menyedihkan, papa, sengsara; hapariron, kemelaratan, kesukaran, kesakitan, sengsara.
Parira, pohon petai.
Parkaro, perkara, proses, masalah pengadilan.
Parompuan, bdk ampu.

Parpar, berketurunan banyak.
Parti, teliti dalam pekerjaan, selaras, cermat, akurat, rapi.
Paruparu, = paranak bodilan, tempat peluru.
Parumaen, menantu perempuan; parumaen di losung, = parumaen sinonduk, calon menantu perempuan, yang sudah diterima dalam rumah sebagai pembantu dan sudah diberikan mas kawin, mengenai dia dikatakan: hira hatoban siulaon, alai hira raja nasida anggo di sipanganon, ia harus kerja seperti seorang hamba, tetapi ia peroleh makanan seperti seorang raja.
Parung, luka, bisul; marparungparung, bisulan, berbisul banyak, kutilan, borok-borokan.
Pasa, tali pasa, tali dari kulit kerbau.
Pasak, mamasak, memukul atau menokok dengan martil atau sepotong kayu; pasakpasak, pe-mukul, martil.
Pasak, lintah, pacet.
Pasal, = tuhe dan tuho, tanda perbatasan.
Pasang, I. pasang; sapasang, sepasang, sestel; sapasang abit, satu pasang pakaian, sestel pakaian; sapasang, memasang uang taruhan dalam permainan judi; mamasang bodil, menembakkan senapang; mamasang palito, menyalakan lampu; mamasang hoda, mengenakan kekang dan pelana (kuda); mamasang hepeng, memasang uang taruhan dalam permainan; pasang laut, air pasang; pasang surut, air surut. II. pasang, parah mengenai penyakit.
Pasar, pekan, pasar, pajak.
Pasi, I. pasak, pen, baji, msl pada balok atau pada pisau yang menghubungi pisau dan gagang; ndang hasigatan pasi dibagasan suhul, puting yang ada pada pegangan pisau harus diperiksa dengan baik; pasipasi, sisa, restan. II. pasi, awalan pada kata benda yang berarti: uang pembeli: pasitimbaho, uang untuk membeli tembakau; pasiulos, uang untuk membeli ulos.

Pasing, sipasing, ulat, capung (rimbur).

Pasir, tepi danau, pantai; topi pasir, tepi pantai, tepian berpasir; gule pasir, gula pasir; apus pasir, sumpah yang kuat (gabe soada molo…).

Paske, andor paske, sej tanaman menjalar berbunga merah dan penyet.
Paspas, terantuk pada, tertumbuk pada, terhempas; mapaspas, rontok mengenai rambut, botak, habis mengenai modal; mamaspas, menghempaskan pakaian; dipamaspas ni hala.
Pastap, pukulan dengan telapak tangan, menampar; hona pastap, kena tampar; mamastapi, menampari.
Pastima, Barat.
Pasu, I. pasuan, marah mengenai begu yang msl marah terhadap orang yang membuat sumpah palsu. II. pasupasu, berkat; mamasumasu, memberkati; mamasumasuhon tu, menumbuhkan sesuatu yang menjadi berkat bagi orang, menurunkan berkat kepada; pinggang pasu, pinggang porselen(mahal dan memakai gambaran biru).
Pasul, tidak hormat, tidak sopan mengenai kata-kata, biadab. Pat, kaki; ulu ni pat, tempurung lutut; mardalan pat, berjalan kaki; siopat pat, yang berkaki empat; pat ni emper, kaki emperan, tiang.
Pata simangot, = gohan, bdk gok I

Patar, jelas dan mudah terlihat, terang, tidak ada yang tersembunyi, terbuka, transparan, nyata; patar tarida, jelas nampak; mamataratar, memperlihatkan diri dengan terbuka; papatarhon, menyatakan, mengumumkan secara terbuka; hapataron, kejelasan, keterbukaan.
Pate, bdk mate, siap, selesai, tidak dapat diubah lagi, berakhir msl perkelahian, perkara; hampir kena sewaktu menembak, mati; nunga pate, dia sudah mati; pate gora, perselisihan sudah diselesaikan, selesai sengketa; papatehon, mengakhiri, memutuskan; hapatean, akhirnya perkara, cara menyelesaikan perkara; marhapatean, berakhir, jalan keluar, berakhir tuntas; marhapatean tu na roa, berakhir jelek, berakhir dengan tidak baik, berakhir kearah yang buruk; patelaho, bdk: patilaho.

Pateak, berkotek mengenai ayam, yang mau bertelur; juga bunyi ular yang meniru bunyi ini; marpateak, = martatageak, berkotek.
Pati, bdk pate, patipatian, peraturan yang membuat perselisihan menjadi berakhir msl bila persoalan itu diserahkan kepada keputusan Tuhan: siapa di antara kita berdua meninggal dalam satu bulan ini, dialah yang bersalah.
Patia, burung kecil yang bercorak-corak yang dalam dongeng bertindak sebagai raja burung.
Patialu, sej penyakit demam yang datang berulang-ulang, demam berkala.
Patialum, kurap pada pelir.
Patihala, pening, sakit kepala, migrain; patihalaon, menderita nyeri kepala sebelah.
Patik, aturan larangan yang disepakati bersama, aturan, hukum, undang-undang; manuan patik, membuat undang-undang; mangalaosi patik, melanggar undang-undang; mamatikhon, mengundang-undangkan; pamatik, pembuat undang-undang, penegak undang-undang; sisuan patik, idem.
Patilaho, pemberian berupa uang yang diberikan parboru kepada paranak sebagai tanda bukti bahwa yang cerai atau menjanda itu boleh kawin lagi, tentunya bahwa tidak ada orang lain yang menaruh hak atasnya, ini merupakan juga pertanda semua uang mahar harus dikembalikan.
Pato, = mago.

Pator, = pantar.

Patpat, mamatpat, menaruh air ke kapur untuk memadamkannya.
Patu, dikalahkan, tunduk, tahluk, patuh; mangoloi patu, menaklukkan diri; papatuhon, menundukkan, menaklukkan, memperhambakan, mengalahkan dalam peperangan.
Patuan, yang dipertuan, gelar raja dari: tuan.

Patumonaan, bdk bona (mona).

Patung, makanan kenduri yang diadakan oleh para pedagang sebelum mereka bepergian.
Paturo, lih ro.
Patut, patut, wajar, apa yang pantas dan layak; na patut, yang patut, yang pantas.
Pauk, I. mamauk, melambaikan cangkol, melemparkan kaki ke atas (kuda). II. sipauk, sej burung hantu.
Paung, payung cina, istilah Batak ialah saong.

Pauseang, pemberian, kebanyakan terdiri dari sebidang tanah yang diberikan ayah kepada puterinya yang kawin; pada orang-orang kaya hal ini adalah penting sekali dalam hal mana pengantin laki-laki hampir seluruh mas kawin dengan jalan ini diterima kembali.
Paut, mamaut, mengikat; tali papaut, tali untuk mengikat sesuatu; P.B.: tali papaut tali panggongan, taripar laut tinanda rupa ni dongan, tali simpul tali ketat, biar seberang laut namun kawan tetap ingat.
Pe, I. pun, juga, bahkan; didok ho pe songon i, jika engkau bicara begitu juga; raja i pe ndang olo, juga raja itu tidak mau; nuaeng pe, sekarang pun; songon i pe pangalahona, walaupun demikian halnya; atik pe, agan pe, walaupun, meskipun, sekalipun; i pe, itupun, barusan, oleh sebab itulah; on pe, inipun jadi, demikian; dung pe…asa, barulah, sesudah itu maka; dung pe ro donganna asa borhat ibana, baru setelah temannya datang, ia baru berangkat; i pe asa huboto, baru sekaranglah saya tahu; nuaeng pe asa huida ho, baru sekaranglah engkau kulihat; nang pe, walaupun, sungguhpun; ia…pe, walaupun; manang didia pe, dimanapun juga; manang ise pe, siapapun juga; pe…pe, baik…maupun; tu siamun pe taho, tu hambirang pe taho, baik ke kanan maupun ke kiri adalah baik; baoa pe, boruboru pe, baik laki-laki maupun wanita. II. menunjuk waktu mendatang; ro pe ahu, saya akan datang; huingot pe, saya akan ingat; marsogot pe, besok.
Pea, dataran rendah, rata, datar, lembab; tano pea, tanah datar; sering dihubungkan dengan nama daerah: Hutapea, Pea raja, Pea na jagar, Pea Talun dll.

Peak, terbaring, terletak, tertidur, tergeletak; marpeahan, bergeletakan, berletakan disekeliling mengenai benda-benda atau orang; peak roha, rendah hati; mameakhon, meletakkan, membaringkan; papeakhon, idem; dipampeakhon, semua digeletakkan, semua dibaringkan; mameakhon uhum, menjatuhkan hukum, mengadili; mameakhon rujiruji, meletakkan kayu-kayu hitung yaitu memperhitungkan; hapeahan, tempat dimana sesuatu terletak; parpeak, bagaimana letaknya sesuatu, letaknya. Peam, terbiasa; papeam, membiasakan (dirinya); somalna do peamna, lambat laun orang akan menjadi biasa juga, karena terbiasa jadi kerasan; mameami (dipeami), membiasakan.
Pear = parar.

Pedan, teman, sahabat, kawan, rekan; marpedan, berteman, bersahabat, mempunyai sahabat; peden, panggilan “kawan”.
Pede, juling; pede matana, matanya menjuling; simata pede, orang yang juling, simata juling.
Pedem, = podom, tarpedem, ter-tidur, terkantuk-kantuk; papedem, tidurkan, membuat tidur.
Pedor, hilang mengenai barang-barang karena sering dipinjamkan.
Pedu, mamedu, menyimpang, menjungkir, menyeleweng; papeduhon langka, menyingkir, jalan menyimpang.
Pegang = pogang; mamegang, memegang; memegang harajaon, memerintah; pegangan, pemerintahan, penguasaan.
Pege, jahe; mangan pegepege, makan daging dengan upacara sewaktu hendak memulai perang.
Pegol, pegol patna, ia mempunyai kaki tapak kuda.
Pegul, bungkuk; pegulon, bengkok.
heng, peheng rungkungna, kuduknya kaku.
Pehet, =pihit, berhemat-hemat.Pehu, pehu na pitu, dewa-dewa astrologi seperti panggorda na ualu, lamadu na onom, nama-nama ketujuh pehu adalah: artia sanggasti, soma simonang barita, anggara patimosna, muda sampe tua, boraspati pidoras, singkora sunggu sori, samisara sunggu raja.
Pejet, rata mengenai air.
Pek, bdk lepek, mamekhon, memperhatikan, menghiraukan, mencamkan, memperdulikan sesuatu; ndang dipekhon, tidak diperdulikan.
Pele, mamele, umpele, menyajikan, mempersembahkan sajian, kurban kepada dewata atau roh; mamelehon, mempersembahkan sebagai kurban; pelean, persembahan, kurban sajian; mamele begu, memberi persembahan kepada nenek moyang, kepada roh-roh, menyembah roh; sipelebegu, orang kafir, pemuja nenek moyang, penyembah arwah.
Peleng, bdk eleng, serong, mereng, miring, bungkuk; papelengpeleng, memerengkan kepala, menundukkan kepala, menggoyangkan kepala.
Peles, kotak kaleng.
Pelhong, = puhung; marpelhongan, bungkuk, berbengkok-bengkok.
Pellong, buta, beliak mengenai mata.
Pelpel, kecil, hina.
Peltek, marpeltekpeltek, dalam tumpukan-tumpukan kecil, bertebaran, tercecer sedikit-sedikit. Peltok, kata-kata yang menentang suatu keputusan protes; mameltok, dengan kata-kata menentang keputusan, memprotes, berlawanan dengan kata.
Pelut, sulit untuk dibelah mengenai kayu, sulit dipecahkan.
Pen, pena; mata ni pen, pen, mata pena; tangke pen, tangkai pena.
Pendek = pondok, pendek, rendah.
Penepene, piring kayu yang kecil.
Peng, dipenghon, bdk pek.

Penge, pekak, tuli, bengal.
Penggang, pinggang.
Penggeng, kecil menurut umur, lambat tumbuh, sulit berkembang.
Penggupengguon, amat kerdil, kecil dan lemah mengenai tumbuh-tumbuhan.
Pengka, mamengkai, enggan, tidak mau turut; sipamengkai, orang yang menolak, penyegan.
Pengkuk = bengkuk.

Pengkur, bengkok mengenai anggota gerak; marpengkuran, bengkok, berpengkoran.
Pengpeng, kecil, terbelakang mengenai pertumbuhan, lambat tumbuh, bertahan lama.
Pense, = lea.

Peo, batu peo, batu keras yang ada di ladang.
Peok, bunyi ayam bila ia ditangkap.
Peol, bengkok, tidak lurus, terputar, terbalik, peot; mameol, memalik; papeolhon, memutarbalikkan sesuatu; papeol uhum, memutar hukum; sipapeol uhum, hakim yang tidak adil, orang curang.
Peop, mameop, umpeop, memegang, menyimpan, menahan; dipeop roham ma i, camkanlah itu; sipeopon, apa yang disimpan; parpeopan, tempat, tong, bajan dimana sesuatu disimpan.
Peos, mameos, melilit, membelitkan diri.
Pepe, mapepe, terpukul ke tanah mengenai padi disebabkan hujan lebat; rata tertumbang mengenai rambut.
Peper, salah hitung, salah bilang.
Pepes, lunas, selesai.
Perak, = pirak, perak.
Perek, perlahan-lahan menetes mengenai air mata; perek iluna, meleleh air mata.
Perper, mamerper, bergoyang mengenai burung yang bangun; maperper sanggulna, bunga pada rambut atau rambut sendiri digoyang-goyangkan kesana kesini.
Perut, I. mamerut, meminta-minta keropas-kerapis, hal kecil-kecil. II. mamerutmerut, menyelimpat, menyendiri. Pesan, menurun, mundur msl dikatakan mengenai orang yang tidak memperoleh anak, juga mengenai kuasa, derajat seorang raja; hapepesan, kemunduran, kejatuhan, kekendoran.
Pesepese, = posoposo, bayi.

Pesta, perayaan, pesta; marpesta, berpesta; mamestahon, memestakan sesuatu, menghelatkan.
Pestol, pistol.
Pet, sipet, sej burung, lih pehet.

Peta, = hopok.
Petang, poting dengan corot.
Petar, mametar, membetuli, membidik.
Peto, benar.
Petong, sipetong, kepongpong kupu-kupu.
Peus, = baus.

Peut, jatuh karena ada sesuatu yang lepas, terlepas; mameuthon, menjatuhkan, melepaskan; marpeutan, berjatuhan mengenai banyak benda.
Pia, I. pia mata, iri, ingin, kepingin, tergiur. II. piapia, buah pinggang, ginjal.
Piak, I. bola piak, pecah di tengah-tengah, terbelah dua. II. piakpiak, = borakborak.

Pial, mamial, mengebiri.
Piangin, maranti piangin, sej pohon yang menghasilkan kayu bangunan.
Piar, I. mamiari, menampi beras di anduri untuk membersihkannya. II. piarpiar, marpiarpiar, timbul marah, geram dan kekesalan; piarpiar ni murukna, bangkit amarahnya. III. piarpiar, pembungkus tebal yang menutup ruas bambu muda yang jatuh kemudian.
Pias, I. = balga. II. mamias, memikat burung dengan meniru bunyinya; marpias, mengikhtiarkan supaya musuh keluar dengan membuat ribut; mencoba mengetahui pikiran orang dengan memperlakukan diri sebagai temannya.
Pidari, keadaan Batak dahulu kala sewaktu perang merajalela; waktu dimana orang terkuat mempunyai hak.
Pido, hanya dipakai sebagai perpanjangan kata msl alaman parpidoan, jabu parpidoan (And).
Pidom, padam, celaka, binasa, hancur, musnah; pidom ahu, saya binasa; mamidomhon, menghancurkan, membinasakan.
Pidong, burung; pidong rajawali, burung rajawali, burung elang; pidong sigak, sej burung gagak; pidong na mangeat di handang, orang yang tanpa perlindungan, yang tak punya hak.
Pidorang, ancaman, omongan besar.
Pidoras, alat sihir yang membuat orang menjadi kuat dan cekatan. Piga? berapa? ndang piga, tidak berapa, sedikit, tidak banyak; piga na ro i, berapa banyak yang datang itu? berapa yang datang itu? ndang piga dan, tidak lama kemudian, tak berapa lama; papigahon, yang keberapa? papigahon gogom sian donganmu, berapa kelebihan kekuatanmu dari temanmu? papigahon ho, yang keberapakah engkau dari yang kuat; piga hali, berapa kali? papigahalihon, yang keberapa kali; ndang piga hali, tidak sering, tidak selalu, tidak berapa kali.
Pihit, kikir; hemat, cara menetes mengenai jawaban; na pihit, parpihit, orang kikir; hapihiton, kikiran.
Pihot, keras, tegar mengenai tanah liat (lawan: sarge).

Pihul, keseleo mengenai kaki; juga berbelit, dalam arti sembunyi mengenai kata-kata; manihul, berputar; marnapihul hepeng di tangan, tidak ada uang dalam tangan.
Pijom, tuli.
Pijoni, sipijoni, sej eme.
Pijor, mamijor, mematri.
Pikpik, tiruan bunyi amporik, suara burung pipit; marpikpik, mencicit.
Pikul, pikul 62 1/2 kg; mamikul, memikul; pikulan, pikulan.
Pilat, penis, pelir, kemaluan laki-laki.
Pilhot, liat, tangguh, keras, bergumpal msl tanah liat; juga bila orang membuang air besar.
Pili, = pillit; marpili, terpilih; marhapili, memihak; sihapas pili, kapas yang terpilih, nama kuda yang putih sama sekali.
Pilit, tidak kena, salah, diputarbalikkan, bertentangan dengan sifat, tak kena sasaran; pilit di rohangku, tak kena di hatiku, salah menurut pikiranku; pilitpilit, bersalahan; papilithon, menyalahkan, menjalankan ke arah yang lain, mengalihkan sasaran; marlangka pilit, melakukan perbuatan yang salah dalam bidang susila, melacur, bersundal; sipilit, sej tumbuhan yang dipakai sebagai penangkal untuk mengusir hantu (begu).

Pillit, mamillit, memilih; na pinillit, yang terpilih; papillithon tu, meletakkan sesuatu dihadapan seseorang untuk dipilih, memilihkan pada.
Pillot, sempit, terdesak; masipilotan, berasak-asakan, sa-ling mendesak, berdesak-desakan.
Pilngas, terik mengenai panas, sinar matahari, mengenai suara; pilngas ni las ni ari, panas mengenai matahari; mamilngas mata ni ari, terik benar matahari.
Pilo, pilopilo, = balingbaling, kincir-kinciran, baling-baling kecil yang diputar oleh angin dan dipakai untuk mengusir burung; pilopilo ni bagot, tunas pohon bagot yang daun-daunnya berputar sebagai kincir-kincir angin kecil. Pilpil, mamilpil, mengucilkan seseorang dari adat, bdk liplip.

Pilsak, = pinsar, memancar keluar.
Piltik, mamiltik, menjingkat, memetik, membunyikan dengan jari-jari; sampiltik, sepukulan dengan jarijari; mamiltik, melecut, terpencar, jatuh terpencar-pencar; marpiltihan, berhamburan, dibuang msl biji, butir, air; mamiltik hasapi, memainkan hasapi, memetik hasapi.

Pinang, pinang, yang menghasilkan buah pinang yang dikunyah bersama sirih; bola pinang, sewa ladang dalam arti bahwa setengah dari hasil ladang dipakai untuk membayar sewa ladang; mamola pinang, menyewakan ladang dengan cara sebagai tersebut di atas; pabolapinanghon, idem.
Pinangka, = nangka, biji buah pinasa.

Pinasa, sej pohon yang menghasilkan buah nangka, yang buahnya berdaging dan sangat disukai orang untuk dimakan, kayunya yang keras itu dipakai sebagai tiang sopo; bona ni pinasa, tempat lahir nenek moyang, hanya orang kaya yang mau tetap tinggal di tempatnya itu, menanam pohon seperti itu.
Pindan, genap, lengkap; hapipindan, kegenapan, kelengkapan.
Pinjil, terasingkan, sendirian, terpisah dari yang lain, terisolasi, tersendiri; tarpinjil, terpisah, tersendiri karena tersesat; papinjilhon dirina, mengasingkan diri.
Ping, keras; batu ping, batu yang keras; marping roha, tetap hati, tabah hati.
Pinggan, piring, piring porselen; simarpinggan, (ingkau ni hudon), sej tumbuhan; nai pinggan matio, = begu perempuan penghuni mata air, peri.
Pinggil, picu jerat, pemicu; sipinggil, idem; pinggil ni hata, sepatah kata yang menyebabkan pertengkaran besar; maminggil bada, menyebabkan perselisihan, pertengkaran; maminggil, membangkitkan; paminggil = hamisaraan, bdk misara.

Pinggol, telinga, kuping, mata kaitan; pinggol ni harpe, pegangan pada harpe; pinggol ni balanga, kuping belanga; pinggol ni bodil, tempat mesiu pada senapang, juga nama gunung; pinggol ni dalan, tepi jalan, trotoar; marpinggol linta, berpendengaran yang tajam seperti lintah yang dari jauh mendengarkan langkah orang; marpinggol badak, pekek, bengal; paminggol, penguping, seorang yang mengerti arti kata yang dalam, yang membaca antara garis-garis.
Pinggupingguon, berperut gendur mengenai anak-anak kecil yang sakit.
Pingkal, melompat keatas, menyingsing tepi celana atau topi, melekukkan keatas, menghidupkan kembali sesuatu yang telah lampau; mamingkal, menaikkan dengan cepat; mamingkali hata, membangkitkan kembali perkara atau urusan yang telah selesai; pingkal roha, menjadi marah; pingkal ni pusupusu, geram, marah, panas hati.
Pingkir, marpingkir, = mamingkir, berpikir, memikir, menimbang; mamingkiri, memikirkan, menimbang sesuatu; pingkiran, pikiran, pendapat.
Pingkur, bengkok mengenai jari-jari msl karena kekejangan.
Pinggor, bdk mingor.

Pingping, mamingping, memecah batu dengan sepotong besi.
Pining, bdk pinang, pohon pinang, juga buahnya.
Pinjut, maminjut, mengumpul, menumpuk, menyimpan benda-benda kecil.
Pinondang, panondang, kilat, cahaya, pijar; pinondang ni hasahalaon, cahaya kemuliaan, pengaruh kewibawaan.
Pinsala, = sitapitapi, sej burung.
Pinsalang, parau pinsalang, kapal yang cepat berlayar, perahu kencang.
Pinsang, maminsang, menegur agar tidak berbuat lagi, menghukum, memarahi; maminsangi, menghukum seseorang; hona pinsang, dihukum, dimarahi; pinsangpinsang, hukuman; pamingsangon, hal menghukum, cara menghukum, peneguran.
Pinsar, maminsar, memancar, menyemprot, memuncrat.
Pinsir, maminsirhon, mengitung uang logam dengan meletakkannya berbaris-baris.
Pinsur, runcing.
Pinta, maminta, dipakai mengenai untung, yang seolah-olah memanggil manusia yang disukainya (bdk jinou ni tua), meminta, mengingini; dipinta tuana do i, berkat nasib baiknya itu; pininta ni, karena, sebab, berkat dari.
Pintor, = tigor, jujur, lurus, betul, benar, adil; juga: dengan segera, langsung; mamintor, dengan segera, langsung; mamintori,membenarkan; hapintoran, kebenaran, kelurusan, kejujuran; hata pintor, hal yang benar, adil; parpintor, orang yang adil, yang benar, orang jujur.
Pintu, pintu; sahali mamintu, sekali putar mengenai permainan kartu, permainan.
Pinut, tersumbat; maminut, menyumbat.
Pio, mamio, memanggil, mengerahkan, mengundang untuk pesta jamuan; marpio, mengerahkan; piopio, undangan, panggilan.
Piongot, mamiongot, menggigit panasnya matahari, menyengat mengenai serangga.
Piopio, sej burung. Pior, mamior, dengan sej panji-panji berjalan di muka untuk menyemangati orang lain; piorpior, panji-panji.
Piotok = piongot.

Pipi, = bohi, muka, wajah; marrara pipina, mukanya menjadi merah karena kemarahan; tarpipi, menjadi marah.
Pipian, gumpalan untuk gulungan tali.
Pipil, biji-biji yang lepas; mapipil, lepas; mamipili, mengapik biji-biji dari sekam; pipil pusok, sebagai bayi tidak berorangtua, menjadi yatim.
Piping, marpiping = marnginging, berbunyi dalam telinga.
Pipir, lada.
Pipis, I. mamipis, memeras, menggiling, melumati, memipih; pipisan, bilangan Batak yang kecil dalam mana kapas digiling; pamipisan, tempat memipih, menggiling. II. pemikat yang dibuat dari jagung dan bawang.
Pipot, noda, cacat, salah, kesalahan; marpipot, bernoda, bersalah, membuat kesalahan; na so marpipot, tanpa kesalahan, tak bersalah.
Pir, keras, liat, tetap; marpir, mengeras; parroha pir, tegar hati, keras kepala, degil; pir ma tondim, kuat batinmu, panjang umurmu; papirhon, mengeraskan.
Pira, telur; pira ni manuk, telur ayam; na rara ni pira, kuning telur; marpira, bertelur; pirapira, =
batubatu, buah pelir.
Pirabun, = pirambon.

Pirak, = perak.

Pirambat, (dari: ambat) alat sihir menyandung kaki musuh.
Pirambon, (dari: rambon) alat sihir mengelabui mata lawan.
Pirang, marpirang, merana, gersang, kering mengenai muka manusia dan tanaman; marpirang, mengering, kering kelihatan.
Pirdot, sej semak.
Piri, I. piripiri, sej ikan. II. piripirion, marah, berang, gusar.
Piring, piring ceper, makanan yang dibawa kepada famili waktu pesta; mamiringhon, mengirim sesuatu kepada orang lain.
Pirok, Sipirok, nama daerah di Angkola.
Piropiro, sej burung.
Pirpir, mamirpirhon, menghamburkan, menggerak-gerakkan se-hingga tetesan bepercikan.
Piruang, (dari: ruang), alat sihir yang membuat peluru senapang menimbulkan banyak luka-luka besar, mencederai musuh.
Piruru, peluru, peluru senapang.
Pis, terpejam, leceh, memandang rendah (sebenarnya: bertutup mengenai mata); pis matana, dia memandang rendah, pandang hina terhadap; manghapishon, menghina orang, memandang seseorang dengan rendah, melecehkan.
Pisak, lap yang diletakkan di antara kedua kaki celana untuk memperkuatnya, pesak, pantat celana.
Pisang, pisang.
Pisar, pecah dan mengeluarkan air, diperas; ditekan sehingga keluar airnya msl cacing; mapisar, memencar keluar dengan memijaknya, pecah terhimpit, lenyet; mamisarhon, memijaknya sedemikian sehingga mengeluarkan cairan, menghimpit hingga gepeng.
Pisat, mamisat, meremas, memijit, mencubit, menekan mati; tarpisat, tertekan, tertindih, dilukai, terjepit; mate tarpisat, mati lemas, mati terjepit; mamisati, menekan sampai mati.
Pisik, I. mapisik, jatuh, hilang, meremah; mamisikhon, memotong, mengerat dalam potongan-potongan kecil; sampisik, sepotong dari benda-benda kecil msl beras, sebutir; papisikhon, memotong, mengerat dalam potongan-potongan kecil, memisahkan beberapa butir; pisikpisik, ampas, remah-remah, butiran remah; tarpisik, jatuh, meremah; dipampisikhon, memotong dalam jumlah besar. II. ganjil, tidak genap.
Piso, pisau; pisopiso, pemberian berupa uang yang diterima keluarga pengantin di waktu nikah, pemberian uang yang diterima seorang raja sebagai tanda bahwa perkara perselisihan telah diselesaikan.
Pispis, mamispis, membasahi, memerciki dengan air; mamispishon, memakai sesuatu untuk memerciki, memercikkan; pispisan, mamispisan, talang atap kemana air hujan menetes, parit pembuangan air hujan atap; pispis ri, sebidang tanah terletak antara hutan dan alang-alang, daerah pinggiran.
Pistar, pintar, pandai, berbudi, arif, cerdik; hapistaran, kepintaran, kecerdikan, budi; parhapistaran, sarjana, cendekiawan; parhapistaran godang, sarjana besar, cerdik, cendekia.
Pistik, mamistik, mereciki dengan jari-jari, memicukan jari; mamistikhon, membuat sesuatu memercik dengan cara ini, membuang sesuatu dengan jari-jari; na pistik uban, mulai beruban, uban mulai muncul.
Pita, murni, bernas mengenai mas, bersih mengenai padi; mamita, membersihkan dengan jalan memilih, memilih; papitahon, membersihkan, memurnikan; sere na pinapita, emas yang telah dibersihkan, dimurnikan.
Pitara = isara, cara, kebiasaan, adat, petunjuk nenek moyang.
Pitik, tercampak, terbuang sehingga letaknya terpisah dari yang lain, tercecer; mamitik, memisahkan diri, menyendiri, kececer; mamatikhon, dilemparkan tersendiri.
Pitis, logam uang (hanya di Angkola dipakai).
Pitola, petola, sej mentimun yang buahnya yang nampaknya dari luar penuh daging, tetapi hanya terdiri dari jaringan serat; sijabut ni pitola, orang munafik, orang pura-pura yaitu: orang menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk akan tetapi tidak berisi apa-apa.
Pitonggam, alat sihir yang membuat musuh tertidur.
Pitor, = putor; pitor diida, pening, semua kelihatan berputar-putar msl sebagai akibat dari pukulan; haleon pitor, bala kelaparan yang membuat kepening-peningan.
Pitpit, pejam, tertutup mengenai mata; mamitpit, dalam keadaan tertutup; papitpit mata, menutup mata, katupkan mata; mamitmit maremare, daun palem yang terdapat paling dalam, tunas baru yang belum kembang; marsalasala pitpit, dengan marah sekali dan dengan mata tertutup melambaikan parang disekelilingnya sewaktu pertempuran; membabibuta, mengamuk.
Pitu, tujuh; papituhon, ketujuh; papituhalihon, ketujuh kalinya; saparpitu, sepertujuh; sipahapitu, bulan Batak yang ketujuh; simamitui, mengenai utang: bertambah sampai tujuh kali lipat; uhum simamitui, hukuman ganti rugi sampai tujuh kali lipat yang harus dikenakan.
Pitua, = patua, lih tua II.Pitudar, sej tupai, bajing.
Pitumang, alat sihir yang membuat orang pemarah menjadi manis, ajimat pemanis.
Pitung, buta; mapitung, buta; mamitung, membutakan; papitung, membuat jadi buta.
Pitut, sempit; mapitut, dalam keadaan sempit, ciut.
Piu, mamiu, memilin, memintal msl tali.
Poda, saran, ajaran, pengajaran, nasehat, amanat; mamodai, mengajari, mengajar seseorang, menasehati; mamodahon, mengajarkan sesuatu, menasehatkan; hona poda, diajar; marpoda, memperoleh pelajaran, bernasehat.
Podang, pedang; mata ni podang, baba ni podang, mata pedang; podang sidua baba, pedang bermata dua; dali podang, sej kacang yang besar, kacang kedele besar.
Podi, ndang adong podina, tidak ada gunanya, tidak akan berhasil.
Podo, = poro = dope, masih; na podo, belum.
Podok, mamodok, bergumul, bergelut.
Podom, modom, berbaring, tidur, mengeram; podoman, tempat tidur; bilut podoman, kamar tidur; tarpodom, tertidur, me-ngantuk; papodom, tidurkan, e-ramkan; modomhon (dipodomhon), mengerami; papodompodom jolma, membiarkan orang tidur, seperti dibuat oleh seorang pencuri sebelum ia pergi mencuri; ndang tarpodomhon ahu, = ndang hapodoman ahu, saya tidak bisa tidur atau tenang karena hal itu; halipodoman, kejang otot mengenai anggota gerak badan; sampinodom, permulaan untuk tidur: jam 22.00 (juga: sampimodom dari sampe modom; podompodom, tumbuhan yang daunnya mengatup kalau disentuh; P.B: sahit ni ulu hinapodomhon, sahit ni pat hinahundulhon, pening (sakit kepala) disembuhkan dengan tidur, sakit kaki disembuhkan dengan duduk.
Podu, mamodui, memfitnah, menghujat; hona podu, kena fitnah.
Poga, sej tumbuhan dengan buahnya merah dan terasa asam; hira poga pinulsik matana, matanya merah karena marah; pogapoga, daki kumal, kudis di kepala anak-anak.
Pogang, mamogang, pegang, memegang; ndang hapogangan ho, tidak bisa dikuasai kau, tidak bisa diselesaikan msl kuda, senapang, anak yang manja; songkar pogang, lesplang, papan pemegang kaso.
Pogas, pegas.
Pogi, terlipat, tersungkur, babakbelur; marpogipogi, remuk redam kena hajar; mamogihon, melipat; sipogi, sej semak.
Pogo, mamogo, tidak menyampaikan, menahan atau tidak mengembalikan hak orang msl sesuatu yang dipinjamkan.
Pogong, tertinggal di belakang; boasa pogong ho di, kenapa tertinggal kau disitu? mamogong, menyendiri di belakang.
Pogos, miskin; na pogos, yang miskin; sipogospogos, si miskin; hapogoson, kemiskinan; pogosna i, betapa miskinnya.
Pogu, empedu, pusat; pogu ni alaman, tengah halaman, pusat; pogu ni tataring, tengah tungku dapur; pogu ni tano i, pusat tanah; P.B.: mangido pogu, tarihut ateate, minta empedu, masih ada potongan hati melekat di situ.
Pohan, marga Pohan; sibagot ni pohan, moyang Pohan.
Poho, mamohohon, berpusar, me-mutar.
Pohol, mamoholi, menyapukan pada, menggosokkan, mengusuk; si Poholon, nama desa dekat Tarutung.
Pohonan, I. sej kayu. II. sej adat yang berasal dari nenek moyang.
Pohu, bagian (= jambar); pohuan, = parjambaran; marpohuan, mempunyai bagian.
Pohul, mamohul, menggenggam, mengepal, mengambil sesuatu dengan kepalan tangan dan menekannya msl nasi sewaktu makan, menggenggam; sampohul, segenggam; dan pohul, nama sej cendawan; indahan pinohul, sej sumpah, lih gana.

Pohung, patung berhala (ganaganaan) yang ditempatkan di kebun untuk menolak hantu-hantu jahat.
Pojam, pejam, buta mengenai mata, gelap; pojam ni bulan, bulan gelap, tidak kelihatan mengenai bulan.
Pola, I. = palu, cukup diperlukan, perlu, bahkan; pola do ahu sandiri laho, apakah aku harus pergi sendiri? perlukah saya sendiri yang pergi? ndang pola, tidak perlu, tidak usah; ndang pola sadia, tidak perlu banyak, tak seberapa; pola dipastap ahu, bahkan ia memukul saya, malahan saya ditamparnya; molo pola mate raja i, kalau raja itu harus mati juga; ndatung pola, tidak sekali-kali. II. pola, = tuak.

Polan, = holan.

Polang, sepotong kayu yang diikatkan pada pohon kemenyan untuk dipakai sebagai tangga; sijama polang, orang-orang yang hidup dari hasil pohon kemenyan, pengumpul kemenyan.
Polgak, = mamolgak, menelan bulat-bulat; mamolgahi, menelan bulat-bulat, melahap.
Polha, pulha; si Polha, nama daerah dipantai Utara danau Toba.
Polin, murni, tidak bercampur, bersih; mamolin, bersih, murni, tulen; aek mamolin, air bersih, tidak bercampur; hapolinon, kebersihan, kemurnian, kejernihan.
Pollak, = porlak.

Pollong, tersembunyi, tidak ada jalan keluar, tersumbat; mamollung, menyembunyikan, me-numpatkan.
Pollung, perbincangan, pembicaraan, debat, perkelahian dengan kata-kata, perbantahan sebagai perlawanan; marpollung, berbantah-bantah, berdebat, bertengkar, bersoal jawab.
Polnat, mamolnati, memijak sesuatu, mengenceti.
Polngit, mamolngit, sunyi sekali, sepi; pamolngit, kesunyian di tempat-tempat sunyi, keadaan sepi.
Polngok, duduk tanpa bergerak, tenang tanpa gelisah.
Polong, tepung asam terdiri dari campuran tuak dan timun dan sitrun.
Polpol, tersumbat, tidak dapat mengalir msl pipa; mapolpol, menutup.
Poltak, mulai kelihatan mengenai bulan, terbit; poltak ni bulan, permulaan bulan baru; hapoltahan, Timur.
Poltik, erat, kencang diikat, ketat terikat.
Poltong, tersumbat mengenai tubuh, mentok perasaan; poltong langkana, tidak jadi apa-apa mengenai rencananya, suntuk langkahnya; pamoltong, apa yang menyumbat, apa yang membuat darah jadi beku, penyumbat; hapoltongan, mengelas mengenai darah pada perempuan yang melahirkan anak.
Poltuk, bunyi gemerencih mengenai beras atau jagung yang dipanggang.
Poluk, mamoluk, mengeluarkan sesuatu dengan tangan, mengambil hati-hati dengan tangan.
Polut, = tos, dilepaskan, lepas; polut hosana, ia mati, putus nyawanya; mamolut, melepaskan, memutuskan.
Pompa, pompa; mamompa, memompa.
Pompar, mamompar, mendapat keturunan, berketurunan, mempunyai seseorang sebagai keturunan; pomparan, pinompar, keturunan, bani; na hupompar, keturunanku; marpinompar, diberkati keturunan.
Pompom, mamompomi, mendiamkan, menyuruh agar diam; mate hapompoman, mati tanpa mengatakan apa-apa, mati bungkem, mati tak berpesan.
Pona, mamona, mendiamkan; diponapona, idem.
Pondang, mamondang = marsinondang, bercahaya.
Pondia, buah merah yang dipakai sebagai hiasan kuping; pondia saga, idem.
Ponding, ikat pinggang pakai pelat-pelat emas, ikat pinggang dari mas, ikat pinggang dari perak.
Pondok, I. = pendek, pendek, rendah. II. gubuk, pondok khusus, kedai yang dipasang di jalanan. III. pondok, = babi.

Pondom, kuburan, pendam; mate di pondom, mati sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi perkara.
Ponggol, penggal, patah, potong, keping, pecahan, bagian, bab; samponggol, sepotong, sebagian, sepenggal; ponggolponggol, keping, pecahan, patah-patahan; marponggolponggol, menurut keping, berpenggal-penggal, berpotong-potong; mamonggoli, memotong, mematahkan; maponggol, patah, pecah; angka ponggol, dipotong dalam banyak potongan, pada patah, patah-patahan.
Pongkal, simpai pada bubu atau tong; mamongkal, menyatukan sesuatu dengan simpai.
Pongkar, I. baji untuk membuka mulut seseorang karena giginya harus dikikir; mamongkar, membuka mulut. II. pongkar, = songkar.

Pongki, sej pohon; P.B.: situmbur ni pongki, parindahanan pansalongan, pir ma tondi, sai ro ma parsamotan, serat pongki jadi sumpit berejeki, panjang umur kiranya, murah rejeki.
Pongkik, mamongkiki, mencekik.
Pongkok = pangkal, pokok, modal.
Pongot, bersusah hati, putus asa.
Pongkuk, mamongkuk, dengan tangan memasukkan nasi ke mulut; sampongkuk, segenggam.
Pongpang, I. menghentikan pertempuran, genjatan senjata; mamongpangi, memaksa genjatan perang kepada duabelah pihak yang berperang; hata pongpang, musyawarah mengenai genjatan senjata. II. pongpang ni horbo, seutas tali yang kuat untuk mengikat kerbau; pongpang ni ninggala, tali untuk mengikat batang pada tenggala.
Poning, mamoning, membuang sesuatu dengan jari-jari.
Ponjal, diinjak-injak keras; mamonjali, menginjaki sesuatu dengan keras, membanting kaki pada sesuatu, menginjak- injak supaya padat.
Ponji, kapok.
Ponjot, sempit, sesak; ponjot huhilala, sesak perasaanku; ponjot rohana, dia merasa dirinya dalam keadaan kesesatan, sesak perasaannya; ponjot hosana, sesak nafasnya, sesak nafas ia; ponjot ulaon, pekerjaan mendesak, sibuk.
Pono, sedih, berat hati, berdukacita.
Ponot, pipa, saluran, leding, kemudi; ponot bulu, pipa bambu.
Ponsa, mamonsa, meneruskan.
Pontas, pentas, sej serambi kecil tempat duduk para raja; pentas kecil yang dipasang dalam rumah untuk memberikan persembahan.
Ponu, penyu.
Popa, pendiam mengenai orang yang jarang berbicara, tetapi kalau ia berbicara, maka apa yang dikatakannya itu adalah berarti; mamopai, mendiamkan.
Popar, mamopar, menghitung; poparan, perhitungan, perkiraan.
Popas, I. mamopashon, menyelesaikan, mengatur laba dan rugi, membuat pas antar keuntungan dan kerugian. II. popas, kail, pancing; mamopas, menangkap ikan dengan pancing; marpopas, mengacaukan seseorang dengan berbagai-bagai cara agar dia tidak bisa berpikir lagi dengan teratur.
Popat, = totap.

Popo, mapopo, terlanda, rebah mengenai padi; mamopoi, membuat jalan di tempat dimana belum ada jalan; popo imbulu, cara mengurut dengan perlahan-lahan sehingga rambut terletak pada kulit.
Por, I. keras, lebat mengenai hujan; udan na por, hujan yang deras sekali; por roha, sangat mengingini sesuatu. II. por, = par: prepiks msl: mardengke, pardengke; diparlehon, diparulos.

Pora, garing, kering mengenai makanan, tembakau, kayu, kerongkongan; rapuh; ama ni pora, sej kayu yang ringan; porapora, ikan-ikan kecil, ikan paitan, ikan tawes.
Poran, keras, tegas mengenai perkataan.
Porang, perang; marporang, berperang, bertempur; mamorangi, memerangi, menjadi kasir pada permainan judi; laho porang, pergi berperang, pergi bertempur; parangan, prajurit, soldadu, angkatan perang.
Porda, gagang pisau, hulu gergaji, tangkai; godang do porda, ndang sadia hulamot, godang do roha, ndang sadia sinamot, tangkai panjang, sedikit tali untuk mengikat sesuatu; cukup kepandaian tetapi tidak ada uang untuk melaksanakannya, artinya: tanpa uang, kepandaian dan kecerdikan juga tidak dapat banyak menolong seseorang.
Pordut, mamordut, menyakiti orang dengan jawaban yang tajam, menantang keras.
Porhas, geledek, petir, guntur yang menyambar; disoro porhas, disambar petir; tubu marporhas, lahir anak kembar yang terdiri dari kedua macam kelamin, dianggap sebagai tanda celaka; siporhas, nama sej tanaman; siporhas pea, sej rumput yang dipakai sebagai penangkal racun; siporhas hau, sej pohon yang kayunya dan daunnya dibuat penangkal (hanya untuk laki-laki, karena perempuan menjadi mandul karenanya); gana siporhas, sej sumpah, lih gana.

Porhis, semut; matemate porhis, begitu cepatnya berjalan sehingga menyebabkan semut mati terinjak oleh karena dia tidak dapat lagi menyingkirkan diri, artinya: terus saja berjalan.
Porhot, kasar, kesat, tidak licin, tidak rata msl tanah waktu musim kering; siporhot, kain dan bunga yang dipasang perempuan di dalam sanggul rambutnya agar kuat; parsiporhotan, belakang kepala.
Poriama, gambar bintang, Pleyaden; bulan pariama, nama bulan yang ke-10.
Poring, sej suhat.

Porjat, mamorjat, memijak. Porlak, kebun, taman; marporlak, berkebun, mempunyai taman; parporlak, pemilik kebun, taman; mamorlak, membuat kebun.
Porman, suci, saleh, sopan, takwa; hapormanon, kesucian, kesalehan.
Pormasan, takaran padi, lih mas.

Pornga, porngapornga, jentik-jentik.
Porngis, tumbuh dengan baik, bermas, padat berisi mengenai padi (juga: porhis).

Poro, I. mamoro, memerah, memeras, memerah air susu; horbo siporoon, kerbau perahan. II. marporo, serak, parau.
Porom, = mamorom, peram, memeram buah-buahan.
Poros, mamoros, menekan hingga padat, peras, memeras; paporosporos, sering diperas dan kuat.
Porot, tersangkut, kesat, sesuatu yang sangkut di kerongkongan; amporotan, sesuatu yang sangkut di kerongkongan, tersekal.
Porpor, maporpor, menabrak sesuatu msl kuda yang lari dan tiba-tiba menabrak seseorang; mamorpori, menginjak-injak sesuatu sampai rusak, mengenai ayam yang menginjak-injak telurnya, yang telah dieram, kalau waktu mengeram sudah lewat; dipaporporhon, = dipatondonghon.

Porsan, mamorsan, memikul, memanggul, menanggung; paporsanhon, menyuruh orang untuk memikul sesuatu; porsanon, beban.
Porsea, percaya, mempercayai (di), menaruh kepercayaan; manghaporseai, menaruh kepercayaan; haporseaon, kepercayaan, iman, keyakinan; haporseaan, yang dapat dipercayai; orang kepercayaan, berpercaya; parhaporseaon, seorang beriman, orang yang mempunyai kepercayaan; parhaporseaon godang, orang yang besar kepercayaannya, orang bertakwa.
Porsili, bdk sili.

Porso, mamorso, menyangkal, mengatakan tidak, mengingkari, membohong, mendusta.
Porsuk, pedih, melarat, sangat menyedihkan, sengsara, merana, menderita, mara; haporsuhon, sengsara, penderitaan, kemeranaan; na porsuk, sengsara, merana, tersiksa; sitaonon na porsuk, penderita yang merana yang sengsara, penanggung derita; paporsukporsukhon, menyiksa, mengganggu, menyengsarakan, menyakiti.
Portibi, dunia, bumi, daerah, negeri; portibion, dunia ini, bumi ini; liat portibi on, seluruh dunia ini, seantero dunia.
Portik, mamortik, mengeluarkan kapur dari tempatnya dengan menokok-nokoknya, menggoncang-goncang agar keluar.

Portu, keras, tidak suka dilawan, penting, cepat; portu las ni ari, matahari membakar. Porus, I. maporus, mengungsi, melarikan diri, lari, terbirit-birit; hapoporus, larinya; haporusan, tempat kemana orang lari, pelarian, perlindungan. II. mamorus, mencuri hasil ladang; pamorus, pencuri padi.
Porut, mamorut, menarik sesuatu dengan tangan, mencabut; porutporut ni saraoal, tali pengikat celana pada pinggul, pengikat kolor.
Pos, tetap, teguh, senang, percaya, tidak bimbang, yakin, sering dihubungkan dengan roha; pos roha, yakin, penuh kepercayaan; pos rohana di ahu, dia percaya saya; pos ni roha, kepercayaan, pengharapan, keyakinan; roha na pos, rasa penuh kepercayaan; manghaposi, mempercayai orang, percaya pada; haposan ni roha, orang yang dipercayai, perlindungan; marpos ni roha, berpengharapan, percaya, berkeyakinan; pos ma roham, percayalah kepadaku, yakinlah kau.
Posa, payah, parah, berat, keras mengenai penyakit.
Posat, mamosat, = pisat.

Posi, pedas, keras, berat, sungguh-sungguh mengenai penyakit, pengadilan, perkataan; posi uhumna, ia keras dalam pendapatnya, dalam hukumnya; hata na posi, perkataan yang keras, kata-kata pedas; timbaho na posi, tembakau yang keras.
Poso, muda; na pos, orang muda, pemuda; haposoon, masa muda; naposo,kenek, bawahan, pesuruh; posoposo, = pesepese, bayi, anak kecil; posoposo ni rusuk, tulang muda di ujung rusuk; mulak poso, kembali muda; tarposo, prematurus melahirkan anak sebelum waktunya, tetapi bayi masih dapat hidup; P.B.: ramba na poso so tubuan lata, angka na poso na so umboto hata, semak muda yang belum tumbuh kecambah, orang muda yang belum paham bicara.
Pospos, Nai Pospos, nama marga.
Potang, petang; potang ari, malam; sipotang, sej cacing yang hidup dalam air.
Pote, = hona; potepote, kena tembak.
Poti, peti; poti marende, harmonium, organ; mamalu poti marende, memainkan harmonium.
Potik, mamotik, memalang, mengunci pintu; potihan ni bodil, picu senapang; potikpotik, tombol, kenop, palang, grendel.
Poting, I. wadah, perian, kendi, tabung bambu untuk menyimpan air. II. poting baliung, puting beliung, angin pusar. III. perangkap pakai senapang otomat yang msl dipasang menangkap harimau.
Potir, dahsyat, parah, mengerikan, keras, hebat mengenai hujan dan bahaya kelaparan (haleon potir).

Potlot, = potelot, pensil.
Potong, sembelih, potong; mamotong, memotong, menyembelih; mamotong hepeng, mengakalkan uang orang untuk membayar hutangnya.
Potos, kikir, tamak, mengaut.
Potpot, lebat, penuh ditumbuhi, rimbun, rapat tumbuhnya; ramba na potpot, penuh dengan rerumputan, semak belukar yang lebat.
Potuk, mamotuk, memukul dengan sesuatu, memukul kepala dengan kepalan tangan.
Pualpualon, berteriak mengenai anak-anak.
Puang, kawan, sobat, suami; marpuang, bersuami, mempunyai suami; pada menyapa: ale puang, o sobat! hai kawan!.
Puar, = tarbege; marpuarpuar, diketahui umum, tersiar luas.
Puas, mengalir keluar, tembus, datang keluar, tersalur; tu dia puas dalan i, kemana tembusnya jalan itu; hapuasan, tempat dimana keluar sesuatu msl air mengalir, tembusan; papuashon, mengeluarkan msl mengucapkan kata-kata; puas roha, merasa senang, sudah tersalur isi hati.
Puasa, I. puasa; marpuasa, berpuasa. II. puasa, bangun, terbuka mengenai mata yang tidur; puasa bintang, nampak banyak bintang, bertabur bintang.
Puaspais, sibuk, tak menentu, menyibukkan diri dengan berjalan kesini kesana.
Pudar, mamudar, memukul dengan kuat, membantingi.
Pudi, belakang, sesudah; di pudi, di belakang; di pudi ni, kata depan: di belakang dari; tu pudi ni, ke belakang, belakangan; parpudi, yang terbelakang, yang terakhir; parpudi sahali, yang terakhir sekali; tarpudi, tinggal di belakang; pangapudian, apa yang datang belakangan, akhirnya, penghabisan, masa depan; umpudi, kemudian, lebih jauh di belakang.
Pudor, marpudorpudor, bengkok, berputar-putar mengenai tali, berputar belit.
Pudun, simpul pada tali; pusat ikatan; mamadun, menyimpul, mengikat simpul; pudun mangolu, jerat, buhul; pudun mate, sipul yang baik; pudun saut, jamuan makan yang diberikan parboru bila dengan sungguh-sungguh membicarakan usul perkawinan dan juga dibicarakan mas kawin.
Pudung, buah dari parira.

Puhot, = jut, dalam kesempitan, tidak tahu jalan keluar, terasa sesak; puhot alusna, dia tidak tahu menjawab, jawabannya tak jelas; puhot dabudabuanna, dia sudah bankrut, gawat ekonominya.
Puhul, mamuhul, melemparkan mengenai benda-benda yang besar; puhulpuhul, benda yang dipakai untuk melempar, alat pelempar.
Puhung, terkepal, bengkok; mamuhung, membungkuk, gilang geliut; mamuhung tangan, membengkokkan lengan.
Puhut, selalu, telaten, tekun; mamuhuti, bekerja selalu dan lambat akan tetapi terus-menerus, menekuni, mengerjakan sedikit demi sedikit dengan sabar, bekerja setahap demi setahap.
Puis, = puas, tersalur, keluar msl ikan keluar dari jala.
Puji, mamuji, memuji; mamujimuji, memujimuji; pujipujian, pujipujian; pamujion, hal memuji, pemujian.
Pukpuk, mapukpuk, sangat letih, capek; mapukpuk, menyibukkan diri dengan sesuatu sampai capeh; dipukpuk udan, hujan membuat dia basah sama sekali; mamukpukhon, menghancurkan mengenai sesuatu untuk mana orang menjadi jaminan; dipukpuk hamusuon, perang membinasakan dia; mamukpuhi, memukuli seseorang; tagonan holiholi mapukpuk sian mata midopidop, lebih baik letih karena kerja daripada miskin.
Pukul, = pungkul.

Pul, letus (bedil), berbunyi mengenai senapang; mulai…., mengenai perselisihan, kerja.
Pula, mamulahon, membuka penutup kepala.
Pulang, kembali dengan tangan hampa; pulang bodari, bdk bodari; pulang sae, habis, sej kutuk; mate ma ho na pulang sae atau juga: pulang buli, mudah-mudahan engkau mati tanpa keturunan.
Pulas, ancaman, guna-guna un-tuk memberitakan perang; pulaspulas, kutukan; mamulasi, membinasakan dengan guna-guna, mengutuki; jea pulas, celaka, ala petaka yang dahsyat sekali.
Puldit, = pillit, Angk.
Pulguk, teronggok, tumpukan; mamulgukhon, membuat bertumpuk-tumpuk, menumpukkan, mengonggokkan, menimbun.
Pulha, = mapulha, jebol ambruk, terban, terbuka, pecah mengenai bendungan, jalan, barisan; mamulha, membuka sesuatu, terjebol.
Puli, perekat, lem, damar, semen, dempul, segala sesuatu yang melekat msl kapur dengan darah; mamuli, merekatkan, mendempul; aek puli, anak sungai Batang Toru.
Pulik, terasing, tidak menggabung, khas, terpisah, istimewa; na pulik marga, orang dari lain marga; papulikhon, mengasingkan, memisahkan, mengistimewakan, menyisihkan.
Puliling, bekas pukulan, tumbukan, sentuhan.
Pullang, membesar karena berisi udara, kembung mengenai mulut; mamullang, mengembungkan, meletus; gogo pullang, sesuatu kekuatan tenaga yang saat ini bekerja tetapi cepat menghilang.
Pullit, keluar, melotot msl isi perut; mamullit, menekan keluar.
Pulo, pulau; angka pulopulo, kepulauan, banyak pulau; pulo tanjung, semenanjung.
Pulogos, sej rotan. Pulos, pintal, pulas, pilin; mamulos, memintal, menggulung msl sigaret; pamulosi, rambu-rambu ulos yang dipintal; pulos rohana, hatinya terhadap seseorang sudah berobah.
Pulpul, = mapulpul, ranggas, meranggas, bdk palpal.

Pulpulan, burung, ayam hutan.
Pulsik, mamulsikhon, mengoyakkan supaya keluar, mengeluarkan; pulsik, keluar karena koyak, muncul; mapulsik, idem.
Pulsit, = pulsik.

Pultak, mapultak, meletus, merekah, pecah; dolok na mapultak, gunung meletus; P.B.: hatana mapultak gambiri, dugul ni patna na so malo hehe, menurut ucapannya dia dapat melakukan segala-galanya tetapi bila sudah tiba waktunya kakinya tidak dapat berdiri yaitu: orang yang bermulut besar, penyombong.
Pultong, = poltong.

Pultop, pecah, meletus, memulai mengenai perang; mamultopi, memulai permusuhan.
Pulu, puluh, puluhan; sampulu, sepuluh; duapulu, duapuluh; sampulusada, sebelas; sampululima, limabelas; pasampuluhalihon, yang kesepuluh kali; pasampululimahon, yang kelimabelas kali; puluan, puluhan; diparsampulu, dibagi sepuluh; sipahasampulu, nama bulan ke-10.
Pulung, I. ramu, terhimpun, terkumpul; mamulung, mengumpulkan, apa cocok satu sama lain; pulungpulungan, sesuatu yang satu sama lain ada hubungannya msl obat, pujaan, ramu-ramuan; pamulung, pengumpul ramu-ramuan. II. pulung, bunga palia.

Pulut, getah, pulut perekat, segala sesuatu yang melekat; marpulut, menangkap burung dengan pulut; mamulut, merekat, mengelem, memulut; sipulut, padi pulut, ketan.
Pun, apa yang tinggal, sisa, restan (bdk bantebante); punna, akhir yang celaka, setelah permulaan yang hebat; juga: apa yang sekurang-kurangnya harus dibuat untuk menghindarkan msl perselisihan atau perang.
Puna, nampuna, empunya; ise nampuna pinahan i, ? siapa yang punya ternak itu? ahu do nampunasa, saya yang punya itu; marnampuna, berpunya.
Pundia, = pandia.

Pundial, benjol, bintik di kulit karena gigitan semut, nyamuk dsb.
Pune, punai.
Pungga, batu asah, batu gosok, seperti ditemukan dalam sungai; mamungga, mengasah, menggosok; guru ni pungga sibanggura ni golanggolang, batu ujian untuk mas tidak boleh ditarok di batu asahan artinya: hal-hal yang tidak boleh dikatakan secara umum.
Punggu, timbunan kecil, onggokan, bendulan.
Punggung, punggung, pantat. Punggur, potongan-potongan ka-yu yang busuk, dahan-dahan kayu yang mati, pentung-pentung; paimaima punggur, madabu, berdiri dibawah pohon dan menunggu suatu bahaya dengan sabar dan tenang.
Pungka, mamungka, memulai; ma-mungka sosor, mendirikan kampung, pemukiman; pamungkaan, permulaan.
Pungkor, penggerek, bor, gurdi; mamungkor, menggurdi, membor.
Pungkul, = mamungkul, pukul, memukul; memperbanyak; pungkul, guli, kelereng mengenai permainan anak-anak; pungkul piga? jam berapa? pungkul tolu, jam tiga; pungkul tonga pitu, jam setengah tujuh.
Pungu, terkumpul, tertumpuk, tidak berserakan; marpungu, berhimpun, berkumpul, berrapat; pungu roha,bulat, satunya pendapat; papunguhon, menghimpun, mengumpulkan, menjumlahkan; parpunguan, perhimpunan, perkumpulan, kumpulan, pertemuan; punguan, timbunan, pengumpulan; papungu roha, menguasai diri, memperhatikan.
Pungus, mamungus, hanya makan sendiri tanpa membagi dengan orang lain; papangan pungus, orang yang sendirian makan yang enak tanpa membagikan dengan orang lain.
Punia, I. hemat-hemat, irit; punia marugasan, sangat menyukai sesuatu; parpuniaon, sikap sayang. II. punu; punia adong, sumpah; punu ahu, ia adong, saya tinggal tanpa keturunan, kalau saya memiliki ini dan itu.
Punil, benjol, bengkak msl karena luka atau suap, penuh dalam mulut yang dari luar kelihatan sebagai benjol.
Punjung, sepi, menyendiri, sendirian, tanpa teman, terasing; mamunjung, menyendiri, mengecualikan, mengasingkan diri; mamunjung rupana, ia elok, cantik sekali; hapunjungan, milik sendiri; juga: apa yang hanya terdapat, terjadi sekali ini, kejarangan, keunikan; P.B.: hata mamunjung hata lalaen, hata na torop sabungan ni hata, kata seseorang adalah kata orang gila, kata orang banyak adalah kata yang menetapkan (Vox Populi, Vox Dei)
Punok, keseleo, salah urat, terputar, terkilir; mamunokhon, meriuhkan, memutar.
Punpun, tertutup mengenai bunga, kuncup, kuntum; mamumpun, menyembunyikan, mengambil untuk diri sendiri; P.B.: dipunpun na salada, dipahembang na salangit, bila disimpan untuk diri sendiri maka ia tetap jadi kecil, kalau diumumkan maka ia akan meluas seperti langit; mamumpun parange ni dongan, jangan terlalu mempersalahkan kelakuan, mendiamkan; punpun ni bada, akhirnya perselisihan; di Debata do punpun ni bada, pada Allahlah akhir sengketa; (= rimpun ni bada); punpun, bergulung mengenai tali; punpun tali pasa, tu tangkingan bodil, tu ruangna pandoit, demikian dikatakan pada perhentian perang: tali yang dipakai untuk mengikat musuh agar digulung, berhenti tembakan semua dimasukkan kedalam tempatnya kembali.
Punsa, ujung tali, pola, model dari ulos ragidup; mamunsa, membuat pola ulos ini; na so marpunsa, kusut, ruwet menyebabkan tidak dapat diketahui mula dan ujung msl cincin, perkara.
Punsahan, awal dan akhir, wujud, makna, jalannya sesuatu; ndang huboto punsahan ni hata i, saya tidak mengetahui baik permulaan maupun akhir perkara itu.
Punsu, pucuk, puncak, ujung, akhir, jalannya sesuatu; punsu ni dolok, puncak gunung; marpunsu, berujung, berpucuk; punsu ni ari, hari terakhir mengenai minggu, bulan, tahun; mamunsu, memancung.
Puntal, mamuntal, memasukkan sesuatu dalam pancung serta mengikatnya msl uang; mamuntali, selalu memikirkan perkelahian.
Puntar, mamuntar, merekah, pecah mengenai bisul, buah yang masak; mapuntar poguna, empedunya pecah artinya ia marah sekali; mamuntar, memeras, memecahkan sesuatu, memijit supaya pecah.
Puntas, mapuntas, robek, pecah mengenai karung dan kulit; mamuntasi, memecahkan; mamuntas patik, melanggar undang-undang.
Puntung, sipuntung, semut (Angk).
Punu, punah, tanpa keturunan, terlebih: anak laki-laki. Pupu, I. mapupu, rontok mengenai rambut atau bulu msl pada kuda yang muda yang bertukar bulu. II. mapupu, = mandatdati (Angk).
Pupuk, ramuan-ramuan untuk obat atau penangkal (pagar) atau pangulubalang dan sihir-sihir lain.
Pupur, habis, dihabiskan; na pupur ne, hampir semua habis; mapupur, terbang dalam jumlah besar; na pupur, orang yang tidak mempunyai keturunan lagi (anak-anaknya) karena semua mati.
Pupus, I. anak dari saudari, keponakan, sebagai kata membujuk; pupus ni tondingku, kekasihku, kesayanganku. II. mamupusi, merampas, mengambil pakaiannya.
Pur, = por, keras, bertiup dengan kencang mengenai angin; alogo na pur, angin yang keras; na pur ma alogo, angin bertambah keras.
Puraga = barani, berani.
Purapura, lepuh; marpurapura, berlepuh msl pada tangan.
Purba, Timur; purba jolma, sej tumbuhan yang bunganya besar dan berwarna merah pucat; purba ni jolma, takdir, nasib manusia, yang ditetapkan oleh tondi (jiwa) sebelum ia lahir dan yang tidak bisa diubah lagi.
Puretek, keretek, gemuruh dalam perut pada penyakit perut, gemertak, gemercik dsb; mamuretek, idem. Purguk, = pulguk; papurgukhon, menumpukkan, membuat bertumpuk.
Purian, tas datu.
Purik, air tajin, air bekas pemasak nasi.
Puringga, marpuringgapuringga, berkeroncong, merajalela, mencakar-cakar msl cacing dalam perut.
Purinting, marpurinting, mempunyai otot yang keras.
Purnama, purnama; singkora purnama, hari ke-13 penanggalan Batak; samisara purnama, hari ke-14 penanggalan Batak.
Purnas, mamurnas, menguatkan, menyegarkan; pamurnas, penguatan, memberi penguatan bagi yang sakit, pemekar, penyegar.
Purngut, keriting mengenai rambut.
Puro, pundi-pundi, kantong tempat uang.
Purotok, mamurotok, gemertak, berdetus, gemeletuk.
Purpar, bdk burbar, berbunyi keras, bergeretak, berdetak-detak; P.B.: purpar pande dorpi laho padimposhon, sip parmihimihim laholaho pasegahon, ribut tukang dinding bikin rapi, diam-diam pendendam bikin rusak; mamurpari, membantingi msl dinding.
Purpur, digoyang, digoncang, diterbangkan angin, terhembus angin; mamurpur, memajangkan kepada angin msl padi supaya diterbangkan angin kulitnya; mamurpurhon, meniup terbangkan; purpur na hodok, berkurang mengenai panas, panasnya menjadi sejuk, menjadi dingin; papurpurhon, menyejukkan, mendinginkan; papurpur sapata, menerbangkan kutuk perbuatan dalam agama yang dipercayai orang bahwa ia berada dalam kutukan ditarok ke burung layang-layang atau kumbang dan diterbangkan; pamurpuri, rempah-rempah (cocok mengusir pe-nyakit); purpur,= sae, dimana tidak tumbuh apa-apa, gersang; pinapurpur, dibuka.
Puru, sej penyakit kulit, patek; puruon, berpenyakit ini.
Purun, = mamurun, membuat api, membakar, memarakkan api; purun, tumpukan kayu belukar yang mau dibakar; pamurunan, tempat sesuatu dibakar, tempat pembakaran, perapian.
Purur, pelor dari tanah liat yang dilemparkan kepada burung untuk mengusirnya; P.B.: bulusan dipangan purpur unang dipangan amporik, lebih baik padi itu dirugikan oleh purpur daripada dimakan perik artinya: lebih baik menderita kerusakan daripada menderita ketidakadilan.
Pus, enyah kau kucing, bunyi untuk mengusir kucing.
Pusa, mamusa, membunuh, menyiksa.
Pusaha, pusaka.
Pusangko = pusaha.
Pusat, pusat, tempat yang terdalam di air, pusaran air, olakan air; dionsop pusat, ditarik ke bawah oleh pusaran air; pamusatan, inti, pusat, kesimpulan, masalah pokok; pusat samudora, landasan samudra di benua bawah (legenda).
Pusia, pusia ni gaja, obat anti impoten.
Pusil, jatuh dari berkas, keluar dari ikatan.
Pusok, I. pusat, pusar, plasenta, titik pusat, bodong; pusokpusok, penyakit perut; dongan sapusok, saudara laki-laki kandung, saudara sekandung. II. sesak mengenai nafas, pendek, berat (sahat tu pusok hosana?); hapusohan, dalam keadaan sesak, kesempitan.
Pusor, pusaran air, berputar; pusoran, ubun-ubun, pusar rambut; marpusorpusor, berpusar mengenai air.
Puspas, berdengung mengenai bunyi batu-batu yang dilemparkan oleh ali-ali.
Puspus, mamuspus, mengerjakan sesuatu dengan rajin dan cepat; sipuspus, guna-guna untuk menghancurkan orang; mandabu sipuspus, memakai guna-guna itu terhadap seseorang.
Pustaha, pustaka, buku diperbuat dari kulit kayu dalam mana dituliskan segala pengetahuan mengenai hadatuon.

Pusu, pusupusu, jantung; dalam arti kiasan: rasa hati = ateate; malambok pusupusu, merasa senang, berhati-hati; malae pusu, idem; maepusu, (dari: mangae pusu) sakit perut; tarpusu, terkena di jantung; parpusupusuan, sekitar jantung, bagian ulu hati; manghapusuhon, membuat sesuatu dengan giat untuk mana orang juga turut menyetujuinya; dihapusuhon rohana, diperkuatnya batinnya; pusu ni roha, dendam, benci.
Pusuk, pucuk, ujung daun palem yang paling dalam, tunas pohon kayu atau tanaman yang berdaun kertas sigaret untuk mana orang suka sekali memakai daun halus; pusuk ni hau, pucuk pohon kayu yang lembek dan muda, tunas; pamusuk, yang terkemuka dalam rapat; pemimpin pengambil kapur Barus.
Pusungpusung, sedapan yang dimakan secara diam-diam tanpa diketahui orang; mamusungi, memperoleh sesuatu tanpa memberikan kepada siapapun msl suaminya.
Pute, mamute, merusakkan, mengoyakkan, mencabik.
Putek, = putik.

Puti, putih, bersih, suci, murni; hambing puti, kambing putih dalam istilah persembahan; puti, sisi dadu dimana hanya terlihat satu mata; orang puti, sekte padri yang semenjak 1885 beberapa kali menyerang tanah Batak; pinggan puti, piring putih (tanpa gambar).
Putik, mamutik, memetik buah-buahan; mamutihi, mengeluarkan tangkai buah-buahan.
Putor, mamutor, putar, memutar; marputorputor, berputar-putar, bolak-balik; putorputor, sesuatu benda atau alat perkakas yang berputar.
Putput, = maputput, patah mengenai bulu, hilang, habis; mamutputi, mencabut bulu burung, mencabuti sampai bersih.
Putung, parputung, orang yang marahnya sulit mereda.
Putus, berakhir, selesai mengenai pertikaian, perlawanan, perkara, masalah, urusan, mati mengenai manusia dan ternak; paputushon, memutuskan.

Q.

R.

Ra, I. mau, angin, bersedia; na ro do ahu, saya mau, saya bersedia; api na so ra suda, api yang tidak mau padam. II. ra, mungkin, barangkali; ra tung, mungkin ya, barangkali ya.
Raba, mangaraba, mengungsi, lari dari kampung dengan ternak saat ada bahaya yang mengancam; rabaraba, sej kupu-kupu putih.
Raban, = bangunan; saraban, seperlengkapan, seperangkat, sestel, segala sesuatu yang masuk satu pasangan msl semua gendang yang diperlukan dalam orkes; marrabanraban, bertumpuk-tumpuk.
Rabar, mangarabar, merujak, mengolah buah-buahan atau daging dengan menumbuknya dan kemudian menambahkan sitrum, lada dan garam; mamuji na nirabar, memuji pekerjaan sendiri, memuji-muji hasil pekerjaan sendiri.
Rabarabu, tewas dalam jumlah besar mengenai tentera dari kedua belah pihak, bergelimpangan mayat kedua belah pihak yang berperang.
Rabas, mangarabas, merambah, memotong kayu mulai dari bagian atas.
Rabatrabat, berjalan tertatih-tatih, berhuyung-huyung; rumabatrabat, idem.
Rabi, alat pemotong rumput, arit, parang; mangarabi, membersihkan dengan parang suatu tempat dengan jalan mengebas pohon dan semak untuk dijadikan kebun atau ladang, memarang.
Rabin, mangarabin, dengan berduaan membawa orang setengah diseret dan setenga diangkat, menggotong orang sakit.
Rabis, rabis ni gaol, daun-daun pisang yang telah kering dan pada batangnya bergantungan ke bawah, dahan kering yang mau jatuh ke tanah.
Rabisan, tonggak haluan perahu, tiang kecil, yang tegak dibagian muka perahu (= solu).

Rabu, aek rabu, air abu yang dibuat dari abu yang dibasahi dan dalam mana orang menyediakan benang.
Rabuk, rabuk; bahan peledak, obat bedil, mesiu.
Rabut, kasar, berbulu mengenai kulit; rabuton, berbulu, kasar.
Rade, siap, sedia, beres, tersedia; mangarade, bersiap-siap, menyiapkan, membereskan, menyediakan; paradehon, mempersiapkan, menyiapkan, mengatur, menyediakan.
Rading, pelayan perempuan, yang diperoleh seorang pengantin perempuan dari ayahnya.
Radot, mangaradoti, mengawasi, menyimak, memperhatikan, mematuhi msl perintah, menekuni; mangaradoti ulaon, menekuni pekerjaan; radot di, tekun, rajin, seksama terhadap (di).

Raga, raga, keranjang yang dijalin jarang tempat membawa ayam; mangaraga, menyaring msl pasir atau beras, juga melukai seseorang bagaikan lubang raga; ragaraga, rak dari kayu untuk persembahan yang digantungkan di dalam rumah sesudah dihiasi dengan bunga; tanggiling ragaraga, sej tenggiling yang besar.
Ragam, ragam, macam, cara, jenis; ragam, beraneka ragam, berbeda; ragamragam, berbagai-bagai jenis, bermacam-macam, banyak ragamnya, aneka raga; marragamragam, dari bermacam-macam jenis, beragam-ragam.
Raganan, = tagonan, lebih baik, lebih suka, dari: argaan lih arga.

Ragat, sedang ramainya, sedang sibuk-sibuknya, meluas menjadi umum; berselisih, berperang; ragat paronan,para pengunjung pekan datang berkumpul; ragat manduda, waktu para perempuan menumbuk padi yaitu: sore jam 16.00 atau malam jam 20.00; ragat mardahan, waktu umum memasak yaitu: antara jam 17.00 dan 18.00 sore; ragat mangan, waktu umum untuk makan yaitu: ja 18.00 sore; ragat bada, pertengkaran menjadi umum, ramai bersengketa; ragat hamusuon, permusuhan menjadi umum.
Rage, musnah, hancur, binasa, mati dalam jumlah besar, bergelimpangan mengenai banyak orang yang mati; marragean, berserakan, binasa dalam jumlah besar, bergelimpangan; mangaragehon, menghancurkan, membinasakan, menghabiskan.
Ragi, bdk sagi, mangaragi, membagi-bagi sedemikian rupa hingga memperolehnya menurut kemampuannya; ragi ni ulos, model, corak, motif ulos; ragiragi, sej ulos.

Ragian, ganjal, lapik piring untuk meninggikannya; indahan di ragian, perbuatan suka menjamu orang.
Ragidup, dari ragi idup, sej ulos.
Rago, raga, bola yang dianyam dari rotan dengan mana para pemuda main sepakbola.
Ragu, kacau; ragu idaon, semua kelihatan kacau; ragu pingkiranna, pikirannya kacau.
Rahanan, = raganan, lebih baik, lebih suka; rahanan mate asa mangolu, lebih baik mati daripada hidup
Rahang, renggang mengenai kaki atau jari-jari, terkangkang; parahanghon, merenggangkan.
Rahar, hampa tak berbuah, layu, hangus, kering; mangarahar, membuat layu, melayukan, menghanguskan, menjadi mandul.
Rahat, kikir (besi); mangarahat, mengikir; na rahat, ganas; rahat sahit, penyakit yang sangat mengganas di sekeliling; gondang ni rahat bulu, cara mengucapkan: seorang berbuat kesalahan banyak, orang lain kena siksanya.
Rahis, terjal, jurang, curam, mengenai lereng gunung, tepi sungai, tepi jalan; sitimbung rahis, seorang yang sengaja mencari bahaya, yang terlalu berani berbuat sesuatu, pemberani, peloncat jurang. Rahot, rahot ni indahan, nasi angus yang melekat pada daun-daun yang ditarok dalam periuk; mangarahoti, meletakkan daun-daun ke dalam periuk untuk memasak nasi; pangarahoti, daun-daun seperti itu; rahotrahot, urat-urat, kerak-kerak.
Rahut, terikat; mangarahuti, mengikat, memberkasi.
Rai, penyakit saraf; raion, sej penyakit pada tangan yang gemetar, penyakit saraf.
Rain, mangarain, membawa serta; masirain donganna, masing-masing membawa kawannya; masirainan, saling bergantung seperti mata rantai, saling mendukung.
Rair, batang bambu sebagai mana ia tumbuh, serumpun bambu; harair, waktu menghitung batang bambu; sanghahair, sebatang bambu.
Rais, tersangkut pada (di), hal pekerjaan yang ditinggalkan tidak selesai, mencantel pada; mangaraishon, menggantungkan sesuatu, mencantelkan; raisan, rotan, yang dipasang di atas sungai untuk pegangan sewaktu menyeberangi sungai itu; aek raisan, nama sebuah sungai antara Silindung dan Sibolga, dimana dulu terdapat penyeberangan seperti itu; marraisan, menyeberang melalui tali seperti itu; marsiraraisan, bergayut, saling menyantel; siraraisan, tali atau kain yang dipintal pada mana wanita yang melahirkan berpegangan; mate rais, mati sewaktu lahir.
Rait, I. kait; mangarait, mengait, mengambil sesuatu dengan kaitan; raitrait, gancu, kaitan yang panjang untuk menurunkan buah. II. rait ni bagas, kerangka atap rumah; paraithon, memasang konstruksi atap; na rait, perkayuan dalam rumah dikira dari sumban ke atas, na lolo semua perkayuan dari sumban ke bawah.
Raja, raja, pemimpin, pengawas, penguasa, kepala; rajanami, penyapaan yang hormat: rajaku; rumaja, raja yang tarafnya lebih tinggi, lebih tinggi dalam kedudukan, lebih mulia; raja huta, raja yang berdiri sendiri, bukan parripe; harajaon, kerajaan, kemuliaan; mangarajai, menguasai, memerintah, merajai; mangaraja, gelar: Singamangaraja, imam raja Batak; raja ho, anda adalah raja saya mohon anda; diparhurajai, diminta dengan sangat, mengatakan ke-padanya “rajanami”; rajaraja, memohon, dengan sangat, meminta-minta; diparajarajai, memohon dengan sangat; uju hinarajahon ni A, sewaktu A memerintah; ompu raja di porlak, = parsili, dalam bahasa datu.

Rajum, mangarajumi, menghitung, menaksir, mengagak, menimbang, menyangka; rajuman ho songon raja, orang harus menyangka anda raja; masirajuman, saling menghitung, saling mengadakan perkiraan.
Rak, paru-paru.
Raksa, bdk rangsa.

Rama, ramah, hiruk pikuk; dengke ramarama, sej ikan kecil; mangarama, menghalau ikan di dalam air dan kemudian ditangkap.
Ramang, ramangramang, kangkang mengenai kaki, berjalan dengan kaki yang kurus panjang msl labah-labah; paturamang, ber-kerumun; rumamang, bergerombol-gerombol, berkerumun dalam jumlah besar mengenai binatang.
Ramba, semak-semak, hutan, belukar; ramba na potpot, rawan yang tidak bisa dilalui, semak belukar yang lebat; jolma ramba, kata yang bersifat memaki-maki; mangaramba, menyembunyikan diri di semak-semak.
Ramban, kain, benda-benda yang diperdagangkan; tigatiga ramban, barang dagangan, barang-barang jualan.
Rambang, jaring untuk menangkap burung; rambangrambang, sawang, sarang labah-labah; mangarambang hoda, menangkap kuda dengan jerat yang dipasang; hata mangarambang, perkataan umum, tidak konkrit, dibicarakan bersifat umum.
Rambar, penolong bilangan, satuan, unit; sangkarambar, sepotong, sebuah, satu lembar msl dipakai waktu menghitung daun dan pakaian; P.B.: sarambar gogo, sajomput tua, banyak tenaga yang dipakai tetapi hasilnya sedikit, banyak tenaga, sekelumit nasib.
Rambas, mangarambas, membabat, menyebat, membersihakan hutan dengan menebang kayu-kayu yang besar untuk mana dipergunakan parang; songon na nirambas duru, bagaikan membersihkan tepi ladang, untuk menjaga supaya jangan dimasuki tikus.
Rambat, = sungkot, sangkut, tertambat, tinggal tergantung; paturambaton, kaki terhantuk pada sesuatu; sipaturambat, ilmu sihir datu dengan mana ia menjatuhkan orang, sihir penghalang.
Rambing, mangarambing, menggantungkan sesuatu msl ogung; rambing, titi gantung dari sehelai rotan besar (mallo) dan dua helai untuk pegangan; pangarambing, dahan-dahan yang menghubungkan titi itu; rambingan, sepotong daging, yang dapat dibeli di pekan/pasar: juga seikatan yang digantungkan seperti jagung.
Rambis, = arbis, menyentuh de- ngan tangan; mangarambis, menyentuh, menyenggol, menyinggung.
Ramboan, bejana dari bambu untuk menyimpan air pencuci, sekerat bambu sebagai tabung air.
Rambon, tidak jelas, kabur, remang, samar-samar, rabun; rambon huida, saya melihat samar-samar, kabur saya lihat; rambon matana, dia melihat samar-samar, matanya kabur; rambon ni ari, senja; rambon ari, hari sudah senja; rambon manuhon, yang tidak dapat dilihat waktu senja seperti halnya dengan ayam; sirambon, sej tumbuhan air yang membuat air keruh kelihatan.
Rambong, tidak adil mengenai perkataan; juga: culas, tidak jujur, tidak murni, tidak bersih mengenai ramalan dengan ayam yang berarti bahaya. Rambu, jimbai, sabut pada buah-buahan; rambu ni pinasa, daging yang bersabut pada buah nangka dan tidak dapat dimakan; rambu tola, keputusan sementara untuk menenangkan buat sementara mereka yang bertempur, kelak diperoleh keputusan terakhir; parrambuan, keranjang sampah, tabung sampah; sijujung rambu, seorang penolong yang mendampingi dukun, pelayan dukun; datu pangarambui, dukun yang memberi tanda-tanda bagaimana ayam itu harus jatuh; rambu, tali yang dipasang sesudah mana orang mengarahkan kayu ke situ; mangarambuhon, melaksanakan segalanya menurut aturan; beha do pangarambuhonna, di godang ni ulaonna, bagaimana dia dapat menyelesaikan segalanya?; pangarambui, daftar untuk memilih hari (mirip dengan parhalaan); rambu na onom, cara meramal dengan benang untuk mendapat pencuri.
Rambus, = I. mangarambus, menggaruk sampai luka, menyentak, mencerkau; masirambus hu-rumna, saling mencerkau pipinya sewaktu mengaduh; butuham do rambusanmu, anda harus cerkau perut anda sendiri, demikian dikatakan kepada perempuan yang pengaduh terhadap anaknya yang jahat; rambusan, tampuk usus yamg berlemak, lemak dalam perut. II. rambus, dikerjakan dengan tidak sungguh-sungguh, tanggung-tanggung; rambu laos, tanggung-tanggung, setengah-setengah cara mengerjakan.
Rambut, mangarambut, meminjam sesuatu buat sementara saja.
Rambutan, rambutan. Rame, I. ramai, berpenduduk banyak mengenai negeri, kampung. II. ramerame, rambu-rambu dari bulu kuda dan potongan-potongan kayu, dekorasi yang dipasang di muka rumah atau kapal: juga hiasan bunga dan seterusnya bermacam-macam hiasan, hiasan pada pidato.
Rami, ramiramian, menambah kekuatan hidup terutama mengenai perempuan agar memperoleh banyak anak (gabe tondina).
Ramon, I. = rambon. II. ramonramon, kulit halus yang berada dibawah kulit atas, kulit ari.
Ramos, banyak sekali mengenai buah, berbuah lebat; ramos parbue ni hau i, pohon kayu itu berbuah banyak, lebat buahnya pohon itu.
Ramot, cermat, berlaku hati-hati dengan sesuatu (= jamot), berupaya menjaga, agar tidak rusak atau tidak hilang; mangaramoti, menjaga utuh, melindungi, mengawasi; mangaramothon, memelihara sesuatu, menjaga agar tidak kesasar, memegang teguh; siramoti hurungan, penjaga penjara; ramot bahen, perlakukan dengan hati-hati, jaga agar utuh.
Rampak, bersama, serempak, sekaligus, kompak, bersamaan; rampak borhat, berangkat bersama-sama.
Rampas, mangarampas, merampas dengan kekerasan, menyentak dari tangan orang.
Rampat = rambat, sungkot, tidak terang mengenai ucapan (sungkot suarana); tenunan yang salah karena tidak sama garis-garis.
Ramping, maramping, sobek mengenai telinga karena perhiasan, mengenai mata jarum, lobang kancing; mangaramping, memelah, memutuskan.
Rampis, tipis mengenai bibir, pesek mengenai hidung.
Rampuk, mangarampukhon, menyentakkan.
Rampus, = rampas, rampas, ambil paksa.
Ramram, berkecambah mengenai padi yang direndam.
Ramuan, = pulungpulungan, bermacam-macam ramuan, adukan obot-obot.
Ramun, najis, kotor, haram; mangaramuni, menajiskan, mencemarkan.
Ran, mangaran, kurang jelas, tidak teratur, simpang siur, ruwet, kusut; mangaran aek, mengalir kesini kesana, bersimpang siur, air merambat; mangaran hatana, pidatonya tidak jelas, tidak teratur; ran do bogasmu, engkau mengerjakan sesuatu dengan tidak teratur, segala-galanya bersimpang siur,
Ranap, mangaranap, memeriksa dengan mata, meninjau, melihat ke kejauhan.
Randam, mangarandam, berbaring karena kenyang.
Rande, itik hutan, bebek rawa, itik liar.
Randorung, sej pohon kayu yang kulitnya dianyam (karena lembek) menjadi tikar; P.B.: tinallik randorung, bontar gotana dos do anak dohot boru dibahen na pulik do margana, lantoro ditakik, getahnya putih putra dan putri sama saja kecuali marganya yang beda.
Randuk, randuk jantan mengenai kambing dan biri-biri.
Ranga, panjang mengenai tanduk kerbau; horbo siranga, kerbau yang lurus tanduknya; rangaranga, ruji, jentera; rangaranga ni sorha, roda cakra pemintal.
Rangam, rangamrangam, mencari dengan jalan meraba-raba.
Rangat, aek rangat, air belerang, air hangat bersumber dari alam.
Range, sej pohon kayu.
Ranget, baik, agak, rada, sedang.
Rangga, suka bertikai, suka berbantah, bringas suka berkelahi; rangga juna, sej pisau.
Ranggang, rebah terlentang dengan kedua paha terbuka, jatuh bergelimbang dengan anggota gerak yang keseleo; bojak siranggang, kodok pada mana orang mengangkat sumpah, kodok ini dihancurkan di batu dan pada batu itu orang mengatakan demikian: aku mau dihancurkan jika kata-kataku tidak tidak benar.
Ranggapuri, sej hantu (begu) yang terhadapnya tidak berlaku korban apapun; ranggapuri matutung, bala kelaparan akibat musim kering yang lama.
Ranggar, langgar; mangaranggar, melanggar perintah.
Ranggas, ranting-ranting kayu mati dan kering; ranggason, tidak berdaun, kering; P.B.: ranggas tumutungi bonana, api besar dimulai dengan membakar ranting-ranting kayu kecil, yang kering; sibondut ranggas, dikatakan mengenai perampok atau penyamun yang menelan sesuatu yang tidak boleh ditelan; sibondut ranggas na gaunggaung, seorang yang mengambil sesuatu, yang bertujuan menjatuhkannya.
Rangging, = tangging, dibentangkan, dikencangkan; masiranggingan, bersatu mengenai cincin rantai, rambat-merambat.
Ranggiok, rumanggiok, ramai-ramai menjerit, menangis, meratap, membuat gaduh, riuh mengenai banyak orang.
Ranggiong, ranggiongon, kurus, juga: mengenai tumbuh-tumbuhan.
Ranggisgis, batu apung; ranggisgis, kering dan pucat seperti batu itu.
Ranggitgit, nama sej tumbuh-tumbuhan di hutan berdaun lebar dan disukai orang untuk membungkus sesuatu, nama sebuah daerah.
Ranggiting, sej penyengat kecil.
Ranggong, masiranggongan, saling memintal mengenai akar, berjalin-jalin msl akar, rambatan. Ranggu, =
hommbar; parrangguan, kesepakatan; sada parrangguan, sepasangan, sepaham.
Ranggut, masiranggut, bergumul, bergulat, bergelut; mangarangguthon, menyentak, ber-kelahi karena sesuatu, menggulat, merenggutkan.
Rangin, sepotong kayu yang secara kasar dipotong dan menggambarkan kuda pada mana orang menari bila seekor kuda dipersembahkan; ranginrangin ni baoan, rumbu-rumbu pada tepi anyaman jerami.
Rangkak, berjarak, longgar, renggang, jarang; (lawan: sosot).

Rangkap, sarangkap, rangkap benang yang dikemut kalau menenun.
Rangke, mangarangke, menganyam sekeliiing bejana dengan rotan, sungkup anyaman.
Rangkir, tajam dan panjang mengenai kuku jari-jari.
Rangkit, rakit; mangarangkithon, batang-batang kayu yang diikat bersama-sama dan membuatnya terkatung-katung di air; juga: rangkit, dikatakan mengenai rotan yang dipasang di atas air dan melalui mana sebuah keranjang ditarik kesini kemari untuk menyeberangkan orang.
Rango, rusa jantan.
Rangrang, rangka, kerangka; rangrang ni bagas, kerangka rumah.
Rangrung, berbunyi nyaring msl dua poting yang saling memukul; teka-teki: laho tu balian rangrung songon boru na mora, laho muli sip songon boru na pogos, kalau poting dibawa kosong untuk mengambil air, maka ia berbunyi seperti seorang gadis yang pakai banyak perhiasan; kalau dibawa kembali ke rumah, ia tidak berbunyi lagi, sebab ia sudah penuh dengan air.
Rangsa, penerangan, keterangan, penjelasan; mangarangsahon, dikatakan mengenai dukun: memberitahukan nasib seseorang, meramalkan masa depan, memberitahukan duduknya perkara dengan ramalan; mangarangsai, membilang ramal; mangarangsa bagas, memeriksa rumah apa ada papan atau balok yang, menimbulkan bahaya; rangsarangsa tu, mengibaratkan kepada; pangarangsaon, kepandaian berbicara dalam bahasa yang dipilih dan dihiasi, seni berceritera.
Rano, bingung, lalai, keliru.
Ranjang, keranjang, karung yang dianyam untuk penyimpanan rumput, pupuk dsb.
Ranjar, panjang tetapi tidak tinggi mengenai binatang.
Ranjoranjo, ranjau kayu atau bambu.
Ransan, robek, koyak; mangaransan, mengoyakkan, merobekkan, mencabikkan; maransan, dalam keadaan koyak, terkoyak.
Ransang, kayu lurus yang dijepit pada tiang-tiang dan sekaligus pengikat tiang-tiang itu, palang dari kayu untuk menutup pintu; rangsangrangsang, palang penutup pintu; mangaransang, memalang pintu; pangaransangan, tulang dada.
Ransap, mangaransapi, menghitung, mengira-ngira.
Ransar, lancar, cepat, lekas; tigatiga ransaran, barang dagangan, jual-jualan yang laris laku; siransar, sej pisang.
Ransim, tajam, menyayat mengenai daun.
Rante, rantai, kekang kuda; mangarante, mangarantei, mengikat dengan rantai, merantai; rantei babam, kekanglah mulutmu; orang rante, orang rantai, yang terhukum; ranterante, yang dipasang pada detar sebagai hiasan.
Ranti, sej tumbuh-tumbuhan yang dipakai sebagai sayur.
Ranting, ranting, dahan kecil, cabang.
Rantiti, I. sej pohon kayu kecil yang kayunya menghasilkan potas. II. kata bilangan: buah, keping, potong; sampulu rantiti mas, sepuluh keping mas.
Ranto, rantau, keluk dalam sungai, lubuk dalam sungai; mangarantoranto, mencari ikan dalam lubuk; pangarantoan, tempat, daerah, wilayah dimana orang merantau; maranto, = jalang, pergi merantau, mengembara; anak ranto, = anak jalang.

Rantos, tajam, runcing mengenai pisau atau bambu yang diruncingkan; roha na rantos, kebijaksanaan berpikir, pertimbangan, cerdas.
Raoan, jeroan, isi perut termasuk jantung, hati dan paru-paru.
Raoang, rawang, rawa-rawa, bencah yang dalam.
Raok, mangaraok, bekerja dengan tidak teratur, bekerja acak-acakan.
Rap, I. rap-rup, tiruan bunyi senapang. II. bersama-sama, bersama, dengan; rap dohot, bersama dengan, bersama; raphon, disertai, bersama dengan seseorang; rap ma hita, baiklah kita bersama-sama pergi.
Rapak, I. jembatan, titi. II.
anduri, yang terbelah.
Rapan, sampah, kayu dan rumput yang terapung-apung di atas air; rapanrapan, sampah; mangarapanhon, mengapungkan.
Rapar, tak kebagian makanan, lapar; haraparan, kekurangan, kelaparan; anturaparan, berada dalam keadaan kelaparan dan kekuarangan; mate anturaparon, mati karena lapar
Rape, = rapet.

Rapet, digabungkan; mangarapet, menggabungkan, menghubungkan, merapatkan, menyoldir, memakukan; rapet, ketam panjang.
Rapit, = rapet.

Rapot, bdk rapat, perekat, lem, zat untuk menggabungkan; rapot tu sarung, imbalo tu suhul, dengan rapot sarung pedang dilem; batang rapotan, peti yang terdiri dari dua bilah papan yang disambung; rapot, rapat, persidangan raja-raja dimana dibicarakan persoalan hukum; marrapot, bersidang, mengadakan persidangan; parrapotan, tempat atau rumah dimana diadakan rapat didang; harapotan, tempat pada tanaman dimana daun-daun pergi cerai.
Raprap, mangaraprap, mengambil daun dari tangkainya; maraprap, direnggut oleh dahan berduri; maraprap na so magulang, turihon na so marngenge, disentak tanpa berguling ke bawah, berbekas tanpa berpenyakit cacar, artinya: mendapat celaka tanpa salah.
Rapu, marapu, patah, koyak, robek; mangarapuhon, mengoyakkan; rapurapu, serpih-serpih kayu sebagai mana ia jatuh sewaktu menetak, juga dahan-dahan yang terkumpul; rapurapu, tunggul yang sewaktu kebakaran hutan tetap berdiri dan hitam karena kebakaran serta diambil sebagai kayu api.
Rapus, mangarapus, memegang.
Rara, merah, merah jingga; marrara, berwarna merah; tarrara, merah kelihatan, agak merah; rara matana (mida), ia melihat sesuatu dengan rasa kepingin memilikinya;sirara, sej penyakit padi sewaktu ia berada di bulir dalam hal mana ia merah kelihatan; sahit rara, sej penyakit yang membuat kulit berwarna merah.
Rarak, berserakan, berserak-serak, dihamparkan, dikembangkan; mangararakhon, menghamparkan sesuatu msl padi, menyerakkan; pararak, idem.
Rarang, larang; mangararang, melarang; rarangan, larangan, tempat dari mana orang tidak boleh mengambil sesuatu.
Raras, mararas, menetes-netes, menitik dalam jumlah besar mengenai benda-benda kecil; anak raras, hau raras, pohon kayu yang kecil.
Rarat, merambat, ekspansif, menjalar, meluas, menyebar, tersebar; mangurarat, meluas, menjalar, merambat; mangararati, meneruskan, tidak berhenti dengan sesuatu; pararathon, memperluas, menyebarkan msl berita, kekuasaan; baro sirarat, penyakit kanker.
Rari, tak ada ujung pangkal, kusut, tidak beraturan, kosong, tidak dihimpunkan; rarirari hatana, perkataannya ti-dak teratur, tanpa isinya, kosong bicaranya; rarirari ni roha, rencana-rencana yang tidak penting, angan-angan; hata sirarion, omong kosong, obrolan.
Rarik, mangararik, menggores dengan pisau, membuat garis, menoreh; rarik, pisau untuk menggores, untuk membuat ga-ris; pangararihan, goresan yang dibuat dengan pisau.
Raru, sej pohon kayu, yang kulitnya dipakai untuk meragi tuak; mangararui, meragikan dengan kulit ini; dipararu hatana, dibumbui ucapannya.

Rarut, marsirarut, berkelahi tentang apa yang dipertengkarkan.
Ras, tiruan bunyi “ras”, gemercik, kerosok mengenai daun.
Rasa, kudis; rasaon, kudisan.
Rase, I. = rage, binasa, hancur, musnah; mangarasehon, menghancurkan, membinasakan, memusnahkan. II. batu rase, batu kerikil yang kecil.
Rasi, = jujur; mangarasai, menghitung, mengira; rasian, sifat, cara; lipatan dalam tangan yang dari mana dapat dibuat ramalan; rasian ni goar, ramalan yang dapat dibaca dari nama; rasi, rasirasa, sampai mengenai waktu; rasirasa nuaeng, sampai sekarang.
Rasip, mangarasiphon, mengiris sesuatu msl tembakau, ubi-ubian.
Raso, I. rasau pandan, sej pohon berdaun panjang dan berduri yang dapat dipergunakan menjadi beraneka ragam anyaman. II. mangaraso, menggosok emas sampai berkilat pada batu uji.
Rasras, mangarasras, membongkar, merombak msl rumah.
Rasta, sibolang rasta, sej ulos.
Rasun, racun; mangarasun, meracuni seseorang; hona rasun, kena racun, diracuni.
Rata, segar, hijau mengenai tanaman hijau, daging yang baru, juga biru mengenai langit; ingkau rata, sayur yang hijau, yang baru; P.B: rata pe bulung ni bulu, rataan do bulung ni torop, denggan pe uhumna, dengganan do uhum torop, daun bambu adalah hijau tetapi lebih hijau adalah daun torop, walaupun putusanmu mengenai vonis juga baik, putusan orang banyak adalah lebih baik; parataratahon, memperbaharui, mengulangi; mulak rata, diperbaharui; ratarata do ompu ni parbinotoan, mengulangi adalah ibu pengatahuan, repititio est mater studiorum; sirumata bulung = napuran; parsirataon, penghias untuk mewarnai diri putih atau merah; na pinorsirata, = na rata; pangaratai, angsuran yang dibayar orang yang berutang sebagai tanda bahwa dia tetap mengingat utangnya; sirumata langit, langit yang biru.
Ratak, humaratak, humaratik, berdentang-dentang suara mesin, membuat bunyi yang keras dan teratur msl mesin atau martil tukang besi.
Rati, cocok betul dalam perbandingan yang cocok, proporsional, yang tepat.
Rating, habis dimakan api, hangus termakan api; mangaratinghon, dimusnahkan api, menghanguskan.
Ratus, ratus; saratus, seratus; limaratus, limaratus; marratusratus, beratusratus, ratusan; marratusratus hali, ratusan kali.
Rau, sej pohon kayu yang lembut dan buahnya dapat dimakan.
Raung, raungan, tandan, rangkai mengenai buah; marraungraung, bergantung, berangkai, bergayut.
Raup, marsiraup, bergopoh-gopoh, semua sama-sama panas hati.
Raus, tidak mendalam, serampangan, tidak teratur, tidak hati-hati mengenai ucapan dan perbuatan, semberono, teledor, asal-asalan, tidak rapi, tidak teliti, bersikap tidak peduli.
Raut, pisau kecil; P.B.: unang parmeammeam raut, ai maila do raut so dapotan, jangan bermain pisau karena pisau malu tak makan; raut parnabung, pisau cukur.
Raya, = rea, raya, besar; ari raya, hari raya; pintu raya, pintu utama; patik raya, perintah utama.
Rayar, layar; marrayar, melayar; tiang rayar, tiang layar.
Rea, = raya, besar; dalan rea, jalan besar, jalan raya; banua rea, nama daerah; santi rea, bdk santi.

Reak, sej penyakit kuda; reahon, menderita penyakit kuda seperti itu; reak mardalan, berjalan pincang.
Reap, I. rakyat. II. mangareapreap, melayang-layang di udara msl burung, merayap-rayap.
Rear, dilebih-lebihkan, melewati tujuan; tarrear, dilebih-lebihkan; P.B.: unang ho tu ginjang mangalului na rumear, tu toru mangalului na tumandok, janganlah keatas mencari yang lebih tegar atau kebawah mencari yang lebih merunduk: sedang-sedanglah.
Rebat, goyah, terhuyung-huyung.
Rebe, reberebe, goyang kesini kesana, terhuyung-huyung.
Rebo, Rabu; ari Rebo, hari Rabu.
Redem, nyenyak tidur, terpulas tidur; juga dikatakan mengenai tumbuh-tumbuhan yang menjadi kering karena musim kering yang lama.
Regar, si Regar, nama marga.
Rege, mangarege, mengayak, bergoyang, bergoncang; rumege, diguncang-guncang; regerege ni ampang, tepi bakul.
Regeng, mangaregeng, membidik sewaktu menembak.
Reha, mangarehareha, memurtadkan.
Rehe, mangarehei, mengolok, mengejek, menyindir, mencela, mencerca seseorang; reherehe, olok-olok ejekan, sindiran, celaan ,cercaan; pangarehei, pengejek, penyindir, pencerca, pencela.
Rehut, marharehut, berkerut, juga: marharehut, bdk harehut.

Rejet, bdk pejet, rata, rendah mengenai air.
Rek, marderek, tiruan bunyi yang menggambarkan bunyi benda-benda, gemerencing, gemertak. Rekrek, mangarekrek, merentangkan kuat-kuat, memanjangkan apa yang elastis msl karet, menarik ke dua arah, menyiksa tahanan.
Rekruk, gemertak mengenai kayu, kertak-kertuk; bdk rukrek.
Rem, habis mati mengenai suku bangsa, punah.
Rembat, = rambat.

Rembe, mangarembe, mengguling-gulingkan diri dalam air mengenai kerbau; parembehon, memandikan kerbau.
Remengremeng, segala jenis perhiasan dan hiasan msl pada rumah Batak, pada upacara; tetek bengek, keropas, kerapis juga: kalimat-kalimat yang dihiasi dalam pidato; mangaremengi, memakai segala macam dari sesuatu.
Remet, halus, kecil mengenai tulisan.
Rempe, letih, penat; mangarempe, melelahkan, meletihkan; dirempe huhilala, saya merasa diriku letih.
Remukremuk, pekerjaan kecil, pekerjaan sepele, hal tak penting.
Renda, renda.
Rendep, tersentak; mangarendephon, menyentakkan, memusnahkan.
Renge, berat, keras mengenai pekerjaan; renge ni ulaon, kesibukan kerja; renge modom, nyenyak, lelap tidur. Rengget, mangarenggetrengget, meminta-minta.
Rengreng, mangarengreng, menguraikan sesuatu dengan jelas, dengan panjang lebar.
Rengrung, denting, berbunyi lonceng kecil.
Rensep, = ransap, diperhitungkan, masuk kira.
Renta, teratur, berdisiplin; parentahon, mengatur, membuat supaya teratur, berdisiplin, membereskan; mamarentai, memerintah seseorang; parenta, perintah.
Renteng, telur; renteng ni manuk, telur ayam.
Rentep, sama rata dibikin mengenai gigi.
Rentuk, barang-barang kecil, hal-hal sepele; ulaon rentuk, pekerjaan-pekerjaan yang kecil.
Reong, sepotong kayu pendek yang dilemparkan msl ke buah pohon kayu; mangareonghon, melemparkan buah dengan sesuatu; dipangareonghon, melemparkan sesuatu dengan jumlah besar, berjatuhan dilempari.
Repat, timpang, pincang, bdk rebat.
Rerak, = rarak; marerak, berserak; mangarerakhon, menyerakkan, menyebarkan.
Reram, = merham, bercahaya merah.
Rere, tikar yang buruk, yang lusuh; manjalo mas sian toru ni rere, menerima uang dibawah tikar, artinya: kena sogok.
Reruk, I. sej burung hitam yang datang dalam jumlah besar (berkawan-kawan). II. sej pohon berbuah.
Res, I. tiruan bunyi kerosok atau menderas; marderes, membuat bunyi seperti itu. II. res, = ris; mangareshon, mengenakan sesuatu menurut kemampauan, kesanggupan msl pajak; mangaresres, idem.
Resan, = pesan.

Rese, = batu rese, = rase, batu kerikil, batu halus.
Reso, = rose; paresohon, memeriksa, menyiapkan, menyediakan; reso, siap, selesai, diperiksa dengan teliti.
Retar, manguretar, memperpanjang pidato untuk mencapai tujuannya.
Retes, = rotos, = gotos.

Retuk, sulit, sukar; retuk boanon, sulit dibawa; retuk begeon, rumit dan sulit kedengarannya.
Reung, kering, kurus.
Ri, alangalang, ilalang; tarup ri, atap alangalang, atap ilalang.
Ria, I. datang bersama-sama, hadir banyak, berkumpul dalam jumlah besar, bersama-sama; ria ma hita, kita semua bersama-sama; marria, merapat, bermusyawarah; marriaria, umum, beramai-ramai; ria ni roha, kegirangan bersama, keceriahan hati bersama; sai tubu ma siria martata, mudah-mudahan datang suka cita. II. sej alangalang berdaun tajam.
Riak, permainan, guyon, kelakar, seloroh, senda gurau; lalap siriahon, berseloroh dengan kawan-kawan dan menyebabkan tidak tidak menghasilkan apa-apa; parsiriahon, permainan, seloroh, senda gurau; marsituriak, tertawa (And); hata siriahon, senda gurau.
Rial, = riar, ringgit Spanyol.
Rian, peranakan sakit; rianon, berpenyakit peranakan.
Riang, = ria; riang ni ate, kegembiraan, gembira hati; riangriang, sej tanaman menjalar.
Riap, I. kedal, sej penyakit kulit yang menyebabkan bintik-bintik putih. II. riap ni jala, hal mencampakkan jala; mangariaphon, jala mencampakkan jala. III. rumiap rumontom, berkerumunan, berkeliaran.
Riar, = ringgit (ringgit Spanyol). II. liar, galak mengenai binatang, laut dan manusia; riar pangalaho, kelakuanmu liar, galak; pariarhon, menjadikan liar; horbo riar, kerbau liar; mangariari tondi, mempersembahkan sajian untuk memperoleh kembali tondi orang sakit setelah meninggalkan tubuh manusia orang sakit itu.
Rias, sej tumbuh-tumbuhan, yang bunganya suka dimakan orang; rias, panjang dan kering; mangariasi, menjadi ramping, langsing. Ribak, maribak, koyak, robek; mangaribakhon, merobekkan; mangaribakhon bada, mencetuskan, membesarkan perselisihan; ribakribak ni abit, sobekan kain.
Riban, lebar; pinggan riban, pinggan yang besar; sapinggan riban, sepinggan besar penuh.
Ribar, lebar; pinggan ribar, pinggan yang lebar.
Ribo, mangariboriboi, mengganggu, menghambat; hariboriboan, gelisah.
Ribu, ribu; saribu, seribu; marriburibu, ribuan; marratusratusribu, ratusan ribu; Pangaribuan, nama sebuah daerah; Pasaribu, nama marga; bagot riburibu, sej bagot, yang berdahan.
Ribur, meriah, ramai, ria karena adanya gerakan penghidupan msl pasar, pekan yang ramai dikunjungi; riburan, ramai; hariburon, keramaian; marhariburan, merencanakan, mengatur pesta; siriburon, sej permainan.
Ribut, = gaor; ribut ulaonku, kacau kerjaku; manongon ribut, mengeja, melafal.
Ridom = pidom, bodoh.
Ridor, kecil tetapi kuat, kukuh.
Riga, mangariga baion, memelah (riga = rigat).

Rigam, rigamrigam, kain-kain buruk, pakaian buruk, kain-kainan. Rigat, marigat, retak, robek, bercelah, bercelah pecah msl papan, tanah kering, telapak kaki; angka rigat, idem; mangarigat, memelah, merobek, mencencang; mangarigati partubu, memisahkan kaum kerabat dengan menekankan perbedaan dan tidak mengenai persamaan.
Rigo, lemak pada sup; marrigorigo, bercahaya lemak mengenai muka, berlemak, berlemak-lemak.
Rigonan = raganan = taganan.

Rigop, mangarigopi, menghadang, mengintai seseorang; upa mangarigop, upah yang diperoleh karena menemui pencuri; rigopan, berperang dengan melakukan pengadangan; pangarigopan, hadangan.
Riha, cela, retak pada pot; bersalahan, kesalahan yang kecil yang tidak dilihat dengan segera.
Rihap, mangalului rihaprihap, mencari kesalahan-kesalahan pada perkataan-perkataan seseorang.
Rihit, pasir; matua tano matorang rihit, artinya: kekal, abadi; nang matua pe tano on matoras pe rihit, ndang olo ahu, selamanya aku tak mau.
Rikrik, marrikrik, cacad, kekurangan mengenai binatang, pot, tanda bekas dipakai mengenai kuda.
Rim, bersama-sama membuat sesuatu, serentak, semua sekaligus; rimrim, idem.
Riman, sej bagot; tali halus yang ditarik dari padanya; pembelian perangkap yang membuat ia tertutup bila diusik.
Rimang, mangarimang, menimbang, menilai, menaksir; dirimangrimang = dihatahon; pangarimangon, menimbang, hal menuju tujuan.
Rimas, amarah, geram; marrimas, marah, berang, mengamuk; tarrimas, idem; na ro rimasna, dia menjadi marah; marro ni rimas, menjadi marah; mangarimasi, marah terhadap seseorang; hona rimas, kena marah, dimarahi; mombon rimas, turun marahnya; manombo rimasna, kambuh; parrimas, pemarah.
Rimba, sebidang tanah yang baru pertama kali dikerjakan tertapi secara kasar sekali; mangarimba, membuat pekerjaan pertama ini, membersihkan tanah dari rumput; rimba gasgas, mencangkuli untuk kedua kalinya; rimba oma, mengerjakan kembali mengenai tanah yang enam tahun kosong; pagodang rimbaanna, banyak berusaha, banyak berikhtiar.
Rimbaga, mangarimbaga, membuat cetakan tempat penuangan lonceng; pangarimbagaon, cetakan, penuangan untuk lonceng-lonceng kecil.
Rimbang, sej pohon kecil yang buahnya dapat dimakan; rimbang, margambanghon na so gambang, marimbanghon na so rimbang, memulai sesuatu yang baru, membuat sesuatu yang belum pernah dibuat.
Rimbas, kapak yang lebar; mangarimbas, mengapak dengan kapak ini. Rimberimbe, kelambu atau tenda dari tikar yang dibuat dalam rumah msl untuk melindungi orang sakit.
Rimbo, rimbo rea (raya), rimba raya, hutan rimba.
Rimbor, kabur, sekilas saja nampak, tidak terang, samar-samar dilihat; juga: marimbor.

Rimbur, sibur-sibur, capung; jenis-jenis: rimbur gaja, rimbur na rara, rimbur teteng; rimbur ni hotang, ujung rotan dimana terdapat duri; unang angkupi ibana, na pasarat-sarat rimbur ni hotang do i, jangan campuri, nanti anda akan dilukai durinya, jangan kawani dia itu, karena sama halnya seperti menarik ujung rotan berduri jadinya.
Rimis, setengah sen, peser, rimis.
Rimpang, kerat, bagian, kelompok; sarimpang, serangkai, sekerat, sebagian; sangkarimpang, satu gugusan mengenai buah-buahan msl kunyit atau jahe; mangarimpang, mengambil sebagian msl uang, mengambil sebagian untuk membayar utang.
Rimpas, sangat, sempurna, tuntas; rimpas dengganna, baik sekali, terlaksana dengan tuntas; harimpason, kesempurnaan, ketuntasan.
Rimpong, marrimpong, salah urat, tergeliat.
Rimpu, mangarimpu, memikir, menyangka; hurimpu, saya pikir, saya sangka; P.B.: hurimpu parhunihan, hape pargadongan, nirimpu parulian, hape hamagoan, sangka ladang kunyit ternyata lahan ubi, sangka nasib mujur, rupanya sial.
Rimpun, mangarimpun, menyimpulkan, mengumpulkan; pangarimpunan, kesimpulan, ikhtisar, rangkuman; rimpun di, bergantung kepada, terangkum pada; rimpun di raja i ma hata i, masalah, urusan itu bergantung pada raja, terserah pada rajalah; di ibana do rimpun ni bada, bergantung kepadanyalah siapa yang akan menang dalam pertikaian itu.
Rimpur, rimbun, lurus, panjang, lampai mengenai kayu dan orang; sirimpur jarijari, orang yang berjari-jari panjang, berjari panjang lampai.
Rimuk, = ribur.
Rindang, I. tanda bukti, corpus delicti; mangarindangrindanghon, mempunyai sesuatu sebagai bukti, membuktikan dengan tanda; manuan rindang, menanam pohon sebagai kenang-kenangan atau sebagai tanda bukti. II. rindang, sej tanaman menjalar yang tumbuh sebagai parasit di pohon kayu; turunan; ndang marrindang, tidak mempunyai turunan, tidak beranak; marrindanghon hau sinahiton, mempunyai kayu yang dapat dibakar sebagai anak lelaki, artinya: tidak mempunyai anak, tak berketurunan.
Rindi, kata yang kurang sopan untuk hamil, bunting.
Rinding, I. semua bersama-sama, masing-masing, semua; rinding na sahuta i, semua penduduk kampung itu. II. tuak rinding, tuak yang diberikan kepada raja-raja bila ada yang diusulkan kepada mereka.
Ring, tiruan bunyi “ring”, bunyi emas atau perak jika dipukuli; mardiring, berbunyi nyaring.
Ringan, senang hati, sebentar gembira sehingga kesedihan ha-ti, kepahitan sebentar dilupakan.
Ringgarung, kijang.
Ringgas, rajin, dengan kemauan sendiri (lawan: losok); ro ringgasna, dia rajin; ringgas ni roha, kerajinan, semangat; haringgason, kerajinan, hal berkenaan dengan rajin; mamaringgas, berbeda mengenai kerajinan, tidak serupa kerajinannya, rajin sewaktu-waktu; mangharinggashon, melakukan sesuatu dengan rajin, dengan gembira; siringgas, sej pohon kayu.
Ringgator, sej kayu hariara (ara).

Ringgatoron, menjadi kurus.
Ringgit, ringgit; mangaringgithon, menukarkan uang jadi ringgit; siringgiton = dahanon (And); ringgit burung, gulden; ringgit bontar, dolar (ringgit) Spanyol.
Ringgo, = rongit.

Ringis, hujur siringis, sej lembing kecil, tombak kecil.
Ringkabor, sej kelelawar kecil, kampret kecil.
Ringkang, terkelupas, lepas, lekang msl kapur dari dinding, kulit bekas luka.
Ringkar, hari ke-30 penanggalan Batak.
Ringki, ringkiringki, indung telur, pohon telur, ovarium.
Ringkir (bdk singkir) mamuringkir, menjenguk, menengok dengan teliti, menyelidiki se-cara teliti, mengamati; ringkiron, dapat diperiksa, dapat ditengok, yang mau dijenguk.
Ringkorang, keropeng luka, kerak pada luka dan bisul.
Ringkot, perlu, mendesak, penting, rajin; ringkot do i di ahu, itu sangat perlu bagi saya; ringkot ulaon, pekerjaan mendesak, penting; on do na rumingkot, inilah yang paling utama; di ringkot ni ulaon, di waktu pekerjaan (pekerjaan di ladang) mendesak; ringkot ni roha, kerajinan, rasa penting; ringkot na i, betapa penting itu; marnaringkot, tidak sama pentingnya, berbeda dalam kepentingan; mangaringkoti, melakukan sesuatu dengan rajin; mangharingkothon, melaksanakan, mengurus sesuatu dengan rajin, seperti penting, merajinkan diri, mengusahakan diri dengan rajin.
Ringo, riuh, ribut, membuat hiruk pikuk; ringo pinggol, hiruk pikuk kedengaran, ribut di kuping.
Ringrang, tidak terwujud.
Ringring, sendi badan, persendian; mangaringring, menggerakkan sendi-sendi;diringringi huhilala, merasa sakit pada persendian. Rino, diparinohon, dikenakan, dibalaskan; diparinohon Debata ma tu ho pambahenanmi, kiranya Allah membalaskan padamu perbuatanmu.
Rinsan, iring, damping, yang satu dibelakang yang lain, berbaris; rinsan tu toru, kebawah berbaris.
Rinsir, ringan, dapat bergerak, cepat meluncur; hepeng rinsir, uang kecil dari tembaga (= hepeng linsir); siparinsir, daya untuk memperlancar penjualan barang-barang; siruminsir, = solu (And).
Rinsur, = pinsur, runcing, tajam, lancip.
Rintak, mangarintak, merampas, menyentak; rintahan, apa yang dirampas, rampasan, sentakan.
Rintaktak, air hujan yang tinggal di daun-daun dan dari sana menetes ke bawah.
Rintar, tidak kusut mengenai rambut dan benang; suri pangarintari, sisir pemilah, sisir perapi rambut.
Rinte, baris, deret; marrinterinte, berbaris-beris, berderet-deret; marsasarinte, satu-persatu kelompok baris, selalu dalam satu baris.
Rintirinti, rak piring.
Rintik, I. gila, tolol; na rintik, orang tolol, orang gila. II. bergaris; marrintikrintik, bergaris, bercorak.
Rintop, gatal, membuat gatal; rumintop, gatal; rumintop aru-aru, gatal di kerongkongan; mangarintopi, membuat gatal, menyebabkan gatal.
Rintua, sej perdu yang daunya berwarna hijau dan putih bunganya berwarna jingga.
Rio, I. jarang, tidak rapat mengenai pagar, tenunan; ulos suri-suri rio ditongatonga, parlagu nauli so lupa sian roha, kain suri-suri adalah bening di tengah-tengah, seorang yang berbuat baik tidak dilupakan orang, juga bila orang tidak selalu mengingatnya. II. Gadong rio, sej ubi kayu yang enak rasanya, berasal dari Riou.
Riong, riongriong, tembus lihat, tembus pandang, menembus, berkilauan mengenai mata harimau, kucing.
Rior (bdk dior) mangariori, mencari sesuatu dengan mata.
Ripak, = rapak, ngiru, penampi (anduri) yang bercela-cela, yang lusuh.
Ripas, punah, binasa, hancur, musnah; mangaripashon, membinasakan, memusnahkan, menghancurkan.
Ripe, I. famili, keluarga; dongan saripe, suami, isteri, kawan sekeluarga; mardongan saripe, berkeluarga, berlaki-bini, bersuami, beristeri, telah kawin; pardongan saripeon, pernikahan, perkawinan, kekeluargaan; parripe, kawan serumah, rakyat; hami na saripe, kami sekeluarga; riperipe, milik bersama, kongsi. II. ripe, hanya, cuma, saja; ripe manjalo ma hami, kami hanya menerima. Riprip, rak dinding yang diperbuat dari hodong ni bagot.

Ripuk (= ropuk), remuk, pecah.
Ripur, punah, mati semua, binasa; sumpah: ripur ahu, saya mau jadi binasa bila….
Riris, dalam satu baris, berjejer, terbagi merata, berderet; ucapan selamat: bintang na rumiris, ombun na sumorop, anak pe riris, boru pe antong torop, bintang-bintang berbaris, anak-anak lelaki berbaris-baris, anak perempuan banyak; paririshon, menghitung menurut urutan, menjejerkan.
Ririt, mangaririt, mencari, mencari jodoh, memilih, meminang; mangaririt boru, meminang gadis, mencari perempuan untuk dijadikan isteri, mencari mempelai perempuan dikatakan mengenai pemuda-pemuda yang berniat kawin; jolo ririt asa dok, pikir dulu baru katakan; ndang diririt ho hata sidohononmu, engkau tidak memikirkan perkataanmu; mangaririti gambir, memilih yang terbaik, sebagai memilih gambir yang terbaik untuk merokok; saririt, sekuntum, setumpukan, setimbunan benda-benda kecil yang terpilih; riritan, kuntuman gambir, sebungkus gambir yang dipakai sebagai pelupuk sigaret; diparirithon, menyuruh pilih.
Ris, terbagi rata, masing-masing dapat sesuatu, terjatah; parishon, membagi sedemikian rupa sehingga masing-masing mendapat sama banyaknya, membagi rata.
Risa, mangarisa, mempertimbangkan, menimbang, memusyawarahkan, membahas.
Risi, kasar, tidak rata; hata na risi, kata-kata yang keras dan kasar; risirisi hata ni jolma, lamot hata ni begu, kata-kata orang adalah kasar (oleh karena selalu tersimpul kebenaran di dalamnya), kata-kata hantu yang jahat adalah licin (untuk menggoda, membujuk, dan membinasakan: pangarisirisian do ateate, hati adalah mudah pilu msl setelah sakit, segera setelah bangun; risirisi, perdu yang daunnya kasar.
Risik, hati-hati, teliti, betul; lawan: raus; mangarisihi, menyelidiki, memeriksa dengan teliti, menanyakan segala se,gi, membahas.
Riskin,kering, kurus (Angk).
Risris, mangarisrishon, menaburkan msl padi sewaktu menabur.
Riste, = rinte.
Ristop = rintop.

Riting, bringas, bersifat pe-marah, marah, geram, gusar, suka berkelahi; riting ni roha, marah, geram, gusar, hati geram; parriting, pemarah, orang yang suka bringas.
Rito, ritorito, gila tetapi tidak berbahaya, sinting; ritoritoon, gila, edan, kesinting-sintingan.
Riur, tunas bambu yang belum beranting, yang belum bercabang.
Ro, datang, tiba, turun; ro di, kata depan: sampai; ro di ari patoluhon, sampai hari ke tiga; ro di pinomparna, sampai ke turunannya; ro di dia? sampai di mana? ro rimasna, marahnya datang, lagi geram; marro ni rimas, marah, geram; ro losokna, sedang malas dia; parohon, mendatangkan; dipaturo, idem; siparo jea, yang mendatangkan celaka, bahaya; haroro, kedatangan, hal mengenai datang; haroro ni na niula, panen; haroroan, tempat dari mana sesuatu datang, sebab yang menjadikan sesuatu, asal, sumber; haroroan ni sahit, asalnya, sebabnya penyakit; haroan, kelahiran, pesta pada kelahiran anak umumnya: pesta syukuran; mangharoani, memestakan seseorang atau sesuatu, mengendurikan; marharoan, membuat pesta gembira; marharoan pinggolna, telinga bergembira tentang berita yang penuh gembira; marroan, datang berduyun-duyun, berdatangan.
Roa, jelek, buruk, jahat; haroaon, keburukan, kejelekan; roana i, jelek sekali; paroaroahon, menjelekkan, memburukkan, membuat bertambah jelek, memfitnah.
Roba, I. robaroba, bagian tanah yang paling jelek; mangarobahon, berdesak ke muka; mangarobahon boniaga, mengobralkan jualan. II. robaroba = ambaroba.

Robar, = jobar, biawak.
Robe, miring, condong; mangaroberobe, naik gunung secara berliku-liku; robean, lereng yang curam; begu robeanon, sakit karena lapar, karena kelaparan tidak berdaya.
Robi, lama, dulu kala, baheula; tingki na robi, dahulu kala, masa silam; Padan na Robi, Perjanjian Lama; di na robi, di waktu dulu kala; na robirobian, pada waktu dulu sekali, zaman baheula.
Robo, marobo, rebah, tumbang, roboh; mangarobo manuk, merobohkan ayam yang dipotong supaya dapat meramal dari letaknya; mangaroboroboi, melipur, sebenarnya menjatuhkan kesedihan hati, menghibur.
Robot, jauh malam.
Robu, pantang diperbuat, sesuatu yang dilarang (sitongka) oleh karena pantang msl bekerja pada hari tertentu, tabu; robu di pahae, dilarang pergi ke Pahae karena disana masa penyakit cacar; robu, tabu, pantang; robu api, perang yang tidak membenarkan membakar kampung-kampung (lawan: musu api); mangarobuhon, melarang sesuatu, menabukan perbedaannya dengan subang adalah mengenai makanan, sedang robu mengenai perbuatan.
Robung, I. rebung, tunas yang paling dalam, daun yang paling dalam msl pada pisang, rebung pada bambu; marpusuk robung, empat helai daun yang berlintangan msl pada pohon paku (tandiang). II. robungrobung, lobang, lekuk; tarrobung, masuk kedalam lobang, terjerumus dalam lobang.
Robur, marobur, terjerumus, mati, meninggal, berguling ke bawah; ma tompas marobur, mati, meninggal; dalan haroburan, jalan kematian; mangaroburhon, mengaburkan, memboroskan, menjerumuskan.
Roda, roda, mesin jahit; mangaroda, menjahit pada mesin jahit; roda uap, mesin uap.
Rodang, tanah yang tidak tetap, rawa, rawang.
Rodi, perintah, rodi, kerja paksa; mangarodihon, memerintah, menyuruh; marrodi, bekerja rodi yaitu pekerjaan jalan, bekerja jalan.
Rodop, rendah mengenai letak, pendek; mate hau na bolon dibahen hau na rodop, pohon-pohon kayu besar mati dibuat pohon-pohon yang rendah dan kecil.
Rodot, subur melahirkan, begitu dikatakan mengenai perempuan yang setiap tahun melahirkan anak (lawan: lampang); subur juga mengenai binatang.
Rogang, (bdk togang), mangarogang memegang; masirogangan, saling menyokong.
Rogas, rogasrogas, senapang tua yang tidak dapat dipakai, bedil usang.
Rogo, cangkul bergigi 6-7 buah. Rogon, I. = rintop; rumogon, diganggu oleh rasa gatal. II. = rugun; marrogonrogon, bertimbunan, bertimbun-timbun
Rogong, = rogang; mangarogong, memegang.
Rogos, cocok satu sama lain; tergesek, tersentuh.
Roha, hati, perasaan, pikiran, penghidupan batin seluruhnya (disamping: tondi, jiwa) akal budi, kemauan; marsak rohangku, hatiku susah, sedih hatiku; las rohana, dia gembira; sipatindit roha, apa yang mengejutkan orang, yang membuat hati kejut; sipalas roha, apa yang membuat orang gembira; tarpedem rohana, dia mengantuk; tarsunggul rohana, teringat, dia memberanikan diri; roham, sukamu; rohana ma disi, sukanyalah disitu, terserah dialah; di rohangku, pendapatku, dalam hatiku; di roham, menurut pendapatmu, huroha, saya pikir, kusangka, sering pada pertanyaan: tudia ho huroha, engkau mau kemana? saya akan duga? dalam jawaban: i do huroha, saya duga itulah rupanya; raja i do i huroha, saya pikir bahwa itulah raja itu; pingkiran ni rohangku, pikiranku, pendapatku; roha, sering dikaitkan dengan kata-kata berkenaan dengan hawa nafsu, perasaan hati dan kehendak hati; las roha, gembira; dok roha, tertekan, berat hati; asi roha, kasihan; holong roha, mengasihani, menyukai; ginjang roha, tinggi hati, sombong; lambok roha, lemah lembut; serep roha, berhati rendah; ringgas roha, rajin; mampar roha, lalai; ninna roha, begitu pikiran orang, begitu dugaan orang, menurut orang; ninna roha dibagasan, begitulah pikirannya dalamhatinya; roharoha, akal-akalan, dengan sewenang-wenang; parrohaon, kehendak hati, semangat; marroha, berakal, berpikir sehat, berpikiran; na lambok marroha, berhati lembut; parroha na daulat, berhati saleh; marrohahon (diparrohahon), mempunyai semangat; marrohahon haginjangon, bersifat sombong, tinggi hati; mangarohai, memperdayakan orang; marrohai (diparrohai), membuat orang berbudi; na hurang roha, kurang akal, agak bodoh, tidak mau; roha juga artinya berkemauan baik: molo soada roha, godang do sidalian, dimana kemauan baik itu tidak ada, selalu mendapat dalih, alasan; ndang adong rohana, tak mau dia, dia tidak suka; beha ma roham disi, bagaimana pendapatmu tentang itu? sukakah engkau itu? umboto roha, berbudi, berakal, arif; na so umboto roha, tidak berbudi, tidak cerdik; mambahen rohana, bercabul; parroha, berbudi, budiman; harohaon, kehendak hati, semangat.
Rohop, dekat.
Rohor, = rahar.
Rohot, = dorhot.
Rojan, sakit rejan, disentri (lebih disukai dikatakan: baro buni); rojanon, berpenyakit disenteri, disenterian.
Rojang, rejang.
Roko, api na roko, neraka.
Roksok, panaroksok, menusuk hidung.
Rombang, sesuai, serasi, jenis; rombang ni rohana, sesuatu yang sesuai, yang mengenangkan hati seseorang, kegemaran hatinya; sarombang dohot, sesuai dengan; dongan sarombang, kawan yang mempunyai perasaan yang sama; juga: yang mempunyai rupa yang sama.
Rombar, bdk hombar, mangarombar, mendekati, mengakrabi se-seorang selaku kawan, mengambil hati.
Rombaon = rambaon, bejana dari bambu tempat mencuci.
Rombu, ae rombuon, menderita gangguan perut.
Rombuk (bdk tombuk), tembus, berlobang.
Rompak, I. mangarompak, menyerang, menyerkap kampung sewaktu malam; pangarompak, perampok, penyamun. II. rompak-rompak, kotoran, sampah, ampas, kayu-kayu kecil untuk menyalakan api.
Rompar, dibuang, dilemparkan; mangaromparhon, melemparkan, mengempaskan; unang romparhon giringanmu so tarihuthon ho, jangan lemparkan lembingmu kesana bila engkau tidak dapat mengikutinya karena orang lain mungkin dapat mempergunakannya untuk menjatuhkanmu; romparrompar di alaman, mulai berjalan-jalan di luar mengenai anak-anak yang baru belajar berjalan, penunjuk usia.
Rompas, sepotong kayu yang terbalik pada perangkap; marompas (bdk tompas), runtuh mengenai rumah; sirompas, pencahar; pangarompas, idem.
Rompe, rompean, bungkus rotan buat gung; jerat dari rotan untuk menggantungkan senapang dsb; mangarompehon, membuat jerat seperti itu; mangarompeanhon, menyimpan atau menggantungkan sesuatu dalam jerat seperti itu.
Rompo, romporompo, semak-semak yang lebat.
Rompu, pengikat atau cincin dari rotan yang dijalin untuk mengikat sesuatu msl kedua belahan sarung pisau yang tidak dilem tetapi diikat dengan cincin yang dijalin atau pengikat yang dipasang pada pustaka agar jangan bercerai-berai; rompu silima-lima, pengikat seperti itu yang diperbuat dari lima rotan; rompu singolngol, pengikat yang dapat dipanjangkan menurut kemauan; mangarompu, mengikat sesuatu dengan membuat cincin seperti itu; rompo so siat, kesamaan sesuatu yang tidak cocok, perhubungan yang tidak cocok.
Romukromuk, remuk-remuk, kepingan-kepingan, potongan-potongan kecil, msl ubi.
Ron, mangaronron, meribut, masuk sambil ribut-ribut.
Ronda, rumondaronda, bergerak kesana kesini secara teratur mengenai banyak orang yang mengikuti gerak-gerik penari secara tidak sengaja, bergerak menari dalam satu irama.
Rondam, mangarondam, merendamkan, merawat orang sakit dengan air dingin. Rondang, I. (bdk sondang), rondang ni bulan, terang bulan, cahaya bulan; rondang hatana, kata-katanya adalah terbuka untuk umum, tidak sembunyi-sembunyi; mangarondanghon, mengumumkan. II. padi yang dipanggang; juga: rondang marsulu, kata halus untuk bunga.
Rondar, setengah buta, rabun mata, kabur mata.
Rondo, I. ari rondo, musim penghujan; rondo ari, sudah hujan, banyak hujan; mangarondoi, menenangkan hati, menghiburkan. II. = rodop; tano rondo, tanah rendah.
Rondop, = rendep.
Rondos, = ronsot.
Rongos, marongos, patah sebagian mengenai pisau.
Rongat, tenggorokan, kerongkongan; harongatrongatan, gondok, tembolok.
Rongga, = roa; harorongga, lih disana.
Ronggang, retak tanah, liang-liang di tepi sungai yang suka dimasuki ikan; mangaronggang, memasuki liang-liang tersebut mengenai ikan; ronggangon, penuh dengan lobang-lobang mengenai kayu.
Ronggong, ronggong masironggongan, saling melilit msl akar.
Ronggos, mangaronggos, sedang sibuk bekerja, mendesak, penting mengenai pekerjaan; mangaronggos gotilon, pekerjaan panen mendesak, mengebut untuk menyelesaikan panen; pangaronggosna, waktu dimana pekerjaan sangat mendesak, gentingnya waktu.
Ronggur, guruh, geledek, petir, guntur; manghuling ronggur, menggeledek, gemuruh, ada gemuruh; ronggur balu, guruh malam.
Rongit, rengit, nyamuk.
Rongkan, rongkanan, afdeling, bagian, kelompok, kasta, blok, kelas; marrongkanrongkan, menurut bagian, berbagian-bagian, berpetak-petak.
Rongkap, ramuan yang dipakai agar bagot itu menghasilkan tuak; tidak gampang mengambil tuak karena macam-macam hal dibutuhkan; seterusnya pada umumnya: sehati, keserasian; rongkapna, yang serasi dengan dia; rongkapna gabe, jodohnya jadi, pasangan yang sejahtera; rongkap ni tondi, pilihan, jodoh yang ditakdirkan, sudah ditentukan sebelum tondi lahir, jodoh sejiwa.
Rongkat, mangarongkat, membinasakan bersama akar-akarnya.
Rongket, rekat, lekat; bdk longkot dan lohot.
Rongking, teguh; parongking, meneguhkan, ketatkan, lekatkan.
Rongkom, mangarongkom, melukis, mencetak buku; pangarongkoman, percetakan; surat rongkom, barang cetakan.
Rongkos, nunga sae rongkosna, ia telah mengatasi penyakitnya, ia tidak akan mendapat penyakit itu lagi; ndang sae rongkosna, belum cukup umurnya untuk menikah mengenai perempuan; tarrongkos, terlalu lekas kawin mengenai gadis; tarrongkos baoa, ia melewati, melebihi persetubuhan; tarrongkos anak ni horbo, terlalu lekas menjauhkan anak kerbau dari indungnya bila terlalu pagi susunya diperas; tarrongkos suansuanan, tanam-tanaman yang dipindahkan sewaktu masih terlalu kecil dan menyebabkan tidak dapat hidup; mambahen rongkos tu dakdanak, memperkosa seorang anak yang belum cukup umur; mansegahon rongkos ni boruboru, terlalu pagi memakai perempuan.
Rongo, rongorongoan, penuh dengan lalat, berlalat.
Rongom, datang bergerombol, berkerubutan, berkerumunan, secara bersama-sama mendesak, berduyun-duyun; marrongoman, datang berduyun-duyun; mangarongom, mengerumuni, menyerubuti.
Rongrong, marongrong (bdk longlong), runtuh, longsor, ambruk; mangarongronghon, melongsorkan pada sesuatu.
Rongse, I. = rotak. II. sepotong batang kayu kecil untuk menandakan uang pada permainan.
Rongso, marongso, pecah msl pot.
Ronron, mangaronron, menyerang sesuatu.
Ronsam, kotor, najis, berlumpur, becek; paronsamronsam, mengotori, sama sekali kotor.
Ronsang, mangaronsang, mengambil sebidang tanah tandus untuk dikeringkan; saronsang, sebidang tanah ladang padi, sepetak tanah darat; rongsong bibi, padi yang sedang berbunga, belum menguning.
Ronse, jelek, tidak sesuai; bdk rongse I.
Ronsit, paturonsiton, mengertak gigi, berkertakan gigi (= patungosngoson); ronsit, gersik, gerut, gemertak; P.B.: nilangkaan na ronsit, tinutup na lubang, lobang harus ditutup, artinya harus berlaku sabar dengan kesalahan-kesalahan sesama manusia.
Ronsot, sangat mendesak, sedang asyik, penting sekali; mangharonsothon, melaksanakan sesuatu secara mendesak sekali, mengebut untuk menyelesaikan.
Rontan, mangarontan, membekas, berpengaruh, berakibat; dosa ni amana mangarontan tu anakna, dosa ayahnya membekas pada anak; nirontan ni, akibat dari, pengaruh dari, berbekas dari.
Rontang, mangarontang, meluruskan, dipasang dengan baik, membidik (senapang).
Rontik, mangarontik, memulai, merintis, mempelopori.
Rontom, rumontom, berdatangan dalam jumlah besar, datang berkerumun; rumiap rumontom, lih riap III.

Ronton, mangarontoni, mengebiri binatang; babi ronton, babi yang dikebiri.
Ronu, mangaronui, memanaskan hati seseorang yang mudah dipanaskan hatinya untuk lebih muda menipunya; sironuan, orang yang ditipu dengan cara ini, mangsa tipuan.
Ropang, sumbing mengenai pisau; marropangan, bersumbing banyak.
Ropo, I. tali, belenggu. II. mangaropohon, menjual barang-barang dengan harga yang bisa dibayar sipembeli (harga murah) supaya lekas habis.
Roprop, mangaroprop, menggigit, mengunyah; maroprop, patah, pecah karena terlalu berat msl balok.
Ropu, na ropuan, gadis.
Ropuk, maropuk, pecah, patah, remuk. penyek, hancur; mangaropuhi, meremukkan, memenyekkan.
Rorang, cabul, sundal, lacur, gasang, porno; harorangon, persundalan, pelacuran, kecabulan, pornografi; marharorangon, melakukan pencabulan, berbuat cabul.
Roro, mencabut, mengeluarkan, menarik dari dalam.
Rorot, marorot, melindungi, menjaga, mengawasi, mengasuh anak-anak; parorot, penjaga anak-anak, perempuan yang menjaga anak-anak, pengasuh; napinarorot ni daging, anak di ampuan ibu; marorot patik, menjaga undang-undang, menjaga pemeliharaan undang-undang. Ros, mendesak, penting mengenai hutang dan pekerjaan; rosros ni ulaon, pekerjaan atau waktu bekerja yang mendesak.
Rosak, I. marosak, pecah, patah, rusak; mangarosahi, mematahkan, merusak. II. kencing sewaktu tidur mengenai anak-anak, ngompol, kencing di tempat tidur.
Rose (bdk reso), siap, beres, terbenahi; parosehon, menyiapkan, membereskan, membenahi.
Rosom, cara melakukan, adat, kebiasaan.
Rostaha, meriam tua yang kecil, meriam kuno.
Rosu, akrab, dekat dalam pergaulan, beramah-ramahan, jatuh cinta, lembut, suka; marharosuan, akrab sekali, bergemaran; parosurosu, membuat seolah-olah jatuh cinta, berpura-pura jatuh cinta; harosuon, keberahian, kegemaran, kesukaan.
Rot, marotrot, amblas, ambruk, jeblos; mangarotrot, meruntuhkan, mengamblaskan.
Rotak, kotor, cemar, noda, tahi; marnarotak, mengotori diri, mencemari diri; parotakrotakkan, mencemarkan, menodai.
Rotap, jalan yang dibuka di hutan tetapi belum selesai; lobang; mangarotap, membuka jalan dengan menebas pohon-pohon; marotap, terputus.
Roto, I. usungan mayat.II. rotoroto, tiba-tiba, sekonyong-konyong mengenai hati yang gusar, lekas marah; parotoroto, orang yang berpenyakit murung, yang menderita penyakit kepala sebelah yang menyebabkan dia marah dan murung.
Rotong, hangus; mangarotonghon, membakar sesuatu, membakar hangus; rotongrotong, abu yang berunggun.
Rotos = gotos.
Rotrot, marotrot, turun, mangarotrot, menarik ke bawah.
Rua, ruarua, tandu yang dianyam, sej tempat tidur, dipan.
Ruak, lebar, lancang, lapang; paruakhon, melapangkan, melebarkan.
Ruap, ruapruap, tanah lembek, elastis spt lumut di hutan, berhumus tebal.
Ruang, lobang, liang, ruang, rongga; ruangon, berlubang, berongga; marruang, mempunyai lobang, berlobang; mangaruangi, melobangi.
Ruar, luar, keluar; haruar, keluar; paruarhon, mengeluarkan; di ruar, di luar; tu ru-ar, keluar; mangharuari, membuang air besar, berak; mangharuarhon, mengeluarkan msl berak.
Ruas, ruas, anggota, suhu, bagian bambu atau rumput antara dua buku; marsasaruas, berpotong-potong.
Ruba, sirubaruba, burung kecil, sej burung perik.
Rubu, mangarubuhon, memerintah, memberi perintah. Rudang, bunga pepaya berjenis jantan; sampe rudang, penunjuk umur seorang pemuda, pemuda yang dewasa, perjak, jejaka.
Rudok = daging (And); simangarudok, idem.
Rudus, sej pisau.
Ruerue, tidak terikat pada gagang peralatan; labil, tidak stabil mengenai hati.
Rugi, rugi, kerugian, kerusakan; rugi ahu, saya rugi; harugian, kerugian, kerusakan; mangharugihon, mendapat rugi, kerusakan; marharugian, menderita rugi.
Rugirugi, tanaman paku yang harum dan berdaun halus, pakis; jenis-jenis: rugirugi babi, rugirugi manuk.

Rugun, rimbun, lebat, bertimbun-timbun tersedia; hau na rugun, rindang mengenai daun pohon kayu; marrugunrugun, datang berduyun-duyun, berbondong-bondong mengenai orang.
Rugut, jatuh, campak; mangaruguthon, membuang, melemparkan, menyampakkan, mencampakkan.
Ruham, sej pohon kayu yang berduri dan buahnya dapat dimakan.
Ruhap, akar-akar kecil yang menonjol di jalanan.
Ruhot, ruhotruhot, goyang, tidak mantap tertancap, tidak kokoh mengenai gigi, tiang.
Ruhu, I. mangaruhui, mengumbah sesuatu; marsiruhui, mengumbah mulut; parsiruhuan, sesuatu yang dipakai untuk berkumur, untuk mengumbah. II. ruhu di hilala, merasa diri lemah, tidak bertenaga.
Ruhut, I. sifat dan cara, tatanan, kaidah, adat istiadat, tata aturan; ruhut ni sipelebegu, adat istiadat penyembah berhala; ruhut ni bagas, bentuk rumah; mangaruhut, membuat rencana rumah; ruhut, persis, betul; ruhut sada be, persis satu seorang. II. mangaruhut, membidik.
Rujak, I. makanan yang dimasak terdiri dari tarutung dan santan ni harambir. II. mangarujak, menikam, penusuk.
Ruji, rujiruji, batang kecil atau kayu kecil yang dipergunakan untuk menjelaskan pidato atau sesuatu lainnya, juga dipakai waktu meramal menjumlahkan; madabu rujiruji, menghitung dengan bantuan kayu kecil seperti itu, menghitung jumlah sesuatu.
Rukrek, = rekruk.
Rukruk, mangarukruk, membersihkan parit, selokan.
Ruma, rumah adat, terutama rumah Batak yang diukir; pardiruma, isteriku, nyonya rumah; di ruma, di nifas; ruma sahit, rumah sakit; dipaturuma, memanggil begu ke dalam rumah; ruma bolon, penjaga modal bersama, yang bertanggung jawab untuk itu.
Rumang, bentuk, rupa, gambaran, rangka, sosok sesuatu, serupa, mirip.
Rumar, kosong, tak berisi, melompong; mangarumari, mengosongkan sesuatu.
Rumba, = rimbo, hutan.
Rumbak, ada dalam jumlah besar; rumbak songon boniaga bangkudu, ada terlalu banyak dan oleh karenanya tidak mahal.
Rumbangrambing, compang-camping, berkoyak-koyak.
Rumbar = lumbang.
Rumbat, sej rumputan.
Rumbi, peti bulat dari kayu pakai tutup dan dua engselnya.
Rumbia, pohon rumbia.
Rumbuk = tumbuk.
Rumbun, rumpun, padat ditumbuhi; rumbunrumbun, semak-semak, belukar; manarumbun, rimbun; di rumbunrumbun, sembunyi, didiamkan, di semak belukar, merondok.
Rumbung, gelang tangan; rumbungan, tabung bambu tempat menyimpan macam-macam barang; hujur mago, rumbungan jinalahan, lembing yang hilang harus dicari dalam tabung bambunya artinya dalam keadaan kesulitannya melihat kebodohan-kebodohan.
Rumpa, mangarumpa, gotong-royong, menolong; pangarumpa, kawan-kawan yang menolong pekerjaan.
Rumpak, mangarumpak, tumbang, patah, runtuh, rubuh msl rumah; mangarumpakhon, membongkar, meruntuhkan sesuatu, menumbangkan; marrupahan, rubuh dalam jumlah yang besar, bertumbangan.
Rumput, rumput yang diambil sebagai makanan kuda; masirumput, mengabil rumput, merumput; parrumputan, tempat diana rumput itu tumbuh atau disimpan, pengambilan rumput.
Rumram, penuh dengan kain-kainan, serampangan mengenai kain.
Runding, mangarunding, mengira, menghitung, meramal; pangarunding, peramal, membuat ramalan dari ruji-ruji yang diletakkan msl apakah sesuatu nama baik atau tidak begitulah disuru seorang pemuda menjelaskan apakah gadis pilihanya itu membahagiakannya atau tidak; pangarundingan, ramalan, tenungan.
Rundo, (= gansi), waktu jaga, ronda, aplusan berjaga.
Rundung, mangarundung, membuang, mencampakkan.
Rundut, kacau, campur baur, rumit, kusut mengenai benang, mengenai pidato, mengenai perhitungan; mangarunduti, mengusutkan, meruwetkan.
Rungap, marungap, luka pada mulut dan hidung.
Rungar, tarrungar, hidung berdarah.
Rungga, ranting-ranting kayu runcing, benda-benda tajam, duri yang dimasukkan ke dalam tanah untuk melindungi diri terhadap musuh dan pencuri; mangarungga, mengamankan sesuatu dengan duri.
Runggang, jatuh terjengkang, terbalik sehingga bagian atas menjadi di bawah; mangarungganghon, menumbangkan, merobohkan, menjungkirbalikkan.
Runggar, longgar msl pakaian, cincin.
Runggu, berkerumun, terkumpul, terhimpun; marrunggu, berkumpul, berapat, berhimpun; harungguan, tempat berkumpul-kumpul, rapat, sidang, pertemuan, himpunan; mangarunggurunggu ulaon, mengerjakan sesuatu dengan banyak orang; ulos harungguon, ulos dengan memakai banyak pola yang direncanakan datu di waktu bencana karena di antara pola yang banyak itu mungkin ada yang satu yang disukai tondi.

Rungguk, sirungguk, sej tanaman merambat yang elok; P.B.: disi sirungguk disi sitata, ia disi hita hundul, disi ompunta Debata, dimana ada sirungguk disana ada juga sitata, dimana kita raja-raja duduk (berapat) disitu juga ada Tuhan, artinya: ya mendengar kita berapat; P.B.: Tubu ma sirungguk di bona ni tadatada, nunga muba uhum, dung ro sibontar mata, sirungguk tumbuh di batang sitadatada, sekarang hukum sudah berubah oleh sebab orang bermata putih sudah datang.
Rungit, rasa asing; rungit ni roha tu, rasa asing, tidak akrab.
Rungka, lepas, timbul, bermula; rungka bada, pertempuran, pertarungan mulai; rungka sori ni ari, bahaya, celaka timbul; rungka roha, rasa hati terbuka, terbuka pikiran; marsirungkaon, terbuka.
Rungkar, (bdk ruar), muncul, datang ke muka; mangarungkari, membuka, membangkitkan.
Rungkas, sirungkas, sej tumbuh-tumbuhan yang menjalar.
Rungkisa, sej burung enggang mirip dengan rhinoceros tetapi tanpa tanduk pada paruhnya.
Rungkung, leher.
Rungkup, tidak harmonis, tidak berpadanan, bertentangan, bertolak belakang.
Rungreng, tiruan bunyi: gemerencing mengenai uang.
Rungrung, mangarungrung, melepaskan, menyiapkan segala sesuatu; marungrung, lepas; tarrungrung, terlepas; P.B.: tangke tarrungrung tumopot songkirna, manuk tarhiap tumopot sangkarna, horbo manurun tumopot barana, kapak yang lepas dari tangkainya harus kembali ke tangkainya, ayam yang lepas harus kembali ke keranjangnya, kerbau yang lari harus kembali ke kandangnya, artinya: orang harus menolong sesamanya agar kembali barang-barangnya yang hilang itu.
Runja, runjarunja, sepotong kayu yang diruncingi.
Runjak, mangarunjak, memasukkan ke dalam pipa, sarung.
Runjang, mangarunjang, menjatuhkan buah-buahan dengan memakai galah untuk memukulnya; runjang-runjang, galah untuk memukul sesuatu; sarunjang, apa yang dilakukan dengan sekali memukulkan.
Runjat, renggang, tidak rapat, nama ulos; runjat uhum, hukum itu tidak tetap, tidak dipelihara dengan baik; hirang runjat, keranjang yang jarang anyamannya; ulos barunjat, sej ulos.

Runsi, kulit yang membungkus beras; runsi obuk, rambut yang keriting.
Runsing, senjata.
Runsit, teliti mengenai hal keuangan.
Runsur, meluncur, bergeser turun, tergelincir ke bawah, menggeser ke bawah; mangarunsur, meluncurkan diri ke bawah; mangarunsurhon, meluncurkan sesuatu ke bawah, menggelincirkan, kata yang dipakai untuk mengganggu orang yang tidak dapat mengucapkan “r” dengan baik; runsur urur tu rura, tergelincir kaso ke jurang.
Runta, mangarunta, meronta untuk melepaskan diri dari kekangan, melepaskan diri mengenai kuda, meronta-ronta.
Runtas, mangaruntas, membongkar rumah.
Runtun, mangaruntuni, menarik msl rambut karena berdukacita.
Runtus, tergesa-gesa, cepat, segera; mangaruntus, menyegerakan, memperlekas, tergesa-gesa pergi. Rup, = rap.

Rupa, wajah, sosok, penampilan, rupa, bentuk, kemunculan, rupanya; juga: barangkali; rupa ho do na ro, rupanya engkaulah yang datang (= songon rupa ni ho); rupani, misalnya; marrupahon, mempunyai rupa…, berbentuk…; mangarupa, memperlakukan seseorang dengan sewenang-wenang; marpangarupai, menilai atas dasar potongan badan dan roman muka, msl pada para tamu.
Rupi, memandang dengan suram mengenai muka, muram.
Rupia, rupiah.
Ruprap, dentum senapan, tiruan bunyi tembakan senapan.
Rupun, mangarupun, beruntung membeli.
Rura, lurah, lembah; mangarura, memasuki lembah.
Ruru, tepi lereng; mangaruruhon, mangarurui, menjatuhkan orang ke dalam jurang.
Rurus, marurus, berjatuhan, rontok, gugur mengenai daun, rambut; mangarurus, menjatuhkan, menggugurkan, buah-buahan.
Rurut, mangarurut, menarik, menarik keluar, mencabut; mangarurut perak (golanggolang dsb), menarik perak sampai panjang menjadi kawat (kuningan dsb).
Rusa, menjadi bersih hati.
Rusak, hancur luluh mengenai perasaan, sedih; parusak, menyakiti, menyusahkan.
Rusrus, I. mangarusrus, membuang, mencampakkan; marusrus, dengan perlahan-lahan meluncur ke bawah. II. rusrus, sej rotan.
Rusuk, tusuk, rusuk, iga; rusuk na ngol, rusuk pendek; rusuk, ditusuk pada lembing, ditombak; pangarusukrusuhon, merasa ngeri di lambung, merasa ditusuk-tusuk di lambung; mangarusuk, menusuk pada sehelai tali, menombak; P.B: dapotan bubu mangarusuk sunggapa, pukat mendapat ikan, tapi pacak atau tonggak pukat mencucuk bikin luka-luka, nampaknya
beruntung ternyata celaka; rusuhan, tali, tusukan; sarusuhan dengke, setusukan ikan; rusuk bara, palang penutup kolong ruah (kandang).
Rusur, manarusur, berbunyi enak.
Rutas, gelang lengan bagian atas.
Rutia, penipuan, khianat.
Rutu, buhul, buku, mata kayu; marruturutu, berbuhul-buhul msl kulit pada banyak sitrun

S.
Sa, I. satu, se; (sada) sahoda, seekor kuda; sahali, sekali; na sahorbo, sebesar kerbau; na sa i, sebesar itu. II. ulok sa, ular raksasa. III. suda; nunga sa, sudah cukup, habislah aku pada permainan, sekarang tidak ada lagi taruhanku, aku kalah. IV. sa, cukup, puas, bosan; sa rohana, dia telah bosan, dia sudah muak, jemu; pasahon, mengerjakan sesuatu sampai jemu. V. akhiran sa biasanya dihubungkan dengan kata kerja dan menunjukkan kembali kepada objek; mangalehonsa, memberikannya (benda dsb yang dihunjuk); ndang tarbahensa, ia tidak dapat melakukannya; nampunasa, pemiliknya, yang empunya.
Saba, lahan basah, sawah (lawan hauma tur = ladang); saba langit, sawah yang hanya diairi oleh hujan, sawah tadah hujan.
Sabam, tawakal, sabar, terhibur, senang, tidak mudah putus asa, tabah, teguh batin; sabam rohana, dia merasa senang, senang hatinya, tabah dia; pasabamhon, menghiburkan, menyenangkan hati, menyabarkan, meneguhkan batin; sipasabam roha, yang menghiburkan, penghibur; manghasabamhon, me-rasa senang dengan, gemar dengan, berpasrah, menerima sesuatu dengan tawakal, dengan tabah.
Saban, saban ari, = ganup ari.

Sabang, persambungan kayu dalam hal mana dua balok dihubungkan secara memanjang. Sabar, pagar dari maremare dipasang di dalam air untuk mengusir ikan melalui pagar itu ke dalam jala; manabar, memasang pagar seperti itu, menghalau ikan masuk jala; manabar hata, mengucapkan kata-kata dengan hati-hati, dengan lebih dahulu mengatakan “santabi” untuk menghindarkan segala sesuatu yang dapat menyinggung parasaan orang, minta permisi dengan ucapan “santabi”; saburan, bendungan yang dibangun di danau atau kolam serta menutup jalannya ke luar agar kemudian mencari ikan.
Sabas, puas, menyenangkan.
Sabat, hambatan, halangan, rintangan, kendala; manabati, menghalangi, menghambat, menahan seseorang, merintangi; tarsabat, terhalang, terhambat.
Sabesabe, selendang, hiasan, dandanan, kain (ulos) yang digantungkan pada bahu, kain yang disandang di bahu; marsabesabe, mengenakan kain (ulos) yang digantungkan pada bahu msl sewaktu menari, menyandang selendang; sabesabe ni hata, hiasan pada pidato, basa basi.
Sabi, I. sawi, tanaman kecil yang dimakan sebagai sayur. II. sabi atau sasabi, sabit, arit, pemotong rumput; manabi, memotong dengan sabit; bulan sasabi, bulan sabit; sasabi tur ma dilana manghatai, lidahnya adalah cepat, terburu-buru bagaikan sabit di ladang kering (dimana lebih baik ia memotong seperti di saba). III. sabi, tajam melihat karena benci dan dendam, bringas, , menolak dikatakan mengenai mata: sabi matana.

Sabilang, = sapata (bdk bilang).

Sabor = sabar.

Sabtu = sabtu.

Sabuk, cawat, sabuk; marsabuk, bersabuk, memakai sabuk, bercawat, melilitkan sabuk antara dua paha; diparsabuk (ihurna), menyempitkan ekornya antara dua kaki, dipersabuk ekornya.
Sabul, sinabul, bukti, kata untuk pembelaan; parsinabul, pembela di pengadilan, pengacara, penasehat; bdk abul.

Sabun, sabun.
Sabung, I. manabung, melaga, menyabung ayam jantan atau manusia; marsabung, bertempur, berlaga, berkelahi; panabungon, perkelahian binatang, tempat sabungan ayam; sabungan, ayam jantan, ayam laga; sabungan ni obuk, rambut kepala yang terpanjang; huta sabungan, ibukota. II. sabung, mesiu.
Sabur, berserakan, bertaburan, tercecer, terserak-serak, tertabur; sabur bintang, bintang-bintang dalam jumlah besar terlihat, bintang bertabur; sabur uban, telah mempunyai beberapa uban, uban bertabur; manabur, menabur benih; panabur, penabur; saburon, waktu menabur; panaburi, demikianlah dikatakan mengenai beras yang ditaburkan di belakang mayat; kutukan = sai panaburim ma i, mudah-mudahan itu berarti kematianmu: begitulah diucapkan di belakang seseorang pencuri; panaburi, jampi untuk membuat orang tidur
Sabut, sabut ni harambir, sabut kelapa, kulit luar buah kelapa.
Sada, satu, seorang, tunggal, satu-satunya, sesuatu; sasada, tunggal, sendiri, seorang diri; sasada ibana, dia sendiri, hanya dia; sasadangku, aku sendiri, hanya aku; sasadam, engkau sendiri, hanya kau; sasadasa (sasadana),dia sendiri, hanya dia; nantuari sada, kemarin dulu; na taon sada, dua tahun lewat; sadasada, satu demi satu, satu per satu; sada roha (saroha), sehati, seia, sepakat, dengan suara bulat; sahata saoloan, seia sekata; dongan sahuta, teman sekampung; dongan sabagas, teman serumah; dongan saripe, suami; dongan sabangsa, teman sebangsa; pasadahon, menyatukan; pasadahon roha, membuat supaya sepakat, supaya bersuara bulat, meyatukan pendapat, memutuskan; sada ma roham, ammbillah keputusan; sumada, lebih bersatu padu; marhuta sada, berangkat, bepergian; bulan sipahasada, nama bulan pertama penanggalan Batak; na sada on….na sada an, yang satu….yang lain; marsada ni roha, marsaroha, bersatu padu, seia, sekata; parsadaan, tentang mana orang sepakat, seia, persatuan; ompu parsadaan, leluhur, nenek moyang bersama.
Sadi, mansadi, berhenti; marpansadian, mengaso, berhenti, berakhir.
Sadia, berapa? ndang sadia, tidak banyak, sedikit, tidak seberapa; ndang sadia arga, tidak berapa mahal; sadia argana? berapa harganya?
Sadihari (dari: sadia ari), di waktu mana, kapan? ndang sadihari, tidak cukup itu, tidak ada waktu untuk itu, tidak sempat.
Sadum, sej ulos.

Sae, I. cukup, lampau, sudah, selesai mengenai proses, lunas mengenai hutang; nunga sae, sudah cukup; nunga sae hata i, perkara itu sudah selesai, sudah diputuskan; P.B.: uli pe hata pintor, ulian do hata sae, perkara yang adil itu bagus, tetapi lebih bagus lagi perkara yang sudah selesai; sae utangna, hutangnya sudah lunas, selesai hutangnya; pasaehon, menyelesaikan, membayar, menghabisi; marsae mara, (dari: ndang adong be mara atau malu, kata halus untuk telanjang, bertelanjang. II. tidak dikerjakan, tidak ada pohon-pohon kayu mengenai tanah, bersih dari rerumputan (arti dasar = ias, bersih); pasaehon, membersihkan tanah; sae, juga dikatakan mengenai orang yang sudah kebal (imun) terhadap penyakit menular dan tidak lagi kambuh; saean ngenge, telah pernah dihinggapi penyakit cacar; sae dagingna, mengenai perempuan: ia tidak hamil, mandul; saesaean, tidak bertunangan mengenai anak perempuan yang pernah bertunangan, tetapi sudah bebas dan dapat dipinang lagi, bekas bertunangan sekarang lowong. III. saesae, sej rumput; sae batu, sej pohon yang daunnya lunak. IV. saesae, pertanda bahwa si isteri sudah cerai, ia pergi dengan sanggul saesae ke pekan, siapa yang mengambil sanggul itu menandakan bahwa ia mau mengawininya.
Saelam, sisaelam, lih elam.
Saem, pengganti sesuatu yang diberikan kepada begu, msl kerbau sebagai pengganti orang yang sakit; mangusaem, mausaem, memakai pengganti seperti itu; sumaem, = humophop, sebagai pengganti untuk.
Saemara, telanjang, bugil, lih sae I.

Saep, putus harapan, tumbal, silih, pengalih, tidak mempunyai harapan lagi, sudah lampau, sudah lewat; nunga saep roha, mengetahui dengan pasti; saep ladang, mati haid, mandul rahim, tidak ada harapan lagi beroleh anak, tidak mendapat anak lagi (tidak mempunyai harapan bahwa di ladang, yaitu rahim ibu, akan tumbuh lagi); saep = ulos (And).
Saga, ampang, kecil; sagasaga, sej tulila, harmonika mulut terdiri dari lidah dari hodong yang ditarok di muka mulut dan dengan menariknya menimbulkan getaran, harmonika bambu.
Sagak, padi, yang tumbuh lagi dari tunggul jerami, tunas yang tumbuh sesudah panen.
Sagal = mahap; sagal mangan juhut, sangat kenyang, puas, sabas (makan daging).
Sagala, semua, segala dalam bahasa datu; nama marga.
Sagan, saganon, bongkah-bongkah, potongan-potongan kayu api yang besar-besar yang dibakar untuk seorang ibu yang baru bersalin supaya ia tetap panas; P.B: unang pos roham marhalangulu saganon, janganlah berlaku semberono dengan memakai potongan kayu api sebagai bantal, mungkin kayu api itu terbakar, dan membakar engkau, artinya: janganlah membuat seseorang menjadi sahabat yang dapat merugikan engkau, jangan bersandar pada orang yang tak beres.
Sagang, tidak ada di kampung, senggang, kosong, sepi; sagang ari, kesatuan, penentuan waktu: pukul 10 pagi di waktu mana mungkin tidak ada orang di dalam kampung; sagang borngin, pukul 11 malam di waktu mana orang tidak berada di luar; di sagangsagang ni ari, pada waktu tidak ada orang dalam kampung karena semua bekerja di luar kampung, di senggang-senggang hari.
Sage, mansage, menyebarkan jerami di ladang agar dipakai sebagai alas padi yang mau ditebah.
Sagi, dibagi; marsagi (diparsagi), membagi dengan baik sehingga yang satu tidak menerima segala sesuatu yang baik dan yang lain segala sesuatu yang jelek; managihon, membagi-bagikan, membagi atau menyusun dengan baik sehingga berkumpul yang sama sifatnya, memberikan kepada setiap orang apa ia berhak menerima, masing-masing diletakkan di tempatnya; pasagihon, membagi-bagikan msl pekerjaan; sagisagian ni pinahan, bermacam-macam ternak; masipasagian, membagi-bagi antara sesama mereka; marga sagisagian, dari setiap marga ada yang hadir; sagi, sudut, segi, siku; si opat sagi, empat segi, empat siku.
Sagu, sago, sumsum, tepung tanam-tanaman yang mengandung sagu (rumbia arrouroot dsb); sagu ni tano, kekuatan tanah; sagusagu, kue-kue dari tepung yang diuapi, suatu sedapan yang disukai orang Batak; panagunaguan, daun dalam mana sagusagu itu dibungkus, pembuatan kue sago.
Saguman, semua, masing-masing.
Sahal, tajam, pedas mengenai citarasa, tajam, menusuk rasanya.
Sahala, kemuliaan, kharisma, hikmat, kesaktian, wibawa, kebesaran otoritas, penuh kesaktian; marsahala, mempunyai kemuliaan, kebesaran, otoritas; ndang marsahala ibana mangarajai, tak berwibawa dia memerintah.
Sahan, tabung tuak, tanduk tempat minuman dari mana datu menuangkan sesuatu pemberian dengan menuangkan tuak melalui ujungnya; manahan, menuangkan tuak dari tanduk ke dalam mulut, menuang air ke dalam mulut.
Sahap, cap, meterai, stempel, segel; manahapi, mencapkan, memateraikan, mensahkan, menobatkan.
Sahat, I. tiba, sampai, selesai, terwujud, diserahkan; pasahathon, menyampaikan, menyerahkan; pasahathon daung, = manggondanghon daung; hasahatan, alamat yang di tuju, tempat penyampaian, alamat, tujuan ; hasahatan ni manuk, isi perut ayam dekat perut besar; pamahatan, orang kepada siapa sesuatu disampaikan, kepada siapa sesuatu dikirim; hujur panahatan, denda yang diberikan seorang lelaki yang melarikan seorang anak perempuan kepada pihak perempuan sebagai bukti bahwa ia mau membayar segala sesuatu; hasasahat, kedatangan, penyerahan, sampainya; pasahathon pelean, memberikan persembahan kepada roh-roh yang berhak menerima, menyerahkan sajian. II. sahaton, sakit pada kaki yang dianggap sebagai tanda sakit kusta; manahat, menyakitkan kaki orang dengan sihir dengan jalan menyihiri jejaknya; disahat begu, kakinya dibuat sakit oleh begu.

Sahe, I. manahei, membagi-bagi dalam potongan-potongan, dipotong berkerat-kerat mengenai binatang yang dipotong. II. marsahe, bersetubuh mengenai binatang; hoda marsahe, kuda bastar, keledai.
Sahiri, tikus.
Sahit, sakit, penyakit; sahit bali, penyakit menular; marsahit, sakit, menderita, mengidap penyakit; sahitan, idem; parsahitan, penyakit, keadaan sakit; panahit, dalam arti sembunyi: cacing dalam usus, mempunyai cacing; manahiti, menyakiti, membuat seseorang sakit, msl dikatakan mengenai begu; na sinahitan ni begu, sakit dibuat begu (menurut anggapan orang Batak kuno semua penyakit menular disebabkan begu).

Sahor, tak selera, tidak enak mengenai citarasa, tajam, rasanya menggigit.
Sai, I. selalu saja, sama sekali, tidak dapat tidak, terus-terusan; sai dialo do ahu, selalu dia melawan saya; sai manjua do raja i, raja itu tetap menolak; sai mulak do sahit i, penyakit itu selalu kambuh; na sai leleng, sudah lama; na sai laon, dahulu, sebelumnya; na sai laon, sangat sulit (bdk mansai, sangat). II. kata depan ditarok di depan imperatif dan optatif, semoga, kiranya, mudah-mudahan; sai ro ma ho, datanglah; sai saut ma tahim, mudah-mudahan rencanamu terwujud; sai tubu ma torop anakmu, semoga anda mendapat banyak anak lelaki; sai dao ma begu, semoga jauh penyakit; “sai” ini sering terdapat pada permulaan doa.
Saing, persaingan, percekcokan, perlawanan; marsaing, berkelahi, berjuang; pasaing, saling berkelahi, atas mengatasi, dalam keadaan bersaing.
Sait, gigi runcing, taring pada manusia dan binatang; marsait, bertaring msl kuda; saitan, cantelan, kait besi pada pelana kuda beban; sait ni porhas, batu runcing, sinar kilat; sait ni huta, nama daerah di Silindung.
Saksak, I. putih bersih, putih metah, putih sekali sehingga menyilaukan mata. II. manaksakhon tihas, mengumumkan kesalahan, kekeliruan, membongkar habis cacat orang. Saksi, I. ketenteuan, aturan. II. saksi; manaksihon, menyaksikan.
Sala, I. kesalahan, kekurangan, ketidak adilan, bersalah, dosa, mempunyai kekurangan; sala ho, kau berbuat salah; salangku, itu adalah salahku, saya berbuat salah; manopoti sala, mengakui kesalahan; marsala, melakukan perbuatan salah, salah; sala so, salah oleh sebab ini dan itu tidak ada; sala dohot, salah ikut, salah oleh karena turut melakukannya; singir sala so, denda yang harus dibayar kampung oleh sebab tidak turut berpesta; sumala, lebih salah, lebih keliru; dia salana, apa kekurangannya, apa yang kurang; manalahon, menyalahkan, mempersalahkan dia. II. manalahon, mengingkari, menyangkal, mengelakkan sesuatu; hasalasalaan, denda, hukuman uang dengan mana orang mengakui hutangnya; manala, bersalah.
Salae, kodok kecil yang hidup di pohon kayu, kodok hijau.
Salaga, kayu pada kuk tenggala pada mana patil tergantung, cantelan kuk.
Salaha, duri yang dipasang di pohon buah-buahan agar tidak dapat dipanjat orang, kawat duri keliling pohon agar tak dipanjati.
Salaksak, licin, botak (dari: saksak?); salaksahon, dalam keadaan botak, dalam keadaan gundul.
Salamat, I. tabik, salam (= tabe); salamat pagi, selamat pagi; salamat taon baru, selamat tahun baru; salamat dalan, selamat jalan; salamat tinggal, selamat tingggal (bagi mereka yang tinggal). II. sasaran; marsalamat, menembak sasaran.
Salang, I. marsalang, tidak bertutup, kata yang kurang sopan untuk telanjang; salangsalang, tidak pakai sarung mengenai pisau, pedang, tidak mengenakan pakaian mengenai orang telanjang; teka-teki: jolo marabit asa salangsalang, lebih dulu berpakaian baru telanjang, yaitu bambu yang di waktu bertunas mempunyai pembungkus yang kemudian jatuh. II. salang, malahan, bahkan, sedangkan.
Salaon, tarum, nila, biru seperti nila; marsalaon, kehitam-hitaman mengenai muka.
Salapa, selapa, kotak cerutu, tempat tembakau dari kuningan atau perak.
Salapsap, I. atap rumah Batak yang menjorok ke depan. II. tanduk kerbau yang dipasang di puncak atap.
Sale, manale, mengeringkan di atas perapian, mengeringkan sesuatu dekat api, mengasapi, menganguskan kayu supaya mudah dibawa sebagaimana orang msl membuat butar sebelum membawanya dari hutan ke rumah; salean, rak yang dipasang atas perapian untuk mempercepat keringnya kayu, para-para di atas perapian; sisalesale tarup, yang mengasapi atap, yang nyonya rumah, dia yang memasak. Salempang, selempang, tempat mesiu dari tanduk, tabung mesiu.
Salempong, = sagasaga.

Salendang, selendang, kain yang disandang kaum wanita.
Salenggam, kayu bulat, rol kayu yang dipakai untuk meratakan, beras/padi dalam solup, alat perata isi liter.
Salese, (bdk lese), manalesehon, melunasi hutang, menyelesaikan hutang, mengimpaskan.
Sali, marsali, meminjam, berhutang, menjamin mengenai utang atau benda; pasalihon (dipasali), membantu orang de-ngan memberi jaminan, menghutangkan; parsalian, orang yang memberi pinjaman, kreditor, tempat meminjam; dipasalihon, dipinjamkan, dihutangkan.
Salibon, alis, bulu kening; mengkel salibon, tertawa dengan tidak menggerakkan mulut.
Salik, manalik, menyindir, mengolok, mengucapkan kata-kata yang keji secara sembunyi sehingga orang yang mengucapkan kata-kata itu tidak dapat ditangkap.
Salimbatuk, sej rumput yang harum yang dipakai untuk bahan obat.
Salimbolbol, sembelit; salimbolbolon, menderita penyakit ini, sembelitan, terkena sembelit.
Salimpotpot, kunang-kunang; marsalimpotpot diida, pandangannya berkunang-kunang. Salin, I. manalin, mengganti, mengganti pakaian, mengenakan sesuatu; marsalin, mengenakan pakaian lain, tukar pakaian; sasalin abit, pakaian yang lengkap; mamalin (tu), menterjemahkan ke bahasa lain. II. salin, lain, menonjol kelihatan dalam arti jelek; na sumalin, lain sekali dari seharusnya; sumalin do losokmu sian N., engkau lebih malas daripada N.; mate sumalin, mati sewaktu hamil mengenai perempuan, yaitu: mati tidak dengan hormat, mati tercela.
Salipi, tas dari kulit binatang berantai kuningan dan dibawa dengan tangan; tas bergagang rantai keemasan.
Salisi, selisih, perbedaan; pertengkaran, pertikaian; marsalisi, berbeda, bertengkar, saling berselisih; parsalisian, perselisihan, pertengkaran, perbedaan; parsalision, jampi, yang membuat peluru tidak mengenai sasarannya; manalisi, menjauhi diri; marparsalisian, berbeda, berselisih, bertikai; sadia selisina, berapa selisihnya, berapa perbedaannya.
Salit, sulit, sukar; salit tabaon, sulit untuk ditebang; salit pangkuron, sulit untuk dicangkul.
Sallak, manallak, memarahi, menyapa seseorang dengan suara yang keras, menegor keras, memarahi.
Sallot, = sungkot, tercantel, tersangkut; masipasallotan, sangkut-menyangkut; marsallot-sallot, seperti tangga, menyerupai tangga. Salngam, nyambung, hubungan antara dua balok yang disambung; masisalngaman, saling nyambung.
Salngit, bau, berbau sengit.
Salobat = salohat.

Salohat, suling yang lobang tiupnya ditengah-tengah.

Salohot, sej rumput yang bunganya mudah melekat (lohot); juga sejenis tumbuh-tumbuhan yang dipakai tukang emas untuk menyoldir.
Salong, mansalong, mengutip, memetik daun sayur, mencari sayur, mengambil dari kebun; mansalong hata, mencari kata-kata sedemikian rupa sehingga sulit bagi lawan untuk menjawabnya; martunggu ingkau sinalong, mencari keadilan, dikatakan mengenai paranak yang mengadukan bila isteri anaknya laki-laki lari dengan niat jahat; anak sinalong, seorang anak yang lahir di luar pernihakan resmi; ingkau sinalong, denda yang dibayar oleh ayah kepada suami perempuan yang lari daripadanya sebagai ganti rugi karena tenaga si isteri di kebun telah lama berkekurangan, denda terhadap pelanggaran akad nikah (sebenarnya: sayur yang dipetik).
Salongkap, manalongkap, sangatbau, pengap, bau tengik yang menyengat hidung.
Salongki, seloki.
Salop, hubungan rahang bawah dengan tulang kepala, sendi rahang. Salosap, = gaja lumpat.

Salose, = salese.

Salpu, lewat, lampau, lalu, terlewat; salpu sataon, setelah setahun; dung salpu i, setelah itu; manalpuhon, manalpui, melampaukan, melewatkan, melebih-lebihi, melewati; masalpuhu, melebihi, melewati, kelewat batas; pasalpuhon, membiarkan sesuatu lewat, melewatkan sesuatu; sisalpusalpu langka, pekerjaan atau keadaan dalam hal mana orang terlambat datang; tolu ari salpu, tiga hari yang lampau.
Salsal, I. sej pohon kayu yang getahnya menimbulkan gatal. II. terang, tampak, dapat dilihat, nampak jelas; salsal ni hamonangan, kemenangan, yang jelas: salsal ulina, keelokan, kecantikan umumnya tampak; marsinalsal, umumnya dapat dilihat, cemerlang.
Saludang, bunga pohon aren dan pinang.
Saluksuk, manaluksuk, membubung, lih suksuk II.
Salumbung, sarung yang sudah berjahit (mandar).

Salung, I, manalung roha, memahami seseorang, mengambil hati seseorang. II. = pansung.

Salusu, selusuh, upaya-upaya meringankan penderitaan msl pada kelahiran, pemasungan; salusu ni hata, perkataan yang membuat permintaan diluluskan; salusu ni bodil, saluran yang menghubungkan mesiu dan tempat mesiu. Saluran itu dibuat makin lebar pada arah tempat mesiu, agar api itu dipakai lebih mudah masuk.
Sama, sama, bersama-sama; sama tubu ni namora, mereka bersama-sama adalah anak orang-orang kaya; sama so alit, sama-sama tidak bisa dikalahkan, sama-sama tidak mindir; dongan sam dongan, sesama kawan; marbada isi ni huta i sama nasida, penduduk kampung itu berkelahi sesama mereka.
Samak, kabur, samar-samar, tidak jelas kelihatan, tidak terang, serupa tetapi hanya kira-kira tidak dilihat dengan sungguh-sungguh; samak huida, saya lihat semua samar-samar, sama; manamaknamak, mengganti pakaian, membuat supaya tidak dikenal; pasamakhon, idem.
Samar, I. tarsamar, keracunan, kena racun, tercamar racun. II. ndang marsamari pogosna (hamoraonna), kemiskinannya (kekayaannya) adalah luar biasa, tidak terbandingkan; na pogos so marsamari, sangat miskin tidak terbandingkan.
Sambal, sambal.
Samban, I. penghalang, halangan, ganjal, lintang; so binoto be samban, dia tidak mau ditahan atau dihentikan sewaktu lari cepat; samban bingkolang, lih bingkolang; manamban, melintangi. II. sambansamban, sej sampesampe.

Sambang, I. masa tak berbuah, waktu pohon tidak berbuah; sambang ni parbue ni hau nuaeng, sekarang adalah waktu pohon-pohon kayu tidak berbuah. II. sambangsambang, sej rumput yang melekat. Sambar, tidak menuruti aturan, tidak pada tempatnya, salah, tertukar, palsu, tidak normal; sambar do i di rohangku, menurut tanggapan saya itu adalah salah; marsambar, bertukar, berganti; masipasambaran, saling menukar, campuraduk, tukar menukar.
Sambil, alat penjerat burung, jerat, perangkap; marsambil, memasang jerat; tarsambil, tertangkap oleh jerat, kena jerat, terjerat; parsambilan, nama daerah di Toba.
Sambilan, sembilan (Angk); sambilan deso, sej logam.
Sambilu, sembilu, kulit bambu; kulit tajam bambu untuk memotong tali pusat.
Sambing, hanya, saja, melulu, semata-mata, cuma; ho sambing dihaposi rohangku, engkau saja yang saya percayai; sadari sambing, hanya sehari saja.
Sambok, cambuk, cemeti.
Sambol, manamboli, menyembelih, memotong; tarsambol, kena sembelih, terpotong.
Sambolik, = sambolit.

Sambolit, = sitomu; samboliton, berpenyakit sembelit, khusus mengenai saraf.
Sambong, sahan, baskom, cambung.
Sambor, celaka, buruk, sial, malapetaka mengenai mimpi.
Sambubu, (bdk ambubu), mercu kepala, ubun-ubun; apus-apus sambubu, kekejian, kejahatan, jahanan, jahat, kejahatannya.
Sambulo, tempat asal, tempat dari mana nenek moyang berasal, tanah leluhur.
Sambuk, = sambok.
Samburan, tiba-tiba sangat terkejut, amat terkejut, kaget.
Sambut, I. marsambut, mengambil panjar, membeli atas dasar panjar, persekot. II. manambut, sumambut roha, menyambut, mengusahakan untuk mengambil hatinya.
Same, samai, bibit padi yang siap untuk ditanam, padi yang ditaburkan pada tempat tertentu untuk kelak dipindahkan ke sawah; parsamean, persemaian; P.B.: joloan di pudi songon panamean, yang pertama sering di belakangkan seperti semaian yang mula-mula ditaburkan akan tetapi belakangan menjadi besar karena pemindahannya.
Samir, I. manapiri, merampas pakaian orang. II. samir, apa yang dipakai sebagai penaung msl daun-daun.
Samisara, nama hari ke-tujuh; samisara purnama, nama hari ke-empatbelas; samisara mora turun, nama hari ke-duapuluh satu; samisara bulan mate, nama hari ke-duapuluh delapan.
Samo, biasa, sederhana dalam tindakan dan berpakaian; parsamoan, = hatopan.

Samol, masamol, terendam, berupa bubur, lembek betul ditumbuk; manamolhon, menumbuk sampai lembek betul. Samon, kabur, embun, kabut; samon, kabut, kabur mengenai cahaya.
Samonding, empat helai papan yang mengelilingi dapur (perapian) dalam rumah.
Samot, manamot, mencari harta; mansamot, mencari nafkah, mencari rejeki; sinamot, harta, milik, kekayaan, penghasilan, mahar, mas kawin; pansamotan, panamotan, idem; parsinamot godang, orang kaya; ucapan selamat: tuak na tonggi, bahulbahul pansalongan, di ruma ma tondi, tiur ma ro panamotan, tuak manis dan sumber rejeki, tegarlah jiwa, melimpah nafkah.
Sampak, tersirap, tercampak; sampak mudarna, darahnya mendidih msl pada kejutan tiba-tiba; sapaksampak mudar, darah mengalir ke jantung karena terkejut atau ketakutan; manampakhon jala, mencampakkan jala; sampak aek, mengumumkan perang denga resmi karena menembak di muka kampung musuh; sude disampak, semua diperanginya, semua dilawannya; disampak ngalina do lasna, letih membuat ketenangan, sesudah merugi timbul laba; sampaksampak, penyakit campak, kerena orang yang menderita campak disiram dengan air; tarsampak dengke, sewaktu menimba air dengan tidak sengaja turut ikan terbuang ke dalam air; tarsampak bogas, tertangkap basah secara tiba-tiba.
Sampal, manampal, = maneat (seat).

Sampang, I. masih cukup, ada waktu, sempat; sampang dope huida nasida, saya masih sempat melihat mereka; ndang sampang be, tidak sempat lagi; datu sampang, datu sempalan, bukan dukun professional, hanya bertindak (molo sampang). III. manampang, dinding ditutup dengan sesuatu, mencat dinding; sampang, cat; manampanghon hapur tu dorpi, melapukan kapur di dinding. III. sampang, sej pohon kayu, yang kayunya kuning.
Sampar, epidemi; disoro sampar do huta i, wabah menimpa kampung itu.
Sampat, manampathon, membuang, mencampakkan, melemparkan.
Sampe, sampai, tiba, penuh, genap; sampe tolu bulan, tiga bulan penuh, hingga tiga bulan; sampe modom (sampimodom), bila semua sudah tidur, jam 10 malam; dolidoli sampe bunga, pemuda yang sudah dewasa, perjaka dewasa; hasampaean, kedatangan, kesampaian; sampe tua, uang atau kain yang diberikan para undangan sewaktu meresmikan penempatan rumah; sampesampe, kain berlipat digantungkan pada bahu, selendang.
Sampiar, manampiar, menangis kuat, meraung.
Sampilpil, sej tanaman paku, pakis; P.B.: tubuan sampilpil tano na matolbak, bertumbuh pakis di tanah yang longsor, bagaimanapun kerusakan, selalu ada harapan bertumbuh sesuatu.
Sampilulut, tumbuhan yang getahnya dipakai sebagai pewarna benang tenun. Sampinur, sej pohon cemara, pohon pinus, yang kayunya ber-warna putih; jenis-jenis: sampinur bunga, sampinur tali.

Sampok, cincin yang dipasang pada gagang pisau untuk mengikat pisau dan gagang bersama-sama.
Sampu, begu sampu, roh jahat yang menyebabkan kejang; sampusampu, kejang; sampusampuon, penyakit kejang, penyakit ayan.
Sampur, campur, tercampur, bersanggama, kawin; manampur, mencampurkan msl tuak dengan air; pasampurhon, mengawinkan; ari raya hasampuran, hari persetubuhan, perkawinan; sampur worna, 1. kain (ulos) yang pada polanya terdapat berbagai-bagai warna. 2. nasi yang dibawa para pengunjung janji (borhat janji) kepada orang yang dikunjungi; sampur pandidion, pesta pada pemberian nama kepada anak.
Sampuraga, sej jeruk yang rasanya asam-manis; juga: nama sebuah gunung.
Sampuran (dari: pansuran), air terjun; P.B.: sitahan sampuran na so ra buruk, sihunti dolok na so ra tarhapit, penadah air terjun yang tak kunjung mabuk, menjungjung gunung yang tak terhimpit, artinya: tokoh yang sanggup melawan arus.
Samudora, samudera, nama kerajaan asli dulu di Sumatera Utara. Orang Portugis mengambil nama ini untuk mengebut seluruh Sumatera; pusat samudora, pusat samudera, tempat laut yang paling dalam; jalan masuk ke dunia bawah (legenda).
Samuk, haram, najis, pantang msl daging babi untuk orang yang beragama Islam, pantangan buat orang berdiet; parsaporsamuk, seseorang yang harus menghindarkan sesuatu.
Samun, manamun, menyamun, merampok; panamun, penyamun, perampok.
Sandang, sandang; manandang, menyandang, mengenakan ulos sedemikian rupa sehingga seluruh tubuhnya tertutup bila tidak berpakaian dalam; marsandang, hamil oleh sebab para perempuan sewaktu hamil mengenakan ulos dengan cara ini; sandang odap, menyandang sesuatu dengan melilit pada dada seperti sebuah tas; sandangan podang, penunjuk umur: demikian besarnya sehingga dapat membawa pedang tanpa menyeretnya; disandangodaphon, dibawa sesuatu tergantung pada bahu, membawa seperti odap.

Sandap, = sintap, intap.

Sandar, hinggap, bersandar msl papan yang disandarkan ke dinding; mangunsandar, (bdk mangunsande), bersandar di be-lakang; hasandaran ni begu, medium, orang kepada siapa roh orang mati turun, tempat bersandar atau tempat hinggapnya roh.
Sande, manande, menyokong seseorang, menggunakan dia sebagai penolong untuk bersandar kepadanya; mangunsande, bersandar; pangunsandean, sesuatu pada mana seseorang bersandar, sandaran, tumpuan; bagot sisande bona, pohon enau yang batangnya miring sebelah bawah; sandesande, balok pendek yang menghubungkan pandingdingan dengan atap, pada mana papan dinding bersandar.
Sanding, parsanding, papan-papan yang dipasang di dinding di mana dapat diletakkan segala sesuatu.
Sandiri, sendiri; bdk diri.

Sandok, lih dok I.

Sandu, candu, opium; marsandu, mengisap candu; parsandu, pengisap candu.
Sanduduk, sej pohon, tumbuhan semak (oleander yang liar), senduduk.
Sandura, getah pohon kayu berwarna merah.
Sane, hujur sane, sej lembing yang oleh raja dipakai sebagai perhiasan.
Sanga, I. sempat, kata depan: sampai; sanga dope huida ibana, saya masih sempat melihatnya; sanga tolu hali, sampai tiga kali; sanga pitu borngin, tujuh hari penuh; ndang sanga be, tidak sempat lagi; sanga ma di hasasangana, setelah tiba waktunya; pasanga, sempatkan, berilah waktumu. II. sanga, = manang (Angk). III. sangasanga, periuk kecil untuk memasak sayur.
Sangajo, sengaja; sinangajo, bersengaja.
Sangap, terhormat, berhati mulia, mulia, rajawi, dihormati, patut dihormat, kemuliaan, kebesaran; hasangapon, kehormatan, kemuliaan, derajat tinggi; marsangap, terhormat, berwibawa; pasangaphon, memuliakan, menghormati seseorang; diparsangapi, dimuliakan, dihormati; na sangap, orang mulia, bangsawan; marsisangapi, berbeda dalam kemuliaan, tidak sama mulia.
Sangar, bagian ujung yang lebar, corong yang mengumandang bunyi pada serunai atau terompet.
Sange, semua, terbanyak, tersebar luas, bulat; nunga sange nasida masuk, semuanya mereka sudah masuk.
Sangele, = sanggele.

Sangga, I. manangga, mengabdi, melakukan ibadat; manangga ra-ja, menjamu raja untuk memujinya; pasanggasanggaon, mengabdi. II. = sanga.

Sanggak, I. terheran, tidak berbuat apa-apa karena keheranan. II. besar mengenai kepala kuda.
Sanggal, tarsanggal, terdampar mengenai kapal; hasanggalan ni solu, tempat mendaratkan dan penyimpanan solu.

Sanggalan, bukit antara dua lembah.
Sanggalia, rongga, ruangan yang kosong pada ogung.

Sanggapati, patung dewa yang menyerupai pangulubalang, dengan mana orang hendak memusnahkan musuh.
Sanggar, I. sej rumput pimping; sanggar lahi, sej rumput pimping kecil; sanggar borhu, lih borhu; sumanggar, menjadi keras dan kukuh mengenai bulir padi. II. mananggarnanggar ingkau, memasak sayur bersama garam dan lada dalam air.
Sangge, pundi-pundi yang menyerupai jala kecil.
Sanggele, rintangan, hambatan.
Sanggesangge, I. sej rumput yang tinggi berbau harum. II. potongan-potongan ijuk yang besar.
Sanggirgir, sej rumput yang berduri.
Sanggo, = anggo.

Sanggul, I. sanggul, konde, perhiasan bunga pada rambut; hatetehan sanggul, keguguran; sebenarnya: kejatuhan sanggul; sanggulsanggul ni begu, hiasan bunga sebagai obat terhadap roh-roh jahat; pagar parsanggulan, penangkal bagi orang-orang yang hamil; parsanggulan, kundai, tempat sanggul, belakang kepala (Angk); mananggul, berkundai; parsanggulan, rahang babi bagian atas. II. sanggulan, cacar; marsanggulan, berpenyakit cacar.
Sanggum, pakaian lengkap, segala sesuatu yang berpasangan, anggun.
Sangka, I. trompet yang diperbuat dari tanduk kerbau. II. gulo sangka, gula aren. III. manangka, ndang disangka = ndang dipardulihon.

Sangkak, sangkar, keranjang yang dianyam tempat ayam mengeram; manuk tarhiap tumopot sangkakna dsb, lih rungrung.

Sangkalan, talenan, landasan kayu untuk mencencang daging; manangkalanhon dirina, mengurbankan dirinya menolong seseorang.
Sangkalia, jimat terdiri dari tulang yang dibawa datu, dan diselipkan dalam ikat pinggang.
Sangkam, tepat, akrab, erat, diikat dengan baik, memperlihatkan dirinya secara terang-terangan sebagai kawan; panolai gabe sangkam, wasit menjadi memihak, penengah yang berpihak.
Sangkang, manangkang, memihak, menyebelah, bersikap berat sebelah.
Sangkap, keinginan, rencana, maksud, niat, harapan; sangkap-sangkap ni roha, keinginan, rencana; marsangkap, bermaksud, berencana; sumangkapi, beranganangan, merancangrancang, mengingini sesuatu, ber-kehendak, menentukan; na sinangkap ni roha, keinginan, kerinduan, hasrat; sangkap balik, berputar balik, pemalsuan, pemutarbalikan.
Sangkar, laki-laki (= baoa); laki-laki yang dewasa tetapi belum kawin; marnangkarnangkar, manangkarnangkar hidup sendirian, dalam keadaan tanpa isteri dan tungku sendiri; sangkar ni huta, nama satu daerah di tepi Danau Toba; sangkar so lahi, seorang perempuan yang berkelakuan seperti seorang laki-laki, banci. Sangke, kotak yang dianyam dari rotan, sarung rotan, tempat penyimpanan benda-benda yang berharga; sangke ni ogung, sahan tempat gong, sarung gong; sangke ni pinggan, sarung pinggan; manangke, meletakkan sesuatu ke dalam sahan seperti itu, menyimpan dalam sarung rotan.
Sangketo, = sangketa, sengketa, pertengkaran, perselisihan; parsangketoan, idem; marsangketo, bersengketa, berperkara, bertikai.
Sangkil, I. = lobi, lebih dari, kebanyakan. II. sisangkil, kedipan mata yang berkelebihan kepada seseorang, sesuatu yang baik tetapi akhirnya tidak diberikan, bersifat pamer tanpa mau memberikan.
Sangkilik, kutu kerbau; juga: golanggolang, yang diikat sebagai hiasan pada hajut.
Sangkohok, sukar, sulit.
Sangkop, tudung periuk, tutup periuk, kuali (bdk langkop); pardahandahan di sangkop, perempuan kikir yang masak sedikit; manangkopi, menutupi, menudungi.
Sangkot, kecantol, sangkut, terikat, terkait, tersangkut, tinggal tergantung-gantung, tergantung; manangkothon, menggantungkan, menyangkutkan, mencantelkan; dipansangkothon, menyangkutkan dalam jumlah besar; sangkotan, hanger, cantelan, sangkutan msl paku; sisangkot, bisa, yang diolah dari mise ni babiat dan pogu ni gompul. Sangkut, manangkut, menyangkutkan; sangkut, pengait, ka-it, gancu; nunga sangkut hatana, kata-katanya tersendat, tidak jelas.
Sangsang, masakan daging babi, dicincang halus dan dimasak dengan darahnya.
Sangse, berkeliaran, dicampakkan mengenai kapal di laut, tersesat, terombang-ambing.
Sangsi, manangsi, menentukan, menetapkan, menyita; tano na sinangsi, daerah dimana tidak boleh berperang; ari na sinangsi, hari yang ditetapkan tidak boleh perang, genjatan senjata; bdk juga: saksi.

Sangsing, anjing yang bertelinga panjang dan terkulai.
Saniang, boru saniang naga, nama dewi yang hidup di air, saudara perempuan dari Batara guru; terhadapnya orang memuja air.
Sanihe, = ragian.

Sansan, masansan, koyak, cabik, robek mengenai pakaian; manansanhon, mengoyakkan, merobekkan, mencabikkan.
Sansar, manansar, mencacar, menyuntik; tungkang sansar, mantri cacar, juru suntik.
Santabi, ucapan hormat: maaf, permisi, lih tabi.

Santan, santan, minyak kelapa; na sinantan, sesuatu yang dimasak dengan santan.
Santi, santisanti, sesajen, kurban, persembahan terdiri dari dahanon, gambir, gambiri, sirih dan telur ayam; marsanti, merayakan pesta persembahan yang besar dan yang diadakan oleh horja; santi rea, pesta yang luar biasa besarnya msl diadakan bila roh nenek moyang akan ditingkatkan menjadi sombaon; marsanti balatuk, berkumpul, berapat dalam mana semua orang yang ada kaitannya harus datang; mananti, membawa persembahan.
Santik, = loting; manantik, menyalakan api, batu api, memantik, menggesek batu agar berapi; manantikhon, membuat api dengan pemantik api; santik parbinegeanna (parnidaanna), dia mendengar, (melihat) sedikit, tidak tajam pendengarannya, kabur penglihatannya.
Santua, tikus.
Santun, berbudi bahasa, beradap, sopan.
Santung, I. jantung pisang; santungan, tandan pisang; sasantungan, setandan pisang. II. santungsantung, menjulang, ujung atap yang menjulang di muka ruma, berlintangan.
Sao, sauh, jangkar; tali sao, rantai jangkar.
Saoan, cawan, mangkok besar, dari mana orang minum.
Saok, manaok, menggonseng, memanggang sesuatu.
Saonari, sekarang.
Saong, tudung, naung, payung yang dianyam dari daun pandan, berbentuk atap kecil; juga daun yang dipakai sebagai tudung; saong jegak, payung dari pandan yang dapat digulung; saong tamba, payung yang lebar yang dipakai para perempuan sewaktu bekerja di ladang; saong boruboru, saong lompit, idem; marsaongsaong, menutup kepala dengan ulos tetapi muka masih nampak; udan na so hasaongan, hujan deras terhadap mana payung tidak dapat menolong, hujan lebat; P.B.: udan na so hasaongan, alogo so hapudian, hujan terhadap mana payung tidak dapat menolong, angin terhadap mana tidak ada tudung yang menahannya, artinya sesuatu terhadap mana tidak dapat diberi pertolongan, terhadap mana orang tidak dapat berbuat apa-apa; diparsaong (pinarsaong), memakai sesuatu sebagai tudung, msl daun pisang yang lebar, ditudungkan.
Saop, = abit (And), segala sesuatu yang dikenakan pada tubuh.
Saor, bercampur, mencampur, membaur, bergaul, bersatu, gabung, kawin; manaorhon, mencampurkan sesuatu; pasaorhon, mencampurkan, menghubungkan satu sama lain; parsaoran, pencampuran, pergaulan; ruhut parsaoran, aturan pergaulan, penghidupan sosial; hasaoran, hal bersatu, percampuran; na tonggi saor na paet, yang manis dan yang pahit dicampur; saor arsak, bercampur susah hati, campur sedih.
Saotik, lih otik.

Sap, berlumuran, belepotan, dikotori, tercemar; sap gambo, dilumuri lumpur; sap mudar, dilumuri darah, berlumur darah.
Sapa, I. capah, piring kayu. II. terwujud mengenai mimpi buruk sehingga orang tidak usah takut lagi.
Sapadang, sej sorgum yang bijinya kelihatan seperti benih padang dan diperbuat jadi lampet.

Sapal, sapalsapal ni ulaon, pekerjaan yang paling kotor atau yang paling keji dipakai sebagai cercaan, limbah kerja.
Sapala, = molo pala, kepalang, mumpung, bila sekali sudah, bila sudah sampai sedemikian sehingga; sapala na pinungka ingkon sidung, bila sudah memulai dengan sesuatu, haruslah itu diselesaikan.
Sapang, manapangi, menahan sesuatu dalam perjalanan.
Sapata, kutukan kualat yang letak kepada seseorang karena kejahatan yang dilakukannya; marsapata tu ho ma i, kutukannya akan jatuh pada engkau; hona sapata, kena kutuk, terkutuk, terkena hukum karma; papurpur sapata, lih purpur.

Sapi, mirip, serupa, hal kecokcokan, irama; sapi (tu), mirip pada, sesuai; sapi goar nasida, nama mereka adalah sesuai msl pada orang-orang yang bertunangan, yang namanya diperiksa oleh datu apakah di antara nama mereka ada persesuaian atau tidak; pasapihon, membuat serupa, menyesuaikan, menalakan alat bunyi-bunyian; pasapihon hata, membuat kata-kata supaya berirama.
Sapiri, kalau, jika, bilamana, dipakai pada sumpah; sapiri hubuat, bila saya mengambil sumpah itu, saya akan kena kutuk; masapiri, = disipirihon, bersumpah.
Sapor, ijuk yang dipakai sebagai penutup tong, tempat menyimpan tuak, sewaktu menuangkan, tuak itu melalui ijuk itu seolah-olah melalui saringan, ijuk, penyaring tuak.
Saporti, = songon.

Sapot, kelat, tajam, asam mengenai citarasa; sapot nipi, mimpi yang meramalkan sesuatu celaka, mimpi buruk, menyakiti.
Sapsap, I. curam mengenai bukit; sapsap bire, tebing yang curam, terjal. II. manapsap, memotong msl telinga pencuri.
Sapu, I. sapu; manapu, menyapu. II. berlumur (= sap); marsapu mudar, berlumur darah; P.B.: anak ni datu marsapusapu taoar, anak ni naduma margulugulu indahan, anak datu dapat melapui dirinya dengan obat, anak orang kaya mengguling-guling dirinya dalam nasi, karena mereka mempunyai itu; manapu dohot, menyapu, melumas dengan sesuatu; disapu orbuk bohina, penuh debu mukanya.
Saput, kain pembungkus orang mati; saputsaput, pembungkus, bungkusan, sampul; manaputi, membungkus, menyelaputi; saputan, bungkusan kecil, paket.
Sar, tersiar, tersebar luas, terberita, diketahui mengenai desas desus; sar dibege, dia dengar pemberitahuan itu, berita tentang itu.
Sara, berserak, bertaburan, terhambur; marsara, berserak, bertabur; sarasara, sapu yang kasar; manarai, manarahon, menyapu, mengumpulkan dengan sapu.
Sarak, sama rata, tertabur, tersabur, serak; manarakhon, membagi-bagi sama rata; padi di ladang ditanam demikian rupa sehingga semua rata tertanam.
Saraksaruk, kacau, tidak teratur, morat-marit, porak-poranda.
Sarama, marsarama, tergoncang tangan oleh senjata, gerakan yang bergoyang-goyang; manaramahon hujur, mengayunkan lembing; sarama jau, sakratmaut, gerakan terakhir yang dibuat orang yang mau mati, pertarungan maut; saramasarama, sej burung yang kecil.
Sarang, I. sarang serangga, sarang semut; sarangan, idem; sarang banua, sej pohon yang daunnya berbau harum. II. manarang, menangkal hujan, menjauhkan hujan dengan jampi, menghentikan hujan dengan sihir; panarangon, jampi untuk menjauhkan hujan, penangkalan hujan.
Sarangsang, manarangsang, menangkap, menyerang, menerkam.
Saraoal, celana, serual.
Sarapa, sej parsili, gambaran orang yang dibuat dari batang pisang secara kasar dan dibawa keluar sebagai orang mati untuk menggantikan orang sakit.
Sarat, manarat, menyeret, menarik; manaratnarat, idem; manaratnarat hatana, mengatakan sesuatu lantas ia pergi.
Saratna, = asal (Angk).
Sarbe, terlalu panjang menjulur mengenai atap atau rambut; sarbesarbe, rambu-rambu yang menjulur ke bawah, terjulur-julur, terjumbai-jumbai.
Sarbut, I. manarbuti, mencabut, menyentak; sarbut panaili, penglihatan yang marah, cemberut. II. sumarbut, meminjam; sumarbut gade, meminjam sesuatu dari orang untuk diberikan kepada orang lain sebagai gadai.
Sarea, manarea, menyuruh keluar untuk bekerja, mencari nafkah di luar kampung.
Sarendeng, (bdk endeng), miring, landai, hamparan yang sedikit mereng.
Sarge, bertebaran, gembur mengenai tanah, pasir; pasargehon, menggemburkan sesuatu, menyerakkan.
Sargut, I. manargut, banyak. II. = harat (Angk).
Sarhap, 3-5 kayu melintang dari mana gerbang kampung terdiri, beroti yang melintang pada pintu.
Sari, I. terurus, mengurus; ho ma na sari disi, engkaulah mengurusnya, itu adalah urusanmu; manarihon, mengurus, memperdulikan, memperhatikan, memikirkan, mengayomi; pasarisarihon, selalu memikirkan, berupaya mengurus; panarion, urusan, upaya pengurusan. II. sari, encok; sarion, berpenyakit encok. III. marhusari, lih husari.

Saribungbung, sej tanaman.
Saridondon, lumpur, daki yang menebal, kotoran yang pekat, kumal badan, lih dondon.

Sarimatua, lih tua.

Sarimborbor, serangga sibur-sibur, yang keluar dari tanah pada waktu malam dan hanya hidup semalam saja, kelekatu.
Sarindan, benalu, tumbuhan parasit pada pohon-pohon kayu; P.B.: mate unte dibahen sarindan, pohon jeruk mati kerena benalu, artinya: orang asing mempergemuk dirinya atas tanggungan penduduk.
Saring, saringsaring, insang ikan, sirip, rahang ikan; saringsaring mandolok, gema, juga: lobang dalam tanah dalam mana terdapat batu yang mengandung besi (meteor?).
Saringan, saringan, penapis; aek saringan, air yang telah disaring, air saringan.
Saringar, pantulan suara, kumandang, gaung, gema; marsaringar, bergema, bergaung; marsaringar dibagasan pinggol, masih berbunyi di telinga.
Saringgok, sumaringgok, menangis, mengaduh, meraung-raung, meratap ramai-ramai.
Sarintaktak = rintaktak. Sarira, manarira, menyusuri mengenai dukacita, dingin dan kesusahan.
Sarita, sesal; manarita, menyesal; manaritai, menyesali orang; hona sarita, dimarahi, kena marah, kena kritik.
Sarnat, terjatuh, rebah, jatuh dengan keras karena berat, tergeletak.
Saro, pondok kecil, pondok tempat orang menginap di luar; marsaro, mengadakan penjagaan di luar, ronda malam; parsaro, penjaga, peronda, orang yang menjaga; saro Batak, rumah asli Batak; saro gedung, rumah gedong; parsaroan, perkemahan, perhentian, rumah penginapan.
Sarondam, sej ular raksasa yang juga dapat berenang di air; dari: asa (lih sa II) dan rondam.

Sarop, = romba.

Saroso, manaroso, menerkam mengenai binatang buas.
Sarpang, manarpang, menggulung, bergulung; sarampangan, segulungan msl rotan.
Sarsar, I. masarsar, remuk, pecah berkeping-keping, jatuh dalam beberapa potongan; angka sarsar, idem; manarsar, jatuh berpotong-potong, terbuka, kembang msl bunga palem. II. sumarsar, berceraiberai, terpecah-belah; sisumarsar, yang cerai berai, yang tercecer.
Saru, manaru, membuang mimpi buruk dengan melakukan pesta dan kurban. Saruan, besar.
Sarundang, sej bunga.
Sarudung, sej monyet, kera.
Sarulla, sej siala; nama daerah di lembah Batangtoru.
Sarune, serunai, sej klarinet; juga: nafiri; marsarune, meniup alat musik ini; parsarune, orang yang meniup, peniup serunai.
Sarung, sarung pisau; sarung ni pat, kaus kaki; manarungi, membuat sarung; pasarunghon, menyarungkan pisau, memasukkan sesuatu ke dalam sarung; sarung marnaek, sej pohon kayu yang kayunya lembek; sarung hujur, uang yang diberikan seseorang yang dikejar-kejar karena perbuatan jahat kepada para pengejarnya agar perkara itu didamaikan.
Sarungga, obuk sarungga, tokong rambut, seberkas rambut kadang-kadang yang diketemukan di hutan, rambut homang kata orang.
Sarungkap, manarungkap, mengungkapkan, memberitahukan, mengumumkan (bdk ungkap); sarungkapon ni bodil, perang akan memberitahukan, akan menentukan oleh sebab perang dilihat sebagai takhyul; sarungkapon ni raja, ponis raja akan menentukan.
Sarur, menceret, cirit, disentri.
Sarut, manaruti, mencabut rumput dengan gigi mengenai binatang, menggigiti dengan gigi depan, menggerogoti. Sasa, I. masasa, runtuh mengenai tembok, dinding batu, merata mengenai rumput yang diduduki atau padi yang rebah; manasa, merebahkan tumbuh-tumbuhan.II. sasa, sej rotan.
Sasabi, lih sabi.

Sasagun, makanan dari tepung beras, gula dan buah kelapa.
Sasak, marsasak, bunyi gemuruh hujan, menderu mengenai hujan.
Sasap, tulang belikat, bagian bahu; oleh karena tulang belikat ini juga dipakai sebagai cangkul, maka cangkul-cangkul itu juga disebut sasap dengan mana pematang antar sawah-sawah ditandai dan dibersihkan; manasapi, mengikis, membersihkan pematang-pematang dari rerumputan dengan sekop.
Sasi, I. manasi, menyembah, memohon; aha ma husasi tu ho, saya tidak merasa perlu menanya engkau. II= saksi.

Sati, = badia.

Satik, = selep; masisatihan, saling membohongi, saling menuduh secara terselubung, sindir-menyindir.
Saudagar, pedagang, saudagar.
Saudara, darah, sinar muka, wajah berseri, cahaya pada muka orang yang sehat atau orang yang terkemuka, kemuliaan; hehe ma ho saudara ni gurungku, berdirilah kemuliaan guruku (datu); babi na marsaudara, babi yang gemuk yang disembelih pada pesta; saudara adalah juga satu dari ke-7 roh (= tondi) manusia yang sewaktu lahirnya bersama ari-arinya ditanam dan dari sana kadang-kadang mendatanginya untuk memperingatkannya.
Saur, = sahat; saur matua, menjadi, mencapai umur tinggi; saur martatahuak, berkokok dengan kuat mengenai ayam hal mana kadang kala diperlukan pada sihir; dengke saur, (= dengke sahat), ikan yang dipersembahkan supaya mimpi yang baik dapat terwujud; manauri, mengucapkan “saur” sewaktu memberikan selamat, artinya: semoga terwujud (= Amen).
Saut, jadi (lawan: sundat), terlaksana; hata saut, perundingan yang menghasilkan sesuatu; pudun saut, hasil yang dicapai dari suatu masalah; mangan pudun saut, setelah diputuskan masalah maka mereka makan bersama untuk memperkuatnya; parhata saut, orang yang penuh enersinya, yang meneruskan apa yang dihendakinya; pasauthon, meneruskan sesuatu, melaksanakan, menjadikan; manauthon, mengatakan “saut” setelah ucapan selamat (= manauri); mansauti, melaksanakan, mengerjakan.
Sea, (bdk seang), maneahon, sumeahon, membuang sesuatu yang tidak berharga, yang tidak berguna; sumeahon dirina, mencampakkan diri, mengorbankan dirinya, meniadakan diri, membaktikan diri, menyianyiakan diri untuk kepentingan orang lain; siseasea, = sibolong-bolong, apa yang dibuang sebagai tidak berguna; pemberian yang diberikan dari kelebihannya; maneaneahon, memberikan dengan cuma-cuma, tanpa imbalan, menyianyiakan. Seak, sibur, tempurung yang dipakai untuk menimba (= dasar), cangkir, gayung batok.
Seang, terbuang, diboroskan, tertuang, sayang; paseanghon, memboroskan sesuatu; (parhaseang, bdk haseang).

Seat, maneat, memotong, menyembelih, menyayat, mengiris; tarseat, kena potong, kena sayat, tersayat; diseseati = seat; sanseat, sepotong, sekerat; paneatan, berkas pemotongan; juga: potongan, keratan; sumeat bibir, membakar mulut karena bicara tidak hati-hati, terlanjur bicara.
Sebar, manebar hata, mengucapkan kata-kata yang muluk-muluk tetapi tidak berisi, bicara sesumbar.
Sebe, peot bibir, bibir mencong; pasebesebe, sumebesebe, sewaktu berbicara bibir memencong.
Sebur, marsebursebur, bertebaran; bdk sabur.
Sebut, pasebut, hilir mudik, berjalan kian kemari, mundar-mandir; pasimpar pasebut, berjalan bersimpang siur, ramai berjalan kian kemari.
Seda, = sega.

Seder, miring, mencong, serong; seder matana, matanya juling, pandangan matanya mencong.
Sega (= seda), kacau, pecah, rusak; pasegahon, manegai, mansegai, merusakkan, memecahkan, memarahi; (juga: pasedahon, mansedai); sega rohana, ia marah; hasesega, kerusakan, kemarahan; panegai, perusak, pengacau.
Sege, marsege, mengayak, menampi, membersihkan beras; segesege = anduri; juga = monis.

Sego, = sega.
Sehang, kangkang mengenai kaki; pasehanghon pat, mengangkangkan kaki, merenggangkan kaki.
Sehe, sambil memohon, sambil meminta; manehenehe, meminta, memohon, bermohon-mohon.
Sehuk, terkepak tangan, bengkok dan kaku mengenai lengan.
Sekka, seka; sekka tangan, handuk, kain lap tangan.
Seksek, bocor mulut, orang memberitahukan kepada orang segala sesuatu yang dimilikinya.
Selak, tidak nyambung, tidak sesuai, tidak dapat menyatukan diri; manelak, saling menghayut, membuat supaya berkelahi; tarselak, tidak terwujud, terbengkalai, tak terlaksana.
Selasa, ari Selasa, hari Selasa.
Selesele, kertas rombengan, sesuatu yang diberikan sewaktu makan kepada orang-orang yang datang untuk itu.
Selep, selip, cerdik mengenai orang yang di belakang kata-katanya menyembunyikan arti rahasia; parselep, orang yang suka menyelipkan kata-kata, seorang cerdik yang menyusun kata-katanya sedemikian rupa sehingga orang tidak dapat menangkapnya atau dengan sengaja memutar balikkan kata-kata yang diucapkan msl orang katakan: huseat amakki, kupotong tikarku dan dia mau mengertikan: huseat amanghi, kupotong ayahku hal mana diucapkan serupa saja.
Selesele = salapa, tempat sirih.
Selong, mata selong, juling.
Selu, tiba-tiba marah sehingga menyakitkan orang, meledak marah.
Sembat, pengganti, silih (= singkat); marsembat, memberikan pengganti, punya pengganti; manembat, memanjarkan, mendahulukan persekot.
Seme, seme hubege, tidak jelas saya dengar, samar-samar kedengaran; dipasemesemehon hatana, dia menyusun kata-katanya sedemikian rupa sehingga orang ketiga tidak mengerti tujuan kata-kata itu.
Semet, pendek dan padat msl rambut; lombu sisemet, lembu berbulu pendek dan padat; semetsemet, sej semut kecil.
Semo, parsemosemohon hatana, dia bicara kurang jelas, dipersemusemukan bicaranya.
Semok, sulit diperoleh, sulit untuk dicari mengenai benda-benda kecil.
Sempar, = mampar. Semporong, semprong, kaca lampu.
Semsem, tidak penuh betul, kurang penuh.
Semuk, juga: simuk, semok, datang dengan tiba-tiba.
Sen, sen.
Sendal, melekuk keluar, bingkai yang menahan atap; lebih tepat: latlat yang menahan bingkai itu.
Sende, selendang sutera, kain sutera memakai pola ular; sende sihulimat, tali kepala, yang halus; talitali sende, idem; juga: sasende, ular belang.
Senen, ari Senen, hari Senin.
Sengke, sulit ditangani, sulit untuk diperlakukan mengenai orang dan kayu yang dikerjakan; sengke ajaran, sukar untuk dididik; sengke paulion, sulit untuk dikerjakan.
Sengsang, tidak sah, batal, dihapuskan, tidak berlaku me-ngenai undang-undang; manengsang, menghapuskan, memperhentikan, membatalkan, mencabut.
Sengseng, gundah, tidak tetap.
Seno, tajam mengenai mata, tajam pandangan.
Sense, manensenense, menghalai-balaikan kaki, menggeser-geserkan kaki.
Seo, biaya, cukai, bea, pajak, sewa, upeti. Seok, bunyi yang dibuat pedang sewaktu dilayamkan; patuseok, berlayaman, gemerencing pedang.
Seol, sumeolseol, menggoyang-goyang, mengeleng kepala (bdk eol).
Sep, magomago sep, hilang secara perlahan-lahan sampai habis sama sekali.
Sepo, manepo, mengacaukan sesuatu yang telah jelas, membuat sesuatu yang jelas menjadi kabur; diseposepo alusna, atas pertanyaan yang jelas diberi jawaban yang tidak jelas.
Sepsep, = sopsop.

Seput = gogot.

Sera, serasera, kutil-kutil, bonggol, yang kecil pada kulit manusia, buah kutil pinasa, yang sudah membusuk sebelum masak dan menjangkit kepada yang lain; marserasera, berkutil-kutil msl pada lidah; manindang serasera, kedinginan hingga kulit berkutil-kutil, berdiri bulu kulit.
Serak, marserak, berserak; parserahan, berserakan, hal berserak, pertebaran; haserahan, idem.
Serbeng, melihat dengan sudut mata, mengintip dari samping untuk melihat seseorang msl gadis-gadis; mata manerbeng, mata yang mengatakan sesuatu kepada seseorang, mengerling, melirik, main mata.
Sere, I. emas; parserean, kekayaan. II. manerehon, dipotong berkerat-kerat, membagi-bagi.
Serep, dekat tanah, di bawah, rendah hati, tidak angkuh (lawan: ginjang); habang manerep, terbang dekat tanah; serep ni roha, kerendahan hati; haserepon, idem; marserep ni roha, dengan rendah hati; dipaserep rohana, dia merendahkan hatinya; manerepnerep hata, dia berbicara ramah, tetapi sedemikian rupa sehingga kata-katanya berpengaruh, bicaranya merendah.
Seret, cerek, ceret (tempat air).
Serhe, lembut, ramah mengenai kata-kata.
Sernep, mengantuk, lelap, nyenyak tidur.
Serong = detar; saserong, sebesar, destar, surjan.
Serser, manerser, menggesekgesekkan, menggeser kaki sewaktu menginjak padi atau sewaktu menari; panerser ni hata, permulaan pidato; serser, sedikit, tidak berarti; serser parangena, perangainya adalah sedang; P.B.: jolo serser asa tortor, jolo tektek asa gondang, dulu geser kaki baru menari, duluan menata irama baru berdendang, artinya: yang lebih dulu baru yang lain.
Sesa, hapus, terhapus mengenai tulisan seperti tulisan dari papan tulis; diampuni; sesa ahu = apus ahu, saya mau dikutuk; manesa, menghapus, mengampuni; tarsesa, diampuni; hasesaan, pengampunan; pasesahon, mengampunkan; masisesaan dosa, saling mengampuni kesalahan, saling memaafkan.
Sese, I. sej insek yang pada pagi hari memperdengarkan bu-nyi yang resik, jangkrik; manghuling sese, saat sepi sehingga terdengar bunyi insek-insek kecil. II. sasese, segala sesuatu yang dijadikan; ribuan.
Set, cat, pewarna.
Setan = begu; setan ni porhas, cahaya kilat; bodil setan, bedil setan, mengatakan: hapandean ni begu, kecerdikan setan.
Seto, marseto, tidak dapat dimengerti, dipahami, bingung mengenai sesuatu yang tidak dimengerti; marseto ma i, itu saya tidak mengerti, kiamatlah itu.
Seur, serong, msl cara menyeberangi arus sungai.
Si, I. penunjuk nama: si Pintor, si anu; juga pada nama daerah, sungai, gunung dsb: si Lindung, si Geaon, si Tarindak; sibuat na loja, tempat orang beristirahat; siboan barita, sipembawa berita, umumnya “si” menunjukkan orang dengan kata benda; siganjang obuk, yang mempunyai rambut panjang; silas ni roha, gembira, girang; horbo sitingko tanduk, kerbau yang bertanduk bengkok; sipaingot, teguran, nasehat. II. juga prefiks gerundium: sibahenon, apa yang harus dibuat; siboanon, apa yang harus dibawa; muatan; on do sidohononmu, ini yang harus engkau katakan; hata siingoton, kata yang harus diingat. Sia, I. sembilan; pasiahon, ke-sembilan, yang ke-sembilan; sipahasia, nama bulan ke-sembilan; siasia, abjad, sebenarnya: dasar, subtansi, mula-mula; siasia ni tano on, elemen-elemen: elemen bosi, tombaga, perak, simbora, bosi na pir (= platina?), sere, batu (batu permata), burta dsb; dan logam-logam seperti itulah dibuat datu peluru terhadap mana siapapun tidak dapat kebal. II. sej tumbuhan yang daunnya bila dicampur dengan kapur dipakai sebagai obat mata.
Siak, pedas, pedis, tajam msl cabai; maniak, nyeri, pedih karena sakit; maniak butuhangku, perutku menggigit artinya: saya lapar; siak ni bagi, kemiskinan, merana, kemeranaan; marsiak bagi, miskin; pasiaksiakhon, menyakiti, menyiksa.
Sial, orang yang bernasib buruk, tidak mujur, yang sial, yang tidak sedikitpun berhasil; marnasial tanganna manjama, tangan yang sial.
Siala, I. ala. II. silang kecil pada tulisan Batak yang menandakan bunyi “o”; hasialan, idem. III. siala, nama sej tumbuhan yang bunganya dapat dimakan.
Sialabane, nama bagian, jatah, peruntukan, yang berlangsung pada upacara sewaktu menikahkan seorang gadis; sialabane ni na torop, sialabane ni suhut.

Sialak, = singgalak.

Siam, ikan asin yang diimpor dari Siam. Sian, kata depan: dari; sian dia? dari mana? sian huta an, dari kampung itu; sian na so binotomi, dari tempat yang engkau tidak tahu, = karena engkau tidak tahu; pada komperatif: daripada; umpintor do ahu sian ho, saya lebih adil dari pada engkau, lebih jujur dia daripada engkau.
Siang, teduh, reda, terang; buha siang ari, ari fajar, sudah pagi; siang udan, hujan sudah berhenti; hasiangan, cahaya, sinar; olat ni dung huida hasiangan on, semenjak aku melihat cahaya, artinya selama hidupku; hasiangan on, dunia terang ini sebagai lawan tempat orang mati yang gelap.
Siang malam, sej pakaian mahal yang menyerupai sutera.
Siannia galangon = ruma (And).
Siannia tungkolon = sopo (And).
Siap, I. habis, hancur, terkutuk; siap ahu, kutuk, habis aku, hancur kau, saya mau terkutuk; maniaphon, menghancurkan, menghabisi, membinasakan; marsiapsiap bohi, berpura-pura; hasisiap, binasa, kehancuran. II. siap ari, setiap hari; hangoluan siap ari, makanan setiap hari, penghidupan setiap hari, sehari-hari.
Siar, surup, merasuk, turun kemedium mengenai roh (begu) orang yang meninggal, medium ini menjadi tidak sadar dan dari dialah berbicara roh itu; begu siar, roh yang turun, hantu surup, hantu yang merasuk kepada seseorang; siarsiaran, kesurupan, kerasukan roh, kesetanan; hasiaran ni begu, medium yang dihinggapi roh; siar, juga dikatakan terhadap marah atau kebodohan (siar oto tu ibana); paniaran, semua perempuan yang termasuk satu horja oleh sebab pada merekalah dapat hinggap roh nenek moyang hal mana tidak mungkin pada perempuan dari horja lain, isteri, bini (dalam arti umum).
Siarudan, palang penyokong padi agar tidak rebah, juga: kawan, penyokong, penolong.
Siarum, lih arum.

Siat, muat, mendapat tempat, dapat masuk, mengenai perkataan: diterima, diperhatikan; parhata siat, orang yang kata-katanya diterima atau mendapat perhatian; hasiatan, muat, dapat masuk, berlaku; sebagai kata benda: jalan masuk, pintu; pasiathon, membolehkan, mengijinkan, membuat masuk, memberi izin masuk; ndang siat na sai torop, tidak muat sekian banyaknya; manghasiati, mempertimbangkan seseorang sehingga ia tidak terganggu dalam pekerjaannya, memberi peluang agar seseorang tak terganggu kehidupannya.
Sibak, I. tubis ni bulu, rebung bambu (sayur); ingkau sibak, idem. II. sibak = ribak; angka sibak, koyak, robek, terkoyak-koyak; sibaksibak, kain-kain sobekan.
Sibar, rupa, bentuk, sosok; sibar ni sior, busur panah; manibar, menyiapkan sesuatu, memberi bentuk msl kain, sepotong kayu; sibaran, takdir, celaka, nasib yang telah ditetapkan sebelum kelahiran orang; na so sibar, tidak terkira, luar biasa, sangat.
Sibaso, lih baso IV.

Sibit, manibit, mencubit.
Sibong, anting-anting.
Sibor, pusing, pening; dipastap marsiborbor (mariboribor), dipukulnya ia sehingga kepalanya pusing, ditampar dengan amat geram.
Sibuk, daging, jasmani; marsibuk, mempunyai daging, berdaging.
Sibursibur, kulup.
Sida-sida = na soada.

Siding, pasidinghon, memulaukan, menyisihkan, mengelakkan seseorang atau perkara, masalah; pasiding, mengelakkan, menghindari, singkirkan, menepi; dipasiding siding ho do ahu, dijauhjauhinya aku, dikesampingkan aku; siding, jauh, terpencil letaknya; tarpasidding, dapat dielakkan; P.B.: bulung ni bulu diparigatrigat halak, molo soada uhum, dipasidingsiding halak, sidaun bambu dibelahbelah, bila tak berbudi, pasti akan dihindari siapa saja.
Sidir, salah, keliru.
Sido, manido (bdk silo), menyelidik, pergi ke perangkap untuk melihat apakah telah ada yang masuk.
Sidung, (dari: si dung), siap, selesai, akhir; pasidunghon, menyiapkan, menyelesaikan, mengakhiri.
Siga, masiga, cabik, robek, koyak; maniga, merobek; diparsigasiga, mencabik, dirobek-robek.
Sigak, burung gagak, karena bunyi “gak” yang dibuatnya.
Sigat, manigat, membuka untuk meneliti, melihat ke dalam sesuatu; manigati, memeriksa, menyelidiki; sisagatan, sibak rambut, garis yang membelah rambut.
Sige, bambu panjang, yang togok dahannya dibiarkan supaya dapat dipakai sebagai tangga; ndang hasigean, tinggi sehingga tidak ada tangga yang dapat dipakai un-tuk memanjatnya, tidak mampu ditanggai karena tinggi.
Sigop, sigap, tangkas, cepat, lekas; pasigop, mempercepat, cepatkan, percepatlah.
Sigor, air kulit jeruk yang tajam rasanya, yang getir.
Sigulandak, landak; duri landak.
Sigundal, lih gundal.

Sihal, sihalsihal, ganjal periuk, batu pengela.
Sihala, simarsihala, sej tumbuhan menjalar, lengkuas.
Sihalsihal, batu ganjal tungku yang digunakan bila batu tungku terlampau renggang.
Sihap, terbiasa, sigap. Sihar, tegar, ceria, gembira, riang, bersemangat, sering di-hubungkan dengan panaili atau bohi; sihar panailina, dia nampaknya gembira.
Sihat, garis-garis pada telapak tangan, sesisir pisang yang menyerupai tangan, kira-kira 10 s/d 25 biji; manjaha sihat ni tangan, garis-garis tangan darimana dibuat ramalan; manihathon, orang yang mau dibunuh untuk dijadikan pangulubalang mentalkinkan ka-ta-kata yang dia harus melakukannya dengan sungguh-sungguh; panihat, abu orang yang dibunuh dengan cara demikian, juga tondinya; panihat, = pangulubalang.

Sihe, sej rotan yang daunnya dipakai sebagai atap.
Sihil, melengking suara, tinggi, nyaring mengenai suara.
Sihim, buah mallo yang asam rasanya dan dapat dimakan.
Sihir, I. tepat, persis; manihir mata ni ari, matahari berada tepat pada kaki langit. II. manihiri, memeriksa dengan cermat, merayapi.
Sihit, miring; sihit tu siamun, miring, condong sedikit ke kanan; manihiti, menyayat secara berkeping-keping; sansihit, sekeping, sepotong; di-sihiti dagingku, ia menyayatku, aku memperoleh seram kulit karena itu.
Sihol, rasa rindu, kangen, keinginan, kerinduan, keinginan bertemu; masihol, rindu, kepingin, kangen; manghasiholhon, merindukan sesuatu, mengingini, mendambakan; hasihol, tanda mata, kenang-kenangan; daon ni sihol, obat rindu, kenangan, pemberian; sihol rohana, ia rindu, ia ingin.
Sihorsihor, belat, bebat bambu atau kayu, sepotong kayu yang dipakai untuk membidai sendi yang patah; manihornihori, membidai, membelat.
Sihupi, lih hupi.

Sik, bunyi yang dibuat untuk mengusirayam, suara mengusik ayam; manikhon, mengusir,
menghalau.
Sikola, sekolah; anak sikola, anak sekolah, murid sekolah; sikola metmet, sekolah rendah, sekolah dasar; sikola tinggi, perguruan tinggi; parsikolaan, lokal sekolah, kompleks sekolah; marsikola, pergi ke sekolah.
Siksak, berkilat, ada kilat, menerang; siksak hilap, cahaya kilat, sekilas lintas.

Siksik, I. masiksik, = maliklik. II. pasiksik, menarik ke atas, mengangkat ke atas.
Sila, I. sila, gampang lepas msl kapur dari dingding; juga: sulit untuk dicampur; sila aek tu miak, tidak bisa mencampur air dengan minyak. II. sila, daging, yang dibawa oleh parboru pada acara marunjuk. III. marhombang sila, duduk dengan mengikatkan kain (ulos) pada kedua lutut, suatu cara duduk yang sangat disukai, duduk berlipat lutut, duduk bersila.
Silam, Islam, orang beragama Islam; hasilamon, agama Islam,
***
keislaman; masuk silam, menjadi Islam, masuk Islam.
Silang, salib, silang, palang, tongkat-tongkat yang disilangkan sebagai tanda peringatan dan ditarok di jalan; manilang, memperingatkan dengan cara ini; juga: menghindarkan sesuatu, suatu perkara, tidak mau mencampurinya, tidak mau terlibat soal; hau na pinorsilang, silang dari kayu; parsilanghon, menyilangkan, menyalibkan; parsilang, mengelempang, saling bersilang; na si-nilang, terkecuali.
Silap, silap, keliru mengenai perhitungan uang, salah membilang uang; silap pamilangna, dia salah mengira, menghitung.
Silat, tergelincir; tarsilat, tersentuh, terantuk; mangunsilat, membersihkan pantatnya dengan sesuatu.
Silbak, serpih, terserpih, suban, selumbar; masilbak, terbelah; angka silbak, idem; marsilbahan, berpecahan, semua terbelah, serpihan.
Silbit, tersentuh, sebentar disentuh, terjamah; manilbit, menyentuh, menjamah.
Silet, = monsak.

Silgang, masilgang, koyak, retak dan lepas; angka silgang, = idem.
Sili, = sitik, tidak sesuai, tidak cocok; parsilisili songon hoda na heheamon, tidak bertutup bersama-sama, tidak bersatu sebagai rahang kuda yang menguap; parsili, silih, orang-orangan yang dibuat dari batang pisang yang diletakkan oleh dukun di suatu tempat, supaya begu hinggap kesana sebagai pengganti orang yang sakit itu, pemalih.
Silitonga, lih tonga.

Sillak, putih, metah, terang, jernih, cerah.
Sillam, petir, cahaya yang berkelebat di langit, kilat; sumillamsillam, berkilat-kilat.
Silo, silau; siloan mata, silau ke mata yang menyakitkan. II. manilo, = sido, pergi untuk melihat jerat; mansilo, idem. III. silosilo, berang-berang.
Silom, I. = silam. II. sej tanaman.
Silon, sisilon, kuku, kuku jari.
Silopate, geraham bungsu, gigi geraham paling terakhir tumbuhnya.
Silpe (bdk lipe) salah mengucapkan, keseleo lidah waktu berbicara (lapsus linquae).
Silpok, masilpok, patah; masilpok holiholi, tulang patah mengenai anggota tubuh.
Silsil, kemaluan laki-laki, pelir.
Siltak, masiltak, angka siltak, pecah, retak.
Silu, hayo, cepat; haru silu, lekas! segerakan! cepatkanlah! maniluhon, bersegera, mempercepat. Silua, lih dua III.

Silumaksaijur, bibit kandungan, embrio, buah yang belum masak (And) ( bdk langsa).
Silup, = silap.

Sima, sej kuman, bakteri, hama dalam daging manusia; simaon, gatal karena kuman ini (= rintop).

Simalolong, lih lolong II.

Simangot, (juga sumangot), arwah nenek moyang yang dihormati, roh keluarga yang meninggal, roh yang lebih tinggi derajatnya dari begu; hanya dengan memberikan pujaan tertentu oleh orang-orang yang ada pertalian keluarga dengan mereka begu bisa menjadi sumangot; parsimangotan, = simangot.

Simatua, mertua laki-laki/perempuan, bdk tua I.

Simbaba, diparsimbabahon, banyak berbicara mengenai orang (dari: baba) dipergunjingkan.
Simbalbal, diparsimbalbal, me-motong sedemikian sehingga mendapat serpih-serpih, tidak licin dipotong, dikampak dengan kasar sehingga banyak serpihan kasar.
Simbar, = sambar.

Simbar, = sembat.

Simbil, tersimpang, kesamping; pasimbilhon, mengenyampingkan, menyimpang ke samping, menyimpang dari jalan; dalan panimbilan, jalan simpangan, penyelewengan. Simbohan, jarum yang diperbuat dari bambu untuk mengerat msl jala, mengenai seorang yang nakal dikatakan; hori sada hulhulan bulu sada simbohan, pinapurpur ngalian, niulosan hodohan, serat segulungan, bambu sejarum rajut, kalau diuapkan kedinginan, diselimuti kepanasan.
Simbora, tembaga, timah, lebih tepat; simbora tano, timah; simbora ranggas, timah putih; parsimboraan, amulet, jimat dari timah hitam untuk melindungi terhadap roh-roh jahat dan dibawa sebagai kalung leher.
Simborgo, dingin, sejuk; simborgoon, berpenyakit encok.
Simbur, I. cepat, bertumbuh cepat, mengenai manusia dan tumbuh-tumbuhan; manimburi, mengunting rambut sewaktu hamil sebagai pengganti memendekkan dikatakan dalam waktu kritis (sebagai juga pada peperangan dan pada penyakit) kebalikan dari apa yang mau dikatakan dan anak yang baru lahir itu akan tumbuh lebih baik. II. simbursimbur, gerimis, hujan gerimis, hujan rintik-rintik; parsimburan, = onan (And).
Siminik (dari si menek), anak kecil.
Simo, silau, samar, tersembunyi; P.B: simo pidong di asarna, molo ditadinghon, didapothon morana, seekor burung tersembunyi di sarangnya bila itu ditinggalkannya maka ia dalam bahaya; simosimo, apa yang tersembunyi; hasimoon, rahasia. Simon, simon ari, senja, hari berkabut tebal.
Simorubun, = orang tua (And).
Simpan, simpan, beres, siap; simpan bahen, siapkan, bereskan, beres bikin.
Simpang, memegang seekor binatang pada kaki belakangnya, menangkap ternak pada bagian kaki.
Simpar, campur baur, tidak pada tempatnya; pasimbar, tidak teratur, campur baur, bersimpang siur.
Simpe, tutup tagan (tempat kapur).
Simpir, piring yang ceper sekali, piring ceper.
Simpu, mangunsimpu, berjongkok dengan duduk di tumit, duduk berjongkok, berpeluk lutut.
Simpul, selesai, berakhir; simpul mangan, sesudah makan, usai makan; simpul gotilon, setelah pekerjaan menuai berakhir, sehabis panen; panimpulan, akhir, penghabisan, penyelesaian; panimpuli, yang terakhir lahir, anak bungsu; jamita panimpuli, bagian terakhir lahir, anak bungsu; jamita panimpuli, bagian terakhir, penghabisan suatu kejadian atau pembicaraan, khotbah, pidato.
Simsim, = gotap.
Simu, I. bakteri, kuman, ulat kecil dalam daging; reng, kuman kudis. II. keping, pangsa dalam jeruk; P.B.: marsimu songon unte, martangga songon balatuk, menurut urutan yang tertentu msl pembagian daging di pesta-pesta; samsimu ringgit, seperempat ringgit; parsimusimu, pembahagian.
Simung, manimungnimung, lari diam-diam.
Sina, cina.
Sinabulan, sej pohon besar.
Sinapang, sej senapang model lama.
Sinar, jemur, sinar, tidak ada pohon-pohon kayu atau semak-semak, terbuka ke sinar matahari; maninar, mansinar, menjemur sesuatu di lapangan terbuka; nunga sininar tu jolo ni raja hata i, perkara itu sudah diserahkan kepada raja; paninaran ni mata, hal atau perbuatan yang nyata.
Sinda, suminda, mundur (bdk sindak II).

Sindak, = I. dinaikkan, ke atas diarahkan; pasindakhon, menegakkan, menaikkan, mengangkat pandangan, membuat menengadah mata; sipasindak panaili (bohi), apa yang membuat orang gembira. II. sumindak, lari; parsindak, netral, penengah, tidak berat sebelah.
Sindap, = sintap.

Sindar, sinar terang, sinar, cahaya; sindar ni api, cahaya api; manindar, sumindar, menyinari, memancarkan sinar, bercahaya.
Sindir, sebab perbantahan, pangkal perkelahian, gara-gara. Sinjata, panjata (bdk jata), senjata.
Sindom, = suda; diparsimdomhon goarna, sering menyebut namanya, yang sebenarnya tidak boleh disebut.
Sindor, I. gadai, jual gadai; manindori, memberikan gadai sebagai jaminan hutang. II. tarsindor mata, silap mata karena menyangka seseorang seperti orang lain; manghasindorsindorhon, masih melihat seorang yang telah meninggal dalam bayangan.
Singa, harimau, singa, gambaran, sketsa; singa ni ruma, ornamen yang diukir pada kepala pandingdingan; singa, juga: gambaran bintang yang dilihat dalam bulan sipahalima; tolak singa = tolak parbadaan; pasingahon gulut tu, mempertimbangkan perlawanan kepada seseorang; etongan maninga, ilmu mengenai badan, ruang; Sisingamangaraja, imam tertinggi pada orang Batak, bukan kepala tertinggi dalam bidang politik sebenarnya.
Singada, pasingada, membungkukkan kepala ke belakang.
Singal, = tongam; hasingalon, kemuliaan, kehormatan, kebesaran, kewibawaan, kekuatan batin untuk membuat segan orang lain.
Singap, condong ke depan, miring mengenai rumah Batak bagian muka; marsingap, rumah berdingding miring, condong ke depan.
Singar, maningarhon, memelah di tengah-tengah, memelah dua. Singgalak, jatuh terlentang, membaring di atas punggung; maninggalak, membungkukkan di-ri ke belakang, tidur dengan punggung ke bawah.
Singgalu, marsinggaluan, beda, tidak cocok satu sama lain, tidak dapat disesuaikan mengenai dua potong kayu, juga mengenai orang.
Singgang, marsinggang, berlutut.
Singgapot, perangkap tikus.
Singgar, singgarsinggar, hujan rintik-rintik di siang hari, gerimis sewaktu matahari bersinar.
Singgip, I. penjepit jenggot; maninggip, mencabut jenggot dengan penjepit. II. singgip, sedikit sekaligus, dekat pada akhirnya, hampir habis, di tepi sekali.
Singgok, singgohan, termengkelan, tersengguk tenggorokan, tersentak, tersedu-sedu; sumaringgok, bdk saringgok.

Singgolom, sej pohon kayu.
Singgorar, sej rotan.
Singgorik, marsinggorik, memanjat seperti monyet yaitu dengan mempergunakan tangan dan kaki tanpa menyentuh pohon kayu itu oleh badan; diparsinggorikhon, memakai sesuatu (msl tangan) untuk memanjat.
Singik, = singit.

Singir, piutang, kredit; parsingir, perutangan, kreditor; paningir, idem; parsingiran, orang kepada siapa kita berpiutang, orang utangan, debitor; P.B.: habang ma talaktak di rondang ni bulan, molo halak na metmet singir gabe utang, burung talaktak terbang di cahaya bulan, bila seorang tidak berarti atau rendah maka piutangnya menjadi hutang.
Singit, risih, rasa tak enak pada, keseganan; adong singit ni rohana tu ho, ada sesuatu yang membuat engkau diseganinya, ia merasa kurang enak padamu.
Singkal, suatu perkara kecil yang membuat sesuatu tidak terwujud, penyebab sesuatu tak jadi.
Singkala, nama sej kartu judi.
Singkalo, cacad, kesalahan, = tihas.

Singkam, sej pohon kayu besar; lobu singkam, nama daerah; singkam mabarbar, = parbadaan, dalam bahasa begu siar (= medium).

Singkang, = bingkang.

Singkat, pengganti, alat pengganti, penukar; singkat ni, sebagai pengganti, untuk menggantikan; maningkati, menggantikan sesuatu atau seorang; maningkathon, memakai sesuatu sebagai alat pengganti, menggantikan.
Singke, anjing tanah, orong-orong, yang dapat dimakan.
Singki, (juga ginsi), berubah, bertukar, berganti; maningki, mengganti, mengubah, menukar; pasingki rupa, menukar pakaian, bersalin pakaian.
Singkil, maningkil, menyembelih, memotong ternak.
Singkop, cukup, sampai, selesai dengan baik, memadai, tuntas; pasingkop, cukup sediakan, cukupkan, bereskan.
Singkor, marsingkor, kurus, papa, merana, celaka, dalam keadaan sengsara.
Singkora, hari ke-6 pada penanggalan Batak; singkora mora turun, hari ke-20; singkora duduk, hari ke-27; singkora purnama, hari ke-13; singkora, juga tanda ‘o’ dalam tulisan Batak (= hasiala).
Singkoram, cengkeram, agunan, jaminan, tahanan, gadai yang harus diberikan sewaktu meminjam uang msl tanah ladang; maningkoramhon, memberikan se-suatu sebagai gadai, mencengkeramkan sesuatu, menggadaikan.
Singkoru, enjelai, sej rumput tinggi yang buahnya berbiji-biji; singkoru eme, sej ’sikoru’ yang dapat dimakan; singkoru batu, sej ’singkoru’ yang tidak dapat dimakan; ucapan selamat yang bersifat umum; tubuan laklak tubuan singkoru, tubuan anak tubuan boru.

Singkosingko, = dahanan dalam bahasa persembahan, atau bahasa dukun.
Singkot (bdk sangkot), maningkot, menggantungkan diri, kemudian pada umumnya membunuh diri; paningkotan, alat dengan mana orang membunuh diri; sumingkothon tali, melilitkan tali pada sesuatu, menyangkutkan tali, mengikatkan tali pada sesuatu.
Singkup, keranjang bulat pakai tutup dan dianyam rapat dengan rotan.
Singom, katup, rapat tertutup, pas satu sama lain msl tutup.
Singot, lih ingot; tarsingot, tentang, mengenai, teringat akan sesuatu dengan sayu; singot ni rohana, peringatan yang sayu, terkenang di hatinya; pasingot, = paingot.

Singsing, maningsinghon, mendorong, mendesak.
Sining, mandul mengenai ternak.
Sinok, I. terasa enak, tenang, tetap, puas; sinok modom, nyenyak, tenang tidur, tak terganggu; manghasinokhon, be-roleh sesuatu yang disukai; sisinoksinok, milik yang hanya dipunyai seorang yang tidak usah dibagi-bagikan; parhasinok ma i, makanlah itu sendirian. II. bingkai panjang pada papan rumah Batak.
Sinonangon, obrolan, cengkerama, omongan enteng.
Sinsal, maninsal, memarahi, menghukum, mencela, mencemooh, menegur.
Sinta, I. meminta, mengidam-idamkan, mendambakan, mengingini sesuatu, ingin mencita-citakan msl mengenai perempuan-perempuan yang hamil (gambaran mengenai keinginan sewaktu hamil ialah bahwa makanan dalam rahim mengingini makanan yang ia sukai); parsintasintaon, kesukaan orang yang sedang hamil; sinanta, yang diingini; diparsinta roha, mengingini sesuatu yang disukai; pinarsinta ni roha, yang disukai, keinginan, yang diharapkan. II. sej tanaman merambat yang dipakai pada pangir dan obat.
Sintak, sentak, dicabut, sentak, ditarik ke atas, menyambar mengenai kilat; manintak, menyentak msl tali lonceng, pedang; sintahan, sentakan, rampasan; sansintak, sekali menyentak, satu potong pakaian, sekali sentak; ramban sansintak, ulubalang yang tewas, yang hanya dikubur dengan sehelai sintak abit, oleh sebab ia meninggal sebagai tenaga upahan; pudun sintak, pancung.
Sintap, sebatas, dalam, intap.

Sintong, benar, tepat, persis, betul; hasintongan, kebenaran; hasisintong, kebenaran, ketepatan; marhasintonghon (diparhasintong), membenarkan, percaya, mengaku benar; sintong saratus, persis seratus, betul seratus.
Sintua, (dari si tua, lih tua), yang tertua, pengawas, penatera.
Sinur, bertambah banyak, ber-kembang biak mengenai ternak; ungkapan: sinur na itapahan, gabe na itaula, mudah-mudahan ternak kita bertambah, pekerjaan kita berhasil. Sio, tertutup, tak terkena hujan, terlindung terhadap hujan dan matahari, teduh; manisio, mencari perlindungan terhadap hujan, tempat berteduh; panisioan, tempat bersembunyi terhadap hujan, untuk berlindung terhadap hujan, tempat berteduh; siosio, idem; marsiosio, tidak memandang dengan mata karena penyakit atau takut, berkedip-kedip.
Sioa, sej pisau penikam, pisau belati.
Siok, tiruan bunyi: suara anak ayam; sioksiok, mencicit mengenai anak ayam, berciap-ciap, karena kehilangan induk atau karena lapar.
Siol, I. hampir; siol mate, hampir mati; siol dibunu ahu, hampir saya dibunuhnya (juga: sior). II. rajin, suka akan, ingin (= sihol?); ndang na siol ho mida jolma, engkau tidak kepingin melihat orang; na siol mida na tama, orang yang tidak mengingini sesuatu yang baik, jelek.
Sior, (bdk juga: siol I).
Sip, diam, bungkam, tak buka mulut, tidak berbicara; memerintah: tutup mulut! pasiphon, membuat orang berdiam diri, mendiamkan; manghasiphon, mendiamkan sesuatu, mengambil sikap diam saja, merahasiakan, tidak menegur orang lain.
Sipak, manipak, menyepak.
Sipal, celaka, papa, sengsara; marsipal, dalam keadaan sengsara, merana, melarat; pasipalsipalhon, menyiksa orang. Sipan, tapir, babi gajah.
Sipat, I. sangat, berarti, banyak; na sipat do isaram, kelakuanmu melewati apa yang diizinkan. II. sipat, manipat, sebanyak masuk ke dalam, banyaknya seperti, sedalam, selama; sipat jolma, dalamnya setinggi orang; sipat jongjong, sedalam orang berdiri; sipat bagot, dalamnya setinggi pohon bagot; manipat ari, selama satu hari; manipat sadarion, sepanjang hari ini.
Sipata, kadang-kadang, sekali-sekali.
Sipatu, sepatu; marsipatu, bersepatu, memakai sepatu.
Sipon, sej baion.

Sipu, sipusipu, sisa kayu bakar, sepotong kayu yang menyala, kayu belahan yang berkilap; sipusipu na mintop, sej sumpah, bdk gana; P.B.: binsat sipusipu sian tangan ni dakdanak, aha na so dung sitaonon ni Batak, kayu belahan jatuh dari tangan anak, apa yang tidak diderita orang Batak.
Sira, garam; sira masiu, sira bodil, sendawa, mesiu; manirai, menggarami; parsisiraan, tempat garam, sumpit garam; pasirahon, menaikkan batu dengan perlahan serta menggeser sedikit tanah ke bawahnya seperti garam dengan jari-jari.
Sirabun, abu api (dari: sira rabun?).

Siragong, (sira agong), abu yang halus, debu; diparsiragongi, diperabukan, msl mayat, dibakar hingga menjadi debu.
Sirang, cerai, menceraikan diri, terpisah; manirang (juga mangirang), menceraikan, memisahkan; parsirangan, perceraian, apa yang menceraikan; hasisirang, hal perbuatan bercerai, perpisahan; P.B.: sidangka ni arirang na so tupa sirang, apa yang sudah bersatu tidak boleh diceraikan laksana ranting arirang.

Sirapege, bumbu, makanan yang enak, karena dibubuhi dengan sira dan pege.

Sirat, pola pada tepi kain (ulos); handang sirat, pagar yang tiang-tiangnya dijalin dengan rotan.
Sirik, melihat sesuatu dengan miring, juling, mengot; parmata manirik, orang yang juling, bermata juling.
Sirim, manirimi, memperkosa perempuan, mengendapi binatang buruan.
Sirimani, lih riman.

Sirit, menceret, kotoran cair, berak encer; manirithon, mengeluarkan sesuatu, memberakkan (binatang).
Sirlak, = sillak; sumirlaksirlak, berkilap-kilap, berkilau-kilauan.
Sirnip, penuh muatan, penuh sampai pinggir bagian atas, sangat berlimpah mengenai bejana; P.B.: sirnip so gok marlobilobi hurangan, dikatakan mengenai seorang pembual yang mengatakan sudah melimpah tetapi belum penuh, dikatakan ia sudah berlebih-lebihan tetapi ia kekurangan.
Sirpang, simpang, perempatan; manirpang, mengambil jalan simpangan, menyimpang.
Sirsir, I. diukur dengan tepat, pas, persis; sirsir sataon, persis setahun, setahun penuh; manirsiri, kerja dengan betul sehingga cocok, mengakhiri pekerjaan. II. manirsir, menabur, menghambur; manisirhon, menghamburkan, menaburkan sesuatu, menyerakkan.
Sirup, manirup, menghirup; manirup sian tangan, minum dari tangan dengan menyirup, menghirup.
Sise, (sebenarnya: ‘ise’ bertanya?), manise, menanya, menapa, menegur; sisesan, anak sisean, murid; sebenarnya: yang harus bertanya; paniseon, tiba-tiba jatuh sakit oleh karena ada begu yang menyapanya; P.B.: diorong asu na so ompuna, paniseaon na so padanna, anjing menggonggom terhadap bukan tuannya, dengan siapa ia tidak berhubungan, dia tanya.
Sisean, lih sise.

Siset, sej burung.
Sisi, sisi, tepi, belahan; sisi ni laut, tepi laut, pantai; sisi ni harugian, besarnya kerugian; sisi, disampingkan, digeser kesamping, menyisih, menyamping, meminggir; pasisi, menggeser ke samping, menyamping, mengelak; sumisi, menjauhkan diri, terelak, tersisih msl awan; mangunsisi, idem. Sisik, I. permukaan, sisik pada ular dan ikan; manisik, membersihkan kepala dari kutu; P.B.: jolo nisisik asa tinindos, dulu dicari baru dipijit. II. sisihon, menderita penyakit kurus (terlebih anak-anak). III. marsisiksisik, tiruan bunyi ’sik’; cepat berjalan, cepat terbang.
Sisilon, kuku pada jari-jari tangan dan jari-jari kaki, cakar pada binatang dan burung; danggoldanggol sisilon, suam-suam kuku.
Sisip, sesuatu yang tersembunnyi; sisip, selip, sogokan, suapan; padalan sisip, memberi suap, menyogok, memberi uang pelicin; manisipi, membuat sesuatu secara diam-diam, merayapi dengan diam-diam; panisipi, penyelinap, orang keroh, penyisip.
Sisir, I. penggaruk; manisir, menggaruk. II. hasisiran, tangan luka disebabkan beling. III. marsisir imbulu, bulu roma berdiri; parsisir hal masuknya sesuatu dalam jumlah besar. IV. manisiri, memeriksa, menyusuri, menelusuri.
Sita, cetak biru.
Sitabeon, ikat kepala, kerudung duka (And).
Sitik, tergeliat, keseleo, gampang tersinggung, tidak serasi, tidak sesuai; sitik marroha, berpikiran salah, tidak sesuai, mudah marah; manjalahi sitik, mencari alasan untuk membuat sesuatu yang jahat, yang jelek; pasitikhon, salah urat, memisahkan orang yang tidak serasi; otik sitik, godang sega, sedikit salah, banyak orang binasa karenanya, sedikit salah, banyak rusak.
Sitamalun, lih talun.

Siuk, bengkok ke belakang dan diikat dengan keadaan demikian seperti gigi hudali; siuksiuk, sendok besi, sekop sampah, alat penyendok; maniuk, menyendok, mengangkat, menyedot; siuk, juga: bantuan beras yang diberikan kepada kawan-kawan bila ia memperoleh banyak tamu.
Siul, maniul, bersiul; bdk ngiul.

Siup, bunyi kenyam yang dibuat oleh lidah bila orang hendak membuat anak kecil tertawa; juga untuk memulai doa persembahan untuk memanggil roh-roh; marsiupsiup, berbunyi kenyam, berdecap bibir.
So, I. tidak, bukan, terutama dalam kalimat relatif, syarat dan majemuk pakai “na”; molo so, ia so, bila tidak, kalau tidak; nasa na so hubege, semua yang saya tidak dengar; ala so olo ibana, karena dia tidak mau; soada, soadong, tidak, bukan; na so uhum, apa adil, tidak pantas, tidak senonoh; dongan so haru dongan, bukan kawan bukan musuh, kawan tak kawan; mansoadahon, memungkiri, berdusta, meniadakan; unang so, perintah yang diperkuat: asal saja tidak, jangan tidak; sisoada, kata memaki: yang tidak apa-apa, yang tidak berguna untuk apa-apa saja; na soada, sekurang-kurangnya, paling sedikit; sampulu halak na soadana, sedikit-sedikitnya sepuluh orang; marsoadahon (diparsoadahon), meniadakan, menghancurkan, memperkosa wanita. II. berhenti, stop, tenang, diam; aek na so, air yang tidak mengalir; so jolo, diam dulu, dengarkan, berhenti dulu; pasohon, mendiamkan, meredakan, menghentikan; marhasoan, berhenti, menjadi tenang, menetap tingal; ndang marhasoan songon sisada tangan, tidak berhenti, tidak berakhir, seperti seorang yang berjalan di rambing dan hanya mau memakai suatu tangan untuk memegangnya dan oleh karena itu ia tidak dapat terus berjalan.
Soada, lih so I.

Soara, suara, bunyi, nada; marsoara na gogo, bersuara keras, berbicara dengan suara yang kuat; dipagogo ma soarana, dia berbicara dengan suara nyaring, dipernyaringlah suaranya; didok soarana, jawabnya, ia berkata; marsoara, berkata, berbunyi, bersuara, berbicara.
Sobal, = mahap.

Soban, kayu bakar, kayu api; marsobansoban, mencari kayu api, mengumpulkan kayu api; masisoban, mengambil kayu api; parsobanan, tempat pengambilan kayu api atau tempat penyimpanan kayu api.
Sobasoba, sej kupu-kupu (malam).
Sobo, sembuh, tenang, reda, membaik; sobo rimasna, marahnya sudah reda, reda kemarahannya; sobo arsakna, kepahitannya, dukacitanya sudah puas; manobonoboi, menghibur, menenangkan; sobo, juga: tidak jelas dikenal; sobosobo imbulu, penentuan waktu: senja waktu mana orang tidak dapat lagi melihat dengan terang bulu tangan yang halus; sobo tulis, berganti mengenai buluh ternak yang mudah; sobosobo, belukar yang diseret di atas lobang bibit (niordang) untuk menutupinya dengan tanah.
Sobok, sama, serupa, seperti, mirip pada; sobokhon, sama dengan, serupa dengan, menyerupai; sobokhon alogo dorasna, secepat angin, menyerupai angin kencangnya; pasobokhon, disamakan, dicocokkan, dipersamakan.
Sobu, hidupkan api, lepas, sibuk, rajin pada sesuatu; manobu api, menutup api dengan abu, agar jangan padam betul; sobuon, tumpukan kulit padi, sekam, kulit tipis pada padi yang sewaktu menumbuknya menjadi lepas (ditebarkan pada api agar tidak mati); tano sobusobu, tanah yang lembek (seperti sobuon).

Sobur, manobur, marsobur, minum dengan rakus mengenai binatang; pasoburhon, memberi minum; sisobur tuak, peminum tuak; disobur ateate, merasa dirinya kering dalam hati; soburan, tempat minum, perminuman ternak.
Soda, kapur (Angk).
Sodam, manodam, mengenai, membuat kena.
Sodang, tarsodang, tidak cocok, tidak sesuai, tidak pantas pada parmanuhon. Soding, jauh, tersendiri, terpisah dari yang lain, sunyi, terpencil; na soding, sodingsoding, kesunyian, tempat yang jauh, terpencil; soding jolo, sudut kanan bagian muka rumah Batak; soding pudi, sudut kiri bagian belakang rumah Batak.
Sodok, sekop, sendok, keruk.
Sogam, yang membuat sakit hati, bising, kepanasan, gelisah.
Sogan, takut, segan.
Sogar, segar, tegar, sehat, biasanya dipakai dengan panaili.

Sogi, = suhi, segi, sudut.
Sogir, penuh bahaya; berbahaya mengenai manusia terhadap siapa orang harus waspada, berhati-hati terhadap, waspada, was-was.
Sogit, I. mabiar; manogitnogit, takut. II. bona pasogit = bona pinasa, kampung halaman, tempat kelahiran, daerah asal-usul nenek moyang.
Sogo, tak enak rasanya, segan, tidak mau, tidak senang, risih, jengkel; sogo rohana, dia segan, dia tidak mau, dia benci; sogo ni roha, kebencian, kejengkelan, kerisihan; marsogo ni roha, segan, tidak mau, merasa jengkel pada; manghasogohon, benci mengenai sesuatu, merasa tak enak pada, tidak menyenangi.
Sogot, I. pagi-pagi benar, pada pagi hari; marsogotna i, keesokan harinya; sumogot, pagi-pagi benar; sansogot, satu hari pagi sebagai tanda ukuran msl dalan (ulaon) sansogot; na sogot, na sogotan, tadi pagi; panogotan, apa yang dibuat pagi-pagi sebelum makan; juga: hal makan pagi-pagi benar; mangan panogotan, serapan pagi; pasogot, membuat sesuatu lebih pagi; dipasogot hehe, cepat bangun pagi-pagi. II. marsogot, besok; sadari sogot (marsogot), hari besok; manogot, besok pagi; bodari sogot, besok malam. III. sogot, = yang akan datang; na masa sogot, apa yang terjadi pada masa depan; sogotsogot ni ari, hari-hari yang akan datang, kelak di kemudian hari.
Soha, manohanoha, mendiamkan orang.
Sohal, manohal, menyekal mulut dengan nasi (kata yang kasar); sohali, segar, baharu, hidup baru.
Sohang, tegang, apa yang tidak datang bersama-sama, tidak terdamaikan (bdk sehang).

Sohe, sewa, retribusi, pajak yang dikenakan bangkir kepada setiap pemain, sewa yang dikenakan kepada pemilik rumah untuk pemakaian lampu dan rumah.
Sohot, I. kawin, nikah, berhenti, selesai, istirahat; mansohot, berhenti; pasohothon, memperhentikan, mengawinkan; hasohotan, tempat dimana sesuatu berhenti, tinggal, pernikahan, tempat menetap; marhasohotan = mansohot bogasna, telah berkeluarga, berumatangga, telah kawin. II. manohoti, memeriksa sedalam-dalamnya, menyelidiki. Soit, I. ansosoit, sej tumbuhan dengan daun berduri. II. tulang pinggul, tulang pangkal paha.
Soksok, I. sumber, asal, mula; soksok ni aek, mata air. II. manoksok, hangus, terbakar; manoksohi, membakar hangus sesuatu.
Sola, = manola, masuk, masuk di antara sesuatu.
Solam, suci, murni, saleh, ta-wakal, alim; na pitu hali so-lam, sangat suci, tujuh kali alim.
Solang, I. manolang, mengganjal, membaji, menyorong ke dalam, menaruh sesuatu ke dalam sebagai alas, menyorongkan ke dalam untuk memenuhkan. II. uang sebagai pinjaman; pasolang, meminjamkan uang.
Solat, = siat; tarsolat, muat, terselip, dapat masuk, terdapat di antara; ndang tarsolathon, tidak dapat dimasukkan, tak bisa diselipkan; maisolat, menumpang pada seseorang; paisolatan, tempat menumpang, tempat penumpangan.
Solgap, manolgap, menangkap, melahap.
Solhap, = sohal.

Solhot, dekat, tidak jauh, masih berhubungan dekat, akrab, karib, sanak; solhot tu, erat pertalian keluarga kepada, dekat pada; na sumolhot, kerabat yang terdekat, famili; pasolhothon, mendekati, mendekatkan, mengakrabkan; sihasolhotan, seorang yang famili dekat, anggota keluarga dekat, kerabat.
Soli, gansi do uhum, sisolisoli gogo, sama-sama hak pada kedua belah pihak; sisolisoli, sama-sama hak duabelah pihak.
Sollop, I. manollophon, mengumbatkan, membenamkan sebahagian, memasukkan, mencucukkan; manollop, menyisipkan kapal yang bocor, memperbaiki. II. sakit perut disertai muntah; sollopan, menderita penyakit ini.
Sollut, tidak cocok satu sama lain msl makanan, berlawanan selera.
Solo, I. senang, sangat suka, dikasihi, digemari; hasoloan, yang disenangi, kekasih, kesayangan. II. olo do ahu manolon solo tutu tano ni daompung, saya mau bersumpah bahwa tanah itu adalah kepunyaan nenekku.
Solobean, dewa danau, batu di dasar danau Toba yang dipercayai sebagai persemayaman hantu air dan tak pernah kelihatan.
Solok, sudut, leku, belokan, tikungan.
Solot, terselip, terpaut; manolothon, menyelipkan, memasukkan msl pisau ke dalam sarungnya; marsolotan, berserakan, berselip-selip; solotsolot ni batu, celah-celah di antara batu; ansolotan, lih disana.
Solpa, I. kayu busuk yang terdapat di dalam tanah. II. dekat mengenai musuh, berada di hadapan; manolpai, menyerang, menangkap.
Solpot, epileptis, sawan, penyakit ayan; solpoton, menderita epilepsi, menderita penyakit ayan.
Solpu, = salpu.

Solsol, I. tobat, sesal; solsol ni roha, sesal, penyesalan; manolsoli, menyesali; husolsoli rohangku, kusesali diriku, aku menyesal; disolsoli bagina, ia menyesal, disesali nasibnya; tarsolsol bagi, bersusah hati, penuh sesal, tak hendak mengulangi lagi; nanget masisungkunan, unang masisolsolan, amit-amit bertanya jawab, jangan sampai saling menyesal; panolsolion, penyesalan. II. itok solsol, sej ikan yang masuk jala, mati karena takut dan sakit hati; unang hamu songon itok solsol, jangan hilang keberanianmu.
Solu, kanu, perahu, sampan dibuat dari batang kayu yang dikeruk; solu, dikeruk sebagai solu; marsolu, berlayar dengan perahu seperti itu, berperahu; P.B.: parsolu siantuang do ho, engkau tidak berarti dan tidak bermanfaat, seperti orang yang membuat perahu dari kayu siantuang, adapun kayu ini sangat ringan dan cepat busuk.
Soluk, caplok, tukar tempat, sebagai pengganti seseorang atau sesuatu; soluk, sebagai penggantinya; manoluk, menggantikan sesuatu atau seseorang; manolukhon, menggantikan, menukarkan tempat; aek manoluk miak, minyak menggantikan air; masisoluhan, marsoluksoluhan, saling menggantikan, silih berganti.
Solup, liter ukuran, takaran padi (beras) dari bambu: 3-4 bale; manolupi, mengukur dengan solup ini, menakari.
Soma, diparsomahon, mengutuki seseorang untuk segera mati, disumpah-sumpah agar mati.
Somal, biasa, lumrah, sudah biasa, lazim; hasomalan, kebiasaan; pasomalsomal, membiasakan, melakukan berulang-ulang, membiasa-biasakan; somalna do peamna, lih peam.

Somang, semang; induk somang, tuan, majikan, induk semang; anak somang, anak semang, bawahan, kenek.
Somba, sembah, hormat, puja; sombangku di ho, hormatku padamu, sebuah kata dengan mana orang meminta secara khidmat sekali; marsomba, menyatakan dengan hormat, bersembah sujud; manomba, menyembah, memuja, menghormati, sembah sujud; manomba ujung (yaitu: ni jarijari) manomba huasi, memohon dengan rendah hati dalam hal mana ujung jari-jari diletakkan bersama-sama merentangkan tangan; gaol na marsomba, batang pisang, yang menghasilkan persis rangkainya; manombahon, memberikan sesuatu sebagai hadiah sambil memberikan hormat; sombasomba, sepasang rusuk sebagai terdapat kiri kanan tulang punggung; sombaon, taraf yang tertinggi yang dapat dicapai roh orang mati. Ya berdiam pada tempat yang istimewa, pada pohon yang tinggi, pada gunung yang tinggi, jurang yang dalam dsb; tempat-tempat ini juga disebut sombaon. Sombayong, sembahyang.
Sombob, sosombopon, mengesak-esak, menangis bersedu-sedu karena dukacita.
Sombu, lega, sembu, puas, senang, biar, terpenuhi, mengenai dahaga, balasan, marah, keinginan; pasombuhon, membiarkan, mengizinkan, memuaskan.
Sombul, manombul, mencet warna gelap; abit na sinombul, kain yang diwarnai gelap.
Sombut, manginsombut, = mangonai, menimpa seseorang msl hukuman, amarah, pembalasan.
Somong, I. tarsomong, kedapatan, datang secara tiba-tiba dan berbuat sesuatu dengan tergopoh-gopoh, membuat dirinya terseret, terbawa-bawa. II. batu somong, sej batu.
Somor, marah, gusar, rusuh; manghasomorhon, marah terhadap seseorang atau sesuatu; somorsomor, sej begu; anak somorsomor, anak yang jahat yang membuat orang tuanya sakit hati; imbulu somorsomor, bulu pada tubuh manusia dan kuda yang menandakan bahwa orang itu atau kuda itu tidak berharga; pada umumnya: tidak berharga; hepeng somorsomor, yang membawa celaka yaitu uang curian.
Somot, semat; mansomot, manomot, menyemat, diikat dengan rotan msl saong; somotsomot, sej rumput, yang bijinya melekat pada kain.
Sompa, = tompu. Sompit, sempit.
Sompol = sumpol.

Sompong, tiba-tiba, terkejut, tidak diharapkan, mendadak; tamue sompong, tamu yang mendadak datang.
Sompor, bandel, nakal, kurang ajar, rewel mengenai binatang, walaupun diusir, terus datang kembali atau mengenai pencuri.
Sompung, terburu-buru, dengan tidak berembuk.
Sona, sej pohon kayu yang getahnya berwarna merah darah.
Sonak, pasang naik, datang mengenai gelombang laut.
Sonang, bahagia, senang; marsonangsonang, hidup tenang dan damai, bersenang-senang; pasonanghon, menyenangkan, dibuat tenang; hasonangan, kesenangan, ketenangan.
Sondang, cahaya, sinar, terang; panondang, cahaya, sinar; manondangi, = sumondangi, menerangi sesuatu, menyinari; marsinondang, bercahaya, bersinar; manondanghon, menyinari sesuatu.
Sonduk, senduk; manonduk, menyendok, memberi orang makan sebagai penumpang di rumah; marsonduk hela, menantu laki-laki yang tinggal di rumahnya, makan dan bekerja; hela sonduhan, menantu seperti itu; parsonduk, ibu rumah, nyonya rumah, bini (pengusaha dapur); ndang diboto marsonduk, ia tidak dapat mengatur rumah tangga dengan baik; sinonduk, sinonduk mangan, suami, laki yaitu orang untuk siapa si isteri menyendok; sonduhan, anak sonduk, pesuruh atau pelayan perempuan yang diberi makanan dan harus bekerja untuknya.
Songa, sej bambu yang dipakai untuk menganyam anduri.

Songe, seram, menakutkan, menimbulkan rasa takut, angker.
Songgak, I. manonggak, manonggahi, menyenggak, membentak, menghardik, menyapa dengan perkataan yang keras. II. sej pohon kayu.
Songgop, turun dari langit, hinggap, bertengger mengenai begu, burung, hormat, kekayaan; hasonggopan, tempat hinggap msl burung, tempat bertengger; pasonggophon tu, membuat pergi ke sesuatu, menghinggapkan, dikenakan kepada seseorang msl hukuman, mengalamatkan (sesuatu yang kurang kurang baik) kepada.
Songgot, terkejut, tiba-tiba, mendadak; manonggoti, mengejutkan orang; tarsonggot, terkejut, kaget; songgotsonggot, kekuatiran, kuatir, kejutan.
Songik, berbau busuk, tengik, tajam mengenai bau, sengit.
Songka, I. ular yang berbisa. II. karang.
Songkal, penuh wibawa, tak terhampiri, tidak dapat didekati, mulia, sering dipakai dalam hubungan: na songkal nabadia msl mengenai sombaon.

Songkar, mistar yang menghubungi kasau; manongkar, merenggangkan sesuatu.
Songke, cukai, sejumlah uang yang diterima bangkir pada permainan.
Songkik, (bdk pongkik), mamongkihi, mencekik seseorang; tarsongkik, tercekik.
Songkir, gagang, tangkai alat perkakas msl kapak.
Songkong, manongkong, memegang, mencengkeram, menahan, tidak dibenarkan pergi msl orang yang berutang.
Songkor, penyakit yang berat.
Songkung, mulia, terhormat, dihormati (Angk).
Songon, seperti, bagai (memperbandingkan); songon api, seperti api; songon dia? bagaimana? seperti apa? songon on, songon i, seperti ini, begitu; sisongon on, yang seperti ini, seperti cara ini; songon na, seolah-olah, seakan-akan; dipalua songon na so ditanda ahu, dibuatnya seolah-olah ia tidak mengenal saya; tarsongon, kira-kira seperti, bagaikan; songon songon i, begitu-begitulah, begitu itu sajalah.
Songsang, luntur mengenai warna.
Sonsong, hambat, hembang, tutup jalan, tersumbat; manongsong, menghambat, menyumbat; songsong rak, batas antara dada dan badan bagian bawah dekat rongga badan P.B.: ndang tarsongsong mata ni ari binsar, orang tidak dapat meng- hambat matahari terbit, artinya: bila seorang naik msl naik pangkat, kedudukannya bertambah tinggi, tidak suatu pun yang dapat menghalangi membuat dia cemburu.
Sonsongultop, penyengat.
Songti, kesaktian; hasontion, idem.
Sono, manonoi, merusakkan sesuatu, mengacau-balaukan, mengganggu.
Sonom, sangat rindu akan, sangat kepingin kepada, kangen sekali.
Sonsam, terban dan tarbalik.
Sonson, tersodor di hadapan seseorang, berada dekat di muka orang; sonson di jolom, ada di hadapanmu; manonsonhon, memaksa masuk, menggeser; manonsonhon baru, menyodorkan anaknya perempuan untuk membayar hutang.
Sontang, sej pohon kayu.
Sonti, terawat baik, baik tersimpan, tetap mengenai undang-undang; sonti di patik, tetap, tidak dapat diobah-obah, tak tergugat; sonti marugasan, berlaku hati-hati dengan pekerjaan, dengan urusan, rawat betul akan barang milik.
Sonting, = sunting II; parsontingan, persuntingan.
Sop, mansop, memasukkan benang
tenung ke cet untuk mewarnainya, mencelup benang ke dalam pewarna nila.
Sopa, sepah = sopasopa, sepah, bungkil, ampas, limbah, bagian yang tak berguna lagi.
Sopar, subur.
Sopit, = gogot.

Sopo, lumbung padi, di bawah atap disimpan padi, di ruang terbuka tempat menerima tamu serta tempat mengadakan pertemuan, di atas juga tidur para pemuda.
Sopot, manopot, memotong pohon kayu dekat tanah, dekat ke pangkal; sopot so marama so marina, kehilangan orang tua sewaktu kecil, yatim piatu.
Sopsam, jatuh, rebah, terjatuh, roboh.
Sopsop, manopsop, menghisap; disopsop ateate, merasa diri kekeringan, rasa menghisap di uluhati; disopsop mudar, lintah, penghisap darah.
Sopu, sepuh; manopu, memadamkan kapur; mengeraskan besi yang hangat dengan memasukkan ke dalam air.
Sor, rusak mengenai besi yang terlampau lama berada dalam api; tarsor, kedatangan dengan tiba-tiba menjadi sial, melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai, dengan tiada pengharapan, terlanjur.
Sora, manorahon, menyerahkan.
Sorang, lahir, turun, menginap, sebagai tamu menumpang, bertempat tinggal mengenai begu, sumangot, celaka; sorangan, tuan rumah, nyonya rumah; maisorang, berdiam, menumpang; naeng sorang tamue, menanti, mengharapkan kelahiran anak; sorang, jam waktu lahir, waktu kelahiran.
Sorat, berat, penuh muatan, bermuatan berat, sarat; P.B.: na sorat di ulu sorat di butuha, siapa yang telah bekerja keras, ia makan banyak; pasorathon, memberatkan, dibuat berat; sorat sahalak, beban untuk satu orang, pas untuk dibawa satu orang.
Sorba, tuan sorba di banua, nama nenek moyang orang Batak.
Sorbit, masisorbitan, gemerlapan, berkilau-kilauan, masing-masing memancarkan cahaya.
Sorbuk, serbuk; bubuk.
Sordak, palang pintu di dalam rumah; manordak, memalang, mengunci, menggeserkan palang untuk mengunci pintu.
Sordam, serdam, seruling.
Sordit, enak, cocok satu sama lain mengnai lauk pauk.
Sorga, surga; naik sorga, meningkat, bertambah mengenai kekayaan dan kemuliaan.
Sorgang, manorgang, membentak supaya jera, membantah, mempertakutkan, menggerantang; panorgangon, cara menggerantang seseorang dsb, juga: jimat dengan maksud seperti ini.
Sorha, roda; alat atau jentera untuk memintal kapas jadi benang, jentera pemintal, rahat.
Sori, untung, nasib, takdir; sori ni ari (juga soro), nasib buruk, celaka; aha na so taonon pandokhon ni sori ni ari, betapa tidak ditahan segala sesuatu bila nasib buruk menghendakinya (sori ni ari sudah ditentukan sebelum manusia lahir); sori ni aringku, nasibku yang buruk ini, ah sialku ini; sori gabe, bahagia, untung baik, berkat; sori mago, sial, celaka, nasib buruk, nasib malang; sori dangol, idem; parsorion, takdir, nasib dalam arti celaka, sial, kemalangan; marsori ni ari, dalam keadaan sial, bernasib malang.
Soribalanga, buku panggul.
Soridadu, = soldadu, serdadu, prajurit.
Soridandan, sej penyakit, yang membuat anggota gerak bengkok, pengkor.
Sorigala, serigala.
Sorik, bulu sorik, sej bambu.
Sorin, manorin, menggantikan, menggilir, mengambil tempat dengan menggantikan orang la-in; pasorin, berganti; masorinsorin, berganti-ganti, bergiliran, saling bergilir, silih berganti.
Soring, manoringi, mengucapkan mantera.
Soripada, nama dewa saudara laki-laki Batara guru dan Mangalabulan: juga kata halus untuk isteri (Angk); inanta soripada, isteri-isteri kita, para wanita; P.B.: ndang olo tuk ulaon, ia so soripada patukhon, tidak sesuatu pekerjaan akan terlaksana tanpa bantuan para isteri. Sormin, cermin; sorminan, idem, jendela kaca.
Sorna, pemberian, berupa beras yang diberikan kepada sanak saudara yang menyelenggarakan pesta; mangido sorna, meminta bantuan kepada kaum kerabat bila hendak mengadakan pesta; sornasorna ni Debata, anugerah, karunia.
Sornga, tiba-tiba, tidak disangka, saling menubruk, bertabrakan.
Sorngot, mendadak, tiba-tiba; sahit sorngot, penyakit yang tiba-tiba muncul, penyakit mendadak.
Sornop, I. masuk ke dalam air, tercelup air; manornophon, mencelupkan ke dalam air, membasahi, memasukkan ke dalam air. II. = tole, maju.
Soro, I. manoro, menerkam, merenggut, menangkap, memegang, merampas mengerkah mengenai binatang buas, menyambar mengenai kilat; manorohon hata, segera menjawab, juga memajukan kata kepada seseorang; masipansorohon hatana, masing-masing memajukan masalahnya; manorohon langka, bersegera, menggesa; disoro porhas, disambar petir; sisoro aek, nama sej burung yang hidup dalam air. II. = sori.

Soron, panaroni, selir, gundik; ina panoroni, ibu tiri; ama panoroni, bapa tiri, ayah tiri; anak na sinoronan, anak tiri yang diambil dari perkawinan lain.
Sorong, manorong, mencoba mengenakan pakaian. Sorop, I. sengat. II. = serep, rendah, dekat tanah; sumorop, mengunjungi dunia mengenai roh, turun dekat tanah mengenai awan; manorop begu tu, memasuki sesuatu mengenai roh; disorop ombun, awan turun ssampai dekat tanah, bergantung rendah (dekat tanah).
Sorpa, manorpa, memegang, menangkap.
Sorpi, manorpi, melipat.
Sorpo, = songgot; manorponorpo, mengejutkan, membuat ter-kejut; begu sorpo, penyakit tiba-tiba disebabkan sekonyong-konyong melihat begu dan membuat dia terkejut.
Sorsor, manorsor, menumbuk padi untuk pertama kalinya; manduahali, untuk kedua kalinya; mangosas, untuk ketiga kalinya, menumbuk sampai semua terkelupas.
Sorta, manis, santun, alim, ramah; dipasorta pangalahona, dia berlaku manis, bersikap alim, berlaku sopan santun.
Soru, sej perangkap tikus terdiri dari seutas jerat yang digantungkan pada bambu.
Sorur, sesuai, cocok; uli rupana sorur ro di matana, dia cantik sampai pada matanya yang sesuai dengan kecantikannya; hasoruran ni roha, kawan dengan siapa kita sesuai, cocok, yang berkenan di hati, teman akrab.
Sosa, = sesa, hapus; manosa, menghapus, merombak msl bendungan; sosa, sikat atau penyapu dipakai untuk membasahi benang sewaktu bertenun.
Sosak, manosak, merepotkan, mendesak; manosahi, menyesak, menindis orang, menyempitkan; tarsosak tersesak dalam kesempitan, dalam kesusahan, melarat; hasosahan, dalam keadaan sulit, kesesahan.
Sosal, manosalhon, mendesak; panosal, desakan.
Sosar, alas, lapik, daun atau ranting tempat meletakkan potongan-potongan daging, yang dicincang.
Soso, I. garis-garis yang ditarik di atas tikar di bawah ampang sewaktu meramal dengan ayam, menurut arah ayam jatuh diberikan ramalan. II. manosoi, mendesak meminta dengan sangat menghimbau. III. tano soso, tanah longsor.
Sosombopon, bdk sombop.

Sosop, manosopi, menutup, memakal menimbun msl lobang; mengarsir gambaran; sosop, dipenuhi, ditambahi, tertimbun, tertutup.
Sosor, pemukiman, kampung yang baru didirikan dan masih terdiri dari pondok-pondok primitif; manosor, mendirikan kampung baru, mendirikan pemukiman baru.
Sosot, rapat, padat, dekat satu sama lain; manosoti hata, mengatakan segala-galanya dengan jelas; marsisosoti, berdiri tidak sama rapat, rapat tak menentu jaraknya.
Soting, marsotingsoting, ber-kilau-kilauan di muka mata, gemerlapan.
Sotok, manotok, menyengat mengenai serangga; disotohi ateatena, = digotili, rasanya dipijit-pijit dalam badannya, rasa nyeri di uluhati.
Sotop, manotop, menyengat mengenai serangga.
Sotul, nama sej pohon yang berbuah.
Sua, manginsua, lih insua.

Suak, masuak, patah, terkulai msl dahan kayu; P.B.: tarida urat, tambortamboran masuak dangka rahutan, kalau akarnya kelihatan tanah disekelilingnya harus ditimbun, kalau dahannya terkulai orang harus mengikatnya, artinya: orang harus menolong mereka yang berada dalam kesulitan.
Sual, marsual, berdebat, bersoal, menyanggah, berbantah-bantah; manual, memerangi, membantahi, bertengkar mulut.
Suan, manuan, tanam, menanam; manuan patik membuat undang-undang, menentukan hukum; manuan hata, mengedarkan berita, desas-desus, menyebarkan berita; manuan bada, menggalakkan perselisihan, menyebabkan persengketaan; manuan lagu, membuat baik, melakukan sesuatu yang baik, menanam budi; manuan dengke, memasukkan ikan ke dalam kolam; suansuanan, tumbuh-tumbuhan, tanam-tanaman; sinuan tunas, putera, anak laki-laki (And); sinuan beu, = boru (And); na marsinuan, = ama (And).
Suang, kembali, pulih, kembali dengan sia-sia; sumuang, kembali lagi, sekali lagi; pasuanghon, mengembalikan, mengembalikan kepada keadaan semula; pasuang roha tu bagasan, memperhatikan, memusatkan pikiran terhadap sesuatu; suang le, suang songon i, pula, begitu juga, serupa dengan; suangsa on (suang songon on), pada hari yang sama seperti hari ini, dalam delapan hari mendatang; suangsa marsogot, besok dalam delapan hari mendatang.
Suap, marsuap, mencuci muka dengan tangan; parsuapan, tempat cuci muka.
Suara, = soara, suara.
Suari, marsusuari, berjemur di panas matahari.
Suasa, cincin suasa.
Suasae, mansuasaehon, dipansuasaehon, memboroskan, membuang-buang, menyia-nyiakan, menghambur-hamburkan.
Subang, terlarang, tak boleh, haram, pantang, msl lauk pauk atau sayur sewaktu makan obat, dilarang menyebut msl kaum kerabat (ayah); dia subangna, apa pantangannya? manubanghon, sumubanghon, melarang, memantangkan, berpantangkan.
Subo, manubo, mencoba.
Subut, I. diperintahkan, ditetapkan oleh datu; panubut, persembahan yang dituntut oleh begu; tarsubut simangot ni ompuna, roh nenek moyang yan gditunjuk oleh ramalan untuk diberikan persembahan. II. manubut, membujuk, berbuat baik kepada orang, mengambil hati, mengajuk; manubuti, merestui, menggairahkan.
Suda, habis, berakhir, habis dimakan, tak bersisa; mansudahon, menghabiskan, memakan habis; pasudahon, idem; hasusuda, akhir, hal habis dimakan; suda bohalna, persediaan makanannya di tengah jalan sudah habis, artinya: dia meninggal; nasa na sudasa, idem.
Sude, semua, semuanya; sudena, semua, semuanya; sasude, semua mereka; sude hami, semuanya kami; mansudehon, = mansudahon.

Sudol, sudolsudol, kedendaman, pembalasan; pasudolhon, membalas sesuatu, membalaskan, membalas kejahatan.
Sudu, mansudusudu, berdiang, memanaskan diri dekat api; marsidudu, idem; pansudusuduan, perdiangan, tempat api, kotak besi tempat memelihara api; mansusuari (dari mansudu tu ari), berjemur di panas hari.
Sudung, manudung, meminta, menanya; hasudungan ni roha, kekasih, kesayangan, kesenangan hati, yang tercinta; P.B.: topot raja ni uhum, sudung raja ni patik, tanyalah hukum kepada raja.
Sue, = juap.

Suga, duri; tarsuga, terinjak duri, kena duri; marsuga, berduri.
Sugal, = hehe; sugal sahit, kambuh, timbul, bangkit penyakit; sugal rohana, dia menjadi marah, bangkit amarahnya.
Sugam, resah, sakit hati, jengkel.
Sugapa, bibir pukat atau bubu yang mencuat ke dalam yang diperbuat sedemikian rupa sehingga ikan tidak dapat keluar lagi.
Sugari, juga bila, andai kata, jikalau, bila sesuatu, sekiranya; sugari sura, = aut sura, seandainya, bahwa sesuatu.
Sugi, I. manugi, menguliti, menetak kulit pohon, seperti halnya pada haminjon (kemenyan) untuk memperoleh getahnya; sugisugi, takikan, kayu kecil dan tipis untuk menguliti pohon. II. = sogo. III. sugisugi, lempangan tembakau.
Sugut, sembunyi, rondok, runtuh, jatuh pada lutut; tarsugut, tersempit, terpojok, merondok, bersembunyi.
Suha, I. = tu julu, (dikatakan mengenai ikan). II. suha, berlimpah-limpah mengenai hasil ladang. III. parit di sisi tembok yang terjadi karena dari situ diambil tanah untuk membangun tembok itu.
Suhar, terbalik; marsuhar, dalam keadaan terbalik; P.B.: hea marsuhar ulu ni na mate maup, pernah kepala orang yang tenggelam terletak di sebelah hulu (biasanya mayat hanyut dengan kepala sebelah hilir: biasanya terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kebiasaan); suhar di rohana, menurut tanggapannya adalah salah, bertentangan dengan perasaannya; pasuhar, memalikkan; manuhar, melawan, menentang seseorang; panuhari, kebalikannya, yang sifatnya justru sebaliknya.
Suhat, I. sukat, takar, ukuran; suhatsuhat, ukuran; manuhat, menghitung, mengukur (baik mengenai panjangnya maupun mengenai banyaknya); P.B: ndang piga halak sililit bolonna sisuhat ginjangna, tidak berapa orang yang mengetahui tentang dirinya sendiri; marsuhat di ho, itu bergantung kepadamu, terserah kaulah; parsuhatan, cara mengukur; ndang hasuhatan, tidak dapat di ukur, sangat besar. II. sej tumbuhan, ubi talas, keladi. III. jabu suhat, kiri muka lantai rumah Batak tradisional.
Suhe, ( = sungke), manuhe, me-ninggikan, meningkatkan, mengangkat.
Suhi, segi, sudut; suhi ni tangan, siku tangan; suhisuhi, segi-segi, sudut-sudut, penjuru; sitolusuhi, tiga sudut; siopatsuhi, empat sudut; suhi ni ampang na opat, nama bagian perkawinan perempuan, lih ampang; suhi, diasingkan, dicadangkan, tersendiri, terpencil, lain bagian; marsuhisuhi, bersudut, bersegi-segi, bersiku-siku.
Suhu, suku, kelompok, pembagian menurut perwakilan, masing-masing, semua, semuanya, semua yang bersangkutan; marsuhusuhu, satu dari setiap keluarga, pamili, berperwakilan; na tolu suhu, yang tiga jenis, tiga kelompok, tiga suku. Suhul, gagang, pemegang pisau, pedang; juga: gempa bumi oleh sebab orang memanggil suhul pada gempa bumi untuk mengingatkan gagang pedang naga padoha (penyebab gempa bumi) yang tersisip di badannya; ndang hasigatan pasi dibagasan suhul, orang tidak dapat melihat pasak di dalam gagang, artinya: orang tidak dapat melihat kehendak hati; suhulsuhul, sej pohon kayu.
Suhun, manuhuni, menyiapkan, mengucapkan kata-kata yang terakhir dan terpenting.
Suhung, membungkuk, bengkok, tangan dan kaki diikat bersama-sama; manuhung, mengikat orang secara ini.
Suhut, tuan rumah, penyelenggara pesta; hasuhuton, bertindak sebagai tuan rumah, pimpinan, pemimpin, penanggung jawab; manghasuhuthon, memimpin sebagai tuan rumah, memegang peran sebagai suhut.
Suksuk, (bdk gukguk), padat berisi, penuh dengan melebihi ukuran, sangat penuh, melimpah mengenai benda-benda bukan cairan; manusukhon, membuat berkepala, ditakar dengan melimpah, memadati penuh, mengisi sepenuh-penuhnya; manaluksuk, membubung, meningkat.
Sulak, berbalas, berbalik.
Sulam, manulam, memberi jawaban atas pollung; sulambak, sej kucing liar, yang menurut kepercayaan orang ada begu di dalamnya; sulambak golanggolang, sej cerpelai.
Sulandak, sikulandak. Sulandit, lih landit.

Sulang, manulangi, menyuapi, memberi seseorang makanan dari tangan; manulanghon, menyuapkan, memberi makan seperti ini; sulangsulang, makanan yang diberikan kepada orang khusus juga makanan persembahan.
Sulangat, jala yang bersegi empat yang dipegang pada sebuah batang besi; sulangat durung, berbentuk empat segi seperti jala itu; marsulangat, menyampakkan jala, menjala.
Sulangsalik, hiruk-pikuk seperti orang di pasar.
Sulasi, pohon selasih.
Sulean, lebih dari kenyang, sedemikian banyaknya diterima sehingga tidak ada satupun yang tinggal, beruntung.
Sulhut, manulhut, membakar.
Suligi, lembing dari bambu.
Suling, suling.
Sulingkit, manulingkit, meneliti, menyelidiki, menduga, menginterrogasi, menanyai sampai hal sekecil-kecilnya.
Sulon, berhenti dalam perjalanan, tertahan; manulon memperhentikan, menahan; mangulon, beristirahat, berhenti.
Sulu, I. suluh, obor; sulusulu, idem; manulu, menyuluh, menerangi. II. buah yang pertama pada tandan pisang yang lebih dulu masak.
Sulum, sej ikan kecil. Sulung, manulung, memberi persembahan kepada begu, memberi sajian kepada roh.
Sulup, manulup, mencat benang jadi hitam.
Suma, nama hari ke-2 penanggalan Batak; P.B.: disi suma disi anggara, disi suda disi soada, jika habis berakhirlah; suma ni mangadop, nama hari ke-9 penanggalan Batak; suma ni holom, nama hari ke-16; suma ni mate, nama hari ke-23.
Suman, serupa, cocok, mirip, sama dengan, menyerupai; sumansumanan, gambaran, peniruan, kemiripan, patung; pasumanhon, meniru, dibuat sama bentuknya, membuat serupa; manuman, meniru, mencocokkan dengan, mengikuti jejak.
Sumanggo, bumi (And).
Sumangot, = simangot.

Sumar, luar biasa, meluap, kelewatan, berlimpah-limpah mengenai hasil padi, berlebih-lebihan; aek na sumar, air bah, air yang bukan main banyaknya, banjir besar; mamusarhu do pangalahom, kelakuanmu ada keterlaluan, kelewatan perangaimu.
Sumba, nama sebuah induk marga.
Sumban, balok-balok atasan yang memanjang pada rumah dalam mana tiang-tiang dihubungkan dengan pasak dan lubang dan di atas mana atap terletak; sumban na tangging, sej sumpah, lih gana.

Sumbang, sumbang, ganjil, janggal; marsumbang, kawin menurut adat seperti disebut di atas; sumbang tutur, mengganti, menukar pertalian kerabat.
Sumbat, manumbat, menyumbat; tarsumbat, tersumbat.
Sumbia, anak pelanting, peluru ketapel; hasumbiaan, dilukai juga dengan kata-kata, terluka perasaan, terserang perkataan.
Sumbing, sumbingsumbing, serpihan, penuh serpih dan pecahan-pecahan mengenai sesuatu yang pecah; sumbing rohana, rasa hatinya mempunyai segi-segi yang tajam.
Sumbu, sumbu; sumbu ni pedati, as, gandar kereta pedati.
Sumbung, pas, cocok, gampang masuk msl cincin pada tangan; tarsumbung, masuk keranjang atau kandang yang salah.
Sumpa, sumpah; marsumpa, bersumpah.
Sumpangsamping, penuh dengan luka-luka.
Sumpat, enggan, segan, tidak mau, yang dapat dirasakan dari nada suaranya.
Sumpit, manumpit, menyumpit.
Sumpol, tersumbat, tertahan arus, tak jalan aliran; manumpol, menumpatkan, membendung, menyumbat.
Sumung, manumung, memegang, menangkap.
Sumur, sumur, perigi, mata air, sumber. Sumurung, lih surung.

Sumurut, lih surut.

Sun, siap, selesai, habis; hasunan, penyelesaian masalah, perkara atau urusan; marhasunan, berakhir, berkesudahan, selesai, berkeputusan; pasunhon, menyiapkan sesuatu, menyelesaikan sesuatu; sun juga menandakan superlatif: sun gogo, luar biasa kuat, sangat kuat, mahakuat; sun bisuk, sangat cerdik, sangat bijaksana; sun denggan, sempurna, paling baik; hasusun, penghancuran, pembinasaan.
Suna, I. manuna, menyatakan sesuatu yang sebenarnya kebalikan yang dimaksud. II. suna, terlampau banyak sekaligus, membludak.
Sunan, masisunanan, saling mendahulukan dengan mengatakan: engkau dahulu; tidak, engkau dahulu.
Sunat, manunat, menyunat; tarsunat, telah disunat; parsunatan, penyunatan, persunatan.
Sundar, kembali, mundur, surut, berbalik; paundar, pasundar, membawa kembali, kembalikan; manundarhon, mengembalikan kata, memberi jawaban.
Sundat, batal, dikansel, tidak jadi, berhalangan; manundati, mencegah, menggagalkan, menghalangi, menghambat, membatalkan, menangguhkan; sundat hami masipaidaan, tidak jadi kami saling melihat, batal kami bertemu.
Sunde, asal, mula; mulak sunde, kembali kepada asalnya msl pembicaraan sesuatu masalah dikembalikan kepada orang yang memulainya.
Sundung, condong, miring berdirinya, cenderung, teleng; dompak sudungna do marumpak hau, pohon kayu rebah ke arah ia teleng.
Sundur, manundur, = sumundur, menjajahi, membicarakan, menguraikan suatu masalah, perkara atau urusan; sumundur pangulu, mengirim seorang penegah untuk memeriksa perkara itu.
Sundut, terbenam mengenai matahari dan bulan; sundut ajal, ajal sudah dekat, mendekat ajal; sundut hasudungan, ajalnya menyedihkan, sengsara; hasundutan, barat dimana matahari dan bulan; sundut ajal, ajal sudah dekat, mendekat ajal; sundut hasudungan, ajalnya menyedihkan, sengsara; hasundutan, barat dimana matahari terbenam; sundut, angkatan, generasi; marsundutsundut, turun-temurun; sasundut sige, demikian tingginya sampai sebuah sige cukup dipakai untuk dipanjat.
Sungar, manungar, mendongak, menarik hidung ke atas mengenai hidung kerbau yang dilubangi; manungarnungar, menarik hidung ke atas sebagai tanda penghinaan yang sebesar-besarnya.
Sunge, sungai; sisobur aek sasunge, penyedot air sesungai, sebutan pada orang yang dapat membelah dirinya terhadap banyak orang; sibola aek sasunge, orang yang memelah sungai, yang memecah belah orang-orang yang bersahabat, yang menghasut kaum kerabat satu sama lain.
Sunggam, manunggam, minum langsung dari tabung, membungkukkan diri sewaktu makan dan minum; manunggam mangan, makan dengan membungkuk; masisunggaman, dengan saling mengunjungi untuk menyelesaikan suatu perkara, masalah.
Sunggapa, = sagapa.

Sungging, gampang dijadikan marah.
Sunggu, (bdk runggu), berkumpul dengan lengkap, berkerumun datang; ompu Sunggu, nama marga.
Sunggul, manunggul, membangunkan orang yang sedang tidur; mengusir binatang, menimbulkan, menyebabkan kegembiraan, marah, sakit hati, kebencian; tarsunggul, terbangun, teringat, terkenang; sisunggul singir, orang yang menuntut piutang yang lama.
Sunggilsunggil, seutas tali yang diikatkan pada hidung kerbau atau lembu yang membuat dia tidak dapat lari, cucuk hidung kerbau.
Sungka, enggan, sukar untuk dibuat msl membawa air ke atas gunung, sungkan; manungka, lemah, tidak menyanggupi; sungka roha (di roha), sulit untuk dibuat, untuk dilaksanakan, sungkan; sinungkasungka, orang harus dicoba walaupun sulit; diharuskan; ndang tarsungka ahu, saya tidak dapat melaksanakannya, tak sanggup aku. Sungkalit, berat, sulit, sukar; si Manungkalit, nama daerah dan marga di Silindung.
Sungkap, (bdk ungkap), manungkap, memeriksa seluruhnya, menyelidiki msl ataukah ada orang yang mencuri.
Sungkar, sukar, sulit, menentang; manungkar menempatkan dengan lain cara, melawan, menentang.
Sungke, manungke, mengangkat muatan untuk dibawa.
Sungkil, berani, perkasa, terlalu berani.
Sungkit, sej rumput hutan, yang sering dipakai membungkus lampet; parau sungkit, kapal, yang panjang dan runcing, perahu lonjong memanjang.
Sungko, manungkoi, memeriksa dengan teliti, meneliti.
Sungkot, tersangkut, terbentur, suntuk, sampai, tersentuh pada (di) terlalu besar, tidak masuk ke dalam, bergantung pada sesuatu; sungkot ni, ukuran tertinggi dalam keadaan luar biasa mengenai suatu sifat; sungkot ni hinauli, teramat cantik, luar biasa cantiknya, luar biasa indahnya; sungkot ni langka, perhentian; P.B.: sungkot di langitna, lumbang di bahalna, terhantuk pada langitnya (loteng), mempunyai tempat yang luas di gerbangnya yaitu lidah; sungkot di urur pate di ransang, mencapai taraf tingkat tertinggi mengenai sesuatu sehingga tidak ada orang yang dapat mengatasinya lagi mengenai amarah, kekejian. Sungku, 1/4 ringgit = hupang, suku 50 sen.
Sungkun, manungkun, menanya, bertanya; sungkunsungkun, pertanyaan; panungkunon, cara menanya, hal bertanya; panungkunan, orangnya yang ditannya, tempat bertanya; hujur manungkun (bodil, tangan), segera membalas atas suatu luka tanpa lebih dahulu memeriksa perkara ini; panungkunan, bagian yang diperoleh sewaktu mengawinkan anak perempaun; panungkunon, tiba-tiba jatuh sakit karena disapa oleh begu; masisungkunan, saling bertanya, bermusyawah.
Sungkup, cukup.
Sungkur, piso sungkur, pisau cukur, pangkas; manungkur, mencukur.
Sungsang, tertukar, terbalik posisi, sungsam, runyam; pasungsang, membalikkan sesuatu; sungsang barani, jampi untuk mengubah keberanian orang menjadi pengecut; sungsang duri, sej tumbuhan merambat yang durinya mengarah ke bawah; manungsang tutur, membalikkan pertalian kerabat dengan mengawini anak perempuan dari pihak perempuan.
Sungseng, humasungseng, bergerak tidak tenang, gelisah tak menentu, mondar mandir, bingung.
Sungsi, lih sunsi.
Sungsung, ukuran berbentuk corong dari daun pisang yang dipintal yang setiap rumah harus memberikan satu ’sungsung’ beras bila banyak tamu datang ke kampung itu; corong; manungsung, menghasut, mengajak orang untuk membalas dendam; halisungsung, pusaran angin, angin olak, angin puting beliung.
Sungu, tanduk rhinoceros, tanduk badak.
Sungut, I. sumunguthon, menceriterakan, memberitakan, memperbincangkan; sungutan, berita, ceritera, kabar, perbincangan. II. sisungut, kumis, nisai.
Suni, I. buni. II. sunisunian, termasyhur, patut ditiru, keteladanan, terkenal.
Sunsi, manunsi, mencuci (pakaian) (juga sungsi).

Sunting, ulat dalam daun pisang.
Suntut, luar biasa, sangat.
Sunut, tempat ayam dari keranjang yang dijalin; P.B.: molo manuk sabungan dibagasan sunut, sai na martahuak do, di dalam keranjang ayam jantan berkokok juga, artinya: orang yang licik dikenal juga bila ia berada dalam kesulitan.
Supak, cupak, liter bambu, tabung dari bambu yang dipakai sebagai takaran untuk tuak dan garam; manupahi, menakar, menyukat, mengukur banyaknya padi.
Sura, andai, seandainya, jikalau; tung sura, atik tung sura, aut sura, jika, seandainya, kalau-kalau; manuranura, membayang-bayangkan, memperkirakan, menaksir, menduga, mengagak-agak; disura roha, diduga, disangka, diagak; surasuraon, sinurasura, barangkali, mungkin.
Surae, perselisihan, pertengkaran, perbantahan, keras kepala; mambahen tu surae, membuat sesuatu menjadi pertengkaran; marsurae hosana, dia berada dalam saat untuk mati; pasuraehon, na pinorsuraean, tentang apa orang berkelahi, memperebutkan, bertengkar, ba-han pertengkaran; aha na pinorsuraeanmu disi, mengapa engkau berkelahi mengenai itu.
Surage, marsuragehon (diparsuragehon), mengerkah mengenai binatang buas, merobek-robek mangsanya.
Surak, marsurak, sorak, menyoraki, bersorak karena gembira; monang di suraksurak talu di olopolop, orang bersorak-sorak kegembiraan sebab ia beranggapan telah mencapai msl kemenangan akan tetapi ia silap; manurahi, menyoraki seseorang, mencela, mengejek, menjelekkan, mengecam, menyalahkan sesuatu pada seseorang; ndang hasurahan, tidak ada yang dapat dipersalahkan, tidak dapat dicela; surak seruk, sorak, teriakan, kacau, tidak beraturan, = burak-beruk.
Surambi, I. tiang kandang di bawah sopo. II. sej pisau yang pendek dan bengkok.
Surang, sisurang, anak tunggal, satu-satunya.
Surangkir, perbantahan, perselisihan, pertikaian. Suranti, ulos yang tidak lebar yang dipakai sebagai tali pinggang atau tali kepala, surjan.
Surat, surat, aksara, tulisan, naskah; manurat, menulis, menyurati; manurathon, menulis sesuatu, menuliskan, mencatatkan; surat tangan, tulisan tangan; surat rongkom, tulisan yang dicetak, huruf cetak; na so surat, tidak tertuliskan, tidak terkatakan; tarsurat, tertulis, tercatat; panurat, alat menulis, gerip, dsb; meja panuratan, meja tulis; juhut panuratan, daging yang diberikan sebagai pancar tanda peringatan; surat agong, tulisan arang, sesuatu yang tertulis dan yang gampang diubah, yang tidak tahan lama; surat tombaga holing, tulisan yang tetap, yang tidak diobah-obah lagi; ina ni surat, ke-19 huruf Batak; anak ni surat, tanda pembantu pada tulisan Batak untuk, e, i, o, u, penutup ng dan pangolat.

Suratan, gusi, lapisan daging pembungkus gigi.
Surbit, = sorbit.

Surbot, masam, susah hati biasanya dihubungkan dengan panaili; surbot langit, penuh awan mengenai langit, langit mendung.
Surbu, manurbu, membakar, membakar habis; hasurbuan, terbakar habis, kena bakar, mendapat celaka menjadi arang.
Surdu, manurduhon, menyampaikan, menyodorkan msl tas atau bakul, tembakau, sirih. Surduk, manurdukhon, merentangkan tangan, mengejarkan tangan, menyerudukkan.
Surgo, surga.
Surham, manurham, tegak mengenai rambut atau bulu, berdiri bulu roma, berdiri bulu kuduk.
Suri, I. jala besar, yang diatur oleh beberapa orang. II. sisir. III. surisuri, sej kain (ulos).

Surik, sej pisau atau pedang; surik na binulang, pisau yang bertutup, yaitu raja yang didiamkan karena sogokan.
Surintik, gelap, samar-samar, masih belum jelas mengenai desas-desus.
Surirang, manuriranghon, meramalkan, merenungkan, menujumkan sesuatu, masuk kewajiban
pangarunding; panurirang, na-bi, penubuat.
Surpu, prematur, tergesa-gesa, tergopoh-gopoh, tanpa berpikir, lekas; begu surpu, seorang anak yang sekonyong-konyong turun ke medium.
Surpung, jatuh tersungkur, tiba-tiba jatuh sakit dan berbaring.
Sursar, kacau-balau, berantakan, lepas mengenai sesuatu yang tadinya terikat; angka sursar, idem; manursar, melepaskan sesuatu yang tadinya bersatu, membuyarkan, membuat berantakan.
Sursur, longsor, runtuh mengenai tanah pasir. Sursuran, pandai, cakap (baik perkataan maupun tulisan).
Surta, sutera.
Suru, marsuru (disuru), suruh, menyuruh, mengirim, memerintah; sisuruon, suruhan, utusan, pesuruh, pelayan; surusuruan, suruhan, utusan dalam istilah kristen: malaikat.
Suruhan, sej ikan.
Suruk, manuruk, menyuruk, menyusup ke dalam sesuatu; manuruk liang, menyuruk liang, masuk ke dalam liang dengan jalan merangkak; manurukhon, menyurukkan; manuruk tanoman, merangkak kedalam kuburan, meninggal; na hasuruhan, cara salah dalam menenun bila terlalu banyak benang berjalan ke atas atau ke bawah; mata manuruk, tunduk mengenai mata tetapi mengintip ke segala jurusan.

Surung, utama, unggul, suka akan, prioritas, istimewa; sumurung, lebih baik, lebih unggul dari, lebih banyak memperoleh; hasurungan, kelebihan, keunggulan, keistimewaan; hasusurung, idem; marhasurungan, mempunyai kelebihan, mengungguli; marnasumurung, berbeda mengenai keunggulan; hupasurung mate, kutukan: dapatlah aku hendaknya membunuhmu.
Surut, = sumurut, manginsurut, mundur ke belakang, surut, kembali, beringsut; lam tu surutna, semakin mundur, makin melorot; manuruti, mengambil sesuatu; dipasurut, mengundurkan diri; hasusurut, hal perbuatan mundur, kemunduran.
Susa, susah, keberatan, sulit, tidak enak, tidak sedap; hasusaan, kesusahan, kesempitan; manusai, menyusahkan, membetatkan orang, menyulitkan orang; dipasusasusa, idem; hamasusa, penuh kesusahan, dalam kesusahan; manghasusahon, menderita kesusahan mengenai sesuatu, merasa sulit akan.
Susat, manusat, memicit, memampatkan, menekan.
Susu, susu, buah dada, tetek; manusu, menyusu, menetek; pasusuhon, menyusukan anak, menyusukan; sirang susu, tidak lagi menyusui, dihentikan menetek; ulu ni susu, puting susu, tetek perempuan yang diukir pada balok-balok horisontal di atas tangga rumah, simbol kesuburan dan pertumbuhan.
Susuari, mansusuari, lih suari.

Susuban, kuali, periuk kecil memasak sayur; parsusuban na so olo marsik, seseorang yang periuknya tidak mau kering, artinya: kaya; susuban, seorang yang memakai periuk kecil sebagai pengganti periuk biasa, orang kikir.
Susuk, manusuk, cucuk, mencucuk, membariskan, menusuk.
Susun, manusun, menyusun, menumpuk msl kayu, sirop, genteng.
Susur, enak, sedap kedengaran mengenai suara; marsusur, berdesir (suara gorengan).
Susut, = hesut.

Sutan, sutan, pangeran.
Suti, Hasution, nama marga, juga : Nasution.

T.

Ta, I. bunyi yang dibuat untuk mengusir burung perik. II. ita, awalan orang pertama jamak, tabahen (= itabahen), kita perbuat. III. -ta, akhiran orang pertama jamak menandakan milik; donganta, temankita; inanta, ibu kita; amanta, bapa,ayah kita.
Taba, martaba, sedang sibuk menebang kayu; manaba, menebang pohon kayu; sitaba hauma, suami, penebang kayu.
Taban, rampasan, jarahan, tawanan; martaban, menawan, menjarah, merampas; partaban, penawan, penjarah, perampas; tartaban, tertawan, direbut; hona taban, kena rampok, tertawan; martaban duduk, menjarah habis-habisan.
Tabar, I. tawar; aek tabar, air tawar. II. tabartabar, sej perdu; manabari begu, mengusir begu dari kampung dengan memukulkan tabartabar di dingding rumah dan menyerukan: “tabartabar”; begu na so hatabaran, = begu yang tidak mau diusir.
Tabas, mantera, jampi disertai dengan tonggotonggo kepada begu, yang sehubungan dengan itu; manabasi, memanterai, menjampi, mendoakan obat denngan mengucapkan mantera; mejampii obat; manabashon, melantunkan mantera.
Tabe, I. = tabi. II. sitabean, payudara wanita.
Tabi, (singkatan dari santabi = tabik) perkataan untuk meminta maaf; selanjutnya ucapan salam: tabi di ho, salam kepadamu; tabi di raja i, saya minta maaf kepada raja bahwa saya mengambil kebebasan (msl melalui dia atau mengucapkan kata-kata yang kasar); santabi, maaf, meminta permisi (dipakai untuk semua kata-kata yang menurut adat Batak tidak halus msl anggota gerak badan, lidah, perut dll; babi, ternak, anjing dsb); manabi, menyalam orang, mengatakan tabi kepadanya; masitabian, bersalam-salaman, saling meminta maaf, berdamai; marsantabi, menunjukkan hormat, mengucapkan minta maaf; parsantabian, cara menyalam; tabina di hamu, salamnya pada kamu, tertitip salamnya pada kalian.
Tabo, enak, nikmat, empuk, lezat; tabotabo, gajih, lemak; tabotabo ni pinggol, apa yang suka didengar telinga, janji-janji manis; manabonaboi, membubuhi dengan lemak, memperlemak.
Tabu, I. anduhur tabu, sej burung tekukur yang liar. II. tabutabu, labu; tading di tabutabu, seorang yang lahir sesudah ayahnya meninggal.
Tabulan, sitabulan, ubun-ubun, jidat lih bolan.

Tabun, panjang, padat (rambut, bulu).
Tabuni, lih buni.

Tabur, kena resik, berbintik-bintik.
Tabusira, sej pohon yang daunnya dipakai sebagai pembungkus sigaret.
Tada, sepak, terjang, degil,
melawan, bangkang; tada tu rohana, bertentangan dengan pendapatnya; martada, menyepak dengan kaki (pada permainan); manada, menumbuk, menendang seseorang; masitadaan, saling menerjang.
Tadatada, sej pohon kayu.
Tading, tertinggal, tidak ikut pergi, ditinggalkan, bersisa; tading di lampin, tinggal sebagai tidak beribu, sebagai piatu; manadinghon, meninggalkan sesuatu; manadingnading, meninggalkan seseorang msl isterinya; manadingnading hata, mengatakan sesuatu sambil pergi, bertinggal kata; tadingtadingan, warisan, harta peninggalan, orang yang tinggal; martinading, berketurunan; martinading hata, mengucapkan kata-kata perpisahan; tartading, tinggal di belakang, ketinggalan; partadingan, tanda mata, kenang-kenangan; P.B.: hulinghuling ni lombu binahen pargambiran, molo laho ho mardalan bahenonmu partadingan, kulit lembu jadi tas gambir, bila berangkat bagus kau tinggalkan kenang-kenangan; diparsitadingi, melampaui seseorang, dilintasi, tidak diperhitungkan; parsitadingan hata, tempat diadakan pamitan; dipanading ni amana, sewaktu ayahnya meninggal; tumadinghon, = manadinghon; hatadingan, garis kecil di atas kiri huruf mati yang menandakan ‘e’ dalam tulisan Batak tradisional.
Tado, mangintado, duduk di tanah dengan kaki yang direntangkan; sitadoan, sepotong kayu, pada mana penenun menekan kakinya, tempat kaki bertelekan, sej kuk penahan kaki penenun.
Taduk, martaduk, menabur; taduhon = saburon, masa menabur.
Tae, miring ke belakang, msl kepala seorang anak yang digendong di belakang.
Taem, tarum, nila.
Taeram, gana sitaeram, sej sumpah, bdk gana.

Tagahanding (dari: tangga hambing), teras seperti yang diperbuat untuk sawah; martagahambing, bertangg-tangga dibuat.
Tagam, (bdk agam), managam, berharap, waspada terhadap sesuatu, menanti sesuatu sambil waspada terhadapnya; managam musu, menanti musu, bersiap-siap untuk bertempur; tagamon, untuk mana orang harus waspada, mungkin, barangkali; ndang tagamon, barangkali tidak; panagamnagaman, pengharapan, sedang menanti-nanti; tumagan haroan, menanti kelahiran.
Tagan, I. sej bambu; selapa, tempat kapur dari bambu. II. tagan, sementara, sedang, sewaktu, semasa; tagan metmet ibana, sewaktu ia kecil; tagan so, sebelum. III. martagan, kecil, hanya dikatakan untuk mentimun, belum bisa dikutip.
Taganan, mendingan, lebih baik (bdk aganan); taganan mate asa mangolu, lebih suka mati daripada hidup.
Taganing, (juga: tataganing), perangkat musik ogung, gendang
besar dari kayu yang ditutup dengan kulit, terdiri dari lima buah.
Tagas, ayam jantan besar, nafsu.
Tageak, marta (ta) geak, berkotek mengenai ayam yang sudah menelurkan; marpapateak, bunyi ular yang meniru kotek ayam; sitatageak (juga: sitalaseak), yang berkaok-kaok dihadapan umum, yang tidak bisa menyimpan rahasia, comel, bacar mulut.
Tagelleng, lih gelleng, kecil; sitagelleng, anak kecil, si kecil.
Taget, tinggal sedikit, yang sedikit lagi tinggal dikerjakan; langlang di tagetna, kepalang, tanggung, hanya tinggal sedikit lagi yang masih harus dikerjakan; sapala nioloan, unang langlang di tagetna, kalau sudah mau, jangan alang kepalang.
Tagi, managi, menjadi biasa, menjadi ketagih; hatagian, biasa, ketagihan, ingin meneruskan yang sama.
Tagil, managili, memarang sesuatu, menetakkan, menebang berulang.
Tagir, managir, menghapuskan sebagian dari hutang, mengampuni.
Tagonan, = taganan.

Tagu, ndang hatagutaguan, tidak dapat dipercayai; ndang tartagutagu hatana, dia tidak dapat dipercayai, tak bisa dipegang omongannya. Taguk, managuk, menerima; taguk, sehelai daun atau pipa bambu kecil tempat menampung air sumber atau dipakai sebagai corong, juga daun atau tabung bambu melalui mana tuak mengalir ke tabung yang digantung di bawah; taguktaguk, sej burung yang berbunyi ‘guk’; taguhon ni posoposo, (halus) payudara ibu, susu ibu, buah dada.
Tagupgup, (bdk gupgup), martagupgup, menutupi muka dengan kain.
Taha, manaha, memotong, menetak, mengampak, memelah kayu; ditaha haleon, dilumpuhkan paceklik; taha ulungku, terantuk kepalaku; martahaan, saling terantuk, mis waktu gelap; tahataha, dada burung; batu martaha, batu yang dipakai sebagai jimat.
Tahak, na pir tahak, keras hati, berani; pir tahakna, dia berani betul; papir tahak, menyegarkan, memberanikan, mengeraskan hati, menyemangati.
Tahaktahak, cengeng, tangis (anak-anak).
Tahal, manahalhon, menghantamkan, remaskan; tu pansur i tahalhon babami, = (patongon dompak alogo), ke pancuran remaskan mulutmu dan tidak kepada saya, kata cacian.
Tahultahul, perang berjalan dahsyat sehingga senapang-senapang berdekatan, makin sengitnya peperangan.
Taham, = tahan.
Tahan, = taon, manahan, tahan, menahan; manahani, mengambil alih utang orang; panahani, jaminan, penanggung; na tahan, tahan (menderita); tahan jorat, jaminan; tartahan, bertahan dalam penjara (mengenai seseorang raja yang dipenjarakan mengganti bawahannya); ndang manahan, tidak bertahan; ndang tartahan, tidak tertahan, tidak bisa dibendung, tak bisa diderita.
Tahar, lebar mengenai mulut periuk; panaharan, muara terusan di sungai.
Tahataha, solpa di tahataha, tanda buruk dari ayam tenun yang tak bisa dielakkan; selanjutnya: pasti betul, tidak bisa dilawan.
Tahe, ya, memang, sebenarnya, kata seru yang memperbaiki: lebih baik, lebih banyak; opat, lima tahe, empat atau lebih baik lima; i ma tahe, ya, itulah lebih baik; ise tahe, siapa itu gerangan?
Tahi, keputusan majelis, maksud, tujuan, rencana, keputusan, penentuan, tekad, niat kuat; tumahi, berencana; satahi, sehati, sepakat, sekata, seia; mambahen tahi, merencanakan sesuatu, bertekad; partahian, persidangan, perencanaan; martahi, bermaksud, berniat, membuat rencana; martahi mate, berniat mati; martahi bodari, menjelang malam; martahi neang, mau bersalin; manuan tahi, berniat; sisuan tahi, perencana.
Tahil, manahil, memotong, mengerat, memenggal, menetakkan. Tahiling, sitahiling, sebagian dari milik kepunyaan anak somang, bagian dari ladang, kebun, ternak.
Taho, baik, sedang; lumayan, bolehlah; i ma taho, baiklah itu; taho ma, itu baik; marhatahohon, merasa senang dengan sesuatu; hatahoanna, baik betul, tidak terlampau besar dan tidak terlampau kecil.
Tahop, menyerang dengan tiba-tiba; tahoptahop ni bodil, picu senapang; manahopi, menyerang sesuatu, merampasi, menyerbu, mengerumuni.
Tahu, manahu (i), menangguk, menceduk, menimba; tahutahu, timba, gayung; santahu, satu timba penuh, sebokor, secedukan, sebanyak sekali menimba; tahutahu, campak (karena seorang berpenyakit campak disiram dengan air dingin); tahutahuon, berpenyakit campak, kena penyakit campak.
Tahuak, marta(ta)huak, berkokok mengenai ayam jantan; tahuak manuk, penunjuk waktu: jam 04.00 malam.
Tahul, tahultahul, sej anggrek hutan yang punya kantongan berisi air penjebak serangga. Tumbuhan yang memakan daging; di dia mate magulang porhis, bagaimana mati semut dengan berguling ke bawah?
Tahuluk, tengkuluk, peci, kopiah, topi; biang (hoda) sitahuluk, anjing atau kuda berkepala putih, berbadan hitam atau kepala hitam badan putih.
Tahung, tahungan, alat menulis dari bambu atau tanduk kerbau untuk pustaha.
Tahur, manahur, mengorok pohon kayu, menoreh; ndang hatahuran, terkorek, tak tertoreh.
Tahuru, sej semut yang hidup bertumpuk-tumpuk; onan sitahuru,pekan, pasar yang termasyhur di Silindung dimana orang-orang berkerumun seperti semut.
Tahut, rasa, takut; tahuton, takut; hatahuton, ketakutan; na so matanggak di hata, na so martahut di bohi, yang tidak malu dan tidak takut.
Tai, seruan untuk mengusir amporik.
Tail, tahil, timbangan emas seberat 16 duit dulu seharga 25 ringgit; satahil, mas seharga seperti tersebut di atas; manjujur tailna, demikian dihitung sehingga pada setiap 25 ringgit selalu diberikan atau diambil satu; pordua tailan, seharga dua tail.

Taili, manaili, melihat, menoleh, menengok; manailihon, menengok ke, memandang; panaili, cara memandang, pandangan mengenai pikiran (roha); panailian, pemandangan, menghiraukan; taili, pandang, hiraukan.
Tair, manair, menarik, menyentak, meregangkan; patair, rentangkan.
Tais, lebar, memanjang; tais soarana, suaranya ditarik panjang, perlahan-lahan; patais soara, suaranya ditarik panjang; patais, = padao. Tait, manait, menarik, menyentak; manait hata, memanjangkan kata-katanya dan selalu diobah; pataittait, sering menarik kesana kesini.
Taja, manaja, memperdulikan suatu urusan, masalah, mengerjakan sesuatu; manghatajahon, dengan giat mengerjakan suatu hal, merekam di hati untuk dilaksanakan.
Tajak, sej parang; mate ibana dipanajak ni rohana, ia mati waktu masih kuat.
Tajap, miring dipotong; manajap, memotong sesuatu dengan miring; panajapan, bidang pemotongan yang miring.
Taji, taji ayam jantan, pisau yang diikatkan pada taji ayam jantan yang sedang bersabung; P.B.: ndang dope martaji nunga martahuak, belum bertaji sudah berkokok, artinya: belum apa-apa sudah anggar jago; manaji, memanaskan hati orang, sehingga ia marah, menghasut supaya marah.
Tajik, penyakit kulit pada telapak kaki.
Tajom, tajam mengenai pisau dsb, menyakiti mengenai kata-kata; manajomi, menajami; sitajom, uang yang diberikan kepada ulubalang sewaktu ia pergi berperang (asa tajom).

Tajur, takik; martajurtajur, bertakik-takik.
Tak, tiruan bunyi “tak-tak”; marlatak, berdetak; patutaktak ipon, gemeletuh.
Taktak, I. kotoran pada badan, daki pada tubuh; taktak ni bosi, karat; taktak ni huta pupuk; taktahon, kotor. II. mataktak (bdk dekdek), jatuh mengenai banyak benda mis butar yang jatuh dari atap; taktak bulu, sej alat musik dari bambu.
Tala, I. = patar; sitalaseak, bacar mulut, orang yang tidak bisa pegang rahasia; lih tageak, sitalageak. II. tala, kolam, empangan.
Talaga, ruang tengah dalam rumah, papan lebar yang dipasang dari muka sampai ke belakang rumah, dianggap tempat itu paling rendah, dimana tak disuruh duduk orang yang terhormat; partalaga, ibu rumah oleh sebab pekerjaannya dilakukan disana.
Talagoit, sedikit, perkara kecil, secuil.
Talak, terbuka lebar, mengenai pintu, tidak berdinding; patalakhon, membuka, membiarkan terbuka; talak batu, parit dalam mana tanah dibasahi; talak roha, dapat diterima mengenai perkataan-perkataan yang baik; talak sae, kutukan: engkau tidak akan mendapat keturunan.
Talaktak, sej burung.
Talam, lonjong; talam bohi, lebar mengenai muka, anggun.
Talan, martalan, membicarakan soal perang.
Talaoas, lebar, lapang, bidang, longgar.
Talapang, sitalapang, lebar, luas, lapang.
Talasa, martalasa, mengentak-entakkan kaki mengenai binatang yang mau mati, kuda liar; menerjang-nerjang ke sekelilingnya.
Talbang, manalbanghon, bdk albang, memakai sesuatu untuk memukulnya, juga: mangalbanghon.

Talbe, serong mengenai mulut, periuk bila lubangnya tidak persis.
Tale, = atehe, ale; = juga: suhat.

Talektek = talaktak; jolma talektek, orang yang sosok tubuhnya kecil.
Talembas, bdk embas; martalembas, menari dengan berbaris dan melambaikan tangan.
Talentes, manalentes (bdk lentes), leluasa, lapang, terbuka, bebas (jalan); langit na manalentes, terbuka mengenai langit.
Talete, rak dalam rumah untuk menyimpan piring; talete ni parbinanga, rak untuk menjemur ikan.
Talha, torehan kayu, takik pada balatuk; anak tangga.
Talhis, dapat didengar di kejauhan; talhis soara borngin, pada malam hari jauh kedengaran.
Tali, tali, benang; tali ni ninggala, cantelan bajak; tali ni hudali (panggu, gairgair), gagang pacol; ndang tali begeon, kedengaran bunyinya tidak harmonis (musik); talitali, penutup kepala berupa kain yang dililitkan; manali, mengikat; patalitalihon, menalakan (ogung, husapi); martali, mengukur dengan tali; partalian, sebidang tanah yang telah diukur; juga : bagian jalan yang telah ditetapkan untuk harus dikerjakan oleh keluarga; talian, idem; tali ni biola, tali biola; tali, nilai uang = 25 sen; uang Batak = 3 uang.

Talindan, masitalindanan, berliku-liku, ke atas ke bawah atau ke kiri ke kanan; martalindan, berbelit-belit mengenai akar.
Talinga, patalinga, sejajar, paralel, serupa jenisnya, sama nilainya; yang satu tidak kurang dari yang lain.
Talingkas, (bdk balingkas), masitalingkasan, membolak-balikkan; saling bergumul, terjang-menerjang.
Talisik, manalisik, dalam keadaan sunyi senyap, mati sepi, tenang sekali.
Tallik, manallik, manallihi, menetak, memotong, memarang; tartallik, kena parang (rabi); hona tallik, idem; masitallihan, saling membacok, saling memarang, parang merang.
Tallo, berselang lama, jarang, jarak waktu agar panjang.
Tallong, lama, terlambat.
Tallus, membebaskan diri, melepaskan; tallus sian roha, hilang dari ingatan; manalushon, menolak , melupakan, menampik, mengenyahkan.
Talmak, gepeng, penyek, rata msl hidung.
Talmis, berlemak (makanan); talmis ni bibir, kata-kata yang licin.
Talnga, tidak ditanami (tanah).
Talpak, ujung, batas, akhir, penghabisan; partalpahan, perbatasan, akhir.
Talpas, = sahat.

Talpe, tersedia dan mudah diambil, letaknya dekat; manalpenalpe, meminggir-minggir; patalpehon, meletakkan dekat.
Talpok, = manalpokhon, memecahkan, mematahkan; matalpok, pecah, patah.
Talpuk, matalpuk, jatuh, gugur, luruh, copot.
Talpung, manalpunghon, membuang menir (monis) sewaktu membersihkan beras.
Talsu, melepaskan sesuatu yang tadinya terikat.
Taltal, manaltal, mencincang, memukul, memarang; menjawab orang sekasar ia sendiri berbicara.
Talu, I. kalah, takluk; manaluhon, mengalahkan; hataluan, kekalahan; partaluan, orang yang selalu kalah; marsitalu gogo, berlomba untuk menang; pataluhon roha, bersikap mengalah; tunggal panaluan, tongkat ajaib; na so ra talu,yang tidak dikalahkan; nama sej kayu yang keras. II. bonang manalu, benang berwarna tiga yaitu: putih, merah dan hitam.
Talun, tanah tandus yang dulu telah dikerjakan dan ditanami; situmalun, = tano, tanah (And); manaluni, membuka perladangan.
Talungkup, = huphup.

Talup, = tama; martalup ni roha, demikian baik hatinya sehingga setiap orang dihunjuknya apa yang akan diperbuatnya, hak apa bakal baginya, tau diri, merasa mampu tanpa sombong, bersifat semestinya.
Talutuk, tiang penyembelihan orang yang dipakai untuk mengikat orang untuk dibunuh; harhar talutuk, uang penebus orang yang mau dibunuh pada tiang itu; manalutukhon, mengikat orang dengan punggungnya pada tiang itu.
Talutus, manalutus, sempurna, lih utus.

Tam, I. tiruan bunyi tembakan senapang; marlatam, berdetus. II. ndang tartamhon, tidak tertahan; nitamhon so tartamhon, dicoba menahannya akan tetapi tidak berhasil, sia-sia menyabarkan.
Tama, patut, wajar, layak; na tama, yang patut; tumama, lebih patut; adong na tama, mengenai seorang perempuan: dia telah hamil; sipatamatama, dikatakan mengenai orang yang berbuat seolah-olah keadaannya baik dan kaya msl saudagar yang berpakaian indah dan bertindak sebagai orang kaya supaya orang akan membeli kepadanya, berpura-pura berbuat baik.
Tamanang, darah nifas, haid; tamanang bulanon, haid, menstruasi.
Tamba, tambah, apa yang ditambah; manambai, menambah, ditambahkan sesuatu; tamba ni, lagi pula; panambai, tambahan; sitamba, sej padi.
Tambak, makam, kuburan di tempat yang agak tinggi dan biasanya ada ditanam bunga.
Tambal, gagang sasabi.
Tambalahut, sej pohon kayu.
Tambang, lebar, melintang; mengganggu; gadu tambang, bendungan yang dipasang melintang untuk menahan air.
Tambor, obat penawar, reramuan obat tradisional.
Tambarak, abu rokok.
Tambat, tertambat, terikat; manambat, menambat, mengikatkan, menali.
Tambe, sej anyaman mirip dengan tikar, yang dapat digulung dan ditarok di punggung untuk dibawa.
Tambeas, tidak sopan berpakaian, tidak patut berpakaian.
Tambelung, manambelunghon, di-katakan mengenai wanita yang memakai pakaiannya untuk menggendong anak.
Tambihul, tumit kaki.
Tambilang, penggali, sekop; ansuan, yang berujung besi.
Tambing, I. manambing, menanduk; tambing, = duri sibahut. II. benjol mengenai mulut.
Tambisnu, sej pohon yang merupai perdu.
Tambirik, kuku ternak; bola tambirik, setengah kuku yaitu seperdelapan kerbau yang menjadi milik bersama beberapa orang; tambirik ni gaol, tunas pisang yang muda.
Tambok, bendungan; manambok, membendung air.
Tamboling, manamboling, melarikan diri ke tempat yang jauh.
Tambon, pantat manusia, dubur.
Tambor, gemuk, tambun, tegap; manambori, meninggikan tanah disekeliling tanaman, menimbunkan dengan tanah, menggemburkan tanah sekitar tanaman, mengonggokan tanah di pangkal tanaman.
Tambos, besar mengenai tubuh, tegap dan sekaligus kuat, kuat tampan.
Tambul, makanan yang dipakai sewaktu minum tuak, sangsang disantap sambil minum tuak.
Tambun, I. = tamba, banyak. II. tambun, timbunan, bukit kubur; manambun, membuat kuburan; panambun, menggali kuburan; tambunan, timbunan, tembok, yang dipasang dalam air untuk menangkap ikan, kalau turun air itu; nama marga; patambunhon, menimbunkan.
Tambus, manambusi, membawa persembahan pada orang mati dengan menarok daging di kuburan dan mengucapkan kata-kata berkat (jambar ni begu dan jambar ni na mate).

Tami, tamitami, pemberian, hadiah; marsitamitami, mempersembahkan, memberikan, menghadiahkan; martamitami, idem; manami, membagi-bagi daging karena suatu peristiwa yang menggembirakan.
Tamiang, = tangiang.

Tamis, manamisi, mencairkan; ditamisi bage, begu telah membunuh anak di rahim ibu dengan mencairkannya.
Tamonding, (bdk onding), manamondinghon, menyembunyikan, merahasiakan, merondokkan.
Tamosu, sej pohon kayu.
Tampadak, sej jamur yang menimbulkan gatal.
Tampak, I. puntung lebar, tidak runcing pada ujungnya; manampahi, menumpulkan msl pada andalu yang menjadi runcing karena sering dipakai; tampahan, ujung benda-benda, akhirnya kejadian, kesempatan, perkara; tampahan ni butuha, usus dekat dubur; ruar tampahan ni butuha, duburnya keluar; martampahan, berakhir. II. tambak, kompak, serentak, bersama, berkumpul; tampakna do tajomna, bersatu kita teguh.
Tampal, apa yang ditambahkan untuk memenuhi muatan, selipan, tempelan.
Tampang, bibit padi yang telah diasingkan sewaktu panen.
Tampar, galah yang ujungnya lebar untuk mematikan burung; manamparhon, menangkis pukulan, menahan pukulan; sinjata manamparhon, senjata untuk membela diri; mate ditampar lali, mati sewaktu lahir, mati bersalin.
Tampetampe, pemberian hadiah yang dikirim kepada famili melalui orang ketiga.
Tampiar, manampiar, garang, bringas, bengis; bdk piar II.
Tampias, cacing pita; tampiason, bercacing pita, cacingan.
Tampil, = siat, muat.
Tampin, manampin, menampung, meletakkan; santampin, satu bungkusan kecil, sebungkusan.
Tampiogung, sej labah-labah kecil.
Tampis, tidak bocor, disusun padu, rapat msl atap; rapat dianyam, tertutup.
Tampon, manampon, menaruh sabar terhadap orang lain, menyabarkan.
Tamponok, sej kumbang (berwarna hijau).
Tampua, sej tumbuhan.
Tampuk, tangkai (daun atau buah); martampuk, jatuh dari tangkainya; manampuhi, mengeluarkan tangkai dari buah; urat ni ateate, tampuk ni pusupusu, aorta, urat nadi, kesayangan.
Tampul, manampul, memarang, memenggal; manampulhon, memakai sesuatu untuk memenggal; tampulan ni asu, punggung anjing; tampultampul, sej tumbuhan merambat.
Tampulak, kucing yang liar, kucing hutan.
Tampurung, tembolok, perut penambah biak.
Tampurus, manampurus, mengambil sedikit dan sisanya dihancurkan msl memetik buah dikebun dan selainnya dihancurkan.
Tamtam, tumpul (perkakas).
Tamue, tamu; manamuei, menjamu, menamui; partamue, tuan rumah; partamuean, hal menamui, penjamuan; partamueon, perjamuan, hal menamui; na ro tamue, ada anak lahir.
Tan, = sian.

Tanak, banyak sekali, mantap, mewah, melimpah, lengkap; patanakhon, melimpahkan, memperbanyak, menambah hingga lengkap.
Tanda, kenal, bukti, tanda; tanda, terang dapat dikenal, dapat dilihat; tanda paboa, tanda bahwa; mananda, mengennal, mengakui, mengetahui; tumanda, idem; tandatanda, cindera mata, tanda pengenal; masitandaan, saling mengenal; tanda tangan, tanda tangan; martanda, membubuh tanda tangan; partinandaan, tanda, ci-ri, perkenalan; patandahon,
memperkenalkan, menjelaskan.
Tandak, manandak, menyepak ke belakang mengenai kuda, menendang ke belakang dengan kaki belakang.
Tandan, tandan.
Tandang, martandang, berkunjung, merantau, tandang menandang bepergian, mengadakan kunjungan; manandangi boruboru, mengunjungi/ mengejar wanita; manandangi juji, pergi ke tempat penjudian; marmusu tandang, memasuki daerah musuh; babiat tandang, harimau yang berkeliaran di luar territoriumnya; ulubalang tandang, penghulu perang yang menyewakan dirinya di kerajaan asing; tandang marbada, mengadakan perjalanan untuk menaburkan perkelahian; manandanghon, membawa sesuatu (hata, barita) oleh karena ia pergi bepergian; manandanghon habeguon, memperlihatkan keberanian.
Tandap, (bdk andap), terang, mantap, tegas, jelas, nyata; patandaphon, menyatakan; mamandap, hanya, saja, cuma; manandap tu eme saluhut, segala-galanya dibeli hanya dari hasil padinya.
Tandetande, semut putih.
Tandi, jelas terlihat bedanya, mencolok, menonjol, baik sekali dalam arti positip dan negatip; tumandi sian, lebih menonjol dari, samasekali lain daripada; situmandi, salah satu dari sungai Batang Toru.
Tandiang, sej paku pohon pakis. Tanding, = selep.

Tandok, I. wadas, karung, sumpit lonjong, untuk menyimpan beras. II. besar, ganteng; situmandok, bumi; patandokhon, mengakhiri sesuatu dengan bagus.
Tandol, rendah, tidak dalam, landai, dangkal mengenai air.
Tandos, (bdk andos), tandas, tertumbu pada sesuatu, tiba; masitandosan soara, saling menyapa; patandoshon, menyampaikan sesuatu, menandaskan.
Tandu, tandu.
Tanduk, tanduk; tanduk ni ruma, tanduk kerbau yang dipasang orang-orang kaya di atas rumah mereka; sitanduk, sej pisang; marbau tanduk, marah, murung msl mengenai bau tanduk yang dibakar; pamunu tanduk, hobatan yang membuat orang dapat membunuh dari jarak jauh; P.B.: unang pinortanduk na so tanduk niba, orang tidak boleh terlalu bangga mengenai sesuatu yang tidak dimiliki, tidak boleh memperagakan dirinya dengan milik orang lain.
Tane, I. martane, mandi uap. II. martane, membagi-bagi tuak kepada teman-temannya; partanean, tempat pembagian tuak.
Tang, matang, kukuh, kuat, dewasa mengenai orang dan binatang; kukuh mengenai tembok; tang marsinjata, demikian besarnya sehingga ia bisa membawa senjata; tang marsoban, demikian besarnya sehingga ia bisa mengambil kayu bakar; tang marmahan, demikian besarnya sehingga bisa menggem
balakan; tang haumana, ladangnya luas; tang indahan, nasi ada banyak.
Tanga, kepinding, kutu busuk.
Tangan, tangan; mardua di tangan, membagi dalam dua bagian yang sama; partanganan, lengan pakaian; manangannangan, memandu, membawa dengan tangan; tinangantangan, hanya dapat dibawa dengan tangan; martanganhon (dipartangan), membagi-bagikan dengan tangan; juga: menyimpan; ina ni tangan, ibu tangan, jempol; anak ni tangan, kelingking.
Tangar, lebar kelihatan mengenai mulut periuk, lebar mulut.
Tangasan, gadis yang harus lama menunggu kekasih, gelisah menanti ibarat seorang gadis menunggu kedatangan kekasih.
Tangga, tangga; tanggatangga, tangga; tangga ni ari, bilangan hari pada peraturan; tangga sideak haijuran, tangga (dalam doa dukun); martanggatangga, bertangga-tangga; anak ni tangga, anak tangga; manangga ari, menentukan hari (tanggal) pada persetujuan; panangga, anjing (kata halus); tangga hambing (= tagahambing), teras.
Tanggak, segan, bersikap hormat, enggan terhadap yang lebih tua, yang atasan.
Tanggal, I. tanggal, terbuka, terhapus, lepas ikatan (tali); mananggal, menanggal; tanggaltanggal, bekas ikatan; tanggal bajuna, (dari seorang ibu): bersalin, melahirkan. II. sej bubu ikan. Tanggam, = tagam; datu tanggam di langit, = pane na bolon.
Tanggiling, tenggiling; hira dila ni tanggiling, penipu, munafik, bak lidah tenggiling: seperti tenggiling manis hingga semut berkumpul untuk ditelan.
Tangging, rentang, tegang, regang; manangging, merentang, tegang.
Tanggir, = tangging.

Tanggis, sitanggis, tumbuhan berbau wangi, setanggi.
Tanggo, I. liat, teguh, solid; juhut satanggo, sekarat daging; tanggotanggo, idem; mananggoi, mencincang, memotong-motong daging; martanggotanggo, berbentuk potongan halus; martinanggo, melangsungkan perhelatan dengan hidangan daging. II. tanggo, teguh, kuat, tidak mudah putus mengenai tali.
Tanggompul, sej ulat hitam yang bisa dimakan.
Tanggor, gema, gaung; sitanggor, nama daerah.
Tanggu, mananggu ari, menentukan hari.
Tangguar, tali kendali lembu.
Tangguk, tangguk menangkap serangga msl walangsangit (antingano).

Tanggul, mananggulhon, pembalut, perban tangan untuk menangkis pukulan; membuat pembalut, menepiskan, menangkiskan.
Tanggule, madu.
Tanggulon, = tanggule.
Tanggung, mananggung, menanggung, menjamini kredit.
Tanggungan, kayu yang didodos/ditoreh untuk tempat makan ternak.
Tanggurung, punggung; hau tanggurung, tulang punggung; limutlimuton tanggurungmu, tuabangka; tanggurung ni bitis, tulang betis.
Tangi, manangihon, mendengarkan; tumangihon, idem; mananginangi, menguping; pananginangi, pendengar, penguping; patangitangi, mendengarkan; martinangi, sudi mendengarkan.
Tangiang, doa; martangiang, berdoa; manangianghon, mendoakan; masitangiangan, = (juga tamiang), saling mendoakan.
Tangis, menangis; tumatangis, = tangistangis menangis; tatangisi, = manangisi, menangisi seseorang atau sesuatu; manangishon, menangis karena sesuatu.
Tangka, takik pada tangga (= balatuk) atau pohon kelapa; manangka, menakik.
Tangkal, I. sampah-sampah busuk, timbunan pupuk kandang; panangkalan, idem. II. manangkal, mencegah kebinasaan; panangkalon, daya-upaya untuk mencegah kebinasaan, yang jahat.
Tangkang, bandel, tegar, keras kepala; patangkang, menegarkan; dipatangkang rohana, dikeraskan hatinya, bersifat menentang.
Tangkap, = tangkup.

Tangkar, muk, takar (an); manangkar, memberi makan, memelihara; na tinangkaran, seorang yang dipelihara.
Tangkas, I. tangkas, terang, nyata; tangkas huboto, saya tahu betul; tangkas tarida, nampak jelas, dapat terang dilihat; manangkasi, menjelaskan, menegaskan, menyelidiki; patangkashon, menerangkan dengan jelas, diterangkan persis; manangkas, tidak beralas; podoman manangkas tu papan, mempunyai papan melulu sebagai tempat tidur; manangkas songon i modom, tidur dengan tidak memakai tempat tidur. II.tuak tangkasan, tuak persembahan.
Tangke, beliung, kapak; tangke pen, tangkai pena.
Tangki, pakaian yang diolah dari kulit kayu, seperti dulu dipakai sebagai ikat kepala; ulos tangki, pakaian dari kulit kayu, selimut kulit kayu.
Tangkihik, manangkihik, menggigit tulang rasanya, menerus; manangkihik ngalina, dingin betul-betul, menggigit dinginnya.
Tangking, manangking, menggendong; manangkingi, mengistirahatkan, memperhentikan; tangkingan, jerat tempat menggantungkan senjata; tangkingan ni hata, = paradianan ni hata.

Tangkir, rokok, sigaret; satangkir isap, selama orang merokok sebiji sigaret.
Tangko, manangko, mencuri; panangko, pencuri; panangkoon, pencurian, hal mencuri; tangkotangko, idem; hona tangko, kecurian; panangkoan, na tinangkoan, orang yang kecurian; haroro ni panangko, petunjuk waktu, jam 12 malam; sitangko jarum, nama sej burung kecil; tangko raja, bila orang mau mengambil sesuatu kepunyaan orang lain karena sangat perlu dan sipemilik tidak ada, maka ini dibenarkan, akan tetapi hal ini harus diberitahukan segera kepada pemiliknya bila ia datang; tangko hatoban, pencurian yang betul.
Tangkok, = nangkok.

Tangkol, enggan, tidak rela, tidak mau.
Tangkop, borasopati ni tangkop, nama hari ke-12 menurut penanggalan Batak.
Tangkual, tidak matang, mentah dari pinasa dan tarutung (durian).
Tangkuhuk, tengkuk, kuduk.
Tangkuju, air gunung, air hujan yang mengalir.
Tangkup, I. tangkap; manangkup, menangkup; ditangkup roha, mengerti, menyetujui; manjalo matangkup, dengan suka hati menerima, menerima dengan kedua tangan. II. tangkup, tangkup, tahan.
Tangkur, ukuran isi yang dibuat dari bambu 1/2 solup.
Tangkurak, tengkorak.
Tangsi, = tangsi. Tangtang, = tanggal, lepas; manangtang, melepaskan.
Tanja, lembing panjang.
Tanjung, tanjung; pulo tanjung, semenanjung; martanjungi, melompat ke dalam air; P.B.: lilian martanjungi lupa mangusa, siapa menghabiskan waktu dengan melompat-lompat ke dalam air, akan lupa akan membersihkan badannya.
Tano, tanah, negeri, bumi, daerah; tano hudon, tanah pekat; tano liat, tanah liat; tano tangko, tanah liat; tano tako, batu-batu; liat tano on, seluruh dunia; tano hagodangan, tanah air; pinggol tano, pekak labang; manano pinggol, mengeraskan pendengaran seperti tanah; tanotano, daun yang terkecil tumbuhan sirih; tano bohina, mukanya suram, bersusah hati.
Tanom, mananom, tanam, mengubur, dikubur, dimasukkan ke dalam tanah; mananom roha, membiarkan segala sesuatu melampui diri, menerima saja tanpa komentar; tartanom, dikuburkan, tertanam; tanoman, makam, kuburan; patanomtanom bisuk, paullopullop oto, memperbodoh-bodoh diri untuk menipu orang, berlagak pilon.
Tarsir, runcing, tajam; manansiri, menajami, meruncingi.
Tanta, mananta, anak yang belum dapat berjalan dipimpin dengan dua tangan, menata tangan anak untuk belajar melangkah.
Tantan, bergantung ke bawah; manantan, menurunkan; membuang air besar (dikatakan mengenai anak-anak); manantan manuk, mengeluarkan induk ayam bersama anak-anaknya dari sarangnya; manantani horbo, membayar harga kerbau yang dimilikinya bersama orang lain sehingga ia sendiri sekarang pemiliknya; tali tantan, tali gerak, tali yang dipakai untuk menurunkan sesuatu; masitantanan, mengadakan persetujuan tentang milik bersama sehingga seorang sekarang memiliki semuanya.
Tantas, manantas jabu, membongkar rumah.
Tao, danau; palugapataohon, melayar jauh dengan orang di danau untuk membunuh dia; pada permulaan menolong orang, sesudah itu dibunuh; mendayungi jauh seseorang dan kemudian membinasakannya, mula-mula di-tolong lantas mematikannya.
Taoar (juga taor), obat penawar, obat terhadap racun; manaoar, mengobati orang; panaoaran, tempat yang mematikan pada binatang buruan.
Taoas, tawas.
Taon, I. tahun; sataon eme, setahun padi (7 bulan); taon jagung, tahun jagung (3 bulan); taon bolon, 12 bulan; ak ni taon periode di waktu mana tidak ada padi di ladang; sitombuk taon, orang yang mula-mula menaburkan padi; na taon i, tahun yang lewat; taon i, tahun yang akan datang; partaonan, musim; martaontaon, bertahun-tahun. II. manaon, merasakan, menanggung, menahan, menderita; sitaonon, penderitaan; manaon na porsuk, menderita (celaka); manaonhon, menanggung sesuatu; manaoni utang, menanggung utang orang lain; pataonhon utang, memindahkan utangnya kepada orang lain. III. manaoni, menjerat, menangkap, memasang perangkap; taontaonan, jerat, perangkap; taonan ulok, cara bagaimana menangkap ular; taon, terpasang mengenai perangkap; taon be bodilna dompak musu, semua mereka telah mengarahkan bedil ke arah musuh.
Taor, lih taoar.
Tapak, sandal; tapak ni pat, telapak kaki; tapak ni tangan, telapak tangan.
Tapang, siap, sedia; boru tapang, seorang gadis yang sudah disediakan untuk seorang laki-laki, artinya: sebelum lahir gadis itu, sudah dijanjikan kepada pria tertentu; sitapangi, arus air dari kolam.
Tapar, = patar.

Tape, tapean, sepotong kayu pada mana dibuat benang yang kusut untuk diuraikan, kayu runcing alat pengurai benang.
Tapettapet, kena, persis, tepat (= topettopet).

Tapi, I. tetapi. II. kucing (halus) = sitapi. III. sitapitapi, sej burung.
Tapian, air tempat mandi; air minum; martapian, mandi; tapian na uli, teluk Sibolga.
Tapilulus = sapilulus.
Tapis, tapis, saringan; manapis, menapis, menyaring; tarpangan tapis, termakan racun; tapis ni hata, berbicara secara berselubung, kata sindiran.
Tapol, tapolon, mempunyai gigi berlapis-lapis, gigi dobol oleh karena karena gigi yang baru tumbuh di samping yang lama; manapolhon, mengenakan pakaian di atas pakaian yang lain; tapoltapol, mengenakan pakaian di atas yang lain untuk menghematkan kain itu; martapoltapol, mengenakan pakaian di atas yang lain.
Tapongan, bakul, keranjang kecil (berisi 2 solup); ucapan selamat waktu menabur; sangkambiur ma satapongan, semoga sebulir padi dapat membuat penuh satu tapongan; horbo sitapongan, kerbau yang kecil dan yang gemuk, raksasa.
Tapor, (bdk topar), matapor, patah, pecah mengenai periuk; na matapor, retak; manapori, memecahkan, mematahkan sesuatu.
Taptap, manaptap, membasuh, mencuci (pakaian).
Tapu, I. matapu, terpetik, terkulit msl mengenai cacar, daun; manapu, memetik buah, daun-daun; II. taputapu, ulos yang dipakai sebagai pelindung terhadap sinar matahari dengan cara melilitkannya pada kepala, kain peneduh yang dipakai terhadap matahari.
Tapus, sej tanaman sayur yang menghasilkan sayur asam.
Tar, kira-kira, seolah-olah, agak; tar songon, kira-kira, seperti; tar rara, kemerah-merahan; tar lunjung, agak me-manjang.
Tara, loba, tamak; daon tara, makanan untuk memuaskan kerakusan; taratara, kemarahan; pasombu taratara, memuaskan hawa nafsu; tarataraon, memarahi karena tamaknya.
Taragu, daging yang dimakan pada pesta marunjuk, daging perhelatan pesta kawin.
Tarahuak, I. sitarahuak, sej tumbuhan yang daunnya dijadikan obat mata. II. mangan sitarahuak, makan upa suhut pada suatu pesta (= mangan sipitu dai).

Tarajuan, sitarajuan, sisik/lapis keras pada remplo ayam.
Tarak, sitarak, sej pohon; la-jur parhalaan, se-per duabelas dari parhalaan; sitarak na sampulu dua, sistim perbintangan (parhalaan) yakni satu lajur dari duabelas sistim perbintangan; penerimaan (u-ang) oleh orang tua pengantin puteri sebagi ganti rugi yang dikeluarkan buat penitian ha-ri, yang dibayar oleh orang tua pengantin pria.
Taram (= tagam), manaram, menyangka, waswas, berjaga diri, mawas diri; molo masa taram di jae, masa ma arap di julu, bila orang berjaga-jaga di hilir, dengan sendirinya cemas juga orang yang di hulu = sama-sama waspada, kedua belah pihak, mawas diri; masitaraman, saling berjaga.
Taran (= tagan), ketika waktu, semasa, sewaktu, selama; taran so, sebelum.
Taraoang, terawang lobang kecil dalam pola kain tenun, rajut merajut, menyulam.
Tarapang, sej pisau.
Taratara, selera, perasaan; pasombu taratara, memuaskan selera.
Taratoat, seruling bambu.
Taratullit, sej pohon bergetah gatal di kepala.
Tarbakta, petunjuk waktu: jam 08.00; tarbakta raja, jam 09.00.
Tardas, jelas kelihatan, datar, terbuka, tanpa semak atau penutup; tardas di dadang ari, kuat disinari matahari; tardas di ombus alogo, terbuka kena hembusan angin.
Tare, manarehon, tadah, menadah, siap menerima, tampung, menampung; manarehon pinggol, mengarahkan kuping; panarean, tampungan, alat penadah; simanare, = badan (And); manare, duduk di bawah pohon, menunggu sampai jatuh buah.
Targe, targetargean, = tergetergean, berdahak, serdawa.
Tarhan, tarhantarhanan = tergetergeteran, serdawa, berdahak.
Tarhap, lahap, rakus; tarhap mangan, rakus sewaktu makan, makan congok.
Tarias, I. sej burung nuri. II. manariashon, bdk ias.

Tarik, manarik, tarik, menarik, meluruskan mis tali, menalakan, mencoba atau sudah serasi bunyinya mengenai permainan gendang; tarihon, perangkap untuk menangkap tikus.
Tarima, manarima, memberi, membagi-bagi; na manarima, yang membagi, tuan rumah, pembagi.
Taring, duri-duri yang terdapat pada ikan tertentu seperti sibahut; manaring, menusuk dengan duri-duri itu.
Taringka, setrika; manaringka, menyetrika, menggosok pakaian.
Tarantin, jerat (tali) pada perangkap; juga: cincin pada kaki ayam, pembebat kaki ayam.
Taripar lih ipar.

Tarira, manarira, menusuk karena kedinginan; susah hati: sangat menaruh kasihan, memilukan rasa penderitaannya.
Taris, manaris hata, meminta maaf dengan kata-kata yang bagus sewaktu memberikan hadiah (yang sebenarnya tidak cukup), berlagak pemurah padahal tidak.
Tarisopo, lantai balai, bagian bawah balai (sopo), dimana orang berkumpul.
Tariti, tengkuk kuda dimana terdapat surai.
Taritis, limpah.
Tariur, manariur, bercahaya, bdk tiur.
Tarngek, membungkuk, tertekan ke bawah sesuatu yang menimpa.
Tarngok, kemati-matian, mati suri.
Taroktok, denyut jantung yang terasa memukul-mukul; mabukbak taroktok, mallobuk taroktok, jantung berdebar-debar karena ketakutan, rasa hati berbicara, jantungan.
Tarombo, sisilah, asal usul.
Taropong, teropong, teleskop; manaropong, meneropong.
Tartar, = bolong (Angk); hatartaran sanggul, hadekdehan sanggul, keguguran.
Taru, manaruhon, mengantarkan, membawa, menuntun; pataruhon, mengantarkan orang-orang yang mau pergi; manarui, selalu membawa; taruan mangan, taruan minum, mempunyai pelayan yang mengantarkan makanan dan minuman, artinya: kaya; martaru, berlomba, bertaruh; tarutaruan, pertaruhan; martarutaruan, menguji kekuatan dalam bicara dll; tinaru, telur; martinaru, bertelur.
Tarubuk, sej ikan laut.
Tarugi, lidi, serabut ijuk yang keras; P.B.: niarit tarugi, sai tong porapora, molo tinean na uli, teanon do gora, bila diarit lidi ijuk, selalu saja suka patah, kalau sesuatu diemban, bersiaplah menanggung risiko.
Taruk, jerih payah pada tubuh.
Taruma, kolong rumah.
Tarumbara, tempat di bawah rumah = taruma, juga taumbara. Tarungtung, tarungtung ni hudali, kayu yang diikatkan disebelah tangkai hudali dan dibawah gigi.
Tarup, atap; manarup, mengatap; sitarupon, rambut (And).
Tarupuk, tunas padi yang belum membuka lipatan daun, kuncup tunas padi yang belum berdaun.
Tarus, manarus, mengambil tuak dari pohon enau dan meminumnya (siang hari perbuatan ini dibolehkan malam dilarang); panarus, pencuri tuak; panangko paragoan, panarus pangarungga, kata pencuri dia kehilangan, pencuri bahwa ia kena pencurian tuak membuat duri-duri ke-liling pohon enau (untuk melindungi dia dari pencuri); manarus, menyusu; panarusan, ibu yang masih menyusui; patarushon, menyusukan, memberi bayi menetek, menyusui.
Tarusopo, ruangan dalam sopo tempat penyimpanan padi dan disana juga tidur para pemuda kampung; partarusopo, pemuda.
Tarusur, manarusur, enak kedengaran.
Tarutaru, pupuk kandang, kompos.
Tarutung, pohon dan buah durian; juga: disebut nangka belanda.
Tas, (= tes), bunyi menokok; patutastas, menokok-nokok msl martil.
Tasak, selesai, siap diperbuat, dikatakan mengenai luluk yang harus diolah dulu oleh karena padanya ditambahkan air
abu; manasak luluk, disiapkan, dibereskan; patasakhon, menyiapkan apa yang masih kurang beres, membereskan.
Tasik, karat; martasik, tartasik, tasihon, berkarat; siboru tasik, sej burung elang, bangau putih.
Tastas, manastas, menebas, membongkar, menjebol, mematahkan, mengoyak; sitastas nambur, yang pertama berangkat pagi-pagi mulai berjalan dan oleh karenanya mengambil semua embun (air embun), perintis embun, orang yang pertama lintas, perintis perjuangan/perjalanan; patutastas, lih tas.

Tata, I. mentah mengenai buah-buahan, belum matang mengenai apa yang mau dimasak; aek tata, air mentah; mangata, makan mentah; sitata, sej pisang liar yang dapat di hutan. II. martata, ketawa; dipartatai, menertawai.
Tataganing, bdk taganing.

Tatangisi, bdk tangis.

Tatap, I. manatap, memandang, melihat keluar, melekat di kejauhan; manatapnatap, memandang-mandang, mengamat-amati di kejauhan; panatapan, tempat pemandangan; parroha panatapon, orang yang memandang jauh, berpandangan (arti kiasan); orang yang mengurus sesuatu jauh sebelumnya; marpanatap, berlaku sabar, yang sudi memberi ampun. II. sitatap, si upik, gadis cilik, perempuan kecil, bayi perempuan yang belum bernama.
Tatar, martartar, gemertak, gemeresik.
Tataring, perapian, dapur, tungku; satataring, yang termasuk satu tungku yaitu satu keluarga; piga tataring, berapa keluarga; di tataring, di perapian yaitu perempuan yang sedang melahirkan anak; partataring di tangkuhukna, yang mengusung perapian di atas tengkuknya yaitu seorang yang sering pindah; tataring na basang basuhi, tataring sideak halasan, tungku yang berjasa banyak dipakai, tungku sangat istimewa banyak rezeki (dalam tonggotonggo = doa mantera).
Tating, I. manating, menjinjing, membawa sesuatu di atas telapak tangan; tatingan, jinjingan, apa yang dibawa pada telapak tangan msl makanan usungan bagi orang yang tidak dapat dipikul. II. tating, semua ada, ada berlimpah-limpah, semua familinya masih hidup; tating hamoraon di nasida, mereka mempunyai semua kekayaan, kekayaan langgeng menyertai mereka.
Tatuan, singgasana, takhta; nyanyian para wanita: di huta ibotonta sisingamangaraja, na hundul di tatuan, na malo marhatahata.

Tau, sanggup, pantas, sesuai, cocok, serasi untuk sesuatu; tau bahen (gabe) sulusulu, cocok untuk dipakai sebagai suluh; tau poda, pantas untuk dipelajari; hatauon, kecakapan, kesanggupan; patauhon, menyeleraskan, mencocokkan; sitautau (lulut na tau di ibana), orang yang tidak berperangai, yang mudah menyesuaikan dirinya dalam segala hal asalkan berkenaan dengan keuntungannya sendiri; pangatauan ni roha, orang yang dipercayai; marpangatauan tu, percaya kepada, mengandalkan pada.
Taumbara, kolong rumah.
Taung, penyakit pada pelir yang membesar, bengkak pelir.
Taup, manaup, mengambil untuk diri sendiri; manjalo mataup, menerima dan menjadikan miliknya.
Te, tahi, tai; te ni horba, tai kerbau; te ni api, jelaga; te ni bintang, komit; te ni pinggol, tahi telinga; te ni hudon, jelaga pada periuk, kerak abu pada periuk.
Tea, manea, mengangkat, membidikkan senapang; diteatea begu, semoga begu memikat anda untuk dibinasakan; gondang paneanea, gendang keserupan, gendang dengan mana orang memanggil begu agar ia turun ke medium; teatea, sej tumbuhan; pateatea, memegang dihadapan msl senapang dengan kedua tangan; maneanea, menyampaikan sesuatu, satu piring dengan makanan persembahan; ulos untuk memperoleh berkat datu.

Teal, miring, timpang, berat sebelah, oleng, menunjuk ke bawah mengenai daun timbangan; na teal songon hinallung, membuat dirinya seolah-olah besar tetapi tanpa sesuatu yang terjadi; na teal pangkulingmu, caramu berbicara tidak pantas; na teal martigatiga, tidak cakap untuk berdagang; manealhon, menarik orang ke bawah, menggoda; manealneal, mengusung daging yang digantungkan pada tali.
Team, percaya (kata yang lebih halus daripada pos), yakin; ndang team, sama sekali tidak percaya lagi; team ni roha ma na so sibahenon, jangan sekali-sekali bersifat angkuh.
Tean, manean, mewarisi; tumean, idem; teanteanan, siteanon, warisan, peninggalan; panean pewaris; na tinean, idem; paneanan, warisan, pewarisan.
Teas, tidak sopan mengenai berpakaian; mangunteas, memandang enteng, tidak cukup dipersiapkan msl dalam perang; siaji teas, jimat dari logam yang diletakkan dalam ikat pinggang dan membuat pemakainya kebal, jimat kekebalan.
Teba, (= eba), tebateba, sisa- sisa makanan, restan; manebahon, menyisakan sesuatu.
Tebal, tidak sama mengenai tangan dan kaki.
Tebur, terjurai, tergantung panjang msl kain; patebur, panjang digantungkan.
Tedak, = tedek.

Tedek, ceper mengenai piring; terbuka (tangan), telapak tangan terbuka ke atas; tedek di jolo, terletak di muka seseorang yang terluka; manedek, minta dengan mengulurkan tangan, merentangkan tangan dengan terbuka untuk menerima sesuatu; manedeknedek, selalu merentangkan tangan, mengemis; panedeknedek, pengemis; panedeknedek di ingkau do ahu, pangidoido di indahan, saya
harus mengemis nasi dan lauk pauk; manedekhon, merentangkan sesuatu dihadapan, mengulurkan tangan; patedekhon, mengulurkan sesuatu, merentangkan sesuatu; patedek buku, membuka buku; tedek rohana, terbuka hatinya, rela.
Tegel, manegel, dikatakan mengenai seorang penjual: menunggu sampai yang diminta itu diberikan kepadanya, berusaha mendapatkan.
Teger, ramping, kurus, kerdil.
Tehe, manehenehe, meminta-minta; panehenehe, pengemis.
Teheng, miring; teheng rungkungna, lehernya miring.
Tejek, = tedek, terletak dihadapan orang, dekat.
Tektek, I. lagu pembukaan pada gendang. II. matektek = medekdek; manektek, membayar dengan segera. III. tektek balanja, sej burung kecil.
Telap, martelap, berpatutan dengan baik, berpadanan dengan baik.
Tele, martele, belum masak mengenai nasi.
Telem, sabar, manis, ramah, berhati baik.
Teleng, (bdk eleng), miring ke samping, oleng; maneleng, menurunkan harga; tarteleng, tinggal di belakang; tumelengteleng, tunduk keduabelah pihak waktu pergi, membungkukkan diri ke dua sisi sewaktu berjalan; sangsi, ragu-ragu; tumelengteleng pinggol, mendengar ke dua jurusan.
Telhang, = jungkat.

Telluk, diserondol mengenai lutut; telluktelluk, menyerondol lutut; manelluk, menyerondol lutut orang dari belakang sehingga ia menjadi terperosok; tartelluk, terperosok; telluk, juga: = torluk.

Telmek, seimbang mengenai rasa hati: senang; manguntelmek, duduk bersila.
Telong, lentera yang dipakai di kandang.
Telpang, manelpang, timpang, pincang, sewaktu membayar hutang meminta kepada perutangan agar sebahagian bunga dibebaskan dari pembayaran.
Telsu, kehabisan, tiba-tiba habis; nunga telsu hepeng sian tanganhu, uangku sudah habis; di ise ma na so hea telsu, siapa gerangan yang tak pernah kehabisan stok?
Telus, martelus, meminta hadiah dari famili; masitelusan, saling meminta hadiah sebagai tanda persahabatan.
Tembak, tembak; martembak, membidik, bermaksud sesuatu, menghendaki; manembak, idem; tembak, sasaran; na tinembak ni roha, maksud; manembahi, membidik sesuatu; partembak, penembak.
Tembal, manembal, membagi semuanya sama rata; patembaltembal, membagi-bagi sama banyaknya, seimbang.
Tembas, pengganti sesuatu sebagai pembalasan.
Tembe, manembe bada, mencari perselisihan; manembei, mencari alasan untuk berkelahi dengan orang, memanaskan hatinya.
Tembes, saling menutup mengenai hutang dan piutang, juga mengenai pendapatan dan pengeluaran.
Teme, geram, marah; panemenemeon, dalam keadaan marah.
Tempang, = timpang.
Tendek, manendek, menambahkan uang pada perdagangan tukar menukar, bila sebuah ringgit palsu diberikan tambahan sedikit supaya lepas dari padanya.
Tenga, angkuh, bersifat pamer, suka memperagakan, megah; manengahon, mengagungkan diri, memperagakan diri; manenganenga, memperagakan, melagak, memamerkan keunggulan.
Tenggal, = bdk denggal, melengkung ke atas mengenai punggung tangan.
Tenggar, sej senapang yang memakai sumbu.
Tenggeng, manenggeng, menahan msl hujan.
Tengger, manengger, membidik, menghendaki, mengingini sesuatu.
Tengka, patengka, berbeda, tidak cocok satu sama lain; tengka, tidak terwujud; masitengkaan, saling mengganggu.
Teok, maneok, memohon berkat untuk memperoleh anak; rap tineok do anak dohot boru, putra dan putri sama didambakan: karena itu harus dicintai sama besarnya pula.
Teong, tumeongteong, dikatakan mengenai mata dengan sayu melihat ke sekelilingnya mls mengenai orang yang dipenjarakan, burung, matanya sedih seolah-olah minta dikasihani.
Tepal, = tebal.

Tepos, kencing (kata kasar); bangkol tepos, tidak bisa membuang air kecil, sulit kencing.
Teptep, sej burung kecil.
Ter, meniru bunyi; mardeter, gemerencing msl uang logam; mardeteri, membayar dengan uang logam; mamerter, idem.
Terak, terakterahon, serdawa.
Terap, terapon, bersendawa.
Teretere, siteretere, pemberian, yang tidak memerlukan pemberian balasan; manerenerehon, memberikan, menghadiahkan sesuatu.
Terge, I. manerge, merasakan, memperdulikan, mengacuhkan; ndang diterge, tidak diperdulikan, tak diacuhkan. II. tergetergean, bersendawa.
Terngas, = derngas.

Terter, manerter, kontan dibayar.
Tes, meniru bunyi “tes”; tes dipastap, ia memukulnya “tes”.
Testes, patestes, merapikan, memparbaiki msl sebak, tenunan.
Tetek, titik, tetes; santetek, setetes; maneteknetek, menetes; patetekhon, meneteskan.
Tetep, suka ngomong, suka ngobrol; hatetepanna, cara menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dengan tulus hati dan mengatakan semuanya; petunjuk umur anak waktu mana ia mulai berbicara.
Teler, sej ikan laut.
Teuk, hina, rendah; siteuhon, anjing (And).
Teus, = tois.

Tia, terbelah, koyak; maniahon, memelah, mengoyak; angka tia, pada koyak, robek-robek msl daun pisang karena angin.
Tial, humatial, berlaku gelisah mengenai anjing dan kuda.
Tiala, menolak, bertentangan, keberatan, menyalahkan; ndang tiala iba, tidak ada yang saya mau menentang; paniala ni begu do i, begitulah kata datu ke pada orang yang sakit: itu adalah oleh sebab begu marah, karena ia tidak dipersembahkan kurban kepadanya, ulah hantu itu.
Tian, = sian.

Tiang, = tiang, tiang rumah; tiang ni sopo, tiang balai (= sopo); tiang partunggal, balok penyokong yang utama, tiang tumpuan.
Tiar, terang, jernih mengenai suara; licin mengenai rambut; lage tiar, tikar tergelar, tikar yang lincin dan bersih (bdk tiur).

Tiarap, sakit paru-paru; tiarapon, berpenyakit paru-paru.
Tias, tak suka, malu; sada tias, sada malu, yang satu malu, yang lain tidak suka.
Tibal, terletak; manibalhon, meletakkan; meletakkan sesuatu dalam piring untuk dipersembahkan; tibaltibal, sesajen, persembahan makanan yang dimakan oleh yang memberi persembahan; tibalhon, menyendoki makanan; manimbalnimbal, menyelenggarakan persembahan; timbalan, berkas sebenarnya apa yang disimpan dari pemberian persembahan.
Tibas, sifat, watak, tabiat, perangai, pekerti; tibasna nama i, = bangkona do i, itu sudah sifatnya.
Tibingtibing, periuk kecil dari tanah.
Tibu, cepat, segera, dini, pagi-pagi, pada waktunya; hurang tibu, terlambat; patibuhon, mempercepat, diselesaikan dengan cepat; tibuna i, betapa cepatnya.
Tidas, tewas, tiba-tiba cepat mati; manidashon, membunuh orang sedemikian rupa sehingga ia serta merta mati, menikam mati.
Tidor, partidor, = parmata, seorang yang bisa melihat begu, yang mempunyai kemampuan melihat sesuatu yang bagi orang lain adalah tersembunyi, paranormal.
Tiga, pasar, pekan, pajak; tigatiga, barang dagangan; martigatiga, berniaga, berdagang; partigatiga, pedagang, saudagar; maniganigahon, memperdagangkan sesuatu, menjualkan.
Tigabolit, = talitali, surjan, serban yang dibuat dengan memintalkan tiga warna kain yaitu: merah, hitam, putih.
Tigor, lurus, jujur, adil, tulus, pantas, patut; hau na togor, sepotong kayu yang lurus, pohon kayu yang lurus; raja na tigor, raja yang adil; hatigoran keadilan, ketulusan; patigorhon, meluruskan; panigoran, jalan yang lurus dan lebih pendek; partigor, orang yang adil, tulus iklas; manigor, terus, dengan segera; manigorhon, pergi terus, langsung.
Tiha, I tuduh, sangsi, sangka, curiga; tiha rohangku do ho, saya curigai engkau; manihai, mencela, menuduh, mencurigai tanpa cukup alasan; panihai, suami yang selalu mencurigai isterinya dengan cara yang tidak adil. II. tiha, maniha, menambah uang bila orang menunjukkan suatu barang tertentu pada pembelian; paniha, apa yang diberikan extra pada jualan atau pembelian; sisi lain yang baik dibandingkan dengan waktu buruk; marpaniha, mempunyai sesuatu yang ditambahkan seseorang sebagai imbalan; P.B.: martihas na uli, marpaniha na roa, yang buruk selalu ada hikmahnya, yang baik ada saja cacatnya. Tihak, panihaknihahon, merasa badan ditusuk-tusuk msl tusukan pada lambung.
Tihal, = tial, manihal, melompat-lompat, melonjak-lonjak mengenai binatang; panihalnihalon songon hoda nambura malua, gelisah seperti kuda yang baru keluar dari kandang; martihaltihal, memercik , memancar msl darah dari luka atau air.
Tiham, maniham, tikam, menikam, membunuh; manihamhon, menikam dengan sesuatu, membunuh dengan sesuatu; angka tiham, koyak berpotong-potong.
Tihar, lage tihar, tikar yang anyamannya halus, lih juga: tiar.
Tihas, cacad, aib, kekurangan-kekurangan baik dari segi badaniah maupun susila; martihas, bercacad, beraib, mempunyai kekurangan.
Tihe, sej rotan.
Tihus, tikus; musu tihus, musuh bebuyutan, selera turun temurun dimana perdamaian tidak mungkin terjadi, seperti permusuhan antara tikus dan kucing; tihus, dikatakan bila seorang tersesak; ulok tolong tihus, ular yang bisa makan tikus; panihus, pencuri yang terus mengambil sesuatu bila ia tidak dilihat orang; panihusnihuson, kaku mengenai jari-jari tangan dan jari-jari kaki.
Tijur, ludah, liur; marsitijur, berludah; P.B.: marsitijur dompak langit sai na madabu do tu ampuan, kejahatan
yang dibuat terhadap orang lain, berbalik kepadamu sendiri; manijurhon, meludahkan sesuatu; parsitijuran, tempat orang meludahkan, tempat ludah; mardais tijur, membayar langsung utang yang timbul dari permainan judi.
Tiktik, (bdk tuktuk), maniktik, mengetok msl uang logam untuk memeriksa keasliannya, menokok pintu, menokok tempat kapur untuk menjatuhkan kapur itu; tiktik surat, sej pohon hutan.
Tilaha, anak meninggal, bencana terutama mengenai anak yang mati; tilaha goar ni halak, (panggoaron), anak sulung seseorang yang memakai namanya meninggal dunia (ayah orang Batak menyebut dirinya menurut anaknya yang tertua); tilahaon, kehilangan anak karena kematian; matilaha, idem.
Tilhang, = telhang.

Tilik, manilik, tilik, menilik, melihat dari jendela atau lubang, memantau.
Tilil, bawaan untuk satu orang; manilinili, membawa sesuatu oleh seorang diri; tilil, diasingkan, disisikan untuk diri sendiri; martilil, membuat sesuatu hanya untuk dirinya sendiri.
Tilla, girang, rasa gembira atas penderitaan orang lain; martilla, merasa gembira atas penderitaan orang lain; manillahon, menimbulkan rasa senang atas penderitaan orang lain. Tilpok, matilpok, pecah, dalam keadaan pecah, mati; manilpokhon, memecahkan, menghancurkan, membunuh, mematahkan.
Tiltal, humatiltal, melompat-lompat, melonjak-lonjak, mengentak-ngentakkan kaki.
Tima, timah.
Timak, oke, beres, seperti sepantasnya.
Timas, manimashon, menghabiskan, menuntaskan.
Timba, manimbai, timba, menimba msl air dari perigi.
Timbaho, tembakau, jenisnya: timbaho usin, timbaho bangkal, timbaho tanduk, timbaho tali, timbaho jau, timbaho sina, timbaho rano; partimbahoan, tempat tembakau; timbaho modat, candu.
Timbang, manimbang, timbang, menimbang; manimbangi, timbang-menimbang; timbangan, timbangan, neraca; masitimbangan, se-imbang; panimbangon ni rohangku, pertimbanganku; ditimbang rohangku, pendapatku; martimbanghon, tumimbanghon, dibanding dengan; metmet do ahu martimbanghon ho, dibandingkan dengan kamu, aku adalah kecil; timbang ni, senilai dengan, seharga dengan pengganti yang sama nilainya; dipatimbanghon memberikan sesuatu untuk ditimbang; Martimbang, gunung yang tinggi dekat Silindung; satimbang badan, nilai seorang seperti halnya pembunuhan yang harus dibayar dengan denda, pada perempuan yang dibunuh jumlah uang mahar akan dibayar kepadanya, pada
seorang laki-laki jumlah uang mahar yang akan dibayarnya kepada seorang perempuan.
Timbas, manimbas, atau manimbasnimbas, menghempaskan diri karena putus asa atau sedih.
Timbo, tinggi, ketinggian; sadia timbona, berapa tingginya; hatimboon, tingginya, ketinggiannya; patimbohon, meninggikan; manimboi, membuat kuburan yang tinggi; marnatimbo, berbeda mengenai tingginya, tidak sama tinggi.
Timbor, = timburak.

Timbul, meninggi, mulia, luhur; hatimbulon, kemuliaan; patimbulhon, meninggikan, memuliakan, meluhurkan, memuji-muji, mengagungkan, menjungjung tinggi.
Timbun, manimbuni, timbun, menimbunkan; timbunan, timbunan.
Timbung, manimbung, melompat ke bawah; patimbunghon, membuat, melompat; manimbungnimbung, melompat-lompat, melonjak-lonjak.
Timbur, manimbur, lari.
Timburak, debu, abu (api); martimburak, berasap dengan abu yang beterbangan kesana kesini, beterbangan bunga api dan debunya.
Timpa, timpatimpa, =lampet kecil yang diberikan kepada parsili.

Timpal, manimpalhon, membuang, melontarkan, melemparkan, mencampakkan. Timpang, berjalan pincang, tidak seimbang.
Timpas, lengkap, komplet, seluruhnya; manimpas, cukup, lengkap; manimpas gogona, ia telah mencapai tenaga sepenuhnya.
Timpor, = pintor.

Timpul, kepul, asap, uap; timpul ni aek, uap air; timpul ni barerang, uap belerang; martimpul, berasap, beruap, mengepul.
Timpus, manimpus, membungkus, menutup dengan jalan mengikat; martimpus, terbungkus; panimpusan, tempat penangkap ikan.
Timur, manimur, melompat mengenai kuda.
Timus, asap; martimus, berasap.
Tinda, patinda rupa, menukar pakaian, menyamarkan; sitindaon, sakit dan kurus, krempeng.
Tindang, berdiri, tegak berdiri; patindang luhutan, memanggil rapat; patindang judi, mengorganisir permainan judi; manindang, tegak mengenai rambut; manindangi, menjadi saksi, menyaksikan; manghatindanghon, menyaksikan sesuatu, menerangkan; sitindangi, saksi; panindangion, kesaksian; marpanindangion, memberi kesaksian; sitindang ni bagas, dinding muka rumah Batak tradisional.
Tindi, tindih, timpa, tertumpuk, tertimbun tinggi; martinditindi, tersusun yang satu di
atas yang lain; martindi, melebihi, melampaui; tumindi, lebih unggul, lebih ulung; masitinditindian, saling melebihi, saling mengungguli, saling bertindih.
Tindo, manindo, memandang, melihat di kejauhan; selanjutnya: meninggal sewaktu masih kuat betul; tartindo tu na dao, dapat dilihat di kejauhan; tindoan, tempat dimana orang dapat melihat di kejauhan; nama yang disukai untuk gunung; panindoan, pekerjaan terakhir yang diselenggarakan sebelum mati; seorang pencuri dikutuk; panindoanmu ma i, mudah-mudahan iulah pekerjaanmu terkahir, mudah-mudahan engkau mati.
Tindos, manindos, memencet, memijit kutu sampai mati dengan kuku, menindas kutu.
Tinga, tingatinga, serangga yang memakan bulir-bulir padi.
Tinggal, tinggal; tartinggal, ketinggalan; maninggalhon, me-ninggalkan; paninggalan, janda.
Tinggala, = ninggala, bajak, luku.
Tinggam, martinggam, melemparkan batu ke ikan.
Tinggang, jatuh, jatuh tergeletak, rebah; maningganghon, menjatuhkan, membuang, menghempaskan; ditinggang udan hami, kami ditimpa hujan; martinggangan, berjatuhan, berrebahan.
Tinggi, tinggi; huta tinggi, nama tempat; sikola tinggi, sekolah tinggi; anak sikola tinggi, mahasiswa.
Tinggil, I. nyaring mengenai suara, tajam; soara na tinggil, soara yang nyaring; patinggilhon, menyaringkan. II. peka pendengaran, tanggap, mendengarkan dengan baik-baik, memperhatikan dengan sungguh-sungguh; tinggil pinggolna, pendengarannya tajam; patinggilhon pinggol, mendengarkan dengan baik-baik.
Tinggiran, sej pohon kayu.
Tinjak, sej jerat untuk menangkap rusa.
Tinjang, = tindang.

Tinjo, maninjo singir, alih piutang untuk mana debitur hanya membayar sebahagian dari jumlah piutang itu dan seterusnya menanggung sendiri resikonya.
Tinju, maninju, tinju, meninju; hona tinju, kena tinju.
Tingka, terbuka dihadapan umum; maningkahon, yang meninggal dalam pertempuran dipertunjukkan di hadapan umum dan pada mayat itu diatur permainan; tingkatingka, bukit.
Tingkal, ria, sangat gembira; mengenai ekor kuda: lengkung sombong.
Tingki, masa, jaman, jangka waktu tertentu, waktu, saat; martingki, telah ditetapkan; ndang tartingki, tidak dapat dipastikan mengenai waktu; tiningki, tertentu, yang ditetapkan.
Tingkir, maningkir, mengunjungi, pergi ke suatu tempat untuk melihat sesuatu.
Tingkis, lunas dibayar mengenai hutang.
Tingko, bulat, bundar; martingko, bulat kelihatan, duduk berkeliling; santingko, = saringgit; horbo sitingko tanduk, kerbau bertanduk bulat.
Tingkos, tegak lurus, lurus, bergaris lurus; benar, tepat, betul; tingkos do na nidokmi, apa yang anda katakan itu adalah benar; tingkos ari, sore (bila matahari berada tepat di tengah-tengah); patingkoshon, meluruskan, membetulkan.
Tingkup, = tangkup, (dikatakan mengenai begu yang jahat).
Tingting, pemberitahuan, pengumuman; manintinghon, mengumumkan, memberitahukan secara umum; martingting, berseru, mengumumkan; satingting, semua; hita satingting, kita semua; maningtingi sabulon, (sataon), satu bulan, tahun penuh; tingtingi, pakailah semua tenagamu; tingtingi nasa binotom, ndang mabiar ahu, cobalah semuanya yang engkau ketahui, saya tidak takut; ditingtingi ho do paroahon banua on, semua yang anda perbuat adalah hanya kejahatan.
Tini, rusa betina.
Tinta, tinta.
Tintin, cincin, bentuk cincin; martintinhon (dipartintin), dipakai sebagai cincin.
Tio, jernih, bening mengenai air, mata, suara; patiohon, menjernihkan; dengke sitiotio, ikan yang dipakai dalam upacara adat; nama daerah.
Tiop, maniop, pegang, memegang; maniopi, memegang sesuatu; patioptiop, memegang dalam tangan.
Tipa, I. manipa, menimpa, menindih; tartipa, tertimpa; ditipa udan, ditimpa hujan. II. tindih, menindih, sehingga pinggir-pinggirnya cocok. III. sej pohon besar berbunga merah dan buahnya melekat pada daunnya. IV. manipanipa, memanggang beras basah dan menumbuknya; dahanon tipatipa, beras yang dibuat seperti itu.
Tipak, beres, siap untuk dipakai,tepat ada.
Tipan, manipani, merenungkan, membicarakan, memikirkan, menimbang.
Tipo, udan tipotipo, hujan lebat; habahaba na martipotipo, puting beliung yang menakutkan.
Tiptip, dipotong rata; manitip, memotong, merantingi; ndang ditiptip ganjangna, ndang diarit balgana, tidak seorangpun memburukkan, menjelekkan dirinya; tiptip raja, ini dikatakan mengenai makanan yang harus dulu diberikan parboru sebelum membicarakan mengenai perempuan, yang melarikan dirinya dari suaminya.
Tipu, I. sej racun. II. manipu, menipu.
Tipul, matipul, putus, patah; tipultipul, patah-patah; martipultipul, patah dalam beberapa potong.
Tir, tiruan bunyi “tir”; marditir, terbang tiba-tiba (burung).
Tirangkap, sej perangkap tikus.
Tirdi, tidak cocok, janggal, menyolok mengenai cara berpakaian dan cara berjalan.
Tirjak, = dirgak.

Tiri, manirihon, membuang, mencampakkan msl tanah dari cangkul.
Tiris, tiris, bocor; maniris, idem; panirisan, tempat dimana menetes air, tepi dari atap.
Tiro, maniroi, merawat, mengawasi, memperdulikan, sangat berhati-hati dengan sesuatu.
Tirtir, manirtir, menggoncang secara pelan-pelan, mengayap.
Tiru, maniru, tiru, meniru; manirui, meniru seseorang; tiruan, tiruan, contoh; maniruanhon, mengambil seseorang atau sesuatu sebagai tiruan; paniruan, meja tempat menulis untuk meniru sesuatu; paniru, peniru, penyontek.
Tis, I. kencing mengenai anak-anak. II. marhatishon (diparhatis), menghargai sesuatu, menilai sesuatu.
Titang, manitang, mengangkat ke atas, memegang tinggi-tinggi untuk meperlihatkan. Titi, maniti, menentukan = titik; na tiniti, = na tiningki, yang ditetapkan, yang ditentukan, yang ditetapkan dengan cermat.
Titik, manitik, menetapkan jangka waktu sesuatu; titik ni ari, jangka waktu yang telah ditetapkan.
Titikhada, manitikhada, menetukan tujuan, menetapkan waktu; di tinitikhada ni roha, pada waktu yang ditentukan; yang dimaksudkan, yang diingini.
Titiong, marhatitiongon, lih hationg, berputar-putar.
Titip, manitipi, melancipkan, meruncingkan, menajamkan; patitiphon, menyuruh diruncingkan, memotong sama panjang.
Titir, martitir, menyembur, menetes-netes mengenai darah dan keringat.
Titis, matitis, berkurang, menjadi kurang, remeh.
Tiung, sej pohon apel, terung.
Tiur, terang, cerah, tanpa gangguan; tiur ari, hari sudah siang, udara tidak cerah; tiur ma langkam, semoga perjalanan anda tanpa rintangan dan kesulitan; tiur matana, matanya terang; nunga tiur, dikatakan bila kelahiran berjalan baik; hatiuron, terang, kecerahan; patiurhon, membuat terang, membuat cerah; tiur ni ari, terang hari.
Toba, dikatakan mengenai daerah yang terletak di tepi Danau Toba; tu toba, ke seberang Danau Toba; martoba, bekerja di tepi danau menangkap ikan; partoba, penangkap ikan; hatobaon, orang-orang dari Toba.
Tobal, dimpit mengenai sekawan ternak; lebat mengenai hujan.
Tobang, I. tua, dewasa; matobang, sudah tua, dewasa; na matobang, orang-orang yang dewasa. II. manobang, sendirian, hanya; manobang hau, saya sendiri; manobang indahan, hanya nasi tanpa lauk pauk; manobang porlak, membuka kebun baru.
Tobat, kolam buatan, tebat, empang.
Tobing, tebing sungai, tepi air; santua tobing, nama sej tikus yang hidup dalam air; lumban tobing, nama marga.
Tobo, I. = bagian, bagian tamu, yang diundang makan. II. tobo, dari siapa kita selalu membeli atau kepada siapa kita menjual; manobo, menjual atau membeli dengan cara itu.
Tobok, lugu, tidak banyak tingkah, tulus, iklas, jujur; tobok marroha, bersifat tulus iklas.
Tobong, = tobang II. Tobu, tebu; tos tobu, demikian kuatnya sehingga dapat mematahkan tebu sebagai petunjuk umum anak kecil, mengenai pisau yang sedemikian tajamnya sehingga dapat memotong tebu; tobutobu, sej burung malam yang menyerukan ’sogot’.

Tobus, tebus, uang tebusan orang; manobus, menebus; manobusi, menjual; martobus, tertebus; partobus, uang yang dipakai untuk menebus, penebus.
Todak, sej ikan laut.
Todang, = subang; todang marparange (marpangkuling), tidak berlaku senonoh mengenai cara berbicara.
Todaran, = barisan; satodaran, sebaris.
Todas, cantik mengenai wajah.
Todik, manodik, menjawab secara kurang ajar, tidak senonoh.
Toding, I. = sian dalam turiturian dan andung-andung. II. alatan toding langlang, ramalan pertanda; toding = luat (And). III. daerah (And); toding sihadaoan, daerah yang jauh.
Todo, manodo, menguji, menentukan, menunjuk, memilih; todoan, pilihan, bagian dalam bentuk uang atau ulos yang diterima kaum kerabat pihak parboru pada perkawinan; manodohon, beradikkan, mempunyai saudara laki-laki atau perempuan yang lebih muda menurut umur; na tinodohon, saudara laki-laki atau perempaun seseorang yang lebih muda; na tumodohon on, saudara atau saudari yang mendahuluinya lahir; na hutodohon, saudara atau saudari lahir sesudah aku; na martinodohon, abang-adik (lahir paling rapat).
Todos, manodos, membunuh; partodos, pembunuh; hona todos, terbunuh; todostodos, pembunuhan; na todos, berani, perkasa, gigih; na todos di ari, sangat perkasa (nang di sori ni ari, juga dalam keadaan bahaya).
Todul, manodul, melantak msl paku di dinding dengan dalam sampai tidak kelihatan lagi; manodulhon, membuat ukiran dalam logam.
Todung, I. ulok todung, sej ular. II. todung, kapur barus; martodung, mengambil kapur barus.
Toga, berkuasa karena pertalian famili atau kelahiran; martogahon, percaya atas kekuasaannya; hatotoga, kekuatan, kekuasaan.
Togang, ditahan; tartogang, tertahan; manogang, menahan seseorang atau sesuatu.
Togap, kuat, kekar, tokoh.
Togar, segar, bugar, kuat, sehat mengenai tubuh; tumogar, sesudah sakit merasa lebih se-hat; manogari, menolong orang dalam perang.
Togatogu, = togu; dongan sabutuha togatogu, tondong pangatahut, kerabat dekat membuat kuat tapi kerabat jauh membuat orang takut.
Togi, manogihon, mengajak, mengerahkan, memimpin, menuntun; partogi, pemimpin, penuntun, pengayom; sitogi dalan, petunjuk jalan. Togong, sulit dicerna tetapi kuat mengenai makanan, lama tahan dalam perut.
Togos, kuat, suci; horbo togos, kerbau yang disucikan untuk persembahan.
Togu, I. teguh, erat, kukuh, kuat; patoguhon, meneguhkan, menguatkan, memperkuat ikatan. II. manogu, manogunogu, memimpin, menarik, menggiring, menuntun (ternak atau anak; menarik kereta).
Tohal, tohal ni gaol, bagian yang paling dalam batang pisang dll.
Tohan, manohan, menangkap ikan dengan tangan.
Tohang, ambang; tohang ni bagas, balok yang melintang dibagian atas sekali dan yang menghubungkan balok-balok rumah ke arah lebarnya.
Tohap, bagian, jatah, perolehan, porsi; martohap, mempunyai bagian; dongan satohap, orang yang berhak mendapat bagian dari bagiannya itu dibagi-bagikan; partohap, pemilik bagian, pemegang bagian, pewaris.
Toho, I. = tutu; i ma toho, itulah dia, itu adalah benar; marhatohohon, membenarkan; dipatoho, dibetulkan, menerangkan bahwa itu benar. II. sitohotoho, bagian orang yang berhak menerimanya.
Tohom, sungguh, tentu, telah ditetapkan demikian.
Tohonan, jabatan, pangkat, martabat; tohonan raja, martabat “raja”.

Tohu, manohu, meminta sedikit kepada seseorang yang mempunyai sesuatu msl padi di waktu menuai; tohutohu, apa yang diminta; panohuan, idem.
Tohuk, sej katak besar.
Tois, pongah, angkuh, biadap, kurang ajar, nakal, ceroboh, suka melawan, bangkang; toisna do i, ia membuat itu karena bangkang; manoisi, berlaku kurang ajar, bangkang terhadap seseorang, menjahili.
Tojak, = bojak.

Tojo, menerka, mengagak.
Tojom, terus; manojom, langsung datang kesini.
Tojuk, manojuk, menonjok, menokok dengan jari-jari yang dikepal.
Tok, pening, bunyi menokok; tok ni ulu, pusing, sakit kepala; tok ulungku, kepalaku sakit.
Toktok, manoktok, memotong kayu; P.B.: molo dung tinoktok, ba pinorsan, molo dung niusung, ba binoan, bila sudah dipotong, maka pikullah, setelah dipikul harus dibawa, artinya: kerja yang sempat dimulai harus diselesaikan; toktok, bagian, potongan; manoktohi, mencincang, memotong kayu, mengerat.
Tola, I. gambaran bintang neraca. II. manolai, melerai, menyelesaikan perselisihan, memisahkan orang yang berkelahi; panolai, orang yang menengahi, pengantara, pelerai; sidabu tola, orang yang menyelesaikan suatu perselisihan, penengah, pelerai, arbitrator yang memutuskan perkara.
Tolak, terpisah, terlerai msl orang-orang yang berkelahi; manolak, membagi, memisah; tolak sae, selesai mengenai pertengkaran; tolak singa, sama kuat = horas be.

Tolang, manolang, dibuat asing-asing, sendiri-sendiri, mengasingkan; bulu tolang, sej bambu yang dapat dijalin menjadi dinding rumah.
Tolap, sanggup, mampu, bisa, dapat, berani, boleh; tolap ho do, engkau sanggup untuk itu, mampu kau.
Tolbak, matolbak, terban, jebol, longsor mengenai tanah, runtuh; matolbak gadu, pecah mengenai tanggul atau tambak padi.
Tolbok, tiba-tiba, tidak diharapkan (mengenai hal-hal yang tidak enak); tolbok madabu jea, tiba-tiba datang mara.
Tole, kata yang dipakai untuk menggalakkan, mengajak, ayo; tole ma hamu, cepatkan; tole be do nasida, mereka semua berusaha; martoletole, rajin berusaha; mamungka tole, orang mulai bekerja dengan sungguh-sungguh; tole sering: juga; P.B.: digadis abit tole bosi tole hau, dijual pakaian juga besi dan juga kayu; manolehon, mulai bekerja.
Tolhas, = sahat, sampai, ti-ba; manolhas tobat, mengalirkan air kolam; patolhashon, menyampaikan, menyeberangkan msl pesan, kata-kata; partolhasan, 1). makanan yang dimakan seorang yang mau mati. 2). makanan yang diletakkan di kuburan (boan ni na mate) msl rahang dan ekor ternak yang disembelih.
Tolhing, berbunyi nyaring, suara melengking.
Tollang (bdk holang), berselang, tersendat-sendat, dalam jangka waktu yang lama; tollang ibana ro, dia jarang datang; tumollang, agak jarang, lebih jarang.
Tollas, partollasan, santapan perpisahan seseorang yang mau meninggal; makanan yang diberikan kepada yang meninggal sebagai bekal ke negeri begu.

Tolmok, gemuk, tambun, pendek berisi, montok.
Tolngo, bingung, putus asa, termangu, tercengang.
Tolo, martolo, melewati perbatasan dengan tidak ada pernyataan perang.
Tolon, manolon, telan, menelan; tolonan, tenggorokan; tolonan hae, kerongkongan; manolon, mengangkat sumpah, sebenarnya menelan; dukun menyuruh orang yang diangkat sumpahnya itu menelan sesuatu msl tepung dan membuat dia tidak dapat menelannya bila tidak benar; manolon tu na tutu, membuat sumpah palsu; patolonhon, menyumpahkan, menyuruh orang bersumpah dengan sesuatu; sibondut gana, = siallang gana; ditolon dalan, dikatakan mengenai ular: yang bila ia disuruh datu menjalar di jalan yang gundul ia tidak dapat meneruskannya dan tinggal terletak disitu; ditolon bagas, kesasar dalam rumah karena gelap; panolon, yang bersumpah.
Tolong, I. gelagah; dolok tolong, nama gunung di Balige; P.B.: binuat tolong na so ada garana, binuat ni gogo na soada labana, diambil gelagah tetapi tidak mau terbakar, terhadap apa yang diambil dengan kekerasan tidak ada gunanya. II. tolong, tolong; manolong, menolong; panolong, penolong; panolongion, pertolongan, hal membantu.
Tolop (bdk olop), manolopi, menyepakati, menyetujui, mendukung.
Tolpang, pecah mengenai alat perkakas, sompel, sempak, terkopek.
Tolping, pinggir curam, tepi, lereng; tolping juguk, duduk di tepi, duduk di pinggir curam.
Tolpus, gol, tembus; manolpushon, menembuskan, menggolkan.
Tolsu, = talsu.

Toltol, regang, lurus kaku, tegak-tegang; patoltolhon, me-rentangkan msl tangan, kaki atau tongkat; menarik orang untuk membuat mereka menjadi hamba.
Tolu, tiga; patoluhon, yang ketiga; patoluna, lusa; sipahatolu, nama bula ketiga; paitolu, nomor tiga; sapartolu, sepertiga; hau simartolu, sej kayu yang kuat.
Toman, sopan, rendah hati, alim, patut, senonoh mengenai kelakuan, suci; hatomanon, kesopanan, kesucian, kepatuhan, kealiman.
Tombaga, tembaga, kuningan; tombaga holing, apa yang digores pada tembaga, tembaga; tulisan yang tidak dapat dihapuskan.
Tombak, hutan, semak-semak; manombahi, menebang hutan; tombahan, hutan yang ditebang; tombahan ni daompung, lahan rambahan kakekku; tombak longolongo, hutan rimba.
Tombal, tidak ada lain dari, hanya, cuma.
Tombang, manombang, menambang, merantau, membuka lahan pertanian di negeri orang; panombangon, tambang, tempat bertransmigrasi.
Tombara, = taumbara.

Tombil = tombal.

Tombis, siku, senggol, tanjung, ujung tanah; manombis, menyikt, membenturkan sikut pada.
Tombo, manombo, datang berselang msl demam, kemarahan, kambuh; aha ma tombo di ateatem, apa sih yang menggelitik pikirannya; marpanombo, timbul berselang-seling, kambuhan; panombo, serangan penyakit, kambuhnya, kumatnya.
Tombol, gemuk, kuat mengenai binatang dan orang. Tombom, bentur, jatuh dengan keras, tertubruk pada sesuatu, terantuk; manombomhon, membenturkan, menumbukkan; masitomboman, bertabrakan, saling menubruk dengan keras, saling membentur; tomboman ni urur, beroti paling bawah bagian atap pada mana urur diikatkan.
Tombuk, bocor, berlobang, tembus; manombukhon, melobangi, menembuskan; matombuk hurumna, pipinya kempung karena tua; tombuk tano, menembus tanah, uang yang harus dibayar kepada raja untuk kuburan orang pendatang agar famili kelak tidak mengatakan bahwa tanah itu adalah tanah kami karena disana dikubur nenek kami.
Tombur, manombur, membasahi, mengairi msl sawah, nasi, tinta; tomburan, tempat ikan yang ditangkap nelayan; patomburtombur roha, mengajak, mendorong untuk melakukan yang baik, membiasakan; sebenarnya: membasahi.
Tomok, besar, tegap = golmok.

Tomos, kuat, berotot, teguh, kukuh; dipatomos ma rohana, dia memberanikan diri; bdk gomos.

Tompa, wajah, rupa, cipta, bentuk, tempa; manompa, mencipta, menjadikan (Allah); panompaon, ciptaan, hal menjadikan; panompa, pencipta, yang menjadikan; tinompa ni danggur, kebetulan baik, tepat; tinompa ni api, marah, cepat naik darah; tinompa ni aek, lemah-lembut; tinompa ni alogo, tidak tetap, berobah-obah; tinompa ni siang malam, bertingkah, berobah-obah.
Tompang, manompang, nompreng, tinggal di rumah orang, menumpang; manompanghon, menitipkan sesuatu pada orang di luar barang sendiri, menumpangkan.
Tompas, matompas, terjatuh dan rusak, amblas, jatuh, runtuh (bdk ompas); manompas, merombak, membuang; manompas patik, membuat undang-undang tak berlaku, membatalkan undang-undang; matompas tataring, tungku telah rubuh, yaitu: menjadi janda; tompastompas tataring, status janda, dalam keadaan janda.
Tompi, I. gendong, muatan yang dibawa di punggung; martompi, membawa sesuatu yang dibungkus di punggung; si tompion sagusagu, kue persembahan. II. tali rotan yang dianyam dengan mana kuk kerbau diikat; marpinggol tompi, tidak mau mendengar.
Tompo, udan sitompo langit, hujan yang sangat lebat, deras sekali.
Tompu, tiba-tiba, sekonyong-konyong; parroha tompu, pemarah, rancu, penaik darah.
Tompuk, manompuk, menepuk, memukul sesuatu dengan kepalan tangan; masitompuk andorana, masing-masing memukul dadanya karena kesedihan; oraora tompuk, larangan, tetapi tidak sungguh oleh karena merasa gembira secara diam-diam atas apa orang melarang, larangan pura-pura.
Tompul, = dame; tompul rohana, berhati damai, pencinta damai; sitompul, nama marga dan daerah.
Tomu, I. (bdk domu); manomunomu, menjemput orang dengan upacara, mengelu-elukan; panomunomuon roha, mengharap, menantikan; patomuhon, mengumpulkan; patomu ende, mengarang nyanyian, syair; tomutomu, pengganti kerugian; tomutomuon, hadiah yang diberikan kepada orang yang mau dibantu. II. sitomuon, menderita penyakit kolik.
Tona, perintah, anjuran, pesan; manonahon, memerintahkan, memesan; panona, perintah; manonai, memerintahkan seseorang memesan sesuatu, menyuruh datang.
Tonan, celaka, bencana; jea tonan on, celaka besar.
Tondan, terhambat, berhalangan; manondan, menghambat, menghalangi.
Tondi, roh, jiwa, sukma manusial kepribadiannya (tondi terjadi sewaktu manusia masih berada dalam rahim ibu dan menentukan takdir, nasibnya kemudian sewaktu ini; tondi ini terdiri disamping tubuh yang sering ditinggalkan yang menyebabkan manusia menjadi sakit; itulah sebabnya orang memberikan persembahan kepada tondi ini dan berikhtiarkan agar dia berbaik hati); partondion, nasib untung, malang; partondion na denggan, nasib, untung; partondion na mago, nasib buruk; mangalap tondi, mencari tondi orang yang sakit yang meninggalkannya dan dengan persembahan mengajaknya supaya datang kembali; ulos ni tondi, sehelai ulos yang dipersembahkan kepada tondi disimpan sebagai ulos yang berharga; manusia mempunyai tujuh tondi: tondi sigomgom, semangat sebenarnya yang tidak bo-leh meninggalkan manusia bila ia hendak hidup; tondi sijungjung, tondi yang melindungi manusia; tondi sipalospalos, roh jahat yang menyebabkan sakit; tondi dibahota, yang bekerja (?); tondi sipalilohot, tondi yang membuat orang gabe; tondi siparorot, = pangulubalang?; tondi saudara, (juga saudara marorot, saudara sanggapati), tondi ini berkediaman di tempat ari-ari ditanam dan selalu memperingati manusia.
Tondit, manondit, takut hingga, menakutkan, gemetar, kecut; sipatondit, daya upaya untuk mengagetkan orang; barita sipatondit, berita yang mengagetkan, yang mengejutkan, berita menakutkan.
Tondo, diam (karena malu).
Tondolan, bagian yang dalam, lantai, dasar laut; tondolan pira ni manuk, tempat pada telur, dimana anak ayam mencotok untuk keluar.
Tondong, I. kerabat, famili dalam arti luas sekali; martondong, berkerabat, berfamili. II. manondong, menantang, menyentuh, menghadapi perkara; manondong parmaraan, menghadapi bahaya; manondong dalanna, meneruskan perjalanannya; ndang tartondong ahu, saya tidak dapat menghadapinya; di tondong ni, di hadapan tondongna, = lawannya. Tondung, nujum, tenung, alat peramal; martondung, bernujum, meramalkan cara magis; mandabu tondung, membuang undi.
Tondur, manondur, menonton, melihat; sitotonduron, pertunjukan; maninondur (dari tinondur), jadi penonton pada pesta; paninondur, penonton, pemirsa.
Tong, I. (bdk tongtong), selalu, terus, tetap, namun; tong do manjua ahu, saya tetap mengingkarinya. II. singkatan dari antong. III. tong, tempat air, minyak.
Tonga, tengah; satonga, setengah; tongatonga, tengah-tengah; di tongatonga ni, di tengah-tengah; di tongan dalan, di tengah jalan; parsitongaan, pertengahan, tempat yang terletak di tengah-tengah; dos tonga, dalam dua bagian yang sama besarnya; di pardos tonga, membagi dua; panonga, menengah; martongatonga langit, melayang-layang di langit; partonga, yang di tengah; paitonga, anak yang ditengah-tengah; silitonga, idem; juga: nama marga.
Tongam, mulia, megah, berwibawa, anggun, terhormat, besar; hatongamon, kemuliaan, hal wibawa, kebesaran; tongam na i, betapa mulianya, betapa anggunnya.
Tongan, di tongan dalan, lih tonga.

Tonggak, martonggak, saling berhadapan perang, bertempur, bertegak.
Tonggal, besar, terkemuka, elit, penting, kaya; patonggaltonggal, berlomba-lomba siapa yang paling kaya.
Tonggi, manis; tonggi asom, antara manis dan asam; tonggitonggi tong, rumusan yang dapakai untuk mengakhiri cerita.
Tonggo, martonggo, berdoa dalam agama animisme, berdoa kepada dewa; martonggo raja, mengundang raja-raja untuk turut berpesta; tonggotonggo, doa-doa bersifat agama.
Tonggol, panji, bendera satu warna, tunggul; partonggolan, panji, alamat perang.
Tonggong, kaku, kelu, tegang mengenai anggota gerak; urat tonggongtonggong, urat besar pada kaki, urat kuduk.
Tonggor, terang, mengerahkan penglihatan dengan cermat, tajam mengenai penglihatan; patonggor parnidaan, mempertajam penglihatan; sipanonggor, mata.
Tonggung = sangap; tonggung ni bauta ni huta, roh pelindung dalam bentuk cicak kampung.
Tongka, pantang, pamali, tabu, jangan sebut, tidak boleh disebut atau dibuat; dengan kata ini orang menjawab, bila seseorang mengatakan sesuatu yang tidak senonoh.
Tongkal, manongkal, menolak, menampik, mencegah, menangkal.
Tongkar, tengkar, suka berkelahi, membantah.
Tongke, = totongkea. Tongkin, saat; satongkin, sebentar; sitongkin, idem; tongkin on, baru saja; mate satongkin, cepat meninggal, mati mendadak.
Tongkok, martil, tokok; manongkok, memalu, memukul, menokok dengan martil; panongkokhon, mengingatkan seseorang terhadap sesuatu.
Tongkonan, = solobean, tempat bahaya dan ngeri dalam laut dimana berdiam begu yang jahat, keramat laut.
Tongon, I. persis, tepat, bidik, benar; tongon do, itu benar, tepat, cocok; tongon dua taon, persis dua tahun; marhatongonhon (diparhatongon), membenarkan; manongon, mengeja; patongonhon tu, mencocokkan, mengarahkan ke sasaran, menyesuaikan; martongontongon, kebetulan, nasib-nasiban. II. panongon, garis miring pada tulisan Batak untuk menghilangkan bunyi “A”; manongon, membuat garis tersebut.
Tongos, manongos, kirim, mengirim; manongoshon, mengirimkan; patongoshon, mengirim banyak; panongosan, orang dengan perantaraan siapa dikirim sesuatu, pengantar, perantara kiriman.
Tongtang, pertentangan, pertempuran; martongtang, bertentangan, bertempur; tongtangan, medan pertempuran, medan perang.
Tongtong, (bdk tong I), selalu, menetap, senantiasa; manongtong, tidak berubah, tetap sama, selalu; parsitongtongan, mereka yang selalu datang.
Tonja, martonja, mengunjungi; mengunjungi orang yang tidak mau turut bekerja bersama.
Tonjol, = tonja.

Tonjolan, = tondolan; panonjolan ni rihit, busung pasir.
Tonor, parbue tonor, beras yang dibawa ke janji untuk ditaburkan ke atas kepala kedua belah pihak dengan ucapan pir tondim.

Tontor = tortor.

Tontot, sitontot, sej perdu.
Tontu, tentu, tetap, pasti, siap, beres; nunga tontu sipanganon, makanan sudah siap; patontuhon singir, mengatur piutang.
Tonu, basah, berair; manonui, membasahi.
Tonun, tenun; martonun, bertenun; partonunan, perkakas tenun; manonun, menenun; martonun roha, bersepakat, sehati; masitonunan roha nasida, mereka saling seia, mereka bersesuaian pendapat.
Top, menjadi satu, kumpul, bersama; patophon, mengumpulkan; patophon mangan, mangawinkan; mempersatukan satu pasangan dalam hal mana mereka disuruh makan bersama-sama; hatopan, milik bersama.
Topa, manopa, bentuk, tempa, menempa msl periuk, barang besi; sitopa hudon, tukang periuk; sitopa mas, tukang mas; panopa, tukang besi, penempa; panopaon, penempaan.
Topak, lahir; sitopahon, = napuran (And).
Topap, lebar tangan; santopap, selebar tangan; manopap, memukul dengan telapak tangan; martopap roha, sehati, setuju, sesuai; martopaptopap tangan, bertepuk tangan; ndang tarbahen martopap tangan sambariba, tak mungkin bertepuk dengan sebelah tangan.
Topar, = tapor, matopar, pecah; topartopar, pecahan.
Topas, I. manopas, mengerjakan bambu atau kayu palem untuk dijadikan dinding rumah. II. topas, puntung sigaret, rokok.
Topeng, topeng yang dipakai dalam pesta kematian.
Topettopet, persis, tepat, benar, betul, kebetulan.
Topi, tepi; topi aek, tepi air; topi laut, pantai laut; martopihon, berada, terletak di tepi sesuatu.
Topik, pecahan, potongan kecil; santopik, satu potongan kecil; matopik, pecah, dalam keadaan pecah; manopik utang, mengurangi utang; topiktopik, potongan-potongan pecah-pecahan; topihon, mempunyai bibir sumbing.
Toping, = topeng.

Topis, manopis, berjalan menepi.
Topong, sitopong, nama sej padi; topong, tabung bambu yang dibawa kepada orang yang menyadap tuak.
Topot, I. manopot, menemui, melawat, mengunjungi; manopothon, mendapatkan; kepada (surat); manopothon si A. kepada si A; tumopot, = manopot. II. manopoti, mengakui sesuatu; panopotion, pengakuan; marhatopothon, mengaku sesuatu.
Toptop, manoptopi, menumpang batang pohon pada pucuknya; sitoptop, sej tanaman merambat.
Topu, sitopu, suj pohon kayu yang daunnya dimakan sebagai sayur.
Topung, I. manopung, membuat mesiu. II. sitopung = sitopong, sej padi.
Tor, I. gunung, pegunungan. II. rantai pada perkakas tenun. III. manorhon, mengarahkan diri ke sesuatu tempat di jalan, yang tidak betul diketahui.
Toradan = barisan, barisan, deretan.
Torang, terang, jelas, cerah; torang ari, hari sudah cerah; torang ni arina, keesokan harinya; hatorangan, keterangan; patoranghon, menerangkan, menjelaskan, mencerahkan; hatorangan ari, mengerjakan sesuatu pada hari terang; kesiangan msl waktu mencuri; situmorang, nama marga; marnatorang, tidak sama cerah.
Toras, teras pohon kayu; matoras, matang, masak, dewasa, tua; matoras emena, sudah waktunya anaknya lahir, bersalin; ramba toras, belukar yang lebat, hutan lebat; natoras, orangtua; manorasi, mengeraskan bejana dengan membakarnya; patorashon, memanjangkan rambut sampai anak lahir, mematangkan, mendewasakan.
Torban, matorban, terban, amblas, runtuh, longsor mengenai tanah; manorbani, meruntuhkan, menerbani; P.B.: hea do tubuan lata na martorban, tubuan dangka masuak, dapatkah sesuatu yang hilang digantikan kembali?
Torbang, I. terlintas, melewati tujuan melebihi ukuran; matorbangku, terlampau, keterlaluan; papangan na matorbangku, makanan yang keterlaluan; manorbangi, melampui, melebih-lebihkan; manorbangi isara hian, melebih-lebihkan ukuran yang biasa. II. dongan torbang, kawan seumur, teman sebaya.
Torbis, manorbis, sedikit sekali mengambil; torbistorbis, menurut urutan.
Torda, manordahon, membagi, membagi-bagi menurut urutan, mendistribusikan.
Tordang, kaku, kejang.
Tording, berjajar, tata aturan, berbaris yang satu dibelakang yang lain; sitording, peraturan, urutan, tertib; patordinghon, diatur menurut urutan.
Torhan, terka; torhantorhanan, jenis teka-teki; penggagas berkata: torhantorhananku….,
teka-tekiku……., mitranya menjawab: torhan…….., siap terka. Torhis, kuat, sehat, energik; sitorhis, daging paha kerbau.
Torik, manorik, menyerukan, memanggil orang.
Torjak, manorjak, menginjak sesuatu.
Torjang, I. santorjang, setingkatan sawah. II. manorjang, membuat garis dengan kaki yang diseret.
Torjok, berdiri lurus; situmorjok, kemaluan laki-laki; sitorjok, nama burung.
Torjun, = ture; ndang adong na torjun jamaon ni on, tidak satupun pekerjaan orang ini beres, yang siap dikerjakan.
Torkis, = torhis.

Torla, gembira terhadap nestapa; manorlahon, merasa gembira terhadap mara yang diderita sesuatu, bersuka ria akan penderitaan orang lain.
Torluk, teluk; tumorluktorluk, membuat gerakan gelombang, membuat bergelombang, berlekuklekuk.
Torngak, merentangkan leher untuk dapat melihat di kejauhan.
Torngap, = torngak.

Torngom, sitorngom, sej pohon kayu besar.
Torop, orang banyak, banyak, banyak sekali; na torop, orang banyak, rakyat, massa, hadirin, publik; hatoropon, orang banyak; situan na torop, publik (kata halus); marnatorop, tak sama banyaknya; matorop, dalam jumlah banyak; matorop mabue, berkembang biak, berketurunan banyak; patorophon, memperbanyak; sitorop, sej pohon kayu.
Torpa, memiring ke muka; pinatorpa, bagian rumah Batak yang menonjol ke muka; manorpai, menyerang, menangkap; manorpanorpa, menyerang, menangkap; masitorpaan, saling tidak sependapat mengenai jumlah hutang atau piutang; manorpahon, menerpakan; torpana do i, omong kosongnya itu; torpatorpa, meledak-ledak bicara; P.B.: manindi hata ni ulubalang, torpatorpa hata ni begu, meninggi omongan pendekar, meledak-ledak omongan hantu.
Torsa, cerita rakyat, cerita (perumpamaan), cerita yang berisi pengajaran; manorsahon, menceriterakan sesuatu.
Torse, = ture.

Tortor, tarian adat, tari Batak tradisional terdiri dari gerakan tangan dan kaki yang berirama, sedang penari tinggal di tempatnya sendiri; manortor (juga manontor), menari; manortori, menari dengan mengelilingi sesuatu msl kerbau sebelum disembelih; patortorhon, membuat menari orang dan sigale-gale.
Toru, I. kutukan; torutoru, kutukan; manorui, mengutuk orang; hona toru, terkutuk. II. bawah; di toru, di bawah; di toru ni, kata depan di bawah; tu toru ni, ke bawah (arah); partoru, yang paling rendah; nai toru (na di toru), tikus; parditoru, anjing; toruan, daerah, negeri yang letaknya ke arah yang rendah, ke hilir; patutoru, merendahkan; sitorutorui, lobang kecil di bawah suling orang Batak (selain yang 7 di atas) yang memperdengarkan setengah nada.
Toruk, hina, rendah hati, lebih rendah mengenai tempat.
Torung, = tiung, terung.
Torus, terus, berjalan terus; manorus, dingin terasa sampai ke tulang sumsum, dingin sekali; manorus patna, kakinya dingin; manorusi, meneruskan, menerusi, memasuki sesuatu; manorushon, idem; marnipi torus, bermimpi tentang sesuatu, tentang apa yang telah dialami pada hari siang dan membicarakan itu dengan nyaring; patorushon, diteruskan.
Tos, retas, putus mengenai benang; matos, koyak, robek; tos hosana, dia meninggal; naeng tos, saat hendak meninggal; tarhatos, hampir mati karena takut; tos ni roha, tos ni ate, perpisahan batin; P.B.: pangkuling tos ni ate, papangan hasisirang, ucapan bisa menyebalkan, kerakusan makan pangkal perpisahan; manostosi, mengoyak, merobek-robek; hatostosan hail, bersusah hati bagaimana seorang pengail yang tali kailnya putus pada saat ikan bergantung padanya.
Tot, kaki; ulu ni tot, dengkul, lutut, buku lutut; mata ni ari ni tot, mata kaki.
Tota, murni, tertata rapi, teratur, dengan aturan; patotahon, menyusun urutan yang tertentu.
Total, tetap berdiri, kuat.
Totap, patotap, menatar, menetapkan, memisahkan orang-orang yang berkelahi untuk waktu tidak lama.
Totar, I. manotar, membuat benang-benang sama kuat sewaktu membilasnya; manotar urur, mengikat urur demikian kuatnya sehingga satu sama lain sama jauhnya. II. siala manotari, senja pagi dan malam (And).
Totas, manotas, mempersiapkan; merintis, membuka jalan dimana itu belum ada; manotas ijuk, untuk pertama kalinya mengambil ijuk dari pohon; manotas hata, membuat kata pendahuluan; sitotas dalan, pembuka jalan.
Toto, patok, tanda yang dibuat orang bahwa ia telah memiliki tanah itu msl hutan, semak-semak dengan memasukkan sepotong kayu ke dalam tanah; martoto, membuat tanda seperti itu.
Totong, heran, putus asa, duduk termangu-mangu; tarhatotong, tercengang, terpelongo, heran, putus asa, tidak mengetahui jalan keluar.
Totongkea, manotongkea, menghendaki, ingin, kepingin; na tinotongkea (juga: na tinongkea), sesuatu yang sangat diingini.
Totop, tetap, selalu, tidak berobah; totop ro, tetap datang tanpa berkeputusan. Totoran, tangkai lembing.
Tu, kata depan: terhadap, ke, menuju, kepada; tuson, kesini; tusan, kesana; tudia, kemana; tu aek, pergi ke sungai; tu gadis, dijual; tu huta, ke kampung; lam tu pogosna, bertambah miskin; tu dolok, ke arah gunung.
Tua, I. matua, berumur, tua, sudah tua; na tuatua, usia, tua; orangtua; boruboru na tuatua, perempuan tua; sarimatua, tua sekali; simatua, mertua laki-laki, mertua perempuan, juga saudara laki-laki dan saudara perempuan mertua dan kaum kerabatnya; sintua, tertua, pejabat gereja; hasintuaon, jabatan tertua; matua tano, selama di dunia ada, selalu; matua i do, selalu itu saja; matua soada, senantiasa tidak ada; pangintuai, orang tua-tua; manuai, membuat pot tua atau keras dengan memasukkan dodak didalamnya dan kemudian dinyalakan; patuahon ama, mengurus ayah sewaktu ia tua tidak lama sebelum ia meninggal;’ amang tua, abang ayah. II. keberuntungan, tuah, berkat; martua, berbahagia, bertuah, beruntung; martuanihon, marhatuahon (diparhatua), memuji seseorang karena bertuah, karena berbahagia; dipatuatua, idem; hatuaon, kebahagiaan, ketuahan, keberuntungan; tuani ma, untunglah, mujurlah; na jinou ni tua, beruntung, bertuah; martua sombaon, = sombaon yang keramat; martua Debata, Tuhan yang kudus; ditua deba na tama di boru A, orang memuji si A sebab ia hamil; panuai ni dorm